SISTEM KLASIFIKASI PASIEN
Dosen Pembimbing : Oci Etry Nursanti, S.Kep.,Ns.,MMR
Disusun Oleh :
Kelompok 1
1. Marfenda Dila A
2. Duaji Iftinan A
3. Kharisma Ladinda
4. Erni Yunia Nugroho
5. Ginta Septiana
6. Apri Lianto
7. Aisyah Fitriani
8. Widian Listanti
9. Esti Apriyani
10. Ade Panji Nugroho
11. Aryanti
12. Mukharom
13. Nurul Khasanah
14. Siti Karina Hardiyanti
15. Novieka Dwi Mahesa
16. Lutfi Tri K
17. Anah Nur Aliyah
18. Tuminah
19. Mey Ferdita S.P.
20. Khasbulloh
21. Joni Koeswara
22. Rachmawati Nur K.
23. Nilam Marwati
24. Retno Dwi Jayanti
25. Irma Susrini
S1 KEPERAWATAN
STIKES AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH CILACAP
TAHUN AKADEMIK 2015/2016
SISTEM KLASIFIKASI PASIEN
A. Definisi Sistem Klasifikasi Pasien
Klasifikasi pasien adalah metode pengelompokkan pasien menurut jumlah
dan kompleksitas persyaratan perawatan mereka. Dalam banyak sistem klasifikasi,
pasien dikelompokkan sesuai dengan ketergantungan mereka pada pemberi
perawatan dan kemampuan yang diperlukan untuk memberikan perawatan.
B. Tujuan Sistem Klasifikasi Pasien
Tujuan dari suatu system klasifikasi adalah untuk membantu para pasien,
mengelompokkan mereka dengan para pasien yang memiliki kebutuhan-
kebutuhan yang sama, dan menempatkan para pasien dalam setiap kelompok
suatu nilai bernomor untuk menjumlahkan mereka dalam kebutuhan perawatan
keperawatan. Untuk mengembangkan suatu penampakan klasifiksi yang dapat
dikerjakan, para menejer harus menentukan jumlah dari kategori-kategori dimana
para pasien akan diklasifikasikan, karateristik-karateristik yang diperlukan dari
para pasien dalam setiap kategori, dan waktu serta keahlian yang dibutuhkan
untuk memuaskan setiap sesuatu dari karateristik yang diperlukan.
Tujuan klasifikasi pasien menurut Gillies adalah untuk mengkaji pasien
dan pemberian nilai untuk mengukur jumlah usaha yang diperlukan untuk
memenuhi perawatan yang dibutuhkan pasien. Menurut Swanburg, tujuan
klasifikasi pasien adalah untuk menentukan jumlah dan jenis tenaga yang
dibutuhkan dan menentukan nilai produktivitas.
Setiap kategori deskriptor empat perawatan (aktifitas sehari-hari,
kesehatan umum, dukungan pengajar serta emosional, dan perlakuan sekitar
pengobatan) dipakai untuk menunjukkan karakteristik dan tingkat perawat yang
dibutuhkan pasien di dalam klasifikasi tersebut.
Klasifikasi pasien sangat menentukan perkiraan kebutuhan tenaga. Hal ini
dilakukan untuk menetapkan jumlah tenaga keperawatan sesuai dengan kategori
yang dibutuhkan untuk asuhan keperawatan klien di setiap unit.
C. KLASIFIKASI PASIEN
Metode yang sering digunakan di Rumah Sakit adalah metode menurut
Donglas (1984), yang mengklasifikasi derajat ketergantungan pasien dalam tiga
kategori, yaitu perawatan miniaml, perawatan intermediate, dan perawatan
maksimal atau total.
1. Perawatan Minamal
Perawatan ini memerlukan waktu 1-2 jam/24 jam. Kriteria klien pada
klasifikasi ini adalah klien masih dapat melakukan sendiri kebersihan diri,
pasien bisa mandiri/ hampir tidak memerlukan bantuan. Meskipun demikian
klien perlu diawasi ketika melakukan ambulasi atau gerakan.
Ciri-ciri lain pada klien dengan klasifikasi ini yaitu :
a. Mampu naik- turun tempat tidur
b. Mampu ambulasi dan berjalan sendiri dengan pengawasan
c. Observasi tanda-tanda vital setiap pergantian shift
d. Mampu makan dan minum sendiri
e. Mampu mandi sendiri/ mandi sebagian dengan bantuan
f. Mampu membersihkan mulut (sikat gigi sendiri)
g. Mampu berpakaian dan berdandan dengan sedikit bantuan
h. Pengobatan minimal dengan status psikologi stabil
i. Pasien dirawat untuk prosedur diagnostik
j. Operasi ringan
k. perawatan luka sederhana
2. Perawatan Intermediate
Perawatan ini memerlukan waktu 3-4 jam/24 jam. Kriteria klien pada
klasifikasi ini adalah pasien memerlukan bantuan perawat sebagian, klien
masih perlu bantuan dalam memenuhi kebersihan diri, makan dan minum.
Disamping itu klien dalam klasifikasi ini memerlukan pengobatan lebih dari
sekali.
Ciri-ciri lain pada klien dengan klasifikasi ini yaitu :
a. Membutuhkan batuan 1 orang untuk naik- turun tempat tidur
b. Membutuhkan bantuan untuk ambulasi/ berjalan
c. Membutuhkan bantuan dalam menyiapkan makanan
d. Membutuhkan bantuan untuk makan/ disuap
e. Membutuhkan bantuan untuk kebersihan mulut
f. Membutuhkan bantuan untuk berpakaian dan berdandan
g. Membutuhkan bantuan untuk BAB dan BAK (tempat tidur/ kamar mandi)
h. Post operasi minor 24 jam
i. Melewati fase akut dari post operasi mayor
j. Fase awal dari penyembuhan
k. Observasi tanda- tanda vital setiap 4 jam
l. Gangguan emosional ringan
m. pengobatan dengan injeksi
n. klien dengan kateter urin, pemasukan dan pengeluaran dicatat
o. klien dengan infus, dan klien dengan pleura pungsi.
3. Perawatan Maksimal Atau Total
Perawat ini memerlukan waktu 5-6jam/24 jam. Kriteria klien pada
klasifikasi ini adalah pasien memerlukan bantuan perawat sepenuhnya dan
memerlukan waktu perawat yang lebih lama, klien harus dibantu tentang
segala sesuatunya.
Ciri-ciri lain pada klien dengan klasifikasi ini yaitu :
a. Membutuhkan 2 orang atau lebih untuk mobilisasi dari tempat tidur ke
kereta dorong atau kursi roda
b. Membutuhkan latihan pasif
c. Kebutuhan nutrisi dan cairan dipenuhi melalui terapi intravena (infus)
atau NGT (Naso Gastrik Tube)
d. Membutuhkan bantuan untuk kebersihan mulut, pemakaian alat
penghisap (suction)
e. Membutuhkan bantuan penuh untuk berpakaian dan berdandan
f. Dimandikan perawat
g. Dalam keadaan inkontinensia
h. 24 jam post operasi mayor
i. Pasien tidak sadar
j. Keadaan pasien tidak stabil
k. Observasi TTV setip kurang dari 2 jam
l. Perawatan luka bakar
m. Perawatan kolostomi
n. Menggunakan alat bantu nafas (ventilator)
o. Menggunakan WSD
p. Irigasi kandung secara terus menerus
q. Menggunakan alat traksi (skeletal traksi)
r. Fraktur dan atau pasca operasi tulang belakang/ leher
s. Gangguan emosional berat, bingung dan disorientasi
DAFTAR PUSTAKA
http://sukardjoskmmkes.blogspot.co.id/2011/12/klasifikasi-pasien.html?m=1
https://apriyanipujihastuti.wordpress.com/2012/07/09/konsep-manajemen-asuhan-
keperawatan/
https://id.scribd.com/doc/110750949/Klasifikasi-Tingkat-Ketergantungan-Pasien
http://pustaka.unpad.ac.id/wp-
content/uploads/2010/03/perencanaan_kebutuhan_tenaga_kepewaratan.pdf
https://id.scribd.com/doc/284121532/KLASIFIKASI-PASIEN

Sistem klasifikasi pasien

  • 1.
    SISTEM KLASIFIKASI PASIEN DosenPembimbing : Oci Etry Nursanti, S.Kep.,Ns.,MMR Disusun Oleh : Kelompok 1 1. Marfenda Dila A 2. Duaji Iftinan A 3. Kharisma Ladinda 4. Erni Yunia Nugroho 5. Ginta Septiana 6. Apri Lianto 7. Aisyah Fitriani 8. Widian Listanti 9. Esti Apriyani 10. Ade Panji Nugroho 11. Aryanti 12. Mukharom 13. Nurul Khasanah 14. Siti Karina Hardiyanti 15. Novieka Dwi Mahesa 16. Lutfi Tri K 17. Anah Nur Aliyah 18. Tuminah 19. Mey Ferdita S.P. 20. Khasbulloh 21. Joni Koeswara 22. Rachmawati Nur K. 23. Nilam Marwati 24. Retno Dwi Jayanti 25. Irma Susrini S1 KEPERAWATAN STIKES AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH CILACAP TAHUN AKADEMIK 2015/2016
  • 2.
    SISTEM KLASIFIKASI PASIEN A.Definisi Sistem Klasifikasi Pasien Klasifikasi pasien adalah metode pengelompokkan pasien menurut jumlah dan kompleksitas persyaratan perawatan mereka. Dalam banyak sistem klasifikasi, pasien dikelompokkan sesuai dengan ketergantungan mereka pada pemberi perawatan dan kemampuan yang diperlukan untuk memberikan perawatan. B. Tujuan Sistem Klasifikasi Pasien Tujuan dari suatu system klasifikasi adalah untuk membantu para pasien, mengelompokkan mereka dengan para pasien yang memiliki kebutuhan- kebutuhan yang sama, dan menempatkan para pasien dalam setiap kelompok suatu nilai bernomor untuk menjumlahkan mereka dalam kebutuhan perawatan keperawatan. Untuk mengembangkan suatu penampakan klasifiksi yang dapat dikerjakan, para menejer harus menentukan jumlah dari kategori-kategori dimana para pasien akan diklasifikasikan, karateristik-karateristik yang diperlukan dari para pasien dalam setiap kategori, dan waktu serta keahlian yang dibutuhkan untuk memuaskan setiap sesuatu dari karateristik yang diperlukan. Tujuan klasifikasi pasien menurut Gillies adalah untuk mengkaji pasien dan pemberian nilai untuk mengukur jumlah usaha yang diperlukan untuk memenuhi perawatan yang dibutuhkan pasien. Menurut Swanburg, tujuan klasifikasi pasien adalah untuk menentukan jumlah dan jenis tenaga yang dibutuhkan dan menentukan nilai produktivitas. Setiap kategori deskriptor empat perawatan (aktifitas sehari-hari, kesehatan umum, dukungan pengajar serta emosional, dan perlakuan sekitar pengobatan) dipakai untuk menunjukkan karakteristik dan tingkat perawat yang dibutuhkan pasien di dalam klasifikasi tersebut. Klasifikasi pasien sangat menentukan perkiraan kebutuhan tenaga. Hal ini dilakukan untuk menetapkan jumlah tenaga keperawatan sesuai dengan kategori yang dibutuhkan untuk asuhan keperawatan klien di setiap unit.
  • 3.
    C. KLASIFIKASI PASIEN Metodeyang sering digunakan di Rumah Sakit adalah metode menurut Donglas (1984), yang mengklasifikasi derajat ketergantungan pasien dalam tiga kategori, yaitu perawatan miniaml, perawatan intermediate, dan perawatan maksimal atau total. 1. Perawatan Minamal Perawatan ini memerlukan waktu 1-2 jam/24 jam. Kriteria klien pada klasifikasi ini adalah klien masih dapat melakukan sendiri kebersihan diri, pasien bisa mandiri/ hampir tidak memerlukan bantuan. Meskipun demikian klien perlu diawasi ketika melakukan ambulasi atau gerakan. Ciri-ciri lain pada klien dengan klasifikasi ini yaitu : a. Mampu naik- turun tempat tidur b. Mampu ambulasi dan berjalan sendiri dengan pengawasan c. Observasi tanda-tanda vital setiap pergantian shift d. Mampu makan dan minum sendiri e. Mampu mandi sendiri/ mandi sebagian dengan bantuan f. Mampu membersihkan mulut (sikat gigi sendiri) g. Mampu berpakaian dan berdandan dengan sedikit bantuan h. Pengobatan minimal dengan status psikologi stabil i. Pasien dirawat untuk prosedur diagnostik j. Operasi ringan k. perawatan luka sederhana 2. Perawatan Intermediate Perawatan ini memerlukan waktu 3-4 jam/24 jam. Kriteria klien pada klasifikasi ini adalah pasien memerlukan bantuan perawat sebagian, klien masih perlu bantuan dalam memenuhi kebersihan diri, makan dan minum. Disamping itu klien dalam klasifikasi ini memerlukan pengobatan lebih dari sekali. Ciri-ciri lain pada klien dengan klasifikasi ini yaitu : a. Membutuhkan batuan 1 orang untuk naik- turun tempat tidur b. Membutuhkan bantuan untuk ambulasi/ berjalan c. Membutuhkan bantuan dalam menyiapkan makanan
  • 4.
    d. Membutuhkan bantuanuntuk makan/ disuap e. Membutuhkan bantuan untuk kebersihan mulut f. Membutuhkan bantuan untuk berpakaian dan berdandan g. Membutuhkan bantuan untuk BAB dan BAK (tempat tidur/ kamar mandi) h. Post operasi minor 24 jam i. Melewati fase akut dari post operasi mayor j. Fase awal dari penyembuhan k. Observasi tanda- tanda vital setiap 4 jam l. Gangguan emosional ringan m. pengobatan dengan injeksi n. klien dengan kateter urin, pemasukan dan pengeluaran dicatat o. klien dengan infus, dan klien dengan pleura pungsi. 3. Perawatan Maksimal Atau Total Perawat ini memerlukan waktu 5-6jam/24 jam. Kriteria klien pada klasifikasi ini adalah pasien memerlukan bantuan perawat sepenuhnya dan memerlukan waktu perawat yang lebih lama, klien harus dibantu tentang segala sesuatunya. Ciri-ciri lain pada klien dengan klasifikasi ini yaitu : a. Membutuhkan 2 orang atau lebih untuk mobilisasi dari tempat tidur ke kereta dorong atau kursi roda b. Membutuhkan latihan pasif c. Kebutuhan nutrisi dan cairan dipenuhi melalui terapi intravena (infus) atau NGT (Naso Gastrik Tube) d. Membutuhkan bantuan untuk kebersihan mulut, pemakaian alat penghisap (suction) e. Membutuhkan bantuan penuh untuk berpakaian dan berdandan f. Dimandikan perawat g. Dalam keadaan inkontinensia h. 24 jam post operasi mayor i. Pasien tidak sadar j. Keadaan pasien tidak stabil k. Observasi TTV setip kurang dari 2 jam
  • 5.
    l. Perawatan lukabakar m. Perawatan kolostomi n. Menggunakan alat bantu nafas (ventilator) o. Menggunakan WSD p. Irigasi kandung secara terus menerus q. Menggunakan alat traksi (skeletal traksi) r. Fraktur dan atau pasca operasi tulang belakang/ leher s. Gangguan emosional berat, bingung dan disorientasi
  • 6.