RISK
MANAGEMENT
ALFRIANTY SAURAN
55117010005
Pengertian
1
2
3
Resiko dikaitkan dengan kemungkinan kejadian atau keadaan
yang dapat mengancam pencapaian tujuan dan sasaran
organisasi.
Menurut Wideman, ketidakpastian yang menimbulkan kemungkinan
menguntungkan dikenal dengan istilah peluang (opportunity), sedangkan
ketidakpastian yang menimbulkan akibat yang merugikan disebut dengan
istilah risiko (risk).
Pendekatan yang terstruktur atau metodologi dalam upaya
mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman, suatu
rangkaian aktivitas manusia termasuk penilaian resiko,
pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mengatasi risiko
dengan menggunakan pemberdayaan atau pengelolaan
sumberdaya.
Jenis-jenis Risk Management
1. Resiko
berdasarkan
sifatnya
3. Risiko berdasarkan
asal timbulnya
2. Resiko
berdasarkan
dapat tidaknya
dialihkan
a. Resiko Spekulatif
b. Resiko Murni
a. Risiko yang dap
at dialihkan
b. Risiko yang tida
k dapat dialihka
n
a. Risiko Internal
b. Risiko Ekstern
al
Force Majuere
1. Keadaan yang menimbulkan keadaan memaksa tersebut harus terjadi setelah dibuatnya
perjanjian.
2. Keadaan yang menghalangi pemenuhan prestasi harus mengenai prestasinya sendiri.
3. Pihak yang berhutang tidak harus menanggung resiko.
4. Peristiwa yang terjadi yang menghalangi pemenuhan prestasi tersebut di luar kendali pihak
yang berhutang.
Unsur-unsur force majeur
Tahapan dalam Manajemen Resiko
Menetapkan konteks adalah menetapkan parameter dasar dimana suatu risiko harus dikelola dan menyiapkan
pedoman untuk membuat keputusan yang lebih rinci dalam proses manajemen resiko.
01
02
Langkah ini menentukan lingkungan
eksternal dimana organisasi
beroperasi dan hubungan antara
organisasi dan lingkungannya
antara lain: lingkungan sosial
budaya, regulasi (perkembangan),
kompetisi, pasar keuangan dan
lingkungan politik serta stakeholder
eksternal.
Menetapkan konteks eksternal
Sebelum aktivitas manajemen resiko disetiap
level dimulai, maka perlu memahami suatu
organisasi antara lain meliputi:
1. Struktur
2. Kapabilitas sumber daya seperti
manusia, sistem, proses, modal
3. Target dan sasaran serta strategi untuk
mencapainya.
Menetapkan konteks internal
Ruang Lingkup Manajemen Resiko
2
3
4
5
6Analisis resiko
Pengendalian resiko
Koordinasi dan
komunikasi
1 7
Penentuan konteks
kegiatan yang akan
dikelola resikonya
Identifikasi resiko Evaluasi resiko Monitor dan Review
Fungsi Manajemen Resiko
2. Mengevaluasi Kerugian Potensial
3. Memilih teknik/cara yang tepat
atau menentukan suatu
kombinasi dari teknik-teknik yang
tepat guna menanggulangi
kerugian.
1. Menemukan kerugian potensial
Pengelolaan Risiko
memutuskan untuk tidak
melakukan aktivitas yang
mengandung risiko sama
sekali.
1. Risk avoidance metode yang mengurangi
kemungkinan terjadinya suatu
risiko ataupun mengurangi
dampak kerusakan yang
dihasilkan oleh suatu risiko.
2. Risk reduction
memindahkan risiko kepada
pihak lain, umumnya melalui
suatu kontrak (asuransi)
maupun hedging.
3.Risk transfer
risiko harus tetap diterima
sebagai bagian penting
dari aktivitas.
5. Risk retention
Dampak suatu risiko tidak
selalu konstan
4. Risk deferral
Thank you

Risk Management Ppt

  • 1.
  • 2.
    Pengertian 1 2 3 Resiko dikaitkan dengankemungkinan kejadian atau keadaan yang dapat mengancam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. Menurut Wideman, ketidakpastian yang menimbulkan kemungkinan menguntungkan dikenal dengan istilah peluang (opportunity), sedangkan ketidakpastian yang menimbulkan akibat yang merugikan disebut dengan istilah risiko (risk). Pendekatan yang terstruktur atau metodologi dalam upaya mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman, suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk penilaian resiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mengatasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan atau pengelolaan sumberdaya.
  • 3.
    Jenis-jenis Risk Management 1.Resiko berdasarkan sifatnya 3. Risiko berdasarkan asal timbulnya 2. Resiko berdasarkan dapat tidaknya dialihkan a. Resiko Spekulatif b. Resiko Murni a. Risiko yang dap at dialihkan b. Risiko yang tida k dapat dialihka n a. Risiko Internal b. Risiko Ekstern al
  • 4.
    Force Majuere 1. Keadaanyang menimbulkan keadaan memaksa tersebut harus terjadi setelah dibuatnya perjanjian. 2. Keadaan yang menghalangi pemenuhan prestasi harus mengenai prestasinya sendiri. 3. Pihak yang berhutang tidak harus menanggung resiko. 4. Peristiwa yang terjadi yang menghalangi pemenuhan prestasi tersebut di luar kendali pihak yang berhutang. Unsur-unsur force majeur
  • 5.
    Tahapan dalam ManajemenResiko Menetapkan konteks adalah menetapkan parameter dasar dimana suatu risiko harus dikelola dan menyiapkan pedoman untuk membuat keputusan yang lebih rinci dalam proses manajemen resiko. 01 02 Langkah ini menentukan lingkungan eksternal dimana organisasi beroperasi dan hubungan antara organisasi dan lingkungannya antara lain: lingkungan sosial budaya, regulasi (perkembangan), kompetisi, pasar keuangan dan lingkungan politik serta stakeholder eksternal. Menetapkan konteks eksternal Sebelum aktivitas manajemen resiko disetiap level dimulai, maka perlu memahami suatu organisasi antara lain meliputi: 1. Struktur 2. Kapabilitas sumber daya seperti manusia, sistem, proses, modal 3. Target dan sasaran serta strategi untuk mencapainya. Menetapkan konteks internal
  • 6.
    Ruang Lingkup ManajemenResiko 2 3 4 5 6Analisis resiko Pengendalian resiko Koordinasi dan komunikasi 1 7 Penentuan konteks kegiatan yang akan dikelola resikonya Identifikasi resiko Evaluasi resiko Monitor dan Review
  • 7.
    Fungsi Manajemen Resiko 2.Mengevaluasi Kerugian Potensial 3. Memilih teknik/cara yang tepat atau menentukan suatu kombinasi dari teknik-teknik yang tepat guna menanggulangi kerugian. 1. Menemukan kerugian potensial
  • 8.
    Pengelolaan Risiko memutuskan untuktidak melakukan aktivitas yang mengandung risiko sama sekali. 1. Risk avoidance metode yang mengurangi kemungkinan terjadinya suatu risiko ataupun mengurangi dampak kerusakan yang dihasilkan oleh suatu risiko. 2. Risk reduction memindahkan risiko kepada pihak lain, umumnya melalui suatu kontrak (asuransi) maupun hedging. 3.Risk transfer risiko harus tetap diterima sebagai bagian penting dari aktivitas. 5. Risk retention Dampak suatu risiko tidak selalu konstan 4. Risk deferral
  • 9.