PERTUMBUHAN MIKROBA
Pertumbuhan MikroorganismePertumbuhan Mikroorganisme
 Pertumbuhan secara umum berarti,
pertambahan secara teratur semua
komponen di dalam sel hidup.
 Pada organisme multiseluler --->
peningkatan jumlah sel per organisme,
dimana ukuran sel menjadi lebih besar.
 Pada organisme uniseluler --->
pertambahan jumlah sel, yang berarti
pertambahan jumlah organisme yang
membentuk populasi (biakan), koloni.
• Pertumbuhan individu (sel) --->adanya
penambahan volume sel serta bagiannya,
atau penambahan kuantitas isi dan
kandungan dalam sel.
• Pertumbuhan kelompok (populasi) --->
pertambahan jumlah suatu kelompok
organisme akibat pertumbuhan individu
0
10
20
30
40
50
60
70
80
1 2 3 4 5
Kurva Pertumbuhan
X
Y
I
II
III
IV
Fase lag
• Fase lag dikatakan juga fase adaptasi
karena pada fase ini belum terjadi
pertambahan jumlah sel (statis), tetapi
pada fase ini terjadi penyesuaian antara
bakteri dan kondisi lingkungan yang baru
Beberapa faktor yang mempengaruhi
proses pada fase Lag
• Pada fase lag bakteri membutuhkan ribosom
yang banyak untuk energi yang tinggi
• Medium dan kondisi lingkungan pertumbuhan
yang sama seperti dengan sebelumnya dapat
mempercepat proses adaptasi.
• Jumlah awal sel yang di inokulasikan
mempengaruhi kecepatan adaptasi
• Pemindahan kultur kemedium yang lebih sedikit
nutrisi dapat memperlambat proses penyesuaian
• Biakan yang berada pada fase stasioner juga
dapat memperlambat fase lag
Fase eksponensial
• Pada periode ini terjadi
pembiakan dengan cepat dan
pertambahan jumlah sel
mikroba secara logaritmik
Fase Eksponensial
• Fase ini merupakan fase dengan metabolisme
dan reproduksi seluler yang paling aktif
• Waktu generasi paling rendah dan konstant dan
laju pertumbuhan paling tinggi dan konstan
• Karena waktu penggandaan ini konstan, plot
logaritma pertumbuhan dapat berupa garis lurus.
• Selama periode ini, sel menunjukkan sifat yang
dapat diamati: bentuk, warna, densitas, dan
pengelompokan koloni.
Waktu Generasi (Generation
Time)
• Bakteri dapat melakukan pembelahan biner,
dimana :
1 2 4 8 16 ...... 2n
• Pertumbuhan seperti ini akan membentuk fase
eksponensial
• Waktu yang dibutuhkan untuk 1 sel membelah
menjadi 2 sel adalah waktu generasi
(generation time)
• Beberapa faktor yang dapat
menyebabkan menurunnya fase
eksponensial
– Jika nutrisi penting yang dibutuhkan
menghilang selama pertumbuhan, seperti
Carbon
– Keterbatasan oksigen
– Jika media menjadi terlalu asam atau basa
Fase Stasioner
• Pada fase ini, pertumbuhan melambat, jumlah sel
mati dengan jumlah sel baru seimbang dan
populasi stabil.
• Ukuran sel menjadi lebih kecil, karena sel tetap
membelah meskipun nutrisi sudah habis dan
produk metabolit paling tinggi
• Akumulasi sisa produk beracun dan kehabisan
bahan nutrisi tertentu mungkin menjadi sebab,
bersamaan dengan perubahan pH dan suhu.
• Dengan menggunakan kemostat mungkin dapat
dipertahankan pertumbuhan eksponensial.
Fase kematian
• Biasanya, pada akhir pertumbuhan akan
terjadi jumlah sel mati lebih banyak dari
pada sel hidup.
• Laju kematian sel tinggi dan sel
mengalami lisis
• Hal ini terus terjadi sampai populasi
menjadi sangat kecil jumlahnya.
Faktor-faktor Yang
Mempengaruhi Pertumbuhan
Mikroba
Faktor Nutrien Mikroba
• Nutrisi : dibutuhkan untuk membentuk
energi dan menyusun komponen sel
a. Sumber karbon
b. Sumber Nitrogen
c. Sumber energi
d. Faktor tumbuh
• Tersedianya air : untuk hidup dan
berkembang-biak tergantung pada
jumlah air (70 – 80%)
• Tersedianya oksigen : tiap mikroba
butuh oksigen yang berbeda untuk
pertumbuhannya.
• Komponen antimikroba : komponen
antimikroba dalam suatu bahan, dapat
menghambat pertumbuhan mikroba
FAKTOR LINGKUNGAN MIKROBA
A.Faktor Abiotik
1. Kelembaban, mikroba punya nilai kelembaban optimum
untuk pertumbuhan mikroba
2. Nilai osmotik, larutan hipertonik menghambat pertumbuhan
mikroba
3. Nilai pH, asidofilik (pH 2,0 – 5,0), mesofilik (pH 5,5 – 8,0)
dan alkalifilik (pH 8,4 – 9,5).
5. Temperatur
Tiap mikroba mempunyai suhu optimum,
minimum dan maksimum
Psikrofil : mikroba yang hidup pada suhu rendah
(0-200
C)
Mesofil : mikroba yang tumbuh pada suhu sedang
(10-450
C)
Termofil : mikroba yang hidup pada suhu tinggi
(25-800
C)
B. Faktor Abiotik
1. Logam berat, Hg, Ag, Cu, Au, Zn, Li, dan Pb dalam
kadar rendah bersifat toksik terhadap mikroba.
Daya bunuh logam berat pada kadar rendah disebut
oligodinamik.
2. Radiasi, umumnya sinar mempunyai daya rusak
terhadap sel mikroba, terutama yg tidak punya
pigmen fotositesis
3. Tegangan permukaan, dapat mempengaruhi
kehidupan mikroba.
4. Tekanan hidrostatik dan mekanik.
MENGHITUNG PERTUMBUHAN MIKROBA
 METODE
PENGUKURAN
PERTUMBUHAN
MIKROBA :
A. Penghitungan langsung
- Metode Turbidimetri
- Metode Total Count
- Metode Berat Kering
B. Penghitungan tak langsung
- Metode viable count/TPC
Metode Turbidimetri
• Jumlah sel dapat dihitung dengan cara mengetahui
kekeruhan atau turbiditas kultur.
• Semakin keruh, suatu kultur, semakin banyak jumlah selnya.
• Prinsip dasar : jika cahaya mengenai sel, maka sebagian
cahaya diserap dan sebagian cahaya diteruskan.
• Jumlah cahaya yang diserap proporsional dengan jumlah sel
• Kelemahan : Tidak dapat membedakan antara sel hidup atau
sel mati
Metode Turbidimetri
Metode Total/Direct Count
• Memerlukan mikroskop dan wadah yang diketahui
volumenya
• Jika setetes kultur dimasukkan kedalam wadah misalnya
haemositometer, maka jumlah sel dapat dihitung
• Kelemahan : tidak dapat membedakan sel hidup dan sel mati
dan tidak digunakan pada jumlah sel yang sangat sedikit
(kurang dari 106
sel/ml)
Metode Total Count
•Haemositometer
• Jumlah sel per ml = jumlah sel bakteri x faktor
pengenceran x volume haemositometer
Tambahkan Trypan blue untuk melihat sel
yang mati
Metode Berat Kering
• Kultur di saring atau disentrifugasi, bagian yang
disaring atau yang mengendap hasil sentrifugasi
dikeringkan.
• Tidak dapat membedakan sel hidup/ sel mati
• Pertumbuhan di ukur dengan satuan berat,
sehingga dapat diperhitungkan dengan parameter
konsumsi substrat dan senyawa yang diinginkan
PENGHITUNGAN BIOMASSA
SENTRIFUG
ASI
5000 RPM,
15’
SENTRIFUG
ASI
5000 RPM,
15’
Buang
supernatan
dan cuci pelet
dengan bufer
Ambil Pelet
dan timbang
Keringkan
dengan oven
sampai berat
konstan
Berat
konstan =
biomassa
Metode Viable Count
• A. METODE TOTAL PLATE COUNT
- Kultur diencerkan sampai batas yang diinginkan
dan diinokulasikan pada medium, sehingga
diharapkan setiap sel tumbuh menjadi satu
koloni
- Terdiri atas metode “Pour plate” dan “Spread
plate”
- Kelemahan : jumlah sel terhitung biasanya lebih
kecil dari sebenarnya (kemungkinan besar 1
koloni dapat berasal lebih dari 2 sel) dan tidak
dapat diaplikasikan pada mikroba yang tumbuh
lambat
Metode Total Plate Count
Metode Total Plate Count
Metode Total Plate Count
• Jumlah mikroba :
D = B x P
D = jml mikroba (cfu/ml)
B = jml koloni mikroba
P = Pengenceran
Syarat : Jumlah koloni yang
dihitung antara 30-300
•Menggunakan colter counter
Jumlah sel per ml = jumlah koloni x faktor
pengenceran x volume bahan
Metode Most Probable Number (MPN)
• Suatu metode statistik untuk menghitung jumlah sel dari suatu
contoh.
• Dasarnya semakin besar jumlah sel, semakin banyak
pengenceran yang diperlukan untuk menurunkan densitas sampai
tidak lebih daripada 1 sel untuk setiap contohn yang diukur.
• Beberapa tabung dengan media digunakan untuk keperluan ini.
• Dihitung jumlah tabung yang menunjukkan adanya pertumbuhan,
kemudian dicocokkan dengan tabel yang tersedia.
• MPN hanya menyatakan 95% kemungkinan bahwa populasi terletak
pada kisaran tertentu.
Contoh Perhitungan dengan MPN.
MPN COLIFORM
KHEMOSTAT
Laju pertumbuhan kultur(sel) diatur dgn bahan
kimia dgn cara mengatur konsentrasi salah satu
substrat terbatas dalam medium
TURBIDOSTAT
Pertumbuhan /konsentrasi sel dipertahankan
konstan dgn cara memonitor kekeruhan
(turbidity) kultur.
KULTUR CONTINU
Kultur Kontinu (Chemostat)Kultur Kontinu (Chemostat)
 Kultur kontinu
merupakan suatu
metode yang bertujuan
untuk
mempertahankan fase
eksponensial
(petumbuhan), dengan
melakukan
penambahan nutrisi
atau komponen yang
dibutuhkan mikroba
untuk tumbuh.
Isolasi Untuk Biakan Murni
• Biakan Murni : Merupakan biakan
yang ditumbuhi (hidup) satu jenis
mikroorganisme saja.
• Teknik Biakan Murni
– Cara Pengenceran
– Cara Penuangan
– Penggesekan/Penggoresan
SEKIAN

Pertumbuhan mikroba

  • 1.
  • 2.
    Pertumbuhan MikroorganismePertumbuhan Mikroorganisme Pertumbuhan secara umum berarti, pertambahan secara teratur semua komponen di dalam sel hidup.  Pada organisme multiseluler ---> peningkatan jumlah sel per organisme, dimana ukuran sel menjadi lebih besar.  Pada organisme uniseluler ---> pertambahan jumlah sel, yang berarti pertambahan jumlah organisme yang membentuk populasi (biakan), koloni.
  • 3.
    • Pertumbuhan individu(sel) --->adanya penambahan volume sel serta bagiannya, atau penambahan kuantitas isi dan kandungan dalam sel. • Pertumbuhan kelompok (populasi) ---> pertambahan jumlah suatu kelompok organisme akibat pertumbuhan individu
  • 4.
    0 10 20 30 40 50 60 70 80 1 2 34 5 Kurva Pertumbuhan X Y I II III IV
  • 5.
    Fase lag • Faselag dikatakan juga fase adaptasi karena pada fase ini belum terjadi pertambahan jumlah sel (statis), tetapi pada fase ini terjadi penyesuaian antara bakteri dan kondisi lingkungan yang baru
  • 6.
    Beberapa faktor yangmempengaruhi proses pada fase Lag • Pada fase lag bakteri membutuhkan ribosom yang banyak untuk energi yang tinggi • Medium dan kondisi lingkungan pertumbuhan yang sama seperti dengan sebelumnya dapat mempercepat proses adaptasi. • Jumlah awal sel yang di inokulasikan mempengaruhi kecepatan adaptasi • Pemindahan kultur kemedium yang lebih sedikit nutrisi dapat memperlambat proses penyesuaian • Biakan yang berada pada fase stasioner juga dapat memperlambat fase lag
  • 7.
    Fase eksponensial • Padaperiode ini terjadi pembiakan dengan cepat dan pertambahan jumlah sel mikroba secara logaritmik
  • 8.
    Fase Eksponensial • Faseini merupakan fase dengan metabolisme dan reproduksi seluler yang paling aktif • Waktu generasi paling rendah dan konstant dan laju pertumbuhan paling tinggi dan konstan • Karena waktu penggandaan ini konstan, plot logaritma pertumbuhan dapat berupa garis lurus. • Selama periode ini, sel menunjukkan sifat yang dapat diamati: bentuk, warna, densitas, dan pengelompokan koloni.
  • 9.
    Waktu Generasi (Generation Time) •Bakteri dapat melakukan pembelahan biner, dimana : 1 2 4 8 16 ...... 2n • Pertumbuhan seperti ini akan membentuk fase eksponensial • Waktu yang dibutuhkan untuk 1 sel membelah menjadi 2 sel adalah waktu generasi (generation time)
  • 10.
    • Beberapa faktoryang dapat menyebabkan menurunnya fase eksponensial – Jika nutrisi penting yang dibutuhkan menghilang selama pertumbuhan, seperti Carbon – Keterbatasan oksigen – Jika media menjadi terlalu asam atau basa
  • 11.
    Fase Stasioner • Padafase ini, pertumbuhan melambat, jumlah sel mati dengan jumlah sel baru seimbang dan populasi stabil. • Ukuran sel menjadi lebih kecil, karena sel tetap membelah meskipun nutrisi sudah habis dan produk metabolit paling tinggi • Akumulasi sisa produk beracun dan kehabisan bahan nutrisi tertentu mungkin menjadi sebab, bersamaan dengan perubahan pH dan suhu. • Dengan menggunakan kemostat mungkin dapat dipertahankan pertumbuhan eksponensial.
  • 12.
    Fase kematian • Biasanya,pada akhir pertumbuhan akan terjadi jumlah sel mati lebih banyak dari pada sel hidup. • Laju kematian sel tinggi dan sel mengalami lisis • Hal ini terus terjadi sampai populasi menjadi sangat kecil jumlahnya.
  • 13.
  • 14.
    Faktor Nutrien Mikroba •Nutrisi : dibutuhkan untuk membentuk energi dan menyusun komponen sel a. Sumber karbon b. Sumber Nitrogen c. Sumber energi d. Faktor tumbuh • Tersedianya air : untuk hidup dan berkembang-biak tergantung pada jumlah air (70 – 80%)
  • 15.
    • Tersedianya oksigen: tiap mikroba butuh oksigen yang berbeda untuk pertumbuhannya. • Komponen antimikroba : komponen antimikroba dalam suatu bahan, dapat menghambat pertumbuhan mikroba
  • 16.
    FAKTOR LINGKUNGAN MIKROBA A.FaktorAbiotik 1. Kelembaban, mikroba punya nilai kelembaban optimum untuk pertumbuhan mikroba 2. Nilai osmotik, larutan hipertonik menghambat pertumbuhan mikroba 3. Nilai pH, asidofilik (pH 2,0 – 5,0), mesofilik (pH 5,5 – 8,0) dan alkalifilik (pH 8,4 – 9,5).
  • 17.
    5. Temperatur Tiap mikrobamempunyai suhu optimum, minimum dan maksimum Psikrofil : mikroba yang hidup pada suhu rendah (0-200 C) Mesofil : mikroba yang tumbuh pada suhu sedang (10-450 C) Termofil : mikroba yang hidup pada suhu tinggi (25-800 C)
  • 18.
    B. Faktor Abiotik 1.Logam berat, Hg, Ag, Cu, Au, Zn, Li, dan Pb dalam kadar rendah bersifat toksik terhadap mikroba. Daya bunuh logam berat pada kadar rendah disebut oligodinamik. 2. Radiasi, umumnya sinar mempunyai daya rusak terhadap sel mikroba, terutama yg tidak punya pigmen fotositesis 3. Tegangan permukaan, dapat mempengaruhi kehidupan mikroba. 4. Tekanan hidrostatik dan mekanik.
  • 19.
    MENGHITUNG PERTUMBUHAN MIKROBA METODE PENGUKURAN PERTUMBUHAN MIKROBA : A. Penghitungan langsung - Metode Turbidimetri - Metode Total Count - Metode Berat Kering B. Penghitungan tak langsung - Metode viable count/TPC
  • 20.
    Metode Turbidimetri • Jumlahsel dapat dihitung dengan cara mengetahui kekeruhan atau turbiditas kultur. • Semakin keruh, suatu kultur, semakin banyak jumlah selnya. • Prinsip dasar : jika cahaya mengenai sel, maka sebagian cahaya diserap dan sebagian cahaya diteruskan. • Jumlah cahaya yang diserap proporsional dengan jumlah sel • Kelemahan : Tidak dapat membedakan antara sel hidup atau sel mati
  • 21.
  • 22.
    Metode Total/Direct Count •Memerlukan mikroskop dan wadah yang diketahui volumenya • Jika setetes kultur dimasukkan kedalam wadah misalnya haemositometer, maka jumlah sel dapat dihitung • Kelemahan : tidak dapat membedakan sel hidup dan sel mati dan tidak digunakan pada jumlah sel yang sangat sedikit (kurang dari 106 sel/ml)
  • 23.
  • 24.
    •Haemositometer • Jumlah selper ml = jumlah sel bakteri x faktor pengenceran x volume haemositometer
  • 25.
    Tambahkan Trypan blueuntuk melihat sel yang mati
  • 26.
    Metode Berat Kering •Kultur di saring atau disentrifugasi, bagian yang disaring atau yang mengendap hasil sentrifugasi dikeringkan. • Tidak dapat membedakan sel hidup/ sel mati • Pertumbuhan di ukur dengan satuan berat, sehingga dapat diperhitungkan dengan parameter konsumsi substrat dan senyawa yang diinginkan
  • 27.
    PENGHITUNGAN BIOMASSA SENTRIFUG ASI 5000 RPM, 15’ SENTRIFUG ASI 5000RPM, 15’ Buang supernatan dan cuci pelet dengan bufer Ambil Pelet dan timbang Keringkan dengan oven sampai berat konstan Berat konstan = biomassa
  • 28.
    Metode Viable Count •A. METODE TOTAL PLATE COUNT - Kultur diencerkan sampai batas yang diinginkan dan diinokulasikan pada medium, sehingga diharapkan setiap sel tumbuh menjadi satu koloni - Terdiri atas metode “Pour plate” dan “Spread plate” - Kelemahan : jumlah sel terhitung biasanya lebih kecil dari sebenarnya (kemungkinan besar 1 koloni dapat berasal lebih dari 2 sel) dan tidak dapat diaplikasikan pada mikroba yang tumbuh lambat
  • 29.
  • 30.
  • 31.
    Metode Total PlateCount • Jumlah mikroba : D = B x P D = jml mikroba (cfu/ml) B = jml koloni mikroba P = Pengenceran Syarat : Jumlah koloni yang dihitung antara 30-300
  • 32.
    •Menggunakan colter counter Jumlahsel per ml = jumlah koloni x faktor pengenceran x volume bahan
  • 33.
    Metode Most ProbableNumber (MPN) • Suatu metode statistik untuk menghitung jumlah sel dari suatu contoh. • Dasarnya semakin besar jumlah sel, semakin banyak pengenceran yang diperlukan untuk menurunkan densitas sampai tidak lebih daripada 1 sel untuk setiap contohn yang diukur. • Beberapa tabung dengan media digunakan untuk keperluan ini. • Dihitung jumlah tabung yang menunjukkan adanya pertumbuhan, kemudian dicocokkan dengan tabel yang tersedia. • MPN hanya menyatakan 95% kemungkinan bahwa populasi terletak pada kisaran tertentu.
  • 34.
  • 35.
  • 36.
    KHEMOSTAT Laju pertumbuhan kultur(sel)diatur dgn bahan kimia dgn cara mengatur konsentrasi salah satu substrat terbatas dalam medium TURBIDOSTAT Pertumbuhan /konsentrasi sel dipertahankan konstan dgn cara memonitor kekeruhan (turbidity) kultur. KULTUR CONTINU
  • 37.
    Kultur Kontinu (Chemostat)KulturKontinu (Chemostat)  Kultur kontinu merupakan suatu metode yang bertujuan untuk mempertahankan fase eksponensial (petumbuhan), dengan melakukan penambahan nutrisi atau komponen yang dibutuhkan mikroba untuk tumbuh.
  • 38.
    Isolasi Untuk BiakanMurni • Biakan Murni : Merupakan biakan yang ditumbuhi (hidup) satu jenis mikroorganisme saja. • Teknik Biakan Murni – Cara Pengenceran – Cara Penuangan – Penggesekan/Penggoresan
  • 39.