RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 15 Banjarmasin
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VIII/1
Materi Pokok : Teorema Pythagoras
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit
Pertemuan ke- : 1
A. Kompetensi Inti
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi,
gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian
tampak mata.
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
No. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
1. 1.1 Menghargai dan menghayati
ajaran agama yang dianutnya.
1.1.1 Berdoa sebelum memulai pelajaran.
1.1.2 Merasa bersyukur terhadap karunia Tuhan
atas kesempatan mempelajari kegunaan
matematika dalam kehidupan sehari-hari
melalui belajar Teorema Pythagoras.
1.1.3 Memberi salam sebelum dan sesudah
menyampaikan pendapat/ presentasi.
2. 2. 1 Menunjukkan sikap logis, kritis,
analitik, konsisten, dan teliti,
bertanggung jawab, responsif, dan
tidak mudah menyerah dalam
memecahkan masalah.
2.1.1 Menunjukkan sikap tanggung jawab dalam
menyelesaikan tugas atau masalah yang
diberikan guru.
3. 3.8 Memahami Teorema Pythagoras
melalui alat peraga dan
penyelidikan berbagai pola
bilangan.
3.8.1 Menentukan panjang sisi miring segitiga
siku-siku jika diketahui panjang dua sisi
lainnya.
3.8.2 Menentukan panjang salah satu sisi
segitiga siku siku jika panjang sisi miring
dan sisi lainnya diketahui.
4. 4.5 Menggunakan Teorema
Pythagoras untuk menyelesaikan
berbagai masalah.
4.5.1 Menggunakan Teorema Pythagoras untuk
menyelesaikan permasalahan berkaitan
dengan gabungan dua segitiga siku-siku.
C. Tujuan Pembelajaran
Melalui proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi, dan
mengkomunikasikan hasil mengolah informasi dalam penugasan individu dan kelompok, siswa
dapat:
1. merasa bersyukur terhadap karunia Tuhan atas kesempatan mempelajari kegunaan
matematika dalam kehidupan sehari-hari melalui belajar teorema Pythagoras;
2. menunjukkan sikap bertanggungjawab dalam menyelesaiakan tugas dari guru;
3. Menentukan panjang sisi miring segitiga siku-siku jika diketahui panjang dua sisi lainnya.
4. Menentukan panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika panjang sisi miring dan sisi lainnya
diketahui.
5. Menggunakan Teorema Pythagoras untuk menyelesaikan permasalahan berkaitan dengan
gabungan dua buah segitiga siku-siku.
D. Materi Pembelajaran
Menemukan Teorema Pythagoras
Perhatikan gambar berikut ini!
Bangung datar ABCD adalah bangun persegi dengan panjang sisi 7 satuan panjang. Persegi
ABCD tersusun dari 4 segitiga siku-siku dengan ukuran sama (EAF, FBG, GCH, dan HDE) dan 1
persegi (EFGH).
Untuk menunjukkan bahwa EFGH adalah persegi, perhatikan penjelasan berikut.
Perhatikan segitiga FBG.
Segitiga FBG adalah segitiga siku-siku, dengan sudut siku-siku di B. Oleh karena itu, ∠BGF +
∠GFB = 90º.... (*)
Perhatikan segitiga GCH.
Segitiga GCH adalah segitiga siku-siku, dengan ukuran yang sama dengan segitiga FBG.
FB = GC
BG = CH
GF = HG
Oleh karena segitiga FBG dan GCH adalah dua segitiga yang ukurannya sama, maka setiap
sudut-sudut yang bersesuaian besarnya juga sama.
∠GFB = ∠HGC.... (**)
∠FBG = ∠GCH
∠BGF = ∠CHG
Dari (*) dan (**) didapatkan bahwa
∠BGF + ∠HGC = 90º
Perhatikan ∠BGF, ∠HGC, dan ∠FGH.
Ketiga sudut tersebut saling berpelurus, sehingga
∠BGF + ∠HGC + ∠FGH = 180º
Karena ∠BGF + ∠HGC = 90º
Akibatnya ∠FGH = 90º. Dengan kata lain ∠FGH adalah sudut siku-siku.
Dengan cara yang sama, kita bisa membuktikan bahwa keempat sudut pada segiempat EFGH
adalah siku-siku.
Selanjutnya, kita akan mencari tahu berapakah luas persegi EFGH.
LAEF + LFBG + LGCH + LHDE + LEFGH = LABCD
Karena LAEF = LFBG = LGCH = LHDE
Akibatnya
4 × LFBG + LEFGH = LABCD
4 × (
1
2
× 4 × 3 ) + LEFGH = 7 × 7
24 + LEFGH = 49
LEFGH = 49 − 24
LEFGH = 25
Karena luas persegi EFGH = 25 satuan luas, akibatnya panjang sisi EF = GH = HE = EF = 5
satuan panjang.
Perhatikan gambar berikut.
Dengan cara yang sama dengan kegiatan di atas, kita dapat menentukan hubungan dari sisi-sisi
segitiga siku-siku yang panjang sisinya a, b, dan c.
4 × Luas segitiga siku-siku + Luas persegi kecil = Luas persegi besar
4 × ( 12 × a × b) + c2 = (a + b)2
2ab + c2 = a2 + 2ab + b2 (kedua ruas dikurangi 2ab)
c2 = a2 + b2
E. Metode Pembelajaran
 Pendekatan Saintifik
 Model Pembelajaran Kooperatif tipe Co-op Co-op
F. Sumber/Media/Alat Pembelajaran:
 Buku guru dan modul siswa penunjang pembelajaran kelas VIII Semester 1.
 Kertas HVS dan spidol.
G. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegi-
atan
Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Waktu
Pen-
dahu-
luan
1. Guru mengucapkan salam
pembuka.
2. Guru mengajak siswa
berdoa.
3. Guru mengecek kehadiran
dan menyiapkan peserta
didik untuk mengikuti
pelajaran.
Apersepsi:
4. Melalui tanya jawab, guru
mengecek pemahaman
siswa tentang rumus luas
daerah persegi dan luas
daerah segitiga.
5. Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran yang akan
dicapai.
1. Siswa menjawab salam
guru.
2. Siswa berdoa bersama
dipimpin oleh ketua kelas.
3. Siswa melaporkan
mengenai kehadiran teman
sekelasnya dan bersiap
untuk mengikuti
pembelajaran
4. Siswa menjawab
pertanyaan yang diberikan
oleh guru.
5. Siswa mendengarkan
tujuan pembelajaran yang
disampaikan guru.
15
menit
Kegi-
atan
Inti
Sintaks 1
1. Guru memberikan motivasi
kepada siswa agar tertarik
mempelajari materi tantang
Teorema Pythagoras.
Misalnya dengan
memberikan contoh-contoh
penerapan Teorema
Pythagoras dalam
kehidupan sehari-hari.
1. Siswa termotivasi dan
tertarik untuk mempelajari
materi tentang Teorema
Pythagoras.
60
menit
Sintaks 2
2. Guru meminta siswa untuk
membentuk kelompok
heterogen yang anggotanya:
 4 orang untuk 2
kelompok
 5 orang untuk 5
kelompok
Sintaks 3
3. Guru membagi topik-topik
Teorema Pythagoras untuk
masing-masing kelompok.
Topik-topik tersebut antara
lain:
a. Menemukan dan
menggunakan Teorema
Pythagoras
b. Kebalikan Teorema
Pythagoras.
c. Tripel Pythagoras.
d. Menghitung
Perbandingan Sisi-sisi
Segitiga Siku-siku
Khusus( Segitiga Siku-
siku sama kaki).
e. Menghitung
Perbandingan Sisi-sisi
Segitiga Siku-siku
Khusus(Segitiga Siku-
siku yang salah satu
sudutnya 30o).
f. Menghitung Panjang
Diagonal Bidang dan
Diagonal Ruang pada
Kubus dan Balok.
g. Menyelesaikan
Permasalahan Nyata
dengan Teorema
Pythagoras.
Sintaks 4
4. Guru meminta setiap
kelompok membagi tugas
untuk masing-masing
anggota kelompok
2. Siswa membentuk
kelompok sesuai
permintaan guru.
3. Masing-masing kelompok
menerima topik-topik
Teorema Pythagoras yang
telah diberikan oleh guru.
4. Setiap kelompok membagi
tugas untuk masing-
masing anggota
kelompok.
Mengamati
5. Guru meminta siswa untuk
mengamati LK yang telah
diberikan.
Menanya
6. Guru mendorong siswa agar
dapat menanyakan hal-hal
yang kurang dipahami
dalam LK .
Sintaks 5
Mengekplorasi
7. Guru meminta setiap siswa
secara individu
mengerjakan LK sesuai
pembagian tugas di antara
anggota kelompok.
Mengasosiasi
8. Guru meminta siswa untuk
memberikan kesimpulan
dari LK yang telah mereka
kerjakan.
Sintaks 6
Mengomunikasikan
9. Guru meminta setiap
anggota kelompok
mempresentasikan tugas
yang telah dikerjakan
kepada teman satu
kelompoknya.
Sintaks 7
10. Guru meminta setiap
anggota kelompok
memadukan tugas yang
telah dikerjakan dalam
presentasi kelompok.
Sintaks 8
11. Guru meminta perwakilan
kelompok
mempresentasikan hasil
5. Siswa mengamati LK
yang diberikan oleh guru.
6. Siswa menanyakan hal-hal
yang kurang dipahami
dalam LK yang diberikan
oleh guru.
7. Dengan antusias, siswa
mengerjakan LK sesuai
pembagian tugas di antara
anggota kelompok
8. Siswa memberikan
kesimpulan berdasarkan
LK yang telah dikerjakan.
9. Setiap anggota kelompok
mempresentasikan tugas
yang telah dikerjakan
kepada teman satu
kelompoknya.
10. Setiap anggota kelompok
memadukan tugas yang
telah dikerjakan dalam
presentasi kelompok.
11. Perwakilan kelompok
mempresentasikan hasil
diskusinya di depan kelas.
diskusinya di depan kelas.
12. Guru membimbing siswa
untuk membuat rangkuman
pelajaran tentang
Menentukan dan
Menggunakan Teorema
Pythagoras.
12. Siswa bersama-sama
membuat rangkuman
pelajaran.
Penu-
tup
Sintaks 9
1. Guru memberikan soal
evaluasi untuk menguji
pemahaman siswa tentang
materi yang telah
diberikan.
2. Guru mengakhiri kegiatan
belajar dengan memberikan
pesan untuk tetap belajar
dan menginformasikan
bahwa pertemuan yang
akan datang akan
membahas masalah
Kebalikan Teorema
Pythagoras dan Tripel
Pythagoras.
3. Guru mengucapkan salam
untuk mengakhiri
pembelajaran.
1. Siswa mengerjakan soal
evaluasi yang diberikan
guru.
2. Siswa memperhatikan
pesan guru.
3. Siswa menjawab salam
guru.
5 menit
I. Penilaian
1. Sikap spiritual
a. Teknik Penilaian: Observasi
b. Bentuk Instrumen: Lembar observasi
c. Kisi-kisi:
No. Sikap/nilai Butir Instrumen
1. Berdoa sebelum belajar 1
2. Mengucapkan syukur atas karunia Tuhan 2
3. Mengucapkan salam sebelum dan sesudah
menyampaikan pendapat / presentasi.
3
Instrumen: lihat Lampiran 1
2. Sikap sosial
a. Teknik Penilaian: Observasi
b. Bentuk Instrumen: Lembar observasi
c. Kisi-kisi:
No. Sikap/nilai Butir Instrumen
1. Tanggung jawab individu 1-5
2. Tanggung jawab sosial 6-8
Instrumen: lihat Lampiran 2.
3. Pengetahuan
a. Teknik Penilaian: Tes Tertulis
b. Bentuk Instrumen: Uraian
c. Kisi-kisi:
No. Indikator Butir Instrumen
1. Menentukan panjang sisi miring segitiga siku-siku jika
diketahui panjang dua sisi lainnya.
1-2
2. Menentukan panjang salah satu sisi segitiga siku siku jika
panjang sisi miring dan sisi lainnya diketahui.
3-4
Instrumen: lihat Lampiran 3.
4. Keterampilan
a. Teknik Penilaian:Observasi
b. Bentuk Instrumen: Check list
c. Kisi-kisi:
No. Keterampilan Butir Instrumen
1. Ketepatan menggunakan Teorema Pythagoras dalam
menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan gabungan
dua segitiga siku-siku.
1
2. Ketepatan dan ketelitian dalam mengitung. 2
Instrumen: lihat Lampiran 3 (soal no 5) dan Lampiran 4
Guru Matematika Peneliti
Siti Jamilah, S.Pd I Putu Januarta
NIP 19680608 199802 2 006 NIM A1C111001
Lampiran 1
Instrumen sikap spiritual
Lembar Observasi Sikap Spiritual
A. PetunjukUmum
Lembarobservasi diisi olehguruuntukmenilaisikap spiritual siswa,dengancaramemberikantanda
check(√) pada kolomyangsesuai.
B. PetunjukKhusus
KeteranganSkorPenilaian
4 = selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering melakukan sesuai pernyataan tapi kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = tidak pernah melakukan
No Nama
Aspek Pengamatan
Total
skor
Skor
akhir
Kategori
nilai
Berdoa
sebelum
belajar.
Mengucapkan rasa
syukur atas karunia
Tuhan atas
kesempatan
mempelajari
kegunaan
matematika dalam
kehidupan sehari-
hari melalui belajar
Teorema
Pythagoras.
Memberi
salam sebelum
dan sesudah
menyampaikan
pendapat/
presentasi
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
1
2
….
33
Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :
Skor akhir = (Total skor : 3)
Peserta didik memperoleh nilai :
Sangat Baik : apabila 3.50 < skor akhir < 4.00
Baik : apabila 2.50 < skor akhir < 3.50
Cukup : apabila 1.50 < skor akhir < 2.50
Kurang : apabila 1 < skor akhir < 1.5
Lampiran 3
Instrumen Pengetahuan
Dengan menggunakan Teorema Pythagoras, tentukan panjang sisi-sisi yang belum diketahui!
1.) 3.)
2.) 4.)
.
5.)
Pedoman Penskoran:
Nomor
Soal
Deskripsi Jawaban Skor
1. 82+62 = a2
64+36= a2
100 = a2
a2 = 100
a = √100
a = 10
Jadi panjang a adalah 10.
20
12
13
c
17
15d
6
8
a
13 cm
5 cm D
C
9 cm
BA
6
8
a
Pada gambar di samping,
diketahui panjang AC=13 cm,
AD=5 cm, dan BD=9 cm.
Tentukan panjang BC!
2. 242+152 = b2
576+49= b2
625 = b2
b2 = 625
b = √625
b = 25
Jadi panjang b abalah 25.
20
3. c2+122 = 132
c2 = 132‒122
c2 = 169‒144
c2 = 25
c = √25
c = 5
Jadi panjang c adalah 5.
20
4. d2+152 = 172
d2 = 172‒152
d2 = 289‒225
d2 = 64
d = √64
d = 8
Jadi panjang d adalah 8.
20
5 AD2+CD2 = AC2
CD2 = AC2‒AD2
CD2=132‒52
CD2 = 169‒25
CD2 =144
CD = √144
CD = 12
BC2=BD2+CD2
BC 2 = 92+122
BC 2 =81+144
BC = √225
20
17
15d
12
13
c
13 cm
5 cm D
C
9 cm BA
BC = 15
Jadi, panjang BC adalah 15 cm.
Jumlah 100
Perhitungan nilai akhir dalam skala 0 – 100 , dengan pedoman sebagai berikut :
Nilai Akhir =
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑃𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙
× 100
Lampiran 4:
Instrumen Penilian Keterampilan
No
Nama
Peserta Didik
Ketepatan
menggunakan
TeoremaPythagoras
dalam
menyelesaikan
permasalahan yang
berkaitan dengan
gabungan dua
segitiga siku-siku.
Ketepatan dan
ketelitian dalam
menghitung.
Total
Skor
1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
4
5
6
..
33
Keterangan Nilai
Sangat baik = 4
Baik = 3
Cukup = 2
Kurang = 1
Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :
Skor akhir = (Total skor : 2)
Peserta didik memperoleh nilai :
Sangat Baik : apabila 3.50 < skor akhir < 4.00
Baik : apabila 2.50 < skor akhir < 3.50
Cukup : apabila 1.50 < skor akhir < 2.50
Kurang : apabila 1 < skor akhir < 1.5
Lampiran 5
Lembar Kerja Kelompok (LKK)
Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras
Hari/Tanggal :
Alokasi Waktu : 30 menit
Kelas/Semester : VIII/I
No. Kelompok :
Anggota Kelompok :
Perhatikan gambar berikut ini!
Bangung datar ABCD adalah bangun persegi dengan panjang sisi 7 satuan panjang. Persegi
ABCD tersusun dari 4 segitiga siku-siku dengan ukuran sama (EAF, FBG, GCH, dan HDE) dan 1
persegi (EFGH).
Untuk menunjukkan bahwa EFGH adalah persegi, perhatikan penjelasan berikut.
Perhatikan segitiga FBG.
Segitiga FBG adalah segitiga siku-siku, dengan sudut siku-siku di B. Oleh karena itu, ∠BGF +
∠GFB = 90º.... (*)
Perhatikan segitiga GCH.
Segitiga GCH adalah segitiga siku-siku, dengan ukuran yang sama dengan segitiga FBG.
FB = GC
BG = CH
GF = HG
Oleh karena segitiga FBG dan GCH adalah dua segitiga yang ukurannya sama, maka setiap
sudut-sudut yang bersesuaian besarnya juga sama.
∠GFB = ∠HGC.... (**)
∠FBG = ∠GCH
∠BGF = ∠CHG
Dari (*) dan (**) didapatkan bahwa
∠BGF + ∠HGC = 90º
Perhatikan ∠BGF, ∠HGC, dan ∠FGH.
Ketiga sudut tersebut saling berpelurus, sehingga
∠BGF + ∠HGC + ∠FGH = 180º
Karena ∠BGF + ∠HGC = 90º
Akibatnya ∠FGH = 90º. Dengan kata lain ∠FGH adalah sudut siku-siku.
Dengan cara yang sama, kita bisa membuktikan bahwa keempat sudut pada segiempat EFGH
adalah siku-siku.
Selanjutnya, kita akan mencari tahu berapakah luas persegi EFGH.
LAEF + LFBG + LGCH + LHDE + LEFGH = LABCD
Karena LAEF = LFBG = LGCH = LHDE
Akibatnya
4 × LFBG + LEFGH = LABCD
4 × (
1
2
× 4 × 3 ) + LEFGH = 7 × 7
24 + LEFGH = 49
LEFGH = 49 − 24
LEFGH = 25
Karena luas persegi EFGH = 25 satuan luas, akibatnya panjang sisi EF = GH = HE = EF = 5
satuan panjang.
Tugas Anggota ke-1
Buktikanbahwa∠GHE adalah
sudut siku-siku!
Tugas Anggota ke-2
Buktikanbahwa∠HEF adalah
sudut siku-siku!
Tugas Anggota ke-3
Buktikanbahwa∠EFG adalah
sudut siku-siku!
Perhatikan gambar berikut.
Dengan cara yang sama dengan kegiatan di atas, kita dapat menentukan hubungan dari sisi-sisi
segitiga siku-siku yang panjang sisinya a, b, dan c.
4 × Luas segitiga siku-siku + Luas persegi kecil = Luas persegi besar
4 × ( 12 × a × b) + c2 = (a + b)2
2ab + c2 = a2 + 2ab + b2 (kedua ruas dikurangi 2ab)
c2 = a2 + b2
Dari analisis di atas, nyatakan hubungan panjang sisi-sisi segitiga siku-siku yang panjang
sisinya a, b dan c, dengan kalimat kalian sendir!
Hubungan panjang sisi-sisi segitiga siku-siku tersebut dinamakan Teorema Pythagoras.
TEOREMA PYTHAGORAS:
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
Setelah mengetahui Teorema Pythagoras, coba kerjakan contoh soal berikut!
Tugas Anggota ke-4
1. Perhatikan segitiga siku-siku ABC dengan
siku-siku di A pada gambar berikut. Jika
AB=9dm dan AC= 12 dm, tentukan BC!
Jawab:
BC2=AB2+AC2=….+….
BC2=….+….
BC2=….
BC= √… .
BC=….
Jadi panjang sisi BC adalah ….dm.
Tugas Anggota ke-5
1. Perhatikan segitiga siku-siku RST dengan
siku-siku di S pada gambar berikut. Jika
RT=17 cm dan RS= 15 cm, tentukan ST!
Jawab:
RT2=RS2+ST2
maka
ST2= RT2‒RS2 =….‒….
ST 2=…..‒….
ST 2=….
ST = √….
ST =….
Jadi panjang sisi ST adalah ….cm.
A B
C
S
T
R

Rpp Teorema Pythagoras K-13

  • 1.
    RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SatuanPendidikan : SMP Negeri 15 Banjarmasin Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VIII/1 Materi Pokok : Teorema Pythagoras Alokasi Waktu : 2 x 40 menit Pertemuan ke- : 1 A. Kompetensi Inti 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori. B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi No. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 1. 1.1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. 1.1.1 Berdoa sebelum memulai pelajaran. 1.1.2 Merasa bersyukur terhadap karunia Tuhan atas kesempatan mempelajari kegunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari melalui belajar Teorema Pythagoras. 1.1.3 Memberi salam sebelum dan sesudah menyampaikan pendapat/ presentasi. 2. 2. 1 Menunjukkan sikap logis, kritis, analitik, konsisten, dan teliti, bertanggung jawab, responsif, dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah. 2.1.1 Menunjukkan sikap tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas atau masalah yang diberikan guru. 3. 3.8 Memahami Teorema Pythagoras melalui alat peraga dan penyelidikan berbagai pola bilangan. 3.8.1 Menentukan panjang sisi miring segitiga siku-siku jika diketahui panjang dua sisi lainnya. 3.8.2 Menentukan panjang salah satu sisi segitiga siku siku jika panjang sisi miring dan sisi lainnya diketahui.
  • 2.
    4. 4.5 MenggunakanTeorema Pythagoras untuk menyelesaikan berbagai masalah. 4.5.1 Menggunakan Teorema Pythagoras untuk menyelesaikan permasalahan berkaitan dengan gabungan dua segitiga siku-siku. C. Tujuan Pembelajaran Melalui proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi, dan mengkomunikasikan hasil mengolah informasi dalam penugasan individu dan kelompok, siswa dapat: 1. merasa bersyukur terhadap karunia Tuhan atas kesempatan mempelajari kegunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari melalui belajar teorema Pythagoras; 2. menunjukkan sikap bertanggungjawab dalam menyelesaiakan tugas dari guru; 3. Menentukan panjang sisi miring segitiga siku-siku jika diketahui panjang dua sisi lainnya. 4. Menentukan panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika panjang sisi miring dan sisi lainnya diketahui. 5. Menggunakan Teorema Pythagoras untuk menyelesaikan permasalahan berkaitan dengan gabungan dua buah segitiga siku-siku. D. Materi Pembelajaran Menemukan Teorema Pythagoras Perhatikan gambar berikut ini! Bangung datar ABCD adalah bangun persegi dengan panjang sisi 7 satuan panjang. Persegi ABCD tersusun dari 4 segitiga siku-siku dengan ukuran sama (EAF, FBG, GCH, dan HDE) dan 1 persegi (EFGH). Untuk menunjukkan bahwa EFGH adalah persegi, perhatikan penjelasan berikut. Perhatikan segitiga FBG. Segitiga FBG adalah segitiga siku-siku, dengan sudut siku-siku di B. Oleh karena itu, ∠BGF + ∠GFB = 90º.... (*) Perhatikan segitiga GCH. Segitiga GCH adalah segitiga siku-siku, dengan ukuran yang sama dengan segitiga FBG. FB = GC BG = CH GF = HG
  • 3.
    Oleh karena segitigaFBG dan GCH adalah dua segitiga yang ukurannya sama, maka setiap sudut-sudut yang bersesuaian besarnya juga sama. ∠GFB = ∠HGC.... (**) ∠FBG = ∠GCH ∠BGF = ∠CHG Dari (*) dan (**) didapatkan bahwa ∠BGF + ∠HGC = 90º Perhatikan ∠BGF, ∠HGC, dan ∠FGH. Ketiga sudut tersebut saling berpelurus, sehingga ∠BGF + ∠HGC + ∠FGH = 180º Karena ∠BGF + ∠HGC = 90º Akibatnya ∠FGH = 90º. Dengan kata lain ∠FGH adalah sudut siku-siku. Dengan cara yang sama, kita bisa membuktikan bahwa keempat sudut pada segiempat EFGH adalah siku-siku. Selanjutnya, kita akan mencari tahu berapakah luas persegi EFGH. LAEF + LFBG + LGCH + LHDE + LEFGH = LABCD Karena LAEF = LFBG = LGCH = LHDE Akibatnya 4 × LFBG + LEFGH = LABCD 4 × ( 1 2 × 4 × 3 ) + LEFGH = 7 × 7 24 + LEFGH = 49 LEFGH = 49 − 24 LEFGH = 25 Karena luas persegi EFGH = 25 satuan luas, akibatnya panjang sisi EF = GH = HE = EF = 5 satuan panjang. Perhatikan gambar berikut. Dengan cara yang sama dengan kegiatan di atas, kita dapat menentukan hubungan dari sisi-sisi segitiga siku-siku yang panjang sisinya a, b, dan c. 4 × Luas segitiga siku-siku + Luas persegi kecil = Luas persegi besar 4 × ( 12 × a × b) + c2 = (a + b)2 2ab + c2 = a2 + 2ab + b2 (kedua ruas dikurangi 2ab) c2 = a2 + b2
  • 4.
    E. Metode Pembelajaran Pendekatan Saintifik  Model Pembelajaran Kooperatif tipe Co-op Co-op F. Sumber/Media/Alat Pembelajaran:  Buku guru dan modul siswa penunjang pembelajaran kelas VIII Semester 1.  Kertas HVS dan spidol. G. Langkah-langkah Pembelajaran Kegi- atan Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Waktu Pen- dahu- luan 1. Guru mengucapkan salam pembuka. 2. Guru mengajak siswa berdoa. 3. Guru mengecek kehadiran dan menyiapkan peserta didik untuk mengikuti pelajaran. Apersepsi: 4. Melalui tanya jawab, guru mengecek pemahaman siswa tentang rumus luas daerah persegi dan luas daerah segitiga. 5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 1. Siswa menjawab salam guru. 2. Siswa berdoa bersama dipimpin oleh ketua kelas. 3. Siswa melaporkan mengenai kehadiran teman sekelasnya dan bersiap untuk mengikuti pembelajaran 4. Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. 5. Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. 15 menit Kegi- atan Inti Sintaks 1 1. Guru memberikan motivasi kepada siswa agar tertarik mempelajari materi tantang Teorema Pythagoras. Misalnya dengan memberikan contoh-contoh penerapan Teorema Pythagoras dalam kehidupan sehari-hari. 1. Siswa termotivasi dan tertarik untuk mempelajari materi tentang Teorema Pythagoras. 60 menit
  • 5.
    Sintaks 2 2. Gurumeminta siswa untuk membentuk kelompok heterogen yang anggotanya:  4 orang untuk 2 kelompok  5 orang untuk 5 kelompok Sintaks 3 3. Guru membagi topik-topik Teorema Pythagoras untuk masing-masing kelompok. Topik-topik tersebut antara lain: a. Menemukan dan menggunakan Teorema Pythagoras b. Kebalikan Teorema Pythagoras. c. Tripel Pythagoras. d. Menghitung Perbandingan Sisi-sisi Segitiga Siku-siku Khusus( Segitiga Siku- siku sama kaki). e. Menghitung Perbandingan Sisi-sisi Segitiga Siku-siku Khusus(Segitiga Siku- siku yang salah satu sudutnya 30o). f. Menghitung Panjang Diagonal Bidang dan Diagonal Ruang pada Kubus dan Balok. g. Menyelesaikan Permasalahan Nyata dengan Teorema Pythagoras. Sintaks 4 4. Guru meminta setiap kelompok membagi tugas untuk masing-masing anggota kelompok 2. Siswa membentuk kelompok sesuai permintaan guru. 3. Masing-masing kelompok menerima topik-topik Teorema Pythagoras yang telah diberikan oleh guru. 4. Setiap kelompok membagi tugas untuk masing- masing anggota kelompok.
  • 6.
    Mengamati 5. Guru memintasiswa untuk mengamati LK yang telah diberikan. Menanya 6. Guru mendorong siswa agar dapat menanyakan hal-hal yang kurang dipahami dalam LK . Sintaks 5 Mengekplorasi 7. Guru meminta setiap siswa secara individu mengerjakan LK sesuai pembagian tugas di antara anggota kelompok. Mengasosiasi 8. Guru meminta siswa untuk memberikan kesimpulan dari LK yang telah mereka kerjakan. Sintaks 6 Mengomunikasikan 9. Guru meminta setiap anggota kelompok mempresentasikan tugas yang telah dikerjakan kepada teman satu kelompoknya. Sintaks 7 10. Guru meminta setiap anggota kelompok memadukan tugas yang telah dikerjakan dalam presentasi kelompok. Sintaks 8 11. Guru meminta perwakilan kelompok mempresentasikan hasil 5. Siswa mengamati LK yang diberikan oleh guru. 6. Siswa menanyakan hal-hal yang kurang dipahami dalam LK yang diberikan oleh guru. 7. Dengan antusias, siswa mengerjakan LK sesuai pembagian tugas di antara anggota kelompok 8. Siswa memberikan kesimpulan berdasarkan LK yang telah dikerjakan. 9. Setiap anggota kelompok mempresentasikan tugas yang telah dikerjakan kepada teman satu kelompoknya. 10. Setiap anggota kelompok memadukan tugas yang telah dikerjakan dalam presentasi kelompok. 11. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
  • 7.
    diskusinya di depankelas. 12. Guru membimbing siswa untuk membuat rangkuman pelajaran tentang Menentukan dan Menggunakan Teorema Pythagoras. 12. Siswa bersama-sama membuat rangkuman pelajaran. Penu- tup Sintaks 9 1. Guru memberikan soal evaluasi untuk menguji pemahaman siswa tentang materi yang telah diberikan. 2. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan untuk tetap belajar dan menginformasikan bahwa pertemuan yang akan datang akan membahas masalah Kebalikan Teorema Pythagoras dan Tripel Pythagoras. 3. Guru mengucapkan salam untuk mengakhiri pembelajaran. 1. Siswa mengerjakan soal evaluasi yang diberikan guru. 2. Siswa memperhatikan pesan guru. 3. Siswa menjawab salam guru. 5 menit I. Penilaian 1. Sikap spiritual a. Teknik Penilaian: Observasi b. Bentuk Instrumen: Lembar observasi c. Kisi-kisi: No. Sikap/nilai Butir Instrumen 1. Berdoa sebelum belajar 1 2. Mengucapkan syukur atas karunia Tuhan 2 3. Mengucapkan salam sebelum dan sesudah menyampaikan pendapat / presentasi. 3 Instrumen: lihat Lampiran 1
  • 8.
    2. Sikap sosial a.Teknik Penilaian: Observasi b. Bentuk Instrumen: Lembar observasi c. Kisi-kisi: No. Sikap/nilai Butir Instrumen 1. Tanggung jawab individu 1-5 2. Tanggung jawab sosial 6-8 Instrumen: lihat Lampiran 2. 3. Pengetahuan a. Teknik Penilaian: Tes Tertulis b. Bentuk Instrumen: Uraian c. Kisi-kisi: No. Indikator Butir Instrumen 1. Menentukan panjang sisi miring segitiga siku-siku jika diketahui panjang dua sisi lainnya. 1-2 2. Menentukan panjang salah satu sisi segitiga siku siku jika panjang sisi miring dan sisi lainnya diketahui. 3-4 Instrumen: lihat Lampiran 3. 4. Keterampilan a. Teknik Penilaian:Observasi b. Bentuk Instrumen: Check list c. Kisi-kisi: No. Keterampilan Butir Instrumen 1. Ketepatan menggunakan Teorema Pythagoras dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan gabungan dua segitiga siku-siku. 1 2. Ketepatan dan ketelitian dalam mengitung. 2 Instrumen: lihat Lampiran 3 (soal no 5) dan Lampiran 4 Guru Matematika Peneliti Siti Jamilah, S.Pd I Putu Januarta NIP 19680608 199802 2 006 NIM A1C111001
  • 9.
    Lampiran 1 Instrumen sikapspiritual Lembar Observasi Sikap Spiritual A. PetunjukUmum Lembarobservasi diisi olehguruuntukmenilaisikap spiritual siswa,dengancaramemberikantanda check(√) pada kolomyangsesuai. B. PetunjukKhusus KeteranganSkorPenilaian 4 = selalu melakukan sesuai pernyataan 3 = sering melakukan sesuai pernyataan tapi kadang tidak melakukan 2 = kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan 1 = tidak pernah melakukan No Nama Aspek Pengamatan Total skor Skor akhir Kategori nilai Berdoa sebelum belajar. Mengucapkan rasa syukur atas karunia Tuhan atas kesempatan mempelajari kegunaan matematika dalam kehidupan sehari- hari melalui belajar Teorema Pythagoras. Memberi salam sebelum dan sesudah menyampaikan pendapat/ presentasi 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 1 2 …. 33 Petunjuk Penskoran : Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4 Perhitungan skor akhir menggunakan rumus : Skor akhir = (Total skor : 3) Peserta didik memperoleh nilai : Sangat Baik : apabila 3.50 < skor akhir < 4.00 Baik : apabila 2.50 < skor akhir < 3.50 Cukup : apabila 1.50 < skor akhir < 2.50 Kurang : apabila 1 < skor akhir < 1.5
  • 10.
    Lampiran 3 Instrumen Pengetahuan Denganmenggunakan Teorema Pythagoras, tentukan panjang sisi-sisi yang belum diketahui! 1.) 3.) 2.) 4.) . 5.) Pedoman Penskoran: Nomor Soal Deskripsi Jawaban Skor 1. 82+62 = a2 64+36= a2 100 = a2 a2 = 100 a = √100 a = 10 Jadi panjang a adalah 10. 20 12 13 c 17 15d 6 8 a 13 cm 5 cm D C 9 cm BA 6 8 a Pada gambar di samping, diketahui panjang AC=13 cm, AD=5 cm, dan BD=9 cm. Tentukan panjang BC!
  • 11.
    2. 242+152 =b2 576+49= b2 625 = b2 b2 = 625 b = √625 b = 25 Jadi panjang b abalah 25. 20 3. c2+122 = 132 c2 = 132‒122 c2 = 169‒144 c2 = 25 c = √25 c = 5 Jadi panjang c adalah 5. 20 4. d2+152 = 172 d2 = 172‒152 d2 = 289‒225 d2 = 64 d = √64 d = 8 Jadi panjang d adalah 8. 20 5 AD2+CD2 = AC2 CD2 = AC2‒AD2 CD2=132‒52 CD2 = 169‒25 CD2 =144 CD = √144 CD = 12 BC2=BD2+CD2 BC 2 = 92+122 BC 2 =81+144 BC = √225 20 17 15d 12 13 c 13 cm 5 cm D C 9 cm BA
  • 12.
    BC = 15 Jadi,panjang BC adalah 15 cm. Jumlah 100 Perhitungan nilai akhir dalam skala 0 – 100 , dengan pedoman sebagai berikut : Nilai Akhir = 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑃𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 × 100
  • 13.
    Lampiran 4: Instrumen PenilianKeterampilan No Nama Peserta Didik Ketepatan menggunakan TeoremaPythagoras dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan gabungan dua segitiga siku-siku. Ketepatan dan ketelitian dalam menghitung. Total Skor 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 4 5 6 .. 33 Keterangan Nilai Sangat baik = 4 Baik = 3 Cukup = 2 Kurang = 1 Petunjuk Penskoran : Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4 Perhitungan skor akhir menggunakan rumus : Skor akhir = (Total skor : 2) Peserta didik memperoleh nilai : Sangat Baik : apabila 3.50 < skor akhir < 4.00 Baik : apabila 2.50 < skor akhir < 3.50 Cukup : apabila 1.50 < skor akhir < 2.50 Kurang : apabila 1 < skor akhir < 1.5
  • 14.
    Lampiran 5 Lembar KerjaKelompok (LKK) Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Hari/Tanggal : Alokasi Waktu : 30 menit Kelas/Semester : VIII/I No. Kelompok : Anggota Kelompok : Perhatikan gambar berikut ini! Bangung datar ABCD adalah bangun persegi dengan panjang sisi 7 satuan panjang. Persegi ABCD tersusun dari 4 segitiga siku-siku dengan ukuran sama (EAF, FBG, GCH, dan HDE) dan 1 persegi (EFGH). Untuk menunjukkan bahwa EFGH adalah persegi, perhatikan penjelasan berikut. Perhatikan segitiga FBG. Segitiga FBG adalah segitiga siku-siku, dengan sudut siku-siku di B. Oleh karena itu, ∠BGF + ∠GFB = 90º.... (*) Perhatikan segitiga GCH. Segitiga GCH adalah segitiga siku-siku, dengan ukuran yang sama dengan segitiga FBG. FB = GC BG = CH GF = HG Oleh karena segitiga FBG dan GCH adalah dua segitiga yang ukurannya sama, maka setiap sudut-sudut yang bersesuaian besarnya juga sama. ∠GFB = ∠HGC.... (**) ∠FBG = ∠GCH ∠BGF = ∠CHG
  • 15.
    Dari (*) dan(**) didapatkan bahwa ∠BGF + ∠HGC = 90º Perhatikan ∠BGF, ∠HGC, dan ∠FGH. Ketiga sudut tersebut saling berpelurus, sehingga ∠BGF + ∠HGC + ∠FGH = 180º Karena ∠BGF + ∠HGC = 90º Akibatnya ∠FGH = 90º. Dengan kata lain ∠FGH adalah sudut siku-siku. Dengan cara yang sama, kita bisa membuktikan bahwa keempat sudut pada segiempat EFGH adalah siku-siku. Selanjutnya, kita akan mencari tahu berapakah luas persegi EFGH. LAEF + LFBG + LGCH + LHDE + LEFGH = LABCD Karena LAEF = LFBG = LGCH = LHDE Akibatnya 4 × LFBG + LEFGH = LABCD 4 × ( 1 2 × 4 × 3 ) + LEFGH = 7 × 7 24 + LEFGH = 49 LEFGH = 49 − 24 LEFGH = 25 Karena luas persegi EFGH = 25 satuan luas, akibatnya panjang sisi EF = GH = HE = EF = 5 satuan panjang. Tugas Anggota ke-1 Buktikanbahwa∠GHE adalah sudut siku-siku! Tugas Anggota ke-2 Buktikanbahwa∠HEF adalah sudut siku-siku! Tugas Anggota ke-3 Buktikanbahwa∠EFG adalah sudut siku-siku!
  • 16.
    Perhatikan gambar berikut. Dengancara yang sama dengan kegiatan di atas, kita dapat menentukan hubungan dari sisi-sisi segitiga siku-siku yang panjang sisinya a, b, dan c. 4 × Luas segitiga siku-siku + Luas persegi kecil = Luas persegi besar 4 × ( 12 × a × b) + c2 = (a + b)2 2ab + c2 = a2 + 2ab + b2 (kedua ruas dikurangi 2ab) c2 = a2 + b2 Dari analisis di atas, nyatakan hubungan panjang sisi-sisi segitiga siku-siku yang panjang sisinya a, b dan c, dengan kalimat kalian sendir! Hubungan panjang sisi-sisi segitiga siku-siku tersebut dinamakan Teorema Pythagoras. TEOREMA PYTHAGORAS: ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………
  • 17.
    Setelah mengetahui TeoremaPythagoras, coba kerjakan contoh soal berikut! Tugas Anggota ke-4 1. Perhatikan segitiga siku-siku ABC dengan siku-siku di A pada gambar berikut. Jika AB=9dm dan AC= 12 dm, tentukan BC! Jawab: BC2=AB2+AC2=….+…. BC2=….+…. BC2=…. BC= √… . BC=…. Jadi panjang sisi BC adalah ….dm. Tugas Anggota ke-5 1. Perhatikan segitiga siku-siku RST dengan siku-siku di S pada gambar berikut. Jika RT=17 cm dan RS= 15 cm, tentukan ST! Jawab: RT2=RS2+ST2 maka ST2= RT2‒RS2 =….‒…. ST 2=…..‒…. ST 2=…. ST = √…. ST =…. Jadi panjang sisi ST adalah ….cm. A B C S T R