HIPOPITUITAR
I
DEFENISI
1. Hipopituitari dapat terjadi pada kerusakan lobus anterior
kelenjar hipofisis. (brunner & suddarth).
2. Hipopituitari adalah sekresi beberapa hormone hipofisis
anterior yang rendah. ( elizabeth. J. Korwin).
3. Hipopituitarisme merupakan keadaan tidak adanya seluruh
sekresi hipofisis (sylvia A. Price & Lorrena M. Wilson).
4. Hipopituitari adalah penurunan / adanya sekresi hormon
kelenjar hipofisis interior. Hipopituitari sering di sebut juga
hipofungsi kelenjar hipofisis. (
Jadi, dari ke empat
pengertian di atas dapat di
simpulkan bahwa
Hipopituitari adalah suatu
keadaan yang timbul akibat
penurunan, atau tidak
adanya sekresi hormone
kelenjar hipofisis anterior
atau hipofunggsi.
Lanjutan...........
...
Anatomi
fisiologi
Kelenjar Hipofisis atau Hipofisis serbi
berperan dalam mengintrol fungsi seksual
dan tiroid, pertumbuhan dan metabolisme
air, protein , lemak, dan karbonhidrat.
Pada manusia, kelenjar hipofisis
mempunyai bagian utama yang mempunayi
fungsi yang berbeda :
Hipofisis Anterior (mengontrol kelenjar
endokrin lain mempunyai asal dari
pertumbuhan keluar lapisan faring
primitif pada embrio).
Hipofisis Posterior ( pertumbuhan ke
bawah dari otak depan forebrain)
Etiologi
Hipopituitarisme dapat menjadi akibat malfungsi kelenjar hipofisis atau
hipotalamus, penyebabnya menyangkut :
 Infeksi atau peradangan oleh : jamur, bakteri piognik, tubercolosis, pasca
meningitis,
 Penyakit granulastomata infiltrative yang merusak hipofisis,
 Trombosit vasculer yang menyebabkan nekrosis kelenjar hipofisis normal,
 Tumor, misalnya dari jenis sel penghasil hormon yang dapat mengganggu
pembentukan salah satu atau semua hormon lain, sekunder dari tumor-tumor
jinak atau ganas metastasik desak ruang atau tumor hipofisis yang merusak
sel-sel hipofisis normal,
 Sindrom sela turusika yang kosong. Primer atau sekunder dari infrak tumor
hipofisis,
 Umpan balik dari organ sasaran yang mengalami malfungsi, misalnya, akan
terjadi penurunan sekresi TSH dan hipofisis apabila kelenjar tiroid yang sakit
mengeluarkan HT dalam jumlah yang berlebihan,
 Nekrotik Hipoksik (kematian akibat kekuranga O2) hopofisis atau oksigenasi
dapat merusak sebagian atau semua sel penghasil hormon, salah satunya
sindrom sheccan, yang terjadi setelah pendarahan maternal,
 Traumati setelah cederah kepala.
ETIOLOGI
Penyebab hipofungsi hipofisis dapat bersifat primer dan sekunder. Primer bila
gangguannya terdapat pada kelenjar hipofisis itu sendiri dan sekunder bila
gangguan terdapat pada hipotalamus, penyebab tersebut diantaranya:
Efek perkembangan kongenital, seperti pada dwarfisme pituitari.
Tumor yang merusak hipofise atau merusak hipotalamus.
Iskemia, seperti pada nekrosis post parfum.
Hipopituitary pada orang dewasa dikenal sebagai penyakit simmods yang ditandai
dengan kelemahan umum: intolesansi terhadap dingin, nafsu makan buruk,
penurunan BB dan hipotensi. Wanita yang mengalami penyakit ini tidak akan
mengalami menstruasi dan pada pria akan menderita impotensi dan kehilangan
libido. Pada masa kanak-kanak akan menyebabkan dwafirasme (kerdil).
MANISFESTASI KLINIS
Kelemahan, disfungsi seksual, kerontokan rambut
ketiak dan pubis, hipertensi, perubahan lapang
pandang dan sakit kepala (apabila di sebabkan
oleh tumor pituitary non fungsional yang besar dan
trauma).
– Sakit kepala dan gangguan penglihatan atau adanya
tanda – tanda tekanan intara kranial yang meningkat.
Mungkin merupakan gambaran penyakit bila tumor
menyita ruangan yang cukup besar.
– Gambaran dari produksi hormon pertumbuhan yang
berlebih termasuk akromegali (tangan dan kaki besar
demikian pula lidah dan rahang), berkeringat banyak,
hipertensi dan artralgia (nyeri sendi).
– Hiperprolaktinemia: amenore atau oligomenore
galaktore (30%), infertilitas pada wanita, impotensi
pada pria.
1.
1. Kardiovaskuler .
- Hipertensi
- Tromboflebitis
- Tromboembolisme
- Percepatan uterosklerosi
2. Perubahan Mata
- Glukoma Lensi Kornea
3. Gangguan hipotalamus.
4. Penyakit organ ’target’ seperti gagal tiroid primer,
penyakit addison atau gagal gonadal primer.
5. Penyebab sindrom chusing lain termasuk tumor
adrenal, sindrome ACTH ektopik.
6. Diabetes insipidus psikogenik atau nefrogenik.
7. Syndrom parkinson
KOMPLIKASI
PEMERIKSAAN
DIAGNOSTIK
1. Pemeriksaan Radiologik/ rentgenologis Sella Tursika
Foto Polos Kepala
Poliomografi berbagai arah (multi deroksional )
Pneumoensefalografi
CT scan
Agiografi Serebral
2 Pemeriksaan Lapang pandang
Adanya kelainan lapang pandang mencurigakan
Adanya tumor hipofisis yang menekan kiosma optik
3. Pemeriksaan Diagnostik
Pemeriksaan kartisol, T3 dan T4, serta esterogen atau testoteron
Pemeriksaan ACTH, TSH, dan LH
Tes provokasi dengan menggunakan stimulan atau supreson
hormon, dan dengan pengukuran efeknya terhadap kadar hormon
serum
Penata Laksanaan
Medis
1. Kausal
2. Terapi Supstitusi
3. Tumor hipofisis
4. hormon hos
5. Desmopressin dengan insuflusi masal
dalam dosis terukur.
THANK
YOU

Santi hipopituitary AKPER PEMKAB MUNA

  • 1.
  • 2.
    DEFENISI 1. Hipopituitari dapatterjadi pada kerusakan lobus anterior kelenjar hipofisis. (brunner & suddarth). 2. Hipopituitari adalah sekresi beberapa hormone hipofisis anterior yang rendah. ( elizabeth. J. Korwin). 3. Hipopituitarisme merupakan keadaan tidak adanya seluruh sekresi hipofisis (sylvia A. Price & Lorrena M. Wilson). 4. Hipopituitari adalah penurunan / adanya sekresi hormon kelenjar hipofisis interior. Hipopituitari sering di sebut juga hipofungsi kelenjar hipofisis. (
  • 3.
    Jadi, dari keempat pengertian di atas dapat di simpulkan bahwa Hipopituitari adalah suatu keadaan yang timbul akibat penurunan, atau tidak adanya sekresi hormone kelenjar hipofisis anterior atau hipofunggsi. Lanjutan........... ...
  • 4.
    Anatomi fisiologi Kelenjar Hipofisis atauHipofisis serbi berperan dalam mengintrol fungsi seksual dan tiroid, pertumbuhan dan metabolisme air, protein , lemak, dan karbonhidrat. Pada manusia, kelenjar hipofisis mempunyai bagian utama yang mempunayi fungsi yang berbeda : Hipofisis Anterior (mengontrol kelenjar endokrin lain mempunyai asal dari pertumbuhan keluar lapisan faring primitif pada embrio). Hipofisis Posterior ( pertumbuhan ke bawah dari otak depan forebrain)
  • 5.
    Etiologi Hipopituitarisme dapat menjadiakibat malfungsi kelenjar hipofisis atau hipotalamus, penyebabnya menyangkut :  Infeksi atau peradangan oleh : jamur, bakteri piognik, tubercolosis, pasca meningitis,  Penyakit granulastomata infiltrative yang merusak hipofisis,  Trombosit vasculer yang menyebabkan nekrosis kelenjar hipofisis normal,  Tumor, misalnya dari jenis sel penghasil hormon yang dapat mengganggu pembentukan salah satu atau semua hormon lain, sekunder dari tumor-tumor jinak atau ganas metastasik desak ruang atau tumor hipofisis yang merusak sel-sel hipofisis normal,  Sindrom sela turusika yang kosong. Primer atau sekunder dari infrak tumor hipofisis,  Umpan balik dari organ sasaran yang mengalami malfungsi, misalnya, akan terjadi penurunan sekresi TSH dan hipofisis apabila kelenjar tiroid yang sakit mengeluarkan HT dalam jumlah yang berlebihan,  Nekrotik Hipoksik (kematian akibat kekuranga O2) hopofisis atau oksigenasi dapat merusak sebagian atau semua sel penghasil hormon, salah satunya sindrom sheccan, yang terjadi setelah pendarahan maternal,  Traumati setelah cederah kepala. ETIOLOGI
  • 6.
    Penyebab hipofungsi hipofisisdapat bersifat primer dan sekunder. Primer bila gangguannya terdapat pada kelenjar hipofisis itu sendiri dan sekunder bila gangguan terdapat pada hipotalamus, penyebab tersebut diantaranya: Efek perkembangan kongenital, seperti pada dwarfisme pituitari. Tumor yang merusak hipofise atau merusak hipotalamus. Iskemia, seperti pada nekrosis post parfum. Hipopituitary pada orang dewasa dikenal sebagai penyakit simmods yang ditandai dengan kelemahan umum: intolesansi terhadap dingin, nafsu makan buruk, penurunan BB dan hipotensi. Wanita yang mengalami penyakit ini tidak akan mengalami menstruasi dan pada pria akan menderita impotensi dan kehilangan libido. Pada masa kanak-kanak akan menyebabkan dwafirasme (kerdil).
  • 7.
    MANISFESTASI KLINIS Kelemahan, disfungsiseksual, kerontokan rambut ketiak dan pubis, hipertensi, perubahan lapang pandang dan sakit kepala (apabila di sebabkan oleh tumor pituitary non fungsional yang besar dan trauma). – Sakit kepala dan gangguan penglihatan atau adanya tanda – tanda tekanan intara kranial yang meningkat. Mungkin merupakan gambaran penyakit bila tumor menyita ruangan yang cukup besar. – Gambaran dari produksi hormon pertumbuhan yang berlebih termasuk akromegali (tangan dan kaki besar demikian pula lidah dan rahang), berkeringat banyak, hipertensi dan artralgia (nyeri sendi). – Hiperprolaktinemia: amenore atau oligomenore galaktore (30%), infertilitas pada wanita, impotensi pada pria.
  • 8.
    1. 1. Kardiovaskuler . -Hipertensi - Tromboflebitis - Tromboembolisme - Percepatan uterosklerosi 2. Perubahan Mata - Glukoma Lensi Kornea 3. Gangguan hipotalamus. 4. Penyakit organ ’target’ seperti gagal tiroid primer, penyakit addison atau gagal gonadal primer. 5. Penyebab sindrom chusing lain termasuk tumor adrenal, sindrome ACTH ektopik. 6. Diabetes insipidus psikogenik atau nefrogenik. 7. Syndrom parkinson KOMPLIKASI
  • 9.
    PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK 1. Pemeriksaan Radiologik/rentgenologis Sella Tursika Foto Polos Kepala Poliomografi berbagai arah (multi deroksional ) Pneumoensefalografi CT scan Agiografi Serebral 2 Pemeriksaan Lapang pandang Adanya kelainan lapang pandang mencurigakan Adanya tumor hipofisis yang menekan kiosma optik 3. Pemeriksaan Diagnostik Pemeriksaan kartisol, T3 dan T4, serta esterogen atau testoteron Pemeriksaan ACTH, TSH, dan LH Tes provokasi dengan menggunakan stimulan atau supreson hormon, dan dengan pengukuran efeknya terhadap kadar hormon serum
  • 10.
    Penata Laksanaan Medis 1. Kausal 2.Terapi Supstitusi 3. Tumor hipofisis 4. hormon hos 5. Desmopressin dengan insuflusi masal dalam dosis terukur.
  • 11.