TEORI RELASI
OBJEK
Nama Kelompok :
1. Awaliyah Ayu 1112500048
2. Ardi Lukni Maulana 1112500069
3. Chaedar Inas 1112500147
4. Dihastine 1112500082
5. Indra Dwi Yulianto 1112500159
Kelas 4E
BIOGRAFI
MELANIE KLEIN
• Melanie Klein Reizes lahir 30 Maret 1882, di Wina, Austria. Bungsu dari
empat anak yang lahir dari Dr Moriz Reizes dan istri keduanya, Libussa Deutsch
Reizes, Klein merasa yakin bahwa kelahirannya tidak direncanakan yang akhirnya
membuat dirinya merasa ditolak oleh orang tuanya. Dia merasa sangat jauh
dengan ayahnya, yang disukai adalah putri sulungnya, Emilie ( Sayers, 1991).
Klein dibesarkan di sebuah keluarga yang tidak proreligious atau antiagama .
• Dalam perjalanan hidupnya Melanie sangat menyukai kakak perempuannya
Sidonie, namun ketika Melanie berusia 4 tahun, Sidonie meninggal dan menurut
pengakuan Melanie sendiri dia tidak pernah pulih dari rasa berkabung atas
kematian Sidonie. setelah kematian kakaknya ini, Melanie sangat melekat kepada
kakak laki-laki satu-satunya, Emmanuel. Melanie sangat mengidolakan kakak
laki-lakinya ini, dan perasaan tergila-gila ini memberi kontribusi bagi kesulitannya
kelak dalam menjalin relasi dengan laki-laki. Lalu ketika Melanie berusia 20
tahun, Emmanuel meninggal. Kematian Emmanuel membuat Melanie Klein
hancur. Perjalanan hidupnya ini sangat mempengaruhi dirinya dalam membuat
teori Relasi Objek.
1) Fantasi
Salah dimiliki oleh seorang satu
asumsi dasar Klein adalah Fantasi atau
khayalan hidup yang aktif bayi sejak ia
lahir. Fantasi ini merupakan
representasi psikis dari ketidak sadaran
insting id yang tidak bisa dicampur
adukan dengan fantasi kesadaran yang
dimiliki oleh anak anak dan dewasa.
2) Objek
Klein setuju dengan Freud Manusia
mempunyai dorongan bawaan atau
insting, termasuk insting kematian.
Dorongan-dorongan tersebut berupa
objek dan objek-objek tersebut adalah
dorongan lapar untuk mendapatkan
payudara baik, dorongan berhubungan
badan dan memiliki organ seksual, juga
lainnya
Pemisahan merupakan usaha bayi dalam
mengembangkan gambaran yang
terpisah antara dirinya yang baik dan
dirinya yang buruk. Hal ini dapat terjadi
ketika bayi sudah mampu memisahkan
impuls-impuls yang tidak sesuai.
Pemisahan ini dapat berakibat positif
maupun negatif bagi anak ketika merasa
dewasa kelak.
Identifikasi proyektif adalah Usaha
memisahkan bagian dari diri
mereka yang tidak dapat
diterimanya. Hasil pemisahan ini
kemudian diproyeksikan menjadi
objek lain, dan diintroyeksikan ke
dalam diri mereka dalam bentuk
yang berbeda.
Internalisasi merupakan usaha orang
untuk melakukan introyeksi yaitu
memasukkan aspek eksternal, dan
mengolah menjadi sesuatu yang
bermakna psikologis. Teori kleinian,
menyebutkan tiga internalisasi yang
penting yaitu:
Ego
Superego
Kompleks Oedipus .
 Klein meyakini bahwa ego sudah matang pada
tahap lebih awal daripada yang diyakini Freud.
Freud menduga ego sudah ada pada saat bayi
lahir, namun ia tidak menghubungkan fungsi
psikis tersebut hingga usia tiga atau empat
tahun. Freud meyakini, anak kecil didominasi
id, sedangkan klein mengabaikan id, dan
mendasarkan teorinya pada ego sejak awal
kelahiran.
 Ego mulai muncul ketika menyusu pada ibunya
Pada saat ini ego mengetahui apakah ia
mendapatkan kasih sayang dan cinta atau tidak
mendapatkannya.
 Konsep superego
yang dikemukan
Freud
a) ego ideal yang
menghasilkan
perasaan inferior.
b) yang menghasilkan
perasaan bersalah.
 Konsep superego
yang dikemukakan
Klein
a) superego
berkembang lebih
awal dibanding
asumsi Freud.
b) pertumbuhan
oedipus compleks
yang tidak
mencukupi.
c) superego lebih keji
dan kasar.
 Konsep Klein mengenai oedipus compleks adalah
a) dimulai pada masa oral-anal, dan mencapai
puncaknya pada tahap genital. Freud mengatakan
pada masa phalik atau genital.
b) Klein makin bahwa bagian yang terpenting dari
oedipus compleks adalah bahwa ketakutan anak
akan ancaman orang tua karena anak berkhayal
bahwa anak melukai orang tuanya.
c) Klein menekankan pentingnya anak menjaga
perasaan positif terhadap kedua orang tua selama
tahun oedipal.
d) Klein yakin bahwa oedipus compleks menyediakan
kebutuhan yang sama terhadap anak laki-laki dan
perempuan yaitu membangun sikap positif dengan
objek yang menyenangkan dan menghindari objek
yang menakutkan.
 Pada awal perkembangan oedipal feminim, yaitu selama
bulan pertama dalam kehidupan, seorang anak perempuan
melihat payudara ibunya sebagai objek “baik atau buruk”.
Kemudian, sekitar usia enam bulan ia mulai melihat
payudara lebih sebagai objek yang positif daripada negatif.
Setelah itu, ia mulai melihat ibunya secara keseluruhan
sebagai objek yang penuh dengan kebaikan dan sikap ini
membuatnya berimanjinasi mengenai bagaimana hadirnya
seorang bayi. Ia juga berkhayal bahwa penis ayahnya
memberi ibunya berbagai hal, termasuk bayi-bayi, oleh
karena anak perempuan kecil ini melihat penis ayahnya
sebagai pemberi bayi, maka ia mengembangkan hubungan
positif terhadap penis ayahnya dan berkhayal bahwa
ayahnya akan memenuhinya dengan bayi-bayi.
 Anak laki-laki juga memandang payudara ibunya
sebagai objek baik dan buruk. Kemudian selama
bulan-bulan pertama perkembangan oedipal,
anak laki-laki mengganti hasrat oralnya, yang
semula pada payudara ibunya diganti menjadi
hasrat terhadap penis ayahnya. Ada masa ini,
anak laki-laki sedang berada pada posisi
feminim dimana ia mengadopsi sikap
homoseksual pasif terhadap ayahnya. Kemudian
ia bergerak menuju hubungan heteroseksual
dengan ibunya. Oleh karena perasaan
homoseksual terhadap ayahnya yang pernah
dimilikinya, maka ia tidak takut ayahnya akan
mengebirinya
Margaret Mahler (1897-1985)
Heinz Kohut (1913-1981)
John Bowlby teori Attachment (1907-1990)
Mary Ainsworth dan Situasi Aneh (1919 – 1999)
Menurut Mahler, kelahiran psikologis
(psychological birth) adalah seorang
anak bisa menjadi individu yang terpisah
dari pengasuh utamanya (ibunya), dan
pencapaian ini mendorong munculnya
kepekaan atas identitas
3 Tahap Perkembangan Mayor
1) Tahap perkembangan mayor yang pertama adalah
autisme normal, yang berlangsung dari lahir
hingga usia 3 atau 4 tahun.
2) Tahap kedua adalah tahap perkembangan
simbiosis normal dimulai sekitar 4 sampai 5
minggu dan mencapai puncaknya pada usia 4
sampai 5 bulan.
3) Tahap perkembangan mayor yang ketiga adalah
pemisahan individusi yang berlangsung pada usia
4 atau 5 bulan sampai pada usia 30 sampai 36
bulan.
1) Tahap Diferensiasi
Terjadi disekitar usia 5 sampai 7 bulan hingga
usia 10 bulan.
2) Tahap rapprochement
Terjadi pada usia sekitar 16 sampai 25 bulan
3) Tahap Krisis Rapprochment
Pada usia anak-anak sering kali bertengkar
dengan ibu mereka
4) Tahap Pemisahan Individuasi
Terjadi ketika anak anak berusia 3 tahun
 Kohut menekankan proses dimana diri berkembang
dari gambar samar-samar dan tidak dibeda-
bedakan dengan jelas dan tepat rasa identitas
individual .
 Kohut percaya bahwa bayi secara alami narsis .
Mereka egois , memperlihatkan diri mereka untuk
kepentingan mereka sendiri dan berharap untuk
dikagumi karena siapa mereka dan apa yang mereka
lakukan .
 Menurut Heinz Kohut,sekitar dua kebutuhan dasar
narsis : ( 1 ) kebutuhan untuk menunjukkan diri
megah dan ( 2 ) kebutuhan untuk memperoleh
gambaran ideal dari salah satu atau kedua orang tua
.
Teori kedekatan ini berdasarkan pada pengamatan bowlby
tentang tahapan kecemasan dari perpisahan (separation
anxiety). Ada tiga tahap pada separation anxiety diantaranya :
1) Ketika pengasuh mereka tidak terlihat bayi akan menangis dan
akan menolak ditenangkan leh orang lain erta mencari cari
pengasuh mereka.Tahap ini disebut Tahap protes.
2) Tahap putus asa atau despair, yaitu tahap yang menunjukan reaksi
bayi ketika terpisah dari pengasuhnya bayi akan menjadi diam
pasif dan masa bodoh.
3) Keunikan yang hanya terjadi pada manusia yaitu tahap melepaskan
( detachment ) pada tahap iini bayi mulai bisa melepaskan orang
lain secara emosional termaksud pengasuhnya.
Ainsworth dan rekan rekanya
menemukaan 3 sekala kedekatan, yaitu
a) Kedekatan rasa aman
b) Cemas dan menolak
c) Cemas dan menghindar.
 Klein menggunakan psikoanalisis terhadap anak-anak
tetapi tidak diterima dengan baik oleh analisis-analisis
lain.
 klein percaya bahwa, baik anak-anak yang mengalami
gangguan akan memperoleh keuntungan dari
penanganan terapeutik, sementara anak-anak yang sehat
akan memperoleh keuntungan dari penanganan
prophylactic
 Untuk memunculkan transferens negatif dan khayalan
agresif ,ia mengganti pendekatan analisis mimpi dan
asosiasi bebas dari Freud dengan terapi bermain. Ia
percaya bahwa anak kecil dapat mengekspresikan
berbagai keinginan mereka yang tidak sadar dan sadar
melalui terapi bermain.

Pp melanie klien

  • 1.
    TEORI RELASI OBJEK Nama Kelompok: 1. Awaliyah Ayu 1112500048 2. Ardi Lukni Maulana 1112500069 3. Chaedar Inas 1112500147 4. Dihastine 1112500082 5. Indra Dwi Yulianto 1112500159 Kelas 4E
  • 2.
    BIOGRAFI MELANIE KLEIN • MelanieKlein Reizes lahir 30 Maret 1882, di Wina, Austria. Bungsu dari empat anak yang lahir dari Dr Moriz Reizes dan istri keduanya, Libussa Deutsch Reizes, Klein merasa yakin bahwa kelahirannya tidak direncanakan yang akhirnya membuat dirinya merasa ditolak oleh orang tuanya. Dia merasa sangat jauh dengan ayahnya, yang disukai adalah putri sulungnya, Emilie ( Sayers, 1991). Klein dibesarkan di sebuah keluarga yang tidak proreligious atau antiagama . • Dalam perjalanan hidupnya Melanie sangat menyukai kakak perempuannya Sidonie, namun ketika Melanie berusia 4 tahun, Sidonie meninggal dan menurut pengakuan Melanie sendiri dia tidak pernah pulih dari rasa berkabung atas kematian Sidonie. setelah kematian kakaknya ini, Melanie sangat melekat kepada kakak laki-laki satu-satunya, Emmanuel. Melanie sangat mengidolakan kakak laki-lakinya ini, dan perasaan tergila-gila ini memberi kontribusi bagi kesulitannya kelak dalam menjalin relasi dengan laki-laki. Lalu ketika Melanie berusia 20 tahun, Emmanuel meninggal. Kematian Emmanuel membuat Melanie Klein hancur. Perjalanan hidupnya ini sangat mempengaruhi dirinya dalam membuat teori Relasi Objek.
  • 3.
    1) Fantasi Salah dimilikioleh seorang satu asumsi dasar Klein adalah Fantasi atau khayalan hidup yang aktif bayi sejak ia lahir. Fantasi ini merupakan representasi psikis dari ketidak sadaran insting id yang tidak bisa dicampur adukan dengan fantasi kesadaran yang dimiliki oleh anak anak dan dewasa.
  • 4.
    2) Objek Klein setujudengan Freud Manusia mempunyai dorongan bawaan atau insting, termasuk insting kematian. Dorongan-dorongan tersebut berupa objek dan objek-objek tersebut adalah dorongan lapar untuk mendapatkan payudara baik, dorongan berhubungan badan dan memiliki organ seksual, juga lainnya
  • 5.
    Pemisahan merupakan usahabayi dalam mengembangkan gambaran yang terpisah antara dirinya yang baik dan dirinya yang buruk. Hal ini dapat terjadi ketika bayi sudah mampu memisahkan impuls-impuls yang tidak sesuai. Pemisahan ini dapat berakibat positif maupun negatif bagi anak ketika merasa dewasa kelak.
  • 6.
    Identifikasi proyektif adalahUsaha memisahkan bagian dari diri mereka yang tidak dapat diterimanya. Hasil pemisahan ini kemudian diproyeksikan menjadi objek lain, dan diintroyeksikan ke dalam diri mereka dalam bentuk yang berbeda.
  • 7.
    Internalisasi merupakan usahaorang untuk melakukan introyeksi yaitu memasukkan aspek eksternal, dan mengolah menjadi sesuatu yang bermakna psikologis. Teori kleinian, menyebutkan tiga internalisasi yang penting yaitu: Ego Superego Kompleks Oedipus .
  • 8.
     Klein meyakinibahwa ego sudah matang pada tahap lebih awal daripada yang diyakini Freud. Freud menduga ego sudah ada pada saat bayi lahir, namun ia tidak menghubungkan fungsi psikis tersebut hingga usia tiga atau empat tahun. Freud meyakini, anak kecil didominasi id, sedangkan klein mengabaikan id, dan mendasarkan teorinya pada ego sejak awal kelahiran.  Ego mulai muncul ketika menyusu pada ibunya Pada saat ini ego mengetahui apakah ia mendapatkan kasih sayang dan cinta atau tidak mendapatkannya.
  • 9.
     Konsep superego yangdikemukan Freud a) ego ideal yang menghasilkan perasaan inferior. b) yang menghasilkan perasaan bersalah.  Konsep superego yang dikemukakan Klein a) superego berkembang lebih awal dibanding asumsi Freud. b) pertumbuhan oedipus compleks yang tidak mencukupi. c) superego lebih keji dan kasar.
  • 10.
     Konsep Kleinmengenai oedipus compleks adalah a) dimulai pada masa oral-anal, dan mencapai puncaknya pada tahap genital. Freud mengatakan pada masa phalik atau genital. b) Klein makin bahwa bagian yang terpenting dari oedipus compleks adalah bahwa ketakutan anak akan ancaman orang tua karena anak berkhayal bahwa anak melukai orang tuanya. c) Klein menekankan pentingnya anak menjaga perasaan positif terhadap kedua orang tua selama tahun oedipal. d) Klein yakin bahwa oedipus compleks menyediakan kebutuhan yang sama terhadap anak laki-laki dan perempuan yaitu membangun sikap positif dengan objek yang menyenangkan dan menghindari objek yang menakutkan.
  • 11.
     Pada awalperkembangan oedipal feminim, yaitu selama bulan pertama dalam kehidupan, seorang anak perempuan melihat payudara ibunya sebagai objek “baik atau buruk”. Kemudian, sekitar usia enam bulan ia mulai melihat payudara lebih sebagai objek yang positif daripada negatif. Setelah itu, ia mulai melihat ibunya secara keseluruhan sebagai objek yang penuh dengan kebaikan dan sikap ini membuatnya berimanjinasi mengenai bagaimana hadirnya seorang bayi. Ia juga berkhayal bahwa penis ayahnya memberi ibunya berbagai hal, termasuk bayi-bayi, oleh karena anak perempuan kecil ini melihat penis ayahnya sebagai pemberi bayi, maka ia mengembangkan hubungan positif terhadap penis ayahnya dan berkhayal bahwa ayahnya akan memenuhinya dengan bayi-bayi.
  • 12.
     Anak laki-lakijuga memandang payudara ibunya sebagai objek baik dan buruk. Kemudian selama bulan-bulan pertama perkembangan oedipal, anak laki-laki mengganti hasrat oralnya, yang semula pada payudara ibunya diganti menjadi hasrat terhadap penis ayahnya. Ada masa ini, anak laki-laki sedang berada pada posisi feminim dimana ia mengadopsi sikap homoseksual pasif terhadap ayahnya. Kemudian ia bergerak menuju hubungan heteroseksual dengan ibunya. Oleh karena perasaan homoseksual terhadap ayahnya yang pernah dimilikinya, maka ia tidak takut ayahnya akan mengebirinya
  • 13.
    Margaret Mahler (1897-1985) HeinzKohut (1913-1981) John Bowlby teori Attachment (1907-1990) Mary Ainsworth dan Situasi Aneh (1919 – 1999)
  • 14.
    Menurut Mahler, kelahiranpsikologis (psychological birth) adalah seorang anak bisa menjadi individu yang terpisah dari pengasuh utamanya (ibunya), dan pencapaian ini mendorong munculnya kepekaan atas identitas
  • 15.
    3 Tahap PerkembanganMayor 1) Tahap perkembangan mayor yang pertama adalah autisme normal, yang berlangsung dari lahir hingga usia 3 atau 4 tahun. 2) Tahap kedua adalah tahap perkembangan simbiosis normal dimulai sekitar 4 sampai 5 minggu dan mencapai puncaknya pada usia 4 sampai 5 bulan. 3) Tahap perkembangan mayor yang ketiga adalah pemisahan individusi yang berlangsung pada usia 4 atau 5 bulan sampai pada usia 30 sampai 36 bulan.
  • 16.
    1) Tahap Diferensiasi Terjadidisekitar usia 5 sampai 7 bulan hingga usia 10 bulan. 2) Tahap rapprochement Terjadi pada usia sekitar 16 sampai 25 bulan 3) Tahap Krisis Rapprochment Pada usia anak-anak sering kali bertengkar dengan ibu mereka 4) Tahap Pemisahan Individuasi Terjadi ketika anak anak berusia 3 tahun
  • 17.
     Kohut menekankanproses dimana diri berkembang dari gambar samar-samar dan tidak dibeda- bedakan dengan jelas dan tepat rasa identitas individual .  Kohut percaya bahwa bayi secara alami narsis . Mereka egois , memperlihatkan diri mereka untuk kepentingan mereka sendiri dan berharap untuk dikagumi karena siapa mereka dan apa yang mereka lakukan .  Menurut Heinz Kohut,sekitar dua kebutuhan dasar narsis : ( 1 ) kebutuhan untuk menunjukkan diri megah dan ( 2 ) kebutuhan untuk memperoleh gambaran ideal dari salah satu atau kedua orang tua .
  • 18.
    Teori kedekatan iniberdasarkan pada pengamatan bowlby tentang tahapan kecemasan dari perpisahan (separation anxiety). Ada tiga tahap pada separation anxiety diantaranya : 1) Ketika pengasuh mereka tidak terlihat bayi akan menangis dan akan menolak ditenangkan leh orang lain erta mencari cari pengasuh mereka.Tahap ini disebut Tahap protes. 2) Tahap putus asa atau despair, yaitu tahap yang menunjukan reaksi bayi ketika terpisah dari pengasuhnya bayi akan menjadi diam pasif dan masa bodoh. 3) Keunikan yang hanya terjadi pada manusia yaitu tahap melepaskan ( detachment ) pada tahap iini bayi mulai bisa melepaskan orang lain secara emosional termaksud pengasuhnya.
  • 19.
    Ainsworth dan rekanrekanya menemukaan 3 sekala kedekatan, yaitu a) Kedekatan rasa aman b) Cemas dan menolak c) Cemas dan menghindar.
  • 20.
     Klein menggunakanpsikoanalisis terhadap anak-anak tetapi tidak diterima dengan baik oleh analisis-analisis lain.  klein percaya bahwa, baik anak-anak yang mengalami gangguan akan memperoleh keuntungan dari penanganan terapeutik, sementara anak-anak yang sehat akan memperoleh keuntungan dari penanganan prophylactic  Untuk memunculkan transferens negatif dan khayalan agresif ,ia mengganti pendekatan analisis mimpi dan asosiasi bebas dari Freud dengan terapi bermain. Ia percaya bahwa anak kecil dapat mengekspresikan berbagai keinginan mereka yang tidak sadar dan sadar melalui terapi bermain.