Stereotip, Purbasangka, dan
Diskriminasi: Akar Hingga
Penanggulangannya
Muhammad Akhyar
Disampaikan di Kuliah Psikologi Sosial
Program Sarjana Fakultas Psikologi
Universitas Tarumanagara
Bab yang agak menegangkan…
Prejudice, in some form, appears to be an all-
too-common aspect of life in most, if not all,
societies.
(Sidanius & Pratto, 1999)
Karena itu…
Psikologi Sosial yang disinggung oleh Reis (2010)
sebagai bidang ilmu yang “faddish”,
“apa nih yang lagi trending topic?”
Merujuk Ross, Lepper, & Ward (2010) dari tahun
30-an Prejudice & Streotyping sudah diteliti,
50-an Allport menulis “Prejudice”. Lalu
kemudian disusul SIT Tajfel di 70-an, Bargh
dengan priming-nya di 90-an, terakhir Banaji
dengan implicit attitude di milenium baru.
Pengertian Dasar
Stereotip: keyakinan tentang trait atau
karakteristik dari suatu kelompok sosial.
Purbasangka: sikap negatif terhadap anggota
suatu kelompok sosial.
Diskriminasi: tingkah laku membedakan
terhadap anggota kelompok sosial tertentu.
Pengertian Dasar
Stereotip: keyakinan tentang trait atau
karakteristik dari suatu kelompok sosial.
Purbasangka: sikap negatif terhadap anggota
suatu kelompok sosial.
Diskriminasi: tingkah laku membedakan
terhadap anggota kelompok sosial tertentu.
Stereotip berfungsi sebagai skema.
Efek dari: Illusory correlation; Out-group
homogeneity; In-group differentiation;
In-group homogeneity
Istirahat Sejenak
Pengertian Dasar
Stereotip: keyakinan tentang trait atau
karakteristik dari suatu kelompok sosial.
Purbasangka: sikap negatif terhadap anggota
suatu kelompok sosial.
Diskriminasi: tingkah laku membedakan
terhadap anggota kelompok sosial tertentu.
•Persepsi ancaman terhadap self-esteem
•Kompetisi atas sumber daya yang terbatas
(realistic conflict theory)
•Kategori sosial in-group dan out group/us-
versus-them effect (social identity theory)
Pengertian Dasar
Stereotip: keyakinan tentang trait atau
karakteristik dari suatu kelompok sosial.
Purbasangka: sikap negatif terhadap anggota
suatu kelompok sosial.
Diskriminasi: tingkah laku membedakan
terhadap anggota kelompok sosial tertentu.
• blatant discrimination
• subtle discrimination
Sumbangsih Psikologi Sosial?
ď‚§ On Learning Not to Hate
ď‚§ Hipotesis kontak
ď‚§ Rekategorisasi
ď‚§ Collective guilt
ď‚§ Say-no-to-stereotypes training
ď‚§ Social influence
Terimakasih atas
Perhatiannya
““Kita tak pernah bisa berjalan dengan mengingatKita tak pernah bisa berjalan dengan mengingat
bahwa kita telah berkali-kali terjatuh sebelumnya,bahwa kita telah berkali-kali terjatuh sebelumnya,
tetapi dengan memperhatikan betapa banyaktetapi dengan memperhatikan betapa banyak
manusia di sekitar kita yang tak sekadar berjalanmanusia di sekitar kita yang tak sekadar berjalan
tetapi mampu berlari.“tetapi mampu berlari.“
Referensi
Baron, R. A. & Branscombe, N. R (2012). Social Psychology 13rd Edition.
Boston: Pearson
Baumster, R.F. & Finkel, E. J. (2010). Advance Social Psychology:
The State of the Science. London: Oxford University Press
Diskusi Kelompok
Temukanlah sebuah fenomena diskriminasi
dalam kehidupan sehari-hari atau berita di
media umum. Uraian fenomena memiliki 5 W
1 H. Kemudian analisa sebab kemunculan
fenomena sesuai teori yang telah diberikan.
Selanjutnya berikan saran-saran agar hal
tersebut bisa dikurangi atau tidak muncul lagi
di kemudian hari. Saran harus realistis untuk
dilakukan dan diuraikan dengan detail.

Streotyping, Prejudice, and Discrimination

  • 1.
    Stereotip, Purbasangka, dan Diskriminasi:Akar Hingga Penanggulangannya Muhammad Akhyar Disampaikan di Kuliah Psikologi Sosial Program Sarjana Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara
  • 2.
    Bab yang agakmenegangkan… Prejudice, in some form, appears to be an all- too-common aspect of life in most, if not all, societies. (Sidanius & Pratto, 1999)
  • 3.
    Karena itu… Psikologi Sosialyang disinggung oleh Reis (2010) sebagai bidang ilmu yang “faddish”, “apa nih yang lagi trending topic?” Merujuk Ross, Lepper, & Ward (2010) dari tahun 30-an Prejudice & Streotyping sudah diteliti, 50-an Allport menulis “Prejudice”. Lalu kemudian disusul SIT Tajfel di 70-an, Bargh dengan priming-nya di 90-an, terakhir Banaji dengan implicit attitude di milenium baru.
  • 4.
    Pengertian Dasar Stereotip: keyakinantentang trait atau karakteristik dari suatu kelompok sosial. Purbasangka: sikap negatif terhadap anggota suatu kelompok sosial. Diskriminasi: tingkah laku membedakan terhadap anggota kelompok sosial tertentu.
  • 5.
    Pengertian Dasar Stereotip: keyakinantentang trait atau karakteristik dari suatu kelompok sosial. Purbasangka: sikap negatif terhadap anggota suatu kelompok sosial. Diskriminasi: tingkah laku membedakan terhadap anggota kelompok sosial tertentu. Stereotip berfungsi sebagai skema. Efek dari: Illusory correlation; Out-group homogeneity; In-group differentiation; In-group homogeneity
  • 6.
  • 7.
    Pengertian Dasar Stereotip: keyakinantentang trait atau karakteristik dari suatu kelompok sosial. Purbasangka: sikap negatif terhadap anggota suatu kelompok sosial. Diskriminasi: tingkah laku membedakan terhadap anggota kelompok sosial tertentu. •Persepsi ancaman terhadap self-esteem •Kompetisi atas sumber daya yang terbatas (realistic conflict theory) •Kategori sosial in-group dan out group/us- versus-them effect (social identity theory)
  • 8.
    Pengertian Dasar Stereotip: keyakinantentang trait atau karakteristik dari suatu kelompok sosial. Purbasangka: sikap negatif terhadap anggota suatu kelompok sosial. Diskriminasi: tingkah laku membedakan terhadap anggota kelompok sosial tertentu. • blatant discrimination • subtle discrimination
  • 9.
    Sumbangsih Psikologi Sosial? ď‚§On Learning Not to Hate ď‚§ Hipotesis kontak ď‚§ Rekategorisasi ď‚§ Collective guilt ď‚§ Say-no-to-stereotypes training ď‚§ Social influence
  • 10.
    Terimakasih atas Perhatiannya ““Kita takpernah bisa berjalan dengan mengingatKita tak pernah bisa berjalan dengan mengingat bahwa kita telah berkali-kali terjatuh sebelumnya,bahwa kita telah berkali-kali terjatuh sebelumnya, tetapi dengan memperhatikan betapa banyaktetapi dengan memperhatikan betapa banyak manusia di sekitar kita yang tak sekadar berjalanmanusia di sekitar kita yang tak sekadar berjalan tetapi mampu berlari.“tetapi mampu berlari.“ Referensi Baron, R. A. & Branscombe, N. R (2012). Social Psychology 13rd Edition. Boston: Pearson Baumster, R.F. & Finkel, E. J. (2010). Advance Social Psychology: The State of the Science. London: Oxford University Press
  • 11.
    Diskusi Kelompok Temukanlah sebuahfenomena diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari atau berita di media umum. Uraian fenomena memiliki 5 W 1 H. Kemudian analisa sebab kemunculan fenomena sesuai teori yang telah diberikan. Selanjutnya berikan saran-saran agar hal tersebut bisa dikurangi atau tidak muncul lagi di kemudian hari. Saran harus realistis untuk dilakukan dan diuraikan dengan detail.