PROSPECTING

CLOSING

PRESENTASI

RELATIONSHIP

SITEVISIT

HANDLING
OBJECTION
Integrated Sales Skills

Pajak

KPR

Selling
MODAL UTAMA

Talent

SK

PK
Talenta
• Bakat atau pembawaan seseorang
yang merupakan potensi atau modal
dasar untuk menjadi PENJUAL SUKSES.
• Segala sifat dan sikap mental yang baik
dan positif dari seseorang—jujur, rajin,
ulet, tekun, disiplin, bertanggung jawab,
sopan, kreatif, mudah bergaul,
berpenampilan menarik, menyenangi
pekerjaan menjual, dll.
Product Knowledge
• Pengetahuan mengenai produk
yang sedang dijual yang harus
diketahui secara penuh, detail,
dan mendalam.
– Akan lebih baik lagi jika penjual juga
mengetahui tentang kekuatan dan
kelemahan produk pesaing.
Selling Skills
• Kemampuan dan ketrampilan seorang
penjual dalam menjalankan aktivitas
menjual produk kepada calon
pembeli dengan baik, benar, dan
sistematis sehingga mendapatkan
hasil sesuai yang diharapkan
– Pembeli bersedia membeli produk yang
dijual.
Sulit Menjual?
• Tidak tahu caranya memulai interaksi awal
dgn pembeli
• Tidak tahu harus berbuat apa?
• Harus bagaimana?
• Harus mengatakan apa?
• Terlalu banyak bicara
• Terlalu banyak basa basi
Apa Sebab?
• Penjual dalam menjalankan tugas
dan fungsinya tidak membekali
dirinya dengan pengetahuan dan
ketrampilan teknik menjual yang
cukup memadai, tetapi hanya
mengandalkan naluri alamiah
dan faktor kebiasaan saja.
Solusi
• Solusinya adalah SELLING SKILLS.
Dengan modal teknik menjual yang
baik, seorang penjual akan tampil
beda dan menjadi pemenang yang
luar biasa. Ia akan menjadi lebih
handal, lebih bergairah, dan sukses.
Tiga Teknik Utama

Probing

Supporting

Closing
A# Probing
• Aktivitas untuk menyelidiki,
mencari tahu, menggali Informasi,
Peluang, dan Kebutuhan Prospek,
• Dengan cara mengajukan
pertanyaan pertanyaan yang
tepat dan mengena.
Prospek
• Calon pembeli produk anda.

– Contoh prospek: perorangan,
perusahaan, kantor, instansi, organisasi,
dll.

• Prospek memiliki latar belakang,
kebutuhan, serta sikap yang berbedabeda antara yang satu dengan yang
lainnya.
Klasifikasi Prospek
• Prospek A : diramalkan membeli 1
bulan kedepan, disebut Hot Prospect)
• Prospek B : diramalkan membeli 2 - 6
bulan kedepan
• Prospek C : diramalkan membeli 7 - 12
bulan kedepan
• Prospek D : adalah bukan calon
pembeli , (disebut No Prospect)
Informasi
•

Keterangan atau petunjuk dan halhal penting lainnya yang
berhubungan dengan prospek.
1. Eksternal—pihak di luar prospek yang
memberi informasi atau petunjuk
kepada penjual tentang prospek.
2. Internal—pihak dalam atau prospek
sendiri yang memberi informasi atau
keterangan tentang dirinya kepada
penjual.
Peluang
• Suatu kesempatan baik yang dapat
diolah dan dimanfaatkan oleh
penjual.
• Contoh:
– Koperasi karyawan Sapphire yang
beranggotakan 500 orang memiliki
kebijakan paket/skim Bantuan Uang
Muka Perumahan (BUMP) kepada
anggotanya.
Kebutuhan
• Sesuatu yang sedang dibutuhkan oleh
prospek, dan kebutuhan tersebut
dapat dipenuhi oleh produk yang kita
jual.
Clue Butuh
•
•
•
•
•
•
•

Saya butuh rumah....
Saya ingin rumah ....
Saya perlu rumah ....
Saya berniat membeli rumah ....
Saya sedang mencari rumah ....
Saya mau punya rumah ....
Apa lagi yaa?
Kondisi ‘Pr’ Ciptakan ‘Pe’
• Belum memiliki rumah sendiri (masih
ngekost, tinggal di rumah ortu/mertua,
masih mengontrak, tinggal di
dormitori, dll). Berarti peluangnya
masih sangat besar.
• Sudah memiliki rumah sebelum skim
BUMP diberlakukan. Meskipun
peluangnya tipis, bukan berarti tak
ada lagi peluang.
Dua Teknik Probing
• Sales harus melakukan identifikasi
dengan cermat dan bisa
membedakan antara „Informasi‟,
„Peluang‟, atau „Kebutuhan‟ prospek.
– Karena antara informasi, peluang dan
kebutuhan tersebut, masing-masing
memerlukan penanganan yang berbeda
dan spesifik dari seorang sales.
Rumus Penanganan
• Jika baru berupa INFORMASI, maka
yang harus dilakukan adalah
PROBING.
• Jika baru berupa PELUANG, maka
yang harus dilakukan adalah
PROBING.
• Jika sudah timbul KEBUTUHAN, maka
yang harus anda lakukan adalah
SUPPORTING dan CLOSING.
Kapan Probing?
1. Pada saat pertama kali penjual
membuka atau memulai suatu
interaksi proses menjual untuk
menyelidiki atau mencari tahu latar
belakang, peluang, dan kebutuhan
prospek.
Kapan Probing?
2. Pada saat penjual menghadapi sikap
kontra dari prospek, maka perlu
dilakukan probing untuk mengetahui
apa sebabnya.
3. Pada saat mau closing, perlu diawali
dengan „Close Probe‟ untuk
memastikan sikap prospek yang telah
menyetujui atau menerima produk
yang dijual.
1# Close Probe
• Penyelidikan Tertutup.
• Bentuk pertanyaan yang tujuannya
hanya untuk meminta jawaban YA
atau TIDAK dari prospek, atau
• Prospek hanya memilih salah satu dari
sekian opsi yg diberikan.
Kata Kunci Close Probe
• APAKAH bapak/ibu merasa DP 30%
yang harus dibayar 6x terlalu berat?
• SUDAHKAH bapak/ibu melihat
langsung betapa cantiknya rumah
contoh kami? Meminta prospek memilih alternatif
• BISAKAH bapak/ibu memutuskan
sekarang, sebenarnya butuh rumah 3
kamar atau cukup 2 kamar saja
dengan kemampuan keuangan saat
ini?
2# Open Probe
• Penyelidikan Terbuka.
• Bentuk pertanyaan terbuka untuk
meminta jawaban yg bebas serta rinci
dari prospek.
Kata Kunci Open Probe
• APA sebenarnya yang bapak/ibu
harapkan bisa diperoleh atau
terpenuhi saat membeli sebuah
rumah?
(Latar Belakang)
• MENGAPA bapak/ibu masih merasa
nyaman tinggal di rumah sekarang
yang jelas-jelas langganan banjir di
musim hujan? ..  (Peluang)
• BAGAIMANA bisa merasa sudah
punya rumah jika yang ditinggali
adalah rumah milik mertua? .. (Kebutuhan)
• Dan lain-lain
Catatan
1. Resiko menawarkan sesuatu tanpa
PROBING adalah
“sudah susah payah menjelaskan
ternyata bukan itu yg dibutuhkan
prospek. Jika dipaksakan, timbul
resiko penolakan.”
2. PROBING adalah alat pendeteksi di
awal interaksi menjual. Jika yg kita
hadapi adalah prospek, maka
interaksi menjual dilanjutkan sampai
tuntas. Jika bukan prospek,
dihentikan saja.
3. Ketrampilan terpenting dalam seni
menjual profesional adalah PROBING,
yaitu kemampuan mengajukan
pertanyaan-pertanyaan yang tepat.
Membuat prospek bercerita tentang
diri mereka, sebab orang pasti tertarik
pada diri mereka sendiri, dan itu
adalah minat mereka yg paling
besar.
Kesimpulan
• Dengan satu pertanyaan saja, Anda tampil
beda.
• Tinggalkan teknik menjual gaya lama tanpa
PROBING yang disebut „tell & sell‟ (katakan
& jual), ubahlah dgn cara „menjual secara
konsultatif‟ melalui teknik PROBING.
B# Supporting
• Aktivitas yang digunakan untuk
mendukung, menyokong, atau
memasok kebutuhan prospek dengan
Fitur, Fungsi, dan Manfaat dari produk
yg kita tawarkan,
• Setelah dengan jelas kita mengetahui
kebutuhan prospek melalui teknik
Probing.
Fitur
• Spesifikasi dari suatu produk.
• Contoh :
– Rumah type 45 di Bukit Permata
memiliki spec dinding bata merah
diplester diaci, dicat. Lantai keramik,
rangka atap baja ringan, penutup
atap genting beton flat.
Fungsi
• Kegunaan dari suatu produk.
• Contoh :
– Rumah berfungsi sebagai hunian dan
tempat tinggal. Berlindung dari panas
terik matahari dan air hujan.
Manfaat
• Nilai dari suatu produk.
• Contoh :
– Memiliki rumah di GS memberikan rasa
kebanggaan, karena komplek
perumahannya memiliki kualitas
infrastruktur yang bagus dan berkelas,
juga dilengkapi dengan fasilitas yang
memadai, misal; kolam renang, futsal,
fasilitas ibadah, pertokoan, dll.
Kapan Supporting?
1. Pada saat Prospek telah menjawab
Probing dari sales, dengan
menjelaskan kebutuhannya
2. Pada saat sales sudah mengetahui
dengan jelas apa kebutuhan Prospek
Cara Supporting
• Membenarkan serta mendukung apa
yang menjadi kebutuhan Prospek
• Memperkenalkan dan
mempresentasikan, serta mengusulkan
atau merekomendasikan Fitur, Fungsi
& Manfaat dari produk kepada
Prospek
Catatan
1. Mempresentasikan “Fitur” =
menjelaskan spesifikasi produk
2. Mempresentasikan “Fungsi” =
menjelaskan kegunaan produk
3. Mempresentasikan “Manfaat” =
membuat Prospek merasa butuh
untuk membeli produk
Pembeli tidak membeli Fitur &
Fungsi, tapi Manfaat & Solusi
Mengapa Supporting?
• Untuk menunjukkan empati sales
kepada Prospek, bahwa sales benarbenar memahami dan ikut merasakan
penting atau urgensinya kebutuhan
prospek terhadap manfaat produk
Contoh Kalimat
“Ya, betul sekali apa yg dikatakan
bapak/ibu bahwa dengan sudah
besarnya anak2, mereka memerlukan
kamar yg terpisah dari ortu. Ditambah
kebutuhan kamar utk pembantu,
maka jelas nampak bpk/ibu
membutuhkan sebuah hunian yg
minimal memiliki 3 kamar. Nah, di
lokasi kami tersedia T-54/120 yg
memenuhi kebutuhan tersebut …”
Jika Supporting Ditolak
• Lakukan Probing lagi guna
mengetahui penyebabnya
• Setelah berhasil mengetahui
penyebabnya, baru dilakukan
Supporting kembali
Supporting
PROBING

SUPPORTING

Sales
Nah, jika butuh rumah 3 kamar berarti
cocok membeli T-65/120 ini ..?
Customer
Tapi saya tidak mampu, karena
angsurannya bulanannya hampir 3jt
selama 10 tahun
Sales
Kalau boleh tahu, kenapa tidak
mampu? Bukankah tadi bpk katakan
income perbulan 9jt, berarti
memenuhi kriteria 3x angsuran ..
Customer
Ya, tapi yg 2jt didalam jumlah itu
adalah bonus atau upah lembur yg
belum tentu didapat dgn rutin

Sales
Kalau begitu, bagaimana kalau saya
usul bpk menambah uang mukanya
kisaran 20jt, lalu tenornye pilih yg 15th.
Angsurannya jatuh 2,3jt/bln
Customer
Ya, kalau senilai itu sepertinya saya
mampu..
Sales
Saya setuju sekali dgn bpk. Karena
sudah jelas bpk membutuhkan rumah
3 kamar. Kalau memilih rumah type
kecil tidak memberi solusi. Menambah
uang muka, dan memilih tenor 15 th
adalah solusi terbaik untuk
memperoleh apa yg bpk butuhkan ..
Catatan
1. SUPPORTING hanya efektif jika
sebelumnya didahului dengan
Probing
2. Menjual bukanlah langsung
melakukan SUPPORTING. Sales yg
hanya menguasai Product
Knowledge biasanya cenderung
langsung melakukan Supporting
tanpa Probing
3. Saat melakukan SUPPORTING, jangan
mencela produk pesaing hanya
untuk mengatakan produk Anda
lebih baik.
4. Produk kita lebih baik karena
memang menawarkan Manfaat &
Solusi sesuai dengan kebutuhan
customer
C# Closing
• Teknik CLOSING digunakan untuk
menutup atau mengakhiri suatu
interaksi proses menjual,
• Dengan tujuan untuk mendapatkan
suatu deal atau kesepakatan dari
Prospek
Kapan Harus Closing?
• Pada saat sales telah berhasil
menyelesaikan Probing dan
Supporting dengan baik dan sukses,
dan kemudian Prospek menunjukkkan
sikap „acceptance‟ atau menerima
produk yg Anda tawarkan
Buying Signal
• Kadangkala sikap acceptance dari
prospek tidak terlalu nyata.
• Yg nampak hanya buying signal
(isyarat membeli) saja.
• Bisa berupa verbal (kata-kata) atau
visual (bahasa tubuh)
Pernyataan
Prospek secara
verbal
- Ya, saya mau ..
- Ya, saya suka ..
- Ya, saya setuju ..
- Ya, kelihatannya
bagus ..
- Ya, kelihatannya
cocok ..
- - Ya, sesuai yg
kami butuhkan ..

Pernyataan
Prospek secara
visual
- Ekspresi wajah yg
senang, gembira,
tersenyum
- Menganggukkan
kepala
How Do Closing?
• Menyimpulkan kembali kebutuhan
Prospek serta manfaat produk yg telah
diterima atau disetujui oleh Prospek
• Mengajukan sales order (Pernyataan
Untuk Pembeli, Surat Pesanan
Pembelian Rumah) untuk ditandatangani Prospek
• Jika Prospek menolak tanda-tangan,
lakukan Probing lagi secara Close
Probe utk mengetahui penyebabnya,
baru dilakukan upaya closing lagi
Handling Objection
• Jika Prospek tetap menolak, mungkin
Prospek perlu waktu
• Maka yang perlu adalah:
1. Mengirimkan surat penawaran secara
tertulis
2. Melakukan konfirmasi ulang secara
intensif by phone (kombinasi probing
dan supporting)
3. Menemui ulang prospek untuk
melakukan probing, supporting dan
closing
Why Parafrase?
Utk mengingatkan dan menegaskan
kembali, serta mendapatkan
pengakuan Prospek ttg kebutuhannya
thd manfaat produk yg telah diterima
atau disetujui dlm pembicaraan
sebelumnya.
Kalimat Pendahuluan
• Awali dgn suatu „kalimat
pendahuluan‟ yang baik, untuk
menarik dan memusatkan perhatian
Prospek pada kesimpulan yang akan
disampaikan,
• Sebelum sales menyimpulkan kembali
kebutuhan Prospek serta manfaat
produk
Contoh
Baiklah, sebelum kita mengakhiri
pertemuan ini, saya ingin menyimpulkan
hasil pembicaraan kita tadi bahwa bpk
membutuhkan rumah 3 kamar, yaitu T54/120, dgn penambahan uang muka
Rp. 20 jt dari UM standard (20%), lalu
memilih jangka waktu kredit 15 th. Bpk
sudah berminat utk unit H-10, tetapi
minta waktu dulu mau mengajak anak
istri bpk survei lokasi pada hari Minggu
nanti .. Betul ya bpk?
4 Kemungkinan Closing
• KEBUTUHAN; artinya Prospek memang ada
kebutuhan utk membeli produk kita
• KEMAUAN; artinya Prospek memang ada
kemauan utk membeli produk kita
• KEMAMPUAN; artinya Prospek memang
mampu (ada uang) utk membeli produk
kita
• KEPUTUSAN; artinya Prospek memang ada
kewenangan mengambil keputusan utk
membeli produk kita
Catatan
• Jika salah satu dari empat unsur tadi
tidak terpenuhi, maka bisa dipastikan
Prospek tidak akan pernah membeli
produk kita
• Jangan takut melakukan Closing
hanya karena takut ditolak, takut
dianggap terlalu agresif, atau takut
dianggap mengambil sesuatu dari
Prospek
• Jika terjadi Closing, maka terjadi
kondisi „win-win‟ karena sales berhasil
membantu Prospek mendapatkan
sesuatu yg dibutuhkan
• Jika gagal Closing, maka sales harus
tetap menghormati sikap dan
keputusan Prospek, dan jangan
sampai menampakkan sikap kecewa
didepan Prospek
• Sales tidak boleh memaksa Prospek,
tetapi justru harus mengerti dan
memahami kebutuhan Prospek
• Prospek yg gagal Closing harus tetap
di-maintain sbg asset, karena suatu
saat mungkin bisa menjadi Prospek
potensial lagi
5 Sikap Prospek
1. ACCEPTANCE (menerima/menyetujui)
2. SKEPTICISM
(menyangsikan/meragukan)
3. INDIFFERENT (acuh/tidak tertarik)
4. OBJECTION (keberatan/menolak)
5. UNCLEAR (tidak jelas/mengambang)
1# Acceptance
• Kapan?
Pada saat setelah sales berhasil
melakukan Probing dan Supporting dgn
sukses, sehingga akhirnya Prospek dapat
menerima atau menyetujui produk yg kita
tawarkan

• Apa yg harus dilakukan?
Jika Prospek sudah menunjukkan „Buying
Signal‟, maka yg harus segera sales
lakukan adalah CLOSING
2# Scepticism
• Kapan?
Biasanya pada saat sales melakukan
supporting atau justru pada saat akan
dilakukan closing
• Bagaimana cara menangani?
Membuat sebuah pembuktian (proof)
utk meyakinkan dan menghilangkan
kesangsian/keraguan Prospek dgn
cara menunjukkan „Proof Source‟
SHGB, IMB, MOU KPR DGN BANK,
COMPANY PROFILE, WEBSITE,
DOKUMEN AMDAL (UKL/UPL),
BROSUR DAN DAFTAR HARGA,
SPESIFIKASI, DRAFT SPJB, DLL
3# Indifferent
• Kapan ?
Prospek menunjukkan sikap indifferent
biasanya pd awal pertemuan, yaitu
saat sales melakukan probing. Tapi
bisa juga pada saat supporting.
• Bagaimana cara menangani ?

1. Lakukan Probing guna mengetahui latar
belakang Prospek dan untuk membuka
suatu Peluang
2. Lakukan Probing lagi guna menciptakan
kebutuhan Prospek terhadap produk
kita yang mungkin selama ini tidak
disadarinya
3. Lakukan Supporting dengan cara
mempresentasikan fitur, fungsi, dan
manfaat produk kita
4. Segera lakukan Closing jika Prospek
sudah menunjukkan sikap Acceptance
4# Objection
• Kapan?
biasanya pada saat sales melakukan
probing, supporting, juga closing
• Beberapa alasan menolak

1. Karena terdapat suatu hal dari produk
kita yg kurang disukai atau kurang bisa
diterima oleh Prospek. Misal; fitur, fungsi,
manfaat yg belum memenuhi
kebutuhannya. Atau karena harga dan
cara pembayarannya yg kurang cocok.
2. Karena terjadi salah sangka atau salah
pengertian dari Prospek terhadap
produk kita, yg disebabkan oleh
kesalahan informasi yg pernah diperoleh
dari sumber lain yg kurang benar.
• Bagaimana cara menangani?
1. Mengingatkan kembali Prospek pd
keinginan dan kebutuhannya yg sudah
dapat dipenuhi oleh produk kita
2. Lakukan Probing lagi guna mengetahui
kebutuhan lainnya yg mungkin belum
terungkap
3. Jika kebutuhan lainnya sdh diketahui,
lakukan Supporting kembali dgn sebaikbaiknya
4. Jika sikap Objection sudah hilang/
menipis, segera lakukan Closing
Catatan
• Jangan sampai sales berbalik ikut
mendukung dan membenarkan
pernyataan Prospek yg keliru atau yg
bermaksud menjatuhkan produk kita
Prospek mengatakan;

Sales mengatakan,

“Harga produk GS
lebih mahal
dibandingkan dgn
yg lainnya ..!”

“Ya, saya akui …”

Prospek mengatakan;

Sales mengatakan,
“Ya, memang
demikian …”

“Mutu bangunan GS
kurang bagus …!”
• Jangan minder atau gugup ketika
digertak (bluffing) oleh Prospek
• Sebaliknya, jangan terlalu ego dan
arogan dlm menanggapi pernyataan
Prospek yg ingin menjatuhkan produk
kita, apalagi sampai harus berdebat.
Percuma menang debat, tetapi tak
jadi menjual.
• Catat dan rekam setiap penolakan
dlm memori pengalaman anda,
karena yg akan dihadapi dari waktu
ke waktu sebenarnya hampir sama.
• Cari solusinya, belajar atasi penolakan
supaya lain kali hasilnya lebih baik.
6# Unclear
• Kapan?
Sesuai dgn sikapnya, semua serba
tidak jelas
• Bagaimana cara menangani?

1. Lakukan Probing guna mengetahui latar
belakang, kebutuhan, dan sikap Prospek
yg sebenarnya
2. Sebaiknya jangan memaksakan diri
membuang waktu dan energi jika sikap
Prospek tidak bisa dipengaruhi
• Apa yg harus dilakukan?

1. Lakukan Supporting dengan cara
mempresentasikan, mengusulkan atau
merekomendasikan fitur, fungsi, dan
manfaat produk kita
2. Segera lakukan Closing jika Prospek
sudah menunjukkan sikap Acceptance
Habit #1
• Setiap sales harus terus dan tetap
mencari Prospek baru setiap hari, yg
lazim disebut sbg aktivitas
„Prospecting‟.
• Untuk industri properti, umumnya
target prospecting adalah 5-10
customer tiap hari per sales. Karena
dari jumlah tsb, hanya kisaran 10% saja
yg benar2 bisa ditindak lanjuti.
• Ingat; “No day without Prospecting”
Habit #2
•
-

Seorang Sales harus bisa mengolah ;
Informasi menjadi Peluang
Peluang menjadi Prospek
Prospek menjadi Pembeli
Pembeli menjadi Pelanggan
Habit #3
- Sales harus bisa bekerja sendiri tanpa
harus disuruh atau diawasi atasan/org
lain
- Seorang sales biasanya mendapatkan
kebebasan dlm hal waktu kerja.
Jangan sampai kebebasan itu justru
membuat sales tidak disiplin, yang
akibatnya justru mengurangi
penghasilannya sendiri
JANGAN BUANG WAKTU
DENGAN DUDUK-DUDUK ATAU
NGRUMPI MENUNGGU
KONSUMEN. MESTI PRO AKTIF
JEMPUT BOLA. WAKTU ADALAH
UANG.
Telepon dan Tamuk
- Jarang sekali ada penjualan yg sukses
hanya dgn melakukan telepon
(apalagi sms). Karena resep jitu utk
berinteraksi dgn Prospek adalah
melalui tatap muka.
- Jika Prospek yg menelpon duluan,
maka segera agendakan utk
membuat tatap muka. Mengundang
Prospek dtg ke kantor pemasaran,
atau sales yg mengunjungi Prospek.
- Telepon hanya efektif utk membuat
janji bertemu (tatap muka), atau
memfollow-up prospek yg pernah
bertemu sebelumnya
- Untuk membangkitkan keyakinan diri
anda, disarankan menelpon dgn posisi
berdiri, dan keluarkanlah suara anda
yg paling merdu dan mantap supaya
enak didengar.
Kata Positif
• Contoh kata-kata positif :
“Hari ini saya sengaja datang khusus
utk menemui bpk guna memberikan
penjelasan mengenai produk
perumahan PKP …”
“Baiklah, saya akan kirim brosur dan
daftar harga 5 set, dilampiri ilustrasi
bayar. Dan saya kirim melalui kurir
siang ini juga ..”
• Contoh kata-kata negatif ;
“Kebetulan saya lewat sini, jadi saya
mampir, siapa tahu bpk mau memberi
waktu buat saya ..”
“Boleh atau tidak saya kirimkan surat
penawaran dan brosur? Maunya
berapa set? Maunya dikirim kapan?”
Promosi Diri
1. Jangan malu menyebutkan profesi
anda sbg „sales properti GS‟ kpd
siapa saja yg bertanya apa profesi
atau pekerjaan anda.
2. Gunanya adalah utk mendapatkan
umpan balik berupa informasi,
peluang, dan prospek dari org yg
sudah tahu profesi anda. Dgn
sendirinya semua org tahu dan
mengingat anda sbg sales properti
GS, dan jika ada informasi, peluang
atau prospek akan langsung
menghubungi anda.
3. Secara alamiah akan terbentuk
jaringan yg meluas tanpa anda
sadari. Ingat, jaringan yg luas serta
relasi yg banyak akan mendukung
keberhasilan sales.
Menyangkal Diri
• Banyak sales yg belum sepenuhnya
menghayati dan menghargai
profesinya sendiri sbg sales/ penjual.
Jika ditanya apa profesinya, lebih suka
menyebut „marketing‟ daripada
sebagai „sales‟. Padahal
kenyataannya berprofesi sbg
sales/penjual.
• Kalaupun terpaksa mengatakan sbg
sales, masih ditambahi dgn
keterangan semua hanya sbg pengisi
waktu kosong sebelum mendapatkan
job yg lain. Sales bermental negatif spt
ini sangat disayangkan, karena jelas
menyangkal profesinya sendiri
• Jangan berharap bisa menjadi sales
yg sukses karena sama saja sudah
menutup jalannya sendiri.
Watch Action!
• PENAMPILAN
Penampilan yg baik menunjukkan
sales menaruh hormat thd prospek
• KONDISI TUBUH & SUASANA HATI
Kondisi tubuh harus dlm keadaan
segar dan fit. Suasana hati juga sdg
good mood dan emosi yg stabil
Watch and Do
• SENYUM
Senyum yg tulus memancarkan aura
yg besar pengaruhnya
• MENYEBUT NAMA PROSPEK
Menyebut nama prospek dgn benar
dan sopan membawa dampak
psikologis yg positif, yaitu rasa
keakraban
Watch and Do
• BERJABAT TANGAN
Menciptakan kesan hangat dan akrab
• BERTUKAR KARTU NAMA
Dilakukan diawal interaksi. Diserahkan
dgn 2 tangan, dimana posisi kartu
nama menghadap ke prospek.
Jangan segera masuk kantong, tapi
ditaruh di meja dgn nama
menghadap kita.
Watch and Do
• POSISI & SIKAP DUDUK
Jangan kaku. Duduklah dgn tenang
dan serileks mungkin.
• MENGATUR NAFAS
Tariklah nafas panjang, lalu lepaskan
pelan2 melalui hidung 3-4x helaan,
sebelum memulai pembicaraan.
Watch and Do
• PEMILIHAN KOSA KATA
Berbicaralah dgn tenang & konsentrasi
serta tidak tergesa gesa. Pikirkan dulu
kata-kata yg akan diucapkan, dan
lakukan dgn teratur serta artikulasi yg
jelas
• NADA & TEKANAN SUARA
Perhatikan nada suara & tekanannya.
Jangan monoton. Hal yg penting perlu
dgn tekanan suara khusus
• MERESPON PERTANYAAN
Pertanyaan dari prospek harus
direspon. Jika pertanyaan berbobot,
jawablah dgn taktis, rasional dan
serius. Jika pertanyaan ringan,
jawablah dgn singkat.
• MENATAP WAJAH
Tataplah wajah lawan bicara anda.
Jangan membuang muka ke tempat
lain. Jika sorot matanya terlalu kuat
dan tajam, siasati dgn tidak terus
menerus menatap mata, tetapi
diselingi ke alis atau bulu matanya
Watch and Do
• MEMBERIKAN BROSUR
Disarankan utk tidak memberikan
brosur sebelum probing. Terburu-buru
memberi brosur akan memancing
sales langsung melakukan supporting
• MENYEBUTKAN HARGA
Sebutkan harga dgn angka yg pasti,
jangan ragu-ragu.
• Disarankan menggantinya dgn kata
„nilai investasi‟. Karena harga
mengandung konotasi biaya yg harus
dipikul. Sedangkan nilai investasi
mengandung keuntungan yg akan
dinikmati
Watch and Do
• UCAPKAN TERIMA KASIH
Biasakan mengucap terima kasih utk
perhatian, kesempatan dan
kerjasama yg baik dari prospek
• MINTA PENILAIAN
Ini adalah kreativitas yang sulit untuk
dilakukan. Padahal berguna utk
evaluasi.
• Tanyakan kepada prospek hal
penilaian atau komentarnya
mengenai kemampuan Anda sebagai
sales di akhir interaksi. Terlepas apakah
prospek berhasil closing atau gagal
closing.
Watch and Do
• MINTA REFERENSI
Lakukan ini sebagai sebuah kewajiban
di akhir interaksi, yaitu meminta
referensi nama calon2 pembeli
lainnya. Artinya sambil menyelam
minum air. Jika kewajiban ini
dijalankan dgn baik, maka sales tak
perlu repot-repot melakukan
prospecting, karena daftar nama
sudah mengalir sendirinya.

Selling Skills for Property

  • 1.
  • 2.
  • 3.
  • 4.
    Talenta • Bakat ataupembawaan seseorang yang merupakan potensi atau modal dasar untuk menjadi PENJUAL SUKSES. • Segala sifat dan sikap mental yang baik dan positif dari seseorang—jujur, rajin, ulet, tekun, disiplin, bertanggung jawab, sopan, kreatif, mudah bergaul, berpenampilan menarik, menyenangi pekerjaan menjual, dll.
  • 5.
    Product Knowledge • Pengetahuanmengenai produk yang sedang dijual yang harus diketahui secara penuh, detail, dan mendalam. – Akan lebih baik lagi jika penjual juga mengetahui tentang kekuatan dan kelemahan produk pesaing.
  • 6.
    Selling Skills • Kemampuandan ketrampilan seorang penjual dalam menjalankan aktivitas menjual produk kepada calon pembeli dengan baik, benar, dan sistematis sehingga mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan – Pembeli bersedia membeli produk yang dijual.
  • 7.
    Sulit Menjual? • Tidaktahu caranya memulai interaksi awal dgn pembeli • Tidak tahu harus berbuat apa? • Harus bagaimana? • Harus mengatakan apa? • Terlalu banyak bicara • Terlalu banyak basa basi
  • 8.
    Apa Sebab? • Penjualdalam menjalankan tugas dan fungsinya tidak membekali dirinya dengan pengetahuan dan ketrampilan teknik menjual yang cukup memadai, tetapi hanya mengandalkan naluri alamiah dan faktor kebiasaan saja.
  • 9.
    Solusi • Solusinya adalahSELLING SKILLS. Dengan modal teknik menjual yang baik, seorang penjual akan tampil beda dan menjadi pemenang yang luar biasa. Ia akan menjadi lebih handal, lebih bergairah, dan sukses.
  • 10.
  • 11.
    A# Probing • Aktivitasuntuk menyelidiki, mencari tahu, menggali Informasi, Peluang, dan Kebutuhan Prospek, • Dengan cara mengajukan pertanyaan pertanyaan yang tepat dan mengena.
  • 12.
    Prospek • Calon pembeliproduk anda. – Contoh prospek: perorangan, perusahaan, kantor, instansi, organisasi, dll. • Prospek memiliki latar belakang, kebutuhan, serta sikap yang berbedabeda antara yang satu dengan yang lainnya.
  • 13.
    Klasifikasi Prospek • ProspekA : diramalkan membeli 1 bulan kedepan, disebut Hot Prospect) • Prospek B : diramalkan membeli 2 - 6 bulan kedepan • Prospek C : diramalkan membeli 7 - 12 bulan kedepan • Prospek D : adalah bukan calon pembeli , (disebut No Prospect)
  • 14.
    Informasi • Keterangan atau petunjukdan halhal penting lainnya yang berhubungan dengan prospek. 1. Eksternal—pihak di luar prospek yang memberi informasi atau petunjuk kepada penjual tentang prospek. 2. Internal—pihak dalam atau prospek sendiri yang memberi informasi atau keterangan tentang dirinya kepada penjual.
  • 15.
    Peluang • Suatu kesempatanbaik yang dapat diolah dan dimanfaatkan oleh penjual. • Contoh: – Koperasi karyawan Sapphire yang beranggotakan 500 orang memiliki kebijakan paket/skim Bantuan Uang Muka Perumahan (BUMP) kepada anggotanya.
  • 16.
    Kebutuhan • Sesuatu yangsedang dibutuhkan oleh prospek, dan kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh produk yang kita jual.
  • 17.
    Clue Butuh • • • • • • • Saya butuhrumah.... Saya ingin rumah .... Saya perlu rumah .... Saya berniat membeli rumah .... Saya sedang mencari rumah .... Saya mau punya rumah .... Apa lagi yaa?
  • 18.
    Kondisi ‘Pr’ Ciptakan‘Pe’ • Belum memiliki rumah sendiri (masih ngekost, tinggal di rumah ortu/mertua, masih mengontrak, tinggal di dormitori, dll). Berarti peluangnya masih sangat besar. • Sudah memiliki rumah sebelum skim BUMP diberlakukan. Meskipun peluangnya tipis, bukan berarti tak ada lagi peluang.
  • 19.
    Dua Teknik Probing •Sales harus melakukan identifikasi dengan cermat dan bisa membedakan antara „Informasi‟, „Peluang‟, atau „Kebutuhan‟ prospek. – Karena antara informasi, peluang dan kebutuhan tersebut, masing-masing memerlukan penanganan yang berbeda dan spesifik dari seorang sales.
  • 20.
    Rumus Penanganan • Jikabaru berupa INFORMASI, maka yang harus dilakukan adalah PROBING. • Jika baru berupa PELUANG, maka yang harus dilakukan adalah PROBING. • Jika sudah timbul KEBUTUHAN, maka yang harus anda lakukan adalah SUPPORTING dan CLOSING.
  • 21.
    Kapan Probing? 1. Padasaat pertama kali penjual membuka atau memulai suatu interaksi proses menjual untuk menyelidiki atau mencari tahu latar belakang, peluang, dan kebutuhan prospek.
  • 22.
    Kapan Probing? 2. Padasaat penjual menghadapi sikap kontra dari prospek, maka perlu dilakukan probing untuk mengetahui apa sebabnya. 3. Pada saat mau closing, perlu diawali dengan „Close Probe‟ untuk memastikan sikap prospek yang telah menyetujui atau menerima produk yang dijual.
  • 23.
    1# Close Probe •Penyelidikan Tertutup. • Bentuk pertanyaan yang tujuannya hanya untuk meminta jawaban YA atau TIDAK dari prospek, atau • Prospek hanya memilih salah satu dari sekian opsi yg diberikan.
  • 24.
    Kata Kunci CloseProbe • APAKAH bapak/ibu merasa DP 30% yang harus dibayar 6x terlalu berat? • SUDAHKAH bapak/ibu melihat langsung betapa cantiknya rumah contoh kami? Meminta prospek memilih alternatif
  • 25.
    • BISAKAH bapak/ibumemutuskan sekarang, sebenarnya butuh rumah 3 kamar atau cukup 2 kamar saja dengan kemampuan keuangan saat ini?
  • 26.
    2# Open Probe •Penyelidikan Terbuka. • Bentuk pertanyaan terbuka untuk meminta jawaban yg bebas serta rinci dari prospek.
  • 27.
    Kata Kunci OpenProbe • APA sebenarnya yang bapak/ibu harapkan bisa diperoleh atau terpenuhi saat membeli sebuah rumah? (Latar Belakang)
  • 28.
    • MENGAPA bapak/ibumasih merasa nyaman tinggal di rumah sekarang yang jelas-jelas langganan banjir di musim hujan? ..  (Peluang)
  • 29.
    • BAGAIMANA bisamerasa sudah punya rumah jika yang ditinggali adalah rumah milik mertua? .. (Kebutuhan) • Dan lain-lain
  • 30.
    Catatan 1. Resiko menawarkansesuatu tanpa PROBING adalah “sudah susah payah menjelaskan ternyata bukan itu yg dibutuhkan prospek. Jika dipaksakan, timbul resiko penolakan.”
  • 31.
    2. PROBING adalahalat pendeteksi di awal interaksi menjual. Jika yg kita hadapi adalah prospek, maka interaksi menjual dilanjutkan sampai tuntas. Jika bukan prospek, dihentikan saja.
  • 32.
    3. Ketrampilan terpentingdalam seni menjual profesional adalah PROBING, yaitu kemampuan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tepat. Membuat prospek bercerita tentang diri mereka, sebab orang pasti tertarik pada diri mereka sendiri, dan itu adalah minat mereka yg paling besar.
  • 33.
    Kesimpulan • Dengan satupertanyaan saja, Anda tampil beda. • Tinggalkan teknik menjual gaya lama tanpa PROBING yang disebut „tell & sell‟ (katakan & jual), ubahlah dgn cara „menjual secara konsultatif‟ melalui teknik PROBING.
  • 34.
    B# Supporting • Aktivitasyang digunakan untuk mendukung, menyokong, atau memasok kebutuhan prospek dengan Fitur, Fungsi, dan Manfaat dari produk yg kita tawarkan, • Setelah dengan jelas kita mengetahui kebutuhan prospek melalui teknik Probing.
  • 35.
    Fitur • Spesifikasi darisuatu produk. • Contoh : – Rumah type 45 di Bukit Permata memiliki spec dinding bata merah diplester diaci, dicat. Lantai keramik, rangka atap baja ringan, penutup atap genting beton flat.
  • 36.
    Fungsi • Kegunaan darisuatu produk. • Contoh : – Rumah berfungsi sebagai hunian dan tempat tinggal. Berlindung dari panas terik matahari dan air hujan.
  • 37.
    Manfaat • Nilai darisuatu produk. • Contoh : – Memiliki rumah di GS memberikan rasa kebanggaan, karena komplek perumahannya memiliki kualitas infrastruktur yang bagus dan berkelas, juga dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, misal; kolam renang, futsal, fasilitas ibadah, pertokoan, dll.
  • 38.
    Kapan Supporting? 1. Padasaat Prospek telah menjawab Probing dari sales, dengan menjelaskan kebutuhannya 2. Pada saat sales sudah mengetahui dengan jelas apa kebutuhan Prospek
  • 39.
    Cara Supporting • Membenarkanserta mendukung apa yang menjadi kebutuhan Prospek • Memperkenalkan dan mempresentasikan, serta mengusulkan atau merekomendasikan Fitur, Fungsi & Manfaat dari produk kepada Prospek
  • 40.
    Catatan 1. Mempresentasikan “Fitur”= menjelaskan spesifikasi produk 2. Mempresentasikan “Fungsi” = menjelaskan kegunaan produk 3. Mempresentasikan “Manfaat” = membuat Prospek merasa butuh untuk membeli produk
  • 41.
    Pembeli tidak membeliFitur & Fungsi, tapi Manfaat & Solusi
  • 42.
    Mengapa Supporting? • Untukmenunjukkan empati sales kepada Prospek, bahwa sales benarbenar memahami dan ikut merasakan penting atau urgensinya kebutuhan prospek terhadap manfaat produk
  • 43.
    Contoh Kalimat “Ya, betulsekali apa yg dikatakan bapak/ibu bahwa dengan sudah besarnya anak2, mereka memerlukan kamar yg terpisah dari ortu. Ditambah kebutuhan kamar utk pembantu, maka jelas nampak bpk/ibu membutuhkan sebuah hunian yg minimal memiliki 3 kamar. Nah, di lokasi kami tersedia T-54/120 yg memenuhi kebutuhan tersebut …”
  • 44.
    Jika Supporting Ditolak •Lakukan Probing lagi guna mengetahui penyebabnya • Setelah berhasil mengetahui penyebabnya, baru dilakukan Supporting kembali
  • 45.
    Supporting PROBING SUPPORTING Sales Nah, jika butuhrumah 3 kamar berarti cocok membeli T-65/120 ini ..? Customer Tapi saya tidak mampu, karena angsurannya bulanannya hampir 3jt selama 10 tahun Sales Kalau boleh tahu, kenapa tidak mampu? Bukankah tadi bpk katakan income perbulan 9jt, berarti memenuhi kriteria 3x angsuran .. Customer Ya, tapi yg 2jt didalam jumlah itu adalah bonus atau upah lembur yg belum tentu didapat dgn rutin Sales Kalau begitu, bagaimana kalau saya usul bpk menambah uang mukanya kisaran 20jt, lalu tenornye pilih yg 15th. Angsurannya jatuh 2,3jt/bln Customer Ya, kalau senilai itu sepertinya saya mampu.. Sales Saya setuju sekali dgn bpk. Karena sudah jelas bpk membutuhkan rumah 3 kamar. Kalau memilih rumah type kecil tidak memberi solusi. Menambah uang muka, dan memilih tenor 15 th adalah solusi terbaik untuk memperoleh apa yg bpk butuhkan ..
  • 46.
    Catatan 1. SUPPORTING hanyaefektif jika sebelumnya didahului dengan Probing 2. Menjual bukanlah langsung melakukan SUPPORTING. Sales yg hanya menguasai Product Knowledge biasanya cenderung langsung melakukan Supporting tanpa Probing
  • 47.
    3. Saat melakukanSUPPORTING, jangan mencela produk pesaing hanya untuk mengatakan produk Anda lebih baik. 4. Produk kita lebih baik karena memang menawarkan Manfaat & Solusi sesuai dengan kebutuhan customer
  • 48.
    C# Closing • TeknikCLOSING digunakan untuk menutup atau mengakhiri suatu interaksi proses menjual, • Dengan tujuan untuk mendapatkan suatu deal atau kesepakatan dari Prospek
  • 49.
    Kapan Harus Closing? •Pada saat sales telah berhasil menyelesaikan Probing dan Supporting dengan baik dan sukses, dan kemudian Prospek menunjukkkan sikap „acceptance‟ atau menerima produk yg Anda tawarkan
  • 50.
    Buying Signal • Kadangkalasikap acceptance dari prospek tidak terlalu nyata. • Yg nampak hanya buying signal (isyarat membeli) saja. • Bisa berupa verbal (kata-kata) atau visual (bahasa tubuh)
  • 51.
    Pernyataan Prospek secara verbal - Ya,saya mau .. - Ya, saya suka .. - Ya, saya setuju .. - Ya, kelihatannya bagus .. - Ya, kelihatannya cocok .. - - Ya, sesuai yg kami butuhkan .. Pernyataan Prospek secara visual - Ekspresi wajah yg senang, gembira, tersenyum - Menganggukkan kepala
  • 52.
    How Do Closing? •Menyimpulkan kembali kebutuhan Prospek serta manfaat produk yg telah diterima atau disetujui oleh Prospek • Mengajukan sales order (Pernyataan Untuk Pembeli, Surat Pesanan Pembelian Rumah) untuk ditandatangani Prospek • Jika Prospek menolak tanda-tangan, lakukan Probing lagi secara Close Probe utk mengetahui penyebabnya, baru dilakukan upaya closing lagi
  • 53.
    Handling Objection • JikaProspek tetap menolak, mungkin Prospek perlu waktu • Maka yang perlu adalah: 1. Mengirimkan surat penawaran secara tertulis 2. Melakukan konfirmasi ulang secara intensif by phone (kombinasi probing dan supporting) 3. Menemui ulang prospek untuk melakukan probing, supporting dan closing
  • 54.
    Why Parafrase? Utk mengingatkandan menegaskan kembali, serta mendapatkan pengakuan Prospek ttg kebutuhannya thd manfaat produk yg telah diterima atau disetujui dlm pembicaraan sebelumnya.
  • 55.
    Kalimat Pendahuluan • Awalidgn suatu „kalimat pendahuluan‟ yang baik, untuk menarik dan memusatkan perhatian Prospek pada kesimpulan yang akan disampaikan, • Sebelum sales menyimpulkan kembali kebutuhan Prospek serta manfaat produk
  • 56.
    Contoh Baiklah, sebelum kitamengakhiri pertemuan ini, saya ingin menyimpulkan hasil pembicaraan kita tadi bahwa bpk membutuhkan rumah 3 kamar, yaitu T54/120, dgn penambahan uang muka Rp. 20 jt dari UM standard (20%), lalu memilih jangka waktu kredit 15 th. Bpk sudah berminat utk unit H-10, tetapi minta waktu dulu mau mengajak anak istri bpk survei lokasi pada hari Minggu nanti .. Betul ya bpk?
  • 57.
    4 Kemungkinan Closing •KEBUTUHAN; artinya Prospek memang ada kebutuhan utk membeli produk kita • KEMAUAN; artinya Prospek memang ada kemauan utk membeli produk kita • KEMAMPUAN; artinya Prospek memang mampu (ada uang) utk membeli produk kita • KEPUTUSAN; artinya Prospek memang ada kewenangan mengambil keputusan utk membeli produk kita
  • 58.
    Catatan • Jika salahsatu dari empat unsur tadi tidak terpenuhi, maka bisa dipastikan Prospek tidak akan pernah membeli produk kita • Jangan takut melakukan Closing hanya karena takut ditolak, takut dianggap terlalu agresif, atau takut dianggap mengambil sesuatu dari Prospek
  • 59.
    • Jika terjadiClosing, maka terjadi kondisi „win-win‟ karena sales berhasil membantu Prospek mendapatkan sesuatu yg dibutuhkan • Jika gagal Closing, maka sales harus tetap menghormati sikap dan keputusan Prospek, dan jangan sampai menampakkan sikap kecewa didepan Prospek
  • 60.
    • Sales tidakboleh memaksa Prospek, tetapi justru harus mengerti dan memahami kebutuhan Prospek • Prospek yg gagal Closing harus tetap di-maintain sbg asset, karena suatu saat mungkin bisa menjadi Prospek potensial lagi
  • 61.
    5 Sikap Prospek 1.ACCEPTANCE (menerima/menyetujui) 2. SKEPTICISM (menyangsikan/meragukan) 3. INDIFFERENT (acuh/tidak tertarik) 4. OBJECTION (keberatan/menolak) 5. UNCLEAR (tidak jelas/mengambang)
  • 62.
    1# Acceptance • Kapan? Padasaat setelah sales berhasil melakukan Probing dan Supporting dgn sukses, sehingga akhirnya Prospek dapat menerima atau menyetujui produk yg kita tawarkan • Apa yg harus dilakukan? Jika Prospek sudah menunjukkan „Buying Signal‟, maka yg harus segera sales lakukan adalah CLOSING
  • 63.
    2# Scepticism • Kapan? Biasanyapada saat sales melakukan supporting atau justru pada saat akan dilakukan closing • Bagaimana cara menangani? Membuat sebuah pembuktian (proof) utk meyakinkan dan menghilangkan kesangsian/keraguan Prospek dgn cara menunjukkan „Proof Source‟
  • 64.
    SHGB, IMB, MOUKPR DGN BANK, COMPANY PROFILE, WEBSITE, DOKUMEN AMDAL (UKL/UPL), BROSUR DAN DAFTAR HARGA, SPESIFIKASI, DRAFT SPJB, DLL
  • 65.
    3# Indifferent • Kapan? Prospek menunjukkan sikap indifferent biasanya pd awal pertemuan, yaitu saat sales melakukan probing. Tapi bisa juga pada saat supporting. • Bagaimana cara menangani ? 1. Lakukan Probing guna mengetahui latar belakang Prospek dan untuk membuka suatu Peluang
  • 66.
    2. Lakukan Probinglagi guna menciptakan kebutuhan Prospek terhadap produk kita yang mungkin selama ini tidak disadarinya 3. Lakukan Supporting dengan cara mempresentasikan fitur, fungsi, dan manfaat produk kita 4. Segera lakukan Closing jika Prospek sudah menunjukkan sikap Acceptance
  • 67.
    4# Objection • Kapan? biasanyapada saat sales melakukan probing, supporting, juga closing • Beberapa alasan menolak 1. Karena terdapat suatu hal dari produk kita yg kurang disukai atau kurang bisa diterima oleh Prospek. Misal; fitur, fungsi, manfaat yg belum memenuhi kebutuhannya. Atau karena harga dan cara pembayarannya yg kurang cocok.
  • 68.
    2. Karena terjadisalah sangka atau salah pengertian dari Prospek terhadap produk kita, yg disebabkan oleh kesalahan informasi yg pernah diperoleh dari sumber lain yg kurang benar.
  • 69.
    • Bagaimana caramenangani? 1. Mengingatkan kembali Prospek pd keinginan dan kebutuhannya yg sudah dapat dipenuhi oleh produk kita 2. Lakukan Probing lagi guna mengetahui kebutuhan lainnya yg mungkin belum terungkap
  • 70.
    3. Jika kebutuhanlainnya sdh diketahui, lakukan Supporting kembali dgn sebaikbaiknya 4. Jika sikap Objection sudah hilang/ menipis, segera lakukan Closing
  • 71.
    Catatan • Jangan sampaisales berbalik ikut mendukung dan membenarkan pernyataan Prospek yg keliru atau yg bermaksud menjatuhkan produk kita
  • 72.
    Prospek mengatakan; Sales mengatakan, “Hargaproduk GS lebih mahal dibandingkan dgn yg lainnya ..!” “Ya, saya akui …” Prospek mengatakan; Sales mengatakan, “Ya, memang demikian …” “Mutu bangunan GS kurang bagus …!”
  • 73.
    • Jangan minderatau gugup ketika digertak (bluffing) oleh Prospek • Sebaliknya, jangan terlalu ego dan arogan dlm menanggapi pernyataan Prospek yg ingin menjatuhkan produk kita, apalagi sampai harus berdebat. Percuma menang debat, tetapi tak jadi menjual.
  • 74.
    • Catat danrekam setiap penolakan dlm memori pengalaman anda, karena yg akan dihadapi dari waktu ke waktu sebenarnya hampir sama. • Cari solusinya, belajar atasi penolakan supaya lain kali hasilnya lebih baik.
  • 75.
    6# Unclear • Kapan? Sesuaidgn sikapnya, semua serba tidak jelas • Bagaimana cara menangani? 1. Lakukan Probing guna mengetahui latar belakang, kebutuhan, dan sikap Prospek yg sebenarnya 2. Sebaiknya jangan memaksakan diri membuang waktu dan energi jika sikap Prospek tidak bisa dipengaruhi
  • 76.
    • Apa ygharus dilakukan? 1. Lakukan Supporting dengan cara mempresentasikan, mengusulkan atau merekomendasikan fitur, fungsi, dan manfaat produk kita 2. Segera lakukan Closing jika Prospek sudah menunjukkan sikap Acceptance
  • 77.
    Habit #1 • Setiapsales harus terus dan tetap mencari Prospek baru setiap hari, yg lazim disebut sbg aktivitas „Prospecting‟. • Untuk industri properti, umumnya target prospecting adalah 5-10 customer tiap hari per sales. Karena dari jumlah tsb, hanya kisaran 10% saja yg benar2 bisa ditindak lanjuti. • Ingat; “No day without Prospecting”
  • 78.
    Habit #2 • - Seorang Salesharus bisa mengolah ; Informasi menjadi Peluang Peluang menjadi Prospek Prospek menjadi Pembeli Pembeli menjadi Pelanggan
  • 79.
    Habit #3 - Salesharus bisa bekerja sendiri tanpa harus disuruh atau diawasi atasan/org lain - Seorang sales biasanya mendapatkan kebebasan dlm hal waktu kerja. Jangan sampai kebebasan itu justru membuat sales tidak disiplin, yang akibatnya justru mengurangi penghasilannya sendiri
  • 80.
    JANGAN BUANG WAKTU DENGANDUDUK-DUDUK ATAU NGRUMPI MENUNGGU KONSUMEN. MESTI PRO AKTIF JEMPUT BOLA. WAKTU ADALAH UANG.
  • 81.
    Telepon dan Tamuk -Jarang sekali ada penjualan yg sukses hanya dgn melakukan telepon (apalagi sms). Karena resep jitu utk berinteraksi dgn Prospek adalah melalui tatap muka. - Jika Prospek yg menelpon duluan, maka segera agendakan utk membuat tatap muka. Mengundang Prospek dtg ke kantor pemasaran, atau sales yg mengunjungi Prospek.
  • 82.
    - Telepon hanyaefektif utk membuat janji bertemu (tatap muka), atau memfollow-up prospek yg pernah bertemu sebelumnya - Untuk membangkitkan keyakinan diri anda, disarankan menelpon dgn posisi berdiri, dan keluarkanlah suara anda yg paling merdu dan mantap supaya enak didengar.
  • 83.
    Kata Positif • Contohkata-kata positif : “Hari ini saya sengaja datang khusus utk menemui bpk guna memberikan penjelasan mengenai produk perumahan PKP …” “Baiklah, saya akan kirim brosur dan daftar harga 5 set, dilampiri ilustrasi bayar. Dan saya kirim melalui kurir siang ini juga ..”
  • 84.
    • Contoh kata-katanegatif ; “Kebetulan saya lewat sini, jadi saya mampir, siapa tahu bpk mau memberi waktu buat saya ..” “Boleh atau tidak saya kirimkan surat penawaran dan brosur? Maunya berapa set? Maunya dikirim kapan?”
  • 85.
    Promosi Diri 1. Janganmalu menyebutkan profesi anda sbg „sales properti GS‟ kpd siapa saja yg bertanya apa profesi atau pekerjaan anda.
  • 86.
    2. Gunanya adalahutk mendapatkan umpan balik berupa informasi, peluang, dan prospek dari org yg sudah tahu profesi anda. Dgn sendirinya semua org tahu dan mengingat anda sbg sales properti GS, dan jika ada informasi, peluang atau prospek akan langsung menghubungi anda.
  • 87.
    3. Secara alamiahakan terbentuk jaringan yg meluas tanpa anda sadari. Ingat, jaringan yg luas serta relasi yg banyak akan mendukung keberhasilan sales.
  • 88.
    Menyangkal Diri • Banyaksales yg belum sepenuhnya menghayati dan menghargai profesinya sendiri sbg sales/ penjual. Jika ditanya apa profesinya, lebih suka menyebut „marketing‟ daripada sebagai „sales‟. Padahal kenyataannya berprofesi sbg sales/penjual.
  • 89.
    • Kalaupun terpaksamengatakan sbg sales, masih ditambahi dgn keterangan semua hanya sbg pengisi waktu kosong sebelum mendapatkan job yg lain. Sales bermental negatif spt ini sangat disayangkan, karena jelas menyangkal profesinya sendiri
  • 90.
    • Jangan berharapbisa menjadi sales yg sukses karena sama saja sudah menutup jalannya sendiri.
  • 91.
    Watch Action! • PENAMPILAN Penampilanyg baik menunjukkan sales menaruh hormat thd prospek • KONDISI TUBUH & SUASANA HATI Kondisi tubuh harus dlm keadaan segar dan fit. Suasana hati juga sdg good mood dan emosi yg stabil
  • 92.
    Watch and Do •SENYUM Senyum yg tulus memancarkan aura yg besar pengaruhnya • MENYEBUT NAMA PROSPEK Menyebut nama prospek dgn benar dan sopan membawa dampak psikologis yg positif, yaitu rasa keakraban
  • 93.
    Watch and Do •BERJABAT TANGAN Menciptakan kesan hangat dan akrab • BERTUKAR KARTU NAMA Dilakukan diawal interaksi. Diserahkan dgn 2 tangan, dimana posisi kartu nama menghadap ke prospek. Jangan segera masuk kantong, tapi ditaruh di meja dgn nama menghadap kita.
  • 94.
    Watch and Do •POSISI & SIKAP DUDUK Jangan kaku. Duduklah dgn tenang dan serileks mungkin. • MENGATUR NAFAS Tariklah nafas panjang, lalu lepaskan pelan2 melalui hidung 3-4x helaan, sebelum memulai pembicaraan.
  • 95.
    Watch and Do •PEMILIHAN KOSA KATA Berbicaralah dgn tenang & konsentrasi serta tidak tergesa gesa. Pikirkan dulu kata-kata yg akan diucapkan, dan lakukan dgn teratur serta artikulasi yg jelas
  • 96.
    • NADA &TEKANAN SUARA Perhatikan nada suara & tekanannya. Jangan monoton. Hal yg penting perlu dgn tekanan suara khusus
  • 97.
    • MERESPON PERTANYAAN Pertanyaandari prospek harus direspon. Jika pertanyaan berbobot, jawablah dgn taktis, rasional dan serius. Jika pertanyaan ringan, jawablah dgn singkat.
  • 98.
    • MENATAP WAJAH Tataplahwajah lawan bicara anda. Jangan membuang muka ke tempat lain. Jika sorot matanya terlalu kuat dan tajam, siasati dgn tidak terus menerus menatap mata, tetapi diselingi ke alis atau bulu matanya
  • 99.
    Watch and Do •MEMBERIKAN BROSUR Disarankan utk tidak memberikan brosur sebelum probing. Terburu-buru memberi brosur akan memancing sales langsung melakukan supporting
  • 100.
    • MENYEBUTKAN HARGA Sebutkanharga dgn angka yg pasti, jangan ragu-ragu. • Disarankan menggantinya dgn kata „nilai investasi‟. Karena harga mengandung konotasi biaya yg harus dipikul. Sedangkan nilai investasi mengandung keuntungan yg akan dinikmati
  • 101.
    Watch and Do •UCAPKAN TERIMA KASIH Biasakan mengucap terima kasih utk perhatian, kesempatan dan kerjasama yg baik dari prospek
  • 102.
    • MINTA PENILAIAN Iniadalah kreativitas yang sulit untuk dilakukan. Padahal berguna utk evaluasi. • Tanyakan kepada prospek hal penilaian atau komentarnya mengenai kemampuan Anda sebagai sales di akhir interaksi. Terlepas apakah prospek berhasil closing atau gagal closing.
  • 103.
    Watch and Do •MINTA REFERENSI Lakukan ini sebagai sebuah kewajiban di akhir interaksi, yaitu meminta referensi nama calon2 pembeli lainnya. Artinya sambil menyelam minum air. Jika kewajiban ini dijalankan dgn baik, maka sales tak perlu repot-repot melakukan prospecting, karena daftar nama sudah mengalir sendirinya.