• Arrends (1997)The term teaching model
refer to a particular apporoach to instruction
that includes it goals, syntax, environment
and management system”
(Istilah model mengarah pada suatu
pendekatan pembelajaran tertentu termasuk
tujuannya, sintaksnya/urutannya,
lingkungannya dan sistem pengelolaannya)
Model Pembelajaran
5.
• Rasional TeroritikLogis yg disusun
penciptanya
• Landasan Pemikiran tentang apa dan
bagaimana siswa belajar.
• Tingkah laku mengajar.
• Lingkungan belajar, agar tujuan pembelajaran
dapat dicapai.
Ciri Model Pembelajaran
6.
Undang-undang Nomor 20Tahun 2003
(UUSPN) Pasal 40 ayat (2) , yang
menyatakan bahwa Pendidik dan Tenaga
Kependidikan berkewajiban
menciptakan suasana pendidikan yang
bermakna, menyenangkan, kreatif,
dinamis dan dan dialogis.
LANDASAN HUKUM
7.
Peraturan Pemerintah RIN0.19 tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 19
menyatakan bahwa Proses Pembelajaran pada
satuan pendidikan diselenggarakan dengan
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang,
memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi
aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi
prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai
dengan bakat, minat dan perkembangan fisik
serta psikologis peserta didik
1. Teori Belajarsosial (Bandura, Skinner)
menghasilkan model “Pengajaran
Langsung/Direct learning”.
❑ Cirinya pengajaran : Presentasi, demontrasi
dari bahan ajar, analis tugas dan tujuan
prilaku.
❑ Karakteristik lingkungan: Terstruktur ketat
dan berpusat pada guru.
❑ Hasil belajar: Pengetahuan deklaratif dasar
dan ketrampilan akademik.
11.
Fase Guru
1. Meyampaikantujuan dan
mempersiapakan siswa
Guru menjelaskan tujuan
pembelajaran, inforfmasi latar
belakang pengajaran, pentingya
pelajaran dan mempersiapkan siswa
mengajar.
2. Mendemontrasikan pengetahuan
dan ktrampilan
Guru mendemontrasikan ktrampilan
yang benar atau menyajikan infomrasi
tahap demi tahap.
3. Membimbing pelatihan Guru mempersiapkan bimbingan
pelatihan awal.
4. Mengecek pemahaman dan
memberikan umpan balik
Guru mencek apakah siswa telah
berhasil melakukan tugas dengan
baik, kemudian memberikan umpan
balik.
5. Memberikan kesempatan untuk
pelatihan lanjutan dan penerapan
Guru mempersiapkan kesempatan
melakukan pelatihan lanjutan dan
penerapan kepada situasi yang
komplek.
Sintaks/urutan Model Pengajaran langsung
12.
2. Teori belajarsosial dan Teori Konstruktivis
( Dewey, Vygotsky, Slavin, Piaget)
menghasilkan Model Pembelajaran Koperatif
(Koperatif Learning).
❑ Cirinya : Belajar secara kelompok dan
struktur tugas kelompok.
❑ Karakteristik Lingkungan : Fleksibel
demokratik, lingkungan berpusat pada guru.
❑Hasil belajar: Ketrampilan akademik dan
sosial.
13.
Model pembelajaran KoperatifLearning
dapat dilakukan melalui empat pendekatan
1. STAD (Student Teams Achievement
Division)
2. Jigsaw
3. Investigasi Kelompok
4. Pendekatan Struktural
14.
Fase Pembelajaran
STAD (StudentTeams Achievement Division)
Fase Kegiatan Guru
1. Menyampaikan tujuan dan
memotivasi siswa
Menyampaikan semua tujuan
yang ingin dipelajari
2. Menyajikan/menyampaikan
informasi
Menyajikan informasi dengan jalan
demontrasi atau lewat bahan
bacaan
3. Mengorganisasikan siswa ke
dalam kelompok-kelompok
Menjelaskan bagaimana caranya
membuat kelompok
4. Membimbing kelompok bekerja
dan belajar
Membimbing kelompok-kelompok
belajar pada saat mereka
mengerjakan tuga
5. Evaluasi Mengevaluasi hasil belajar atau
mempresentasikannya
6. Memberikan penghargaan Memberikan penghargaan atas
upaya dan hasil kerja individu
15.
(ARONSON, BLANEY, STEPHEN,SIKES, AND SNAPP, 1978)
Langkah-langkah :
1.Siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim
2.Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda
3.Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan
4.Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub
bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk
mendiskusikan sub bab mereka
5.Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke
kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka
tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya
mendengarkan dengan sungguh-sungguh
6.Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
7.Guru memberi evaluasi
8.Penutup
(SHARAN, 1992)
Langkah-langkah :
1.Gurumembagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen
2.Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas
kelompok
3.Guru memanggil ketua-ketua untuk satu materi tugas
sehingga satu kelompok mendapat tugas satu materi/tugas
yang berbeda dari kelompok lain
4.Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah
ada secara kooperatif berisi penemuan
5.Setelah selesai diskusi, lewat juru bicara, ketua
menyampaikan hasil pembahasan kelompok
6.Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi
kesimpulan
7.Evaluasi
8.Penutup
18.
3. Teori kognitif,teori kontruktivis
(Dewey, Vygostsky, Piaget)
Menghasilkan “Model Pembelajaran
Berdasarkan Masalah”
❑ Cirinya: Proyek berdasarkan inkuiri yang
dikerjakan dalam kelompok.
❑ Karakteristik lingkungan: Fleksibel,
lingkungan berpusat pada inkuri.
❑ Hasil belajar : Ketrampilan akademik
19.
(PEMBELAJARAN BERDASARKAN
MASALAH)
Langkah-langkah :
1.Gurumenjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang
dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan
masalah yang dipilih.
2.Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan
tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut
(menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)
3.Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang
sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan
masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
4.Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya
yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas
dengan temannya
5.Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi
terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka
gunakan
20.
4. Teori Pemoresaninformasi (Bruner,
Vygotsky, Shiffirin, Atkinsons)
Menghasilkan ‘Strategi Belajar Mengajar’
❑ Ciri : Pengajaran resiprokal /menerima
❑ Karakteriktik lingkungan : Reflekstif,
menekankan pada belajar ‘bagaimana belajar’