PROCESS LAYOUT 
PERENCANAAN TATA LETAK FASILITAS
ANGGOTA KELOMPOK 
 Sonar 
 Moh Hasan S 
 Andika 
 Revin 
 Sony
PROCESS LAYOUT 
 Salah satu jenis tataletak fasilitas berdasarkan 
proses: yang menempatkan funsi mesin pada satu 
tempat. 
 Cocok untuk proses manufacturing yang terputus-putus. 
 Sangat baik untuk menangani produksi komponen 
dalam batch kecil (job-lot) dan untuk memproduksi 
beragam komponen dalam bentuk dan ukuran yang 
berbeda. 
 Untuk perusahaan-perusahaan yang berproduksi 
dalam rangka memenuhi pesanan.
GAMBAR LAY OUT PROCESS
KELEBIHAN: 
 Pemanfaatan mesin secara optimal, spesialisasi 
mesin dan tenaga kerja 
 Bagian-nagian fungsional luwes dan dapat 
memproses berbagai jenis produk 
 Biayanya lebih rendah 
 Tidak terpengaruh dengan adanya kemungkinan 
salah satu mesin rusak 
 Sangat sesuai untuk pelaksanaan sistem upah 
borongan. 
 produk dan layanan yang memerlukan proses yang 
bermacam-macam dapat dengan mudah diproses
KELEMAHAN: 
 Waktu lebih lama 
 Penentuan jalannya proses (routing) dan 
penentuan jadual (schedulling) serta akuntansi 
biayanya sulit 
 Pengendalian bahan (material handling) dan biaya 
angkut bahan dalam pabrik relatif tinggi 
 Sulit dilakukan keseimbangan tenaga kerja dan 
mesin-mesin 
 Inventory cost yang tinggi 
 Sering terjadi proses membalik
 Cocok untuk industri fashion dan industri funiture
TERIMA KASIH
FUNCTIONAL LAYOUT ATAU PROCESS LAYOUT 
 Mesin dan peralatan yang mempuyai karakter atau 
fungsi yang sama ditempatkan dalam satu departemen. 
Misalnya mesin bubut, mesin drill, dan mesin las. 
 Tata letak yang berorientasi pada proses sangat baik 
untuk menangani produksi komponen dalam batch 
kecil(job-lot), dan untuk memproduksi beragam 
komponen dalam bentuk dan ukuran yang berbeda 
 Layout proses adalah karakteristik yang cocok untuk 
proses manufacturing yang terputus-putus. 
 layout semacam ini biasanya dipergunakan untuk 
perusahaan-perusahaan yang berproduksi dalam 
rangka memenuhi pesanan dimana terdapat banyak 
pesanan yang berbeda baik dalam bentuk, kualitas, 
maupun jumlahnya.
KELEBIHAN LAYOUT FUNGSIONAL 
 Dapat mengakibatkan pemanfaatan mesin secara 
optimal, spesialisasi mesin dan tenaga kerja 
 Bagian-nagian fungsional luwes dan dapat memproses 
berbagai jenis produk 
 Mesin-mesin merupakan mesin srbaguna yang 
biasanya biayanya lebih rendah bila dibandingkan 
dengan mesin yang bersifat khusus 
 produk dan layanan yang memerlukan proses yang 
bermacam-macam dapat dengan mudah diproses 
 Fasilitas lain dalam layout fungsional tidak terpengaruh 
dengan adanya kemungkinan salah satu mesin rusak 
 Mesin dan karyawan saling tergantung sehingga layout 
ini sangat sesuai untuk pelaksanaan sistem upah 
borongan.
KELEMAHAN LAYOUT FUNGSIONAL 
 Fasilitas atau mesin serbaguna biasanya lebih lamban 
dalam pengoperasian bila dibandingkan dengan mesin 
khusus sehingga biaya operasional per satuan lebih 
tinggi 
 Penentuan jalannya proses (routing) dan penentuan 
jadual (schedulling) serta akuntansi biayanya sulit sebab 
setiap pesanan harus dikerjakan tersendiri. 
 Pengendalian bahan (material handling) dan biaya 
angkut bahan dalam pabrik relatif tinggi. 
 Gerakan bahan-bahan di dalam pabrik lamban sehingga 
persediaan dalam proses relatif besar, lagi pula 
diperlukan tempat penyimpanan yang luas. 
 Pesanan-pesanan sering hilang 
 Sulit dilakukan keseimbangan tenaga kerja dan mesin-mesin 
 Sering terjadi proses membalik.

Process layout

  • 1.
    PROCESS LAYOUT PERENCANAANTATA LETAK FASILITAS
  • 2.
    ANGGOTA KELOMPOK Sonar  Moh Hasan S  Andika  Revin  Sony
  • 3.
    PROCESS LAYOUT Salah satu jenis tataletak fasilitas berdasarkan proses: yang menempatkan funsi mesin pada satu tempat.  Cocok untuk proses manufacturing yang terputus-putus.  Sangat baik untuk menangani produksi komponen dalam batch kecil (job-lot) dan untuk memproduksi beragam komponen dalam bentuk dan ukuran yang berbeda.  Untuk perusahaan-perusahaan yang berproduksi dalam rangka memenuhi pesanan.
  • 4.
  • 5.
    KELEBIHAN:  Pemanfaatanmesin secara optimal, spesialisasi mesin dan tenaga kerja  Bagian-nagian fungsional luwes dan dapat memproses berbagai jenis produk  Biayanya lebih rendah  Tidak terpengaruh dengan adanya kemungkinan salah satu mesin rusak  Sangat sesuai untuk pelaksanaan sistem upah borongan.  produk dan layanan yang memerlukan proses yang bermacam-macam dapat dengan mudah diproses
  • 6.
    KELEMAHAN:  Waktulebih lama  Penentuan jalannya proses (routing) dan penentuan jadual (schedulling) serta akuntansi biayanya sulit  Pengendalian bahan (material handling) dan biaya angkut bahan dalam pabrik relatif tinggi  Sulit dilakukan keseimbangan tenaga kerja dan mesin-mesin  Inventory cost yang tinggi  Sering terjadi proses membalik
  • 7.
     Cocok untukindustri fashion dan industri funiture
  • 8.
  • 9.
    FUNCTIONAL LAYOUT ATAUPROCESS LAYOUT  Mesin dan peralatan yang mempuyai karakter atau fungsi yang sama ditempatkan dalam satu departemen. Misalnya mesin bubut, mesin drill, dan mesin las.  Tata letak yang berorientasi pada proses sangat baik untuk menangani produksi komponen dalam batch kecil(job-lot), dan untuk memproduksi beragam komponen dalam bentuk dan ukuran yang berbeda  Layout proses adalah karakteristik yang cocok untuk proses manufacturing yang terputus-putus.  layout semacam ini biasanya dipergunakan untuk perusahaan-perusahaan yang berproduksi dalam rangka memenuhi pesanan dimana terdapat banyak pesanan yang berbeda baik dalam bentuk, kualitas, maupun jumlahnya.
  • 10.
    KELEBIHAN LAYOUT FUNGSIONAL  Dapat mengakibatkan pemanfaatan mesin secara optimal, spesialisasi mesin dan tenaga kerja  Bagian-nagian fungsional luwes dan dapat memproses berbagai jenis produk  Mesin-mesin merupakan mesin srbaguna yang biasanya biayanya lebih rendah bila dibandingkan dengan mesin yang bersifat khusus  produk dan layanan yang memerlukan proses yang bermacam-macam dapat dengan mudah diproses  Fasilitas lain dalam layout fungsional tidak terpengaruh dengan adanya kemungkinan salah satu mesin rusak  Mesin dan karyawan saling tergantung sehingga layout ini sangat sesuai untuk pelaksanaan sistem upah borongan.
  • 11.
    KELEMAHAN LAYOUT FUNGSIONAL  Fasilitas atau mesin serbaguna biasanya lebih lamban dalam pengoperasian bila dibandingkan dengan mesin khusus sehingga biaya operasional per satuan lebih tinggi  Penentuan jalannya proses (routing) dan penentuan jadual (schedulling) serta akuntansi biayanya sulit sebab setiap pesanan harus dikerjakan tersendiri.  Pengendalian bahan (material handling) dan biaya angkut bahan dalam pabrik relatif tinggi.  Gerakan bahan-bahan di dalam pabrik lamban sehingga persediaan dalam proses relatif besar, lagi pula diperlukan tempat penyimpanan yang luas.  Pesanan-pesanan sering hilang  Sulit dilakukan keseimbangan tenaga kerja dan mesin-mesin  Sering terjadi proses membalik.