KALIMAT
Oleh : 1. FirliaYulistiana ( NIM : 1562201600)
2. Grafica Putriningrum ( NIM : 1562201631)
PENGERTIAN
KALIMAT
• Kalimat adalah satuan
bahasa dalam wujud lisan
maupun tulisan yang
berisikan kata atau
kumpulan kata yang
memiliki pesan/tujuan yang
utuh.
• Kalimat merupakan satuan
bahasa yang dapat berdiri
sendiri dan mempunyai pola
intonasi akhir (Cook,
1971:39).
• Dalam wujud lisan, kalimat
diucapkan dengan suara naik
turun dan keras lembut, disela
jeda, dan diakhiri dengan intonasi
akhir yang diikuti oleh
kesenyapan.
• Dalam wujud tulisan, kalimat
dimulai dengan huruf kapital dan
diakhiri dengan tanda titik (.),
tanda tanya (?), tanda seru (!), dan
didalamnya disertakan pula
berbagai tanda baca.
• Keserasian unsur-unsur kalimat:
1. Keserasian makna
KARAKTERISTIK
KALIMAT
Subjek(S)
Berfungsi
sebagai
inti/pelaku
Berupa kata
benda atau
yang
dibendakan
Dijelaskan oleh
bagian yang
lain
Sebagai jawaban
pertanyaan
“siapa” atau
“apa”
Predikat(p)
Bertugas
menjelaskan S
Berjenis kata
kerja, kata sifat,
kata depan, kata
bilangan, kata
ganti.
Sebagai jawaban
pertanyaan
“mengapa” atau
“bagaimana”
Objek(O)
Terbagi 3: objek
penderita,
pelaku, penyerta.
Berwujud nomina
atau klausa
Langsung berada
di belakang
predikat aktif
Menjadi subjek
bila dipasifkan
Dapat diganti
dengan
pronomina -nya
Pelengkap(PEL)
Berwujud
nomina (Orang
itu bertubuh
raksasa), verbal
(Ia belajar
Menari), atau
klausa (ia
bertanya kapan
saya pulang)
Langsung berada
di belakang
predikat aktif tak
transitif
Tak dapat
menjadi subjek
akibat pemasifan
Dapat diganti
dengan
pronomina -nya
Keterangan(KET)
Fungsi
keterangan
dapat diisi
oleh kategori
kata atau
frasa nomina,
frasa
adverbia dan
frase
preposisional
JENIS
KALIMA
T
Makna
Berita
Perintah
Tanya
ajakan
Pengandai
n
Urutan
kata
normal
invers
minor
mayor
Struktur
gramatikal
Tunggal
Majemu
k
Setara
campuran
Bertingk
at
Diathesis
kalimat
Kalimat
aktif
Kalimat pasif
pengucapan
langsung
Tidak langsung
L/O/G/O
1. Berdasarkan makna atau informasi :
a. Kalimat Berita
Kalimat berita merupakan kalimat yang digunakan untuk menginformasikan sesuatu. Biasanya
diakhiri dengan tanda titik (.) contohnya : Harimau liar menyerang warga dengan ganasnya.
b. KalimatTanya
Kalimat tanya mengharapkan jawaban sebagai respon atau reaksi pemberitahuan informasi yang
diharapkan, biasanya diakhiri dengan tanda tanya (?). kata tanya yang digunakan bagaimana,
mengapa, apa kapan, dimana dsb. Contoh kalimat tanya : bagaimana proses mesin itu dirangkai ?
c. Kalimat Perintah
Kalimat yang bertujuan untuk mengintruksikan seseorang untuk melakukan sesuatu. Kalimat
perintah biasanya diakhiri dengan tanda seru.Tapi, jika dikatakan langsung atau lisan biasanya
ditandai dengan intonasi tinggi.Contoh : Ambilkan kopi di atas meja !
d. Kalimat Ajakan
Kalimat ajakan merupakan kalimat yang memancing minat lawan bicara. Kata yang sering
digunakan adalah Ayo, Mari dsb. Biasanya ada pada iklan. Contoh kalimat ajakan : Ayo, pakai
pembersih pakaian merek ini!
e. Kalimat Pengandaian
Kalimat pengandaian menggambarkan keinginan atau tujuan dari penulis atau pembicara yang
belum atau tidak kesampaian. Contoh : Andai saja aku bisa jadi dokter bedah.
Berdasarkan urutan kata :
1. Kalimat Normal
Kalimat yang subjeknya mendahului predikatnya. Kalimat berpola dasar
2. Kalimat Inverse
Kalimat ini merupakan kebalikan dari kalimat normal. Dimana predikatnya
mendahului objek.
3. Kalimat Minor
Kalimat yang memiliki satu inti fungsi gramatikalnya. Bentuk kalimat minor
seperti kalimat tambahan, kalimat jawaban, kalimat salam, panggilan maupun
judul.
4. Kalimat Mayor
Kalimat mayor hanya memiliki subjek dan predikat. Objek, pelengkap dan
keterangan boleh ditambahkan sesuka hati. Sama seperti pola dasar pertama.
1. Berdasarkan struktur gramatikalnya
a. Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal hanya memiliki Subjek dan Predikat. Jika dilihat dari unsur penyusunnya,
kalimat yang panjang dalam bahasa Indonesia dapat dikembalikan ke bentuk dasar yang
sederhana.
Contoh kalimat tunggal : Bapak-bapak bersalaman
S P
b. Kalimat Majemuk
Orang-orang sering kali menggabungkan beberapa pertanyaan ke dalam satu kalimat untuk
memudahkan dalam berkomunikasi. Hasilnya, lahirlah penggabungan struktur kalimat yang di
dalamnya terdapat beberapa kalimat dasar. Penggabungan inilah yang dinamakan kalimat
majemuk. Kalimat majemuk ini masih terbagi lagi dalam beberapa jenis, berikut penjelasannya :
- Kalimat Majemuk Setara
Struktur kalimat ini memiliki dua kalimat tunggal atau lebih yang jika dipisahkan dapat berdiri
sendiri. Kata penghubung kalimat majemuk setara biasanya digunakan kata dan, serta, tanda
koma (,), tetapi, lalu, kemudian, atau. Contoh kalimat majemuk setara : Indonesia tergolong
- Kalimat Majemuk Bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat memiliki dua kalimat yang satunya bisa berdiri sendiri
(induk kalimat) atau bebas sedangkan yang satunya lagi tidak(anak kalimat). Kata
penghubung yang digunakan dalam kalimat majemuk ini adalah ketika, sejak,
karena, oleh karena itu, hingga, sehingga, maka, jika, asalkan, apabila, meskipun,
walaupun, andai kata, seandainya, agar supaya, seperti, kecuali, dengan. Contoh
kalimat majemuk bertingkat : Ilmuan masih saja mencari asal usul bulan
- Kalimat Majemuk Campuran
Kalimat majemuk campuran merupakan dua jenis kalimat majemuk (setara dan
bertingkat) yang digabungkan. Contoh: Karena hujan turun dengan derasnya, kami
tidak bisa pulang dan menunggu di sekolah.
Berdasarkan diathesis kalimat
A. Kalimat Aktif
Kalimat yang subjeknya langsung melakukan pekerjaan terhadap objeknya. Kata kerja kalimat aktif umumnya
ditandai oleh awalan me-. Namun tidak sedikit kalimat aktif yang predikatnya tidak disertai imbuhan tersebut
misal, makan dan minum..
Contohnya : Laila menggunakan gelas untuk menciptakan bunyi.
B. Kalimat Pasif
Kalimat pasif kata kerjanya cenderung menggunakan di- atau ter-.
Contohnya : Bangunan itu dikerjakan dengan baik oleh para teknisi ternama.
Berdasarkan Pengucapan
1. Kalimat Langsung
Kalimat yang secara detail meniru sesuatu yang diujarkan orang lain. Tanda baca kutip tidak luput dalam
jenis kalimat langsung. Kutipan dalam kalimat langsung berupa kalimat tanya, kalimat berita ataupun kalimat
perintah. Contohnya : “Letakkan senjatamu!” bentak pak polisi.
2. Kalimat Tak Langsung
Kalimat yang melaporkan kembali kalimat yang diujarkan orang lain. Kutipan dalam kalimatnya semuanya
berbentuk berita. Contohnya : Bapak Ahmadi berkata padaku bahwa lebih baik membaca daripada main-
main.

KALIMAT

  • 1.
    KALIMAT Oleh : 1.FirliaYulistiana ( NIM : 1562201600) 2. Grafica Putriningrum ( NIM : 1562201631)
  • 2.
    PENGERTIAN KALIMAT • Kalimat adalahsatuan bahasa dalam wujud lisan maupun tulisan yang berisikan kata atau kumpulan kata yang memiliki pesan/tujuan yang utuh. • Kalimat merupakan satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri dan mempunyai pola intonasi akhir (Cook, 1971:39). • Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir yang diikuti oleh kesenyapan. • Dalam wujud tulisan, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.), tanda tanya (?), tanda seru (!), dan didalamnya disertakan pula berbagai tanda baca. • Keserasian unsur-unsur kalimat: 1. Keserasian makna KARAKTERISTIK KALIMAT
  • 3.
    Subjek(S) Berfungsi sebagai inti/pelaku Berupa kata benda atau yang dibendakan Dijelaskanoleh bagian yang lain Sebagai jawaban pertanyaan “siapa” atau “apa” Predikat(p) Bertugas menjelaskan S Berjenis kata kerja, kata sifat, kata depan, kata bilangan, kata ganti. Sebagai jawaban pertanyaan “mengapa” atau “bagaimana” Objek(O) Terbagi 3: objek penderita, pelaku, penyerta. Berwujud nomina atau klausa Langsung berada di belakang predikat aktif Menjadi subjek bila dipasifkan Dapat diganti dengan pronomina -nya Pelengkap(PEL) Berwujud nomina (Orang itu bertubuh raksasa), verbal (Ia belajar Menari), atau klausa (ia bertanya kapan saya pulang) Langsung berada di belakang predikat aktif tak transitif Tak dapat menjadi subjek akibat pemasifan Dapat diganti dengan pronomina -nya Keterangan(KET) Fungsi keterangan dapat diisi oleh kategori kata atau frasa nomina, frasa adverbia dan frase preposisional
  • 4.
  • 5.
  • 7.
    1. Berdasarkan maknaatau informasi : a. Kalimat Berita Kalimat berita merupakan kalimat yang digunakan untuk menginformasikan sesuatu. Biasanya diakhiri dengan tanda titik (.) contohnya : Harimau liar menyerang warga dengan ganasnya. b. KalimatTanya Kalimat tanya mengharapkan jawaban sebagai respon atau reaksi pemberitahuan informasi yang diharapkan, biasanya diakhiri dengan tanda tanya (?). kata tanya yang digunakan bagaimana, mengapa, apa kapan, dimana dsb. Contoh kalimat tanya : bagaimana proses mesin itu dirangkai ? c. Kalimat Perintah Kalimat yang bertujuan untuk mengintruksikan seseorang untuk melakukan sesuatu. Kalimat perintah biasanya diakhiri dengan tanda seru.Tapi, jika dikatakan langsung atau lisan biasanya ditandai dengan intonasi tinggi.Contoh : Ambilkan kopi di atas meja ! d. Kalimat Ajakan Kalimat ajakan merupakan kalimat yang memancing minat lawan bicara. Kata yang sering digunakan adalah Ayo, Mari dsb. Biasanya ada pada iklan. Contoh kalimat ajakan : Ayo, pakai pembersih pakaian merek ini! e. Kalimat Pengandaian Kalimat pengandaian menggambarkan keinginan atau tujuan dari penulis atau pembicara yang belum atau tidak kesampaian. Contoh : Andai saja aku bisa jadi dokter bedah.
  • 8.
    Berdasarkan urutan kata: 1. Kalimat Normal Kalimat yang subjeknya mendahului predikatnya. Kalimat berpola dasar 2. Kalimat Inverse Kalimat ini merupakan kebalikan dari kalimat normal. Dimana predikatnya mendahului objek. 3. Kalimat Minor Kalimat yang memiliki satu inti fungsi gramatikalnya. Bentuk kalimat minor seperti kalimat tambahan, kalimat jawaban, kalimat salam, panggilan maupun judul. 4. Kalimat Mayor Kalimat mayor hanya memiliki subjek dan predikat. Objek, pelengkap dan keterangan boleh ditambahkan sesuka hati. Sama seperti pola dasar pertama.
  • 9.
    1. Berdasarkan strukturgramatikalnya a. Kalimat Tunggal Kalimat tunggal hanya memiliki Subjek dan Predikat. Jika dilihat dari unsur penyusunnya, kalimat yang panjang dalam bahasa Indonesia dapat dikembalikan ke bentuk dasar yang sederhana. Contoh kalimat tunggal : Bapak-bapak bersalaman S P b. Kalimat Majemuk Orang-orang sering kali menggabungkan beberapa pertanyaan ke dalam satu kalimat untuk memudahkan dalam berkomunikasi. Hasilnya, lahirlah penggabungan struktur kalimat yang di dalamnya terdapat beberapa kalimat dasar. Penggabungan inilah yang dinamakan kalimat majemuk. Kalimat majemuk ini masih terbagi lagi dalam beberapa jenis, berikut penjelasannya : - Kalimat Majemuk Setara Struktur kalimat ini memiliki dua kalimat tunggal atau lebih yang jika dipisahkan dapat berdiri sendiri. Kata penghubung kalimat majemuk setara biasanya digunakan kata dan, serta, tanda koma (,), tetapi, lalu, kemudian, atau. Contoh kalimat majemuk setara : Indonesia tergolong
  • 10.
    - Kalimat MajemukBertingkat Kalimat majemuk bertingkat memiliki dua kalimat yang satunya bisa berdiri sendiri (induk kalimat) atau bebas sedangkan yang satunya lagi tidak(anak kalimat). Kata penghubung yang digunakan dalam kalimat majemuk ini adalah ketika, sejak, karena, oleh karena itu, hingga, sehingga, maka, jika, asalkan, apabila, meskipun, walaupun, andai kata, seandainya, agar supaya, seperti, kecuali, dengan. Contoh kalimat majemuk bertingkat : Ilmuan masih saja mencari asal usul bulan - Kalimat Majemuk Campuran Kalimat majemuk campuran merupakan dua jenis kalimat majemuk (setara dan bertingkat) yang digabungkan. Contoh: Karena hujan turun dengan derasnya, kami tidak bisa pulang dan menunggu di sekolah.
  • 11.
    Berdasarkan diathesis kalimat A.Kalimat Aktif Kalimat yang subjeknya langsung melakukan pekerjaan terhadap objeknya. Kata kerja kalimat aktif umumnya ditandai oleh awalan me-. Namun tidak sedikit kalimat aktif yang predikatnya tidak disertai imbuhan tersebut misal, makan dan minum.. Contohnya : Laila menggunakan gelas untuk menciptakan bunyi. B. Kalimat Pasif Kalimat pasif kata kerjanya cenderung menggunakan di- atau ter-. Contohnya : Bangunan itu dikerjakan dengan baik oleh para teknisi ternama.
  • 12.
    Berdasarkan Pengucapan 1. KalimatLangsung Kalimat yang secara detail meniru sesuatu yang diujarkan orang lain. Tanda baca kutip tidak luput dalam jenis kalimat langsung. Kutipan dalam kalimat langsung berupa kalimat tanya, kalimat berita ataupun kalimat perintah. Contohnya : “Letakkan senjatamu!” bentak pak polisi. 2. Kalimat Tak Langsung Kalimat yang melaporkan kembali kalimat yang diujarkan orang lain. Kutipan dalam kalimatnya semuanya berbentuk berita. Contohnya : Bapak Ahmadi berkata padaku bahwa lebih baik membaca daripada main- main.