INTEGRAL KALKULUS
    (TEKNIK INTEGRASI)
Contoh soal dan penyelesaiannya




 Dra. Dwi Liestyowati, MM
INTEGRAL
KONSEP INTEGRAL
   Kita telah mengenal operasi invers (balikan fungsi). Berikut ini adalah contoh
pasangan operasi invers dalam matematika: penjumlahan, pengurangan, perkalian dan
pembagian, pangkat dan akar. Pada bab ini akan dipelajari invers dari turunan yang
disebut antiturunan.



     Definisi:
       Integral adalah fungsi invers dari turunan


     Suatu fungsi F dikatakan sebagai antiturunan (antiderivatif) dari fungsi f
     apabila F’(x) = f(x) untuk setiap x dalam domain dari f

Jika kita mengatakan turunan dari A adalah B, maka dikatakan bahwa Integral dari A
adalah B.
Misalnya jika c adalah sebuah konstanta, turunan dari x2 + c adalah 2x, maka integral
dari 2x adalah x2 + c.
Lambang “ ∫dx “ digunakan untuk menyatakan integral

Perhatikan diagram dibawah ini :




Dwi liestyowati                                                                         1
1. INTEGRAL TAK TENTU

    Jika F’(x) = f(x) dan f kontinu, maka :                              dx = F ( x) + C , (C = konstanta)
    ∗ Operasi pada Integral
                                                              ∫ f ( x)

        ∫ [ f ( x) ± g ( x)] dx = ∫ f ( x)dx ± ∫ g ( x)dx
        ∫ [kf ( x)]dx = k ∫ f ( x)dx , (k = konstanta)
    ∗ Rumus dasar Integral
        Integral fungsi Aljabar

        1.   ∫ a dx =           ax + c , a = konstanta

        2.
                      1
             ∫x
                  n
                         x n +1 + c, n ≠ −1
                      dx =

        3. ∫ kx dx =
                    n +1
                       k
               n
                          x n +1 + c, n ≠ −1
                     n +1

Contoh 1 :        ∫x       dx =.....
                       7


                           x 7 +1      x8      1 8
                  ∫ x dx = 7 + 1 + c = 8 + c = 8 x + c
                        7



Contoh 2 :        ∫      x dx =.....
                                                                1 +1
                                                 1            x2      2
                  ∫        x dx =           ∫x   2       dx =
                                                              1
                                                                   +c= x
                                                                      3
                                                                                      x +c
                                                                +1

Contoh 3 :
                                                              2
                      dx
                  ∫ x3         =.....

                       dx               1                   −3           x −3+1       1
                  ∫ x3         =   ∫ x3     dx =         ∫ x dx =        − 3 +1
                                                                                +c =
                                                                                     2x2
                                                                                         +c


Contoh 4 :        ∫ ( x − x + x)dx =.....
                         3         2


                   ∫ ( x − x + x)dx = ∫ x dx − ∫ x dx + ∫ xdx
                        3   2             3       2

                                                             1 4 1 3 1 2
                                                         =     x − x + x +c

Contoh 5 :
                                                             4    3   2
                  ∫ (x       + 1) 2 dx =.....
                         2



                  ∫ (x
                           2
                                                     (
                               + 1) 2 dx = ∫ x 4 + 2 x 2 + 1 dx =        )      1 5 2 3
                                                                                5
                                                                                  x + x + x+c
                                                                                     3



Dwi liestyowati                                                                                              2
Perhatikan diagram dibawah ini :




    Integral fungsi Trigonometri

    1.   ∫ sin x dx = − cos x + c
    2.   ∫ cos x dx = sin x + c
    3.   ∫ sec       x dx = tan x + c
                 2


    4.   ∫ cosec          x dx = − cot x + c
                      2


    5.
             1
         ∫   x
               dx = ln x + c


Contoh 6 :           ∫ 2 sin x dx =.....
                      ∫ 2 sin x dx =2∫ sin x dx = −2 cos x + c
Contoh 7 :           ∫    9 − 9 sin 2 x dx =.....

                      ∫    9 − 9 sin 2 x dx =3∫ 1 − sin 2 x dx


Contoh 8 :
                     = ∫ 3 sin x dx =3 cos x dx = 3∫ cos x dx = 3 sin x + c

                     ∫ (2 cos x + 3) dx =.....
                      ∫ (2 cos x + 3) dx =∫ 2 cos x dx + ∫ 3dx
                                                              3 x 0 +1
                     = 2 ∫ cos x dx + 3∫ x 0 dx = 2 sin x +            + = 2 sin x + 3 x + c

Contoh 9 :
                                                               0 +1


                     Karena cos x = 1 – 2sin2 ½x , maka sin2 ½x = ½ - ½ cos x, sehingga ;
                     ∫ sin         x dx =.....
                             2 1
                               2


                                                          1
                     ∫ sin 1 x dx =∫ ( 1 − 1 cos x)dx = ∫ 2 dx − ∫ 1 cos x dx
                          2
                            2          2   2                       2

                        1                      1    1
                     = ∫ dx − 1 ∫ cos x dx = x − sin x + c
                               2
                        2                      2    2


Dwi liestyowati                                                                                3
Contoh 10 : a) ∫ sin 3θ dθ = − 1 cos 3θ + c

                  b)
                               3
                                  1
                       ∫t    dt = t 3 + c
                            2



                  c)
                                  3
                                    1
                       ∫   y 4 dy = y 5 + c
                                    5


2. PENERAPAN INTEGRAL TAK TENTU

2.1. Menentukan Rumus Fungsi, jika turunan Fungsi dan Nilai Fungsi

       Pada bentuk                     dx = F ( x) + C , disebut solusi umum dari persamaan
     diketahui


       differensial,karena berisi tak hingga banyak kemungkinan. Tetapi jika diketahui
                            ∫ f ( x)
       sebuah nilai F(a) untuk suatu x = a, maka kita bisa mendapatkan solusi tunggal
       dari persamaan differensial dengan cara mensubitusikan nilai fungsi yang
       diketahui pada solusi umum. Solusi yang demikian disebut solusi khusus.

       Contoh 11
       Diketahui f ’(x) = 6 -           x dan f(1) =     . Tentukan f(x)!
                                                       4
                                                       3
       Jawab:
                                                   1            2 3
        f ( x) = ∫ (6 − x ) dx = ∫ 6dx − ∫ x 2 dx = 6 x −         x2 +C
                                                                3
              4                     2 3       4
       f(1) =       f (1) = 6.1 − .1 2 + C =

                                        C=-4
              3                     3         3
                           2        4
                    6− +C =

       Jadi, f ( x) = 6 x − x 2 − 4
                           3        3
                           2 3


       Contoh 12
                           3



       Diketahui f ‘(x)= 2 cos 2x + 3. Tentukan f(x), jika f ( x) = 6 + π pada saat x =
                                                                       3                π
                                                                       4                4
       Jawab:


              = sin 2x + 3x + C
        f ( x) = ∫ (2 cos 2 x + 3)dx = ∫ 2 cos 2 xdx + ∫ 3dx

               π               3
           x = ⇒ f ( x) = 6 + π
               4               4




Dwi liestyowati                                                                               4
3         π  π 
       6 + π = sin 2  + 3  + C
          4         4 4
                  3
            =1+ π + C
                  4
          3           3
       1+ π + C = 6 + π ⇒ C = 5


       Jadi, f(x) = sin 2x + 3x + 5
          4           4




                                                                            dy
2.2. Menentukan persamaan kurva y = f(x) jika diketahui                        dan sebuah
                                                                            dx

       Pada bahasan ini akan ditunjukkan penggunaan integral tak tentu untuk
       titik pada kurva

       menentukan persamaan suatu kurva.

       Contoh 13

       Diketahui fungsi turunan suatu kurva adalah           = 2( x − 1) tentukan persamaan
                                                          dy

       kurva jika diketahui kurva tersebut melalui titik (3, 2).
                                                          dx

       Jawab:
        dy
           = 2( x − 1) ⇒ y = ∫ 2( x − 1) dx = 2 ∫ ( x − 1)dx
                        y = 2( ½x2 –x ) + C = x2 - 2x + C
       Kurva melalui titik (3,2) ⟹ 2 = 32 – 2.3 + C ⟹ C = -1
        dx


       Jadi persamaan kurva adalah y = x2 - 2x -1

       Contoh 14
       Suatu kurva mempunyai titik stasioner (2, 3) dan diketahui garis singgung kurva
       adalah 2x – k, k suatu konstanta. Tentukan:
                 a) Nilai k
                 b) Persamaan kurva                      Gradient garis singgung
                                                         Catatan:


                                                         kurva adalah
       a)
       Jawab:                                                          dy
           dy
              = 2x − k                                                 dx

           titik stasioner adalah titik dimana        = 0 . Diketahui titik stasioner kurva
            dx
                                                   dy

           adalah (2, 3).
                                                   dx

               = 0 ⟹ 2x – k = 0
            dy

                            2.2 – k = 0, (x = 2)
                                  k=4
            dx



       b) karena k = 4, maka          = 2 x − 4 ⟹ y = ∫ ( 2 x − 4)dx = x 2 − 4 x + C
                                   dy

           kurva melalui titik (2, 3), maka 3 = 22 – 4.2 + C ⟹ C = 7
           Jadi, persamaan kurva adalah y = x2 – 4x + 7
                                   dx



Dwi liestyowati                                                                               5
Contoh 15
       Tentukan persamaan kurva dengan gradient garis singgung di titik (x, y) sama
       dengan 2x – 3, dan kurva melalui titik (1, -3) !
       Jawab :
        dy
           = ( 2 x − 3) → dy = ( 2 x − 3) dx

                             dx → y =x2 – 3x + C
        dx

        ∫ dy = ∫ (2 x − 3)
        Kurva melalui (1, -3) maka -3 = 1 – 3 + C → C = 1
        ∴ Persamaan kurvanya adalah y = x2 – 3x – 1



     Kita telah mengetahui bahwa turunan dari jarak s(t) yang ditempuh benda
2.3. Persamaan gerak

     bergerak adalah kecepatan v(t) dari benda tersebut, dimana t adalah waktu.
     Sehingga integral dari kecepatan v(t) adalah jarak s(t).sehingga bisa ditulis
     sebagai :               s(t) = ∫v(t) dt

       Jika t adalah percepatan, kita telah mengetahui bahwa                  = a (t ) maka :
                                                                       dv(t )

                                    v(t) = ∫a(t) dt
                                                                        dt

       Contoh 16.
       Percepatan sebuah benda yang bergerak diberikan oleh rumus : A(t) = 6t + 4
       Percepatan a(t) dinyatakan dalam m/det2 dan waktu t dinyatakan dalam detik
       Pada saat t = 1 detik, kecepatan benda adalah 12 m/det dan jarak yang ditempuh
       benda adalah 13 m. Tentukan :
          a) Kecepatan awal benda
          b) Jarak yang ditempuh benda pada saat t = 2 detik



                  a) v(t) = ∫(6t+4) dt = 3t2 + 4t + c
                  Jawab :

                     v(1) = 3(1)2 + 4(1) + c = 12 → c = 5
                     v(t) = 3t2 + 4t + 5
                     kecepatan awal : v(0) = 4(0) + 5 = 5 m/det
                  b) s(t) = ∫v(t) dt = ∫(3t2 + 4t + 5) dt = t3 + 2t2 + 5t + c
                          s(1)n = (1)2 + 2(1)2 + 5(1) + c = 13 → c = 5
                          s(t) = t3 + 2t2 + 5t + 5
                          s(2) = 23 + 2(2)2 + 5(2) + 5 = 31 m

       Contoh 17.
       Sebuah benda bergerak dengan kecepatan v m perdetik. Pada saat t detik
       persamaan kecepatannya adalah v = 8t – 1 . Pada saat t = 1, posisi benda yaitu
       s = 6 m.
           a). Tentukan persamaan posisi benda sebagai fungsi t ?


Dwi liestyowati                                                                                 6
b). Berapa jauh posisi benda pada saat t = 4 ?

           a). s(t) = ∫(8t - 1) dt = 4t2 - t + c , diketahui : s(1) = 6
           Jawab :

               jadi 4(1)2 – (1) + c = 6 → c = 3
               maka : s = 4t2 – t + 3
           b). s(4) = 4(4)2 – 4 + 3 = 63 m


3. TEKNIK PENGINTEGRALAN:
   Fungsi-fungsi yang ada pada kalkulus disebut fungsi-fungsi elementer, yaitu fungsi
konstanta, fungsi pangkat, fungsi logaritma dan fungsi eksponen, fungsi trigonometri
dan fungsi invers trigonometri, serta semua fungsi yang diperoleh dari hasil
penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian dan komposisi dari fungsi-fungsi
tersebut yang dinamakan fungsi-fungsi elementer.
   Diferensiasi suatu fungsi elementer dapat dilakukan langsung dengan menggunakan
aturan-aturan yang telah kita pelajari. Dan hasilnya selalu berupa fungsi elementer.
Sedangkan Integrasi (antidiferensiasi) adalah persoalan yang berbeda sama sekali.
Integrasi melibatkan sedikit teknik dan lebih banyak akal; lebih buruk lagi hasilnya tidak
selalu berupa fungsi elementer.
   Teknik dasar untuk integrasi adalah subtitusi dan integrasi parsial (Integration by
parts) dan dekomposisi integran menggunakan pecahan parsial, sekaligus juga
diperkenalkan teknik integrasi dg cara singkat, yaitu jalan pintas menggunakan rumus-
rumus integral yg sudah jadi, dikenal dengan nama 3G (Goggle Guidance Goals)

    ∗ Pengintegralan dengan metode Subtitusi



        Contoh 18 :   ∫ (2 x + 5)
                                    7
                                        dx

                       Misalkan v = 2x + 5 , maka
                                                             dv            dv
                                                                = 2 ⇔ dx =

                       Sehingga
                                                             dx            2
                                                              dv 1 7        1 v 7 +1
                                        ∫ (2 x + 5) dx = ∫ v     = ∫ v dv = .        +c
                                                   7         7
                                                              2 2           2 7 +1
                                                            1         1
                                                          = v 8 + c = (2 x + 5)8 + c
                                                           16        16

        Perhatikan Integral :       ∫ (ax + b)
                                                 n
                                                     dx dimana n ≠ -1

        Misalkan v = ax + b maka
                                             dv            dv
                                                = a ⇔ dx =

        Sehingga
                                             dx            a
                                               dv   v n +1      (ax + b) n +1
                   ∫ (ax + b) dx = ∫ v            =        +c =               +c
                             n         n
                                               a a(n + 1)         a(n + 1)

        Jadi jika n ≠ -1 maka                                          + c kita namakan 3G
                                                         (ax + b) n +1
                                    ∫ (ax + b) dx =
                                              n
                                                           a (n + 1)




Dwi liestyowati                                                                              7
Untuk contoh 14 kita bisa langsung memakai 3G :

                                    (2 x + 5) 7 +1      (2 x + 5)8
        ∫ (2 x + 5) dx =                           +c =            +c
                   7



        Pengintegralan dengan metode Subtitusi 3G lainnya :
                                      2.(7 + 1)             16



        1.
                                                     1 +1
                                 (ax + b) 2       2(ax + b) (ax + b)
             ∫       ax + b dx =
                                   a( 1 + 1)
                                             +c =
                                                          3a
                                                                     +c


        2.
                                      2

                                          n (ax + b) n (ax + b)
             ∫   n   (ax + b) dx =
                                        n +1         a
                                                                +c


        3.             n m −1                        (ax m + b) n +1
             ∫ (ax + b) x dx =                                       +c
                  m
                                                       ma(n + 1)


        4.
                                                   n (ax + b) (ax + b)
                                                        m     n  m
                                     m −1
             ∫       (ax + b) .x            dx =                       +c
                 n      m
                                                 n +1        ma

        5. ∫
                                                            − 1 +1
                                                            n −1
                     x m −1(ax m + b) n        n n (ax + b)
                                                      m
                      dx =              +c =      .              +c
             n
               ax + b
                 m          ma(− 1 + 1)
                                   n
                                             n −1      ma


        6.
                                                                     n +1
                                            g ( x) [ f ( x)]
             ∫ [ f ( x)]
                            n
                                g ( x) dx =        .                        +c
                                            f ( x)      n +1


        Contoh 19 :             ∫ (3x − 6)
                                                9
                                                    dx = .....

        Dengan cara 3G :
                                                                     (3 x − 6)9 +1      (3 x − 6)10
                                        ∫ (3x − 6) dx =                            +c =             +c
                                                  9



        Contoh 20 :
                                                                       3(9 + 1)              30


        ∫ (3x + 2 x + 4) (7 x + 4 x ) dx = .....
             7     6    5    6     5


                                                                      7x6 + 4x5
                                                               (3 x 7 + 2 x 6 + 4) 6
        ∫ (3x + 2 x + 4) (7 x + 4 x ) dx = 3(7 x 6 + 4 x 5 ) .                       +c
                 7          6       5       6          5
                                                                         6
                                                                     (3 x 7 + 2 x 6 + 4) 6
                                                                 =                         +c
                                                                              18
    ∗ Pengintegralan dengan metode Parsial




        Biasanya ditulis dengan singkat :

        ∫ u dv = uv − vdu

Dwi liestyowati                                                                                          8
Contoh 21 :
        Hitunglah integral berikut ini dengan menggunakan metode parsial
        a.   ∫x     ax + b dx = ....

        b.
                    x
             ∫     ax + b
                                dx = ....


        c.   ∫ x. cos x dx = ....
        Jawab :

        a. Karena            (ax + b) 2 = (ax + b ) 2 −1 (a ) =
                          d           3  3          3           3a
                                                                   ax + b


             maka
                          dx             2                       2
                                             2            3
                          ax + b dx =          d (ax + b) 2
                                            3a

             sehingga
                                                                            3

                                                          ∫ x d (ax + b )2
                                                      2
                            ∫x       ax + b dx =                                         ∫ u dv
                                                          u         v
                                                     3a



                                 x(ax + b ) 2 −
         2                3    2                 2            3

        3a ∫                                    3a ∫                                      ∫ u dv = uv − vdu
                                            3
             x.d (ax + b) 2 =                        (ax + b) 2 dx
                              3a
                                                      2 (ax + b ) 2 +1
                                                                        3

                                      x(ax + b ) 2 −
                                   2             3
                                =                                      +c
                                  3a                 3a  3 
                                                         a + 1
                                                           2 
                                    2
                                        (ax + b )2 [5ax − 2(ax + b )] + c
                                                   3
                                =

             Jadi
                                  15a 2

                     ∫x
                                           2
                                               (3ax − 2b )(ax + b )2
                                                                     3
                            ax + b dx =      2
                                         15a

       b. Karena             (ax + b) = (ax + b )− 2 (a ) =
                          d            1           1           a
                          dx           2                    2 ax + b

             maka
                           dx    2
                                = d (ax + b)
                          ax + b a

             sehingga                           ∫ x d(              )
                                  xdx     2
                            ∫           =                  ax + b               ∫ u dv
                                                vu
                                  ax + b a


                 2                2            2
                 a ∫ x.d ax + b = a x ax + b − a ∫ ax + b dx                        ∫ u dv = uv − vdu
                                = x ax + b − 2 ∫ (ax + b ) 2 d (ax + b )
                                  2             2          1

                                  a            a



Dwi liestyowati                                                                                           9
x ax + b − 2 (ax + b ) (ax + b ) + c
                                     2            4
                                 =
                                     a           3a
                                     2 ax + b                                 ax + b
                                 =               [3ax − 2(ax + b )] + c = 2            (ax − 2b ) + c

                  Jadi
                                             2
                                        3a                                    3a 2
                              = 2 (ax − 2b ) ax + b + c
                        xdx       2
                         ∫
       c. Misal : v = x dan u = sin x , maka
                        ax + b 3a
                                             du
                                                = cos x ⇔ cos x.dx = du

           sehingga
                                             dx
                             ∫ x. cos x dx = ∫ v.du
                                     = uv − ∫ v.du
                                     = x sin x − ∫ sin x.dx
                                     = x sin x + cos x + c

       Dan dalam penulisan yang lebih sederhana, kita dapatkan:
                  ∫ x. cos x dx = ∫ x.d (sin x)
                               = x sin x − ∫ sin x.dx
                                     = x sin x + cos x + c
Contoh 22 :




Dwi liestyowati                                                                                         10
3G




4. INTEGRAL TERTENTU
   Teorema dasar Integral tertentu
    b

    ∫ f ( x)dx =[F ( x)]a = F (b) − F (a)
                       b
                                            dengan F ' ( x) = f ( x)
    a




Dwi liestyowati                                                        11
Contoh 23 :
    3
                               1                3 1                1                 
    ∫ (x       − 2 x + 3)dx = [ x 3 − x 2 + 3 x] =  33 − 32 + 3.3  −  03 − 0 2 + 3.0  = 9
           2



   Contoh 24 :
                               3                0 3                3                 
    0



   Jika                    − 4 x)dx = 10 , berapakah nilai a ?
               a

               ∫ (3x
                       2

               1
                                         a


                              a3 – 2a2 – (1 – 20)   = 10
   Jawab :                   [ x 3 − 2 x 2 ] = 10


                              a3 – 2a2 + 1          = 10
                                         1



                              a3 – 2a2 - 9          =0
                              (a2 + a + 3)(a – 3)   =0    a=3
                              Jadi nilai a = 3
   Contoh 25 :
    π
    ∫ (2 cos x − 3 sin x)dx = [2 sin x + 3 cos x] π = (2 sin π + 3 cos π ) − (2 sin π + 3 cos π ) = −5
                                                  π
                                                                                    2         2
    π                                             2
    2


4.1. Menentukan Luas Daerah
      Satu kurva

     y = f(x), di atas sumbu x                               y = f(x), di atas sumbu x




     x = f(y), di kanan sumbu y                              x = f(y), di kiri sumbu y




Dwi liestyowati                                                                                     12
 Dua kurva

     y = f(x) diatas y = g(x)                         x = f(y) dikanan x = g(y)




         Contoh 22 :
         Tentukan luas daerah yang diarsir pada gambar dibawah ini




Daerah dibatasi pada x = -1 dan x = 2
Jawab :

Mencari persamaan garis lurus pada titik (-1, 1) dan (2, 4), yaitu :
 y −1 x +1        y −1 x +1
     =       ⇒         =       ⇒ y −1 = x +1 ⇒ y = x + 2

Persamaan parabola y = x2, maka luas daerah yang diarsir adalah :
4 −1 2 +1           3      3

     2                      2              2
L = ∫ (( x + 2) − x 2 )dx = ∫ ( x + 2)dx − ∫ x 2 dx
    −1                     −1              −1
     1            2    1 3  2  1         1                    1   1        
   =  x 2 + 2 x  −  x  =  2 2 + 2.2  −  (− 1)2 + 2.(− 1) −  2 3  −  (− 1)3 

   = (2 + 4 ) −  − 2  −  +  =  6 +  − 3 = 7 1 − 3 = 4 1 satuan luas
     2            − 1  3  − 1  2         2                    3   3        
                1       8 1       2
                2       3 3       3         2         2




Dwi liestyowati                                                                          13
Contoh 23 :
       Tentukan luas daerah yang diarsir pada gambar dibawah ini




       Jawab:
             π
                                   π
        L = ∫ sin xdx = [− cos x] = (− cos π ) − (− cos 0 ) = 1 + 1 = 2

       Contoh 24 :
                                   0
             0


       Tentukan luas daerah yang diarsir pada gambar dibawah ini




       Jawab :
             2π
                                       2π
        L=   ∫ sin xdx =   [− cos x]        = (− cos 2π ) − (− cos π ) = − 1 − 1 = − 2 = 2
                                       π
             π


       Catatan : tanda harga mutlak digunakan karena posisi grafik ada di daerah
       negative, sedangkan nilai Luas harus positif.




Dwi liestyowati                                                                              14
Contoh 25 :
       Tentukan luas daerah yang diarsir pada gambar dibawah ini




       Perhatikan jika luas daerah dihitung dengan cara berikut ini,
       Jawab :


             2π
                                       2π
        L=   ∫ sin xdx =   [− cos x]        = (− cos 2π ) − (− cos 0 ) = −1 + 1 = 0


       Maka cari dahulu luas daerah diatas sumbu x kemudian cari luas dibawah sumbu
                                       0
             0



       x, lalu tambahkan.
             π             2π
        L = ∫ sin x dx +   ∫ sin x   dx = 2 + 2 = 4
             0             π

Selanjutnya akan dibahas soal-soal yang diselesaikan dengan 3G
CARA 3G MENGHITUNG LUAS DAERAH
1. Jika dalam menentukan luas                                           atau
                                diperoleh bentuk y2 – y1 = ax2 + bx + c dengan m dan n masing-
    masing adalah absis titik potong pertama dan kedua dari kurva y1 dan y2, luas
    tersebut sama dengan :



    Hal ini terjadi ketika menghitung luas antara garis lurus dan parabola atau antara
    dua buah parabola yang bertolak belakang




Dwi liestyowati                                                                           15
2. Luas daerah dengan melihat gambar (pendekatan secara geometri)

                                  Luas daerah yang diarsir/diwarnai pada gambar
                                  adalah L =         x luas persegi panjang




                               Luas daerah yang diarsir/diwarnai pada gambar adalah
                               L = 2. .ab = x luas persegi panjang
                                     2      4
                                     3      3




  Luas daerah yang diarsir/diwarnai pada     Luas daerah yang diarsir/diwarnai pada
  gambar adalah                              gambar adalah
                  L=                             L=          x luas persegi panjang



Hal ini terjadi ketika menghitung luas daerah antara parabola yang memiliki puncak
dengan sebuah garis.


         3G        Perhatikan gambar-gambar berikut ini :




Dwi liestyowati                                                                       16
1. Tentukan Luas daerah yang dibatasi oleh y = x2 – 4x – 5 dengan sumbu x.
Soal-soal dan pembahasan :


   Titik potong dengan sumbu x  y = 0
   Jawab :

    x2 – 4x – 5 = 0
   ( x + 1)( x – 5) = 0  x = -1 atau x = 5
   Gambar grafik menjadi :


                                                         (              )           [                       ]−51
                                                     5
                                             L = − ∫ x 2 − 4 x − 5 dx = − 1 x 3 − 2 x 2 − 5 x
                                                                          3
                                                     −1

                                             (                  ) (
                                     = − 125 − 50 − 25 + − 1 − 2 + 5 = −
                                          3                3
                                                                                    )        126
                                                                                              3
                                                                                                 + 78 = 36




                                                      y = x2 – 4x – 5
                                                      D = b2 – 4ac
                     3G
                                                      D = 16 + 20 = 36
                                                              D D 36.6
                                                         L=        =     = 36
                                                              6a 2   6.1



2. Tentukan Luas daerah yang dibatasi oleh y = 2x2 + 8x dengan y = 2x + 8 .

   Titik potong dengan sumbu x : 2x2 + 8x = 0  2x ( x + 4 ) = 0  x = 0 atau x = -4
   Jawab :

   Titik potong kedua grafik :   2x2 + 8x = 2x + 8  2x2 + 6x – 8 = 0
                                 x2 + 3x – 4 = 0  ( x + 4 )( x – 1 ) = 0
                                 x = -4 atau x = 1

   gambar grafik menjadi :

                                                 ∫ (2 x + 8) −(2 x + 8 x )              ∫ (− 2 x                )
                                                 1                                      1
                                     L=                           2
                                                                                 dx =              2
                                                                                                       − 6 x + 8 dx
                                              −4                                        −4


                                         [
                                     = − 2 x 3 − 3x 2 + 8 x
                                         3
                                                                      ]−14 =  − 23 − 3 + 8  −  128 − 48 − 32 
                                                                                                         3



                                                                            2x2 + 8x = 2x + 8
                                         130        125
                                     =       + 85 =


                                                                            2x2 + 6x – 8 = 0
                                          3          3


                                                                            D = 36 – 4.2.(-8) = 100
                                                                                 D D 100.10 125
                             3G                                             L=
                                                                                 6a 2
                                                                                      =
                                                                                        6.4
                                                                                            =
                                                                                              3




Dwi liestyowati                                                                                                     17
3. Tentukan Luas daerah yang dibatasi oleh y = x2 - 2x + 1 dengan y = -x2 + 8x - 7 .

   Titik potong dengan sumbu x :      x2 - 2x + 1 = 0 dan -x2 + 8x – 7 = 0
   Jawab :

                                      ( x – 1 )2 = 0            x2 - 8x + 7 = 0
                                              x=1          ( x – 1 )( x – 7 ) = 0
                                                               x = 1 atau x = 7
   Titik potong kedua grafik :      x2 - 2x + 1 = -x2 + 8x – 7  2x2 - 10x + 8 = 0
                                    x2 - 5x + 4 = 0  ( x - 4 )( x – 1 ) = 0
                                    x = 4 atau x = 1
   gambar grafik menjadi :


                                                    (             )(          )
                                                4
                                           L = ∫ − x 2 + 8 x − 7 − x 2 − 2 x + 1 dx
                                                1

                                                    (                )
                                                4
                                                                          2                  4
                                           L = ∫ − 2 x 2 + 10 x − 8 dx = − x 3 + 5 x 2 − 8 x 
                                               1                          3                  1
                                                128              2              126
                                           =−       + 80 − 32 −  − + 5 − 8  = −     + 51 = 9
                                                 3               3               3


                                        x2 - 2x + 1 = -x2 + 8x - 7
                                        2x2 - 10x + 8 = 0
                                        D = 100 – 4.2.(8) = 36
              3G                         L=
                                              D D
                                                   =
                                                     36.6
                                                          =9
                                              6a 2    6.4




4. Tentukan Luas daerah yang dibatasi oleh y = x2 dan x = y3

   Titik potong kedua grafik : y = x2 dan y2 = x  (x2)2 = x
   Jawab :


                  x( x3 – 1) = 0    x = 0 atau x = 1
   gambar grafik menjadi :

                                                    (        )
                                                1
                                                                      2 2 1 1 2 1 1
                                           L=∫          x − x 2 dx = − x 3 − x 3  = − =
                                                0                     3     3 0 3 3 3


                                                                            3G
                                                         L1 = ⅓.□ = ⅓
                                                         L2 = ⅓.□ = ⅓
                                                         L□ = 1
                                                         L = L□ – L1 – L2
                                                         L=1-⅓-⅓


Dwi liestyowati                                                                             18
5. Tentukan Luas daerah di kuadran I yang dibatasi oleh y = 16 − x 2

                         x2 + y2 = R2 adalah lingkaran dengan jari-jari R
   Jawab :


                           y = 16 − x 2 artinya x2 + y2 = 16, jadi merupakan
                          persamaan lingkaran dengan jari-jari 4 (lihat gambar)
                          Luas di kuadran I = ¼.Luas lingkaran
                                            = ¼.π.R2 = 4π



6. Tentukan panjang busur kurva y = 36 − x 2 dari x = -6 sampai x = 6


                                        36 − x 2 artinya x2 + y2 = 36, jadi merupakan
   Jawab :


                                  persamaan lingkaran dengan jari-jari 6 (lihat gambar)
                                  y=

                                  Panjang busur = ½ .keliling lingkaran
                                           = ½.2π.R = πR = 6π




4.2. Menentukan Volume Benda Putar




Dwi liestyowati                                                                     19
Contoh 26 :
   berapakah volume benda putar yang terjadi, jika daerah yang dibatasi oleh kurva
   y = x2 dan garis y = 3x diputar sejauh 3600 mengelilingi sumbu y?


   Ordinat titik potong kurva y = x2 dan y = 3x
   Jawab :



   f(y) ≡ garis y = x2 ⟹ x1 =     y = y 2 dan g(y) ≡ garis y =3 x ⟹ x 2 = y
                                        1
                                                                         1


   subtitusi x =     y ke y = x ⟹ y =  y  = y
                                                                         3
                   1           2      1 2 1 2

                 ⟹ y2 – 9y = 0 ⟹ y(y – 9) = 0 ⟹ y = 0 atau y = 9
                   3                  3  9

   Jika daerah yang diarsir pada gambar dibawah ini diputar sejauh 3600 mengelilingi
   sumbu y, maka volume benda putarnya adalah :


                                       (          )                    1  
                                      9                   9        2       2
                                                             1               
                                V = π ∫ x12 − x2 2 dy = π ∫  y 2  −  y   dy
                                                              
                                      0                   0   3        
                                   9                                   9
                                          1            1      1 3      1
                                = π ∫  y − y 2  dy = π  y 2 −   y  = π  (9 )2 −
                                                                                     1
                                                                                        (9)3 
                                                                                             
                                          9            2      27  0    2        27      

                                = π  − 27  = 13 1 π satuan volume
                                    0

                                     81   
                                    2           2




Dwi liestyowati                                                                          20
Contoh 27 :

                                     Daerah yang diarsir pada gambar di samping diputar
                                     mengelilingi sumbu x. Tentukan volume yang
                                     terbentuk!
                                     Jawab :

                                                ( )
                                            a                  a                             a
                                                 2 2                     1 
                                     V =π∫ x           dx = π ∫ x dx = π  x 5 
                                                                    4

                                            0                 0          5 0
                                             1        π
                                         = π  a5 − 0  = a5
                                             5        5


   Contoh 28 :
   Cari volume kerucut dengan jari-jari alas r dan tinggi t.

                                                Jika daerah yang diarsir di samping ini
   Jawab :

                                                diputar mengelilingi sumbu x maka akan
                                                terbentuk sebuah kerucut.
                                                Sehingga volume kerucut adalah :
                                                               t           2             t
                                                               r            r2
                                                       V = π ∫  x  dx = π ∫ 2 x 2 dx
                                                             0
                                                                t          0 t

                                                              π .r 2  1       3
                                                                                    t
                                                                                          1
                                                                                        π .r 2  t 3
                                                          =               x  = 2
                                                                        3          − 0  = π .r 2t
                                                                                               
                                                               t2              t 3      3
                                                                                        

   Contoh 29 :
                                                                             0



   Cari volume kerucut terpancung dengan jari-jari alas b, jari-jari atas a dan tinggi t.

                                                Jika daerah yang diarsir di samping ini
   Jawab :

                                                diputar mengelilingi sumbu x maka
                                                akan terbentuk sebuah kerucut
                                                terpancung.
                                                persamaan garis g adalah :
                                                         b−a

                                                Sehingga volume kerucut terpancung
                                                    y=         x+a


                                                adalah :
                                                            t


              t          2
          b−a       
   V = π ∫    x + a  dx
         0          
            t
                                                                                                       t
          t b − a  2 2
                            b−a       
                                        2
                                                   b − a  2 x 3     b−a x
                                                                               2        
   V = π ∫         x + 2 a    x + a  dx = π               + 2a        + a 2 x
         0 
            t               t        
                                                  t  3
                                                                       t  2          0
                                                                                        
             b − a  2 t 3
                                 b−at
                                         2
                                           2 
                                                                                2 
                                       + a t  − 0 = π (b − a ) + (b − a )at + a t 
                                                                 2 t
        = π               + 2a 
             t  3
                                  t 2      
                                                                 3                 


Dwi liestyowati                                                                                            21
 b 2t − 2abt + a 2t 3abt  1
       = π
                   3
                              +
                                3  3
                                            (
                                     = π a 2 + ab + b 2 .t                   )
                                   


   Perhatikan jika a = 0 dan b = r, maka V = π .r 2t yaitu merupakan volume kerucut
   Note :
                                               1


   Contoh 30 :
                                               3



   Tunjukkan bahwa volume bola berjari-jari r adalah V = π .r 3
                                                        4


                             Sebuah bola terbentuk jika setengah lingkaran yang
                                                        3
   Jawab :

                             diarsir diputar mengelilingi sumbu x.
                             Sehingga volume bola adalah :
                                                                                                                r
                                                                   
                                                                      (    x3 
                                                                                        )
                                       r                          r
                                 V = π ∫ y dx = π ∫ r − x dx = π r 2 x − 
                                                2                         2         2

                                       −r          −r              
                                                                          3 −r
                                               3             3
                                              r               r    2        2       4
                                 V = π  r 3 −  − π  − r 3 +  = π .r 3 + π .r 3 = π .r 3
                                              3            3 3        3       3
                                                     


   Contoh 31 :
   Daerah yang diarsir disamping diputar mengelilingi sumbu y. Tentukan volume yang
   terbentuk
                                Jawab :
                                                  y
                                 y = kx 2 ⇔ x 2 =
                                                  k
                                           ka 2                       ka 2
                                                                                  y
                                  V =π      ∫x          dy = π            ∫
                                                    2
                                                                                    dy
                                            0                             0
                                                                                  k
                                                              2
                                                         ka
                                       π  y2                        π  k 2a 4
                                                                        
                                                                                                 1
                                  V=                            =                         − 0  = π .k .a 4
                                       k 2 
                                         0                          k 2
                                                                       
                                                                                                 2
                                                                                                


       3G         Perhatikan gambar di bawah ini

                                   Kurva parabola y = ax2 + bx + c memotong sumbu x di
                                   x1 dan x2. Sehingga x1 dan x2 adalah akar-akar
                                   persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0 . Dan seperti biasa,
                                   diskriminan ( D ) dari persamaan kuadrat ini adalah :
                                   D = b2 – 4 ac
                                   Jika daerah yang diarsir diputar mengelilingi sumbu x
                                   , maka volume yang terbentuk adalah:
                                                  π .D 2 D
                                              V=
                                                     30a 3


Dwi liestyowati                                                                                                     22
Contoh 31 :
   Daerah yang diarsir disamping diputar mengelilingi sumbu x. Tentukan volume yang
   terbentuk


                                           ( x – 1 )( x – 2 ) = x2 – 3x + 2 = 0
                                           Jawab :

                                           D = ( -3 )2 – 4.1.2 = 1
                                                π .12 1 π
                                           V=             =
                                                 30.13      30




         3G
                        INTEGRAL TRIGONOMETRI

    a)
                          1                    n −1
         ∫ sin x dx = − sin n−1 x. cos x +           sin n−2 x dx
                                                 n ∫
                 n



    b) ∫ sin n x. cos x dx =
                          n
                               1
                                   sin n +1 x + C

    c) ∫ cos n x dx = cos n−1 x. sin x +
                             n +1
                        1                    n −1      n−2
                                                  ∫ cos x dx
    d) ∫ cos n x. sin x dx = −
                        n                      n
                                 1
                                     cos n +1 x + C
    Jika n ganjil, maka rumus ditulis sebagai berikut :
                               n +1


    e)
         π
         2
                           1 n −1 1 n − 3 1 n − 5 1
         ∫ sin       x.dx = .
                 n
                                 .  .    .  .    ....
                           n 1 n−2 1 n−4 1

   Contoh 32 :
         0
                                                      1



    a)
                          1                   2 −1                  1                1
         ∫ sin x dx = − sin 2 −1 x. cos x +
                 2                                         2−2
                                                     ∫ sin x dx = − 2 sin x. cos x + 2 x + C
    b) ∫ sin 2 x. cos x dx =
                          2                     2
                               1                      1
                                   sin 2 +1 x + C = sin 3 x + C

    c) ∫ cos3 x dx = cos3−1 x. sin x +
                             2 +1                     3
                        1                   3 −1         3− 2   1                 2
                                                  ∫ cos x dx = 3 cos x. sin x + 3 sin x + C
                                                                      2



    d) ∫ cos3 x. sin x dx = −
                        3                     3
                                 1                        1
                                     cos3+1 x + C = − cos 4 x + C
                               3 +1                       4

    e)
         π
         2
                           1 3 −1 1  1       2
         ∫ sin       x.dx = .       = .2.1 =
                 3
                                 .
                           3 1 3−2 3         3


    f)
         0
         π
         2
                           1 5 −1 1 5 − 3 1    4   2    8
         ∫ sin       x.dx = .               = . . . . =
                 5
                                 .  .    .
                           5 1 5−2 1 5−4 5       3   1 15


    g)
         0
         π
         2
                             8   6 4     2    128
         ∫ sin       x.dx = . . . . . . . . =
                 9

         0
                           9   7   5 3     1 945


Dwi liestyowati                                                                                23

Teknik pengintegralan

  • 1.
    INTEGRAL KALKULUS (TEKNIK INTEGRASI) Contoh soal dan penyelesaiannya Dra. Dwi Liestyowati, MM
  • 2.
    INTEGRAL KONSEP INTEGRAL Kita telah mengenal operasi invers (balikan fungsi). Berikut ini adalah contoh pasangan operasi invers dalam matematika: penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian, pangkat dan akar. Pada bab ini akan dipelajari invers dari turunan yang disebut antiturunan. Definisi: Integral adalah fungsi invers dari turunan Suatu fungsi F dikatakan sebagai antiturunan (antiderivatif) dari fungsi f apabila F’(x) = f(x) untuk setiap x dalam domain dari f Jika kita mengatakan turunan dari A adalah B, maka dikatakan bahwa Integral dari A adalah B. Misalnya jika c adalah sebuah konstanta, turunan dari x2 + c adalah 2x, maka integral dari 2x adalah x2 + c. Lambang “ ∫dx “ digunakan untuk menyatakan integral Perhatikan diagram dibawah ini : Dwi liestyowati 1
  • 3.
    1. INTEGRAL TAKTENTU Jika F’(x) = f(x) dan f kontinu, maka : dx = F ( x) + C , (C = konstanta) ∗ Operasi pada Integral ∫ f ( x) ∫ [ f ( x) ± g ( x)] dx = ∫ f ( x)dx ± ∫ g ( x)dx ∫ [kf ( x)]dx = k ∫ f ( x)dx , (k = konstanta) ∗ Rumus dasar Integral Integral fungsi Aljabar 1. ∫ a dx = ax + c , a = konstanta 2. 1 ∫x n x n +1 + c, n ≠ −1 dx = 3. ∫ kx dx = n +1 k n x n +1 + c, n ≠ −1 n +1 Contoh 1 : ∫x dx =..... 7 x 7 +1 x8 1 8 ∫ x dx = 7 + 1 + c = 8 + c = 8 x + c 7 Contoh 2 : ∫ x dx =..... 1 +1 1 x2 2 ∫ x dx = ∫x 2 dx = 1 +c= x 3 x +c +1 Contoh 3 : 2 dx ∫ x3 =..... dx 1 −3 x −3+1 1 ∫ x3 = ∫ x3 dx = ∫ x dx = − 3 +1 +c = 2x2 +c Contoh 4 : ∫ ( x − x + x)dx =..... 3 2 ∫ ( x − x + x)dx = ∫ x dx − ∫ x dx + ∫ xdx 3 2 3 2 1 4 1 3 1 2 = x − x + x +c Contoh 5 : 4 3 2 ∫ (x + 1) 2 dx =..... 2 ∫ (x 2 ( + 1) 2 dx = ∫ x 4 + 2 x 2 + 1 dx = ) 1 5 2 3 5 x + x + x+c 3 Dwi liestyowati 2
  • 4.
    Perhatikan diagram dibawahini : Integral fungsi Trigonometri 1. ∫ sin x dx = − cos x + c 2. ∫ cos x dx = sin x + c 3. ∫ sec x dx = tan x + c 2 4. ∫ cosec x dx = − cot x + c 2 5. 1 ∫ x dx = ln x + c Contoh 6 : ∫ 2 sin x dx =..... ∫ 2 sin x dx =2∫ sin x dx = −2 cos x + c Contoh 7 : ∫ 9 − 9 sin 2 x dx =..... ∫ 9 − 9 sin 2 x dx =3∫ 1 − sin 2 x dx Contoh 8 : = ∫ 3 sin x dx =3 cos x dx = 3∫ cos x dx = 3 sin x + c ∫ (2 cos x + 3) dx =..... ∫ (2 cos x + 3) dx =∫ 2 cos x dx + ∫ 3dx 3 x 0 +1 = 2 ∫ cos x dx + 3∫ x 0 dx = 2 sin x + + = 2 sin x + 3 x + c Contoh 9 : 0 +1 Karena cos x = 1 – 2sin2 ½x , maka sin2 ½x = ½ - ½ cos x, sehingga ; ∫ sin x dx =..... 2 1 2 1 ∫ sin 1 x dx =∫ ( 1 − 1 cos x)dx = ∫ 2 dx − ∫ 1 cos x dx 2 2 2 2 2 1 1 1 = ∫ dx − 1 ∫ cos x dx = x − sin x + c 2 2 2 2 Dwi liestyowati 3
  • 5.
    Contoh 10 :a) ∫ sin 3θ dθ = − 1 cos 3θ + c b) 3 1 ∫t dt = t 3 + c 2 c) 3 1 ∫ y 4 dy = y 5 + c 5 2. PENERAPAN INTEGRAL TAK TENTU 2.1. Menentukan Rumus Fungsi, jika turunan Fungsi dan Nilai Fungsi Pada bentuk dx = F ( x) + C , disebut solusi umum dari persamaan diketahui differensial,karena berisi tak hingga banyak kemungkinan. Tetapi jika diketahui ∫ f ( x) sebuah nilai F(a) untuk suatu x = a, maka kita bisa mendapatkan solusi tunggal dari persamaan differensial dengan cara mensubitusikan nilai fungsi yang diketahui pada solusi umum. Solusi yang demikian disebut solusi khusus. Contoh 11 Diketahui f ’(x) = 6 - x dan f(1) = . Tentukan f(x)! 4 3 Jawab: 1 2 3 f ( x) = ∫ (6 − x ) dx = ∫ 6dx − ∫ x 2 dx = 6 x − x2 +C 3 4 2 3 4 f(1) =  f (1) = 6.1 − .1 2 + C =  C=-4 3 3 3 2 4  6− +C = Jadi, f ( x) = 6 x − x 2 − 4 3 3 2 3 Contoh 12 3 Diketahui f ‘(x)= 2 cos 2x + 3. Tentukan f(x), jika f ( x) = 6 + π pada saat x = 3 π 4 4 Jawab: = sin 2x + 3x + C f ( x) = ∫ (2 cos 2 x + 3)dx = ∫ 2 cos 2 xdx + ∫ 3dx π 3 x = ⇒ f ( x) = 6 + π 4 4 Dwi liestyowati 4
  • 6.
    3 π  π  6 + π = sin 2  + 3  + C 4 4 4 3 =1+ π + C 4 3 3 1+ π + C = 6 + π ⇒ C = 5 Jadi, f(x) = sin 2x + 3x + 5 4 4 dy 2.2. Menentukan persamaan kurva y = f(x) jika diketahui dan sebuah dx Pada bahasan ini akan ditunjukkan penggunaan integral tak tentu untuk titik pada kurva menentukan persamaan suatu kurva. Contoh 13 Diketahui fungsi turunan suatu kurva adalah = 2( x − 1) tentukan persamaan dy kurva jika diketahui kurva tersebut melalui titik (3, 2). dx Jawab: dy = 2( x − 1) ⇒ y = ∫ 2( x − 1) dx = 2 ∫ ( x − 1)dx y = 2( ½x2 –x ) + C = x2 - 2x + C Kurva melalui titik (3,2) ⟹ 2 = 32 – 2.3 + C ⟹ C = -1 dx Jadi persamaan kurva adalah y = x2 - 2x -1 Contoh 14 Suatu kurva mempunyai titik stasioner (2, 3) dan diketahui garis singgung kurva adalah 2x – k, k suatu konstanta. Tentukan: a) Nilai k b) Persamaan kurva Gradient garis singgung Catatan: kurva adalah a) Jawab: dy dy = 2x − k dx titik stasioner adalah titik dimana = 0 . Diketahui titik stasioner kurva dx dy adalah (2, 3). dx = 0 ⟹ 2x – k = 0 dy 2.2 – k = 0, (x = 2) k=4 dx b) karena k = 4, maka = 2 x − 4 ⟹ y = ∫ ( 2 x − 4)dx = x 2 − 4 x + C dy kurva melalui titik (2, 3), maka 3 = 22 – 4.2 + C ⟹ C = 7 Jadi, persamaan kurva adalah y = x2 – 4x + 7 dx Dwi liestyowati 5
  • 7.
    Contoh 15 Tentukan persamaan kurva dengan gradient garis singgung di titik (x, y) sama dengan 2x – 3, dan kurva melalui titik (1, -3) ! Jawab : dy = ( 2 x − 3) → dy = ( 2 x − 3) dx dx → y =x2 – 3x + C dx ∫ dy = ∫ (2 x − 3) Kurva melalui (1, -3) maka -3 = 1 – 3 + C → C = 1 ∴ Persamaan kurvanya adalah y = x2 – 3x – 1 Kita telah mengetahui bahwa turunan dari jarak s(t) yang ditempuh benda 2.3. Persamaan gerak bergerak adalah kecepatan v(t) dari benda tersebut, dimana t adalah waktu. Sehingga integral dari kecepatan v(t) adalah jarak s(t).sehingga bisa ditulis sebagai : s(t) = ∫v(t) dt Jika t adalah percepatan, kita telah mengetahui bahwa = a (t ) maka : dv(t ) v(t) = ∫a(t) dt dt Contoh 16. Percepatan sebuah benda yang bergerak diberikan oleh rumus : A(t) = 6t + 4 Percepatan a(t) dinyatakan dalam m/det2 dan waktu t dinyatakan dalam detik Pada saat t = 1 detik, kecepatan benda adalah 12 m/det dan jarak yang ditempuh benda adalah 13 m. Tentukan : a) Kecepatan awal benda b) Jarak yang ditempuh benda pada saat t = 2 detik a) v(t) = ∫(6t+4) dt = 3t2 + 4t + c Jawab : v(1) = 3(1)2 + 4(1) + c = 12 → c = 5 v(t) = 3t2 + 4t + 5 kecepatan awal : v(0) = 4(0) + 5 = 5 m/det b) s(t) = ∫v(t) dt = ∫(3t2 + 4t + 5) dt = t3 + 2t2 + 5t + c s(1)n = (1)2 + 2(1)2 + 5(1) + c = 13 → c = 5 s(t) = t3 + 2t2 + 5t + 5 s(2) = 23 + 2(2)2 + 5(2) + 5 = 31 m Contoh 17. Sebuah benda bergerak dengan kecepatan v m perdetik. Pada saat t detik persamaan kecepatannya adalah v = 8t – 1 . Pada saat t = 1, posisi benda yaitu s = 6 m. a). Tentukan persamaan posisi benda sebagai fungsi t ? Dwi liestyowati 6
  • 8.
    b). Berapa jauhposisi benda pada saat t = 4 ? a). s(t) = ∫(8t - 1) dt = 4t2 - t + c , diketahui : s(1) = 6 Jawab : jadi 4(1)2 – (1) + c = 6 → c = 3 maka : s = 4t2 – t + 3 b). s(4) = 4(4)2 – 4 + 3 = 63 m 3. TEKNIK PENGINTEGRALAN: Fungsi-fungsi yang ada pada kalkulus disebut fungsi-fungsi elementer, yaitu fungsi konstanta, fungsi pangkat, fungsi logaritma dan fungsi eksponen, fungsi trigonometri dan fungsi invers trigonometri, serta semua fungsi yang diperoleh dari hasil penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian dan komposisi dari fungsi-fungsi tersebut yang dinamakan fungsi-fungsi elementer. Diferensiasi suatu fungsi elementer dapat dilakukan langsung dengan menggunakan aturan-aturan yang telah kita pelajari. Dan hasilnya selalu berupa fungsi elementer. Sedangkan Integrasi (antidiferensiasi) adalah persoalan yang berbeda sama sekali. Integrasi melibatkan sedikit teknik dan lebih banyak akal; lebih buruk lagi hasilnya tidak selalu berupa fungsi elementer. Teknik dasar untuk integrasi adalah subtitusi dan integrasi parsial (Integration by parts) dan dekomposisi integran menggunakan pecahan parsial, sekaligus juga diperkenalkan teknik integrasi dg cara singkat, yaitu jalan pintas menggunakan rumus- rumus integral yg sudah jadi, dikenal dengan nama 3G (Goggle Guidance Goals) ∗ Pengintegralan dengan metode Subtitusi Contoh 18 : ∫ (2 x + 5) 7 dx Misalkan v = 2x + 5 , maka dv dv = 2 ⇔ dx = Sehingga dx 2 dv 1 7 1 v 7 +1 ∫ (2 x + 5) dx = ∫ v = ∫ v dv = . +c 7 7 2 2 2 7 +1 1 1 = v 8 + c = (2 x + 5)8 + c 16 16 Perhatikan Integral : ∫ (ax + b) n dx dimana n ≠ -1 Misalkan v = ax + b maka dv dv = a ⇔ dx = Sehingga dx a dv v n +1 (ax + b) n +1 ∫ (ax + b) dx = ∫ v = +c = +c n n a a(n + 1) a(n + 1) Jadi jika n ≠ -1 maka + c kita namakan 3G (ax + b) n +1 ∫ (ax + b) dx = n a (n + 1) Dwi liestyowati 7
  • 9.
    Untuk contoh 14kita bisa langsung memakai 3G : (2 x + 5) 7 +1 (2 x + 5)8 ∫ (2 x + 5) dx = +c = +c 7 Pengintegralan dengan metode Subtitusi 3G lainnya : 2.(7 + 1) 16 1. 1 +1 (ax + b) 2 2(ax + b) (ax + b) ∫ ax + b dx = a( 1 + 1) +c = 3a +c 2. 2 n (ax + b) n (ax + b) ∫ n (ax + b) dx = n +1 a +c 3. n m −1 (ax m + b) n +1 ∫ (ax + b) x dx = +c m ma(n + 1) 4. n (ax + b) (ax + b) m n m m −1 ∫ (ax + b) .x dx = +c n m n +1 ma 5. ∫ − 1 +1 n −1 x m −1(ax m + b) n n n (ax + b) m dx = +c = . +c n ax + b m ma(− 1 + 1) n n −1 ma 6. n +1 g ( x) [ f ( x)] ∫ [ f ( x)] n g ( x) dx = . +c f ( x) n +1 Contoh 19 : ∫ (3x − 6) 9 dx = ..... Dengan cara 3G : (3 x − 6)9 +1 (3 x − 6)10 ∫ (3x − 6) dx = +c = +c 9 Contoh 20 : 3(9 + 1) 30 ∫ (3x + 2 x + 4) (7 x + 4 x ) dx = ..... 7 6 5 6 5 7x6 + 4x5 (3 x 7 + 2 x 6 + 4) 6 ∫ (3x + 2 x + 4) (7 x + 4 x ) dx = 3(7 x 6 + 4 x 5 ) . +c 7 6 5 6 5 6 (3 x 7 + 2 x 6 + 4) 6 = +c 18 ∗ Pengintegralan dengan metode Parsial Biasanya ditulis dengan singkat : ∫ u dv = uv − vdu Dwi liestyowati 8
  • 10.
    Contoh 21 : Hitunglah integral berikut ini dengan menggunakan metode parsial a. ∫x ax + b dx = .... b. x ∫ ax + b dx = .... c. ∫ x. cos x dx = .... Jawab : a. Karena (ax + b) 2 = (ax + b ) 2 −1 (a ) = d 3 3 3 3a ax + b maka dx 2 2 2 3 ax + b dx = d (ax + b) 2 3a sehingga 3 ∫ x d (ax + b )2 2 ∫x ax + b dx = ∫ u dv u v 3a x(ax + b ) 2 − 2 3 2 2 3 3a ∫ 3a ∫ ∫ u dv = uv − vdu 3 x.d (ax + b) 2 = (ax + b) 2 dx 3a 2 (ax + b ) 2 +1 3 x(ax + b ) 2 − 2 3 = +c 3a 3a  3  a + 1 2  2 (ax + b )2 [5ax − 2(ax + b )] + c 3 = Jadi 15a 2 ∫x 2 (3ax − 2b )(ax + b )2 3 ax + b dx = 2 15a b. Karena (ax + b) = (ax + b )− 2 (a ) = d 1 1 a dx 2 2 ax + b maka dx 2 = d (ax + b) ax + b a sehingga ∫ x d( ) xdx 2 ∫ = ax + b ∫ u dv vu ax + b a 2 2 2 a ∫ x.d ax + b = a x ax + b − a ∫ ax + b dx ∫ u dv = uv − vdu = x ax + b − 2 ∫ (ax + b ) 2 d (ax + b ) 2 2 1 a a Dwi liestyowati 9
  • 11.
    x ax +b − 2 (ax + b ) (ax + b ) + c 2 4 = a 3a 2 ax + b ax + b = [3ax − 2(ax + b )] + c = 2 (ax − 2b ) + c Jadi 2 3a 3a 2 = 2 (ax − 2b ) ax + b + c xdx 2 ∫ c. Misal : v = x dan u = sin x , maka ax + b 3a du = cos x ⇔ cos x.dx = du sehingga dx ∫ x. cos x dx = ∫ v.du = uv − ∫ v.du = x sin x − ∫ sin x.dx = x sin x + cos x + c Dan dalam penulisan yang lebih sederhana, kita dapatkan: ∫ x. cos x dx = ∫ x.d (sin x) = x sin x − ∫ sin x.dx = x sin x + cos x + c Contoh 22 : Dwi liestyowati 10
  • 12.
    3G 4. INTEGRAL TERTENTU Teorema dasar Integral tertentu b ∫ f ( x)dx =[F ( x)]a = F (b) − F (a) b dengan F ' ( x) = f ( x) a Dwi liestyowati 11
  • 13.
    Contoh 23 : 3 1 3 1  1  ∫ (x − 2 x + 3)dx = [ x 3 − x 2 + 3 x] =  33 − 32 + 3.3  −  03 − 0 2 + 3.0  = 9 2 Contoh 24 : 3 0 3  3  0 Jika − 4 x)dx = 10 , berapakah nilai a ? a ∫ (3x 2 1 a a3 – 2a2 – (1 – 20) = 10 Jawab : [ x 3 − 2 x 2 ] = 10 a3 – 2a2 + 1 = 10 1 a3 – 2a2 - 9 =0 (a2 + a + 3)(a – 3) =0  a=3 Jadi nilai a = 3 Contoh 25 : π ∫ (2 cos x − 3 sin x)dx = [2 sin x + 3 cos x] π = (2 sin π + 3 cos π ) − (2 sin π + 3 cos π ) = −5 π 2 2 π 2 2 4.1. Menentukan Luas Daerah  Satu kurva y = f(x), di atas sumbu x y = f(x), di atas sumbu x x = f(y), di kanan sumbu y x = f(y), di kiri sumbu y Dwi liestyowati 12
  • 14.
     Dua kurva y = f(x) diatas y = g(x) x = f(y) dikanan x = g(y) Contoh 22 : Tentukan luas daerah yang diarsir pada gambar dibawah ini Daerah dibatasi pada x = -1 dan x = 2 Jawab : Mencari persamaan garis lurus pada titik (-1, 1) dan (2, 4), yaitu : y −1 x +1 y −1 x +1 = ⇒ = ⇒ y −1 = x +1 ⇒ y = x + 2 Persamaan parabola y = x2, maka luas daerah yang diarsir adalah : 4 −1 2 +1 3 3 2 2 2 L = ∫ (( x + 2) − x 2 )dx = ∫ ( x + 2)dx − ∫ x 2 dx −1 −1 −1 1  2 1 3  2  1  1   1   1  =  x 2 + 2 x  −  x  =  2 2 + 2.2  −  (− 1)2 + 2.(− 1) −  2 3  −  (− 1)3  = (2 + 4 ) −  − 2  −  +  =  6 +  − 3 = 7 1 − 3 = 4 1 satuan luas 2  − 1  3  − 1  2  2   3   3   1   8 1   2  2   3 3   3 2 2 Dwi liestyowati 13
  • 15.
    Contoh 23 : Tentukan luas daerah yang diarsir pada gambar dibawah ini Jawab: π π L = ∫ sin xdx = [− cos x] = (− cos π ) − (− cos 0 ) = 1 + 1 = 2 Contoh 24 : 0 0 Tentukan luas daerah yang diarsir pada gambar dibawah ini Jawab : 2π 2π L= ∫ sin xdx = [− cos x] = (− cos 2π ) − (− cos π ) = − 1 − 1 = − 2 = 2 π π Catatan : tanda harga mutlak digunakan karena posisi grafik ada di daerah negative, sedangkan nilai Luas harus positif. Dwi liestyowati 14
  • 16.
    Contoh 25 : Tentukan luas daerah yang diarsir pada gambar dibawah ini Perhatikan jika luas daerah dihitung dengan cara berikut ini, Jawab : 2π 2π L= ∫ sin xdx = [− cos x] = (− cos 2π ) − (− cos 0 ) = −1 + 1 = 0 Maka cari dahulu luas daerah diatas sumbu x kemudian cari luas dibawah sumbu 0 0 x, lalu tambahkan. π 2π L = ∫ sin x dx + ∫ sin x dx = 2 + 2 = 4 0 π Selanjutnya akan dibahas soal-soal yang diselesaikan dengan 3G CARA 3G MENGHITUNG LUAS DAERAH 1. Jika dalam menentukan luas atau diperoleh bentuk y2 – y1 = ax2 + bx + c dengan m dan n masing- masing adalah absis titik potong pertama dan kedua dari kurva y1 dan y2, luas tersebut sama dengan : Hal ini terjadi ketika menghitung luas antara garis lurus dan parabola atau antara dua buah parabola yang bertolak belakang Dwi liestyowati 15
  • 17.
    2. Luas daerahdengan melihat gambar (pendekatan secara geometri) Luas daerah yang diarsir/diwarnai pada gambar adalah L = x luas persegi panjang Luas daerah yang diarsir/diwarnai pada gambar adalah L = 2. .ab = x luas persegi panjang 2 4 3 3 Luas daerah yang diarsir/diwarnai pada Luas daerah yang diarsir/diwarnai pada gambar adalah gambar adalah L= L= x luas persegi panjang Hal ini terjadi ketika menghitung luas daerah antara parabola yang memiliki puncak dengan sebuah garis. 3G Perhatikan gambar-gambar berikut ini : Dwi liestyowati 16
  • 18.
    1. Tentukan Luasdaerah yang dibatasi oleh y = x2 – 4x – 5 dengan sumbu x. Soal-soal dan pembahasan : Titik potong dengan sumbu x  y = 0 Jawab : x2 – 4x – 5 = 0 ( x + 1)( x – 5) = 0  x = -1 atau x = 5 Gambar grafik menjadi : ( ) [ ]−51 5 L = − ∫ x 2 − 4 x − 5 dx = − 1 x 3 − 2 x 2 − 5 x 3 −1 ( ) ( = − 125 − 50 − 25 + − 1 − 2 + 5 = − 3 3 ) 126 3 + 78 = 36 y = x2 – 4x – 5 D = b2 – 4ac 3G D = 16 + 20 = 36 D D 36.6 L= = = 36 6a 2 6.1 2. Tentukan Luas daerah yang dibatasi oleh y = 2x2 + 8x dengan y = 2x + 8 . Titik potong dengan sumbu x : 2x2 + 8x = 0  2x ( x + 4 ) = 0  x = 0 atau x = -4 Jawab : Titik potong kedua grafik : 2x2 + 8x = 2x + 8  2x2 + 6x – 8 = 0 x2 + 3x – 4 = 0  ( x + 4 )( x – 1 ) = 0 x = -4 atau x = 1 gambar grafik menjadi : ∫ (2 x + 8) −(2 x + 8 x ) ∫ (− 2 x ) 1 1 L= 2 dx = 2 − 6 x + 8 dx −4 −4 [ = − 2 x 3 − 3x 2 + 8 x 3 ]−14 =  − 23 − 3 + 8  −  128 − 48 − 32  3 2x2 + 8x = 2x + 8 130 125 = + 85 = 2x2 + 6x – 8 = 0 3 3 D = 36 – 4.2.(-8) = 100 D D 100.10 125 3G L= 6a 2 = 6.4 = 3 Dwi liestyowati 17
  • 19.
    3. Tentukan Luasdaerah yang dibatasi oleh y = x2 - 2x + 1 dengan y = -x2 + 8x - 7 . Titik potong dengan sumbu x : x2 - 2x + 1 = 0 dan -x2 + 8x – 7 = 0 Jawab : ( x – 1 )2 = 0 x2 - 8x + 7 = 0 x=1 ( x – 1 )( x – 7 ) = 0 x = 1 atau x = 7 Titik potong kedua grafik : x2 - 2x + 1 = -x2 + 8x – 7  2x2 - 10x + 8 = 0 x2 - 5x + 4 = 0  ( x - 4 )( x – 1 ) = 0 x = 4 atau x = 1 gambar grafik menjadi : ( )( ) 4 L = ∫ − x 2 + 8 x − 7 − x 2 − 2 x + 1 dx 1 ( ) 4  2 4 L = ∫ − 2 x 2 + 10 x − 8 dx = − x 3 + 5 x 2 − 8 x  1  3 1 128  2  126 =− + 80 − 32 −  − + 5 − 8  = − + 51 = 9 3  3  3 x2 - 2x + 1 = -x2 + 8x - 7 2x2 - 10x + 8 = 0 D = 100 – 4.2.(8) = 36 3G L= D D = 36.6 =9 6a 2 6.4 4. Tentukan Luas daerah yang dibatasi oleh y = x2 dan x = y3 Titik potong kedua grafik : y = x2 dan y2 = x  (x2)2 = x Jawab : x( x3 – 1) = 0  x = 0 atau x = 1 gambar grafik menjadi : ( ) 1  2 2 1 1 2 1 1 L=∫ x − x 2 dx = − x 3 − x 3  = − = 0  3 3 0 3 3 3 3G L1 = ⅓.□ = ⅓ L2 = ⅓.□ = ⅓ L□ = 1 L = L□ – L1 – L2 L=1-⅓-⅓ Dwi liestyowati 18
  • 20.
    5. Tentukan Luasdaerah di kuadran I yang dibatasi oleh y = 16 − x 2 x2 + y2 = R2 adalah lingkaran dengan jari-jari R Jawab : y = 16 − x 2 artinya x2 + y2 = 16, jadi merupakan persamaan lingkaran dengan jari-jari 4 (lihat gambar) Luas di kuadran I = ¼.Luas lingkaran = ¼.π.R2 = 4π 6. Tentukan panjang busur kurva y = 36 − x 2 dari x = -6 sampai x = 6 36 − x 2 artinya x2 + y2 = 36, jadi merupakan Jawab : persamaan lingkaran dengan jari-jari 6 (lihat gambar) y= Panjang busur = ½ .keliling lingkaran = ½.2π.R = πR = 6π 4.2. Menentukan Volume Benda Putar Dwi liestyowati 19
  • 21.
    Contoh 26 : berapakah volume benda putar yang terjadi, jika daerah yang dibatasi oleh kurva y = x2 dan garis y = 3x diputar sejauh 3600 mengelilingi sumbu y? Ordinat titik potong kurva y = x2 dan y = 3x Jawab : f(y) ≡ garis y = x2 ⟹ x1 = y = y 2 dan g(y) ≡ garis y =3 x ⟹ x 2 = y 1 1 subtitusi x = y ke y = x ⟹ y =  y  = y 3 1 2 1 2 1 2 ⟹ y2 – 9y = 0 ⟹ y(y – 9) = 0 ⟹ y = 0 atau y = 9 3 3  9 Jika daerah yang diarsir pada gambar dibawah ini diputar sejauh 3600 mengelilingi sumbu y, maka volume benda putarnya adalah : ( ) 1   9 9 2 2  1  V = π ∫ x12 − x2 2 dy = π ∫  y 2  −  y   dy   0 0   3    9 9  1  1 1 3 1 = π ∫  y − y 2  dy = π  y 2 − y  = π  (9 )2 − 1 (9)3    9  2 27  0 2 27  = π  − 27  = 13 1 π satuan volume 0  81  2  2 Dwi liestyowati 20
  • 22.
    Contoh 27 : Daerah yang diarsir pada gambar di samping diputar mengelilingi sumbu x. Tentukan volume yang terbentuk! Jawab : ( ) a a a 2 2 1  V =π∫ x dx = π ∫ x dx = π  x 5  4 0 0 5 0 1  π = π  a5 − 0  = a5 5  5 Contoh 28 : Cari volume kerucut dengan jari-jari alas r dan tinggi t. Jika daerah yang diarsir di samping ini Jawab : diputar mengelilingi sumbu x maka akan terbentuk sebuah kerucut. Sehingga volume kerucut adalah : t 2 t r  r2 V = π ∫  x  dx = π ∫ 2 x 2 dx 0 t  0 t π .r 2  1 3 t  1 π .r 2  t 3 = x  = 2 3  − 0  = π .r 2t  t2  t 3  3   Contoh 29 : 0 Cari volume kerucut terpancung dengan jari-jari alas b, jari-jari atas a dan tinggi t. Jika daerah yang diarsir di samping ini Jawab : diputar mengelilingi sumbu x maka akan terbentuk sebuah kerucut terpancung. persamaan garis g adalah : b−a Sehingga volume kerucut terpancung y= x+a adalah : t t 2 b−a  V = π ∫ x + a  dx 0  t t t b − a  2 2  b−a  2  b − a  2 x 3 b−a x 2  V = π ∫   x + 2 a  x + a  dx = π   + 2a  + a 2 x 0   t   t     t  3   t  2 0   b − a  2 t 3  b−at 2 2    2   + a t  − 0 = π (b − a ) + (b − a )at + a t  2 t = π   + 2a   t  3   t 2    3  Dwi liestyowati 21
  • 23.
     b 2t− 2abt + a 2t 3abt  1 = π  3 + 3  3 (  = π a 2 + ab + b 2 .t )   Perhatikan jika a = 0 dan b = r, maka V = π .r 2t yaitu merupakan volume kerucut Note : 1 Contoh 30 : 3 Tunjukkan bahwa volume bola berjari-jari r adalah V = π .r 3 4 Sebuah bola terbentuk jika setengah lingkaran yang 3 Jawab : diarsir diputar mengelilingi sumbu x. Sehingga volume bola adalah : r  ( x3  ) r r V = π ∫ y dx = π ∫ r − x dx = π r 2 x −  2 2 2 −r −r   3 −r  3  3 r r 2 2 4 V = π  r 3 −  − π  − r 3 +  = π .r 3 + π .r 3 = π .r 3  3  3 3 3 3   Contoh 31 : Daerah yang diarsir disamping diputar mengelilingi sumbu y. Tentukan volume yang terbentuk Jawab : y y = kx 2 ⇔ x 2 = k ka 2 ka 2 y V =π ∫x dy = π ∫ 2 dy 0 0 k 2 ka π  y2  π  k 2a 4   1 V=   = − 0  = π .k .a 4 k 2   0 k 2   2  3G Perhatikan gambar di bawah ini Kurva parabola y = ax2 + bx + c memotong sumbu x di x1 dan x2. Sehingga x1 dan x2 adalah akar-akar persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0 . Dan seperti biasa, diskriminan ( D ) dari persamaan kuadrat ini adalah : D = b2 – 4 ac Jika daerah yang diarsir diputar mengelilingi sumbu x , maka volume yang terbentuk adalah: π .D 2 D V= 30a 3 Dwi liestyowati 22
  • 24.
    Contoh 31 : Daerah yang diarsir disamping diputar mengelilingi sumbu x. Tentukan volume yang terbentuk ( x – 1 )( x – 2 ) = x2 – 3x + 2 = 0 Jawab : D = ( -3 )2 – 4.1.2 = 1 π .12 1 π V= = 30.13 30 3G INTEGRAL TRIGONOMETRI a) 1 n −1 ∫ sin x dx = − sin n−1 x. cos x + sin n−2 x dx n ∫ n b) ∫ sin n x. cos x dx = n 1 sin n +1 x + C c) ∫ cos n x dx = cos n−1 x. sin x + n +1 1 n −1 n−2 ∫ cos x dx d) ∫ cos n x. sin x dx = − n n 1 cos n +1 x + C Jika n ganjil, maka rumus ditulis sebagai berikut : n +1 e) π 2 1 n −1 1 n − 3 1 n − 5 1 ∫ sin x.dx = . n . . . . .... n 1 n−2 1 n−4 1 Contoh 32 : 0 1 a) 1 2 −1 1 1 ∫ sin x dx = − sin 2 −1 x. cos x + 2 2−2 ∫ sin x dx = − 2 sin x. cos x + 2 x + C b) ∫ sin 2 x. cos x dx = 2 2 1 1 sin 2 +1 x + C = sin 3 x + C c) ∫ cos3 x dx = cos3−1 x. sin x + 2 +1 3 1 3 −1 3− 2 1 2 ∫ cos x dx = 3 cos x. sin x + 3 sin x + C 2 d) ∫ cos3 x. sin x dx = − 3 3 1 1 cos3+1 x + C = − cos 4 x + C 3 +1 4 e) π 2 1 3 −1 1 1 2 ∫ sin x.dx = . = .2.1 = 3 . 3 1 3−2 3 3 f) 0 π 2 1 5 −1 1 5 − 3 1 4 2 8 ∫ sin x.dx = . = . . . . = 5 . . . 5 1 5−2 1 5−4 5 3 1 15 g) 0 π 2 8 6 4 2 128 ∫ sin x.dx = . . . . . . . . = 9 0 9 7 5 3 1 945 Dwi liestyowati 23