SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
                   NEGERI SALATIGA

    TEORI CONDITIONING


  Mata kuliah Teori Pembelajaran
  Dosen Pengampu Wahidin, M.Ag.

          Jurusan Tarbiyah
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
               (PGMI)
                2013
SEKOLAH TINGGI AGAMA
 ISLAM NEGERI SALATIGA



          Oleh:

1. Nurul Annisa 115 11 005
2. Afiful Mashar    115 11
        032
3. Endang Tri W. 115 11
Adalah suatu bentuk belajar
 yang kesanggupan untuk
merespon terhadap stimulus
tertentu dapat dipindahkan
     pada stimulus lain.
istilah pokok dalam
conditioning
 Uncoditioned Stimulus ( US )
 Unconditioned Response (
  UR )
 Conditioning Stimulus ( CS )
 Conditioned Response ( CR )
Teori Kondisioning

   1. Teori kondisioning klasik
   2. Teori kondisioning operan
   3. Teori kondisioning reflect (respon)
Teori kondisioning klasik


     Adalah sebuah prosedur
      penciptaan refleks baru
           dengan cara
      mendatangkan stimulus
     sebelum terjadinya refleks
Konsep teori
     condisioning klasik

 Penganut  teori Pavlov mengatakan
 bahwa segala tingkah laku manusia tidak
 lain merupakan hasil dari
 conditioning, yaitu hasil dari latihan-
 latihan atau kebisaan mereaksi terhadap
 syarat- syarat atau perangsang-
 perangsang tertentu yang dialaminya
 dalam kehidupan.
Kelemahan
      Conditioning Klasik

1. Teori ini menganggap belajar hanyalah
   terjadi secara otomatis.
2. Peranan latihan atau kebiasaan terlalu
   ditonjolkan.
3. Teori Conditioning lebih tepat
   dihubungkan dengan kehidupan
   binatang dari pada manusia.
Implementasi Teori
Kondisioning Klasik
Perilaku disiplin dan patuh
trerbentuk karena proses
kondisioning, karena kebiasaan
yang sudah berlangsung terus
menerus. Stimulus alami
kemunculannya bersamaan
dengan stimulus buatan.
Konsep Dasar Teori
Konditioning Operan
1. Skinner membedakan dua
   perilaku yaitu:
     1.) Respondent behavior
     2.) Operant behavior
2. Skinner box (kotak Skinner)
3. Reinforcement (pengukuhan)
Implementasi Teori
    Conditioning Operan

1. Pengukuhan terus-menerus disajikan justru
  menurunkan tinka respons,
2. Pengukuhan yang berjarak, memang membutuhkan
  waktu lama untuk membetuk respons,
3. Jadwal rasio dapat dipergunakan untuk respons
  tingkat tinggi,
4. Skedul berinterval yang menghasilkan perilaku yang
  relatif stabil.
Prinsip pengajaran
 berdasar konditionng
 operan:
1. Perlu tujuan yang tentang tingkah laku pa yang diharapkan
   dicapai siswa,
2. Memberi tekanan pada kemajuan belajar siswa sesuai
   dengan kemampuannya,
3. Perlu penilaian yang terus-menerus untuk memantautingkat
   kemajuan belajarnya,
4. Gunakan pengukuhan positif secara sistematis, bervariasi,
5. Peran guru adalah sebagai arsitek atau pembentuk perilaku.
TEORI CONDITIONING
 REFLECT
 John B. Watson (1878-1958) percaya
bahwa belajar adalah suau proses dari
conditioning reflect (respons) mlalui
pergantian dari satu stimlus kepada yang
lain. Menurutnya manusia dilahirkan
dengan beberapa reflek dan reaksi
emosi, kekuatan, cinta, dan marah.
Kesimpulan
1. Conditioning merupakan suatu bentuk belajar yang
  kesanggupan untuk merespons terhadap stimulus tertentu
  dapat dipindahkan pada stimulus lain.
2. Belajar erat hubungannya dengan prinsp pengutan kembali
  atau ulangan-ulangan dalam belajar adalah penting.
3. Pebuatan yang satu bisa dipindahkan ke laku yang lain.
  Demikian pula dengan pembentukkan kebiasaan dan
  kemampuan mengingat.
TERIMA KASIH

Ppt teori conditioning

  • 1.
    SEKOLAH TINGGI AGAMAISLAM NEGERI SALATIGA TEORI CONDITIONING Mata kuliah Teori Pembelajaran Dosen Pengampu Wahidin, M.Ag. Jurusan Tarbiyah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) 2013
  • 2.
    SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA Oleh: 1. Nurul Annisa 115 11 005 2. Afiful Mashar 115 11 032 3. Endang Tri W. 115 11
  • 3.
    Adalah suatu bentukbelajar yang kesanggupan untuk merespon terhadap stimulus tertentu dapat dipindahkan pada stimulus lain.
  • 4.
    istilah pokok dalam conditioning Uncoditioned Stimulus ( US )  Unconditioned Response ( UR )  Conditioning Stimulus ( CS )  Conditioned Response ( CR )
  • 5.
    Teori Kondisioning  1. Teori kondisioning klasik  2. Teori kondisioning operan  3. Teori kondisioning reflect (respon)
  • 6.
    Teori kondisioning klasik Adalah sebuah prosedur penciptaan refleks baru dengan cara mendatangkan stimulus sebelum terjadinya refleks
  • 7.
    Konsep teori condisioning klasik  Penganut teori Pavlov mengatakan bahwa segala tingkah laku manusia tidak lain merupakan hasil dari conditioning, yaitu hasil dari latihan- latihan atau kebisaan mereaksi terhadap syarat- syarat atau perangsang- perangsang tertentu yang dialaminya dalam kehidupan.
  • 8.
    Kelemahan Conditioning Klasik 1. Teori ini menganggap belajar hanyalah terjadi secara otomatis. 2. Peranan latihan atau kebiasaan terlalu ditonjolkan. 3. Teori Conditioning lebih tepat dihubungkan dengan kehidupan binatang dari pada manusia.
  • 9.
    Implementasi Teori Kondisioning Klasik Perilakudisiplin dan patuh trerbentuk karena proses kondisioning, karena kebiasaan yang sudah berlangsung terus menerus. Stimulus alami kemunculannya bersamaan dengan stimulus buatan.
  • 10.
    Konsep Dasar Teori KonditioningOperan 1. Skinner membedakan dua perilaku yaitu: 1.) Respondent behavior 2.) Operant behavior 2. Skinner box (kotak Skinner) 3. Reinforcement (pengukuhan)
  • 11.
    Implementasi Teori Conditioning Operan 1. Pengukuhan terus-menerus disajikan justru menurunkan tinka respons, 2. Pengukuhan yang berjarak, memang membutuhkan waktu lama untuk membetuk respons, 3. Jadwal rasio dapat dipergunakan untuk respons tingkat tinggi, 4. Skedul berinterval yang menghasilkan perilaku yang relatif stabil.
  • 12.
    Prinsip pengajaran berdasarkonditionng operan: 1. Perlu tujuan yang tentang tingkah laku pa yang diharapkan dicapai siswa, 2. Memberi tekanan pada kemajuan belajar siswa sesuai dengan kemampuannya, 3. Perlu penilaian yang terus-menerus untuk memantautingkat kemajuan belajarnya, 4. Gunakan pengukuhan positif secara sistematis, bervariasi, 5. Peran guru adalah sebagai arsitek atau pembentuk perilaku.
  • 13.
    TEORI CONDITIONING REFLECT John B. Watson (1878-1958) percaya bahwa belajar adalah suau proses dari conditioning reflect (respons) mlalui pergantian dari satu stimlus kepada yang lain. Menurutnya manusia dilahirkan dengan beberapa reflek dan reaksi emosi, kekuatan, cinta, dan marah.
  • 14.
    Kesimpulan 1. Conditioning merupakansuatu bentuk belajar yang kesanggupan untuk merespons terhadap stimulus tertentu dapat dipindahkan pada stimulus lain. 2. Belajar erat hubungannya dengan prinsp pengutan kembali atau ulangan-ulangan dalam belajar adalah penting. 3. Pebuatan yang satu bisa dipindahkan ke laku yang lain. Demikian pula dengan pembentukkan kebiasaan dan kemampuan mengingat.
  • 15.