INTEGRASI SOSIAL
Dibuat Oleh:

Apnia Yoskiana
Inke Febi Safitri
Norma Kurniasih
Rohmat Suryanto

XI IPS 1

(03)
(13)
(19)
(28)
PENGERTIAN

Dari segi bahasa
Latin: integer, integra, integrum  utuh, seluruhnya,
lengkap, komplit, bulat.
Inggris: integration  penggabungan

KBBI: in·teg·ra·si n pembauran hingga menjadi
kesatuan yg utuh atau bulat.
Pengendalian terhadap konflik
dan penyipangan, dalam
sistem sosial dan menyatukan
unsur-unsur dalam masyarakat
yang beraneka ragam.
Integrasi

Disebut integrasi sosial apabila
yang
dikendalikan, disatukan, atau
dikaitkan adalah unsur-unsur
sosial kemasyarakatan.
Kesimpulan

Integrasi sosial adalah proses penyesuaian
unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat
yang berbeda sehingga menjadi satu kesatuan.
Akan ada proses saling menarik, saling
tergantung dan saling menyesuaikan diri
(adaptasi).
DEFINISI MENURUT AHLI
Hendro
Puspito

• Integrasi sosial adalah suatu kondisi kesatuan hidup bersama
dari aneka satuan sistem sosial budaya, kelompok-kelompok
etnis dan kemasyarakatan, untuk berinteraksi dan
bekerjasama, berdasarkan nilai-nilai dan norma-norma dasar
bersama guna mewujudkan fungsi sosial budayayang
maju, tanpa mengorbankan ciri-ciri kebhinekaan yang ada.

Howard
Wrigins

• Integrasi sosial adalah penyatuan bagian yang berbedabeda dari suatu masyarakat menjadikan satu keseluruhan
yang lebih utuh, atau memadukan masyarakat kecil yang
banyak jumlahnya menjadikan satu bangsa

Myron
Weyner

• Integrasi sosial adalah penyatuan kelompok budaya dan
kelompok sosial kedalam satu kesatuan wilayah dan
dalam pembentukan suatu identitas nasional.
SYARAT-SYARAT INTEGRASI SOSIAL

a.
b.

c.

Anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil
saling mengisi kebutuhan satu sama lain.
Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan
(konsensus) bersama mengenai norma-norma dan nilainilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman
dalam berinteraksi satu dan lainnya.
Norma-norma dan nilai-nilai sosial sudah berlaku cukup
lama dan dijalankan secara konsisten serta tidak mudah
mengalami perubahan sehingga dapat menjadi aturan
baku dalam melangsungkan proses interaksi sosial.
FAKTOR-FAKTOR PENENTU
INTEGRASI SOSIAL
Homogenitas kelompok  makin homogen makin
mudah berintegrasi
2. Besar Kecilnya Kelompok  kelompok besar 
majemuk  integrasi sosial mudah dicapai.
3. Mobilitas Geografis  mobilitas sering (datang &
pergi)  mempersulit integrasi
4. Efektivitas Komunikasi  baik  integrasi mudah
1.
FAKTOR-FAKTOR PENDORONG
TERCAPAINYA INTEGRASI SOSIAL
a. Toleransi terhadap kelompok lain dengan
kebudayaan berbeda
b. Sikap menghargai orang lain beserta
kebudayaannya
c. Persamaan unsur-unsur kebudayaan
d. Adanya musuh bersama diluar
e. dll.
BENTUK-BENTUK INTEGRASI SOSIAL

a.

Integrasi Normatif  terjadi karena norma-norma yang
berlaku dalam masyarakat


b.

Integrasi Fungsional  terbentuk karena fungsi-fungsi
tertentu dalam masyarakat


c.

Contoh: Bhineka Tunggal Ika

Contoh: Bersatu dengan melihat fungsi masing-masing
untuk kepentingan bersama

Integrasi Koersif  terbentuk berdasarkan kekuasaan
yang dimiliki penguasa


Contoh: Demo yang rusuh dihentikan dengan gas air mata
oleh polisi
PROSES INTEGRASI SOSIAL
Akomodasi
• Keinginan untuk bekerjasama dari berbagai pihak

Kerjasama
• Kerjasama dan meminimalisir perbedaan

Koordinasi
• Mempertinggi kesatuan tindakan, sikap dan
proses mental

Asimilasi
• Batas-batas akan hilang dan melebur menjadi satu
TERIMA KASIH
-Semoga Bermanfaat-

Integrasi sosial

  • 1.
    INTEGRASI SOSIAL Dibuat Oleh: ApniaYoskiana Inke Febi Safitri Norma Kurniasih Rohmat Suryanto XI IPS 1 (03) (13) (19) (28)
  • 2.
    PENGERTIAN Dari segi bahasa Latin:integer, integra, integrum  utuh, seluruhnya, lengkap, komplit, bulat. Inggris: integration  penggabungan KBBI: in·teg·ra·si n pembauran hingga menjadi kesatuan yg utuh atau bulat.
  • 3.
    Pengendalian terhadap konflik danpenyipangan, dalam sistem sosial dan menyatukan unsur-unsur dalam masyarakat yang beraneka ragam. Integrasi Disebut integrasi sosial apabila yang dikendalikan, disatukan, atau dikaitkan adalah unsur-unsur sosial kemasyarakatan.
  • 4.
    Kesimpulan Integrasi sosial adalahproses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat yang berbeda sehingga menjadi satu kesatuan. Akan ada proses saling menarik, saling tergantung dan saling menyesuaikan diri (adaptasi).
  • 5.
    DEFINISI MENURUT AHLI Hendro Puspito •Integrasi sosial adalah suatu kondisi kesatuan hidup bersama dari aneka satuan sistem sosial budaya, kelompok-kelompok etnis dan kemasyarakatan, untuk berinteraksi dan bekerjasama, berdasarkan nilai-nilai dan norma-norma dasar bersama guna mewujudkan fungsi sosial budayayang maju, tanpa mengorbankan ciri-ciri kebhinekaan yang ada. Howard Wrigins • Integrasi sosial adalah penyatuan bagian yang berbedabeda dari suatu masyarakat menjadikan satu keseluruhan yang lebih utuh, atau memadukan masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjadikan satu bangsa Myron Weyner • Integrasi sosial adalah penyatuan kelompok budaya dan kelompok sosial kedalam satu kesatuan wilayah dan dalam pembentukan suatu identitas nasional.
  • 6.
    SYARAT-SYARAT INTEGRASI SOSIAL a. b. c. Anggotamasyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan satu sama lain. Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan (konsensus) bersama mengenai norma-norma dan nilainilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman dalam berinteraksi satu dan lainnya. Norma-norma dan nilai-nilai sosial sudah berlaku cukup lama dan dijalankan secara konsisten serta tidak mudah mengalami perubahan sehingga dapat menjadi aturan baku dalam melangsungkan proses interaksi sosial.
  • 7.
    FAKTOR-FAKTOR PENENTU INTEGRASI SOSIAL Homogenitaskelompok  makin homogen makin mudah berintegrasi 2. Besar Kecilnya Kelompok  kelompok besar  majemuk  integrasi sosial mudah dicapai. 3. Mobilitas Geografis  mobilitas sering (datang & pergi)  mempersulit integrasi 4. Efektivitas Komunikasi  baik  integrasi mudah 1.
  • 8.
    FAKTOR-FAKTOR PENDORONG TERCAPAINYA INTEGRASISOSIAL a. Toleransi terhadap kelompok lain dengan kebudayaan berbeda b. Sikap menghargai orang lain beserta kebudayaannya c. Persamaan unsur-unsur kebudayaan d. Adanya musuh bersama diluar e. dll.
  • 9.
    BENTUK-BENTUK INTEGRASI SOSIAL a. IntegrasiNormatif  terjadi karena norma-norma yang berlaku dalam masyarakat  b. Integrasi Fungsional  terbentuk karena fungsi-fungsi tertentu dalam masyarakat  c. Contoh: Bhineka Tunggal Ika Contoh: Bersatu dengan melihat fungsi masing-masing untuk kepentingan bersama Integrasi Koersif  terbentuk berdasarkan kekuasaan yang dimiliki penguasa  Contoh: Demo yang rusuh dihentikan dengan gas air mata oleh polisi
  • 10.
    PROSES INTEGRASI SOSIAL Akomodasi •Keinginan untuk bekerjasama dari berbagai pihak Kerjasama • Kerjasama dan meminimalisir perbedaan Koordinasi • Mempertinggi kesatuan tindakan, sikap dan proses mental Asimilasi • Batas-batas akan hilang dan melebur menjadi satu
  • 11.