BAB VII . ISTILAH-ISTILAH HADIS

Perbedaan antara Al-Qur’an,
Hadis Qudsi, dan Hadis Nabawi
In Malang, January 16th 2012
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Kelas X-C
Anggota Kelompok :
•
•
•
•
•

Annisa Jasmine A
Basteva Intan B . N
Belinda Novira R . W
Faatihah Abwabarrizqi
Hani Isnaini F
MAN 3 Malang

(02)
(04)
(05)
(06)
(09)
Perbedaan Dari Segi Bahasa
• Al – Qur’an diturunkan dengan bahasa dan
maknanya langsung dari Allah swt.
• Hadis Qudsi adalah hadis yang maknanya dari
Allah swt., sedangkan bahasanya dari Nabi
Muhammad saw.
• Hadis Nabawi adalah maknanya dan
bahasanya dari Nabi Muhammad saw.
Perbedaan Dari Segi Periwayatan
• Al – Qur’an tidak boleh diriwayatkan
maknanya saja karena dapat mengurangi
kemukjizatannya.
• Hadis Qudsi dan Hadis Nabawi boleh
diriwayatkan maknanya saja. Yang terpenting
dalam hadis adalah penyampaian maksudnya.
Perbedaan Dari Segi Kemukjizatan
• Al – Qur’an baik lafal maupun maknanya
merupakan mukjizat.
• Hadis Qudsi dan Hadis Nabawi bukan
merupakan mukjizat.
Perbedaan Dari Segi Nilai
Membacanya
• Al – Qur’an diperintahkan untuk dibaca, baik
pada waktu salat (Surah al-Faatihah) maupun
diluar salat sebagai ibadah, baik orang yang
membacanya itu mengerti maknanya maupun
tidak.
• Hadis Qudsi dan Hadis Nabawi dilarang keras
dibaca ketika salat dan membacanya tidak
bernilai ibadah. Yang terpenting dalam hadis
adalah untuk dipahami, dihayati, dan diamalkan.
BAB VII . ISTILAH-ISTILAH HADIS

Macam-macam Sunnah
Sunnah Qauliyah
• Bentuk perkataan atau ucapan yang
disandarkan kepada Nabi Muhammad saw.
Dengan kata lain, sunnah tersebut berupa
perkataan Nabi Muhammad saw, yang berisi
sebagai tuntunan and petunjuk syarak,
peristiwa-peristiwa, atau kisah-kisah, baik
yang berkaitan dengan aspek akidah, syariat,
maupun akhlak.
Hadis tentang doa Nabi Muhammad saw, kepada orang
yang mendengar, menghafal dan menyampaikan ilmu.
Sunnah Fi’liyah
• Segala perbuatan yang disandarkan kepada
Nabi Muhammad saw. Dengan kata lain,
sunnah tersebut berupa perbuatan Nabi
Muhammad saw. Perilaku itu menjadi rujukan
para sahabat pada masa itu dan menjadi
keharusan bagi umat Islam untuk mengikuti
dan meneladaninya.
Kualitas sunnah fi’liyah menduduki
tingkatan kedua setelah sunnah
qauliyah.
Sunnah Taqririyah
• Berupa ketetapan Nabi Muhammad saw,
terhadap apa yang datang atau dilakukan para
sahabatnya. Beliau membiarkan atau
mendiamkan suatu perbuatan yang dilakukan
para sahabatnya tanpa memberikan penegasan,
apakah beliau membenarkan ataupun
menyalahkannya. Sikap Nabi yang demikian itu
dijadikan dasar oleh para sahabat sebagai dalil
taqriri. Dengan maksud dapat dijadikan hujjah
atau mempunyai kekuatan hukum untuk
menetapkan suatu ketentuan syarak.
Thanks For Your
Attention
Wassalamu’alai
kum

Perbedaan antara Al-Qur'an, Hadis Qudsi, dan Hadis Nabawi

  • 1.
    BAB VII .ISTILAH-ISTILAH HADIS Perbedaan antara Al-Qur’an, Hadis Qudsi, dan Hadis Nabawi In Malang, January 16th 2012 Assalamu’alaikum Wr. Wb
  • 2.
    Kelas X-C Anggota Kelompok: • • • • • Annisa Jasmine A Basteva Intan B . N Belinda Novira R . W Faatihah Abwabarrizqi Hani Isnaini F MAN 3 Malang (02) (04) (05) (06) (09)
  • 3.
    Perbedaan Dari SegiBahasa • Al – Qur’an diturunkan dengan bahasa dan maknanya langsung dari Allah swt. • Hadis Qudsi adalah hadis yang maknanya dari Allah swt., sedangkan bahasanya dari Nabi Muhammad saw. • Hadis Nabawi adalah maknanya dan bahasanya dari Nabi Muhammad saw.
  • 4.
    Perbedaan Dari SegiPeriwayatan • Al – Qur’an tidak boleh diriwayatkan maknanya saja karena dapat mengurangi kemukjizatannya. • Hadis Qudsi dan Hadis Nabawi boleh diriwayatkan maknanya saja. Yang terpenting dalam hadis adalah penyampaian maksudnya.
  • 5.
    Perbedaan Dari SegiKemukjizatan • Al – Qur’an baik lafal maupun maknanya merupakan mukjizat. • Hadis Qudsi dan Hadis Nabawi bukan merupakan mukjizat.
  • 6.
    Perbedaan Dari SegiNilai Membacanya • Al – Qur’an diperintahkan untuk dibaca, baik pada waktu salat (Surah al-Faatihah) maupun diluar salat sebagai ibadah, baik orang yang membacanya itu mengerti maknanya maupun tidak. • Hadis Qudsi dan Hadis Nabawi dilarang keras dibaca ketika salat dan membacanya tidak bernilai ibadah. Yang terpenting dalam hadis adalah untuk dipahami, dihayati, dan diamalkan.
  • 7.
    BAB VII .ISTILAH-ISTILAH HADIS Macam-macam Sunnah
  • 8.
    Sunnah Qauliyah • Bentukperkataan atau ucapan yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw. Dengan kata lain, sunnah tersebut berupa perkataan Nabi Muhammad saw, yang berisi sebagai tuntunan and petunjuk syarak, peristiwa-peristiwa, atau kisah-kisah, baik yang berkaitan dengan aspek akidah, syariat, maupun akhlak.
  • 9.
    Hadis tentang doaNabi Muhammad saw, kepada orang yang mendengar, menghafal dan menyampaikan ilmu.
  • 13.
    Sunnah Fi’liyah • Segalaperbuatan yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw. Dengan kata lain, sunnah tersebut berupa perbuatan Nabi Muhammad saw. Perilaku itu menjadi rujukan para sahabat pada masa itu dan menjadi keharusan bagi umat Islam untuk mengikuti dan meneladaninya.
  • 16.
    Kualitas sunnah fi’liyahmenduduki tingkatan kedua setelah sunnah qauliyah.
  • 17.
    Sunnah Taqririyah • Berupaketetapan Nabi Muhammad saw, terhadap apa yang datang atau dilakukan para sahabatnya. Beliau membiarkan atau mendiamkan suatu perbuatan yang dilakukan para sahabatnya tanpa memberikan penegasan, apakah beliau membenarkan ataupun menyalahkannya. Sikap Nabi yang demikian itu dijadikan dasar oleh para sahabat sebagai dalil taqriri. Dengan maksud dapat dijadikan hujjah atau mempunyai kekuatan hukum untuk menetapkan suatu ketentuan syarak.
  • 20.