Dokumen tersebut memberikan penjelasan mengenai KWH meter, alat untuk mengukur konsumsi listrik. Terdapat penjelasan tentang komponen, cara kerja, jenis, spesifikasi, dan contoh perhitungan penggunaan KWH meter.
KWH METER
(Kilo WattHour) Meter
Nama
: Irwan Wahyum
Nim
: 201021000040
jurusan : Informatika
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PATRIA ARTHA
2.
KWH meter adalahalat untuk mengukur besarnya
daya listrik selama waktu tertentu,atau alat yang
digunakan oleh pihak PLN untuk menghitung
besar pemakaian daya konsumen.
Alat ini bekerja menggunakan metode induksi
medan magnet dimana medan magnet tersebut
menggerakkan piringan yang terbuat dari
aluminium. Putaran piringan tersebut akan
menggerakkan counter digit sebagai tampilan
jumlah KWH nya.
Tipe Kwh meter:
a.Tipe electrolytic meter.
Kerjanya tergantung pada proses elektrolisa.
Alat ini utk mengukur rangkaian DC sbg Amper jam
meter dan Watt jam meter (krg baik krn tdk cocok
digunakan pada tegangan yang bervariasi).
Kerja elektrolisa: air raksa dimuaikan atau gas/
uap logam dibebaskan shg jumlah arus yang
lewat ditandai dengan ketinggian air raksa pada
suatu pipa kapiler. Arus kerja dilewatkan melalui
elektrolit pada bagian voltmeter
5.
b. Tipe Motormeter.
Instrumen ini adalah motor listrik dgn daya kecil. Jenisnya
antara lain : Mercury motor meter (DC), Commutator Motor
meter (AC / DC), dan Induction Motor meter (AC).
Sistem penggerak berputar secara kontinu.
banyaknya putaran dicatat secara mekanis melelui roda gigi.
c. Clock meter.
Fungsinya seperti mekanis jam
6.
BAGIAN – BAGIANKWH METER
DAN FUNGSINYA
1. Badan (body) terdiri dari :
a. Bagian atas
b. Bagian bawah
2. Kumparan arus terdiri dari :
a. Pada kWh meter 1 phasa kumparan arus 1 set
b. Pada kWh meter 3 phasa 3 kawat kumparan arus 2
set
c. Pada kWh meter 3 phasa 4 kawat kumparan 3 set
Pada kumparan arus dilengkapi dengan kawat tahanan
atau lempengan besi yang
berfungsi sebagai pengatur Cosinus phi (factor kerja)
Kumparan Tegangan terdiri dari :
Pada kWh meter 1 phasa
7.
3. Piringan
Piringan kWhmeter ditempatkan dengan dua buah
bantalan (atas dan bawah) yang
digunakan agar piringan kWh meter dapat berputar
dengan mendapat gesekan sekecil
mungkin.
4. Circuit Breaker (MCB)
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, MCB inilah
komponen yang bertugas memutus aliran listrik bila
terjadi pemakaian daya yang berlebihan oleh konsumen
atau bila terjadi gangguan hubung singkat dari suatu
peralatan listrik di rumah. Pun saat melakukan perbaikan
instalasi listrik rumah, komponen ini sebaiknya
dimatikan.
8.
5. Meter Listrik(kWh Meter)
Sebagai penunjuk besarnya daya listrik yang telah
digunakan pelanggan. Satuannya dalam kWh
(kilowatt hour). Indikatornya terlihat dari angka-angka
yang tercatat. Petugas pencatat PLN yang rutin
berkunjung tiap bulan selalu mencatat angka-angka ini.
6. Spin Control
Merupakan sebuah komponen yang bekerja dengan
berputar bila terjadi pemakaian daya listrik. Semakin
besar daya yang dipakai maka perputaran akan semakin
cepat. Besarnya daya pemakaian akan dicatat oleh
“meter listrik” dan bila kelebihan akan dibatasi oleh MCB.
9.
7. Pengaman Listrik(“Sekering” atau “Panel Hubung Bagi”)
Bagian ini lebih dikenal orang dengan nama “Sekering”.
Asalnya dari bahasa Belanda “Zekering”. Dalam bahasa
Inggris biasa disebut “Fuse”.
Fungsi utamanya adalah mengamankan instalasi bila terjadi
masalah seperti hubung singkat di peralatan listrik
dengan cara memutus arus listriknya.
Dalam bagian pengaman listrik ini, instalasi listrik rumah
dibagi dalam kelompok atau grup (kadang disebut juga
dengan istilah Panel Hubung Bagi). Tujuan paling utama
adalahtentu saja faktor keamanan. Apabila ada masalah
pada suatu peralatan listrik, misal hubung singkat, maka
tidak keseluruhan aliran listrik ke rumah akan terputus.
Dan akan lebih mudah mencari bagian dari instalasi listrik
tersebut yang bermasalah. Syaratnya tentu saja pemilik
rumah harus tahu pembagian grup ini.
10.
Perhitungan Biaya KWHMeter
KWH Meter berarti Kilo Watt Hour Meterdan
kalau diartikan menjadi nribu watt
dalam satu jamnya. Jika membeli sebuah KWH
Meter maka akan tercantum X putaran
per KWH, artinya untuk mencapai 1 KWH
dibutuhkan putaran sebanyak x kali
putaran dalam setiap jamnya. Contohnya jika
900 putaran per KWH maka harus ada
900 putaran setiap jamnya untuk dikatakan
sebesar satu KWH.
11.
Jumlah KWH itusecara kumulatif dihitung dan
pada akhir bulan dicatat oleh petugas besarnya
pemakaian lalu dikalikan dengan tarif dasar
listrik atau TDL ditambah dengan biaya
abodemen dan pajak menghasilkan jumlah
tagihan yang harus dibayarkan setiap bulannya.
12.
CONTOH
Pak banu mempunyaiac 1pk, dan di nyalakan
setiap hari 10 jam. berapa biaya yang harus di
keluarkan pak hari selama 1 bulan.
AC 1 pk = 900watt = 0,9 Kwatt
Listrik per Kwh /- Rp. 800,0,9 kwatt x Rp. 800,- x 10 jam x 30hari = Rp.
216.000,Jadi:
biaya yang harus di bayar untuk keperluan listrik
AC nya saja yaitu Rp. 216.000,Ini adalah contoh sederhana, tentang perhitungan
biaya pemakaian listrik kita sehari-hari
13.
KWh meter :
•
•
mengukurbesarnya energi listrik.
mengukur hasil kali tegangan, arus, faktor
daya, dan waktu
Kwh =
V. I . cos φ . t
---------------------1000.
14.
Komponen utama :
1.Sistem penggerak :
–
–
–
Untuk menghasilkan kopel kerja
Untuk mengoperasikan sistem rotasi
berputar secara kontinu
Torsi kerja berbanding lurus dg arus atau daya
kec. putar ∞ arus => sebagai amper jam meter
Kec. putar ∞ daya => sebagai watt jam meter
15.
2. Sistem pengereman/ peredam
– Untuk mengendalikan keceptan putaran
– Dilakukan dengan magnet (breaking magnet)
– Torsi pengereman ∞ kecepatan rotasi
rotasi =>
steady bila :
torsi pengereman = torsi kerja.
3. Pencatat mekanis
– Untuk mencatat jumlah rotasi melalui roda gigi dan
piringan (disk).
16.
Sebuah amper-jam meterdikalibrasi sebagai KWh dengan
tegangan suplai 220 V. Salah satu bagian roda gigi pada
rotor terdapat 75 buah gerigi.
Bila meter digunakan pada tegngan suplai 250 V, berapa
seharusnya jumlah gigi pada roda yg baru ?
Penyelesaian:
Amper-jam meter yg dikalibrasi pd tegangan suplai 220 V
akan berputar terlalu cepat pada tegangan 250 V, dengan
perbandingan 250 / 220. Untuk menetralkan kelebihan
tegangan maka roda gigi harus dikurangi dengan
perbandingan yang sama.
Jadi jumlah gigi pada roda yang baru adalah :
250/220 x 75 = 66 gerigi.
17.
Spesifikasi KWh meter.
•Merek: nama perusahaan yang membuat meter
• Type, jenis, model : identitas meter oleh pabrik
• Tahun : tahun pembuatan KWh meter
• Nomor : nomor seri dari pabrik
• Tegangan nominal kumparan tegangan:
misal 127 / 220 volt (double voltage)
• Arus nominal kumparan magnet (arus),
misal: 10 (30) A
– arus nominal = 10 A dengan batas kesalahan terkecil
– Kumparan sanggup dilalui arus 30 A, dengan kesalahan
masih dalam batas yang diizinkan.
18.
Spesifikasi (lanjutan)
• Class: angka / kategori yang menentukan
ketelitian KWh meter (limit error).
• Frekuensi: frekuensi nominal dari kumparan
arus dan
tegangan (Hz).
• Tanda panah: arah putaran piringan KWh
meter yang benar.
• Constanta meter : besaran pada KWh meter yang
menyatakan hubungan antara hasil putaran dengan energi
yang terpakai disimbol dengan ( C ) dalam satuan revulsi /
KWh
19.
Contoh
1.
Sebuah meter dengankonstanta 600 rev / Kwh,
dihubungkan pada beban sehingga membuat 5 putaran
(revulsi) selama 20 detik.
Hitunglah daya pada beban dalam kW.
Penyelesaian:
Waktu yg diperlukan utk membuat 600 put:
= 600 put/KWh x 20 dt / 5 put = 2400 dt/KWh.
Ini berarti selama 2400 dt memerlukan energi 1 Kwh,
dimana 1 Kwh = 36 x 105 Joule.
Jika P adalah daya beban, maka :
P x 2400 dt = 36 x 105 Joule.
Jadi
P
= 36 x 105 Joule / 2400 dt
P = 1,5 kW
20.
contoh 2.
Sebuah KWhmeter mempunyai data sbb: 220V, 20 A, 50
Hz, 720 rev/KWh. Bila meter dihubungkan pada beban dgn
arus 5 A, cos φ = 0,8 pada tegangan normal, maka
instrumen memerlukan waktu 5 menit untuk 50 putaran
piringan (disk).
Hitunglah % error dari instrumen ini.
Penyelesaian:
Energi terpakai untuk waktu 5 menit :
5/60 jam x 5 A x 220 V x 0,8 x 10-3 = 0,073 KWh
Konstanta meter 720 rev/Kwh, berarti putaran piringan
seharusnya adalah:720 rev/KWh x 0,073 KWh = 52,56 rev.
Karena putaran yang ada 50 rev, maka
Error = 52,56 rev – 50 rev = 2,56 rev.
Jadi % error = 2,56 / 52,56 x 100%= 4,87 %
21.
contoh 3.
Suatu meterdengan spesifikasi 25 A, 220 V,
mempunyai konstanta 500 putaran / Kwh.
Selama menguji beban 4400 watt, piringan
membuat 50 putaran dalam waktu 83 detik.
Hitunglah error meter !
22.
Jawab:
Dalam 1 jam,pada beban penuh meter harus mem
buat 4400 x 500/1000 = 2200 putaran. Ini berarti
2200/60 rpm = 36,7 rpm.
Waktu yang diperlukan untuk 50 putaran
= (50 x 60) / 36,7 = 81,7 detik. Ini
berarti meter terlambat 83 - 81,7 = 1,3 dtk.
% error = (1,3 / 81,7) = 1,39 %
23.
Dengan melakukan pengukuransecara langsung
kita baru benar-benar tahu berapa perkiraan
WATT yang sebenarnya kita gunakan.
Sebagai catatan,
yang terukur disini adalah daya aktif (WATT) yang
terukur oleh KWH meter, bukan VA (daya semu)
yang dijadikan patokan daya kontrak. Ketelitian
pengukuran sangat tergantung pada ketelitian kita
saat mengukur waktu putaran dan tentu saja
ketelitian dari KWH meter itu sendiri.