TANDA TITIK (.)
• Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan
pertanyaan atau seruan.
Misalnya:
Ayahku bekerja di solo.
Hari ini tanggal 20 Maret 2013.
• Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf
pengkodean suatu judul bab dan subbab.
Misalnya:
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan
• Tanda titik tidak dipakai dibelakang angka pada
pengkodean sistem digit jika angka itu merupakan
yang terakhir dalam deretan angka sebelum judul
bab atau subbab.
Misalnya:
1. Isi Karangan
1.1 Uraian Umum
1.2 Ilustrasi
1.2.1 Gambar
1.2.2 Tabel
1.2.3 Grafik
• Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka,jam,menit,
dan detik yang menunjukan waktu dan jangka waktu.
Misalnya:
pukul 16.45.10 (pukul 16 lewat 45 menit 10 detik)
selama 1.32 jam (1 jam,32 menit)
• Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan
atau kelipatannya.
Misalnya:
Jumlah buku di perpustakaan mencapai 2.400 buku.
• Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan
ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.
Misalnya:
Indonesia merdeka pada tahun 1945.
• Tanda titik dipakai diantara nama penulis,judul tulisan yang
tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru, dan
tempat terbit dalam daftar pustaka.
Misalnya:
Siregar, Merari. 1920. Azab dan Sengsara. Weltervreden: Balai
Pustaka
• Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul, misalnya judul
buku, karangan lain, kepala ilustrasi, atau tabel.
Misalnya:
Cara Mudah dan Praktis dalam Menulis (tanpa titik)
Tabel 1.2 Tahapan Proses Menulis Esai
• Tanda titik tidak dipakai di
belakang (i) alamat pengirim atau
tanggal surat dan (ii) nama dan
alamat penerima surat.
Misalnya:
Jakarta, 04 September 2009
(tanpa titik)
Jalan Melati II/19
Tanda Koma(,)
• Tanda koma dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu
perincian atau pembilangan.
Misalnya:
Ismail membeli buku, pensil, dan penghapus di toko laris.
Surat biasa,surat pribadi, dan surat khusus memerlukan
perangko.
• Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara
yang satu dari kalimat setara berikutnya yang
didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan.
Saya tidak suka roti,melainkan suka bakso.
• Tanda koma dipakai untuk memisahkan
anak kalimat dari induk kalimat jika
anak kalimat itu mendahului induk
kalimatnya.
Misalnya:
Karena sakit, Nia tidak berangkat
sekolah.
Kalau aku belajar rajin,aku pasti juara
• Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan
anak kalimat dari induk kalimat jika anak
kalimat itu mengiringi induk kalimatnya.
Nia tidak berangkat sekolah karena sakit.
Dia tahu bahwa soal itu penting.
• Tanda koma dipakai dibelakang kata atau
ungkapan penghubung antar kalimat yang
terdapat pada awal kalimat seperti oleh
karena itu ,jadi, lagi pula, meskipun begitu,
dan akan tetapi.
Oleh karena itu, kita harus berhati-hati.
Jadi, korban bencana mencapai 100 orang.
• Tanda koma dipakai untuk memisahkan
kata seperti o, ya, wah, aduh,
kasihan dari kata lainyang terdapat
didalam kalimat.
O, begitu?
Wah, cantik ya?
• Tanda koma dipakai untuk memisahkan
petikan langsung dari bagian lain
dalam kalimat.
Misalnya:
Kata ibu,‖Saya harus rajin membaca
buku‖.
―Kamu anak yang pandai Bian,‖kata bu
guru.
• Tanda koma dipakai diantara (i) nama dan alamat,
(ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dan tanggal,
dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang
ditulis berurutan.
Misalnya:
Jakarta,30 Desember 2012
Jakarta, Indonesia
• Tanda koma dipakai diantara bagian-bagian dalam
catatan kaki.
Misalnya:
Lamuddin Finoza, Komposisi Bahasa Indonesia,
(Jakarta: Diskusi Insan Mulia, 2001), hlm. 27.
• Tanda koma dipakai diantara
nama orang dan gelar akademik
yang mengikutinya untuk
membedakannya dari singkatan
nama diri,keluarga,atau marga.
Misalnya:
Setyawan Pujiono, M.Pd.
Prof. Dr. Rochmat
Wahab,M.Pd.MA
• Tanda koma dipakai untuk mengampit
keterangan tambahan yang sifatnya tidak
membatasi.
Misalnya:
Semua siswa,baik yang laki-laki maupun
perempuan,mengikuti praktik komputer.
• Tanda koma dipakai untuk menghindari
salah baca dibelakang keterangan yang
terdapat pada awal kalimat.
Misalnya:
Dalam pembinaan dan pengembangan
bahasa,kita memerlukan sikap yang
bersungguh-sungguh.
• Tanda koma tidak dipakai untuk
memisahkan petikan langsung dari
bagian lain yang mengiringinya
dalam kalimat jika petikan
langsungnya berakhir dengan tanda
tanya atau tanda seru.
Misalnya:
―Dimana kamu membeli pensil
ini?‖kata Isa.
―Anak-anak harap tenang !‖kata Bu
Guru.
Tanda Titik Koma
( ; )
• Tanda titik koma dapat dipakai untuk
memisahkan bagian-bagiankalimat yang
sejenis dan setara.
Misalnya: Kemarin aku menjual roti;semuanya
terjual habis.
• Tanda titik koma dapat dipakai sebagai
pengganti kata penghubung untuk memisahkan
kalimat yang setara di dalam kalimat
majemuk.
Misalnya:
Rani membaca novel;dina bermain game; saya
• Tanda titik koma dipakai untuk memisahkan
unsur-unsur dalam kalimat kompleks yang tidak
cukup dipisahkan dengan tanda koma demi
meperjelas arti kalimat seara keseluruhan.
Misalnya:
Masalah kenakalan remaja bukanlah semata-mata
menjadi tanggung jawab para orang tua, guru,
polisi, atau pamong praja;sebab sebagian besar
penduduk begeri ini terdiri atas anak,anak,
remaja, dan pemuda dibawah umur 21 tahun.
Titik Dua
(:)Tanda titik dua dipakai pada
akhir suatu pernyataan lengkap
yang diikuti perincian.
Contoh:
1. Doni membeli alat tulis:
buku, pensil, penghapus, dan
penggaris.
2. UNY mempunyai 7 Fakultas:
FIP, FIK, FE, FIS, FT, FBS
dan FMIPA.
Peringatan !!
Tanda titik dua (:) tidak dipakai jika
rangkaian atau pemerian itu
merupakan pelengkap yang mengakhiri
pernyataan.
Contoh:
1. Doni membeli buku, pensil,
penghapus, dan penggaris.
2. Bayi memerlukan susu, dot, dan
• Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau
ungkapan yang memerlukan penjelasan.
Contoh:
1. Ketua : Indika Putra
Sekretaris : Swestika
Bendahara : Kholilullah
2. Hari : Rabu
Tanggal : 20 Maret 2013
Waktu : 08.30 WIB
Tanda titik dua dipakai pada teks drama
sesudah kata yang menunjukkan pelaku
dalam percakapan.
Contoh:
Ibu : (meletakkan beberapa kopor)
―Bawa kopor ini, Mir!‖
Amir : ―Baik, Bu.‖ (mengangkat kopor dan
masak)
Ibu : ―Jangan lupa, letakkan baik-baik!‖
(duduk di kursi besar)
 Tanda titik dua dipakai (i) di antara
jilid atau nomor dan halaman, (ii) di
antara bab dan ayat dalam kitab suci,
(iii) di antara judul dan anak judul suatu
karangan, serta (iv) di antara nama kota
dan penerbit buku acuan dalam karangan.
Contoh:
1. Jurnal Perempuan (1996), I:2 8.
2. Keraf, Gorys. 2009. Diksi dan Gaya
Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama.
Tanda
Hubung (-
)Tanda hubung berfungsi meyambung
suku-suku kata dasar yang terpisah
oleh pergantian baris.
Contoh:
Disamping cara-cara lama itu ada
ju-
ga cara yang baru.
Peringatan !!
Suku kata yang berupa satu vokal tidak
ditempatkan pada ujung baris atau pangkal
baris.
Contoh:
Beberapa pendapat mengenai masalah itu
telah disampaikan....
Bukan:
Beberapa pendapat mengenai masalah i-
tu telah disampaikan....
Tanda hubung menyambung awalan
dengan baris kata di belakangnya
atau akhiran dengan bagian kata di
depannya pada pergantian baris.
Contoh:
Nilai-nilai ulanganmu harus
dipertahan-
kan.
Kini ada cara baru untuk mengu-
kur panas.
Tanda hubung menyambung
unsur-unsur kata ulang.
Contoh:
1. Anak-anak
2. Ibu-ibu
3. Berlari-lari
4. Kemerah-merahan
Tanda hubung dipakai
untuk menyambung huruf kata
yang dieja satu-satu ataupun
bagian-bagian tanggal, bulan,
dan tahun.
Contoh:
1. I-n-d-o-n-e-s-i-a
2. 03-05-1995
Tanda hubung dipakai untuk
memperjelas hubungan bagian kata
atau ungkapan.
Contoh:
1. Ber-evolusi
2. Dua puluh-lima ribuan (20x5000)
Bandingkan dengan:
1. Be-revolusi
2. Dua puluh lima-ribuan
Tanda hubung dipakai untuk
merangkaikan (i) se- dengan kata berikutnya
yang dimulai dengan huruf kapital, (ii) ke-
dengan angka, (iii) angka dengan -an, dan
(iv) singkatan berhuruf kapital dengan
imbuhan atau kata.
Contoh:
1. se-Indonesia
2. hadiah ke-3
3. tahun 90-an
4. mem-PHK-kan
5. KTP-nya
Tanda hubung dipakai
untuk merangkai unsur bahasa
Indonesia dengan unsur
bahasa asing.
Contoh:
1. di-impor
2. meng-ekspor
3. me-recruit
Tanda Pisah(--)
Tanda pisah ditulis dua kali tanda hubung (-
-) atau (–).
Tanda pisah membatasi penyisipan kata
atau kalimat yang memberi penjelasan di
luar bangunan kalimat.
Contoh:
Kemerdekaan bangsa itu—saya yakin akan
tercapai—diperjuangkan oleh bangsa itu
sendiri.
Tanda pisah menegaskan
adanya keterangan aposisi atau
keterangan yang lain sehingga
kalimat menjadi lebih jelas.
Contoh:
Rangkaian temuan ini—evolusi,
teori kenisbian, dan juga
pembelahan atom—telah
mengubah konsepsi kita tentang
alam semesta.
Tanda pisah dipakai di
antara dua nama tempat atau
tanggal dengan arti ‗sampai
ke‘ atau ‗sampai dengan‘.
Contoh:
1. Bandung – Surabaya
2. Tanggal 14 – 18 Maret 2013
Tanda Tanya (?)
• Tanda tanya dipakai dalam
akhir kalimat tanya
Contoh : bagaimana kabarmu ?
(tanpa tanda titik)
• Dipakai di dalam tanda kurung
untuk menyatakan bagian
kalimat yang disangsikan atau
yang kurang dapat dibuktikan
kebenarannya
Contoh : Kiamat akan terjadi
pada tahun 2012 (?)
Tanda elipsis (...)
Ditulis dengan tanda titik (.) sebanyak tiga kali, tidak
lebih atau kurang.
• Dipakai dalam kalimat yang terputus-putus.
Contoh : Jika kondisi ... ya, kita harus bersabar.
• Menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau
naskah ada bagian yang dihilangkan.
Contoh : Sebab-sebab kolusi di ... Akan didalami lebih
lanjut.
 jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah
kalimat, perlu digunakan empat titik ( tiga titik
untuk tanda elipsis, satu titik untuk mengakhiri
kalimat)
Contoh :
Tanda Seru (!)
• Dipakai sesudah ungkapan
atau pernyataan yang berupa
seruan atau perintah
Contoh : Ayo, maju ! Merdeka !
Cepat !
Tanda Kurung ( )
• Dipakai untuk mengapit tambahan keterangan
atau penjelasan.
Contoh : KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) sudah
menetapkan Anas sebagai tersangka.
• Dipakai untuk mengapit keterangan atau
penjelasan yang bukan bagian integral pokok
pembicaraan
Contoh : Kumpulan puisi L.K Ara yang berjudul
―Laut Tawar‖ (nama danau di Aceh) ditulis pada
tahun 1982
• Dipakai untuk mengapit angka atau hurf yang
merinci satu urutan keterangan.
Contoh : Faktor produksi menyangkut masalah (a)
Tanda Petik Tunggal
(‗...‘)
• Tanda petik tunggal dipakai untuk
mengapit petikan yang tersusun di dalam
petikan lain.
Contoh:
1. Tanya Deny, ―Kau dengar bunyi
‗kring-kring‘ tadi?‖
2. ―Waktu kubuka pintu depan, kudengar
teriakan anakku, ‗Ibu, Bapak pulang‘
dan rasa letihku pun lenyap
seketika.‖ Ujar Pak Sasmita.
• Tanda petik tungal dipakai
untuk mengapit makna,
terjemahan, penjelasan kata
atau ungkapan asing.
Contoh: face-to-face
‗bersemuka‘
Tanda Garis Miring (/)
Tanda garis miring dipakai dalam nomor
surat dan nomor pada alamat dan penandaan
masa satu tahun yang terbagi dalam dua
tahun takwim.
Contoh:
1. Nomor : 7/PK/VIII/2004
2. Jalan Kramat III/C-400
3. Tahun Akademik 2012/2013
Tanda garis miring dipakai
sebagai pengganti kata atau
dan tiap.
Contoh:
1. dikirimkan lewat darat/laut
= ‗dikirimkan lewat darat
atau laut‘
2. biaya fotokopi Rp
125,00/lembar = ‗biaya
fotokopi Rp 125,00 tiap
lembar‘
Tanda Kurung Siku ([...])
• Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit huruf,
kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau
tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang
ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa
kesalahan atau kekurangan itu memeng terdapat
di dalam naskah asli.
Misalnya:
Dalam surat keberatan itu, beliau menyatakan
bahwa masalah RUU Pornografi dan Pornoaksi cukup
komplek[s].
• Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit
keterangan dalam kalimat penjelasyang sudah
bertanda kurung.
Misalnya:
Persamaan kedua proses ini (perbedaannya
dibicarakan dalam Bab II [lihat halaman 35-38]
Tanda Petik (“...”)
• Tanda petik dipakai untuk mengapait petikan
langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah
atau bahan tertulis lain.
Misalnya:
(1.) ―Saya belum siap,‖kata Sandra.
(2.) Pasal 36 UUD 45 berbunyi ,‖Bahasa negara ialah
bahasa Indonesia‖.
• Tanda petik dipakai untuk mengapit judul syair,
karangan atau bab buku yang diacu dalam kalimat.
Misalnya:
(1.) Sajak ―Berdiri Aku‖ adalah ciptaan penyair Amir
Hamzah.
(2.) Tulisan Andi Hakim Nasoetion yang berjudul
―Rapor dan Prestasi‖ dapat dibaca dalam Tempo No.
• Tanda petik dipakai untuk mengapit istilah
atau kata yang mempunyai arti khusus
atau kurang dikenal.
Misalnya:
Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara
―trial and error‖ saja .
Gadis itu mengenakan rok ―span‖
berwarna hitam.
• Tanda petik dipakai untuk mengapit kata
atau ungkapan yang dipakai dengan arti
khusus.
Misalnya:
Karena warna kulitnya, Rudi mendapat
julukan ―si hitam‖.
Si Anto sering digelari ―Jackpot‖ karena
suka berjudi.
• Tanda petik dipakai untuk
menandai ungkapan atau bagian
kalimat yang tidak mengandung
arti yang sebenarnya
Misalnya:
Dalam pertandingan sepak bola,
para pemain depan sering
―dimakan‖ oleh lawan.
Menulis surat lamaran pekerjaan
pada hakikatnya sama dengan
―menjual diri‖.
Semoga Berhasil Mengerjakan Soal
GOOD LUCK !!

Presentasi tanda baca

  • 2.
    TANDA TITIK (.) •Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Misalnya: Ayahku bekerja di solo. Hari ini tanggal 20 Maret 2013. • Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf pengkodean suatu judul bab dan subbab. Misalnya: BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan
  • 3.
    • Tanda titiktidak dipakai dibelakang angka pada pengkodean sistem digit jika angka itu merupakan yang terakhir dalam deretan angka sebelum judul bab atau subbab. Misalnya: 1. Isi Karangan 1.1 Uraian Umum 1.2 Ilustrasi 1.2.1 Gambar 1.2.2 Tabel 1.2.3 Grafik
  • 4.
    • Tanda titikdipakai untuk memisahkan angka,jam,menit, dan detik yang menunjukan waktu dan jangka waktu. Misalnya: pukul 16.45.10 (pukul 16 lewat 45 menit 10 detik) selama 1.32 jam (1 jam,32 menit) • Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya. Misalnya: Jumlah buku di perpustakaan mencapai 2.400 buku. • Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah. Misalnya: Indonesia merdeka pada tahun 1945.
  • 5.
    • Tanda titikdipakai diantara nama penulis,judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka. Misalnya: Siregar, Merari. 1920. Azab dan Sengsara. Weltervreden: Balai Pustaka • Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul, misalnya judul buku, karangan lain, kepala ilustrasi, atau tabel. Misalnya: Cara Mudah dan Praktis dalam Menulis (tanpa titik) Tabel 1.2 Tahapan Proses Menulis Esai
  • 6.
    • Tanda titiktidak dipakai di belakang (i) alamat pengirim atau tanggal surat dan (ii) nama dan alamat penerima surat. Misalnya: Jakarta, 04 September 2009 (tanpa titik) Jalan Melati II/19
  • 7.
    Tanda Koma(,) • Tandakoma dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. Misalnya: Ismail membeli buku, pensil, dan penghapus di toko laris. Surat biasa,surat pribadi, dan surat khusus memerlukan perangko. • Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan. Saya tidak suka roti,melainkan suka bakso.
  • 8.
    • Tanda komadipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya. Misalnya: Karena sakit, Nia tidak berangkat sekolah. Kalau aku belajar rajin,aku pasti juara
  • 9.
    • Tanda komatidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya. Nia tidak berangkat sekolah karena sakit. Dia tahu bahwa soal itu penting. • Tanda koma dipakai dibelakang kata atau ungkapan penghubung antar kalimat yang terdapat pada awal kalimat seperti oleh karena itu ,jadi, lagi pula, meskipun begitu, dan akan tetapi. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati. Jadi, korban bencana mencapai 100 orang.
  • 10.
    • Tanda komadipakai untuk memisahkan kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan dari kata lainyang terdapat didalam kalimat. O, begitu? Wah, cantik ya? • Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. Misalnya: Kata ibu,‖Saya harus rajin membaca buku‖. ―Kamu anak yang pandai Bian,‖kata bu guru.
  • 11.
    • Tanda komadipakai diantara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan. Misalnya: Jakarta,30 Desember 2012 Jakarta, Indonesia • Tanda koma dipakai diantara bagian-bagian dalam catatan kaki. Misalnya: Lamuddin Finoza, Komposisi Bahasa Indonesia, (Jakarta: Diskusi Insan Mulia, 2001), hlm. 27.
  • 12.
    • Tanda komadipakai diantara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri,keluarga,atau marga. Misalnya: Setyawan Pujiono, M.Pd. Prof. Dr. Rochmat Wahab,M.Pd.MA
  • 13.
    • Tanda komadipakai untuk mengampit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi. Misalnya: Semua siswa,baik yang laki-laki maupun perempuan,mengikuti praktik komputer. • Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca dibelakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat. Misalnya: Dalam pembinaan dan pengembangan bahasa,kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh.
  • 14.
    • Tanda komatidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsungnya berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru. Misalnya: ―Dimana kamu membeli pensil ini?‖kata Isa. ―Anak-anak harap tenang !‖kata Bu Guru.
  • 15.
    Tanda Titik Koma (; ) • Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagiankalimat yang sejenis dan setara. Misalnya: Kemarin aku menjual roti;semuanya terjual habis. • Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk. Misalnya: Rani membaca novel;dina bermain game; saya
  • 16.
    • Tanda titikkoma dipakai untuk memisahkan unsur-unsur dalam kalimat kompleks yang tidak cukup dipisahkan dengan tanda koma demi meperjelas arti kalimat seara keseluruhan. Misalnya: Masalah kenakalan remaja bukanlah semata-mata menjadi tanggung jawab para orang tua, guru, polisi, atau pamong praja;sebab sebagian besar penduduk begeri ini terdiri atas anak,anak, remaja, dan pemuda dibawah umur 21 tahun.
  • 17.
    Titik Dua (:)Tanda titikdua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti perincian. Contoh: 1. Doni membeli alat tulis: buku, pensil, penghapus, dan penggaris. 2. UNY mempunyai 7 Fakultas: FIP, FIK, FE, FIS, FT, FBS dan FMIPA.
  • 18.
    Peringatan !! Tanda titikdua (:) tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. Contoh: 1. Doni membeli buku, pensil, penghapus, dan penggaris. 2. Bayi memerlukan susu, dot, dan
  • 19.
    • Tanda titikdua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan penjelasan. Contoh: 1. Ketua : Indika Putra Sekretaris : Swestika Bendahara : Kholilullah 2. Hari : Rabu Tanggal : 20 Maret 2013 Waktu : 08.30 WIB
  • 20.
    Tanda titik duadipakai pada teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan. Contoh: Ibu : (meletakkan beberapa kopor) ―Bawa kopor ini, Mir!‖ Amir : ―Baik, Bu.‖ (mengangkat kopor dan masak) Ibu : ―Jangan lupa, letakkan baik-baik!‖ (duduk di kursi besar)
  • 21.
     Tanda titikdua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab suci, (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan, serta (iv) di antara nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan. Contoh: 1. Jurnal Perempuan (1996), I:2 8. 2. Keraf, Gorys. 2009. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  • 22.
    Tanda Hubung (- )Tanda hubungberfungsi meyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. Contoh: Disamping cara-cara lama itu ada ju- ga cara yang baru.
  • 23.
    Peringatan !! Suku katayang berupa satu vokal tidak ditempatkan pada ujung baris atau pangkal baris. Contoh: Beberapa pendapat mengenai masalah itu telah disampaikan.... Bukan: Beberapa pendapat mengenai masalah i- tu telah disampaikan....
  • 24.
    Tanda hubung menyambungawalan dengan baris kata di belakangnya atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada pergantian baris. Contoh: Nilai-nilai ulanganmu harus dipertahan- kan. Kini ada cara baru untuk mengu- kur panas.
  • 25.
    Tanda hubung menyambung unsur-unsurkata ulang. Contoh: 1. Anak-anak 2. Ibu-ibu 3. Berlari-lari 4. Kemerah-merahan
  • 26.
    Tanda hubung dipakai untukmenyambung huruf kata yang dieja satu-satu ataupun bagian-bagian tanggal, bulan, dan tahun. Contoh: 1. I-n-d-o-n-e-s-i-a 2. 03-05-1995
  • 27.
    Tanda hubung dipakaiuntuk memperjelas hubungan bagian kata atau ungkapan. Contoh: 1. Ber-evolusi 2. Dua puluh-lima ribuan (20x5000) Bandingkan dengan: 1. Be-revolusi 2. Dua puluh lima-ribuan
  • 28.
    Tanda hubung dipakaiuntuk merangkaikan (i) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital, (ii) ke- dengan angka, (iii) angka dengan -an, dan (iv) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata. Contoh: 1. se-Indonesia 2. hadiah ke-3 3. tahun 90-an 4. mem-PHK-kan 5. KTP-nya
  • 29.
    Tanda hubung dipakai untukmerangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing. Contoh: 1. di-impor 2. meng-ekspor 3. me-recruit
  • 30.
    Tanda Pisah(--) Tanda pisahditulis dua kali tanda hubung (- -) atau (–). Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangunan kalimat. Contoh: Kemerdekaan bangsa itu—saya yakin akan tercapai—diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri.
  • 31.
    Tanda pisah menegaskan adanyaketerangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas. Contoh: Rangkaian temuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan juga pembelahan atom—telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta.
  • 32.
    Tanda pisah dipakaidi antara dua nama tempat atau tanggal dengan arti ‗sampai ke‘ atau ‗sampai dengan‘. Contoh: 1. Bandung – Surabaya 2. Tanggal 14 – 18 Maret 2013
  • 33.
    Tanda Tanya (?) •Tanda tanya dipakai dalam akhir kalimat tanya Contoh : bagaimana kabarmu ? (tanpa tanda titik) • Dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya Contoh : Kiamat akan terjadi pada tahun 2012 (?)
  • 34.
    Tanda elipsis (...) Ditulisdengan tanda titik (.) sebanyak tiga kali, tidak lebih atau kurang. • Dipakai dalam kalimat yang terputus-putus. Contoh : Jika kondisi ... ya, kita harus bersabar. • Menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan. Contoh : Sebab-sebab kolusi di ... Akan didalami lebih lanjut.  jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat, perlu digunakan empat titik ( tiga titik untuk tanda elipsis, satu titik untuk mengakhiri kalimat) Contoh :
  • 35.
    Tanda Seru (!) •Dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah Contoh : Ayo, maju ! Merdeka ! Cepat !
  • 36.
    Tanda Kurung () • Dipakai untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. Contoh : KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) sudah menetapkan Anas sebagai tersangka. • Dipakai untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan Contoh : Kumpulan puisi L.K Ara yang berjudul ―Laut Tawar‖ (nama danau di Aceh) ditulis pada tahun 1982 • Dipakai untuk mengapit angka atau hurf yang merinci satu urutan keterangan. Contoh : Faktor produksi menyangkut masalah (a)
  • 37.
    Tanda Petik Tunggal (‗...‘) •Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain. Contoh: 1. Tanya Deny, ―Kau dengar bunyi ‗kring-kring‘ tadi?‖ 2. ―Waktu kubuka pintu depan, kudengar teriakan anakku, ‗Ibu, Bapak pulang‘ dan rasa letihku pun lenyap seketika.‖ Ujar Pak Sasmita.
  • 38.
    • Tanda petiktungal dipakai untuk mengapit makna, terjemahan, penjelasan kata atau ungkapan asing. Contoh: face-to-face ‗bersemuka‘
  • 39.
    Tanda Garis Miring(/) Tanda garis miring dipakai dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim. Contoh: 1. Nomor : 7/PK/VIII/2004 2. Jalan Kramat III/C-400 3. Tahun Akademik 2012/2013
  • 40.
    Tanda garis miringdipakai sebagai pengganti kata atau dan tiap. Contoh: 1. dikirimkan lewat darat/laut = ‗dikirimkan lewat darat atau laut‘ 2. biaya fotokopi Rp 125,00/lembar = ‗biaya fotokopi Rp 125,00 tiap lembar‘
  • 41.
    Tanda Kurung Siku([...]) • Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memeng terdapat di dalam naskah asli. Misalnya: Dalam surat keberatan itu, beliau menyatakan bahwa masalah RUU Pornografi dan Pornoaksi cukup komplek[s]. • Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit keterangan dalam kalimat penjelasyang sudah bertanda kurung. Misalnya: Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan dalam Bab II [lihat halaman 35-38]
  • 42.
    Tanda Petik (“...”) •Tanda petik dipakai untuk mengapait petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain. Misalnya: (1.) ―Saya belum siap,‖kata Sandra. (2.) Pasal 36 UUD 45 berbunyi ,‖Bahasa negara ialah bahasa Indonesia‖. • Tanda petik dipakai untuk mengapit judul syair, karangan atau bab buku yang diacu dalam kalimat. Misalnya: (1.) Sajak ―Berdiri Aku‖ adalah ciptaan penyair Amir Hamzah. (2.) Tulisan Andi Hakim Nasoetion yang berjudul ―Rapor dan Prestasi‖ dapat dibaca dalam Tempo No.
  • 43.
    • Tanda petikdipakai untuk mengapit istilah atau kata yang mempunyai arti khusus atau kurang dikenal. Misalnya: Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara ―trial and error‖ saja . Gadis itu mengenakan rok ―span‖ berwarna hitam. • Tanda petik dipakai untuk mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus. Misalnya: Karena warna kulitnya, Rudi mendapat julukan ―si hitam‖. Si Anto sering digelari ―Jackpot‖ karena suka berjudi.
  • 44.
    • Tanda petikdipakai untuk menandai ungkapan atau bagian kalimat yang tidak mengandung arti yang sebenarnya Misalnya: Dalam pertandingan sepak bola, para pemain depan sering ―dimakan‖ oleh lawan. Menulis surat lamaran pekerjaan pada hakikatnya sama dengan ―menjual diri‖.
  • 45.
    Semoga Berhasil MengerjakanSoal GOOD LUCK !!