PROSES KEPERAWATAN
JIWA
Ns.Amalia Senja,M.Kep
PERKEMBANGAN KEPERAWATAN
JIWA
SEJARAH KEPERAWATAN JIWA DILUAR
NEGERI
 Sblm th 1860
perawatan klien jiwa dgn costudial care (tertutup
& isolatif)
 Th 1873
Linda Richards mengembangkan perawatan
mental di RSJ & mengorganisasi pelayanan &
pendidikan keperawatan jiwa di RSJ
 Th 1883
didirikan sekolah perawat yg berorientasi pd
fisik & mental di Mclean Hospital
 Th 1913
John Hopkins mendirikan sekolah perawat & memasukkan
keperawatan psikiatri dlm kurikulum. Muncul berbagai hal,
antara lain terapi somatik & ECT
 Th 1950
peran perawat psikiatri mulai berkembang
 Th 1951
Mellow mengembangkan hubungan perawat-klien mrpk
proses terapeutik
 Th 1952
Peplau mengembangkan hubungan interpersonal dlm
keperawatan
 Th 1960
fokus keperawatan psikiatri yaitu prevensi
primer, implementasi perawatan, & konsultasi
dlm komunitas
 Th 1970
pengembangan kerangka kerja praktik
keperawatan, yaitu proses keperawatan &
standar praktek keperawatan
PERKEMBANGAN KEPERAWATAN JIWA DI
INDONESIA
Th 1882 dibuka RSJ pertama di Indonesia
yaitu di Bogor
Sampai sekarang telah berdiri 34 RSJ di
Indonesia. Pd awal praktek keperawatan jiwa
dilakukan dgn cara costudial care, lalu
berkembang terapi kejang listrik, dll
Dgn berkembannya ilmu, perawatan dgn costudial
care berubah. Pasien mulai dilatih bekerja sesuai
kemampuan, walaupun ruangan masih dikunci
& pasien tdk boleh keluar ruangan.
SEJARAH PERKEMBANGAN DAN UPAYA
KESEHATAN JIWA DI INDONESIA
 Zaman Kolonial
Sebelum ada RSJ, pasien ditampung di RSU – yang ditampung, hanya yg
mengalami gangguan Jiwa berat
 1862  hsl sensus : 600 pnderita ggn jiwa di Pulau Jawa & Madura, 200
pndrita didaerah lain
 - 1882 : RSJ Bogor, pertama di Indonesia
- 1902 : RSJ Lawang
- 1923 : RSJ Magelang
- 1927 : RSJ Sabang diRS ini jauh dari perkotaan
MASALAH KESEHATAN JIWA DAN
KEMISKINAN
Kemiskinan
Gangguan Fisik Kekerasan & trauma
Gangguan Jiwa
Bunuh diri
Alkohol
Depresi
NAPZA
Masalah Perkembangan
Anak/Remaja
Gangguan pasca trauma
PROSES KEPERAWATAN JIWA
1 ● Pengkajian
● Analisa Data
● Pohon Masalah
2 Perumusan Diagnosa
3 Kriteria Hasil
4 Perencanaan
5 Implementasi
6 Evaluasi
PENGKAJIAN
● Pengumpulan data, analisa data dan perumusan masalah
klien
● Data klien secara holistic (biologis, psikologis, sosial dan
spiritual)
PENGKAJIAN
 Merupakan langkah mengidentifikasi data
obyektif dan subyektif
 Tujuan : mengidentifikasi apa masalah
keperawatan klien
 Metode : Wawancara, observasi, pemeriksaan
fisik, pengukuran
 Mengidentifikasi kesenjangan untuk
merumuskan masalah keperawatan
DALAM PENGKAJIAN
 Perawat kesehatan jiwa mengumpulkan data
kesehatan klien.
 Wawancara pengkajian yang memerlukan
keterampilan komunikasi efektif secara linguistic
dan kultural, wawancara, observasi perilaku,
tinjauan catatan-catatan data dasar, dan
pengkajian komprehensif tehadap klien dan sistem
yang relevan memungkinkan perawat kesehatan
jiwa-psikiatri untuk membuat penilaian klinis dan
rencana tindakan yang tepat dengan klien.
KEMAMPUAN YANG HARUS
DIMILIKI PERAWAT JIWA :
(STUART DAN SUNDEEN, 1995)
● kesadaran / tilik diri (self awareness)
● mengobservasi dengan akurat
● berkomunikasi secara terapeutik
● berespon secara efektif
KUNCI UTAMA
Terbinanya Hubungan Saling Percaya
Untuk mendapatkan data pengkajian, Klien
harus ikut serta dalam askep
PENGKAJIAN
1. Identitas Klien
2. Keluhan utama / alasan masuk
3. Faktor predisposisi
4. Aspek fisik / biologis
5. Aspek psikososial
6. Status mental
7. Kebutuhan persiapan pulang
8. Mekanisme koping
9. Masalah psikososial dan lingkungan
10. Pengetahuan
11. Aspek medis
DATA PENGKAJIAN
 Data objektif
 Data subjektif
 Data primer
 Data sekunder
ANALISA DATA
Kesimpulan
1. Tidak ada masalah tetapi ada kebutuhan
a. Perlu pemeliharaan kesehatan (follow up
periodic), klien tidak ada masalah dan memiliki
pengetahuan untuk antisipasi masalah
b. Perlu peningkatan kesehatan (prevensi dan
promosi) sbg program antisipasi masalah
ANALISA DATA
Kesimpulan
2. Ada masalah dengan kemungkinan
a. Resiko terjadinya masalah, ada
faktor yang dapat menimbulkan masalah
b. Aktual terjadi masalah dengan disertai
data pendukung
MASALAH KEPERAWATAN
POHON MASALAH
Sejumlah masalah pasien akan saling
berhubungan dan dapat digambarkan sebagai
pohon masalah
(FASID, 1983 dan INJF, 1996)
penyebab (causa)
masalah utama (core problem)
akibat (effect)
POHON MASALAH
 Susunan masalah keperawatan yang berhubungan
sebab akibat.
 Langkah:
1. Tetapkan “ core problem” ( CP)
2. Tetapkan “Penyebab” ( Efek )
3. Tetapkan “akibat” ( causa )
4. Susun dengan tanda anak panah
Perubahan Persepsi Sensori : halusinasi
Isolasi sosial : Menarik diri
Gg. Konsep diri : Harga diri rendah
Koping individu inefektif
Penolakan/ Duka disfungsional/kehilangan
Resiko tinggi mencederai diri, orla lingkungan
CORE
CAUSA
EFEK
Perilaku kekerasan
Gg. Konsep diri : Harga diri rendah
Koping individu inefektif
Penolakan/ duka disfungsional/kehilangan
Resiko tinggi mencederai diri, orla lingkungan
CORE
CAUSA
EFEK
Isolasi sosial: menarik diri
Gg. Konsep diri : Harga diri rendah
Koping individu in efektif
Penolakan/ Duka disfungsional/kehilangan
Resti Perubahan Persepsi Sensori : halusinasi
CORE
CAUSA
EFEK
DIAGNOSA
“ penilaian klinis tentang respon aktual atau
potensial dari individu, keluarga atau masyarakat
terhadap masalah kesehatan atau proses
kehidupan”
(Carpenito, 1995)
RUMUSAN DIAGNOSA :
Permasalahan (P) berhubungan dengan Etiologi (E)
DIAGNOSA KEPERAWATAN
 Merupakan gabungan 2 masalah keperawatan
( problem dan etiologi )
 Dihubung : “berhubungan dengan”
 Dapat disusun dengan menyusun masalah-masalah
keperawatan dalam bentuk “pohon masalah”
 Menggambarkan kondisi klien
DALAM MENENTUKAN DIAGNOSA
 Perawat kesehatan jiwa menganalisa data
pengkajian dalam menentukan diagnosa.
 Landasan untuk pemberian asuhan keperawatan
kesehatan jiwa adalah pengenalan dan
pengidentifikasian pola respons terhadap
masalah kesehatan jiwa atau penyakit psikiatri
yang actual dan potensial.
CONTOH
1. Sebagai diagnosa utama :
Resiko mencederai diri sendiri, orang lain ,
lingkungan berhubungan dengan halusinasi
pendengaran
2. Perubahan sensori persepsi : halusinasi
pendengaran berhubungan dengan menarik diri
3. Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan
harga diri rendah kronik
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
Empat Komponen :
● Tujuan Umum P
● Tujuan Khusus E
● Rencana Tindakan Keperawatan
● Rasional
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
“ serangkaian tindakan yang dapat dilaksanakan untuk
mencapai setiap tujuan khusus”
DALAM MELAKUKAN RENCANA
 Perawat kesehatan jiwa mengembangkan
rencana asuhan yang menggambarkan intervensi
untuk mencapai hasil yang diharapkan.
 Rencana asuhan digunakan untuk memandu
intervensi terapeutik secara sistematis dan
mencapai hasil klien yang diharapkan.
BERDASARKAN SURVEY MASALAH YANG
DILAKUKAN DI BEBERAPA RUMAH SAKIT JIWA
DITEMUKAN ADA 7 MASALAH KEPERAWATAN
UTAMA PASIEN YANG DIRAWAT MELIPUTI:
 Risiko perilaku kekerasan
 Gangguan sensori persepsi: halusinasi
 Isolasi sosial
 Gangguan proses pikir: waham
 Risiko bunuh diri
 Defisit perawatan diri
 Gangguan konsep diri: harga diri rendah
 Ansietas
 Kehilangan
 Konsep diri
TUJUAN KHUSUS
“ rumusan kemampuan klien yang harus dicapai”
Tiga Aspek Kemampuan
1. Kemampuan kognitif
2. Kemampuan psikomotor
3. Kemampuan afektif
(Stuart dan Sundeen, 1995)
PERENCANAAN
 Tujuan
1. Tujuan Umum : terselesaikan problem
2. Tujuan Khusus : terselesaikan etiologi
 Kriteria Evaluasi : target waktu dan uraian
perilaku klien
 Intervensi : rangkaian tindakan keperawatan
untuk mencapai tujuan
 Rasional : alasan ilmiah intervensi
TUJUAN
 Merupakan tujuan klien: dimulai kata-kata “ Klien dapat……atau
Klien mampu…….
 Spesifik: mengandung satu jenis perubahan perilaku.
 Measurable : dapat diukur : pencapaiannya dapat diukur
 Assesible/achievable: memungkinkan dapat dicapai
 Realistic: sesuatu yang nyata
 Time: dilengkapi dengan batasan waktu pencapaian
JENIS TUJUAN BERDASARKAN
TUPEN
 Perilaku kognitif : memahami, mengetahui
 Perilaku afektif : mau, bersedia, menginternalisasi
perubahan
 Perilaku Psikomotorik : melakukan, mengerjakan,
memperagakan
 Dukungan keluarga
 Pemanfaatan obat
TINDAKAN KEPERAWATAN
 Tindakan Konseling (Psikoterapi)
 Pendidikan Kesehatan
 Perawatan Mandiri
 Terapi Modalitas Keperawatan
 Perawatan Berkelanjutan
 Tindakan Kolaborasi (Terapi Somatic dan
Psikofarmaka)
RASIONAL
“ alasan ilmiah mengapa tindakan diberikan yang bisa
didapatkan dari literature, hasil penelitian dan
pengalaman praktik”
IMPLEMENTASI TINDAKAN
KEPERAWATAN
1. Perawat harus membuat kontrak dengan pasien
● menjelaskan apa yang akan dikerjakan
● peran serta klien yang diharapkan
2. Melaksanakan askep sesuai dengan yang
direncanakan
3. Mendokumentasikan apa yang telah dilaksanakan
DALAM IMPLEMENTASI
 Perawat kesehatan jiwa mengimplementasikan intervensi yang
teridentivikasi dalam rencana asuhan.
 Dalam mengimplementasikan rencana asuhan, parawat kesehatan jiwa-
psikiatri menggunakan intervensi yang luas yang dirancang untuk
mencegah penyakit fisik dan mental, meningkatkan, mempertahankan,
dan memulihkan kesehatan fisik dan mental. Perawat kesehatan jiwa-
psikiatri memilih intervensi sesuai dengan tingkat praktiknya.
 Pada tingkat dasar, perawat dapat memilih konseling, terapi
lingkungan, aktivitas asuhan mandiri, intervensi psikobiologis,
penyuluhan kesehatan, manajemen kasus, peningkatan kesehatan dan
pemeliharaan kesehatan, dan berbagai pendekatan lain untuk
memenuhi kebutuhan kesehatan mental klien. Selain pilihan
intervensi yang tersedia untuk perawat
EVALUASI
“ proses yang berkelanjutan untuk menilai efek
dari tindakan keperawatan pada pasien”
Evaluasi ada dua macam :
1. Evaluasi proses atau evaluasi formatif
2. Evaluasi hasil atau sumatif
EVALUASI DENGAN PENDEKATAN SOAP
S : respon subjektif klien terhadap tindakan
keperawatan yang telah dilaksanakan
O : respon objektif klien terhadap tindakan keperawatan
yang telah dilaksanakan
A : analisa terhadap data subjektif dan objektif untuk
menyimpulkan apakah masalah masih tetap ada, muncul
masalah baru atau ada data yang kontradiksi terhadap
masalah yang ada
P : tindak lanjut berdasarkan hasil analisa respon pasien
RENCANA TINDAKAN LANJUT (P)
1. Rencana dilanjutkan
2. Rencana dimodifikasi
3. Rencana dibatalkan
4. Rencana selesai
Proses keperawatan jiwa

Proses keperawatan jiwa

  • 1.
  • 2.
    PERKEMBANGAN KEPERAWATAN JIWA SEJARAH KEPERAWATANJIWA DILUAR NEGERI  Sblm th 1860 perawatan klien jiwa dgn costudial care (tertutup & isolatif)  Th 1873 Linda Richards mengembangkan perawatan mental di RSJ & mengorganisasi pelayanan & pendidikan keperawatan jiwa di RSJ  Th 1883 didirikan sekolah perawat yg berorientasi pd fisik & mental di Mclean Hospital
  • 3.
     Th 1913 JohnHopkins mendirikan sekolah perawat & memasukkan keperawatan psikiatri dlm kurikulum. Muncul berbagai hal, antara lain terapi somatik & ECT  Th 1950 peran perawat psikiatri mulai berkembang  Th 1951 Mellow mengembangkan hubungan perawat-klien mrpk proses terapeutik  Th 1952 Peplau mengembangkan hubungan interpersonal dlm keperawatan
  • 4.
     Th 1960 fokuskeperawatan psikiatri yaitu prevensi primer, implementasi perawatan, & konsultasi dlm komunitas  Th 1970 pengembangan kerangka kerja praktik keperawatan, yaitu proses keperawatan & standar praktek keperawatan
  • 5.
    PERKEMBANGAN KEPERAWATAN JIWADI INDONESIA Th 1882 dibuka RSJ pertama di Indonesia yaitu di Bogor Sampai sekarang telah berdiri 34 RSJ di Indonesia. Pd awal praktek keperawatan jiwa dilakukan dgn cara costudial care, lalu berkembang terapi kejang listrik, dll Dgn berkembannya ilmu, perawatan dgn costudial care berubah. Pasien mulai dilatih bekerja sesuai kemampuan, walaupun ruangan masih dikunci & pasien tdk boleh keluar ruangan.
  • 6.
    SEJARAH PERKEMBANGAN DANUPAYA KESEHATAN JIWA DI INDONESIA  Zaman Kolonial Sebelum ada RSJ, pasien ditampung di RSU – yang ditampung, hanya yg mengalami gangguan Jiwa berat  1862  hsl sensus : 600 pnderita ggn jiwa di Pulau Jawa & Madura, 200 pndrita didaerah lain  - 1882 : RSJ Bogor, pertama di Indonesia - 1902 : RSJ Lawang - 1923 : RSJ Magelang - 1927 : RSJ Sabang diRS ini jauh dari perkotaan
  • 7.
    MASALAH KESEHATAN JIWADAN KEMISKINAN Kemiskinan Gangguan Fisik Kekerasan & trauma Gangguan Jiwa Bunuh diri Alkohol Depresi NAPZA Masalah Perkembangan Anak/Remaja Gangguan pasca trauma
  • 8.
    PROSES KEPERAWATAN JIWA 1● Pengkajian ● Analisa Data ● Pohon Masalah 2 Perumusan Diagnosa 3 Kriteria Hasil 4 Perencanaan 5 Implementasi 6 Evaluasi
  • 9.
    PENGKAJIAN ● Pengumpulan data,analisa data dan perumusan masalah klien ● Data klien secara holistic (biologis, psikologis, sosial dan spiritual)
  • 10.
    PENGKAJIAN  Merupakan langkahmengidentifikasi data obyektif dan subyektif  Tujuan : mengidentifikasi apa masalah keperawatan klien  Metode : Wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pengukuran  Mengidentifikasi kesenjangan untuk merumuskan masalah keperawatan
  • 11.
    DALAM PENGKAJIAN  Perawatkesehatan jiwa mengumpulkan data kesehatan klien.  Wawancara pengkajian yang memerlukan keterampilan komunikasi efektif secara linguistic dan kultural, wawancara, observasi perilaku, tinjauan catatan-catatan data dasar, dan pengkajian komprehensif tehadap klien dan sistem yang relevan memungkinkan perawat kesehatan jiwa-psikiatri untuk membuat penilaian klinis dan rencana tindakan yang tepat dengan klien.
  • 12.
    KEMAMPUAN YANG HARUS DIMILIKIPERAWAT JIWA : (STUART DAN SUNDEEN, 1995) ● kesadaran / tilik diri (self awareness) ● mengobservasi dengan akurat ● berkomunikasi secara terapeutik ● berespon secara efektif KUNCI UTAMA Terbinanya Hubungan Saling Percaya Untuk mendapatkan data pengkajian, Klien harus ikut serta dalam askep
  • 13.
    PENGKAJIAN 1. Identitas Klien 2.Keluhan utama / alasan masuk 3. Faktor predisposisi 4. Aspek fisik / biologis 5. Aspek psikososial 6. Status mental 7. Kebutuhan persiapan pulang 8. Mekanisme koping 9. Masalah psikososial dan lingkungan 10. Pengetahuan 11. Aspek medis
  • 14.
    DATA PENGKAJIAN  Dataobjektif  Data subjektif  Data primer  Data sekunder
  • 15.
    ANALISA DATA Kesimpulan 1. Tidakada masalah tetapi ada kebutuhan a. Perlu pemeliharaan kesehatan (follow up periodic), klien tidak ada masalah dan memiliki pengetahuan untuk antisipasi masalah b. Perlu peningkatan kesehatan (prevensi dan promosi) sbg program antisipasi masalah
  • 16.
    ANALISA DATA Kesimpulan 2. Adamasalah dengan kemungkinan a. Resiko terjadinya masalah, ada faktor yang dapat menimbulkan masalah b. Aktual terjadi masalah dengan disertai data pendukung MASALAH KEPERAWATAN
  • 17.
    POHON MASALAH Sejumlah masalahpasien akan saling berhubungan dan dapat digambarkan sebagai pohon masalah (FASID, 1983 dan INJF, 1996) penyebab (causa) masalah utama (core problem) akibat (effect)
  • 18.
    POHON MASALAH  Susunanmasalah keperawatan yang berhubungan sebab akibat.  Langkah: 1. Tetapkan “ core problem” ( CP) 2. Tetapkan “Penyebab” ( Efek ) 3. Tetapkan “akibat” ( causa ) 4. Susun dengan tanda anak panah
  • 19.
    Perubahan Persepsi Sensori: halusinasi Isolasi sosial : Menarik diri Gg. Konsep diri : Harga diri rendah Koping individu inefektif Penolakan/ Duka disfungsional/kehilangan Resiko tinggi mencederai diri, orla lingkungan CORE CAUSA EFEK
  • 20.
    Perilaku kekerasan Gg. Konsepdiri : Harga diri rendah Koping individu inefektif Penolakan/ duka disfungsional/kehilangan Resiko tinggi mencederai diri, orla lingkungan CORE CAUSA EFEK
  • 21.
    Isolasi sosial: menarikdiri Gg. Konsep diri : Harga diri rendah Koping individu in efektif Penolakan/ Duka disfungsional/kehilangan Resti Perubahan Persepsi Sensori : halusinasi CORE CAUSA EFEK
  • 22.
    DIAGNOSA “ penilaian klinistentang respon aktual atau potensial dari individu, keluarga atau masyarakat terhadap masalah kesehatan atau proses kehidupan” (Carpenito, 1995) RUMUSAN DIAGNOSA : Permasalahan (P) berhubungan dengan Etiologi (E)
  • 23.
    DIAGNOSA KEPERAWATAN  Merupakangabungan 2 masalah keperawatan ( problem dan etiologi )  Dihubung : “berhubungan dengan”  Dapat disusun dengan menyusun masalah-masalah keperawatan dalam bentuk “pohon masalah”  Menggambarkan kondisi klien
  • 24.
    DALAM MENENTUKAN DIAGNOSA Perawat kesehatan jiwa menganalisa data pengkajian dalam menentukan diagnosa.  Landasan untuk pemberian asuhan keperawatan kesehatan jiwa adalah pengenalan dan pengidentifikasian pola respons terhadap masalah kesehatan jiwa atau penyakit psikiatri yang actual dan potensial.
  • 25.
    CONTOH 1. Sebagai diagnosautama : Resiko mencederai diri sendiri, orang lain , lingkungan berhubungan dengan halusinasi pendengaran 2. Perubahan sensori persepsi : halusinasi pendengaran berhubungan dengan menarik diri 3. Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah kronik
  • 26.
    RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN EmpatKomponen : ● Tujuan Umum P ● Tujuan Khusus E ● Rencana Tindakan Keperawatan ● Rasional
  • 27.
    RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN “serangkaian tindakan yang dapat dilaksanakan untuk mencapai setiap tujuan khusus”
  • 28.
    DALAM MELAKUKAN RENCANA Perawat kesehatan jiwa mengembangkan rencana asuhan yang menggambarkan intervensi untuk mencapai hasil yang diharapkan.  Rencana asuhan digunakan untuk memandu intervensi terapeutik secara sistematis dan mencapai hasil klien yang diharapkan.
  • 29.
    BERDASARKAN SURVEY MASALAHYANG DILAKUKAN DI BEBERAPA RUMAH SAKIT JIWA DITEMUKAN ADA 7 MASALAH KEPERAWATAN UTAMA PASIEN YANG DIRAWAT MELIPUTI:  Risiko perilaku kekerasan  Gangguan sensori persepsi: halusinasi  Isolasi sosial  Gangguan proses pikir: waham  Risiko bunuh diri  Defisit perawatan diri  Gangguan konsep diri: harga diri rendah  Ansietas  Kehilangan  Konsep diri
  • 30.
    TUJUAN KHUSUS “ rumusankemampuan klien yang harus dicapai” Tiga Aspek Kemampuan 1. Kemampuan kognitif 2. Kemampuan psikomotor 3. Kemampuan afektif (Stuart dan Sundeen, 1995)
  • 31.
    PERENCANAAN  Tujuan 1. TujuanUmum : terselesaikan problem 2. Tujuan Khusus : terselesaikan etiologi  Kriteria Evaluasi : target waktu dan uraian perilaku klien  Intervensi : rangkaian tindakan keperawatan untuk mencapai tujuan  Rasional : alasan ilmiah intervensi
  • 32.
    TUJUAN  Merupakan tujuanklien: dimulai kata-kata “ Klien dapat……atau Klien mampu…….  Spesifik: mengandung satu jenis perubahan perilaku.  Measurable : dapat diukur : pencapaiannya dapat diukur  Assesible/achievable: memungkinkan dapat dicapai  Realistic: sesuatu yang nyata  Time: dilengkapi dengan batasan waktu pencapaian
  • 33.
    JENIS TUJUAN BERDASARKAN TUPEN Perilaku kognitif : memahami, mengetahui  Perilaku afektif : mau, bersedia, menginternalisasi perubahan  Perilaku Psikomotorik : melakukan, mengerjakan, memperagakan  Dukungan keluarga  Pemanfaatan obat
  • 34.
    TINDAKAN KEPERAWATAN  TindakanKonseling (Psikoterapi)  Pendidikan Kesehatan  Perawatan Mandiri  Terapi Modalitas Keperawatan  Perawatan Berkelanjutan  Tindakan Kolaborasi (Terapi Somatic dan Psikofarmaka)
  • 35.
    RASIONAL “ alasan ilmiahmengapa tindakan diberikan yang bisa didapatkan dari literature, hasil penelitian dan pengalaman praktik”
  • 36.
    IMPLEMENTASI TINDAKAN KEPERAWATAN 1. Perawatharus membuat kontrak dengan pasien ● menjelaskan apa yang akan dikerjakan ● peran serta klien yang diharapkan 2. Melaksanakan askep sesuai dengan yang direncanakan 3. Mendokumentasikan apa yang telah dilaksanakan
  • 37.
    DALAM IMPLEMENTASI  Perawatkesehatan jiwa mengimplementasikan intervensi yang teridentivikasi dalam rencana asuhan.  Dalam mengimplementasikan rencana asuhan, parawat kesehatan jiwa- psikiatri menggunakan intervensi yang luas yang dirancang untuk mencegah penyakit fisik dan mental, meningkatkan, mempertahankan, dan memulihkan kesehatan fisik dan mental. Perawat kesehatan jiwa- psikiatri memilih intervensi sesuai dengan tingkat praktiknya.
  • 38.
     Pada tingkatdasar, perawat dapat memilih konseling, terapi lingkungan, aktivitas asuhan mandiri, intervensi psikobiologis, penyuluhan kesehatan, manajemen kasus, peningkatan kesehatan dan pemeliharaan kesehatan, dan berbagai pendekatan lain untuk memenuhi kebutuhan kesehatan mental klien. Selain pilihan intervensi yang tersedia untuk perawat
  • 39.
    EVALUASI “ proses yangberkelanjutan untuk menilai efek dari tindakan keperawatan pada pasien” Evaluasi ada dua macam : 1. Evaluasi proses atau evaluasi formatif 2. Evaluasi hasil atau sumatif
  • 40.
    EVALUASI DENGAN PENDEKATANSOAP S : respon subjektif klien terhadap tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan O : respon objektif klien terhadap tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan A : analisa terhadap data subjektif dan objektif untuk menyimpulkan apakah masalah masih tetap ada, muncul masalah baru atau ada data yang kontradiksi terhadap masalah yang ada P : tindak lanjut berdasarkan hasil analisa respon pasien
  • 41.
    RENCANA TINDAKAN LANJUT(P) 1. Rencana dilanjutkan 2. Rencana dimodifikasi 3. Rencana dibatalkan 4. Rencana selesai