Paham asy'ariyah, didirikan oleh Abul Hasan Al-Asy'ari, merupakan reaksi terhadap pemikiran Muktazilah dan mengembangkan metode akidah yang menggabungkan dalil naqli dan aqli. Dalam perkembangannya, Al-Asy'ari melalui tiga periode pemikiran, akhirnya menetapkan sifat-sifat Allah tanpa melakukan ta'wil atau penafsiran yang menyimpang. Akidah asy'ariyah kemudian menyebar luas, menjadi akidah resmi negara pada masa Bani Saljuq dan diakui sebagai pengikut jalan sunnah oleh para ulama.