Subneting
IPPrivatdanIPPublik
IP Privat IP Publik
 IP privat adalah alamat IP yang
digunakan dalam jaringan lokal,
seperti di rumah atau di kantor.
 IP publik adalah alamat IP yang
digunakan untuk
mengidentifikasi sebuah
perangkat di internet publik.
 IP privat tidak dapat diakses
secara langsung dari internet
karena diisolasi oleh router
atau firewall dari internet
publik.
 IP publik dapat diakses dari
internet dan dapat digunakan
untuk mengakses sumber daya
di internet publik.
 IP privat umumnya digunakan
untuk jaringan lokal yang
digunakan oleh beberapa
komputer atau perangkat yang
terhubung secara lokal.
 IP publik dialokasikan oleh
lembaga yang berwenang,
seperti Internet Assigned
Numbers Authority (IANA),
Regional Internet Registries
(RIR), atau penyedia layanan
internet (ISP).
 Setiap perangkat yang
terhubung ke internet publik
membutuhkan alamat IP publik
unik yang memungkinkannya
untuk diidentifikasi di internet.
pembagian kelas pada IPv4
Class Rentangan IP Format
Subnetmask
Default
Prefix
Length
Jumlah Host Maksimal
A 0.0.0.0 s/d 127.255.255.255 N.H.H.H 255.0.0.0 /8 2^24 (16.777.216) host
B 128.0.0.0 s/d 191.255.255.255 N.N.H.H 255.255.0.0 /16 2^16 (65.536) host.
C 192.0.0.0 s/d 223.255.255.255 N.N.N.H 255.255.255.0 /24 2^8 (256) host.
D 224.0.0.0 s/d 239.255.255.255 - - -
Kelas D digunakan untuk multicast dan
tidak diperuntukkan untuk jumlah
host.
E 240.0.0.0 s/d 255.255.255.255 - - -
Kelas E digunakan untuk tujuan
eksperimental dan riset dan tidak
diperuntukkan untuk jumlah host.
pembagian kelas pada IP Privat
pembagian kelas pada IP Publik
Class Rentangan IP
A 1.0.0.0 s/d 126.255.255.255
B 128.0.0.0 s/d 191.255.255.255
C 192.0.0.0 s/d 223.255.255.255
D 224.0.0.0 s/d 239.255.255.255
E 240.0.0.0 s/d 255.255.255.255
Class Rentangan IP
A 10.0.0.0 s/d 10.255.255.255
B 172.16.0.0 s/d 172.31.255.255
C 192.168.0.0 s/d 192.168.255.255
IP loopback
 IP loopback adalah alamat IP khusus dalam jaringan komputer yang
menunjuk ke komputer itu sendiri. Alamat IP loopback selalu
menjadi 127.0.0.1 untuk protokol IPv4 dan ::1 untuk protokol IPv6.
Ketika suatu program atau aplikasi menggunakan alamat IP
loopback, data yang dikirim ke alamat tersebut tidak akan keluar
jaringan dan akan langsung diteruskan ke sistem operasi yang
menjalankan aplikasi tersebut.
 Dalam pengembangan perangkat lunak, IP loopback sering
digunakan untuk melakukan pengujian aplikasi dan protokol
jaringan tanpa perlu terhubung ke jaringan atau Internet. Sebagai
contoh, ketika sebuah aplikasi web sedang diuji, dapat
menggunakan alamat IP loopback sebagai alamat server web yang
memungkinkan pengujian aplikasi tanpa memerlukan koneksi
jaringan.
 Selain itu, IP loopback juga digunakan untuk keperluan administrasi
jaringan, seperti pengujian jaringan atau debugging. Dalam
beberapa kasus, alamat IP loopback dapat digunakan sebagai
alamat default untuk mengkonfigurasi aplikasi dan perangkat
jaringan, seperti server SMTP dan DNS server.
Subneting
 Subnetting adalah proses pembagian jaringan IP
yang lebih besar menjadi jaringan yang lebih kecil,
yang disebut subnet.
 Dalam subnetting, sebuah jaringan IP dipecah
menjadi beberapa subnet dengan menggunakan
masker sub-jaringan, yang memungkinkan
pengguna untuk mengatur lalu lintas jaringan
secara lebih efisien.
 Dengan subnetting, sebuah jaringan dapat dibagi
menjadi beberapa segmen yang terpisah,
sehingga memungkinkan pengguna untuk
mengoptimalkan lalu lintas jaringan dan
mengamankan data.
 Untuk memperbanyak network ID dari suatu
network id yang sudah ada, dimana sebagaian
host ID dikorbankan untuk digunakan dalam
membuat ID tambahan.
Tanpa Subneting
Jalan Simpang Raya Indah
NO 1 NO 4 NO 3 NO 7 NO 8 NO 10
NO 5 NO 2 NO 11 NO 9 NO 6
Dengan Subneting
Jalan Simpang Raya Indah
NO 1
NO 4
NO 3
NO 7
NO 8
NO 10
NO 5
NO 2
NO 11
NO 9
NO 6
CIDR (Classless Inter-Domain Routing) adalah sebuah teknologi
untuk mengatur dan menyebarkan alamat IP secara lebih efisien.
Dalam CIDR, alamat IP tidak lagi dibagi ke dalam kelas-kelas
tertentu seperti pada IPv4, melainkan menggunakan notasi prefix
untuk menentukan jumlah bit yang digunakan sebagai network
prefix. Dengan menggunakan notasi prefix, CIDR memungkinkan
administrator jaringan untuk membagi subnet dengan lebih fleksibel
tanpa terikat oleh batasan-batasan kelas alamat IP.
Notasi prefix pada CIDR ditulis dengan menambahkan bilangan
setelah alamat IP, yang menunjukkan jumlah bit yang digunakan
sebagai network prefix. Sebagai contoh, jika sebuah alamat IP
adalah 192.168.0.0 dengan prefix /24, maka alamat IP tersebut
memiliki 24 bit yang digunakan sebagai network prefix, dan sisa 8
bit digunakan sebagai host ID. Dengan menggunakan notasi prefix,
CIDR memungkinkan penggunaan alamat IP yang lebih efisien,
meminimalkan pemborosan alamat IP, dan memudahkan
administrasi jaringan.
CIDR banyak digunakan di Internet dan menjadi standar yang
diterima secara luas untuk mengelola alamat IP. Dengan
penggunaan CIDR, internet dan jaringan dapat digunakan secara
CIDR (Classless Inter-Domain Routing)
Ada 2 teknik perhitungan
subnetting:
 FLSM: fixed length subnet
mask. Satu network, kita
pecah-pecah menjadi
beberapa network (subnet)
dimana setiap lebar subnet
yang satu sama dengan lebar
subnet yang lainnya.
 VLSM: variable length
subnet mask. Kebalikannya,
sebuah network yang kita
subnet, menghasilkan
subnet-subnet yang berbeda
panjang subnet masknya
antara subnet satu dengan
yang lain.
Rumus FLSM
1. Jumlah Subnet = 2^x,
dimana x adalah banyaknya binari 1 pada
 (1 oktet terakhir untuk kelas C)
(11111111.11111111.11111111.00000000)
 (2 oktet terakhir untuk kelas B)
(11111111.11111111. .00000000.00000000)
 (3 oktet terakhir untuk kelas A)
(11111111.00000000. .00000000.00000000)
2. Jumlah Host per Subnet = 2^y – 2, dimana y adalah
adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada
oktet terakhir subnet.
3. Blok Subnet = 256 – (nilai oktet terakhir subnet mask)
Network Address : 192.168.1.0/26
Carilah
1. Jumlah subnet ?
2. Jumlah Host persubnet ?
3. Blok Subnet ?
4. Alamat host dan brocast ?
Network Address : 192.168.1.0/26 -> 11111111.11111111.11111111.11000000 (255. 255. 255. 192).
Jadi X = 2 (X = Banyaknya Binari 1 )
Y = 6 (Y = Banyaknya Binari 0 )
Contoh Perhitungan Subnet Mask IPv4 Kelas C
1. Jumlah Subnet = 2^x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask
2^2 = 4 subnet
1. Jumlah Host per Subnet = 2^y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir
subnet.
Jadi jumlah host per subnet adalah 2^6 – 2 = 62 host
2. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask=1100.0000=192)
= 64.
Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
4. Alamat host dan broadcast = Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah Subnet, dan
broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
Sehingga di dapati ;
Contoh Perhitungan Subnet Mask IPv4 Kelas B
Network Address : 172.16.0.0/18
Carilah
1. Jumlah subnet ?
2. Jumlah Host persubnet ?
3. Blok Subnet ?
4. Alamat host dan brocast ?
Network Address : 172.16.0.0/18 -> 11111111. 11111111. 11000000. 00000000 (255. 255. 192. 0).
Jadi X = 2 (X = Banyaknya Binari 1 )
Y = 14 (Y = Banyaknya Binari 0 )
1. Jumlah Subnet = 2^x,
=2^2
= 4 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 2^y – 2
=2^14 – 2
= 16.382 host
3. Blok Subnet = 256 – 192
= 64.
Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi
subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
4. Alamat host dan broadcast dengan blok subnet yang didapati adalah 0, 64, 128, 192.
deangan Network Address : 172.16.0.0/18
Maka :
Contoh Perhitungan Subnet Mask IPv4 Kelas A
Network Address : 10.0.0.0/16
Carilah
1. Jumlah subnet ?
2. Jumlah Host persubnet ?
3. Blok Subnet ?
4. Alamat host dan brocast ?
Network Address : 10.0.0.0/16 -> 11111111. 11111111. 00000000. 00000000 (255. 255.0. 0).
Jadi X = 2 (X = Banyaknya Binari 1 )
Y = 14 (Y = Banyaknya Binari 0 )
1. Jumlah Subnet = 2^x,
=2^8
= 256 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 2^y – 2
=2^16 – 2
= 65534 host
3. Blok Subnet = 256 – 255
= 1.
Subnet berikutnya adalah 0,1,2,3,4 dan seterusnya
4. Alamat host dan broadcast dengan blok subnet yang
didapati adalah 0, 1, 2, 3, . . . s/d 255
Subneting Dengan VLSM
VLSM atau variable length subnet mask adalah jenis
perhitungan subnetting dimana panjang subnet mask yang
kita berikan akan disesuikan dengan banyaknya jumlah host
di setiap subnet tersebut.
Contoh 1
Dalam contoh kasus ini misalnya kita akan membangun
sebuah jaringan internet dalam sebuah perusahaan besar.
Dengan ketentuan Host yang dibutuhkan antaran lain:
1. Ruang Utama 1000 host
2. Ruang Kedua 500 host
3. Ruang Ketiga 100 host
4. Ruang Server 2 host
Dengan alamat jaringan 172.16.0.0/16.
Gunakan table untuk membantu perhitungan
1. Ruang Utama 1000 host
Ip network 172.16.0.0/16.
Disini dibutuhkan 1000 host yang akan terhubung dengan
internet ,untuk mendapat 1000 host atau lebih perhatikan
tabel diatas.
Karena yang dibutuhkan1000 maka cari hasil pemangkatan
1000 or >= 1000 host.
dari tabel diatas yang sesuai dengan kebutuhan host yang
dibutuhkan gunakan 2^10 = 1024 dan subnet mask
255.255.252.0.
Untuk mencari nilai ip range seperti dibawah ini :
255.255.255.255
255.255.252. 0 --_
0. 0. 3. 255
Dan untuk mengetahui IP broadcastnya yakni
hasil dari pengurangan diatas ditambah dengan
ip network
172. 16. 0. 0
0. 0. 3. 255 +
172. 16. 3.255
Network : 172.16.0.0/22
IP Pertama : 172.16.0.1
IP Terakhir : 172.16.3.254
IP Broadcast : 172.16.3.255
Subnet Mask : 255.255.252.0
2. Ruang Kedua 500 host
Ip Network ruangan ke dua 172. 16. 4. 0 didapati dari 1 IP
setelah IP Brocast ruangan 1
Untuk Ruangan Kedua host yang dibutuhkan komputer yang
bisa terhubung dengan internet sebayak 500 komputer. Untuk
mendapatkan 500 host atau lebih maka kita cari pemangkatan
yang menghasilkan Host 500 atau lebih. dari tabel diatas yang
menghasilkan 500 host >=500 host yang sesuai dengan
kebutuhan host yang digunakan
2^9= 512 dan
subnet mask 255.255.254.0.
Untuk mencari nilai ip range seperti dibawah ini :
255.255.255.255
255.255.254. 0 --
0. 0. 1. 255
Dan untuk mengetahui IP broadcastnya yakni hasil dari
pengurangan diatas ditambah dengan ip network
172. 16. 4. 0
0. 0. 1. 255 +
172. 16. 5. 255
Network : 172. 16. 4. 0/23
IP Pertama : 172.16. 4.1
IP Terakhir : 172.16. 5.254
IP Broadcast : 172.16.5. 255
Subnet Mask : 255.255.254.0
3. Ruang Server 100 Host
Ip Network ruangan ke tiga 172. 16. 6. 0 didapati
dari 1 IP setelah IP Brocast ruangan ke dua
Ruang ke 3 yang membutuhkan 100 host, maka
konsep perhitungan kita gunakan konsep kelas C
atau bermain pada Oktet ke 4. Untuk mendapatkan
100 host atau lebih maka kita cari pemangkatan
yang menghasilkan
Host 100 atau lebih. dari tabel diatas yang
menghasilkan 100 host >=100 host yang
sesuai dengan kebutuhan host yang digunakan
2^7= 128 dan subnet mask 255.255.255.128
Untuk mencari nilai ip range seperti dibawah ini :
255.255.255.255
255.255.255.128 _
0. 0. 0.127
Dan untuk mengetahui IP broadcastnya yakni hasil dari
pengurangan diatas ditambah dengan ip network
172. 16. 6. 0
0. 0. 0.127 +
172. 16. 6.127
Network : 172.16. 6 . 0/25
IP Pertama : 172.16. 6 . 1
IP Terakhir : 172.16. 6 . 126
IP Broadcast : 172.16 .6 .127
Subnet Mask : 255.255.255.128
4. Ruang Server 2 Host
Ip Network ruangan ke empat 172.16 .6 .128 didapati dari 1 IP
setelah IP Brocast ruangan ke tiga
Untuk ruang server membutuhkan 2 host maka digunakan
2^2 dengan
subnetmask 255.255.255.252
dengan jumlah host = 4
dikarenakan 2 host lg akan kita gunakan untuk
network address dan ip broadcast untuk mencari ip range
maka :
255.255.255.255
255.255.255.252 _
0. 0. 0. 3
Dan untuk mengetahui IP broadcastnya yakni hasil dari
pengurangan diatas
ditambah dengan ip network
172. 16. 6.128
0. 0. 0. 3 +
172. 16. 6.131
Sehingga di dapati
Network : 172.16. 6. 128/30
IP Pertama : 172.16. 6. 129
IP Terakhir : 172.16.6. 130
IP Broadcast : 172.16.6.131
Subnet Mask : 255.255.255.252
Diketahui network 128.25.0.0/21.
Tentukan alokasi sub network masing -masing ?
a.) Network A terdiri dari 31 Pc
b.) Network B terdiri dari 255 Pc
c.) Network C terdiri dari 100 Pc
d.) Network D terdiri dari 525 Pc
e.) Network E terdiri dari 10 Pc
Jawab
Untuk memudahkan maka kita susun dulu jumlah ip yang di
rencanakan dengan ip yang terbanyak maka :
1. Network D terdiri dari 525 Pc
2. Network B terdiri dari 255 Pc
3. Network C terdiri dari 100 Pc
4. Network A terdiri dari 31 Pc
5. Network E terdiri dari 10 Pc
Contoh 2
1. Network D terdiri dari 525 Pc
IP yang digunakan 128.25.0.0/21
Untuk mencari nilai ip range seperti dibawah ini :
255.255.255.255
255.255.252. 0 -
0. 0. 3. 255
Dan untuk mengetahui IP broadcastnya yakni hasil dari
pengurangan diatas ditambah dengan ip network
128. 25. 0. 0
0. 0. 3. 255 +
128. 25. 3 .255
IP Network = 128.25.0.0 /22
IP Valid = 128.25.0.1 s/d 128.25.3.254
IP Broadcast = 128.25.3.255
2. Network B terdiri dari 255 Pc = /23
IP network selanjutnya = 128.25.4.0
Untuk mencari nilai ip range seperti dibawah ini :
255.255.255.255
255.255.254. 0 -
0. 0. 1. 255
Dan untuk mengetahui IP broadcastnya yakni hasil dari
pengurangan diatas ditambah dengan ip network
128. 25. 4. 0
0. 0. 1. 255 +
128. 25. 5. 255
IP Network = 128.25.4.0 /23
IP Valid = 128.25.4.1 - 128.25.4.254
IP Broadcast = 128.25.5.255
3. Network C terdiri dari 100 Pc = /25
IP network selanjutnya = 128.25.6.0
Untuk menceari nilai ip range seperti dibawah ini :
255.255.255.255
255.255.255.128 -
0. 0. 0. 127
Dan untuk mengetahui IP broadcastnya yakni hasil dari
pengurangan diatas ditambah dengan ip network
128.25.6. 0
0. 0. 0.127 +
128.25.6.127
IP Network = 128.25.6.0
IP Valid = 128.25.6.1 - 128.25.6.126
IP Broadcast = 128.25.6.127
4. Network A terdiri dari 31 Pc
IP network selanjutnya = 128.25.6.128
Untuk mencari nilai ip range seperti dibawah ini :
255.255.255.255
255.255.255.192 –
0. 0. 0. 63
Dan untuk mengetahui IP broadcastnya yakni hasil dari
pengurangan diatas ditambah dengan ip network
128.25.6.128
0. 0. 0.63 +
128.25.6.191
IP Network = 128.25.6.128
IP Valid = 128.25.6.129 - 128.25.6.190
IP Broadcast = 128.25.6.191
5. Network E terdiri dari 10 Pc
IP network selanjutnya = 128.25.6.192/28
255.255.255.255
255.255.255.240 –
0. 0. 0. 15
Dan untuk mengetahui IP broadcastnya yakni hasil dari
pengurangan diatas ditambah dengan ip network
128.25.6.192
0. 0. 0.15 +
128. 25.6.207
IP Network = 128.25.6.192
IP Valid = 128.25.6.193-128.25.6.206
IP Broadcast = 128.25.6.207

Subneting PPT Jarkom Rks[1].pptx

  • 1.
  • 2.
    IPPrivatdanIPPublik IP Privat IPPublik  IP privat adalah alamat IP yang digunakan dalam jaringan lokal, seperti di rumah atau di kantor.  IP publik adalah alamat IP yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah perangkat di internet publik.  IP privat tidak dapat diakses secara langsung dari internet karena diisolasi oleh router atau firewall dari internet publik.  IP publik dapat diakses dari internet dan dapat digunakan untuk mengakses sumber daya di internet publik.  IP privat umumnya digunakan untuk jaringan lokal yang digunakan oleh beberapa komputer atau perangkat yang terhubung secara lokal.  IP publik dialokasikan oleh lembaga yang berwenang, seperti Internet Assigned Numbers Authority (IANA), Regional Internet Registries (RIR), atau penyedia layanan internet (ISP).  Setiap perangkat yang terhubung ke internet publik membutuhkan alamat IP publik unik yang memungkinkannya untuk diidentifikasi di internet.
  • 3.
    pembagian kelas padaIPv4 Class Rentangan IP Format Subnetmask Default Prefix Length Jumlah Host Maksimal A 0.0.0.0 s/d 127.255.255.255 N.H.H.H 255.0.0.0 /8 2^24 (16.777.216) host B 128.0.0.0 s/d 191.255.255.255 N.N.H.H 255.255.0.0 /16 2^16 (65.536) host. C 192.0.0.0 s/d 223.255.255.255 N.N.N.H 255.255.255.0 /24 2^8 (256) host. D 224.0.0.0 s/d 239.255.255.255 - - - Kelas D digunakan untuk multicast dan tidak diperuntukkan untuk jumlah host. E 240.0.0.0 s/d 255.255.255.255 - - - Kelas E digunakan untuk tujuan eksperimental dan riset dan tidak diperuntukkan untuk jumlah host. pembagian kelas pada IP Privat pembagian kelas pada IP Publik Class Rentangan IP A 1.0.0.0 s/d 126.255.255.255 B 128.0.0.0 s/d 191.255.255.255 C 192.0.0.0 s/d 223.255.255.255 D 224.0.0.0 s/d 239.255.255.255 E 240.0.0.0 s/d 255.255.255.255 Class Rentangan IP A 10.0.0.0 s/d 10.255.255.255 B 172.16.0.0 s/d 172.31.255.255 C 192.168.0.0 s/d 192.168.255.255
  • 4.
    IP loopback  IPloopback adalah alamat IP khusus dalam jaringan komputer yang menunjuk ke komputer itu sendiri. Alamat IP loopback selalu menjadi 127.0.0.1 untuk protokol IPv4 dan ::1 untuk protokol IPv6. Ketika suatu program atau aplikasi menggunakan alamat IP loopback, data yang dikirim ke alamat tersebut tidak akan keluar jaringan dan akan langsung diteruskan ke sistem operasi yang menjalankan aplikasi tersebut.  Dalam pengembangan perangkat lunak, IP loopback sering digunakan untuk melakukan pengujian aplikasi dan protokol jaringan tanpa perlu terhubung ke jaringan atau Internet. Sebagai contoh, ketika sebuah aplikasi web sedang diuji, dapat menggunakan alamat IP loopback sebagai alamat server web yang memungkinkan pengujian aplikasi tanpa memerlukan koneksi jaringan.  Selain itu, IP loopback juga digunakan untuk keperluan administrasi jaringan, seperti pengujian jaringan atau debugging. Dalam beberapa kasus, alamat IP loopback dapat digunakan sebagai alamat default untuk mengkonfigurasi aplikasi dan perangkat jaringan, seperti server SMTP dan DNS server.
  • 5.
    Subneting  Subnetting adalahproses pembagian jaringan IP yang lebih besar menjadi jaringan yang lebih kecil, yang disebut subnet.  Dalam subnetting, sebuah jaringan IP dipecah menjadi beberapa subnet dengan menggunakan masker sub-jaringan, yang memungkinkan pengguna untuk mengatur lalu lintas jaringan secara lebih efisien.  Dengan subnetting, sebuah jaringan dapat dibagi menjadi beberapa segmen yang terpisah, sehingga memungkinkan pengguna untuk mengoptimalkan lalu lintas jaringan dan mengamankan data.  Untuk memperbanyak network ID dari suatu network id yang sudah ada, dimana sebagaian host ID dikorbankan untuk digunakan dalam membuat ID tambahan.
  • 6.
    Tanpa Subneting Jalan SimpangRaya Indah NO 1 NO 4 NO 3 NO 7 NO 8 NO 10 NO 5 NO 2 NO 11 NO 9 NO 6
  • 7.
    Dengan Subneting Jalan SimpangRaya Indah NO 1 NO 4 NO 3 NO 7 NO 8 NO 10 NO 5 NO 2 NO 11 NO 9 NO 6
  • 8.
    CIDR (Classless Inter-DomainRouting) adalah sebuah teknologi untuk mengatur dan menyebarkan alamat IP secara lebih efisien. Dalam CIDR, alamat IP tidak lagi dibagi ke dalam kelas-kelas tertentu seperti pada IPv4, melainkan menggunakan notasi prefix untuk menentukan jumlah bit yang digunakan sebagai network prefix. Dengan menggunakan notasi prefix, CIDR memungkinkan administrator jaringan untuk membagi subnet dengan lebih fleksibel tanpa terikat oleh batasan-batasan kelas alamat IP. Notasi prefix pada CIDR ditulis dengan menambahkan bilangan setelah alamat IP, yang menunjukkan jumlah bit yang digunakan sebagai network prefix. Sebagai contoh, jika sebuah alamat IP adalah 192.168.0.0 dengan prefix /24, maka alamat IP tersebut memiliki 24 bit yang digunakan sebagai network prefix, dan sisa 8 bit digunakan sebagai host ID. Dengan menggunakan notasi prefix, CIDR memungkinkan penggunaan alamat IP yang lebih efisien, meminimalkan pemborosan alamat IP, dan memudahkan administrasi jaringan. CIDR banyak digunakan di Internet dan menjadi standar yang diterima secara luas untuk mengelola alamat IP. Dengan penggunaan CIDR, internet dan jaringan dapat digunakan secara CIDR (Classless Inter-Domain Routing)
  • 9.
    Ada 2 teknikperhitungan subnetting:  FLSM: fixed length subnet mask. Satu network, kita pecah-pecah menjadi beberapa network (subnet) dimana setiap lebar subnet yang satu sama dengan lebar subnet yang lainnya.  VLSM: variable length subnet mask. Kebalikannya, sebuah network yang kita subnet, menghasilkan subnet-subnet yang berbeda panjang subnet masknya antara subnet satu dengan yang lain.
  • 10.
    Rumus FLSM 1. JumlahSubnet = 2^x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada  (1 oktet terakhir untuk kelas C) (11111111.11111111.11111111.00000000)  (2 oktet terakhir untuk kelas B) (11111111.11111111. .00000000.00000000)  (3 oktet terakhir untuk kelas A) (11111111.00000000. .00000000.00000000) 2. Jumlah Host per Subnet = 2^y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. 3. Blok Subnet = 256 – (nilai oktet terakhir subnet mask)
  • 11.
    Network Address :192.168.1.0/26 Carilah 1. Jumlah subnet ? 2. Jumlah Host persubnet ? 3. Blok Subnet ? 4. Alamat host dan brocast ? Network Address : 192.168.1.0/26 -> 11111111.11111111.11111111.11000000 (255. 255. 255. 192). Jadi X = 2 (X = Banyaknya Binari 1 ) Y = 6 (Y = Banyaknya Binari 0 ) Contoh Perhitungan Subnet Mask IPv4 Kelas C 1. Jumlah Subnet = 2^x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask 2^2 = 4 subnet 1. Jumlah Host per Subnet = 2^y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 2^6 – 2 = 62 host 2. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask=1100.0000=192) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  • 12.
    4. Alamat hostdan broadcast = Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah Subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya. subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192. Sehingga di dapati ;
  • 13.
    Contoh Perhitungan SubnetMask IPv4 Kelas B Network Address : 172.16.0.0/18 Carilah 1. Jumlah subnet ? 2. Jumlah Host persubnet ? 3. Blok Subnet ? 4. Alamat host dan brocast ? Network Address : 172.16.0.0/18 -> 11111111. 11111111. 11000000. 00000000 (255. 255. 192. 0). Jadi X = 2 (X = Banyaknya Binari 1 ) Y = 14 (Y = Banyaknya Binari 0 ) 1. Jumlah Subnet = 2^x, =2^2 = 4 subnet 2. Jumlah Host per Subnet = 2^y – 2 =2^14 – 2 = 16.382 host 3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  • 14.
    4. Alamat hostdan broadcast dengan blok subnet yang didapati adalah 0, 64, 128, 192. deangan Network Address : 172.16.0.0/18 Maka :
  • 15.
    Contoh Perhitungan SubnetMask IPv4 Kelas A Network Address : 10.0.0.0/16 Carilah 1. Jumlah subnet ? 2. Jumlah Host persubnet ? 3. Blok Subnet ? 4. Alamat host dan brocast ? Network Address : 10.0.0.0/16 -> 11111111. 11111111. 00000000. 00000000 (255. 255.0. 0). Jadi X = 2 (X = Banyaknya Binari 1 ) Y = 14 (Y = Banyaknya Binari 0 ) 1. Jumlah Subnet = 2^x, =2^8 = 256 subnet 2. Jumlah Host per Subnet = 2^y – 2 =2^16 – 2 = 65534 host 3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Subnet berikutnya adalah 0,1,2,3,4 dan seterusnya
  • 16.
    4. Alamat hostdan broadcast dengan blok subnet yang didapati adalah 0, 1, 2, 3, . . . s/d 255
  • 20.
    Subneting Dengan VLSM VLSMatau variable length subnet mask adalah jenis perhitungan subnetting dimana panjang subnet mask yang kita berikan akan disesuikan dengan banyaknya jumlah host di setiap subnet tersebut. Contoh 1 Dalam contoh kasus ini misalnya kita akan membangun sebuah jaringan internet dalam sebuah perusahaan besar. Dengan ketentuan Host yang dibutuhkan antaran lain: 1. Ruang Utama 1000 host 2. Ruang Kedua 500 host 3. Ruang Ketiga 100 host 4. Ruang Server 2 host Dengan alamat jaringan 172.16.0.0/16. Gunakan table untuk membantu perhitungan
  • 21.
    1. Ruang Utama1000 host Ip network 172.16.0.0/16. Disini dibutuhkan 1000 host yang akan terhubung dengan internet ,untuk mendapat 1000 host atau lebih perhatikan tabel diatas. Karena yang dibutuhkan1000 maka cari hasil pemangkatan 1000 or >= 1000 host. dari tabel diatas yang sesuai dengan kebutuhan host yang dibutuhkan gunakan 2^10 = 1024 dan subnet mask 255.255.252.0. Untuk mencari nilai ip range seperti dibawah ini : 255.255.255.255 255.255.252. 0 --_ 0. 0. 3. 255 Dan untuk mengetahui IP broadcastnya yakni hasil dari pengurangan diatas ditambah dengan ip network 172. 16. 0. 0 0. 0. 3. 255 + 172. 16. 3.255 Network : 172.16.0.0/22 IP Pertama : 172.16.0.1 IP Terakhir : 172.16.3.254 IP Broadcast : 172.16.3.255 Subnet Mask : 255.255.252.0
  • 22.
    2. Ruang Kedua500 host Ip Network ruangan ke dua 172. 16. 4. 0 didapati dari 1 IP setelah IP Brocast ruangan 1 Untuk Ruangan Kedua host yang dibutuhkan komputer yang bisa terhubung dengan internet sebayak 500 komputer. Untuk mendapatkan 500 host atau lebih maka kita cari pemangkatan yang menghasilkan Host 500 atau lebih. dari tabel diatas yang menghasilkan 500 host >=500 host yang sesuai dengan kebutuhan host yang digunakan 2^9= 512 dan subnet mask 255.255.254.0. Untuk mencari nilai ip range seperti dibawah ini : 255.255.255.255 255.255.254. 0 -- 0. 0. 1. 255 Dan untuk mengetahui IP broadcastnya yakni hasil dari pengurangan diatas ditambah dengan ip network 172. 16. 4. 0 0. 0. 1. 255 + 172. 16. 5. 255 Network : 172. 16. 4. 0/23 IP Pertama : 172.16. 4.1 IP Terakhir : 172.16. 5.254 IP Broadcast : 172.16.5. 255 Subnet Mask : 255.255.254.0
  • 23.
    3. Ruang Server100 Host Ip Network ruangan ke tiga 172. 16. 6. 0 didapati dari 1 IP setelah IP Brocast ruangan ke dua Ruang ke 3 yang membutuhkan 100 host, maka konsep perhitungan kita gunakan konsep kelas C atau bermain pada Oktet ke 4. Untuk mendapatkan 100 host atau lebih maka kita cari pemangkatan yang menghasilkan Host 100 atau lebih. dari tabel diatas yang menghasilkan 100 host >=100 host yang sesuai dengan kebutuhan host yang digunakan 2^7= 128 dan subnet mask 255.255.255.128 Untuk mencari nilai ip range seperti dibawah ini : 255.255.255.255 255.255.255.128 _ 0. 0. 0.127 Dan untuk mengetahui IP broadcastnya yakni hasil dari pengurangan diatas ditambah dengan ip network 172. 16. 6. 0 0. 0. 0.127 + 172. 16. 6.127 Network : 172.16. 6 . 0/25 IP Pertama : 172.16. 6 . 1 IP Terakhir : 172.16. 6 . 126 IP Broadcast : 172.16 .6 .127 Subnet Mask : 255.255.255.128
  • 24.
    4. Ruang Server2 Host Ip Network ruangan ke empat 172.16 .6 .128 didapati dari 1 IP setelah IP Brocast ruangan ke tiga Untuk ruang server membutuhkan 2 host maka digunakan 2^2 dengan subnetmask 255.255.255.252 dengan jumlah host = 4 dikarenakan 2 host lg akan kita gunakan untuk network address dan ip broadcast untuk mencari ip range maka : 255.255.255.255 255.255.255.252 _ 0. 0. 0. 3 Dan untuk mengetahui IP broadcastnya yakni hasil dari pengurangan diatas ditambah dengan ip network 172. 16. 6.128 0. 0. 0. 3 + 172. 16. 6.131 Sehingga di dapati Network : 172.16. 6. 128/30 IP Pertama : 172.16. 6. 129 IP Terakhir : 172.16.6. 130 IP Broadcast : 172.16.6.131 Subnet Mask : 255.255.255.252
  • 25.
    Diketahui network 128.25.0.0/21. Tentukanalokasi sub network masing -masing ? a.) Network A terdiri dari 31 Pc b.) Network B terdiri dari 255 Pc c.) Network C terdiri dari 100 Pc d.) Network D terdiri dari 525 Pc e.) Network E terdiri dari 10 Pc Jawab Untuk memudahkan maka kita susun dulu jumlah ip yang di rencanakan dengan ip yang terbanyak maka : 1. Network D terdiri dari 525 Pc 2. Network B terdiri dari 255 Pc 3. Network C terdiri dari 100 Pc 4. Network A terdiri dari 31 Pc 5. Network E terdiri dari 10 Pc Contoh 2
  • 26.
    1. Network Dterdiri dari 525 Pc IP yang digunakan 128.25.0.0/21 Untuk mencari nilai ip range seperti dibawah ini : 255.255.255.255 255.255.252. 0 - 0. 0. 3. 255 Dan untuk mengetahui IP broadcastnya yakni hasil dari pengurangan diatas ditambah dengan ip network 128. 25. 0. 0 0. 0. 3. 255 + 128. 25. 3 .255 IP Network = 128.25.0.0 /22 IP Valid = 128.25.0.1 s/d 128.25.3.254 IP Broadcast = 128.25.3.255
  • 27.
    2. Network Bterdiri dari 255 Pc = /23 IP network selanjutnya = 128.25.4.0 Untuk mencari nilai ip range seperti dibawah ini : 255.255.255.255 255.255.254. 0 - 0. 0. 1. 255 Dan untuk mengetahui IP broadcastnya yakni hasil dari pengurangan diatas ditambah dengan ip network 128. 25. 4. 0 0. 0. 1. 255 + 128. 25. 5. 255 IP Network = 128.25.4.0 /23 IP Valid = 128.25.4.1 - 128.25.4.254 IP Broadcast = 128.25.5.255
  • 28.
    3. Network Cterdiri dari 100 Pc = /25 IP network selanjutnya = 128.25.6.0 Untuk menceari nilai ip range seperti dibawah ini : 255.255.255.255 255.255.255.128 - 0. 0. 0. 127 Dan untuk mengetahui IP broadcastnya yakni hasil dari pengurangan diatas ditambah dengan ip network 128.25.6. 0 0. 0. 0.127 + 128.25.6.127 IP Network = 128.25.6.0 IP Valid = 128.25.6.1 - 128.25.6.126 IP Broadcast = 128.25.6.127
  • 29.
    4. Network Aterdiri dari 31 Pc IP network selanjutnya = 128.25.6.128 Untuk mencari nilai ip range seperti dibawah ini : 255.255.255.255 255.255.255.192 – 0. 0. 0. 63 Dan untuk mengetahui IP broadcastnya yakni hasil dari pengurangan diatas ditambah dengan ip network 128.25.6.128 0. 0. 0.63 + 128.25.6.191 IP Network = 128.25.6.128 IP Valid = 128.25.6.129 - 128.25.6.190 IP Broadcast = 128.25.6.191
  • 30.
    5. Network Eterdiri dari 10 Pc IP network selanjutnya = 128.25.6.192/28 255.255.255.255 255.255.255.240 – 0. 0. 0. 15 Dan untuk mengetahui IP broadcastnya yakni hasil dari pengurangan diatas ditambah dengan ip network 128.25.6.192 0. 0. 0.15 + 128. 25.6.207 IP Network = 128.25.6.192 IP Valid = 128.25.6.193-128.25.6.206 IP Broadcast = 128.25.6.207