Infeksi organ genitalia
dan traktus urinarius
Oleh :
Yesinta Diandra
Pembimbing :
dr. H. Setyo Hermanto, SpOG
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kebidanan & Kandungan
RSUP Fatmawati
Periode 17 februari 2013 – 25 April 2014
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Pengertian
Infeksi yang disebabkan oleh berbagai jenis
mikroorganisme (bakteri, jamur, virus,
parasit dan protozoa) menimbulkan gejala
klinik utama di saluran reproduksi dan
saluran kemih (maupun sistemik) dan atau
penularannya melalui hubungan seksual
Gejala-gejala infeksi organ genitalia
ABC of sexually transmited disease. 5th ed. BMJ publishing 2004.
Gejala-gejala infeksi organ genitalia
ABC of sexually transmited disease. 5th ed. BMJ publishing 2004.
Infeksi Organ
Genitalia
Keluhan pada organ
genital
Kelainan pada kulit Duh vagina dan atau duh uretra Ulkus genital
Keluhan yang
menonjol
Moluskum
kontagiosum
Kondiloma
akuminata
Skabies
Pedikulosis
pubis
Granuloma
inguinal
Limfogranuloma
venerum
Herpes
Sifilis
Kankroid
Duh vagina putih
lengket seperti
keju
Duh mukopurulen
+ bercak darah
Duh vagina
berbusa, berbau,
strawberry cervix +
Kriteria
amsel +
Kandidiasis
Klamidia
trakomatis
Trikomas
Vaginosis
bakterial
Duh mukopurulen
+ disuria Gonore
Kondiloma akuminatum
• Etiologi : human papiloma virus (HPV 6-11)
• Penularan : seksual
• Gambaran klinis :
– Lesi lunak bertangkai pada permukaan mukosa dan kulit
– Terasa nyeri dan berdarah saat terluka atau terinfeksi
• Diagnosis : pemeriksaan mikroskopik, pemeriksaan
DNA, PCR dan PA
• Terapi :
– Podofilin setiap minggu selama 4-6 minggu, cuci setelah 6
jam
– Asam trikoloroasetat 1-2 minggu sekali hinggal lesi hilang
– Krim imikuimod 5% 3xseminggu sampai 16 minggu, biarkan
6-10 jam
– Terapi krio, elektrokauter atau terapi leser (ablasi)
Vaginosis bakterial
• Etiologi : polimikroba seperti mobiluncus sp,
gardnerella vaginalis, mycoplasma hominis.
• Gambaran klinis :
– Duh vagina homogen, putih ke abu-abuan, berbau
amis, banyak dan lengket
– Pruritus dan iritasi vulva jarang terjadi
• Diagnosis : kriteria amsel :
– clue cell ≥20%
– KOH 10% bau amin
– pH cairan vagina >4,5
– duh keruh keabuan
• Terapi :
– Metronidazol 2x400 mg per oral selama 7 hari
– Metronidazol 0,75% gel per vagina selama 5 hari
– Klindamisin 2x300 mg per oral selama 7 hari
– Krim klindamisin 2% 5 g per vagina selama 7 hari
Trikomonas
• Etiologi : Trichomonas vaginalis
• Penularan : seksual
• Gambaran klinis :
– duh vagina berbusa, bau tidak enak,
banyak, warna abu-abu, putih atau
kuning kehijauan.
– eritema atau edema vulva, vagina dan
serviks disebut sebagai strawberry cervix
• Diagnosis : pemeriksaan mikroskopik,
ditemukan protozoa pada asupan pap
dan pH cairan vagina 5,0-7,0
• Terapi :
– Metronidazol 2 g per oral (dosis awal),
2x400 mg selama 5-7 hari
kandidiasis
• Etiologi : candida albicans
• Penularan : non seksual
• Faktor resiko : imunosupresi, DM,
perubahan hormon, terapi antibiotik
spektrum luas dan obesitas
• Gambaran klinis :
– Pruritus
– Iritasi vagina
– Disuria
– Duh vagina putih susu seperti keju, tidak
berbau
– Eritema pada dinding vulva dan vagina
– Ekskoriasi, edema labia, lichenifikasi
• Diagnosis : preparat KOH 10% dan cairan
vagina memperlihatkan hifa dan budding
yeast, selain itu dapat dilakukan kultur selama
24-72 jam
• Terapi :
– fluconazole 150 mg per oral dosis tunggal
– Itraconazole 2x200 mg 1 hari
– Clotrimazole 1% cream
– Miconazole nitrate 2%
Klamidia trakomatis
• Etiologi : Chlamydia trachomatis
• Penularan : seksual dan vertikal
• Gambaran klinik :
– Asimptomatik
– Duh vagina mukopurulen kuning kehijauan disertai bercak
darah
– Serviks tampak erosi, rapuh dan disuria
– Neonatus akan mengalami konjungtivitis dan pneumonia
• Diagnosis : pemeriksaan kultur. Pemeriksaan
immunoassay dan PCR
• Terapi :
– Azitromisin 1 g per oral dosis tunggal
– Doksisiklin 2x100 mg per oral selama 7 hari
Herpes genital
• Etiologi : virus herpes simpleks (HSV1-HSV2)
• Penularan : seksual dan non seksual
• Gambaran klinis :
– Manifestasi sistemik : demam dan atralgia (flu like
syndrome)
– Parestesia vulva
– Vesikula, ulkus dangkal dan terasa nyeri
– Hal ini dapat berulang karena virus tidak hilang.
• Diagnosis : pemeriksaan biakan virus, PCR dan
antigen
• Terapi :
– Asiklovir 5x200 mg peroral 5 hari
– Famciclovir 3x250 mg peroral 5 hari
– Profilaksis asiklovir 200 mg 2-5xsehari atau 400 mg
2xsehari
– Tambahan salep asiklovir 3-4 kali sehari
Sifilis
• Etiologi : Trepanoma pallidum
• Penularan : seksual
• Gambaran klinis :
– Ulkus keras, tidak nyeri, biasanya soliter, sembuh spontan
– Adenopati regional yang tidak nyeri
– Setelah 6 minggu – 6 bulan menyebar hematogen sehingga
menimbulkan manifestasi sistemik
• Diagnosis : pemeriksaan medan gelap, uji serologi yaitu uji
nontreponemal (VDRL dan RPR) dan uji treponemal (FTA-ABS dan
TP-PA)
• Terapi :
– Bensatin penisilin G 2,4 juta unit intramuskular dosis tunggal
– Doksisiklin 100 mg per oral 2xsehari selama 2 minggu
– Tetrasiklin 500 mg per oral 4xsehari selama 2 minggu
Infeksi traktus urinarius
Gangguan berkemih :
•Peningkatan frekuensi
•Jumlah sedikit
NyeriYa TidakAwal miksi
Ya Tidak
Uretritis
Setelah
miksi
Ya Tidak
Sistitis
Nyeri
kostovertebral
Pielonefritis
Pemeriksaan
urin
Bakteruria
asimptomatik
Hasil biakan aliran
tengah <100.000
koloni/ml atau hasil
biakan kateterisasi
<10.000 koloni/ml
Hasil biakan aliran
tengah >100.000
koloni/ml atau hasil
biakan kateterisasi
>10.000 koloni/ml
Rangsangan
mekanik akibat
pembesaran uterus
Bakteriuria asimptomatik
• Etiologi : E. Coli
• Gambaran klinis : pada umumnya tanpa gejala
kinis
• Diagnosis : pemeriksaan urin tampak peningkatan
leukosit, erirosit, dan terdapat bakteri pada urin.
Kemudian bakteri di kultur dan dilakakukan uji
resistensi
• Terapi : peroral selama 5-7 hari
– Amoksilin + asam klavulanat 3x500 mg/hari
– Amoksilin 4x250 mg/hari
– Nitrofurantion 4x50-100 mg/hari
Sistitis
• Etiologi : E. coli, staphylococcus aureus, enterococcus,
proteus
• Gambaran klinis :
– nyeri supra simfisis dan nyeri tekan supra simfisis
– Disuria
– frekuensi sering jumlah sedikit sehingga tidak lampias
– Nokturi
– rasa terbakar saat mikisi
– hematuri
• Diagnosis : pemeriksaan mikroskopik urin didapakan
peningkatan jumlah leukosit, eritrosit dan bakteriuria
• Terapi :
– Kombinasi amoksilin 4x250 mg per oral dengan gentamisin 2x80
mg im selama 10-14 hari
Pielonefritis
• Etiologi : E. Coli, proteus, klebsiella, enterococcus
• Gambaran klinis :
– Demam tinggi
– Menggigil
– Mual
– Muntah
– Anoreksia
– Nyeri pada kostovertebra atau pinggang
• Diagnosis : pemeriksaan urin menunjukan peningkatan
jumlah leukosit, bakteriuria, proteinuria terkadang
hematuria. Selanjutnya bakteri di biakan dan dilakukan uji
resistensi
• Terapi :
– Kombinasi sefoksitin 1-2 g iv setiap 6 jam dengan gentamisin 80
mg iv setiap 12 jam jika dalam 48 jam belum ada perbaikan
pikirkan resistensi obat
Uretritis
• Etiologi : N. Gonorrheae, chlamydia trachomatis
• Gambaran klinis :
– Disuria
– Gatal
– Rasa terbakar pada uretra
– Discharge pada uretra
• Diagnosis : pemeriksaan urin leukosituria dan
bakteriuria, dilakukan kultur dan pewarnaan gram
• Terapi :
– Tetrasiklin 4x500 mg selama 7 hari
– Doksisiklin 2x100 mg selama 7 hari
– Eritromisin 4x500 mg selama 7 hari
Daftar pustaka
• Anwar M, Baziad A, Prabowo P. Ilmu
Kandungan edisi III. PT bina pustaka sarwono
prawirohardjo : Jakarta ; 2011.
• Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.
PT bina pustaka sarwono prawirohardjo :
Jakarta ; 2002.
• ABC of sexually transmited disease. 5th ed.
BMJ publishing 2004.

Infeksi Organ Genitalia dan Traktus Urinarius

  • 1.
    Infeksi organ genitalia dantraktus urinarius Oleh : Yesinta Diandra Pembimbing : dr. H. Setyo Hermanto, SpOG Kepaniteraan Klinik Ilmu Kebidanan & Kandungan RSUP Fatmawati Periode 17 februari 2013 – 25 April 2014 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • 2.
    Pengertian Infeksi yang disebabkanoleh berbagai jenis mikroorganisme (bakteri, jamur, virus, parasit dan protozoa) menimbulkan gejala klinik utama di saluran reproduksi dan saluran kemih (maupun sistemik) dan atau penularannya melalui hubungan seksual
  • 3.
    Gejala-gejala infeksi organgenitalia ABC of sexually transmited disease. 5th ed. BMJ publishing 2004.
  • 4.
    Gejala-gejala infeksi organgenitalia ABC of sexually transmited disease. 5th ed. BMJ publishing 2004.
  • 5.
    Infeksi Organ Genitalia Keluhan padaorgan genital Kelainan pada kulit Duh vagina dan atau duh uretra Ulkus genital Keluhan yang menonjol Moluskum kontagiosum Kondiloma akuminata Skabies Pedikulosis pubis Granuloma inguinal Limfogranuloma venerum Herpes Sifilis Kankroid Duh vagina putih lengket seperti keju Duh mukopurulen + bercak darah Duh vagina berbusa, berbau, strawberry cervix + Kriteria amsel + Kandidiasis Klamidia trakomatis Trikomas Vaginosis bakterial Duh mukopurulen + disuria Gonore
  • 6.
    Kondiloma akuminatum • Etiologi: human papiloma virus (HPV 6-11) • Penularan : seksual • Gambaran klinis : – Lesi lunak bertangkai pada permukaan mukosa dan kulit – Terasa nyeri dan berdarah saat terluka atau terinfeksi • Diagnosis : pemeriksaan mikroskopik, pemeriksaan DNA, PCR dan PA • Terapi : – Podofilin setiap minggu selama 4-6 minggu, cuci setelah 6 jam – Asam trikoloroasetat 1-2 minggu sekali hinggal lesi hilang – Krim imikuimod 5% 3xseminggu sampai 16 minggu, biarkan 6-10 jam – Terapi krio, elektrokauter atau terapi leser (ablasi)
  • 7.
    Vaginosis bakterial • Etiologi: polimikroba seperti mobiluncus sp, gardnerella vaginalis, mycoplasma hominis. • Gambaran klinis : – Duh vagina homogen, putih ke abu-abuan, berbau amis, banyak dan lengket – Pruritus dan iritasi vulva jarang terjadi • Diagnosis : kriteria amsel : – clue cell ≥20% – KOH 10% bau amin – pH cairan vagina >4,5 – duh keruh keabuan
  • 8.
    • Terapi : –Metronidazol 2x400 mg per oral selama 7 hari – Metronidazol 0,75% gel per vagina selama 5 hari – Klindamisin 2x300 mg per oral selama 7 hari – Krim klindamisin 2% 5 g per vagina selama 7 hari
  • 9.
    Trikomonas • Etiologi :Trichomonas vaginalis • Penularan : seksual • Gambaran klinis : – duh vagina berbusa, bau tidak enak, banyak, warna abu-abu, putih atau kuning kehijauan. – eritema atau edema vulva, vagina dan serviks disebut sebagai strawberry cervix • Diagnosis : pemeriksaan mikroskopik, ditemukan protozoa pada asupan pap dan pH cairan vagina 5,0-7,0 • Terapi : – Metronidazol 2 g per oral (dosis awal), 2x400 mg selama 5-7 hari
  • 10.
    kandidiasis • Etiologi :candida albicans • Penularan : non seksual • Faktor resiko : imunosupresi, DM, perubahan hormon, terapi antibiotik spektrum luas dan obesitas • Gambaran klinis : – Pruritus – Iritasi vagina – Disuria – Duh vagina putih susu seperti keju, tidak berbau – Eritema pada dinding vulva dan vagina – Ekskoriasi, edema labia, lichenifikasi
  • 11.
    • Diagnosis :preparat KOH 10% dan cairan vagina memperlihatkan hifa dan budding yeast, selain itu dapat dilakukan kultur selama 24-72 jam • Terapi : – fluconazole 150 mg per oral dosis tunggal – Itraconazole 2x200 mg 1 hari – Clotrimazole 1% cream – Miconazole nitrate 2%
  • 12.
    Klamidia trakomatis • Etiologi: Chlamydia trachomatis • Penularan : seksual dan vertikal • Gambaran klinik : – Asimptomatik – Duh vagina mukopurulen kuning kehijauan disertai bercak darah – Serviks tampak erosi, rapuh dan disuria – Neonatus akan mengalami konjungtivitis dan pneumonia • Diagnosis : pemeriksaan kultur. Pemeriksaan immunoassay dan PCR • Terapi : – Azitromisin 1 g per oral dosis tunggal – Doksisiklin 2x100 mg per oral selama 7 hari
  • 13.
    Herpes genital • Etiologi: virus herpes simpleks (HSV1-HSV2) • Penularan : seksual dan non seksual • Gambaran klinis : – Manifestasi sistemik : demam dan atralgia (flu like syndrome) – Parestesia vulva – Vesikula, ulkus dangkal dan terasa nyeri – Hal ini dapat berulang karena virus tidak hilang. • Diagnosis : pemeriksaan biakan virus, PCR dan antigen • Terapi : – Asiklovir 5x200 mg peroral 5 hari – Famciclovir 3x250 mg peroral 5 hari – Profilaksis asiklovir 200 mg 2-5xsehari atau 400 mg 2xsehari – Tambahan salep asiklovir 3-4 kali sehari
  • 14.
    Sifilis • Etiologi :Trepanoma pallidum • Penularan : seksual • Gambaran klinis : – Ulkus keras, tidak nyeri, biasanya soliter, sembuh spontan – Adenopati regional yang tidak nyeri – Setelah 6 minggu – 6 bulan menyebar hematogen sehingga menimbulkan manifestasi sistemik • Diagnosis : pemeriksaan medan gelap, uji serologi yaitu uji nontreponemal (VDRL dan RPR) dan uji treponemal (FTA-ABS dan TP-PA) • Terapi : – Bensatin penisilin G 2,4 juta unit intramuskular dosis tunggal – Doksisiklin 100 mg per oral 2xsehari selama 2 minggu – Tetrasiklin 500 mg per oral 4xsehari selama 2 minggu
  • 15.
    Infeksi traktus urinarius Gangguanberkemih : •Peningkatan frekuensi •Jumlah sedikit NyeriYa TidakAwal miksi Ya Tidak Uretritis Setelah miksi Ya Tidak Sistitis Nyeri kostovertebral Pielonefritis Pemeriksaan urin Bakteruria asimptomatik Hasil biakan aliran tengah <100.000 koloni/ml atau hasil biakan kateterisasi <10.000 koloni/ml Hasil biakan aliran tengah >100.000 koloni/ml atau hasil biakan kateterisasi >10.000 koloni/ml Rangsangan mekanik akibat pembesaran uterus
  • 16.
    Bakteriuria asimptomatik • Etiologi: E. Coli • Gambaran klinis : pada umumnya tanpa gejala kinis • Diagnosis : pemeriksaan urin tampak peningkatan leukosit, erirosit, dan terdapat bakteri pada urin. Kemudian bakteri di kultur dan dilakakukan uji resistensi • Terapi : peroral selama 5-7 hari – Amoksilin + asam klavulanat 3x500 mg/hari – Amoksilin 4x250 mg/hari – Nitrofurantion 4x50-100 mg/hari
  • 17.
    Sistitis • Etiologi :E. coli, staphylococcus aureus, enterococcus, proteus • Gambaran klinis : – nyeri supra simfisis dan nyeri tekan supra simfisis – Disuria – frekuensi sering jumlah sedikit sehingga tidak lampias – Nokturi – rasa terbakar saat mikisi – hematuri • Diagnosis : pemeriksaan mikroskopik urin didapakan peningkatan jumlah leukosit, eritrosit dan bakteriuria • Terapi : – Kombinasi amoksilin 4x250 mg per oral dengan gentamisin 2x80 mg im selama 10-14 hari
  • 18.
    Pielonefritis • Etiologi :E. Coli, proteus, klebsiella, enterococcus • Gambaran klinis : – Demam tinggi – Menggigil – Mual – Muntah – Anoreksia – Nyeri pada kostovertebra atau pinggang • Diagnosis : pemeriksaan urin menunjukan peningkatan jumlah leukosit, bakteriuria, proteinuria terkadang hematuria. Selanjutnya bakteri di biakan dan dilakukan uji resistensi • Terapi : – Kombinasi sefoksitin 1-2 g iv setiap 6 jam dengan gentamisin 80 mg iv setiap 12 jam jika dalam 48 jam belum ada perbaikan pikirkan resistensi obat
  • 19.
    Uretritis • Etiologi :N. Gonorrheae, chlamydia trachomatis • Gambaran klinis : – Disuria – Gatal – Rasa terbakar pada uretra – Discharge pada uretra • Diagnosis : pemeriksaan urin leukosituria dan bakteriuria, dilakukan kultur dan pewarnaan gram • Terapi : – Tetrasiklin 4x500 mg selama 7 hari – Doksisiklin 2x100 mg selama 7 hari – Eritromisin 4x500 mg selama 7 hari
  • 20.
    Daftar pustaka • AnwarM, Baziad A, Prabowo P. Ilmu Kandungan edisi III. PT bina pustaka sarwono prawirohardjo : Jakarta ; 2011. • Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. PT bina pustaka sarwono prawirohardjo : Jakarta ; 2002. • ABC of sexually transmited disease. 5th ed. BMJ publishing 2004.