Metodologi Penelitian Ilmu
Komputer
- Teknik Sampling –
Heni Sulistiani
Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Teknokrat Indonesia
Teknik Sampling
Cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya
sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan
sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan
sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh
sampel yang representatif.
Penelitian Survai
Survai atau dalam bahasa Inggris “survey” adalah
satu bentuk teknik penelitian dimana informasi
dikumpulkan dari sejumlah sampel berupa orang,
melalui pertanyaan-pertanyaan, satu cara
mengumpulkan data melalui komunikasi dengan
individu-individu dalam suatu sampel
(Zikmund, 1997)
Penelitian Survai
Survai adalah metode pengumpulan data melalui
instrumen bisa merekam tanggapan-tanggapan
responden dalam sebuah sampel penelitian, walau
umumnya orang bisa saling mempertukarkan istilah
“survey” dengan “daftar pertanyaan”, namun
istilah survey digunakan sebagai kategori umum
penelitian yang menggunakan kuesioner dan
wawancara sebagai metodenya (Gay dan Diehl,
1992).
Tahapan sebelum Survei
Menentukan
tujuan
Menetapkan
populasi
Memilih data
relevan
Menentukan
derajat
Menentukan
teknik
Mencari frame
Menentukan
unit sampel
Interview
guide, schdule
Mengdakan
training
Populasi
 Keseluruhan unit penelitian yang menjadi tujuan
generalisasi
 Disebut juga dengan SEMESTA atau UNIVERSE
 Contoh:
 Kalau kita akan menyimpulkan suatu penelitian
untuk mendeskripsikan karakter tertentu dari
mahasiswa UTI, maka populasinya adalah
SELURUH mahasiswa UTI
 Populasi membatasi kesimpulan penelitian agar tidak
melebar ke bukan populasi, sehingga kesimpulan yang
diambil menjadi bias (menyimpang)
Gambaran Populasi
POPULASI
SAMPEL
Teknik Sampling
 RANDOM SAMPLING (Sampling acak)
 Simple random sampling (acak sederhana)
 Stratified random sampling (sampel acak bertingkat)
 Cluster sampling (sampling gugus)
 Systematic sampling (sampling sistematis)
 Area sampling (sampling wilayah)
 NON-RANDOM SAMPLING (Sampling tidak acak)
 Convenience sampling
 Purposive sampling
 Snowball sampling
 Accidental sampling
 Quota sampling
Simple Random Sampling
sebuah proses sampling yang dilakukan sedemikian rupa
sehingga setiap satuan sampling yang ada dalam populasi
mempunyai peluang yang sama untuk dipilih ke dalam
sampel.
Metode
Pengundi unsur-unsur
penelitian atau satuan-satuan
elementer dalam populasi
Mengundi tabel angka acak
Simple Random Sampling
Keuntungan:
Prosedur mudah dan sederhana
Kerugian:
Membutuhkan daftar seluruh anggota populasi, hanya dapat
dilakukan untuk sampel yang homogen, sampel mungkin
tersebar pada daerah yang luas sehingga biaya transportasi
besar.
Stratified random Sampling
Merupakan penarikan sampel berstrata yang dilakukan
dengan mengambil sampel acak sederhana dari setiap strata
populasi yang sudah ditentukan terlebih dahulu.
Keuntungan:
Taksiran mengenai karakteristik populasi lebih tepat
Kerugiannya:
Daftar populasi setiap strata diperlukan, jika daerah
geografisnya luas, biaya transportasi tinggi.
Pengambilan Sampel Acak Distratifikasi
Harus ada kriteria yang jelas yang akan dipergunakan
sebagai dasar untuk menstratifikasi populasi ini dalam
bentuk strata
Harus ada data pendahuluan dari populasi mengenai
kriteria yang dipergunakan untuk menstratifikasi
Harus diketahui dengan tepat jumlah satuan-satuan
elementer dari tiap lapisan dalam populasi
Cluster Sampling
 Unit-unit analisa dalam populasi digolongkan ke dalam
gugus yang disebut cluster dan ini merupakan satuan-
satuan dari mana sampel akan diambil
 Jumlah gugus yang diambil sebagai sampel harus secara
acak. Kemudian, untuk unsur penelitian dalam gugus
tersebut diteliti semua
 cara ini dipakai bila populasinya dapat dibagi dalam
kelompok-kelompok dan setiap karakteristik yang
dipelajari ada dalam setiap kelompok.
Teknik Sampling Sistematis
Anggota sampel dipilih berdasarkan urutan tertentu.
Misalnya setiap kelipatan 10 atau 100 dari daftar pegawai
suatu kantor. Pengambilan sampel secara acak hanya
dilakukan pada pengambilan awal saja. Sedangkan pada
pengambilan kedua dan seterusnya ditentukan secara
sistematis, yaitu menggunakan interval tertentu sebesar ‘k’.
Teknik Sampling Kebetulan
Apabila pemilihan anggota sampelnya dilakukan terhadap
orang atau benda yang kebetulan ada atau dijumpai dan
dipandang orang dijumpai tersebut cocok dijadikan sumber
data. Misalnya kita ingin meneliti pendapat masyarakat
tentang kenaikan harga atau keluarga berencana, maka
pertanyaan diajukan kepada mereka yang kebetulan
dijumpai dipasar atau ditempat-tempat lainnya.
Purposive Sampling
Pengambilan sampling dilakukan hanya atas dasar
pertimbangan penelitinya saja yang menganggap unsur-
unsur yang dikehendaki telah ada dalam anggota sampel
yang diambil.
Quota Sampling
Anggota sampel pada suatu tingkat dipilih dengan jumlah
tertentu (kuota) dengan ciri-ciri tertentu satu orang calon
haji mewakili 1000 orang penduduk. Cara ini dipergunakan
kalau peneliti mengenal betul daerah dan situasi daerah
dimana penelitian akan dilakukan.
Teknik Bola Salju
Sampel diambil secara berantai, mulai dari ukuran sampel
yang kecil menjadi besar. Cara ini banyak dipakai ketika
peneliti tidak banyak tahu tentang populasi, hanya tahu satu
atau dua orang berdasarkan penilaian biasa dijadikan
sebagai sampel.
Dari sampel yang sedikit tersebut peneliti mencari informasi
sampel lain dari yang dijadikan sampel terdahulu, sehingga
makin lama jumlah sampelnya makin banyak.
Teknik Sampling

Teknik Sampling

  • 1.
    Metodologi Penelitian Ilmu Komputer -Teknik Sampling – Heni Sulistiani Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia
  • 2.
    Teknik Sampling Cara untukmenentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif.
  • 3.
    Penelitian Survai Survai ataudalam bahasa Inggris “survey” adalah satu bentuk teknik penelitian dimana informasi dikumpulkan dari sejumlah sampel berupa orang, melalui pertanyaan-pertanyaan, satu cara mengumpulkan data melalui komunikasi dengan individu-individu dalam suatu sampel (Zikmund, 1997)
  • 4.
    Penelitian Survai Survai adalahmetode pengumpulan data melalui instrumen bisa merekam tanggapan-tanggapan responden dalam sebuah sampel penelitian, walau umumnya orang bisa saling mempertukarkan istilah “survey” dengan “daftar pertanyaan”, namun istilah survey digunakan sebagai kategori umum penelitian yang menggunakan kuesioner dan wawancara sebagai metodenya (Gay dan Diehl, 1992).
  • 5.
    Tahapan sebelum Survei Menentukan tujuan Menetapkan populasi Memilihdata relevan Menentukan derajat Menentukan teknik Mencari frame Menentukan unit sampel Interview guide, schdule Mengdakan training
  • 6.
    Populasi  Keseluruhan unitpenelitian yang menjadi tujuan generalisasi  Disebut juga dengan SEMESTA atau UNIVERSE  Contoh:  Kalau kita akan menyimpulkan suatu penelitian untuk mendeskripsikan karakter tertentu dari mahasiswa UTI, maka populasinya adalah SELURUH mahasiswa UTI  Populasi membatasi kesimpulan penelitian agar tidak melebar ke bukan populasi, sehingga kesimpulan yang diambil menjadi bias (menyimpang)
  • 7.
  • 8.
    Teknik Sampling  RANDOMSAMPLING (Sampling acak)  Simple random sampling (acak sederhana)  Stratified random sampling (sampel acak bertingkat)  Cluster sampling (sampling gugus)  Systematic sampling (sampling sistematis)  Area sampling (sampling wilayah)  NON-RANDOM SAMPLING (Sampling tidak acak)  Convenience sampling  Purposive sampling  Snowball sampling  Accidental sampling  Quota sampling
  • 9.
    Simple Random Sampling sebuahproses sampling yang dilakukan sedemikian rupa sehingga setiap satuan sampling yang ada dalam populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih ke dalam sampel. Metode Pengundi unsur-unsur penelitian atau satuan-satuan elementer dalam populasi Mengundi tabel angka acak
  • 10.
    Simple Random Sampling Keuntungan: Prosedurmudah dan sederhana Kerugian: Membutuhkan daftar seluruh anggota populasi, hanya dapat dilakukan untuk sampel yang homogen, sampel mungkin tersebar pada daerah yang luas sehingga biaya transportasi besar.
  • 11.
    Stratified random Sampling Merupakanpenarikan sampel berstrata yang dilakukan dengan mengambil sampel acak sederhana dari setiap strata populasi yang sudah ditentukan terlebih dahulu. Keuntungan: Taksiran mengenai karakteristik populasi lebih tepat Kerugiannya: Daftar populasi setiap strata diperlukan, jika daerah geografisnya luas, biaya transportasi tinggi.
  • 12.
    Pengambilan Sampel AcakDistratifikasi Harus ada kriteria yang jelas yang akan dipergunakan sebagai dasar untuk menstratifikasi populasi ini dalam bentuk strata Harus ada data pendahuluan dari populasi mengenai kriteria yang dipergunakan untuk menstratifikasi Harus diketahui dengan tepat jumlah satuan-satuan elementer dari tiap lapisan dalam populasi
  • 13.
    Cluster Sampling  Unit-unitanalisa dalam populasi digolongkan ke dalam gugus yang disebut cluster dan ini merupakan satuan- satuan dari mana sampel akan diambil  Jumlah gugus yang diambil sebagai sampel harus secara acak. Kemudian, untuk unsur penelitian dalam gugus tersebut diteliti semua  cara ini dipakai bila populasinya dapat dibagi dalam kelompok-kelompok dan setiap karakteristik yang dipelajari ada dalam setiap kelompok.
  • 14.
    Teknik Sampling Sistematis Anggotasampel dipilih berdasarkan urutan tertentu. Misalnya setiap kelipatan 10 atau 100 dari daftar pegawai suatu kantor. Pengambilan sampel secara acak hanya dilakukan pada pengambilan awal saja. Sedangkan pada pengambilan kedua dan seterusnya ditentukan secara sistematis, yaitu menggunakan interval tertentu sebesar ‘k’.
  • 15.
    Teknik Sampling Kebetulan Apabilapemilihan anggota sampelnya dilakukan terhadap orang atau benda yang kebetulan ada atau dijumpai dan dipandang orang dijumpai tersebut cocok dijadikan sumber data. Misalnya kita ingin meneliti pendapat masyarakat tentang kenaikan harga atau keluarga berencana, maka pertanyaan diajukan kepada mereka yang kebetulan dijumpai dipasar atau ditempat-tempat lainnya.
  • 16.
    Purposive Sampling Pengambilan samplingdilakukan hanya atas dasar pertimbangan penelitinya saja yang menganggap unsur- unsur yang dikehendaki telah ada dalam anggota sampel yang diambil. Quota Sampling Anggota sampel pada suatu tingkat dipilih dengan jumlah tertentu (kuota) dengan ciri-ciri tertentu satu orang calon haji mewakili 1000 orang penduduk. Cara ini dipergunakan kalau peneliti mengenal betul daerah dan situasi daerah dimana penelitian akan dilakukan.
  • 17.
    Teknik Bola Salju Sampeldiambil secara berantai, mulai dari ukuran sampel yang kecil menjadi besar. Cara ini banyak dipakai ketika peneliti tidak banyak tahu tentang populasi, hanya tahu satu atau dua orang berdasarkan penilaian biasa dijadikan sebagai sampel. Dari sampel yang sedikit tersebut peneliti mencari informasi sampel lain dari yang dijadikan sampel terdahulu, sehingga makin lama jumlah sampelnya makin banyak.