TUGAS MATA KULIAH 
TEORI BELAJAR DAN INSTRUKSIONAL 
OLEH KELOMPOK: 1 
•EKA RAHMA DEWI NIM 8136121007 
•IKA GUSWARI NIM 8136120011 
•LUSY MARIANA PASARIBU NIM 8136121015 
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN 
PROGRAM PASCASARJANA 
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 
2013
PENDAHULUAN 
A. . Latar Belakang Masalah 
Salah satu yang dihadapi dunia pendidikan adalah masalah belajar. 
masalah belajar dapat dilihat dari pendapat (Sanjaya 2010) mengenai belajar 
yang mengatakan bahwa belajar bukanlah sekedar mengumpulkan 
pengetahuan. Belajar adalah proses mental yang terjadi dalam diri seorang 
sehingga menyebabkan munculnya perubahan prilaku 
Karena begitu pentingnya masalah belajar,maka banyak 
ahli membahas dan menghasilkan berbagai teori 
tentang belajar. diantaranya adalah B.F.Skinner dengan 
teori operant conditinioning yang mewakili sudut 
pandang behavioristik
Teori Operant Condtioning 
diciptakan oleh Burhus Frederch 
Skinner lahir pada tahun 1904, seorang 
penganut behaviorisme yang dianggap 
controversial.Tahun 1974 Skinner 
menerbitkan karya tulis yang dianggap 
baru yaitu “behaviorisme” dimana tema 
pokok dari karya tersebut ialah bahwa 
tingkah laku dibentuk oleh 
konsekuensi- konsekuensi yang 
ditimbulkan oleh tingkah laku itu 
sendiri (Muhibbin Syah,1999).
B. Pengertian Operant Conditioning 
Dalam kamus psikologi disebut bahwa Operant ialah setiap 
respon yang bersifat instrumental dalam menimbulkan akibat-akibat 
tertentu, seperti hadiah makanan atau satu kejutan listrik. 
Conditioning menpunyai 
arti mempelajari respon 
tertentu 
Operant conditioning adalah sebuah bentuk dari 
pembelajaran asosiatif di mana konsekuensi dari sebuah 
perilaku mengubah kemungkinan berulangnya perilaku 
(King, 2010)
Skinner memasukkan tikus yang 
telah dilaparkan dalam kotak yang disebut 
“Skinner box”, yang sudah dilengkapi dengan 
berbagai peralatan, yaitu tombol, alat memberi 
makanan, penampung makanan, lampu yang 
dapat diatur nyalanya, dan lantai yang dapat 
dialiri listrik. 
Karena dorongan lapar (hunger 
drive), tikus berusaha keluar untuk mencari 
makanan. Selama tikus bergerak kesana-kemari 
untuk keluar dari box, tidak sengaja ia menekan 
tombol, makanan keluar. Secara terjadwal 
diberikan makanan secara bertahap sesuai 
peningkatan perilaku yang ditunjukkan si tikus 
Berdasarkan percobaaan inilah 
akhirnya Skinner berpendapat bahwa pola 
tingkah laku (operant) tikus dapat berubah 
sesuai dengan penguatannya
INDIVIDU 
STIMULUS
Dalam teori operant conditioning, tingkah laku terbentuk dari konsekuensi yang di terima 
PENGUATAN 
(REINFORCEMENT) 
HUKUMAN 
(PUNISHMENT) 
KONSEKUENSI 
PENGUATAN 
POSITIF 
PENGUATAN 
NEGATIF
Penguatan (Reinforcement) 
Skinner membagi penguatan ini menjadi dua, yaitu 
1. penguatan positif. 
Penguatan positif sebagai stimulus, dapat meningkatkan terjadinya 
pengulangan tingkah laku itu. Bentuk-bentuk penguatan positif adalah berupa 
hadiah (permen, kado, makanan, dll), perilaku (senyum, menganggukkan 
kepala untuk menyetujui, bertepuk tangan, mengacungkan jempol), atau 
penghargaan (nilai A, Juara 1 dsb) 
2. penguatan negatif dapat mengakibatkan perilaku berkurang atau menghilang. 
Bentuk-bentuk penguatan negatif antara lain menunda/tidak memberi 
penghargaan, memberikan tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidak 
senang (menggeleng, kening berkerut, muka kecewa dll).
Prinsip-prinsip prilaku yang di dapat melalui 
percobaan skinner 
1. Konsekkuensi-konsekuensi 
2. Kesegaran (immediacy) konsekuensi 
3. Pembentukan (shaping) 
4. Berilah umpan balik selama pembelajaran 
berlangsung
Kelebihan 
•Dengan diterapkannya operant conditioning dalam proses 
pembelajaran akan memberikan semangat tersendiri bagi siswa karena 
adanya penguatan, sehingga mamacu semangat siswa untuk belajar. 
•Siswa dapat menjadi lebih aktif dan semangat dalam menjawab 
pertanyaan dari guru dengan harapan akan mendapat reward 
(hadiah). Memacu siswa untuk terus berprestasi didalam kelas. 
Kelemahan 
•Karakteristik dan keseragaman siswa di dalam kelas membuat penerapan 
operant conditioning tidak dapat sepenuhnya berjalan sesuai dengan 
rencana (hasil) yang telah diharapkan oleh guru. 
•Adanya pemberian hukuman (punishment) dapat memberi efek negative 
pada siswa baik itu dari segi mental maupun jasmani. 
• Dapat terjadi kecemburuan diantara siswa. Dikarenakan adanya 
kemungkinan siswa yang mendominasi proses pembelajaran di kelas.
PENUTUP 
Kesimpulan 
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa teori 
operant conditioning adalah suatu teori yang 
mengemukakan bahwa tingkah laku sesorang dapat 
terbentuk dari konsekuensi (penguatan) yang diberikan. 
Dimana pemberian konsekuensi-konsekuensi yang 
menyenangkan (positif ) sebagai imbalan atas perilaku-perilaku 
tertentu akan meningkatkan frekuensi perilakunya. 
Sebaliknya pemberian konsekuensi- konsekuensi yang tidak 
menyenangkan (negative) akan cenderung dihilangkan. Hal 
ini dapat dianalogikan bahwa orang pada umumnya akan 
melakukan perilaku-perilaku yang diinginkan jika mereka 
mendapatkan penguatan positif atas apa yang dilakukannya, 
dikarenakan penghargaan merupakan tindakan paling 
efektif apabila dilakukan segera terhadap respons yang 
diinginkan. Sedangkan perilaku yang tidak dihargai, atau 
bahkan dihukum, cenderung untuk tidak diulangi lagi.
Presentation1 skinner

Presentation1 skinner

  • 1.
    TUGAS MATA KULIAH TEORI BELAJAR DAN INSTRUKSIONAL OLEH KELOMPOK: 1 •EKA RAHMA DEWI NIM 8136121007 •IKA GUSWARI NIM 8136120011 •LUSY MARIANA PASARIBU NIM 8136121015 PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2013
  • 2.
    PENDAHULUAN A. .Latar Belakang Masalah Salah satu yang dihadapi dunia pendidikan adalah masalah belajar. masalah belajar dapat dilihat dari pendapat (Sanjaya 2010) mengenai belajar yang mengatakan bahwa belajar bukanlah sekedar mengumpulkan pengetahuan. Belajar adalah proses mental yang terjadi dalam diri seorang sehingga menyebabkan munculnya perubahan prilaku Karena begitu pentingnya masalah belajar,maka banyak ahli membahas dan menghasilkan berbagai teori tentang belajar. diantaranya adalah B.F.Skinner dengan teori operant conditinioning yang mewakili sudut pandang behavioristik
  • 3.
    Teori Operant Condtioning diciptakan oleh Burhus Frederch Skinner lahir pada tahun 1904, seorang penganut behaviorisme yang dianggap controversial.Tahun 1974 Skinner menerbitkan karya tulis yang dianggap baru yaitu “behaviorisme” dimana tema pokok dari karya tersebut ialah bahwa tingkah laku dibentuk oleh konsekuensi- konsekuensi yang ditimbulkan oleh tingkah laku itu sendiri (Muhibbin Syah,1999).
  • 4.
    B. Pengertian OperantConditioning Dalam kamus psikologi disebut bahwa Operant ialah setiap respon yang bersifat instrumental dalam menimbulkan akibat-akibat tertentu, seperti hadiah makanan atau satu kejutan listrik. Conditioning menpunyai arti mempelajari respon tertentu Operant conditioning adalah sebuah bentuk dari pembelajaran asosiatif di mana konsekuensi dari sebuah perilaku mengubah kemungkinan berulangnya perilaku (King, 2010)
  • 5.
    Skinner memasukkan tikusyang telah dilaparkan dalam kotak yang disebut “Skinner box”, yang sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan, yaitu tombol, alat memberi makanan, penampung makanan, lampu yang dapat diatur nyalanya, dan lantai yang dapat dialiri listrik. Karena dorongan lapar (hunger drive), tikus berusaha keluar untuk mencari makanan. Selama tikus bergerak kesana-kemari untuk keluar dari box, tidak sengaja ia menekan tombol, makanan keluar. Secara terjadwal diberikan makanan secara bertahap sesuai peningkatan perilaku yang ditunjukkan si tikus Berdasarkan percobaaan inilah akhirnya Skinner berpendapat bahwa pola tingkah laku (operant) tikus dapat berubah sesuai dengan penguatannya
  • 6.
  • 7.
    Dalam teori operantconditioning, tingkah laku terbentuk dari konsekuensi yang di terima PENGUATAN (REINFORCEMENT) HUKUMAN (PUNISHMENT) KONSEKUENSI PENGUATAN POSITIF PENGUATAN NEGATIF
  • 8.
    Penguatan (Reinforcement) Skinnermembagi penguatan ini menjadi dua, yaitu 1. penguatan positif. Penguatan positif sebagai stimulus, dapat meningkatkan terjadinya pengulangan tingkah laku itu. Bentuk-bentuk penguatan positif adalah berupa hadiah (permen, kado, makanan, dll), perilaku (senyum, menganggukkan kepala untuk menyetujui, bertepuk tangan, mengacungkan jempol), atau penghargaan (nilai A, Juara 1 dsb) 2. penguatan negatif dapat mengakibatkan perilaku berkurang atau menghilang. Bentuk-bentuk penguatan negatif antara lain menunda/tidak memberi penghargaan, memberikan tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidak senang (menggeleng, kening berkerut, muka kecewa dll).
  • 9.
    Prinsip-prinsip prilaku yangdi dapat melalui percobaan skinner 1. Konsekkuensi-konsekuensi 2. Kesegaran (immediacy) konsekuensi 3. Pembentukan (shaping) 4. Berilah umpan balik selama pembelajaran berlangsung
  • 10.
    Kelebihan •Dengan diterapkannyaoperant conditioning dalam proses pembelajaran akan memberikan semangat tersendiri bagi siswa karena adanya penguatan, sehingga mamacu semangat siswa untuk belajar. •Siswa dapat menjadi lebih aktif dan semangat dalam menjawab pertanyaan dari guru dengan harapan akan mendapat reward (hadiah). Memacu siswa untuk terus berprestasi didalam kelas. Kelemahan •Karakteristik dan keseragaman siswa di dalam kelas membuat penerapan operant conditioning tidak dapat sepenuhnya berjalan sesuai dengan rencana (hasil) yang telah diharapkan oleh guru. •Adanya pemberian hukuman (punishment) dapat memberi efek negative pada siswa baik itu dari segi mental maupun jasmani. • Dapat terjadi kecemburuan diantara siswa. Dikarenakan adanya kemungkinan siswa yang mendominasi proses pembelajaran di kelas.
  • 11.
    PENUTUP Kesimpulan Berdasarkanuraian diatas dapat disimpulkan bahwa teori operant conditioning adalah suatu teori yang mengemukakan bahwa tingkah laku sesorang dapat terbentuk dari konsekuensi (penguatan) yang diberikan. Dimana pemberian konsekuensi-konsekuensi yang menyenangkan (positif ) sebagai imbalan atas perilaku-perilaku tertentu akan meningkatkan frekuensi perilakunya. Sebaliknya pemberian konsekuensi- konsekuensi yang tidak menyenangkan (negative) akan cenderung dihilangkan. Hal ini dapat dianalogikan bahwa orang pada umumnya akan melakukan perilaku-perilaku yang diinginkan jika mereka mendapatkan penguatan positif atas apa yang dilakukannya, dikarenakan penghargaan merupakan tindakan paling efektif apabila dilakukan segera terhadap respons yang diinginkan. Sedangkan perilaku yang tidak dihargai, atau bahkan dihukum, cenderung untuk tidak diulangi lagi.