Apa itu Subnetting ? 
Proses memecah satu kelas IP Address menjadi 
beberapa subnet dengan jumlah host yang lebih 
sedikit, dan untuk menentukan batas network ID 
dalam suatu subnet, digunakan subnet mask.
Contoh alamat tanpa subnetting dan 
dengan subnetting :
• Penulisan IP address umumnya adalah dengan 
192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 
192.168.1.2/24 yang artinya bahwa IP address 
192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0 
• /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit 
subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau 
dengan kata lain, subnet masknya adalah 
11111111.11111111.11111111.00000000 
(255.255.255.0)
Berbagai alasan membentuk 
subnetting : 
• Mengurangi trafik jaringan 
• Meningkatkan (optimasi) perfoma suatu 
jaringan 
• Mempermudah manajemen 
• Memisahkan suatu jaringan berskala 
besar (yang terpisah jauh secara 
geografis) ke dalam jaringan-jaringan 
yang lebih kecil (subnet).
Semua pertanyaan tentang subnetting 
akan berkisar di empat masalah: 
•Jumlah Subnet 
•Jumlah Host per Subnet 
•Blok Subnet, dan 
•Alamat Host- Broadcast
Menghitung jumlah subnet dan host : 
• Jumlah subnet = 2x , x= jumlah bit 1 yang 
melebihi default subnet mask 
• Jumlah Host = 2y-2 , y = jumlah bit 0 pada 
subnet mask 
• Jumlah total host = Jumlah subnet x jumlah 
host dalam setiap subnet 
Aturan : Subnet dengan semua “1” atau “0” 
dilarang. 
Host address yang sudah direserve : “0” 
semua (network ID) dan “1” semua 
(broadcast address)
Subnetting IP Address Class C : 
• Contoh: 192.168.1.0 /27 
>> 11111111.11111111.11111111.11100000 (255.255.255.224). 
Penghitungan: 
• Jumlah Subnet = 23= 8 subnet 
• Jumlah Host per Subnet = 25 - 2 = 30 host 
• Blok Subnet = 256 - 224 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 32. 
Subnet berikutnya adalah kelipatan dari 32 
Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 32,64,96, 128, 160, 192, 224. 
• Alamat host dan broadcast yang valid : Sebagai catatan, host 
pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 
angka sebelum subnet berikutnya.
Subnetting IP Address Class B : 
• Analisa: 172.16.0.0 /18 berarti 
11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0). 
Penghitungan: 
• Jumlah Subnet = 22 = 4 subnet 
• Jumlah Host per Subnet = 214 - 2 = 16.382 host 
• Blok Subnet = 256 - 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 
kelipatan 64. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192. 
• Alamat host dan broadcast yang valid :
Subnetting IP Address Class A : 
• Analisa: 10.0.0.0 /16 berarti 
11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0). 
Penghitungan: 
• Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet 
• Jumlah Host per Subnet = 216 - 2 = 65.534 host 
• Blok Subnet = 256 - 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 
0,1,2,3,4, etc. 
• Alamat host dan broadcast yang valid?

Subnetting

  • 2.
    Apa itu Subnetting? Proses memecah satu kelas IP Address menjadi beberapa subnet dengan jumlah host yang lebih sedikit, dan untuk menentukan batas network ID dalam suatu subnet, digunakan subnet mask.
  • 3.
    Contoh alamat tanpasubnetting dan dengan subnetting :
  • 4.
    • Penulisan IPaddress umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24 yang artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0 • /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0)
  • 5.
    Berbagai alasan membentuk subnetting : • Mengurangi trafik jaringan • Meningkatkan (optimasi) perfoma suatu jaringan • Mempermudah manajemen • Memisahkan suatu jaringan berskala besar (yang terpisah jauh secara geografis) ke dalam jaringan-jaringan yang lebih kecil (subnet).
  • 6.
    Semua pertanyaan tentangsubnetting akan berkisar di empat masalah: •Jumlah Subnet •Jumlah Host per Subnet •Blok Subnet, dan •Alamat Host- Broadcast
  • 7.
    Menghitung jumlah subnetdan host : • Jumlah subnet = 2x , x= jumlah bit 1 yang melebihi default subnet mask • Jumlah Host = 2y-2 , y = jumlah bit 0 pada subnet mask • Jumlah total host = Jumlah subnet x jumlah host dalam setiap subnet Aturan : Subnet dengan semua “1” atau “0” dilarang. Host address yang sudah direserve : “0” semua (network ID) dan “1” semua (broadcast address)
  • 8.
    Subnetting IP AddressClass C : • Contoh: 192.168.1.0 /27 >> 11111111.11111111.11111111.11100000 (255.255.255.224). Penghitungan: • Jumlah Subnet = 23= 8 subnet • Jumlah Host per Subnet = 25 - 2 = 30 host • Blok Subnet = 256 - 224 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 32. Subnet berikutnya adalah kelipatan dari 32 Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 32,64,96, 128, 160, 192, 224. • Alamat host dan broadcast yang valid : Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
  • 9.
    Subnetting IP AddressClass B : • Analisa: 172.16.0.0 /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0). Penghitungan: • Jumlah Subnet = 22 = 4 subnet • Jumlah Host per Subnet = 214 - 2 = 16.382 host • Blok Subnet = 256 - 192 = 64. Subnet berikutnya adalah kelipatan 64. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192. • Alamat host dan broadcast yang valid :
  • 10.
    Subnetting IP AddressClass A : • Analisa: 10.0.0.0 /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0). Penghitungan: • Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet • Jumlah Host per Subnet = 216 - 2 = 65.534 host • Blok Subnet = 256 - 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc. • Alamat host dan broadcast yang valid?