PREFIKS ME-
         Oleh:
  Itsna Husnia Sari :)
PREFIKS/AWALAN ME-

KATA BERIMBUHAN
 Kata berimbuhan adalah kata yang mengalami
 pengimbuhan (afiksasi). Imbuhan atau afiks adalah
 morfem terikat yang digunakan dalam bentuk dasar
 untuk menghasilkan suatu kata.
Jenis-jenis Imbuhan
 Ditinjau dari letaknya, imbuhan dalam bahasa
 Indonesia dapat dibagi atas prefiks, infiks, sufiks, dan
 konfiks.
JENIS-JENIS IMBUHAN
a. Prefiks atau awalan adalah imbuhan yang diikatkan di
   depan bentuk kata dasar.
  Contohnya: ber-, se-, me(N)-, di-, ter-, ke-, pe(N)-, per-.

b. Infiks atau sisipan adalah imbuhan yang dikaitkan di tengah
   bentuk dasar.
   Contohnya: -em-, -el-, -er-.

c. Sufiks atau akhiran adalah imbuhan yang dikaitkan di belakang
   bentuk dasar.
   Contohnya: -kan, -an, -nya, -i, -wan.

d. Konfiks adalah imbuhan yang dilekatkan di depan-belakang
   bentuk dasar secara bersamaan.
   Contohnya: ke-an, pe(N)-an, per-an, ber-an, se-nya.
IMBUHAN, DITINJAU DARI ASALNYA

    Ditinjau dari asalnya, imbuhan dapat dibedakan
   atas afiks asli dan afiks serapan. Contoh afiks
   serapan: a-, pra-, adi-, antar-, ekstra-, eks-, non-,
   kontra-, pro-, pasca-, semi-, sub-, swa-, tuna-, supra-,
   -isme, -isasi, -logi, -wan, -or.
      Contoh:
   Tunawisma = tidak memiliki tempat
   tinggal/rumah.
PENGGUNAAN PREFIKS ME(N)-
   Awalan me(N)- memiliki variasi bentuk,
   yakni me-, men-, mem,- meng-, meny-, dan
   menge-. Variasi itu bergantung pada fonem
   awal dari bentuk yang dilekatinya.
a. me-, jika menghadapi fonem /l/, /m/, /n/, /ng/, /r/,
   dan /w/. Contohnya melirik, memasak, mananti,
   menganga, merawat, mawarisi.
b. mem-, jika menghadapi fonem /b/, dan /p/.
   Contohnya mambawa, memukul.
c. men-, jika menghadapi fonem /c/, /d/, /j/, dan /t/.
   Contohnya mencuci, mendatang, manjual,
   menukar.
PENGGUNAAN PREFIKS ME(N)-

d. meng-, jika menghadapi fonem /g/, /k/, /kh/ dan
  vocal. Contohnya menggulung, mengait,
  mengkhianati, mengambil.
e. meny-, jika menghadapi fonem /s/. Contohnya
  menyuap.
f. menge-, jika menghadapi kata yang memiliki satu
  suku kata. Contohnya mengelap.
DARI SEGI ARTI


 Bidang arti yang dapat didukung oleh
 prefiks me- dapat ditinjau dari dua segi
 berdasarkan fungsime- itu, sebagai
 pembentuk kata kerja transitif atau
 intransitif:
B)   TRANSITIF

 1. Melakukan suatu perbuatan.
 Contoh: menulis, menikam, menyiksa,
 membuang, menangkap.

 2. Mempergunakan atau bekerja dengan apa
 yang terkandung dalam kata dasar.
 Contoh: menyabit, menyapu, memarang.

 3. Membuat atau menghasilkan apa yang disebut
 dalam kata dasar.
 Contoh: menyambal, menggulai.
A) INTRANSITIF


1. Mengerjakan sesuatu perbuatan atau gerakan.
  Contoh: menari, menyanyi, melompat.

 2. Menghasilkan atau membuatu sesuatu hal.
 Contoh: menguak, menyalak, meringkik.

 3. Bila kata dasarnya menyatakan tempat, maka
 kata yang mengandung me- itu berarti menuju ke
 arah.
 Contoh: menepi, meyisir, melaut, mendarat.
4. Prefiks me- dapat juga diartikan
dengan berbuat seperti, berlaku seperti
atau menjadi seperti.
Contoh: merajalela, membatu, menyemak,
menghutan.

5. Bila kata dasarnya kata sifat atau kata
bilangan maka me- mengandung arti menjadi.
Contoh: meninggi, merendah, memutih, mendua.

6. Suatu variasi lain dari me- + kata bilangan
adalah membuat untuk kesekian kalinya,
terutama dalam beberapa ungkapan.
Contoh: menujuh hari, meniga hari.
TERIMA KASIH .. ^^

prefiks/awalan me

  • 1.
    PREFIKS ME- Oleh: Itsna Husnia Sari :)
  • 2.
    PREFIKS/AWALAN ME- KATA BERIMBUHAN Kata berimbuhan adalah kata yang mengalami pengimbuhan (afiksasi). Imbuhan atau afiks adalah morfem terikat yang digunakan dalam bentuk dasar untuk menghasilkan suatu kata. Jenis-jenis Imbuhan Ditinjau dari letaknya, imbuhan dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas prefiks, infiks, sufiks, dan konfiks.
  • 3.
    JENIS-JENIS IMBUHAN a. Prefiksatau awalan adalah imbuhan yang diikatkan di depan bentuk kata dasar. Contohnya: ber-, se-, me(N)-, di-, ter-, ke-, pe(N)-, per-. b. Infiks atau sisipan adalah imbuhan yang dikaitkan di tengah bentuk dasar. Contohnya: -em-, -el-, -er-. c. Sufiks atau akhiran adalah imbuhan yang dikaitkan di belakang bentuk dasar. Contohnya: -kan, -an, -nya, -i, -wan. d. Konfiks adalah imbuhan yang dilekatkan di depan-belakang bentuk dasar secara bersamaan. Contohnya: ke-an, pe(N)-an, per-an, ber-an, se-nya.
  • 4.
    IMBUHAN, DITINJAU DARIASALNYA Ditinjau dari asalnya, imbuhan dapat dibedakan atas afiks asli dan afiks serapan. Contoh afiks serapan: a-, pra-, adi-, antar-, ekstra-, eks-, non-, kontra-, pro-, pasca-, semi-, sub-, swa-, tuna-, supra-, -isme, -isasi, -logi, -wan, -or. Contoh: Tunawisma = tidak memiliki tempat tinggal/rumah.
  • 5.
    PENGGUNAAN PREFIKS ME(N)- Awalan me(N)- memiliki variasi bentuk, yakni me-, men-, mem,- meng-, meny-, dan menge-. Variasi itu bergantung pada fonem awal dari bentuk yang dilekatinya. a. me-, jika menghadapi fonem /l/, /m/, /n/, /ng/, /r/, dan /w/. Contohnya melirik, memasak, mananti, menganga, merawat, mawarisi. b. mem-, jika menghadapi fonem /b/, dan /p/. Contohnya mambawa, memukul. c. men-, jika menghadapi fonem /c/, /d/, /j/, dan /t/. Contohnya mencuci, mendatang, manjual, menukar.
  • 6.
    PENGGUNAAN PREFIKS ME(N)- d.meng-, jika menghadapi fonem /g/, /k/, /kh/ dan vocal. Contohnya menggulung, mengait, mengkhianati, mengambil. e. meny-, jika menghadapi fonem /s/. Contohnya menyuap. f. menge-, jika menghadapi kata yang memiliki satu suku kata. Contohnya mengelap.
  • 7.
    DARI SEGI ARTI Bidang arti yang dapat didukung oleh prefiks me- dapat ditinjau dari dua segi berdasarkan fungsime- itu, sebagai pembentuk kata kerja transitif atau intransitif:
  • 8.
    B) TRANSITIF 1. Melakukan suatu perbuatan. Contoh: menulis, menikam, menyiksa, membuang, menangkap. 2. Mempergunakan atau bekerja dengan apa yang terkandung dalam kata dasar. Contoh: menyabit, menyapu, memarang. 3. Membuat atau menghasilkan apa yang disebut dalam kata dasar. Contoh: menyambal, menggulai.
  • 9.
    A) INTRANSITIF 1. Mengerjakansesuatu perbuatan atau gerakan. Contoh: menari, menyanyi, melompat. 2. Menghasilkan atau membuatu sesuatu hal. Contoh: menguak, menyalak, meringkik. 3. Bila kata dasarnya menyatakan tempat, maka kata yang mengandung me- itu berarti menuju ke arah. Contoh: menepi, meyisir, melaut, mendarat.
  • 10.
    4. Prefiks me-dapat juga diartikan dengan berbuat seperti, berlaku seperti atau menjadi seperti. Contoh: merajalela, membatu, menyemak, menghutan. 5. Bila kata dasarnya kata sifat atau kata bilangan maka me- mengandung arti menjadi. Contoh: meninggi, merendah, memutih, mendua. 6. Suatu variasi lain dari me- + kata bilangan adalah membuat untuk kesekian kalinya, terutama dalam beberapa ungkapan. Contoh: menujuh hari, meniga hari.
  • 11.