KONSEP MODEL PEMBELAJARAN
JK BDK 2023
‫هو؟‬ ‫ما‬
Model
Pembelajaran
Peristilaha
n :
Strategi Metode
Teknik/
Prosedur
operasional
Pandangan
filosofis
yang
berlandaska
n teori
pendidikan
Cara yang di dlm
fungsinya
merupakan alat utk
mencapai tujuan
Implementasi ril
dilapangan
Pendekat
an
Cara-cara yang dipilih utk
menyampaikan materi pel dlm lingk.
Pembelajaraan meliputi sifat, lingkup,
dan urutan kegiatan yang dapat
memberikan pengalaman kepada siswa
• Arrends (1997) The term teaching model
refer to a particular apporoach to instruction
that includes it goals, syntax, environment
and management system”
(Istilah model mengarah pada suatu
pendekatan pembelajaran tertentu termasuk
tujuannya, sintaksnya/urutannya,
lingkungannya dan sistem pengelolaannya)
Model Pembelajaran
• Rasional Teroritik Logis yg disusun
penciptanya
• Landasan Pemikiran tentang apa dan
bagaimana siswa belajar.
• Tingkah laku mengajar.
• Lingkungan belajar, agar tujuan pembelajaran
dapat dicapai.
Ciri Model Pembelajaran
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003
(UUSPN) Pasal 40 ayat (2) , yang
menyatakan bahwa Pendidik dan Tenaga
Kependidikan berkewajiban
menciptakan suasana pendidikan yang
bermakna, menyenangkan, kreatif,
dinamis dan dan dialogis.
LANDASAN HUKUM
Peraturan Pemerintah RI N0.19 tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 19
menyatakan bahwa Proses Pembelajaran pada
satuan pendidikan diselenggarakan dengan
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang,
memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi
aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi
prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai
dengan bakat, minat dan perkembangan fisik
serta psikologis peserta didik
🞂Model Pembelajaran
Langsung (Direct
Instruction)
🞂Model Pembelajaran
Kooperatif
🞂Model Pembelajaran
berdasarkan masalah
MATERI POKOK
Teori-teori pendidikan yang
menjadi akar model
pembelajaran
1. Teori Belajar sosial (Bandura, Skinner)
menghasilkan model “Pengajaran
Langsung/Direct learning”.
❑ Cirinya pengajaran : Presentasi, demontrasi
dari bahan ajar, analis tugas dan tujuan
prilaku.
❑ Karakteristik lingkungan: Terstruktur ketat
dan berpusat pada guru.
❑ Hasil belajar: Pengetahuan deklaratif dasar
dan ketrampilan akademik.
Fase Guru
1. Meyampaikan tujuan dan
mempersiapakan siswa
Guru menjelaskan tujuan
pembelajaran, inforfmasi latar
belakang pengajaran, pentingya
pelajaran dan mempersiapkan siswa
mengajar.
2. Mendemontrasikan pengetahuan
dan ktrampilan
Guru mendemontrasikan ktrampilan
yang benar atau menyajikan infomrasi
tahap demi tahap.
3. Membimbing pelatihan Guru mempersiapkan bimbingan
pelatihan awal.
4. Mengecek pemahaman dan
memberikan umpan balik
Guru mencek apakah siswa telah
berhasil melakukan tugas dengan
baik, kemudian memberikan umpan
balik.
5. Memberikan kesempatan untuk
pelatihan lanjutan dan penerapan
Guru mempersiapkan kesempatan
melakukan pelatihan lanjutan dan
penerapan kepada situasi yang
komplek.
Sintaks/urutan Model Pengajaran langsung
2. Teori belajar sosial dan Teori Konstruktivis
( Dewey, Vygotsky, Slavin, Piaget)
menghasilkan Model Pembelajaran Koperatif
(Koperatif Learning).
❑ Cirinya : Belajar secara kelompok dan
struktur tugas kelompok.
❑ Karakteristik Lingkungan : Fleksibel
demokratik, lingkungan berpusat pada guru.
❑Hasil belajar: Ketrampilan akademik dan
sosial.
Model pembelajaran Koperatif Learning
dapat dilakukan melalui empat pendekatan
1. STAD (Student Teams Achievement
Division)
2. Jigsaw
3. Investigasi Kelompok
4. Pendekatan Struktural
Fase Pembelajaran
STAD (Student Teams Achievement Division)
Fase Kegiatan Guru
1. Menyampaikan tujuan dan
memotivasi siswa
Menyampaikan semua tujuan
yang ingin dipelajari
2. Menyajikan/menyampaikan
informasi
Menyajikan informasi dengan jalan
demontrasi atau lewat bahan
bacaan
3. Mengorganisasikan siswa ke
dalam kelompok-kelompok
Menjelaskan bagaimana caranya
membuat kelompok
4. Membimbing kelompok bekerja
dan belajar
Membimbing kelompok-kelompok
belajar pada saat mereka
mengerjakan tuga
5. Evaluasi Mengevaluasi hasil belajar atau
mempresentasikannya
6. Memberikan penghargaan Memberikan penghargaan atas
upaya dan hasil kerja individu
(ARONSON, BLANEY, STEPHEN, SIKES, AND SNAPP, 1978)
Langkah-langkah :
1.Siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim
2.Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda
3.Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan
4.Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub
bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk
mendiskusikan sub bab mereka
5.Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke
kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka
tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya
mendengarkan dengan sungguh-sungguh
6.Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
7.Guru memberi evaluasi
8.Penutup
Gambaran Pembelajaran Jigsaw
.
¤ ¤
¤ ¤
¤
¤ ¤ ¤
¤ ¤
¤ ¤ ¤
¤ ¤
¤ ¤ ¤
¤ ¤
¤ ¤ ¤
¤ ¤
(SHARAN, 1992)
Langkah-langkah :
1.Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen
2.Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas
kelompok
3.Guru memanggil ketua-ketua untuk satu materi tugas
sehingga satu kelompok mendapat tugas satu materi/tugas
yang berbeda dari kelompok lain
4.Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah
ada secara kooperatif berisi penemuan
5.Setelah selesai diskusi, lewat juru bicara, ketua
menyampaikan hasil pembahasan kelompok
6.Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi
kesimpulan
7.Evaluasi
8.Penutup
3. Teori kognitif, teori kontruktivis
(Dewey, Vygostsky, Piaget)
Menghasilkan “Model Pembelajaran
Berdasarkan Masalah”
❑ Cirinya: Proyek berdasarkan inkuiri yang
dikerjakan dalam kelompok.
❑ Karakteristik lingkungan: Fleksibel,
lingkungan berpusat pada inkuri.
❑ Hasil belajar : Ketrampilan akademik
(PEMBELAJARAN BERDASARKAN
MASALAH)
Langkah-langkah :
1.Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang
dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan
masalah yang dipilih.
2.Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan
tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut
(menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)
3.Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang
sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan
masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
4.Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya
yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas
dengan temannya
5.Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi
terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka
gunakan
4. Teori Pemoresan informasi (Bruner,
Vygotsky, Shiffirin, Atkinsons)
Menghasilkan ‘Strategi Belajar Mengajar’
❑ Ciri : Pengajaran resiprokal /menerima
❑ Karakteriktik lingkungan : Reflekstif,
menekankan pada belajar ‘bagaimana belajar’
Terima Kasih

2. KONSEP DASAR MODEL PEMBELAJARAN.pptx

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    Peristilaha n : Strategi Metode Teknik/ Prosedur operasional Pandangan filosofis yang berlandaska nteori pendidikan Cara yang di dlm fungsinya merupakan alat utk mencapai tujuan Implementasi ril dilapangan Pendekat an Cara-cara yang dipilih utk menyampaikan materi pel dlm lingk. Pembelajaraan meliputi sifat, lingkup, dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman kepada siswa
  • 4.
    • Arrends (1997)The term teaching model refer to a particular apporoach to instruction that includes it goals, syntax, environment and management system” (Istilah model mengarah pada suatu pendekatan pembelajaran tertentu termasuk tujuannya, sintaksnya/urutannya, lingkungannya dan sistem pengelolaannya) Model Pembelajaran
  • 5.
    • Rasional TeroritikLogis yg disusun penciptanya • Landasan Pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar. • Tingkah laku mengajar. • Lingkungan belajar, agar tujuan pembelajaran dapat dicapai. Ciri Model Pembelajaran
  • 6.
    Undang-undang Nomor 20Tahun 2003 (UUSPN) Pasal 40 ayat (2) , yang menyatakan bahwa Pendidik dan Tenaga Kependidikan berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis dan dan dialogis. LANDASAN HUKUM
  • 7.
    Peraturan Pemerintah RIN0.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 19 menyatakan bahwa Proses Pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan dengan interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik
  • 8.
    🞂Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) 🞂ModelPembelajaran Kooperatif 🞂Model Pembelajaran berdasarkan masalah MATERI POKOK
  • 9.
    Teori-teori pendidikan yang menjadiakar model pembelajaran
  • 10.
    1. Teori Belajarsosial (Bandura, Skinner) menghasilkan model “Pengajaran Langsung/Direct learning”. ❑ Cirinya pengajaran : Presentasi, demontrasi dari bahan ajar, analis tugas dan tujuan prilaku. ❑ Karakteristik lingkungan: Terstruktur ketat dan berpusat pada guru. ❑ Hasil belajar: Pengetahuan deklaratif dasar dan ketrampilan akademik.
  • 11.
    Fase Guru 1. Meyampaikantujuan dan mempersiapakan siswa Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, inforfmasi latar belakang pengajaran, pentingya pelajaran dan mempersiapkan siswa mengajar. 2. Mendemontrasikan pengetahuan dan ktrampilan Guru mendemontrasikan ktrampilan yang benar atau menyajikan infomrasi tahap demi tahap. 3. Membimbing pelatihan Guru mempersiapkan bimbingan pelatihan awal. 4. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik Guru mencek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik, kemudian memberikan umpan balik. 5. Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan Guru mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan dan penerapan kepada situasi yang komplek. Sintaks/urutan Model Pengajaran langsung
  • 12.
    2. Teori belajarsosial dan Teori Konstruktivis ( Dewey, Vygotsky, Slavin, Piaget) menghasilkan Model Pembelajaran Koperatif (Koperatif Learning). ❑ Cirinya : Belajar secara kelompok dan struktur tugas kelompok. ❑ Karakteristik Lingkungan : Fleksibel demokratik, lingkungan berpusat pada guru. ❑Hasil belajar: Ketrampilan akademik dan sosial.
  • 13.
    Model pembelajaran KoperatifLearning dapat dilakukan melalui empat pendekatan 1. STAD (Student Teams Achievement Division) 2. Jigsaw 3. Investigasi Kelompok 4. Pendekatan Struktural
  • 14.
    Fase Pembelajaran STAD (StudentTeams Achievement Division) Fase Kegiatan Guru 1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa Menyampaikan semua tujuan yang ingin dipelajari 2. Menyajikan/menyampaikan informasi Menyajikan informasi dengan jalan demontrasi atau lewat bahan bacaan 3. Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok Menjelaskan bagaimana caranya membuat kelompok 4. Membimbing kelompok bekerja dan belajar Membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tuga 5. Evaluasi Mengevaluasi hasil belajar atau mempresentasikannya 6. Memberikan penghargaan Memberikan penghargaan atas upaya dan hasil kerja individu
  • 15.
    (ARONSON, BLANEY, STEPHEN,SIKES, AND SNAPP, 1978) Langkah-langkah : 1.Siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim 2.Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda 3.Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan 4.Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka 5.Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh 6.Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi 7.Guru memberi evaluasi 8.Penutup
  • 16.
    Gambaran Pembelajaran Jigsaw . ¤¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤
  • 17.
    (SHARAN, 1992) Langkah-langkah : 1.Gurumembagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen 2.Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok 3.Guru memanggil ketua-ketua untuk satu materi tugas sehingga satu kelompok mendapat tugas satu materi/tugas yang berbeda dari kelompok lain 4.Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif berisi penemuan 5.Setelah selesai diskusi, lewat juru bicara, ketua menyampaikan hasil pembahasan kelompok 6.Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan 7.Evaluasi 8.Penutup
  • 18.
    3. Teori kognitif,teori kontruktivis (Dewey, Vygostsky, Piaget) Menghasilkan “Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah” ❑ Cirinya: Proyek berdasarkan inkuiri yang dikerjakan dalam kelompok. ❑ Karakteristik lingkungan: Fleksibel, lingkungan berpusat pada inkuri. ❑ Hasil belajar : Ketrampilan akademik
  • 19.
    (PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH) Langkah-langkah : 1.Gurumenjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. 2.Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.) 3.Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah. 4.Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya 5.Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan
  • 20.
    4. Teori Pemoresaninformasi (Bruner, Vygotsky, Shiffirin, Atkinsons) Menghasilkan ‘Strategi Belajar Mengajar’ ❑ Ciri : Pengajaran resiprokal /menerima ❑ Karakteriktik lingkungan : Reflekstif, menekankan pada belajar ‘bagaimana belajar’
  • 21.