Pencemaran Tanah
Lianita Dian Rahmawati
IX.11
1. Pengertian Pencemaran Lingkungan
Pencemaran lingkungan adalah proses masuknya
atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, atau
suatu komponen yang masuk dalam lingkungan atau
suatu perubahan struktur lingkungan karena
kegiatan manusia yang menyebabkan lingkungan
tidak dapat berfungsi untuk kelangsungan hidup
manusia. Suatu zat atau bahan yang membuat suatu
pencemaran disebut polutan. Suatu zat bisa
dikatakan sebagai polutan apabila memiliki syarat,
yakni jumlah zat atau bahannya melebihi jumlah
normal, barada pada waktu yang tidak tepat, berada
pada tempat yang tidak tepat.
Pencemaran tanah adalah suatu keadaan di mana
bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah
lingkungan tanah alami. Pencemaran tanah bisanya
terjadi karena terjadi kebocoran limbah cair atau
bahan kimia industri atau fasilitas komersial,
penggunaan pestisida, zat kimia atau air limbah dari
tempat penimbunan sampah. Suatu pencemaran
yang masuk ke dalam tanah yang terendap akan
menjadi zat kimia beracun dalam tanah tersebut. Zat
beracun ini dapat mencemari arus air tanah dan
udara di atasnya. Demikian pula bahan pencemar
yang terdapat pada air permukaan tanah, yang juga
dapat menyebabkan pencemaran tanah.
A. Pengertian Pencemaran Tanah
B. Sumber Pencemaran Tanah
Pencemaran terjadi karena pencemaran tanah
tidak jauh beda atau bisa dikatakan memiliki
hubungan dengan pencemaran udara dan air,
maka yang menjadi sumber pencemaran tanah
ialah sumber pencemaran udara dan sumber
pencemaran air. Sebagai contoh gas-gas oksida
karbon, oksida nitrogen, oksida belerang yang
menjadi bahan pencemar udara yang larut dalam
air hujan yang turun ke tanah dan dapat
menyebabkan terjadinya hujan asam sehingga
menimbulkan terjadinya pencemaran pada tanah.
Air permukaan tanah yang mengandung bahan
percemar misalnya yang tercemari zat radioaktif,
logam berat dalam limbah industri, sampah
rumah tangga, limbah rumah sakit, sisa-sisa
pupuk dan peptisida dari lingkup pertanian,
limbah detergen yang dapat menyebabkan
terjadinya pencemaran tanah pada daerah tempat
air permukaan atau tanah daerah yang dilalui air
permukaan tanah yang tercemar tersebut. Maka
sumber bahan pencemaran tanah dapat
dikelompokan menjadi sumber pencemar yang
berasal dari sampah rumah tangga, sampah pasar,
sampah rumah sakit, gunung berapi yang meletus
atau kendaraan bermotor an limbah industri.
B. Komponen Bahan Pencemaran Tanah
Komponen-komponen yang menjadi bahan pencemar diantaranya ialah:
Senyawa organik : Senyawa ini dapat membusuk karena diuraikan oleh mikrooraginisme, seperti sisa-sisa
makanan, daun, tumbuh-tumbuhan dan hewan yang mati.
Senyawa organik dan senyawa anorganik : Senyawa ini tidak dapat dimusnahkan ataupun diuraikan oleh
mikroorganisme seperti plastik, serat, keramik, kaleng-kaleng dan bahan bekas bangunan dimana semua ini
menyebabkan tanah tidak subur.
Pencemar udara : Pencemar udara ini berupa gas yang larut dalam air hujan seperti oksida nitrogen (NO dan
NO2), oksida belerang (SO2 dan SO3), oksida karbon (CO dan CO2), yang menghasilkan hujan asam yang kan
menyebabkan tanah yang bersifat asam dan merusak kesuburan tanah atau tanaman.
Pencemar logam : Pencemar berupa logam-logam berat yang dihasilkan dari limbah industri seperti Hg, Zn,
Pb, Cd dapat mencemari tanah.
Zat radioaktif : Zat radioaktif yang dihasilkan dari PLTN, reaktor atom atau percobaan lain yang
menggunakan atau menghasilkan zat radioaktif.
Limbah domestic : Limbah domestik berasal dari pemukiman penduduk, perdagangan atau pasar atau tempat
usaha hotel dan lain sebagainya; kelembagaan misalnya kantor-kantor pemerintahan dan swasta; wisata yang
dapat berupa limbah padat maupun cair. Limbah padat itu berupa senyawa anorganik yang tidak dapat
dimunahkan maupun diuraikan oleh mikrooragisme seperti plastik, serat, keramik, kaleng-kaleng dan bekas
bahan bangunan yang menyebabkan tanah menjadi kurang subur. Bahan pencemar itu akan tetap utuh
hingga 300 tahun yang akan datang. Bungkus plastik yang kita buat pun ke lingkungan akan tetap ada dan
mungkin akan ditemukan oleh anak cucu kita ratusan tahun lagi. Sedangkan limbah cair berupa tinja,
detergen, oli, cat, jika meresap ke dalam tanah akan merusak kandungan air dalam tanah bahkan dapat
membunuh mikro-organisme di dalam tanah.
Limbah industry : Limbah industri berasal dari sisa-sisa produksi industri. Limbah cair merupakan hasil
pengolahan dalam suatu proses produksi, misalnya sisa pengolahan industri pelapisan logam dan industri
kimia lainnya. Zat-zat yang dihasilkan dari proses industri pelapisan logam seperti Hg, Zn, Pb, Cd yang dapat
mencemari tanah seperti tembaga, timbal, perak, khrom, arsen, dan boron. Zat ini merupakan zat beracun bagi
mikro-organisme. Dimana mikro-organisme ini memiliki fungsi sangat penting terhadap kesuburan tanah.
Limbah pertanian : Limbah pertanian dapat berupa sisa-sisa pupuk sintetik untuk menyuburkan tanah atau
tanaman, misalnya pupuk urea dan pestisida untuk pemberantas hama tanaman. Penggunaan pupuk yang
terus menerus dalam pertanian akan merusak struktur tanah, yang menyebabkan kesuburan tanah berkurang
dan tidak dapat ditanami jenis tanaman tertentu karena hara tanah semakin berkurang. Dan penggunaan
pestisida bukan saja mematikan hama tanaman tetapi juga mikroorga-nisme yang berguna di dalam tanah.
Padahal kesuburan tanah tergantung pada jumlah organisme di dalamnya. Selain itu penggunaan pestisida
yang terus menerus akan mengakibatkan hama tanaman kebal terhadap pestisida tersebut.
D. Dampak Pencemaran Tanah
Tumpukan sampah yang berasal dari limbah domestik dapat mengganggu atau mencemari tanah yang
disebabkan oleh lindi (air sampah), bau dan estetika. Tumpukan sampah menutupi permukaan tanah sehingga
tanah tak bisa digunakan lagi untuk dimanfaatkan. Nah, tumpukan ssampah tadi akan menghasilkan gas
nitrogen dan asam sulfida, adanya zat mercury, chrom, dan arsen pada tumpukan sampah bisa menimbulkan
pencemaran tanah atau gangguan terhadap bio tanah, tumbuhan, merusak struktur tanah dan tekstur tanah
 Dampak Pada Kesehatan
Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung, jalur masuk ke dalam tubuh dan kerentanan populasi
yang terkena. Kromium, berbagai macam peptisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua
populasi. Timbal sangat berbahaya pada anak-anak, karena dapat menyebabkan kerusakan pada otak serta ginjal.
Paparan kronis (terus menerus) terhadap benzena pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan kemungkinan
terkena leukimia. Merkuri dan siklodiena dikenal dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan mungkin tidak bisa
diobati, PCB dan siklodiena terkait pada keracunan hati, Organofosfat dan karmabat menyebabkan gangguan pada
saraf otot. Ada beberapa macam dampak pada kesehatan seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata dan ruam kulit
untuk paparan bahan kimia. Sehingga pada dosis yang besar, pencemaran tanah ini apat menyebabkan kematian.
Pencemaran tanah juga dapat memberikan
dampak terhadap ekosistem. Perubahan
kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari
adanya bahan kimia beracun/berbahaya
bahkan pada dosis yang rendah sekalipun.
Perubahan ini dapat menyebabkan
perubahan metabolisme dari mikroorganisme
endemik dan antropoda yang hidup di
lingkungan tanah tersebut. Akibatnya bahkan
dapat memusnahkan beberapa spesies primer
dari rantai makanan, yang dapat memberi
akibat yang besar terhadap predator atau
tingkatan lain dari rantai makanan tersebut.
 Dampak Pada Lingkungan atau Ekosistem Dampak pada pertanian terutama perubahan metabolisme
tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan
penurunan hasil pertanian. Hal ini dapat menyebabkan
dampak lanjutan pada konservasi tanaman di mana
tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi.
Beberapa bahan pencemar ini memiliki waktu paruh yang
panjang dan pada kasus lain bahan-bahan kimia derivatif
akan terbentuk dari bahan pencemar tanah utama.
E. Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran Tanah
Pencegahan dan penanggulangan merupakan suatu
tindakan untuk saling menunjang, apabila tindakan
pencegahan sudah tidak dapat dilakukan, maka dilakukan
langkah tindakan. Namun demikian pada dasarnya kita
semua sependapat bahwa tindakan pencegahan lebih baik
dan lebih diutamakan dilakukan sebelum pencemaran
terjadi, apabila pencemaran sudah terjadi baik secara
alamiah maupun akibat aktivitas manusia untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya, baru kita lakukan
tindakan penanggulangan. Penanganan peptisida sebagai
pencemaran tanah ialah dengan tidak menggunakannya.
Cara ini merupakan yang paling baik hasilnya, tetapi
hama pada tanah mengkibatkan hasil produksi menurun.
Disamping itu, kita juga perlu :• Pengaturan jenis tanaman dan waktu tanam
• Memilih varietas tanaman yang tahan hama
• Menggunakan musuh alami untuk hama
• Menggunakan hormon serangga
• Pemanduan (sterilisasi)
• Memanfaatkan daya tarik seks untuk serangga
• Memahami kegiatan peptisida yang
bersangkutan
• Mengikuti petunjuk pemakaian
• Hati-hati dalam penyimpanan
• Menggunakan alat-alat pelindung
seperti masker, kacamata dan pakaian.
Cara yang dapat dilakukan adalah :
Selain itu, ada 2 cara lagi untuk menanggulangi pencemaran tanah, yaitu Remidiasi dan Bioremidiasi
1. Remidiasi
Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan
permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi
tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site).
Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi.
Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari
pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi.
Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang
tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman.
Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari
zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di
bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih
dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat
pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian
diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan
off-site ini jauh lebih mahal dan rumit.
Bioremidiasi adalah proses pembersihan
pencemaran tanah dengan menggunakan
mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi
bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat
pencemar menjadi bahan yang kurang beracun
atau tidak beracun (karbon dioksida dan air).
2. Bioremediasi
Pencemaran tanah adalah suatu keadaan di mana bahan
kimia buatan manusia masuk dan dapat merubah lingkungan tanah
alami. Pencemaran tanah bisanya terjadi karena terjadi kebocoran
limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial,
penggunaan peptisida, masuknya air permukaan tanah tercemar dalam
lapisan subpermukaan, zat kimia atau air limbah dari tempat
penimbunan sampah serta pembuangan limbah ke tanah yang tidak
memenuhi syarat. Suatu pencemaran yang masuk ke dalam tanah yang
terendap akan menjadi zat kimia beracun dalam tanah tersebut. Dari zat
beracun tersebut ini dapat memberi efek atau dampak ketika
bersentuhan atau dapat mencemari arus air tanah dan udara di atasnya.
Dalam penanganan pada pencemaran tanah ada beberapa
cara, yakni remediasi dan bioremediasi. Remediasi adalah
kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang
tercemar. Sedangkan Bioremediasi adalah proses pembersihan
pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme
(jamur, bakteri).
Kesimpulan
Thank You!

Pencemaran Tanah

  • 1.
  • 2.
    1. Pengertian PencemaranLingkungan Pencemaran lingkungan adalah proses masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, atau suatu komponen yang masuk dalam lingkungan atau suatu perubahan struktur lingkungan karena kegiatan manusia yang menyebabkan lingkungan tidak dapat berfungsi untuk kelangsungan hidup manusia. Suatu zat atau bahan yang membuat suatu pencemaran disebut polutan. Suatu zat bisa dikatakan sebagai polutan apabila memiliki syarat, yakni jumlah zat atau bahannya melebihi jumlah normal, barada pada waktu yang tidak tepat, berada pada tempat yang tidak tepat.
  • 3.
    Pencemaran tanah adalahsuatu keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran tanah bisanya terjadi karena terjadi kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial, penggunaan pestisida, zat kimia atau air limbah dari tempat penimbunan sampah. Suatu pencemaran yang masuk ke dalam tanah yang terendap akan menjadi zat kimia beracun dalam tanah tersebut. Zat beracun ini dapat mencemari arus air tanah dan udara di atasnya. Demikian pula bahan pencemar yang terdapat pada air permukaan tanah, yang juga dapat menyebabkan pencemaran tanah. A. Pengertian Pencemaran Tanah
  • 4.
    B. Sumber PencemaranTanah Pencemaran terjadi karena pencemaran tanah tidak jauh beda atau bisa dikatakan memiliki hubungan dengan pencemaran udara dan air, maka yang menjadi sumber pencemaran tanah ialah sumber pencemaran udara dan sumber pencemaran air. Sebagai contoh gas-gas oksida karbon, oksida nitrogen, oksida belerang yang menjadi bahan pencemar udara yang larut dalam air hujan yang turun ke tanah dan dapat menyebabkan terjadinya hujan asam sehingga menimbulkan terjadinya pencemaran pada tanah. Air permukaan tanah yang mengandung bahan percemar misalnya yang tercemari zat radioaktif, logam berat dalam limbah industri, sampah rumah tangga, limbah rumah sakit, sisa-sisa pupuk dan peptisida dari lingkup pertanian, limbah detergen yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran tanah pada daerah tempat air permukaan atau tanah daerah yang dilalui air permukaan tanah yang tercemar tersebut. Maka sumber bahan pencemaran tanah dapat dikelompokan menjadi sumber pencemar yang berasal dari sampah rumah tangga, sampah pasar, sampah rumah sakit, gunung berapi yang meletus atau kendaraan bermotor an limbah industri.
  • 5.
    B. Komponen BahanPencemaran Tanah Komponen-komponen yang menjadi bahan pencemar diantaranya ialah: Senyawa organik : Senyawa ini dapat membusuk karena diuraikan oleh mikrooraginisme, seperti sisa-sisa makanan, daun, tumbuh-tumbuhan dan hewan yang mati. Senyawa organik dan senyawa anorganik : Senyawa ini tidak dapat dimusnahkan ataupun diuraikan oleh mikroorganisme seperti plastik, serat, keramik, kaleng-kaleng dan bahan bekas bangunan dimana semua ini menyebabkan tanah tidak subur. Pencemar udara : Pencemar udara ini berupa gas yang larut dalam air hujan seperti oksida nitrogen (NO dan NO2), oksida belerang (SO2 dan SO3), oksida karbon (CO dan CO2), yang menghasilkan hujan asam yang kan menyebabkan tanah yang bersifat asam dan merusak kesuburan tanah atau tanaman. Pencemar logam : Pencemar berupa logam-logam berat yang dihasilkan dari limbah industri seperti Hg, Zn, Pb, Cd dapat mencemari tanah.
  • 6.
    Zat radioaktif :Zat radioaktif yang dihasilkan dari PLTN, reaktor atom atau percobaan lain yang menggunakan atau menghasilkan zat radioaktif. Limbah domestic : Limbah domestik berasal dari pemukiman penduduk, perdagangan atau pasar atau tempat usaha hotel dan lain sebagainya; kelembagaan misalnya kantor-kantor pemerintahan dan swasta; wisata yang dapat berupa limbah padat maupun cair. Limbah padat itu berupa senyawa anorganik yang tidak dapat dimunahkan maupun diuraikan oleh mikrooragisme seperti plastik, serat, keramik, kaleng-kaleng dan bekas bahan bangunan yang menyebabkan tanah menjadi kurang subur. Bahan pencemar itu akan tetap utuh hingga 300 tahun yang akan datang. Bungkus plastik yang kita buat pun ke lingkungan akan tetap ada dan mungkin akan ditemukan oleh anak cucu kita ratusan tahun lagi. Sedangkan limbah cair berupa tinja, detergen, oli, cat, jika meresap ke dalam tanah akan merusak kandungan air dalam tanah bahkan dapat membunuh mikro-organisme di dalam tanah.
  • 7.
    Limbah industry :Limbah industri berasal dari sisa-sisa produksi industri. Limbah cair merupakan hasil pengolahan dalam suatu proses produksi, misalnya sisa pengolahan industri pelapisan logam dan industri kimia lainnya. Zat-zat yang dihasilkan dari proses industri pelapisan logam seperti Hg, Zn, Pb, Cd yang dapat mencemari tanah seperti tembaga, timbal, perak, khrom, arsen, dan boron. Zat ini merupakan zat beracun bagi mikro-organisme. Dimana mikro-organisme ini memiliki fungsi sangat penting terhadap kesuburan tanah. Limbah pertanian : Limbah pertanian dapat berupa sisa-sisa pupuk sintetik untuk menyuburkan tanah atau tanaman, misalnya pupuk urea dan pestisida untuk pemberantas hama tanaman. Penggunaan pupuk yang terus menerus dalam pertanian akan merusak struktur tanah, yang menyebabkan kesuburan tanah berkurang dan tidak dapat ditanami jenis tanaman tertentu karena hara tanah semakin berkurang. Dan penggunaan pestisida bukan saja mematikan hama tanaman tetapi juga mikroorga-nisme yang berguna di dalam tanah. Padahal kesuburan tanah tergantung pada jumlah organisme di dalamnya. Selain itu penggunaan pestisida yang terus menerus akan mengakibatkan hama tanaman kebal terhadap pestisida tersebut.
  • 8.
    D. Dampak PencemaranTanah Tumpukan sampah yang berasal dari limbah domestik dapat mengganggu atau mencemari tanah yang disebabkan oleh lindi (air sampah), bau dan estetika. Tumpukan sampah menutupi permukaan tanah sehingga tanah tak bisa digunakan lagi untuk dimanfaatkan. Nah, tumpukan ssampah tadi akan menghasilkan gas nitrogen dan asam sulfida, adanya zat mercury, chrom, dan arsen pada tumpukan sampah bisa menimbulkan pencemaran tanah atau gangguan terhadap bio tanah, tumbuhan, merusak struktur tanah dan tekstur tanah  Dampak Pada Kesehatan Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung, jalur masuk ke dalam tubuh dan kerentanan populasi yang terkena. Kromium, berbagai macam peptisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi. Timbal sangat berbahaya pada anak-anak, karena dapat menyebabkan kerusakan pada otak serta ginjal. Paparan kronis (terus menerus) terhadap benzena pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan kemungkinan terkena leukimia. Merkuri dan siklodiena dikenal dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan mungkin tidak bisa diobati, PCB dan siklodiena terkait pada keracunan hati, Organofosfat dan karmabat menyebabkan gangguan pada saraf otot. Ada beberapa macam dampak pada kesehatan seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata dan ruam kulit untuk paparan bahan kimia. Sehingga pada dosis yang besar, pencemaran tanah ini apat menyebabkan kematian.
  • 9.
    Pencemaran tanah jugadapat memberikan dampak terhadap ekosistem. Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun/berbahaya bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik dan antropoda yang hidup di lingkungan tanah tersebut. Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai makanan, yang dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut.  Dampak Pada Lingkungan atau Ekosistem Dampak pada pertanian terutama perubahan metabolisme tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian. Hal ini dapat menyebabkan dampak lanjutan pada konservasi tanaman di mana tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi. Beberapa bahan pencemar ini memiliki waktu paruh yang panjang dan pada kasus lain bahan-bahan kimia derivatif akan terbentuk dari bahan pencemar tanah utama.
  • 10.
    E. Pencegahan danPenanggulangan Pencemaran Tanah Pencegahan dan penanggulangan merupakan suatu tindakan untuk saling menunjang, apabila tindakan pencegahan sudah tidak dapat dilakukan, maka dilakukan langkah tindakan. Namun demikian pada dasarnya kita semua sependapat bahwa tindakan pencegahan lebih baik dan lebih diutamakan dilakukan sebelum pencemaran terjadi, apabila pencemaran sudah terjadi baik secara alamiah maupun akibat aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, baru kita lakukan tindakan penanggulangan. Penanganan peptisida sebagai pencemaran tanah ialah dengan tidak menggunakannya. Cara ini merupakan yang paling baik hasilnya, tetapi hama pada tanah mengkibatkan hasil produksi menurun.
  • 11.
    Disamping itu, kitajuga perlu :• Pengaturan jenis tanaman dan waktu tanam • Memilih varietas tanaman yang tahan hama • Menggunakan musuh alami untuk hama • Menggunakan hormon serangga • Pemanduan (sterilisasi) • Memanfaatkan daya tarik seks untuk serangga • Memahami kegiatan peptisida yang bersangkutan • Mengikuti petunjuk pemakaian • Hati-hati dalam penyimpanan • Menggunakan alat-alat pelindung seperti masker, kacamata dan pakaian. Cara yang dapat dilakukan adalah :
  • 12.
    Selain itu, ada2 cara lagi untuk menanggulangi pencemaran tanah, yaitu Remidiasi dan Bioremidiasi 1. Remidiasi Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi. Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit.
  • 13.
    Bioremidiasi adalah prosespembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air). 2. Bioremediasi
  • 14.
    Pencemaran tanah adalahsuatu keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan dapat merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran tanah bisanya terjadi karena terjadi kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial, penggunaan peptisida, masuknya air permukaan tanah tercemar dalam lapisan subpermukaan, zat kimia atau air limbah dari tempat penimbunan sampah serta pembuangan limbah ke tanah yang tidak memenuhi syarat. Suatu pencemaran yang masuk ke dalam tanah yang terendap akan menjadi zat kimia beracun dalam tanah tersebut. Dari zat beracun tersebut ini dapat memberi efek atau dampak ketika bersentuhan atau dapat mencemari arus air tanah dan udara di atasnya. Dalam penanganan pada pencemaran tanah ada beberapa cara, yakni remediasi dan bioremediasi. Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Sedangkan Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Kesimpulan
  • 15.