MAKALAH PENGANTAR STUDI ISLAM 
Aspek Ajaran Islam Tentang Tasawuf disertai Dalil Al-Qur’an , Al- Hadits , dan 
Sejarah 
Disusun Oleh : 
Khairotun Nihlah 
(1113016100045) 
Dosen : 
Drs. H. Abdul Shomad, MA. 
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI 
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM 
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN 
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH 
JAKARTA 
2014
MUQADDIMAH 
Tasawuf merupakan salah satu unsur 
penting dalam kehidupan umat islam. Ia 
merupakan unsur spiritual dari ajaran islam yang 
menyebabkan kehidupan lebih bermakna. 
Tasawuf memang belum terdefinisikan secara 
tegas dimasa awal kelahiran islam. Namun, 
indikasi adanya tasawuf sudah dirasakan sejak 
zaman Nabi. Tasawuf berkembang setelah islam 
tersebar ke berbagai pelosok dunia, bahkan 
kemudian menjadi unsur yang dominan dalam 
islam.
Pengertian dan Asal Usul Tasawuf 
• Tasawuf atau Sufisme berasal dari bahasa arab: تصوف 
• Tasawuf memiliki banyak pengertian sesuai dengan asal-usul 
kata tersebut antara lain : 
• Shafa (Suci) ( ,(صفا 
Disebut shafa (suci) karena kesucian batin sufi dan kebersihan 
tindakannya. 
• Shaff (Barisan) 
Karena para sufi memiliki iman yang kuat, jiwa yang bersih, dan 
senantiasa memilih barisan terdepan dalam shalat berjamaah. 
• Shaufanah 
Yakni sejenis buah-buahan kecil berbulu yang banyak tumbuh 
di padang pasir jazirah Arabia. 
• Shuffah (Serambi tampak duduk) 
Yakni shufah masjid nabawi di madinah yang disediakan bagi 
para tunawisma dan kalangan muhajirin dimasa Rasulullah SAW 
.
• Shafwah (Yang terpilih atau terbaik) 
Sufi adalah orang yang terpilih diantara hamba-hamba Allah SWT 
. 
• Shuf (Bulu domba) 
Karena para shufi memakai pakaian dari bulu domba yang kasar, 
sebagai lambang kerendahan hati, untuk menghindari sikap 
sombong disamping untuk menerangkan jiwa serta 
meninggalkan usaha-usaha yang bersifat duniawi. 
Dari beberapa pengertian yang dikemukakan di atas, Zakaria Al- 
Anshari (852-925/1448-1515M) seorang penulis tasawuf, 
meringkas tasawuf sebagai cara menyucikan diri, meningkatkan 
akhlak, dan membangun kehidupan jasmani dan rohani untuk 
mencapai kebahagiaan abadi.
Dua hal pokok tentang tasawuf yang disepakati 
semua pihak yaitu : 
1. Kesucian jiwa untuk menghadap Allah SWT sebagai 
Zat yang Maha Suci. 
2. Upaya pendekatan diri secara individual kepadanya. 
Kedua pokok tasawuf itu mengacu pada pesan dalam 
Al-Qur’an : 
Artinya : 
“ Sesungguhnya beruntung orang yang menyucikan diri 
(dengan beriman) dan mengingat nama tuhannya, lalu 
dia shalat. (QS. Al-A’la / 87: 14-15)
Asal-usul Tasawuf 
Sebagian pendapat mengatakan bahwa paham tasawuf 
merupakan paham yang sudah berkembang sebelum Nabi 
Muhammad menjadi Rasulullah, khususnya orang-orang Islam 
di daerah Irak dan Iran sekitar abad 8 M. Mereka sebelumnya 
merupakan orang-orang yang memeluk agama non Islam atau 
menganut paham-paham tertentu dan menjauhkan diri dari 
kemewahan dan kesenangan keduniaan. 
Sebagian pendapat lagi mengatakan bahwa asal-usul 
ajaran tasawuf berasal dari zaman Nabi Muhammad. Berasal 
dari kata (suffa), dan pelakunya disebut dengan ahl al-suffa, 
seperti telah disebutkan di atas. Mereka dianggap sebagai 
penanam benih paham tasawuf yang berasal dari 
pengetahuan Nabi Muhammad.
Sejarah Perkembangan Tasawuf 
• Fase dalam perkembangan tasawuf: 
1.Pada masa awal era Islam dakwah kepada tasawuf itu belum 
diperlukan, karena pada era itu, semua orang adalah ahli takwa, 
waraa dan ahli ibadah. Mereka semua berlomba mengikuti dan 
meneladani Rasulullah dalam setiap aspek. Oleh karena itu, mereka 
belum membutuhkan tasawuf karena segala sesuatunya didasarkan 
pada perkataan, perbuatan dan ketetapan Rasulullah. 
2.Pada masa sahabat dan tabi’in sudah menggunakan tasawuf, tetapi 
belum mengggunakan istilah tasawuf, karena para sahabat dan tabiin 
merupakan sufi yang sesungguhnya. Tasawuf merupakan sifat-sifat 
umum yang terdapat pada hampir seluruh sahabat Nabi tanpa 
terkecuali dan adanya perasaan takut dan cintanya mereka kepada 
Allah dan Rasulullah melebihi dirinya sendiri.
3.Setelah masa Sahabat dan Tabiin beragam bangsa mulai 
memeluk Islam. Bidang ilmu pengetahuan semakin meluas dan 
terspesialisasi, muncullah ilmu fiqih, ilmu tauhid, ilmu hadits, 
ilmu ushul fiqih, ilmu faraid dan ilmu-ilmu lainnya. 
4.Setelah fase tersebut pengaruh spiritual Islam sedikit demi 
sedikit melemah. Manusia mulai lupa akan kewajibannya kepada 
Allah, sehingga ahli uhud terdorong untuk mengkodifikasikan 
ilmu tasawuf serta menerangkan kemuliaan dan keutamaannya 
diantara ilmu-ilmu lainnya. Mulai dari fase inilah ilmu tasawuf 
berkembang.
Karakteristik Tasawuf 
• Ajarannya benar-benar menurut al-qur’an dan 
sunnah , terikat dan tidak keluar dari ajaran-ajaran 
syariah islamiah. 
• Lebih cenderung pada prilaku atau moral 
keagamaan dan pada pemikiran. 
• Banyak dikembangkan oleh kaum salaf. 
• Termotivasi untuk membersihkan jiwa yang lebih 
berorientasi pada aspek dalam yaitu cara hidup 
yang lebih mengutamakan rasa,dan lebih 
mementingkan keagungan tuhan dan bebas dari 
egoisme.
Dasar-dasar dari Al-Qur’an 
• Meskipun terjadi perbedaan makna dari kata shufy akan tetapi jalan yang 
ditempuh kaum sufi berlandasakan Islam. Diantara ayat-ayat Allah yang dijadikan 
landasan akan kezuhudan dalam kehidupan dunia adalah firman Allah dalam al- 
Qur’an yang berbunyi: 
Artinya: 
مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ 
كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِ نهَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِ ن 
نَصِي ب 
Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan kami tambah 
keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan 
di dunia kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan 
tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat. (Q.S Asy-Syuura [42] : 20)
Sumber-Sumber Tasawuf dari sisi 
Keislaman 
Para pengkaji tentang tasawuf sepakat bahwasanya 
tasawuf berazaskan kezuhudan sebagaimana yang 
dipraktekkan oleh Nabi Saw, dan sebagian besar dari 
kalangan sahabat dan tabi’in. Kezuhudan ini 
merupakan implementasi dari nash-nash al-Qur’an 
dan Hadis-hadis Nabi Saw yang berorientasi akhirat 
dan berusaha untuk menjuhkan diri dari kesenangan 
duniawi yang berlebihan yang bertujuan untuk 
mensucikan diri, bertawakkal kepada Allah Swt, takut 
terhadap ancaman-Nya, mengharap rahmat dan 
ampunan dari-Nya dan lain-lain.
Diantara nash-nash al-Qur’an yang mememerintahkan orang-orang 
beriman agar senantiasa berbekal untuk akhirat adalah 
firman Allah dalam Q.S al-Hadid [57] ayat: 20 
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاة الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَ تَفَاخُرٌ • 
بَيْنَكُمْ وَتَكَاثرٌُ فِي الأمْوَالِ وَ الأوْلادِ كَمَثَلِ غَيْ ث 
أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتهُُ ثمَُّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَ را ثمَُّ 
يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَة مِنَ اللََِّّ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاة اُلدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ 
الْغُرُو ر
Artinya: 
Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah 
permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah 
antara kamu serta berbangga-banggaan tentang 
banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya 
mengagumkan para petani; Kemudian tanaman itu 
menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning Kemudian 
menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan 
ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia 
Ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
Ayat-ayat Al-Qur’an yang menjadi Landasan 
sebagian Tingkatan dan Keadaan para sufi. 
1. Tingkatan zuhud, misalnya (yang banyak diklaim 
sebagai awal beranjaknya tasawuf), telah dijelaskan 
dalam Al-Qur’an surat An-Nisa’ ayat 77 yang artinya: 
“Katakanlah kesenangan di dunia ini hanya 
sementara, dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang 
yang bertakwa”.
2. Tingkatan takwa berlandaskan pada firman Allah pada 
surat Al-Hujurat ayat 13 yang artinya: 
“Sesungguhnya, orang yang paling mulia di antara kamu di 
sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu”. 
3. Tingkatan tawakal, menurut para sufi, berlandaskan pada 
firman-firman Allah antara lain surat At-Thalaq ayat 3 yang 
artinya: 
“Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah 
mencukupkan (keperluan)nya”; 
dan surat Az-Zumar ayat 39 yang artinya: 
“Dan hanya kepada Allah-lah orang-orang yang beriman itu 
bertawakal”. 
Tingkatan syukur antara lain berlandaskan kepada firman 
Allah surat Ibrahim ayat 7 yang artinya: 
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti kami akan 
menambahkan (nikmat) kepadamu”.
4. Tingkatan sabar berlandaskan pada firman Allah surat Al- 
Mu’minun ayat 55 yang artinya: 
“Maka bersabarlah kamu karena sesungguhnya janji Allah itu 
benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah 
seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi”. 
dan surat Al-Baqarah ayat 155 yang artinya: 
“Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”.
5. Tingkatan rida berdasarkan pada firman Allah surat 
Al-Maidah ayat 119 yang artinya: 
“Allah rida terhadap mereka, dan merekapun rida 
terhadap-Nya”.
Dasar- dasar dari Hadits 
1. “Jika seorang hamba mendekat kepada- 
Ku sejengkal maka Aku mendekatinya 
sehasta, jika dia mendekat sehasta, maka 
Aku mendekat sedepa, jika dia datang 
kepada-Ku dengan berjalan maka Aku 
datang kepadanya berlari (H.R.Bukhari)”.
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِ يِ قَالَ أَ تَى النَّبِيَّ صَلَّى اللََُّّ عَ لَيْهِ وَسَلَّمَ . 2 
رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللََِّّ دُلَّنِي عَلَى عَ مَلٍ إِذَا أَنَا عَمِلْتُهُ أَحَ بَّنِي اللََُّّ 
وَأَحَبَّنِي النَّاسُ فَقَالَ رَسُولُ اللََِّّ صَ لَّى اللََُّّ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ازْهَ دْ فِي 
الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللََُّّ وَازْهَدْ فِيمَا فِي أَيْدِي النَّاسِ يُحِبُّوكَ 
Artinya: Dari sahabat Sahal bin Saad as-Sa'idy beliau berkata: datang 
seseorang kepada Rasulullah Saw dan berkata: 'Wahai Rasulullah ! 
tunjukkanlah kepadaku sutu amalan, jika aku mengerjakannya maka Allah 
akan mencintaiku dan juga manusia', Rasulullah Saw bersabda: "berlaku 
zuhudalah kamu di dunia, maka Allah akan mencintaimu, dan berlaku 
zuhudlah kamu atas segala apa yang dimiliki oleh manusia, maka mereka 
(manusia) akan mencintaimu". 
Hadis Nabi lainnya yang menjadi pedoman tasawuf antara lain adalah 
anjuran Nabi untuk tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama, akan 
tetapi akhiratlah sebagai tujuan utama seperti yang diriwayatkan Imam 
Bukhari, begitu juga wasiat Rasulullah kepada Abdullah bin Umar sambil 
menepuk pundaknya.
Para Tokoh Tasawuf 
1. Hasan Al Bashri 
Karakteristik dasar pendiriannya yang paling utama 
adalah zuhud terhadap kehidupan dunawi sehingga 
ia menolak segala kesenangan dan kenikmatan 
duniawi. kedua adalah al-khouf dan raja’. Dengan 
pengertian merasa takut kepada siksa Allah karena 
berbuat dosa dan sering melalakukan perintahNya. 
Serta menyadari kekurang sempurnaannya. Oleh 
karena itu, prinsip ajaran ini adalah mengandung 
sikap kesiapan untuk melakukan mawas diri atau 
muhasabah agar selalu memikirkan kehidupan yang 
akan datang yaitu kehidupan yang hakiki dan abadi.
2. Rabiah Al Adawiyah 
• Karakteristik ajarannya adalah Ia merupakan orang 
pertama yang mengajarkan al hubb dengan isi dan 
pengertian yang khas tasawuf.Cinta murni kepada 
Tuhan merupakan puncak ajarannya dalam tasawuf 
yang pada umumnya dituangkan melalui syair-syair 
dan kalimat-kalimat puitis. Bisa dikatakan, dengan al-hubb 
ia ingin memandang wajah Tuhan yang ia rindu, 
ingin dibukakan tabir yang memisahkan dirinya 
dengan Tuhan.
3. Dzu Al Nun Al Misri 
• Karakteristik ajaran yang paling besar dan menonjol 
dalam dunia tasawuf adalah sebagai peletak dasar 
tentang jenjang perjalanan sufi menuju Allah,yang 
disebut Al maqomat. Beliau banyak memberikan 
petunjuk arah jalan menuju kedekatan dengan Allah 
sesuai dengan Pandangan sufi.
4. Abu Hamid Al-Ghazali 
• Inti tasawuf Al Ghazali adalah jalan menuju Allah 
atau ma’rifatullah. Oleh karena itu,serial Al maqomat 
dan al ahwal,pada dasarnya adalah rincian dari 
metoda pencapaian.
Manfaat Tasawuf 
• 1.Dalam bidang kecerdasan emosional 
Apabila dapat mengamalkan tasawuf dengan baik maka 
dapat mengendalikan emosionalnya dengan baik pula. 
2.Dalam bidang kecerdasan spiritual 
Tasawuf mengingatkan manusia tentang kematian, agar 
umat manusia selalu beribadah, beramal shaleh, serta 
menjauhi perbuatan maksiat dan kejahatan. 
3.Dalam bidang Agama 
Tasawuf diperlukan untuk mengamalkan Islam secara 
kaffah serta untuk mengembangkan kerukunan hidup 
beragama dan integrasi sosial.
4.Dalam bidang etos kerja 
Tasawuf dapat memperkuat etos kerja karena dalam 
ajaran Islam bekerja itu wajib untuk memenuhi keperluan diri 
sendiri, keluarga dan umat. 
5.Dalam bidang Pendidikan 
Tasawuf merupakan salah satu mata pelajaran yang perlu 
diajarkan di Madrasah dan mata kuliah di Perguruan Islam untuk 
mengembangkan kehidupan agama yang komprehensif dan utuh 
serta untuk mengembangkan masyarakat dan bangsa yang 
bersih, sehat dan maju.
Terima Kasih 

Ppt tasawuf

  • 1.
    MAKALAH PENGANTAR STUDIISLAM Aspek Ajaran Islam Tentang Tasawuf disertai Dalil Al-Qur’an , Al- Hadits , dan Sejarah Disusun Oleh : Khairotun Nihlah (1113016100045) Dosen : Drs. H. Abdul Shomad, MA. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2014
  • 2.
    MUQADDIMAH Tasawuf merupakansalah satu unsur penting dalam kehidupan umat islam. Ia merupakan unsur spiritual dari ajaran islam yang menyebabkan kehidupan lebih bermakna. Tasawuf memang belum terdefinisikan secara tegas dimasa awal kelahiran islam. Namun, indikasi adanya tasawuf sudah dirasakan sejak zaman Nabi. Tasawuf berkembang setelah islam tersebar ke berbagai pelosok dunia, bahkan kemudian menjadi unsur yang dominan dalam islam.
  • 3.
    Pengertian dan AsalUsul Tasawuf • Tasawuf atau Sufisme berasal dari bahasa arab: تصوف • Tasawuf memiliki banyak pengertian sesuai dengan asal-usul kata tersebut antara lain : • Shafa (Suci) ( ,(صفا Disebut shafa (suci) karena kesucian batin sufi dan kebersihan tindakannya. • Shaff (Barisan) Karena para sufi memiliki iman yang kuat, jiwa yang bersih, dan senantiasa memilih barisan terdepan dalam shalat berjamaah. • Shaufanah Yakni sejenis buah-buahan kecil berbulu yang banyak tumbuh di padang pasir jazirah Arabia. • Shuffah (Serambi tampak duduk) Yakni shufah masjid nabawi di madinah yang disediakan bagi para tunawisma dan kalangan muhajirin dimasa Rasulullah SAW .
  • 4.
    • Shafwah (Yangterpilih atau terbaik) Sufi adalah orang yang terpilih diantara hamba-hamba Allah SWT . • Shuf (Bulu domba) Karena para shufi memakai pakaian dari bulu domba yang kasar, sebagai lambang kerendahan hati, untuk menghindari sikap sombong disamping untuk menerangkan jiwa serta meninggalkan usaha-usaha yang bersifat duniawi. Dari beberapa pengertian yang dikemukakan di atas, Zakaria Al- Anshari (852-925/1448-1515M) seorang penulis tasawuf, meringkas tasawuf sebagai cara menyucikan diri, meningkatkan akhlak, dan membangun kehidupan jasmani dan rohani untuk mencapai kebahagiaan abadi.
  • 5.
    Dua hal pokoktentang tasawuf yang disepakati semua pihak yaitu : 1. Kesucian jiwa untuk menghadap Allah SWT sebagai Zat yang Maha Suci. 2. Upaya pendekatan diri secara individual kepadanya. Kedua pokok tasawuf itu mengacu pada pesan dalam Al-Qur’an : Artinya : “ Sesungguhnya beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman) dan mengingat nama tuhannya, lalu dia shalat. (QS. Al-A’la / 87: 14-15)
  • 6.
    Asal-usul Tasawuf Sebagianpendapat mengatakan bahwa paham tasawuf merupakan paham yang sudah berkembang sebelum Nabi Muhammad menjadi Rasulullah, khususnya orang-orang Islam di daerah Irak dan Iran sekitar abad 8 M. Mereka sebelumnya merupakan orang-orang yang memeluk agama non Islam atau menganut paham-paham tertentu dan menjauhkan diri dari kemewahan dan kesenangan keduniaan. Sebagian pendapat lagi mengatakan bahwa asal-usul ajaran tasawuf berasal dari zaman Nabi Muhammad. Berasal dari kata (suffa), dan pelakunya disebut dengan ahl al-suffa, seperti telah disebutkan di atas. Mereka dianggap sebagai penanam benih paham tasawuf yang berasal dari pengetahuan Nabi Muhammad.
  • 7.
    Sejarah Perkembangan Tasawuf • Fase dalam perkembangan tasawuf: 1.Pada masa awal era Islam dakwah kepada tasawuf itu belum diperlukan, karena pada era itu, semua orang adalah ahli takwa, waraa dan ahli ibadah. Mereka semua berlomba mengikuti dan meneladani Rasulullah dalam setiap aspek. Oleh karena itu, mereka belum membutuhkan tasawuf karena segala sesuatunya didasarkan pada perkataan, perbuatan dan ketetapan Rasulullah. 2.Pada masa sahabat dan tabi’in sudah menggunakan tasawuf, tetapi belum mengggunakan istilah tasawuf, karena para sahabat dan tabiin merupakan sufi yang sesungguhnya. Tasawuf merupakan sifat-sifat umum yang terdapat pada hampir seluruh sahabat Nabi tanpa terkecuali dan adanya perasaan takut dan cintanya mereka kepada Allah dan Rasulullah melebihi dirinya sendiri.
  • 8.
    3.Setelah masa Sahabatdan Tabiin beragam bangsa mulai memeluk Islam. Bidang ilmu pengetahuan semakin meluas dan terspesialisasi, muncullah ilmu fiqih, ilmu tauhid, ilmu hadits, ilmu ushul fiqih, ilmu faraid dan ilmu-ilmu lainnya. 4.Setelah fase tersebut pengaruh spiritual Islam sedikit demi sedikit melemah. Manusia mulai lupa akan kewajibannya kepada Allah, sehingga ahli uhud terdorong untuk mengkodifikasikan ilmu tasawuf serta menerangkan kemuliaan dan keutamaannya diantara ilmu-ilmu lainnya. Mulai dari fase inilah ilmu tasawuf berkembang.
  • 9.
    Karakteristik Tasawuf •Ajarannya benar-benar menurut al-qur’an dan sunnah , terikat dan tidak keluar dari ajaran-ajaran syariah islamiah. • Lebih cenderung pada prilaku atau moral keagamaan dan pada pemikiran. • Banyak dikembangkan oleh kaum salaf. • Termotivasi untuk membersihkan jiwa yang lebih berorientasi pada aspek dalam yaitu cara hidup yang lebih mengutamakan rasa,dan lebih mementingkan keagungan tuhan dan bebas dari egoisme.
  • 10.
    Dasar-dasar dari Al-Qur’an • Meskipun terjadi perbedaan makna dari kata shufy akan tetapi jalan yang ditempuh kaum sufi berlandasakan Islam. Diantara ayat-ayat Allah yang dijadikan landasan akan kezuhudan dalam kehidupan dunia adalah firman Allah dalam al- Qur’an yang berbunyi: Artinya: مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِ نهَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِ ن نَصِي ب Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat. (Q.S Asy-Syuura [42] : 20)
  • 11.
    Sumber-Sumber Tasawuf darisisi Keislaman Para pengkaji tentang tasawuf sepakat bahwasanya tasawuf berazaskan kezuhudan sebagaimana yang dipraktekkan oleh Nabi Saw, dan sebagian besar dari kalangan sahabat dan tabi’in. Kezuhudan ini merupakan implementasi dari nash-nash al-Qur’an dan Hadis-hadis Nabi Saw yang berorientasi akhirat dan berusaha untuk menjuhkan diri dari kesenangan duniawi yang berlebihan yang bertujuan untuk mensucikan diri, bertawakkal kepada Allah Swt, takut terhadap ancaman-Nya, mengharap rahmat dan ampunan dari-Nya dan lain-lain.
  • 12.
    Diantara nash-nash al-Qur’anyang mememerintahkan orang-orang beriman agar senantiasa berbekal untuk akhirat adalah firman Allah dalam Q.S al-Hadid [57] ayat: 20 اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاة الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَ تَفَاخُرٌ • بَيْنَكُمْ وَتَكَاثرٌُ فِي الأمْوَالِ وَ الأوْلادِ كَمَثَلِ غَيْ ث أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتهُُ ثمَُّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَ را ثمَُّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَة مِنَ اللََِّّ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاة اُلدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُو ر
  • 13.
    Artinya: Ketahuilah, bahwaSesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; Kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning Kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia Ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
  • 14.
    Ayat-ayat Al-Qur’an yangmenjadi Landasan sebagian Tingkatan dan Keadaan para sufi. 1. Tingkatan zuhud, misalnya (yang banyak diklaim sebagai awal beranjaknya tasawuf), telah dijelaskan dalam Al-Qur’an surat An-Nisa’ ayat 77 yang artinya: “Katakanlah kesenangan di dunia ini hanya sementara, dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa”.
  • 15.
    2. Tingkatan takwaberlandaskan pada firman Allah pada surat Al-Hujurat ayat 13 yang artinya: “Sesungguhnya, orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu”. 3. Tingkatan tawakal, menurut para sufi, berlandaskan pada firman-firman Allah antara lain surat At-Thalaq ayat 3 yang artinya: “Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah mencukupkan (keperluan)nya”; dan surat Az-Zumar ayat 39 yang artinya: “Dan hanya kepada Allah-lah orang-orang yang beriman itu bertawakal”. Tingkatan syukur antara lain berlandaskan kepada firman Allah surat Ibrahim ayat 7 yang artinya: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti kami akan menambahkan (nikmat) kepadamu”.
  • 16.
    4. Tingkatan sabarberlandaskan pada firman Allah surat Al- Mu’minun ayat 55 yang artinya: “Maka bersabarlah kamu karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi”. dan surat Al-Baqarah ayat 155 yang artinya: “Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”.
  • 17.
    5. Tingkatan ridaberdasarkan pada firman Allah surat Al-Maidah ayat 119 yang artinya: “Allah rida terhadap mereka, dan merekapun rida terhadap-Nya”.
  • 18.
    Dasar- dasar dariHadits 1. “Jika seorang hamba mendekat kepada- Ku sejengkal maka Aku mendekatinya sehasta, jika dia mendekat sehasta, maka Aku mendekat sedepa, jika dia datang kepada-Ku dengan berjalan maka Aku datang kepadanya berlari (H.R.Bukhari)”.
  • 19.
    عَنْ سَهْلِ بْنِسَعْدٍ السَّاعِدِ يِ قَالَ أَ تَى النَّبِيَّ صَلَّى اللََُّّ عَ لَيْهِ وَسَلَّمَ . 2 رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللََِّّ دُلَّنِي عَلَى عَ مَلٍ إِذَا أَنَا عَمِلْتُهُ أَحَ بَّنِي اللََُّّ وَأَحَبَّنِي النَّاسُ فَقَالَ رَسُولُ اللََِّّ صَ لَّى اللََُّّ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ازْهَ دْ فِي الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللََُّّ وَازْهَدْ فِيمَا فِي أَيْدِي النَّاسِ يُحِبُّوكَ Artinya: Dari sahabat Sahal bin Saad as-Sa'idy beliau berkata: datang seseorang kepada Rasulullah Saw dan berkata: 'Wahai Rasulullah ! tunjukkanlah kepadaku sutu amalan, jika aku mengerjakannya maka Allah akan mencintaiku dan juga manusia', Rasulullah Saw bersabda: "berlaku zuhudalah kamu di dunia, maka Allah akan mencintaimu, dan berlaku zuhudlah kamu atas segala apa yang dimiliki oleh manusia, maka mereka (manusia) akan mencintaimu". Hadis Nabi lainnya yang menjadi pedoman tasawuf antara lain adalah anjuran Nabi untuk tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama, akan tetapi akhiratlah sebagai tujuan utama seperti yang diriwayatkan Imam Bukhari, begitu juga wasiat Rasulullah kepada Abdullah bin Umar sambil menepuk pundaknya.
  • 20.
    Para Tokoh Tasawuf 1. Hasan Al Bashri Karakteristik dasar pendiriannya yang paling utama adalah zuhud terhadap kehidupan dunawi sehingga ia menolak segala kesenangan dan kenikmatan duniawi. kedua adalah al-khouf dan raja’. Dengan pengertian merasa takut kepada siksa Allah karena berbuat dosa dan sering melalakukan perintahNya. Serta menyadari kekurang sempurnaannya. Oleh karena itu, prinsip ajaran ini adalah mengandung sikap kesiapan untuk melakukan mawas diri atau muhasabah agar selalu memikirkan kehidupan yang akan datang yaitu kehidupan yang hakiki dan abadi.
  • 21.
    2. Rabiah AlAdawiyah • Karakteristik ajarannya adalah Ia merupakan orang pertama yang mengajarkan al hubb dengan isi dan pengertian yang khas tasawuf.Cinta murni kepada Tuhan merupakan puncak ajarannya dalam tasawuf yang pada umumnya dituangkan melalui syair-syair dan kalimat-kalimat puitis. Bisa dikatakan, dengan al-hubb ia ingin memandang wajah Tuhan yang ia rindu, ingin dibukakan tabir yang memisahkan dirinya dengan Tuhan.
  • 22.
    3. Dzu AlNun Al Misri • Karakteristik ajaran yang paling besar dan menonjol dalam dunia tasawuf adalah sebagai peletak dasar tentang jenjang perjalanan sufi menuju Allah,yang disebut Al maqomat. Beliau banyak memberikan petunjuk arah jalan menuju kedekatan dengan Allah sesuai dengan Pandangan sufi.
  • 23.
    4. Abu HamidAl-Ghazali • Inti tasawuf Al Ghazali adalah jalan menuju Allah atau ma’rifatullah. Oleh karena itu,serial Al maqomat dan al ahwal,pada dasarnya adalah rincian dari metoda pencapaian.
  • 24.
    Manfaat Tasawuf •1.Dalam bidang kecerdasan emosional Apabila dapat mengamalkan tasawuf dengan baik maka dapat mengendalikan emosionalnya dengan baik pula. 2.Dalam bidang kecerdasan spiritual Tasawuf mengingatkan manusia tentang kematian, agar umat manusia selalu beribadah, beramal shaleh, serta menjauhi perbuatan maksiat dan kejahatan. 3.Dalam bidang Agama Tasawuf diperlukan untuk mengamalkan Islam secara kaffah serta untuk mengembangkan kerukunan hidup beragama dan integrasi sosial.
  • 25.
    4.Dalam bidang etoskerja Tasawuf dapat memperkuat etos kerja karena dalam ajaran Islam bekerja itu wajib untuk memenuhi keperluan diri sendiri, keluarga dan umat. 5.Dalam bidang Pendidikan Tasawuf merupakan salah satu mata pelajaran yang perlu diajarkan di Madrasah dan mata kuliah di Perguruan Islam untuk mengembangkan kehidupan agama yang komprehensif dan utuh serta untuk mengembangkan masyarakat dan bangsa yang bersih, sehat dan maju.
  • 26.