ZOOLOGI INVERTEBRATA

          PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
         UNIVERSITAS PASUNDAN
               BANDUNG
                  2012

                              Dosen Praktikum
             Ida Yayu Nurul Hizqiyah S.Pd, M.Si
KELOMPOK 6 “ANNELIDA”
     BIOLOGI A 2011
Ahmad Zakkiyuddin (115040058)
Reyna Afrilia Lestari (115040041)
Tya Lestari Sundaya (115040068)
Nuri Yani             (115040045)
Rahayu Restu Utami(115040026)
Anik Hamdhani BP (115040017)
zakky
PHYLLUM ANNELIDA
                   Pengertian


  Peranan dalam
                                Ciri – Ciri Umum
    Kehidupan




Klasifikasi Annelida               Struktur tubuh


                  Cara hidup dan
                     Habitat
APA ITU ANNELIDA
                          ?????




Annelida adalah salah satu hewan invertebrata .
 Annelida berasal dari kata Annulus : cincin dan
                  Oidos: cacing
Artinya cacing yang beruas-ruas atau bersegmen-
              segmen seperti cincin.
CIRI – CIRI UMUM
a. tubuhnya beruas-ruas seperti cincin (bersegmen
   yang disebut metameri) dan dilapisi oleh kutikula
b. triploblastik, coelmate
c. eumetazoa, simetri bilateral
d. bersifat hermafrodit
e. sistem pencernaan sempurna
f. sistem ekskresinya berupa Nefridium
g. sistem peredaran darah tertutup
h. sistem pernapasan dilakukan secara difusi dengan
   seluruh tubuhnya
i.sistem saraf berupa gonglion otak dihubungkan
   dengan tali saraf longitudinal
Struktur Tubuh Annelida
Annelida memiliki segmen di bagian luar dan
(metameri).
Setiap segmen memiliki parapodia dan setiap
parapodia memliliki setae (rambut halus), kecuali pada
segmen terakhir.
Antara satu segmen dengan segmen lainya terdapat
sekat yang disebut septa.
Pembuluh darah, sistem ekskresi, dan sistem
saraf di antara satu segmen dengan segmen
lainnya saling berhubungan menembus septa.
Rongga tubuh Annelida berisi cairan yang
berperan dalam pergerakkan annelida dan
sekaligus melibatkankontraksi otot.
Ototnya terdiri dari otot melingkar (sirkuler)
dan otot memanjang (longitudinal).
Sistem pencernaan annelida sudah lengkap,
terdiri dari mulut, faring, esofagus
(kerongkongan), usus, dan anus.
System gerak dengan menggunakan konstraksi
otot– otot tubuh atau dengan menggunakan
rambut halus pada kulitnya (setae).
Sistem saraf annelida adalah sistem saraf
tanggatali. Gonglion otak terletak di depan
faring pada anterior.
SISTEM PEMBULUH DARAH
Cacing ini sudah memiliki pembuluh darah
sehingga memiliki sistem peredaran darah
tertutup, yang artinya darah beredar melalui
pembuluh darah.
Darahnya mengandung hemoglobin, sehingga
berwarna merah.
Pembuluh darah yang melingkari esofagus
berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh
atau mengangkut hasil metabolisme ke
seluruh tubuh.
Sistem Ekskresi
• Ekskresi dilakukan oleh organ ekskresi yang
  terdiri dari nefridia, nefrostom, dan nefrotor.
  Nefridia ( tunggal –nefridium ) merupakan
  organ ekskresi yang terdiri dari saluran.
  Nefrostom merupakan corong bersilia dalam
  tubuh.
• Nefrotor merupakan pori permukaan tubuh
  tempat kotoran keluar.
• Terdapat sepasang organ ekskresi tiap segmen
  tubuhnya
SISTEM REPRODUKSI
Reproduksi Annelida umumnya bereproduksi secara
seksual dengan pembentukan gamet. Namun ada
juga yang bereproduksi secara asexual yaitu
fragmentasi, yang kemudian beregenerasi.
Organ seksual annelida ada yang menjadi satu
dengan individu (hermafrodit) dan ada yang
terpisah pada individu lain (gonokoris). Karena
Annelida tergolong hermafrodit maka
reproduksinya dilakukan dengan cara peleburan sel
sperma dan ovum dengan menggunakan klitelum
sebagai organ kopulasi dan membentuk cocon (
kepompong) untuk melindungi telurnya.
CARA HIDUP DAN HABITAT
Sebagian besar annelida hidup dengan bebas
dan ada sebagian yang parasit dengan
menempel pada vertebrata, termasuk
manusia.
Habitat annelida umumnya berada di dasar
laut dan perairan tawar, dan juga ada yang
sebagian hidup di tanah atau tempat-tempat
lembab.Annelida hidup diberbagai tempat
dengan membuat liang sendiri.
olygochaeta


polygochaeta                        hirudinea



                 KLASIFIKASI
                  ANNELIDA




         Berdasarkan parapodia dan setae
1. Polychaeta



   Cacing berambut banyak
Poly : banyak, Chaeta : rambut
STRUKTUR TUBUH
   ANNELIDA
CIRI - CIRI
- Karnivora, memakan sisa-sisa organisme, plankton, dll
 - System gerak dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan
parapodia dan dengan otot membujur atau melingkar
yang bekerja secara antagonis
 - Umumnya hidup bebas, dalam pasir atau menggali
batu- batu di daerah pasang surut air laut
-Tubuhnya dilapisi kutikula sehingga licin dan kaku
- Tubuhnya bersegmen-segmen, tiap segmen dilengkapi
parapodia (kaki).
 Parapodia merupakan alat gerak yg berupa tonjolan
berdaging mengandung kapiler-kapiler darah, berkulit
tipis, dan ditumbuhi rambut. Alat ini pun berperan
sebagai alat pernapasan (insang). Setiap parapodia
memliki setae kecuali pada segmen terakhir
Lanjutan. . . .
-Reproduksi secara seksual membentuk gamet.
Gamet betina yang telah dibuahi oleh gamet
jantan akan berkembang menjadi larva
(trokhopor).
- Tubuhnya berwarna menarik, seperti ungu
kemerah- merahan.
- Cacing ini tidak mempunyai sadel (klitelum)

Contoh :
Eunice viridis (cacing wawo)
Lysidice oele (cacing palolo)
Nereis virens (kelabang laut)
2. Olygochaeta



   Cacing berambut sedikit
Olygo : sedikit, Chaeta : rambut
CIRI - CIRI
 - Mempunyai klitelium yang berfungsi sebagai
perkembangkbiakan
- Tidak mempunyai parapodia
 - Terdapat beberapa setae pada tiap ruas tubuhnya -
Umumnya hidup ditanah, air tawar
- Dapat menyuburkan tanah, dengan cara
menggemburkan tanah dengan memakannya
kemudian dikeluarkan kembali bersama fosfor lalu
tanah menjadi subur
- Tubuhnya dari kitin
- Bersifat hermaphrodit
Struktur tubuh olygochaeta
Bagian luar tubuh terdiri atas segmen-segmen yang
jumlah dan lebarnya berbeda menurut spesies.
Cacing tanah adalah hermaprodit dengan alat kelamin
jantan dan betina pada bagian ventral atau ventro lateral.
Cacing dewasa kelamin ditandai dengan adanya klitelum
(seperti cincin atau pelana berwarna muda mencolok
melingkari tubuh sepanjang segmen tertentu) pada umur
2,5 bulan.
 Klitelum terkait dengan produksi kokon.
Klitelum dimulai pada segmen 22 memanjang 4 sampai
10 segmen ke posterior.
Alat kelamin jantan dan betina terdapat mulai segmen 9
sampai 15 menurut spesies.
Untuk menghasilkan telur fertil, cacing harus mencari
pasangan dan saling menukar sperma yang akan membuahi
sel telur. Pembuahan akan terjadi dalam masing-masing
lubang kelamin betina. Setelah pembuahan, sepanjang
permukaan klitelum akan mengeluarkan lendir yang akan
mengeras dan bergerak ke belakang terdorong oleh gerak
maju cacing. Pada saat melewati lubang kelamin
betina, telur-telur yang sudah dibuahi akan masuk ke dalam
selubung kokon tersebut. Kokon yang diletakkan pada
kondisi lingkungan yang cocok akan menetas dalam 14 - 21
hari. Jumlah telur dalam kokon beragam, biasanya lebih dari
10 butir. Tergantung spesies, cacing dewasa mampu
menghasilkan lebih dari 2 kokon setiap 5 - 10 hari.
Perhitungan kasar menunjukkan setiap 100 cacing dewasa
dalam kurun waktu 1 tahun dapat menghasilkan 100.000
Contoh hewan Olygochaeta
Lumbricus terrestris (cacing tanah di
Eropa dan Amerika)
Pheretima posturna (cacing tanah di
Asia)
Pheretima musica (Cacing Sondari)
Sekilas tentang Cacing Tanah
Cacing tanah tinggal dalam tanah lembab, karena
badan yang lemnan digunakan untuk pertukaran
udara. Cacing tanahadalah pemakan sampah
yang mengekstraks sisa-sisa bahan organic dari
tanah yang dimakan. Faring berotot menarik
makanan ke mulut, makanan yang sudah dicerna
disimpan di tembolok lalu ke rempela. Sistem
pembuangan (ekskresi) berupa tabung nephridia
bergelung di setiap segmen dengan dua lubang;
satu corong bersilia yang mengumpulkan cairan
coelom, dan satu lainnyaadalah lubang keluar
tubuh. Antar dua lubang itu, tabungnephridia
membuang zat sampah dari saluran peredaran
darah.Darah merah bergerak ke arah dengan
sebuah pembuluh darahdorsal dan dipompa oleh
lima pasang jantung (lengkung aorta) menuju
pembuluh ventral.
3. Hirudinea




 Tidak memiliki rambut dan parapodia
CIRI - CIRI
- Bentuk tubuhnya pipih dan segmen-segmennya jelas
- Tubuh tidak tertutup kutikula
-Banyak terdapat di air tawar, air laut atau di darat,
- Memiliki alat penghisap (sucker) pada bagian anterior dan
posterior yang berguna untuk mengisap darah dan
melekatkan diri pada tubuh mangsanya.
-Pada saat merobek tubuh inang, lintah mengeluarkan zat
anestetik (Penghilang rasa sakit).
-Selama menghisap, darah tidak akan membeku karena
lintah menghasilkan zat anti pembeku darah (antikoagulan)
- Saluran pencernaannya terdiri atas usus yang memiliki
tonjolan membentuk kantung-kantung sehingga cukup
banyak darah yang dapat disimpan di kantung usus tersebut.
-Tergolong hewan hermafrodit, lubang genetalia jantan
terletak di muka lubang genetalia betina
Lanjutan . . . .
        Sistem pencernaan terdiri dari mulut, faring,
        tembolok, lambung, rektum, anus. Anus terletak
        pada bagian dorsal.
        Peredaran darah tertutup
        Pernafasan berlangsung melalui kulit.
        Pengeluaran (eksresi) melalui nefridium yang
        terdapat pada setiap segmen.
        Hewan ini mempunyai kelenjar ludah yang
        mnghasilkan sekret yang mengandung bahan anti
        koagulasi (mencegah pembekuan darah) dinamakan
        Hirudin.
        Bersifat parasit, predator, pemakan bangkai
        Contoh : Hirudo medicinalis (lintah), Haemadipsa
        zeylarica ( pacet)
Peranan dalam Kehidupan
  1. Cacing tanah dapat menyuburkan tanah, karena
  membantu menghancurkan tanah, membantu
  aerasi tanah, serta membantu pembentukkan
  humus.
  2. Dapat menjadi umpan ikan saat memancing.
  3. Cacing palolo dan cacing wawo dimanfaatkan
  msayarakat di daerah tertentu dijadikan sebagai
  makanan.
   4. Lintah menghasilkan zat hirudin atau zat
  antikoagulan atau zat anti pembekuan darah. .
  Cacing sutra untuk makanan ikan hias, baik dalam
  keadaan hidup maupun kering
Zooin info


    All about
Hirudo medicinalis


          Check it out   NEXT
Klasifikasi Ilmiah
 Kerajaan   : Animalia
 Filum      : Annelida
 Kelas      : Clitellata
 Kelas      : Hirudinea
 Genus      : Hirudo
 Spesies    : Hirudo mechinalis
Morfologi Lintah

1. Pipih
2. Tidak berambut
3. Pada ujung anterior dan posterior terdapat
   alat penghisap
4. Mulut terletak pada alat penghisap bagian
   anterior yang dilengkapi dengan 3 buah
   rahang
Sistem respirasi         Melalui permukaan tubuhnya




 Sistem ekskresi      Dilakukan oleh 17 pasang nephridium



Sistem reproduksi   Hermaprodit, tapi sel telur dari satu hewan
                       dibuahi oleh sperma dari hewan lain


     Habitat                Air tawar, laut, dan darat


                       Cacing, larva serangga, invertebrata
    Makanan
                                    lain, darah
Lintah adalah hewan yang tergabung dalam
filum Annelida dengan kelas Hirudinea, lintah dapat
hidup di darat, air tawar dan air asin.
Lintah atau pacet adalah hewan hermaprodit atau
berkelamin ganda seperti halnya dengan cacing.
Lintah sangat bermanfaat untuk
manusia terutama lintah itu dimanfaatkan untuk
kesehatan manusia. Semua spesies lintah tergolong
dalam golongan hewan carnifora atau hewan
pemakan daging.
Salah satu manfaat lintah adalah, pada
tubuh hewan lintah
mengandung antikoagulan atau anti pembekuan
darah dan lintah juga mengandung zat-zat lain
seperti penisilin, anti radang dan anestesi untuk
pembiusan.
Lintah banyak manfaatkan terutama untuk
terapi kesehatan yang dikenal dengan
nama terapi Hirudo Medicinalis yang telah
dimanfaatkan sejak abad ke 18. Sebuah riset
yang dilakukan di Eropa menunjukkan
bahwa terapi lintah yang dilakukan bersama
dengan pengobatan medis atau herbal
mampu dimanfaatkan untuk meningkatkan
efektifitas obat.
 Sampai sekarang belum ada catatan data
mengenai efek samping dari terapi lintah untuk
kesehatan. Terapi yang menggunakan lintah
sebagai media dapat menstabilkan
kadar hormon serotonin yang bermanfaat
untuk melancarkan aliran peredaran darah dan
oksigen pada jaringan saraf yang halus yang
berada di kepala.
Beberapa indikasi umum yang dapat
        dilakukan pada terapi sedot lintah
•   Reaksi Inflamasi
•   Penyakit jantung
•   Rematik
•   Tendovaginitis dan tendinitis
•   Vena dan varises vena.
•   Arthtosis
•   Radang sendi dan tegang otot.
•   Antidyscratic terapi dari racun dan penyakit mental
•   Trombosis dan emboli
•   Stagnasi darah dan kondisi kejang
•   Vertebrogenic Pain Syndrome
•   Transudates dan eksudat
Selama proses penyedotan darah dari terapi sedot
    lintah, lintah tersebut mengeluarkan semacam
    campuran kompleks yang berbeda secara biologis dan
    zat aktif kadalam luka gigitan lintah. Dari hasil kajian-
    kajian dan penelitian ilmiah yang dilakukan para pakar,
    menyebutkan bahwa lintah mengandung zat-zat
    diantaranya adalah.
•   Nitric Oxide.
•   Hirudin.
•   Histamin.
•   Hyaluronidase.
•   Thrombin.
•   Anti Kolagen.
Power point annelida

Power point annelida

  • 1.
    ZOOLOGI INVERTEBRATA PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG 2012 Dosen Praktikum Ida Yayu Nurul Hizqiyah S.Pd, M.Si
  • 2.
    KELOMPOK 6 “ANNELIDA” BIOLOGI A 2011 Ahmad Zakkiyuddin (115040058) Reyna Afrilia Lestari (115040041) Tya Lestari Sundaya (115040068) Nuri Yani (115040045) Rahayu Restu Utami(115040026) Anik Hamdhani BP (115040017)
  • 3.
  • 4.
    PHYLLUM ANNELIDA Pengertian Peranan dalam Ciri – Ciri Umum Kehidupan Klasifikasi Annelida Struktur tubuh Cara hidup dan Habitat
  • 5.
    APA ITU ANNELIDA ????? Annelida adalah salah satu hewan invertebrata . Annelida berasal dari kata Annulus : cincin dan Oidos: cacing Artinya cacing yang beruas-ruas atau bersegmen- segmen seperti cincin.
  • 6.
    CIRI – CIRIUMUM a. tubuhnya beruas-ruas seperti cincin (bersegmen yang disebut metameri) dan dilapisi oleh kutikula b. triploblastik, coelmate c. eumetazoa, simetri bilateral d. bersifat hermafrodit e. sistem pencernaan sempurna f. sistem ekskresinya berupa Nefridium g. sistem peredaran darah tertutup h. sistem pernapasan dilakukan secara difusi dengan seluruh tubuhnya i.sistem saraf berupa gonglion otak dihubungkan dengan tali saraf longitudinal
  • 7.
    Struktur Tubuh Annelida Annelidamemiliki segmen di bagian luar dan (metameri). Setiap segmen memiliki parapodia dan setiap parapodia memliliki setae (rambut halus), kecuali pada segmen terakhir. Antara satu segmen dengan segmen lainya terdapat sekat yang disebut septa.
  • 8.
    Pembuluh darah, sistemekskresi, dan sistem saraf di antara satu segmen dengan segmen lainnya saling berhubungan menembus septa. Rongga tubuh Annelida berisi cairan yang berperan dalam pergerakkan annelida dan sekaligus melibatkankontraksi otot. Ototnya terdiri dari otot melingkar (sirkuler) dan otot memanjang (longitudinal).
  • 9.
    Sistem pencernaan annelidasudah lengkap, terdiri dari mulut, faring, esofagus (kerongkongan), usus, dan anus. System gerak dengan menggunakan konstraksi otot– otot tubuh atau dengan menggunakan rambut halus pada kulitnya (setae). Sistem saraf annelida adalah sistem saraf tanggatali. Gonglion otak terletak di depan faring pada anterior.
  • 10.
    SISTEM PEMBULUH DARAH Cacingini sudah memiliki pembuluh darah sehingga memiliki sistem peredaran darah tertutup, yang artinya darah beredar melalui pembuluh darah. Darahnya mengandung hemoglobin, sehingga berwarna merah. Pembuluh darah yang melingkari esofagus berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh atau mengangkut hasil metabolisme ke seluruh tubuh.
  • 11.
    Sistem Ekskresi • Ekskresidilakukan oleh organ ekskresi yang terdiri dari nefridia, nefrostom, dan nefrotor. Nefridia ( tunggal –nefridium ) merupakan organ ekskresi yang terdiri dari saluran. Nefrostom merupakan corong bersilia dalam tubuh. • Nefrotor merupakan pori permukaan tubuh tempat kotoran keluar. • Terdapat sepasang organ ekskresi tiap segmen tubuhnya
  • 12.
    SISTEM REPRODUKSI Reproduksi Annelidaumumnya bereproduksi secara seksual dengan pembentukan gamet. Namun ada juga yang bereproduksi secara asexual yaitu fragmentasi, yang kemudian beregenerasi. Organ seksual annelida ada yang menjadi satu dengan individu (hermafrodit) dan ada yang terpisah pada individu lain (gonokoris). Karena Annelida tergolong hermafrodit maka reproduksinya dilakukan dengan cara peleburan sel sperma dan ovum dengan menggunakan klitelum sebagai organ kopulasi dan membentuk cocon ( kepompong) untuk melindungi telurnya.
  • 13.
    CARA HIDUP DANHABITAT Sebagian besar annelida hidup dengan bebas dan ada sebagian yang parasit dengan menempel pada vertebrata, termasuk manusia. Habitat annelida umumnya berada di dasar laut dan perairan tawar, dan juga ada yang sebagian hidup di tanah atau tempat-tempat lembab.Annelida hidup diberbagai tempat dengan membuat liang sendiri.
  • 14.
    olygochaeta polygochaeta hirudinea KLASIFIKASI ANNELIDA Berdasarkan parapodia dan setae
  • 15.
    1. Polychaeta Cacing berambut banyak Poly : banyak, Chaeta : rambut
  • 16.
  • 17.
    CIRI - CIRI -Karnivora, memakan sisa-sisa organisme, plankton, dll - System gerak dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan parapodia dan dengan otot membujur atau melingkar yang bekerja secara antagonis - Umumnya hidup bebas, dalam pasir atau menggali batu- batu di daerah pasang surut air laut -Tubuhnya dilapisi kutikula sehingga licin dan kaku - Tubuhnya bersegmen-segmen, tiap segmen dilengkapi parapodia (kaki). Parapodia merupakan alat gerak yg berupa tonjolan berdaging mengandung kapiler-kapiler darah, berkulit tipis, dan ditumbuhi rambut. Alat ini pun berperan sebagai alat pernapasan (insang). Setiap parapodia memliki setae kecuali pada segmen terakhir
  • 18.
    Lanjutan. . .. -Reproduksi secara seksual membentuk gamet. Gamet betina yang telah dibuahi oleh gamet jantan akan berkembang menjadi larva (trokhopor). - Tubuhnya berwarna menarik, seperti ungu kemerah- merahan. - Cacing ini tidak mempunyai sadel (klitelum) Contoh : Eunice viridis (cacing wawo) Lysidice oele (cacing palolo) Nereis virens (kelabang laut)
  • 20.
    2. Olygochaeta Cacing berambut sedikit Olygo : sedikit, Chaeta : rambut
  • 21.
    CIRI - CIRI - Mempunyai klitelium yang berfungsi sebagai perkembangkbiakan - Tidak mempunyai parapodia - Terdapat beberapa setae pada tiap ruas tubuhnya - Umumnya hidup ditanah, air tawar - Dapat menyuburkan tanah, dengan cara menggemburkan tanah dengan memakannya kemudian dikeluarkan kembali bersama fosfor lalu tanah menjadi subur - Tubuhnya dari kitin - Bersifat hermaphrodit
  • 22.
    Struktur tubuh olygochaeta Bagianluar tubuh terdiri atas segmen-segmen yang jumlah dan lebarnya berbeda menurut spesies. Cacing tanah adalah hermaprodit dengan alat kelamin jantan dan betina pada bagian ventral atau ventro lateral. Cacing dewasa kelamin ditandai dengan adanya klitelum (seperti cincin atau pelana berwarna muda mencolok melingkari tubuh sepanjang segmen tertentu) pada umur 2,5 bulan. Klitelum terkait dengan produksi kokon. Klitelum dimulai pada segmen 22 memanjang 4 sampai 10 segmen ke posterior. Alat kelamin jantan dan betina terdapat mulai segmen 9 sampai 15 menurut spesies.
  • 23.
    Untuk menghasilkan telurfertil, cacing harus mencari pasangan dan saling menukar sperma yang akan membuahi sel telur. Pembuahan akan terjadi dalam masing-masing lubang kelamin betina. Setelah pembuahan, sepanjang permukaan klitelum akan mengeluarkan lendir yang akan mengeras dan bergerak ke belakang terdorong oleh gerak maju cacing. Pada saat melewati lubang kelamin betina, telur-telur yang sudah dibuahi akan masuk ke dalam selubung kokon tersebut. Kokon yang diletakkan pada kondisi lingkungan yang cocok akan menetas dalam 14 - 21 hari. Jumlah telur dalam kokon beragam, biasanya lebih dari 10 butir. Tergantung spesies, cacing dewasa mampu menghasilkan lebih dari 2 kokon setiap 5 - 10 hari. Perhitungan kasar menunjukkan setiap 100 cacing dewasa dalam kurun waktu 1 tahun dapat menghasilkan 100.000
  • 24.
    Contoh hewan Olygochaeta Lumbricusterrestris (cacing tanah di Eropa dan Amerika) Pheretima posturna (cacing tanah di Asia) Pheretima musica (Cacing Sondari)
  • 26.
    Sekilas tentang CacingTanah Cacing tanah tinggal dalam tanah lembab, karena badan yang lemnan digunakan untuk pertukaran udara. Cacing tanahadalah pemakan sampah yang mengekstraks sisa-sisa bahan organic dari tanah yang dimakan. Faring berotot menarik makanan ke mulut, makanan yang sudah dicerna disimpan di tembolok lalu ke rempela. Sistem pembuangan (ekskresi) berupa tabung nephridia bergelung di setiap segmen dengan dua lubang; satu corong bersilia yang mengumpulkan cairan coelom, dan satu lainnyaadalah lubang keluar tubuh. Antar dua lubang itu, tabungnephridia membuang zat sampah dari saluran peredaran darah.Darah merah bergerak ke arah dengan sebuah pembuluh darahdorsal dan dipompa oleh lima pasang jantung (lengkung aorta) menuju pembuluh ventral.
  • 28.
    3. Hirudinea Tidakmemiliki rambut dan parapodia
  • 29.
    CIRI - CIRI -Bentuk tubuhnya pipih dan segmen-segmennya jelas - Tubuh tidak tertutup kutikula -Banyak terdapat di air tawar, air laut atau di darat, - Memiliki alat penghisap (sucker) pada bagian anterior dan posterior yang berguna untuk mengisap darah dan melekatkan diri pada tubuh mangsanya. -Pada saat merobek tubuh inang, lintah mengeluarkan zat anestetik (Penghilang rasa sakit). -Selama menghisap, darah tidak akan membeku karena lintah menghasilkan zat anti pembeku darah (antikoagulan) - Saluran pencernaannya terdiri atas usus yang memiliki tonjolan membentuk kantung-kantung sehingga cukup banyak darah yang dapat disimpan di kantung usus tersebut. -Tergolong hewan hermafrodit, lubang genetalia jantan terletak di muka lubang genetalia betina
  • 30.
    Lanjutan . .. . Sistem pencernaan terdiri dari mulut, faring, tembolok, lambung, rektum, anus. Anus terletak pada bagian dorsal. Peredaran darah tertutup Pernafasan berlangsung melalui kulit. Pengeluaran (eksresi) melalui nefridium yang terdapat pada setiap segmen. Hewan ini mempunyai kelenjar ludah yang mnghasilkan sekret yang mengandung bahan anti koagulasi (mencegah pembekuan darah) dinamakan Hirudin. Bersifat parasit, predator, pemakan bangkai Contoh : Hirudo medicinalis (lintah), Haemadipsa zeylarica ( pacet)
  • 31.
    Peranan dalam Kehidupan 1. Cacing tanah dapat menyuburkan tanah, karena membantu menghancurkan tanah, membantu aerasi tanah, serta membantu pembentukkan humus. 2. Dapat menjadi umpan ikan saat memancing. 3. Cacing palolo dan cacing wawo dimanfaatkan msayarakat di daerah tertentu dijadikan sebagai makanan. 4. Lintah menghasilkan zat hirudin atau zat antikoagulan atau zat anti pembekuan darah. . Cacing sutra untuk makanan ikan hias, baik dalam keadaan hidup maupun kering
  • 32.
    Zooin info All about Hirudo medicinalis Check it out NEXT
  • 33.
    Klasifikasi Ilmiah Kerajaan : Animalia Filum : Annelida Kelas : Clitellata Kelas : Hirudinea Genus : Hirudo Spesies : Hirudo mechinalis
  • 34.
    Morfologi Lintah 1. Pipih 2.Tidak berambut 3. Pada ujung anterior dan posterior terdapat alat penghisap 4. Mulut terletak pada alat penghisap bagian anterior yang dilengkapi dengan 3 buah rahang
  • 35.
    Sistem respirasi Melalui permukaan tubuhnya Sistem ekskresi Dilakukan oleh 17 pasang nephridium Sistem reproduksi Hermaprodit, tapi sel telur dari satu hewan dibuahi oleh sperma dari hewan lain Habitat Air tawar, laut, dan darat Cacing, larva serangga, invertebrata Makanan lain, darah
  • 36.
    Lintah adalah hewanyang tergabung dalam filum Annelida dengan kelas Hirudinea, lintah dapat hidup di darat, air tawar dan air asin. Lintah atau pacet adalah hewan hermaprodit atau berkelamin ganda seperti halnya dengan cacing. Lintah sangat bermanfaat untuk manusia terutama lintah itu dimanfaatkan untuk kesehatan manusia. Semua spesies lintah tergolong dalam golongan hewan carnifora atau hewan pemakan daging. Salah satu manfaat lintah adalah, pada tubuh hewan lintah mengandung antikoagulan atau anti pembekuan darah dan lintah juga mengandung zat-zat lain seperti penisilin, anti radang dan anestesi untuk pembiusan.
  • 37.
    Lintah banyak manfaatkanterutama untuk terapi kesehatan yang dikenal dengan nama terapi Hirudo Medicinalis yang telah dimanfaatkan sejak abad ke 18. Sebuah riset yang dilakukan di Eropa menunjukkan bahwa terapi lintah yang dilakukan bersama dengan pengobatan medis atau herbal mampu dimanfaatkan untuk meningkatkan efektifitas obat. Sampai sekarang belum ada catatan data mengenai efek samping dari terapi lintah untuk kesehatan. Terapi yang menggunakan lintah sebagai media dapat menstabilkan kadar hormon serotonin yang bermanfaat untuk melancarkan aliran peredaran darah dan oksigen pada jaringan saraf yang halus yang berada di kepala.
  • 38.
    Beberapa indikasi umumyang dapat dilakukan pada terapi sedot lintah • Reaksi Inflamasi • Penyakit jantung • Rematik • Tendovaginitis dan tendinitis • Vena dan varises vena. • Arthtosis • Radang sendi dan tegang otot. • Antidyscratic terapi dari racun dan penyakit mental • Trombosis dan emboli • Stagnasi darah dan kondisi kejang • Vertebrogenic Pain Syndrome • Transudates dan eksudat
  • 39.
    Selama proses penyedotandarah dari terapi sedot lintah, lintah tersebut mengeluarkan semacam campuran kompleks yang berbeda secara biologis dan zat aktif kadalam luka gigitan lintah. Dari hasil kajian- kajian dan penelitian ilmiah yang dilakukan para pakar, menyebutkan bahwa lintah mengandung zat-zat diantaranya adalah. • Nitric Oxide. • Hirudin. • Histamin. • Hyaluronidase. • Thrombin. • Anti Kolagen.