Sekolah Tinggi Perikanan
        Jakarta
  Modul Kuliah Refrigerasi I
     TPH Semester IV

    Dosen : Agus Budihadi ST, MT
1) Pengertian Refrigerasi
• Refrigeration :
  Menurunkan (pendinginan), menaikan
  (pemanasan) dan menjaga temperatur suatu zat
  atau ruangan, sesuai dengan yang kita inginkan.

• Air Conditioning :
  Menaikan, menurunkan temperatur dan
  menjaganya sesuai dengan yang kita inginkan,
  agar kita merasa nyaman berada diruangan
  tersebut.
2) Istilah – Istilah Dalam Refrigerasi
• Temparatur :
  Ukuran Intensitas atau banyaknya panas dari suatu zat. (R,
  C, F, K dll). Alat Ukurnya Thermometer
• Tekanan :
  Gaya persatuan luas (psi, Pa, Kg/cm²). Alat ukurnya
  Pressure gauge
• Panas :
  Panas adalah bentuk dari suatu energi, yang dapat merubah
  bentuk suatu zat.
• 1 BTU :
  Banyaknya panas yang dibutuhkan untuk menaikan atau
  menurunkan temparatur zat seberat 1 pound dan sebesar 1º
  F
2) Istilah – Istilah Dalam Refrigerasi
• Macam Panas :
 - Panas sensible :
 Panas yang dibutuhkan untuk merubah temperatur suatu
 zat seberat 1 pound sebesar 1º F
 - Panas latent :
 Panas yang dibutuhkan untuk merubah bentuk suatu zat
 seberat 1 pound, tanpa merubah temparatur zat tersebut
 (Pembekuan, Pencairan dan Penguapan). Besar kecilnya
 dipengaruhi oleh kandungan airnya
 - Panas Spesifik :
 Panas yang dibutuhkan untuk merubah temperatur zat
 seberat 1 pound sebesar 1º F
2) Istilah – Istilah Dalam Refrigerasi
• Entrophy (s)
  Jumlah panas persatuan temperatur (kJ/ºK, kJ/kg.ºK)

• Pengaruh tekanan terhadap temperatur
  penguapan :
  Jika tekanan dinaikan, maka temperatur didih atau
  temperatur penguapan suatu zat akan naik, begitu juga
  sebaliknya

• Pengaruh tekanan terhadap temperatur
  pembekuan :
  Jika tekanan dinaikan, akan menurunkan temperatur
  pembekuan. Begitu juga sebaliknya
1) Siklus Dasar Refrigerasi



             E
             x
             p

Evaporator                   Kondensor




                 Kompresor
2) Komponen Sistim Refrigerasi
• Komponen Utama
a) Kompresor :
   Berfungsi untuk menghisap dan menekan gas Refrigerant.
   (Reciprocating, Rotary, Screw, Centrifugal, Scroll)

b) Kondensor :
   Berfungsi untuk merubah bentuk gas refrigerant menjadi
   cairan refrigerant, dengan jalan membuang panasnya.
   Dikondensor terjadi proses kondensasi atau pembuangan
   panas.
   (Water cooled, Air cooled dan Evaporative Condenser)
c) Receiver
   Berfungsi sebagai penampung cairan refrigerant dari
   kondensor

d) Katup Expansi :
   Berfungsi untuk menjatuhkan tekanan cairan refrigerant,
   sehingga cairan refrigerant akan mulai menguap.
   (Automatic Exp, Thermostatic Exp, Capillary tube,
                    Distribution tube)
e) Evaporator :
   Berfungsi sebagai alat untuk proses penguapan dari cairan
   refrigerant. Di evaporator terjadi proses penyerapan panas
   (Shell Type, Shelf Type, Wall Type, Fin Tube with
        force Circulation)
Freezer Unit / pembekuan
        Fish hold / storage




                                                                             Keterangan :
                                                                             a. Kompressor No.I
                                                                             b. Kompressor No II
                                                                             c. Oil separator
                                                                             d. Filter Dryer
                                                                             e. Accumulator
                 c                KONDENSOR   c                              f. Intercooler

    e                                                       e
                                                                               Expansion Valve
                                  RECEIVER                                     Stop Valve
f                                                                f             Selenoid Valve
                                                                               Aliran Cairan Refrigerant
                                                                               Aliran gas Refrigerant
                                                                                 panas (Tekanan Tinggi)
                     a                                                         Aliran gas Refrigerant
                              d                              b                  dingin ( Tekanan Rendah)
Alat Bantu Sistim Refrigerasi
1)   Alat bantu untuk instalasi pada sistim perpipaan:
a)   Oil separator
b)   Filter dryer
c)   Sight Glass
d)   Solenoid Valve
e)   Accumulator
f)   Economizer/Heat Exchanger/Intercooler
g)   LP, HP, Oil pressure switch
h)   Gas Purger/Gas cooler
i)   Oil Drum
2) Alat Bantu Sistim Perlistrikan :
a) Thermal Overload protector
b) MCB
c) OCR
d) Timer
e) Volt meter
f) Ampere Meter
g) Frequensi meter
h) KWH meter
i) Thermostat
j) Module control
Diagram Sistim Refrigerasi R22
                     12

        13                11
 14




                     15                 9


                               8
                                   10

             6        7        4

       5         2

                                            1
                      3
Komponen Contoh Sistim Refrigerasi
1) Kompresor              2) Kondensor
3) Receiver               4) Oil Separator
5) Level Control          6) Filter Dryer
7) Sight Glass            8) Liquid Header
9) Low Temp. Gas Header   10) LP & HP Switch
11) Solenoid Valve        12) Thermostatic Exp.
                                 Valve
13) Evaporator            14) Thermostat control
15) Economizer
Refrigerant
• Refrigerant :
  Bahan pendingin (penukar panas) pada sistem
  refrigerasi

• Syarat-syarat refrigerant :
 Tekanan penguapan yang cukup tinggi, umumnya diatas
  tekanan atmosphir
 Tekanan pengembunan yang rendah, sehingga
  perbandingan kompresi kompresor tidak terlalu tinggi
 Mempunyai kalor latent penguapan yang tinggi.
 Volume spesifik yang cukup kecil, terutama pada fasa gas
Refrigerant
• Syarat-syarat Refrigerant :
 Mempunyai koefisien prestasi (COP) yang tinggi
 Mempunyai konduktifitas thermal yang tinggi
 Mempunyai viskositas rendah, baik dalam fasa cair maupun
  gas
 Tidak mempunyai sifat korosif
 Harus stabil dan tidak bereaksi dengan material lain
 Tidak beracun dan berbau menyengat
 Tidak mudah terbakar
 Harus mudah diditeksi jika terjadi kebocoran
 Harganya tidak mahal dan mudah didapat.
Refrigerant
• Macam-macam refrigerant :
• Refrigerant Group 1 :
   R 11          CCl3F       Low pressure
   R 12          CCl2F2
   R 22          CHClF2
   R 123         CHCl2CF3
   R 134a        CF3CH2F
   R 500         73,8 % R 12 dan 26,2 % R 152a
   R 502         48,8 % R 22 dan 51,2 % R 115
   R 503         40,1 % R 23 dan 59,9 % R 13
   R 744         CO2
• Sifat-sifat refrigerant group 1 :
 Tidak beracun
 Tidak korosif
 Tidak membuat iritasi
 Tidak mengganggu pernafasan
 Tidak mudah terbakar


• R 12
 Mempunyai latent heat pada suhu 5º F sebesar 68,2 Btu/lb
 Temperatur didihnya - 29º C
 Temperatur kerjanya s/d - 29º C
 Dapat larut dalam oli pada temperatur - 98º F (- 68º C)
 Tekanan kerjanya LP 26,5 psia (5º F) dan HP 108 psia (86º
  C)
• R 22
 Mempunyai latent heat pada suhu 5º F sebesar 93,2 Btu/lb
 Temperatur didih - 41º C
 Temperatur kerjanya - 29º C s/d - 40º C
 Dapat larut dalam oli pada temperatur - 9º C
 Tekanan kerjanya LP 43 psia (5º F) dan tekanan HP 158 psia
  (86º F)

• R 500
 Mempunyai latent heat pada suhu 5º F sebesar 82,5 Btu/lb
 Temperatur didihnya - 33º C
 Temperatur kerjanya s/d - 33º C
 Pada ukuran kompresor yang sama dapat menghasilkan
  kapasitas 20 % dari R 12
 Tekanan kerjanya LP 31,1 psia (5º F) dan HP 128 psia (86º
  F)
• R 502
 Mempunyai latent heat pada suhu 5º F sebesar 67,3 Btu/lb
  dan pada suhu - 29º C sebesar 70,8 Btu/lb
 Temperatur didihnya - 46º C
 Temperatur kerjanya - 18º C s/d - 51º C
 Dapat larut dalam oli pada temperatur diatas 180º F (82º C)
 Tekanan kerjanya LP 50,6 psia (5º F) dan HP 191 psia (86ºF)

• R 503
 Mempunyai latent heat pada suhu 5º F sebesar 48,9
  Btu/lb dan pada suhu - 88º C sebesar 77,2 Btu/lb
 Temperatur didihnya - 88º C
 Temperatur kerjanya - 73º C s/d - 87º C
 Tekanan kerjanya LP 266 psia (5º F) dan HP 607
  psia (20º F)
• R 744
 Mempunyai latent heat pada suhu 5º F sebesar 116 Btu/lb
 Temperatur didihnya – 109,3º F
 Temperatur kerjanya - 70º C
 Tekanan kerjanya LP 334,4 psia (5º F) dan HP 1039 psia
  (86º F)
• Refrigerant Group 2 :
 R 717               NH3
 R 40                CH3Cl
 R 760               SO2


• Sifat-sifat refrigerant group 2 :
 Sangat Beracun
 Sedikit mudah terbakar
 Menyebabkan iritasi pada pernafasan
• R 717
 Mempunyai latent heat pada suhu 5º F sebesar 565 Btu/lb
 Temperatur didihnya - 33º C
 Temperatur kerjanya 0º C s/d - 33º C
 Tekanan kerjanya LP 34,3 psia (5º F) dan HP 169 psia (86ºF)
 Dapat larut dengan oli sebesar 20 ppm pada suhu 5º C dan
  125 ppm pada suhu 86º C


• R 40
 Mempunyai latent heat pada suhu 5º F sebesar 180,6 Btu/lb
 Temperatur didihnya – 10,8º F
 Temperatur kerjanya - 10º C
 Tekanan kerjanya LP 20,89 psia (5º F) dan HP 95,53 psia
  (86ºF)
• R 764
 Mempunyai latent heat pada suhu 5º F sebesar 172,3 Btu/lb
 Temperatur didihnya 14º F
 Titik bekunya – 103,9º F
 Tekanan kerjanya LP 11,81 psia (5º F) dan HP 66,45 psia
  (86ºF)
• Refrigerant Group 3 :
 R 600            Butane              C4H10
 R 170            Ethane              C2H6
 R 290            Propane             C3H3

• Sifat-sifat refrigerant group 3 :
 Tidak beracun
 Mudah terbakar


• R 600
 Mempunyai latent heat pada suhu 5º F sebesar 170,7 Btu/lb
 Tekanan kerjanya LP 8,2 psia (5º F) dan HP 41,6 psia (86ºF)
• R 170
 Mempunyai latent heat pada suhu 5º F sebesar 150,5 Btu/lb
 Tekanan kerjanya LP 236 psia (5º F) dan HP 675 psia (86ºF)



• R 290
 Mempunyai latent heat pada suhu 5º F sebesar 170,2 Btu/lb
 Tekanan kerjanya LP 41,9 psia (5º F) dan HP 155 psia (86ºF)
• Refrigerant Air :
 Dipergunakan pada sistem refrigerant steam jet
 Latent heat pada suhu 100º C sebesar 970 Btu/lb
 Temperatur kerja yang didapat 7º C, pada tekanan 0,15 psia

• Refrigerant Cryogenic :
 Cairan refrigerant yang langsung diuapkan di atmosphere
  didalam evaporator
 Temperatur kerjanya antara - 157º C s/d - 273º C

   R 702   Hydrogen            R 704 Helium       (-269º C)
   R 720   Neon                R 728 Nitrogen     (-269º C)
   R 729   Udara               R 744 CO2           (-78º C)
   R 740   Argon
   R 732   Oxygen
Refrigerant Hydrocarbon
Keunggulan Refrigerant HC

 Nol ODP dan GWP dapat diabaikan
 Drop-in substitute
 Meningkatkan kinerja mesin (lebih efisien)
 Masa jenis rendah
 Panas laten lebih besar
 Tidak beracun, walaupun dalam jumlah
  banyak diudara
Keamanan Pemakaian HC
Perbandingan Performance HC DG R22
Perbandingan Performen R22 Dengan
              HC22
                  GRAFIK PERBANDINGAN PERFORMEN CHILLER
                          1, 3, 5 PADA SAAT RETROFIT
            800
                           748,5          749
            700
                                                      624
            600
LOAD (KW)




                                                              KOMP.R22
            500                           499,3       499,6
                                                              KOMP.HC22
            400                                               CAP.R22
                                                              CAP.HC22
            300
                                          249,7               ENER.SAV
            200            211,1          206         212,5   Δ CAP.
                           173,9          184,4       166,9
                                                      124,4
            100
                           37,2                       45,6
                                          21,6
              0            0
                       1              3           5
                                   CHILLER
Pelumasan
Fungsi refrigeration oil :
 Untuk melumasi bagian-bagian yang
  bergerak didalam kompresor seperti : Sleeve
  bearing, thrust bearing, shaft seal, piston pin,
  crank pin bearing dll.
 Untuk mengatur beban kompresor melalui
  pengaturan hydraulic capacity control (load
  and unloader)
Pelumasan
• Sifat-sifat refrigerant terhadap pelumas mineral :
• R 717 (NH3)
 Sedikit larut pada pelumas dan jika oli tidak murni, oli akan
  berubah bentuk menjadi lumpur.
 Dipergunakan untuk industri paberik es
 Kompresor yang dipergunakan jenis reciprocating
 Titik didih pada tekanan atmosphere - 28º F

• R 22 (CHClF2)
 Larut dalam oli pada temperatur tinggi
 Sifat kelarutan dengan oli tergantung : temperatur, jenis oli
 Dipergunakan untuk AC dan refrigerasi temperatur rendah
 Kompresor yang dipergunakan jenis reciprocating,
  cenrifugal
 Titik didih pada tekanan atmosphere - 41,4º F
• Sifat-sifat refrigeration oil :
 Mempunyai pour point rendah (titik leleh), terutama untuk
  temperatur kerja yang rendah (freezer)
 Harus terbuat dari mineral murni (bebas dari lilin, uap air,
  sulfur, hydro carbon dan larutan lainnya.
 Viscositas yang dipakai : 150, 300 dan 500. Untuk sistim
  refrigerasi automatik mempergunakan viscositas 300. Alat
  ukur yang dipergunakan adalah Saybolt Universal Viscosity
  Test
 Perlu ditambah foam inhibitor (anti foam)
 Pada temperatur rendah akan berubah jadi bentuk plastik,
  jadi temperatur cair oli (pour point) harus lebih rendah dari
  temperatur kerja refrigerasi
 Refrigerant oli harus mempunyai dielectric (penghambat
  aliran listrik) minimum 25.000 Volt, yang ditentukan oleh %
  uap air yang terkandung.
• Perawatan Refrigeration oil :
 Perlu dilakukan pengecekan rutin setiap tahun untuk :
  - Mengetahui viscositasnya
  - Titik nyalanya (flash point)
  - Titik lumernya (pour point)
  - Kandungan endapan dari carbonnya
  - Kemampuan untuk elmusi dan de emulsi
  - Penurunan titik lelehnya

 Penyimpanan refrigeration oil diluar ruangan :
  - Membuat penahan panas matahari.
  - Tutup rapat tutup drum agar tidak terjadi kontaminasi
  dengan udara luar.
  - Sebelum dipakai, drum harus dibersihkan dari kotoran,
  terutama disekitar tutupnya.
• Kondisi refrigeration oil pada saat operasional:
 Penggantian oli dilakukan setiap tahun.
 Jika ingin menambah atau mengganti oli secara keseluruhan,
  pergunakan oli yang bersih dari drum yang tertutup rapat.
 Setelah stop operasional lebih dari 1 bulan, buka tutup bearing
  dan lumasi dengan oli. Sebelum unit dioperasikan kembali.
 Ganti oli filter secara periodically. Sesuai dengan manual
  paberik pembuat kompresornya.
 Setiap tahun bersihkan strainer pompa olinya.
Cold Storage
• Macam Cold Storage :
 Small cold storage :
  Mempunyai luas ruang antara 93 m² s/d 372 m²

 Intermediate cold storage :
  Mempunyai luas ruangan hingga 465 m²

 Large cold storage :
  Mempunyai luas ruang antara 3.720 m² s/d
  4.650 m²
Cold Storage
• Temperatur Cold Storage
 High Temperature Cold Storage :
  Digunakan untuk menyimpan produk buah-buahan kaleng dan
  mempunyai temperatur penyimpanan s/d 27º C
 Medium Temperature Cold Storage :
  Digunakan untuk menyimpan buah-buahan segar, sayuran
  dan mempunyai temperatur penyimpanan antara 0º s/d 10º C
 Freezer Storage :

  Digunakan untuk menyimpan produk-produk beku seperti
  ikan, daging, mentega dan mempunyai temperatur
  penyimpanan antara - 18º C s/d - 23º C
Cold Storage
 Sharp Freezer Storage :
  Digunakan untuk menyimpan produk beku dan
  mempunyai temperatur penyimpanan s/d - 29º C
 Blast Freezer :
  Digunakan untuk membekukan produk dengan cara
  memakai hembusan udara dingin dari blower/fan dengan
  temperatur antara - 29º C s/d - 40º C. Blast freezer juga
  disebut suatu proses pembekuan cepat.
Refrigeration Pada Produk Perikanan
• Fungsi Refrigeration Untuk Produk Perikanan :
  Menghambat pertumbuhan bakteri pembusukan, sehingga
  dapat memperpanjang umur ikan (lebih awet) dan tidak
  menghilangkan gizi yang dikandungnya.

• Titik Beku Ikan Basah :
  - 1,1º C s/d - 2,2º C        (hanya 50% air membeku)

• Pengaruh Suhu Terhadap Pertumbuhan Bakteri
  Pembusukan :
 Deret suhu tinggi (25 s/d 2ºC)             Sangat cepat
 Deret suhu rendah (2 s/d -1ºC)             Dapat ditekan
 Deret Suhu Sangat Rendah (-2 s/d - 30ºC)   Ditekan minimum
                                             & Tidak Aktif
Perhitungan Kapasitas
• Panas Rambatan Dari Insulation
          k . A.(T1 − T2 )
       Q=
                  X                                                     R. X L
                                                          Z Total =
                                                                      (R2 + X 2 )
                                                                              L




• Panas Sensible Dari Produk

      Q = m.CP.(T1 – T2)
• Panas Latent Dari Produk
  Tergantung dari bentuk, jenis produk dan kadar airnya

Refigerasi

  • 1.
    Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta Modul Kuliah Refrigerasi I TPH Semester IV Dosen : Agus Budihadi ST, MT
  • 2.
    1) Pengertian Refrigerasi •Refrigeration : Menurunkan (pendinginan), menaikan (pemanasan) dan menjaga temperatur suatu zat atau ruangan, sesuai dengan yang kita inginkan. • Air Conditioning : Menaikan, menurunkan temperatur dan menjaganya sesuai dengan yang kita inginkan, agar kita merasa nyaman berada diruangan tersebut.
  • 3.
    2) Istilah –Istilah Dalam Refrigerasi • Temparatur : Ukuran Intensitas atau banyaknya panas dari suatu zat. (R, C, F, K dll). Alat Ukurnya Thermometer • Tekanan : Gaya persatuan luas (psi, Pa, Kg/cm²). Alat ukurnya Pressure gauge • Panas : Panas adalah bentuk dari suatu energi, yang dapat merubah bentuk suatu zat. • 1 BTU : Banyaknya panas yang dibutuhkan untuk menaikan atau menurunkan temparatur zat seberat 1 pound dan sebesar 1º F
  • 4.
    2) Istilah –Istilah Dalam Refrigerasi • Macam Panas : - Panas sensible : Panas yang dibutuhkan untuk merubah temperatur suatu zat seberat 1 pound sebesar 1º F - Panas latent : Panas yang dibutuhkan untuk merubah bentuk suatu zat seberat 1 pound, tanpa merubah temparatur zat tersebut (Pembekuan, Pencairan dan Penguapan). Besar kecilnya dipengaruhi oleh kandungan airnya - Panas Spesifik : Panas yang dibutuhkan untuk merubah temperatur zat seberat 1 pound sebesar 1º F
  • 5.
    2) Istilah –Istilah Dalam Refrigerasi • Entrophy (s) Jumlah panas persatuan temperatur (kJ/ºK, kJ/kg.ºK) • Pengaruh tekanan terhadap temperatur penguapan : Jika tekanan dinaikan, maka temperatur didih atau temperatur penguapan suatu zat akan naik, begitu juga sebaliknya • Pengaruh tekanan terhadap temperatur pembekuan : Jika tekanan dinaikan, akan menurunkan temperatur pembekuan. Begitu juga sebaliknya
  • 6.
    1) Siklus DasarRefrigerasi E x p Evaporator Kondensor Kompresor
  • 7.
    2) Komponen SistimRefrigerasi • Komponen Utama a) Kompresor : Berfungsi untuk menghisap dan menekan gas Refrigerant. (Reciprocating, Rotary, Screw, Centrifugal, Scroll) b) Kondensor : Berfungsi untuk merubah bentuk gas refrigerant menjadi cairan refrigerant, dengan jalan membuang panasnya. Dikondensor terjadi proses kondensasi atau pembuangan panas. (Water cooled, Air cooled dan Evaporative Condenser)
  • 8.
    c) Receiver Berfungsi sebagai penampung cairan refrigerant dari kondensor d) Katup Expansi : Berfungsi untuk menjatuhkan tekanan cairan refrigerant, sehingga cairan refrigerant akan mulai menguap. (Automatic Exp, Thermostatic Exp, Capillary tube, Distribution tube) e) Evaporator : Berfungsi sebagai alat untuk proses penguapan dari cairan refrigerant. Di evaporator terjadi proses penyerapan panas (Shell Type, Shelf Type, Wall Type, Fin Tube with force Circulation)
  • 9.
    Freezer Unit /pembekuan Fish hold / storage Keterangan : a. Kompressor No.I b. Kompressor No II c. Oil separator d. Filter Dryer e. Accumulator c KONDENSOR c f. Intercooler e e Expansion Valve RECEIVER Stop Valve f f Selenoid Valve Aliran Cairan Refrigerant Aliran gas Refrigerant panas (Tekanan Tinggi) a Aliran gas Refrigerant d b dingin ( Tekanan Rendah)
  • 10.
    Alat Bantu SistimRefrigerasi 1) Alat bantu untuk instalasi pada sistim perpipaan: a) Oil separator b) Filter dryer c) Sight Glass d) Solenoid Valve e) Accumulator f) Economizer/Heat Exchanger/Intercooler g) LP, HP, Oil pressure switch h) Gas Purger/Gas cooler i) Oil Drum
  • 11.
    2) Alat BantuSistim Perlistrikan : a) Thermal Overload protector b) MCB c) OCR d) Timer e) Volt meter f) Ampere Meter g) Frequensi meter h) KWH meter i) Thermostat j) Module control
  • 12.
    Diagram Sistim RefrigerasiR22 12 13 11 14 15 9 8 10 6 7 4 5 2 1 3
  • 13.
    Komponen Contoh SistimRefrigerasi 1) Kompresor 2) Kondensor 3) Receiver 4) Oil Separator 5) Level Control 6) Filter Dryer 7) Sight Glass 8) Liquid Header 9) Low Temp. Gas Header 10) LP & HP Switch 11) Solenoid Valve 12) Thermostatic Exp. Valve 13) Evaporator 14) Thermostat control 15) Economizer
  • 15.
    Refrigerant • Refrigerant : Bahan pendingin (penukar panas) pada sistem refrigerasi • Syarat-syarat refrigerant :  Tekanan penguapan yang cukup tinggi, umumnya diatas tekanan atmosphir  Tekanan pengembunan yang rendah, sehingga perbandingan kompresi kompresor tidak terlalu tinggi  Mempunyai kalor latent penguapan yang tinggi.  Volume spesifik yang cukup kecil, terutama pada fasa gas
  • 16.
    Refrigerant • Syarat-syarat Refrigerant:  Mempunyai koefisien prestasi (COP) yang tinggi  Mempunyai konduktifitas thermal yang tinggi  Mempunyai viskositas rendah, baik dalam fasa cair maupun gas  Tidak mempunyai sifat korosif  Harus stabil dan tidak bereaksi dengan material lain  Tidak beracun dan berbau menyengat  Tidak mudah terbakar  Harus mudah diditeksi jika terjadi kebocoran  Harganya tidak mahal dan mudah didapat.
  • 17.
    Refrigerant • Macam-macam refrigerant: • Refrigerant Group 1 :  R 11 CCl3F Low pressure  R 12 CCl2F2  R 22 CHClF2  R 123 CHCl2CF3  R 134a CF3CH2F  R 500 73,8 % R 12 dan 26,2 % R 152a  R 502 48,8 % R 22 dan 51,2 % R 115  R 503 40,1 % R 23 dan 59,9 % R 13  R 744 CO2
  • 18.
    • Sifat-sifat refrigerantgroup 1 :  Tidak beracun  Tidak korosif  Tidak membuat iritasi  Tidak mengganggu pernafasan  Tidak mudah terbakar • R 12  Mempunyai latent heat pada suhu 5º F sebesar 68,2 Btu/lb  Temperatur didihnya - 29º C  Temperatur kerjanya s/d - 29º C  Dapat larut dalam oli pada temperatur - 98º F (- 68º C)  Tekanan kerjanya LP 26,5 psia (5º F) dan HP 108 psia (86º C)
  • 19.
    • R 22 Mempunyai latent heat pada suhu 5º F sebesar 93,2 Btu/lb  Temperatur didih - 41º C  Temperatur kerjanya - 29º C s/d - 40º C  Dapat larut dalam oli pada temperatur - 9º C  Tekanan kerjanya LP 43 psia (5º F) dan tekanan HP 158 psia (86º F) • R 500  Mempunyai latent heat pada suhu 5º F sebesar 82,5 Btu/lb  Temperatur didihnya - 33º C  Temperatur kerjanya s/d - 33º C  Pada ukuran kompresor yang sama dapat menghasilkan kapasitas 20 % dari R 12  Tekanan kerjanya LP 31,1 psia (5º F) dan HP 128 psia (86º F)
  • 20.
    • R 502 Mempunyai latent heat pada suhu 5º F sebesar 67,3 Btu/lb dan pada suhu - 29º C sebesar 70,8 Btu/lb  Temperatur didihnya - 46º C  Temperatur kerjanya - 18º C s/d - 51º C  Dapat larut dalam oli pada temperatur diatas 180º F (82º C)  Tekanan kerjanya LP 50,6 psia (5º F) dan HP 191 psia (86ºF) • R 503  Mempunyai latent heat pada suhu 5º F sebesar 48,9 Btu/lb dan pada suhu - 88º C sebesar 77,2 Btu/lb  Temperatur didihnya - 88º C  Temperatur kerjanya - 73º C s/d - 87º C  Tekanan kerjanya LP 266 psia (5º F) dan HP 607 psia (20º F)
  • 21.
    • R 744 Mempunyai latent heat pada suhu 5º F sebesar 116 Btu/lb  Temperatur didihnya – 109,3º F  Temperatur kerjanya - 70º C  Tekanan kerjanya LP 334,4 psia (5º F) dan HP 1039 psia (86º F)
  • 22.
    • Refrigerant Group2 :  R 717 NH3  R 40 CH3Cl  R 760 SO2 • Sifat-sifat refrigerant group 2 :  Sangat Beracun  Sedikit mudah terbakar  Menyebabkan iritasi pada pernafasan
  • 23.
    • R 717 Mempunyai latent heat pada suhu 5º F sebesar 565 Btu/lb  Temperatur didihnya - 33º C  Temperatur kerjanya 0º C s/d - 33º C  Tekanan kerjanya LP 34,3 psia (5º F) dan HP 169 psia (86ºF)  Dapat larut dengan oli sebesar 20 ppm pada suhu 5º C dan 125 ppm pada suhu 86º C • R 40  Mempunyai latent heat pada suhu 5º F sebesar 180,6 Btu/lb  Temperatur didihnya – 10,8º F  Temperatur kerjanya - 10º C  Tekanan kerjanya LP 20,89 psia (5º F) dan HP 95,53 psia (86ºF)
  • 24.
    • R 764 Mempunyai latent heat pada suhu 5º F sebesar 172,3 Btu/lb  Temperatur didihnya 14º F  Titik bekunya – 103,9º F  Tekanan kerjanya LP 11,81 psia (5º F) dan HP 66,45 psia (86ºF)
  • 25.
    • Refrigerant Group3 :  R 600 Butane C4H10  R 170 Ethane C2H6  R 290 Propane C3H3 • Sifat-sifat refrigerant group 3 :  Tidak beracun  Mudah terbakar • R 600  Mempunyai latent heat pada suhu 5º F sebesar 170,7 Btu/lb  Tekanan kerjanya LP 8,2 psia (5º F) dan HP 41,6 psia (86ºF)
  • 26.
    • R 170 Mempunyai latent heat pada suhu 5º F sebesar 150,5 Btu/lb  Tekanan kerjanya LP 236 psia (5º F) dan HP 675 psia (86ºF) • R 290  Mempunyai latent heat pada suhu 5º F sebesar 170,2 Btu/lb  Tekanan kerjanya LP 41,9 psia (5º F) dan HP 155 psia (86ºF)
  • 27.
    • Refrigerant Air:  Dipergunakan pada sistem refrigerant steam jet  Latent heat pada suhu 100º C sebesar 970 Btu/lb  Temperatur kerja yang didapat 7º C, pada tekanan 0,15 psia • Refrigerant Cryogenic :  Cairan refrigerant yang langsung diuapkan di atmosphere didalam evaporator  Temperatur kerjanya antara - 157º C s/d - 273º C  R 702 Hydrogen R 704 Helium (-269º C)  R 720 Neon R 728 Nitrogen (-269º C)  R 729 Udara R 744 CO2 (-78º C)  R 740 Argon  R 732 Oxygen
  • 29.
  • 30.
    Keunggulan Refrigerant HC Nol ODP dan GWP dapat diabaikan  Drop-in substitute  Meningkatkan kinerja mesin (lebih efisien)  Masa jenis rendah  Panas laten lebih besar  Tidak beracun, walaupun dalam jumlah banyak diudara
  • 31.
  • 32.
  • 33.
    Perbandingan Performen R22Dengan HC22 GRAFIK PERBANDINGAN PERFORMEN CHILLER 1, 3, 5 PADA SAAT RETROFIT 800 748,5 749 700 624 600 LOAD (KW) KOMP.R22 500 499,3 499,6 KOMP.HC22 400 CAP.R22 CAP.HC22 300 249,7 ENER.SAV 200 211,1 206 212,5 Δ CAP. 173,9 184,4 166,9 124,4 100 37,2 45,6 21,6 0 0 1 3 5 CHILLER
  • 34.
    Pelumasan Fungsi refrigeration oil:  Untuk melumasi bagian-bagian yang bergerak didalam kompresor seperti : Sleeve bearing, thrust bearing, shaft seal, piston pin, crank pin bearing dll.  Untuk mengatur beban kompresor melalui pengaturan hydraulic capacity control (load and unloader)
  • 35.
    Pelumasan • Sifat-sifat refrigerantterhadap pelumas mineral : • R 717 (NH3)  Sedikit larut pada pelumas dan jika oli tidak murni, oli akan berubah bentuk menjadi lumpur.  Dipergunakan untuk industri paberik es  Kompresor yang dipergunakan jenis reciprocating  Titik didih pada tekanan atmosphere - 28º F • R 22 (CHClF2)  Larut dalam oli pada temperatur tinggi  Sifat kelarutan dengan oli tergantung : temperatur, jenis oli  Dipergunakan untuk AC dan refrigerasi temperatur rendah  Kompresor yang dipergunakan jenis reciprocating, cenrifugal  Titik didih pada tekanan atmosphere - 41,4º F
  • 36.
    • Sifat-sifat refrigerationoil :  Mempunyai pour point rendah (titik leleh), terutama untuk temperatur kerja yang rendah (freezer)  Harus terbuat dari mineral murni (bebas dari lilin, uap air, sulfur, hydro carbon dan larutan lainnya.  Viscositas yang dipakai : 150, 300 dan 500. Untuk sistim refrigerasi automatik mempergunakan viscositas 300. Alat ukur yang dipergunakan adalah Saybolt Universal Viscosity Test  Perlu ditambah foam inhibitor (anti foam)  Pada temperatur rendah akan berubah jadi bentuk plastik, jadi temperatur cair oli (pour point) harus lebih rendah dari temperatur kerja refrigerasi  Refrigerant oli harus mempunyai dielectric (penghambat aliran listrik) minimum 25.000 Volt, yang ditentukan oleh % uap air yang terkandung.
  • 37.
    • Perawatan Refrigerationoil :  Perlu dilakukan pengecekan rutin setiap tahun untuk : - Mengetahui viscositasnya - Titik nyalanya (flash point) - Titik lumernya (pour point) - Kandungan endapan dari carbonnya - Kemampuan untuk elmusi dan de emulsi - Penurunan titik lelehnya  Penyimpanan refrigeration oil diluar ruangan : - Membuat penahan panas matahari. - Tutup rapat tutup drum agar tidak terjadi kontaminasi dengan udara luar. - Sebelum dipakai, drum harus dibersihkan dari kotoran, terutama disekitar tutupnya.
  • 38.
    • Kondisi refrigerationoil pada saat operasional:  Penggantian oli dilakukan setiap tahun.  Jika ingin menambah atau mengganti oli secara keseluruhan, pergunakan oli yang bersih dari drum yang tertutup rapat.  Setelah stop operasional lebih dari 1 bulan, buka tutup bearing dan lumasi dengan oli. Sebelum unit dioperasikan kembali.  Ganti oli filter secara periodically. Sesuai dengan manual paberik pembuat kompresornya.  Setiap tahun bersihkan strainer pompa olinya.
  • 39.
    Cold Storage • MacamCold Storage :  Small cold storage : Mempunyai luas ruang antara 93 m² s/d 372 m²  Intermediate cold storage : Mempunyai luas ruangan hingga 465 m²  Large cold storage : Mempunyai luas ruang antara 3.720 m² s/d 4.650 m²
  • 40.
    Cold Storage • TemperaturCold Storage  High Temperature Cold Storage : Digunakan untuk menyimpan produk buah-buahan kaleng dan mempunyai temperatur penyimpanan s/d 27º C  Medium Temperature Cold Storage : Digunakan untuk menyimpan buah-buahan segar, sayuran dan mempunyai temperatur penyimpanan antara 0º s/d 10º C  Freezer Storage : Digunakan untuk menyimpan produk-produk beku seperti ikan, daging, mentega dan mempunyai temperatur penyimpanan antara - 18º C s/d - 23º C
  • 41.
    Cold Storage  SharpFreezer Storage : Digunakan untuk menyimpan produk beku dan mempunyai temperatur penyimpanan s/d - 29º C  Blast Freezer : Digunakan untuk membekukan produk dengan cara memakai hembusan udara dingin dari blower/fan dengan temperatur antara - 29º C s/d - 40º C. Blast freezer juga disebut suatu proses pembekuan cepat.
  • 42.
    Refrigeration Pada ProdukPerikanan • Fungsi Refrigeration Untuk Produk Perikanan : Menghambat pertumbuhan bakteri pembusukan, sehingga dapat memperpanjang umur ikan (lebih awet) dan tidak menghilangkan gizi yang dikandungnya. • Titik Beku Ikan Basah : - 1,1º C s/d - 2,2º C (hanya 50% air membeku) • Pengaruh Suhu Terhadap Pertumbuhan Bakteri Pembusukan :  Deret suhu tinggi (25 s/d 2ºC) Sangat cepat  Deret suhu rendah (2 s/d -1ºC) Dapat ditekan  Deret Suhu Sangat Rendah (-2 s/d - 30ºC) Ditekan minimum & Tidak Aktif
  • 43.
    Perhitungan Kapasitas • PanasRambatan Dari Insulation k . A.(T1 − T2 ) Q= X R. X L Z Total = (R2 + X 2 ) L • Panas Sensible Dari Produk Q = m.CP.(T1 – T2) • Panas Latent Dari Produk Tergantung dari bentuk, jenis produk dan kadar airnya