ANEMIAPENGERTIAN
Istilah Anemia (kurang darah) adalah salah kaprah, karena
biasanya tidak kurang darah umumnya, melaikan kurang
HB atau eritrosit. Anemia terjadi jika kandungan
Heamoglobin pada darah pria kurang 130 gr/l dan pada
wanita 120 gr/ l (atau hb 13 dan 12)
Penyebab anemia :
1. Gangguan sintesa Hb( anemia kekurangan zat besi, anemia sideoakrestik)
2. Pengaruh pada pembentukan eritrosit baru yang diakibatkan oleh hambatan
pada pematangan dan regenerasi eritrosit (anemia megablastik, makrositer,
dan anemia aplastik).
3. Percepatan pengrusakan eritrosit (Anemia Hemolitik)
4. Pendarahan akut dan kronis
TERAPI OBAT OBATAN UNTUK MENGATASI ANEMIA.
1. Anemia kekurangan zat besi.
Walaupun kebutuhan zat besi sangat kecil
(<2 mg /hari), bentuk anemia yang paling seign terjadi
adalah anemia kekurangan zat besi. [ada nemtil
anemia ini kandungan hb jauh berkurang dari jumlah
eritrosit akan lebih kecil dari normal. Hal ini disebut
anemia hipokromik. Penyebab anemia ini adalah :
1. Peningkatan jumlah kebutuhan zat besi( ex. Saat
pertumbuhan dan kehamilan)
2. Peningkatan kehilangan zat besi (ex. Keadaan
menstruasi banyak dan lama)
3. Kekurangan pasokan zat besi (kekurangan
kandungan zat besi pada Makanan)
No Orang Kebuhan
besi
total
tiap hari
Kebutuhan besi tambahan tiap hari
Ekresi
besi tiap
hari
Pertumb
uhan
Haid Kehamil
an
1 Pria dewasa 1.0 1.0
2 Wanita sdg
haid
1.8 1.0 0.8
3 Wanita
monopouse
1.0 1.0
4 Anak-anak 1.2 0.2 1.0
5 Remaja pria 2.0 1.0 1.0
6 Remaja
wanita
2.8 1.0 1.0 0.8
7 Wanita
hamil
3.7 1.0 2.7
Kebutuhan zat besi (mg)selama fase kehidupan
(menurut Becker )
No Nama garam besi Nama dagang
1 Besi (II) aspartat Spartosin
2 Besi (II) Carbonat Ingoferon
3 Besi (II) Khlorida Ferro 66
4 Besi (II) Fumarat Ferrolande, ferrokapsul,
ferumhousman
5 Besi (II) Glukonat Losferon
6 Besi (II) Glisin sulfat Ferrosanol
7 Besi (II) sulfat Ce-ferro forte, kendural,
Plastulin
Preparat besi untuk pemakaian oral
Dosis pemberian secara
oral 100-300 mg / hari
• Efek samping
Pengobatan dengan besi(Fe)
secara oral umumnya berupa
gangguan saluran cerna,
Pemberian parenteral,kalau
berlebih bisa menyebabkan
nausea, muntah, sakit kepala
dan penurunan tekanan darah
2. Anemia Megablastik
Anemia ini disebabkan oleh terganggunya perkembangan eritrosit
akibat kekurangan vit 12 atau asam folat. Kedua vitamin ini
berperan pada sintesis asam dioksiribonukleat dalam sel
sumsum tulang yang belum matang dan mempengaruhi
pembelahan sel . Kekurang zat ini dalam sumsum tulang akan
menyebabkan perlambatan pembelahan sel asal eritrosit.
Didalam sumsum tulang , sel ini tidak matang menjadi eritrosit
normal, akan tetapi terbentuk apa yang dinamakan megalosit.
Dan sejumlah tahap pembelahan tidak terjadi. Dengan
demikian jumlah sel darah merah yang masuk ke dalam aliran
darah akan berkurang.
Asam Folat
Kebutuhan asam folat tubuh rata2 50 mcg sehari tetapi jumlah ini
dipengaruhi oleh kecepatan metaboisme dan laju malih sel
setiap harinya. Kekurangan asam folat sering merupakan
komplikasi dari :
1. Gangguan usus kecil.
2. Alkoholisme
3. Efek toksik alkohol pada sel hepar
4. Anemia hemolitik yang menyebabkan laju malih eritrosit tinggi
No Nama Obat dosis Efek
samping
Nama
dagang
1 Vitamin B 12 100 µ g/hr
Im , iv
Tidak
diketahui
Citobion,
cobal paren
2 Asam folat 10-20 mg oral
1-5 mg parentral
Tidak
diketahui
PREPARAT OBAT UNTUK ANEMIA MEGABLASTIK
3. Anemia Fernicosa
Yaitu suatu bentuk anemia hipokrom ganas yang disebabkan oleh
Difisiensi vitamin B12 (=extrinsic factor) B12 ini tidak dapat diserap
Dari makanan karena tidak adanya intrinsic faktor (castle.1929).
Intrinsic faktor adalah suatu hormon yang disekresi oleh sel perietal
Di ujung lambung.
Gejala : - Kelainan saluran cerna (reabsorpsi buruk, nyeri lidah dll)
- Kerusakan irreversibel dari sistem saraf dengan gangguan
neurologi seperti kesemutan pada kaki, tangan dan kurang
refleksi otot.
Pengobatan dengan pemberian vit B12 . Dengan dosis 100 mcg Im
Pengobatan disarankan selama 3 bulan sampai kadar HB 1 % sehari sampai
Nilainya kembali normal. Kemudian perlu dilanjutkan 1 – 2 bulan lagi guna
Mengisi depot tubuh.
4. Anemia Aplastis
• Yaitu eritrosit atau unsur darah lainnya tidak
terbentuk lagi. Dapat juga disebut jenis primer atau
congenital yang disebabkan oleh keturunan. Jenis
sekunder ditimbulkan oleh perusakna langsung
sumsum tulang sebagai efek obat . Terkenal buruk
dalam kasus ini adalah khloramphenicol,
karbimazol , sitostatika seperti busulfan dan
doksorubisin.
• Cara pencegahan anemia ini adalah dengan
menghentikan pemakaian obat obat tersebut
5. Anemia Hemolitis
Yaitu eritrosit dirusak , Hb dilarutkan dalam serum , dan
diekresikan lewat kemih, hal ini sering terjadi pada
penderita malaria tropica.
Anemia
Anemia

Anemia

  • 1.
    ANEMIAPENGERTIAN Istilah Anemia (kurangdarah) adalah salah kaprah, karena biasanya tidak kurang darah umumnya, melaikan kurang HB atau eritrosit. Anemia terjadi jika kandungan Heamoglobin pada darah pria kurang 130 gr/l dan pada wanita 120 gr/ l (atau hb 13 dan 12) Penyebab anemia : 1. Gangguan sintesa Hb( anemia kekurangan zat besi, anemia sideoakrestik) 2. Pengaruh pada pembentukan eritrosit baru yang diakibatkan oleh hambatan pada pematangan dan regenerasi eritrosit (anemia megablastik, makrositer, dan anemia aplastik). 3. Percepatan pengrusakan eritrosit (Anemia Hemolitik) 4. Pendarahan akut dan kronis
  • 2.
    TERAPI OBAT OBATANUNTUK MENGATASI ANEMIA. 1. Anemia kekurangan zat besi. Walaupun kebutuhan zat besi sangat kecil (<2 mg /hari), bentuk anemia yang paling seign terjadi adalah anemia kekurangan zat besi. [ada nemtil anemia ini kandungan hb jauh berkurang dari jumlah eritrosit akan lebih kecil dari normal. Hal ini disebut anemia hipokromik. Penyebab anemia ini adalah : 1. Peningkatan jumlah kebutuhan zat besi( ex. Saat pertumbuhan dan kehamilan) 2. Peningkatan kehilangan zat besi (ex. Keadaan menstruasi banyak dan lama) 3. Kekurangan pasokan zat besi (kekurangan kandungan zat besi pada Makanan)
  • 3.
    No Orang Kebuhan besi total tiaphari Kebutuhan besi tambahan tiap hari Ekresi besi tiap hari Pertumb uhan Haid Kehamil an 1 Pria dewasa 1.0 1.0 2 Wanita sdg haid 1.8 1.0 0.8 3 Wanita monopouse 1.0 1.0 4 Anak-anak 1.2 0.2 1.0 5 Remaja pria 2.0 1.0 1.0 6 Remaja wanita 2.8 1.0 1.0 0.8 7 Wanita hamil 3.7 1.0 2.7 Kebutuhan zat besi (mg)selama fase kehidupan (menurut Becker )
  • 4.
    No Nama garambesi Nama dagang 1 Besi (II) aspartat Spartosin 2 Besi (II) Carbonat Ingoferon 3 Besi (II) Khlorida Ferro 66 4 Besi (II) Fumarat Ferrolande, ferrokapsul, ferumhousman 5 Besi (II) Glukonat Losferon 6 Besi (II) Glisin sulfat Ferrosanol 7 Besi (II) sulfat Ce-ferro forte, kendural, Plastulin Preparat besi untuk pemakaian oral
  • 5.
    Dosis pemberian secara oral100-300 mg / hari • Efek samping Pengobatan dengan besi(Fe) secara oral umumnya berupa gangguan saluran cerna, Pemberian parenteral,kalau berlebih bisa menyebabkan nausea, muntah, sakit kepala dan penurunan tekanan darah
  • 6.
    2. Anemia Megablastik Anemiaini disebabkan oleh terganggunya perkembangan eritrosit akibat kekurangan vit 12 atau asam folat. Kedua vitamin ini berperan pada sintesis asam dioksiribonukleat dalam sel sumsum tulang yang belum matang dan mempengaruhi pembelahan sel . Kekurang zat ini dalam sumsum tulang akan menyebabkan perlambatan pembelahan sel asal eritrosit. Didalam sumsum tulang , sel ini tidak matang menjadi eritrosit normal, akan tetapi terbentuk apa yang dinamakan megalosit. Dan sejumlah tahap pembelahan tidak terjadi. Dengan demikian jumlah sel darah merah yang masuk ke dalam aliran darah akan berkurang. Asam Folat Kebutuhan asam folat tubuh rata2 50 mcg sehari tetapi jumlah ini dipengaruhi oleh kecepatan metaboisme dan laju malih sel setiap harinya. Kekurangan asam folat sering merupakan komplikasi dari : 1. Gangguan usus kecil. 2. Alkoholisme 3. Efek toksik alkohol pada sel hepar 4. Anemia hemolitik yang menyebabkan laju malih eritrosit tinggi
  • 7.
    No Nama Obatdosis Efek samping Nama dagang 1 Vitamin B 12 100 µ g/hr Im , iv Tidak diketahui Citobion, cobal paren 2 Asam folat 10-20 mg oral 1-5 mg parentral Tidak diketahui PREPARAT OBAT UNTUK ANEMIA MEGABLASTIK 3. Anemia Fernicosa Yaitu suatu bentuk anemia hipokrom ganas yang disebabkan oleh Difisiensi vitamin B12 (=extrinsic factor) B12 ini tidak dapat diserap Dari makanan karena tidak adanya intrinsic faktor (castle.1929). Intrinsic faktor adalah suatu hormon yang disekresi oleh sel perietal Di ujung lambung. Gejala : - Kelainan saluran cerna (reabsorpsi buruk, nyeri lidah dll) - Kerusakan irreversibel dari sistem saraf dengan gangguan neurologi seperti kesemutan pada kaki, tangan dan kurang refleksi otot. Pengobatan dengan pemberian vit B12 . Dengan dosis 100 mcg Im Pengobatan disarankan selama 3 bulan sampai kadar HB 1 % sehari sampai Nilainya kembali normal. Kemudian perlu dilanjutkan 1 – 2 bulan lagi guna Mengisi depot tubuh.
  • 8.
    4. Anemia Aplastis •Yaitu eritrosit atau unsur darah lainnya tidak terbentuk lagi. Dapat juga disebut jenis primer atau congenital yang disebabkan oleh keturunan. Jenis sekunder ditimbulkan oleh perusakna langsung sumsum tulang sebagai efek obat . Terkenal buruk dalam kasus ini adalah khloramphenicol, karbimazol , sitostatika seperti busulfan dan doksorubisin. • Cara pencegahan anemia ini adalah dengan menghentikan pemakaian obat obat tersebut 5. Anemia Hemolitis Yaitu eritrosit dirusak , Hb dilarutkan dalam serum , dan diekresikan lewat kemih, hal ini sering terjadi pada penderita malaria tropica.