Pertumbuhan
mikroorganisme
Nurhayati, M.Si
Pertumbuhan
• Pertumbuhan pada organisme yang makro
merupakan proses bertambahnya ukuran atau
subtansi atau masa zat suatu organisme.
• Pada organisme bersel satu pertumbuhan lebih
diartikan sebagai pertumbuhan koloni, yaitu
pertambahan jumlah koloni yang semakin besar
• Pada mikroba diartikan sebagai pertambahan
jumlah sel mikroba itu sendiri.
Waktu Generasi
Adalah : Selang waktu yang dibutuhkan
sel untuk membelah diri
Tiap spesies bakteri memiliki waktu
generasi yang berbeda-beda,
Ex. Escherichia coli, bakteri umum
yang dijumpai di saluran pencernaan
dan di tempat lain, memiliki waktu
generasi 15-20 menit
Pembelahan biner sel bakteri
Tabel pembelahan biner bakteri setiap 15
menit
Hubungan antara pertambahan sel dengan waktu
adalah berbentuk geometrik eksponensial dengan
rumus 2n
0’ 15’ 30’ 45’ 60’ 75’ 90’ 105’ 120’ 135’
1 sel 2 sel 4 sel 8 sel 16 sel 32 sel 64 sel 128 sel 256 sel 512 sel
20 21 22 23 24 25 26 27 28 29
Kurva pertumbuhan bakteri
Ada 4 fase, yaitu :
 Fase lag
 Fase log
(eksponensial)
 Fase stasioner
 Fase kematian
 Kurva tumbuh bakteri dibuat untuk menggambarkan
karakteristik pertumbuhan bakteri dalam suatu medium.
Kurva pertumbuhan bakteri
 Fase Lag
Pada fase tidak terjadi penambahan jumlah sel, tetapi
aktivitas metabolisme sedang berlangsung untuk persiapan
pembelahan sel. Disebut juga sebagai fase adaptasi
(penyesuaian)
 Fase Log (Eksponensial)
Pola pertumbuhan yang seimbang dan cepat. Sel-sel
bakteri membelah secara teratur dengan laju yang konstan,
tergantung pada komposisi medium kultur dan kondisi
inkubasi sampai nutrien habis.
Kurva pertumbuhan bakteri
 Fase stasioner
Terjadi penumpukan racun akibat metabolisme sel dan
kandungan nutrien mulai habis, akibatnya terjadi
kompetisi nutrisi sehingga beberapa sel mati sedangkan
yang lainnya tetap hidup. Pada fase ini bakteri masih
melakukan aktivitas memproduksi metabolit sekunder
seperti antibiotik.
 Fase Kematian
Grafik menunjukkan penurunan secara tajam karena
merupakan akhir dari suatu individu yang kembali ke titik
awal.
Pengaruh lingkungan terhadap
pertumbuhan
Faktor fisik
 Temperatur
 pH
 Tekanan osmotik
 Oksigen
Faktor kimia
 Karbon
 Nitrogen
 Sulfur
 Fosfor
Temperatur optimum untuk
pertumbuhan mikroba
pH
Organisme yg tumbuh pd
pH rendah dsbut Asidofil
Organisme yg tumbuh pda
pH tinggi dsbut Alkalifil
Tekanan Osmotik
• Keberadaan mikroorganisma di lingkungan
dapat dipengaruhi oleh kepekatan
suspensi/cairan di lingkungan.
• Bila kepekatan suspensi di lingkungan tinggi
maka isi sel akan ke luar. Sebaliknya kepekatan
suspensi di lingkungan rendah maka akan
terjadi pergerakan massa cair ke dalam sel
Efek Osmosis
Oksigen
a) Aerob
mutlak
b) Anaerob
c) Fakultatif
aerob
d) Mikroaerofil
Karbon
Sumber energi
Struktur organik molekul
Bakteri yang bersifat kemoheterotrof
menggunakan karbon organik
Bakteri autotrof menggunakan CO2
Nitrogen
• Terdapat di dalam asam amino dan protein
• Umumnya bakteri berperan sebagai
dekomposer protein
• Beberapa bakteri menggunakan NH4
+ atau
NO3-
Sulfur dan Fosfor
Sulfur
 Terdapat dalam asam
amino, tiamin, dan
biotin
 Beberapa bakteri
menggunakan SO4
2-
atau H2S
Fosfor
 Terdapat di dalam
DNA, RNA, membran,
dan ATP
 PO4
3- merupakan
sumber posfor
Pertumbuhan Mikroorganisme.pptx

Pertumbuhan Mikroorganisme.pptx

  • 1.
  • 2.
    Pertumbuhan • Pertumbuhan padaorganisme yang makro merupakan proses bertambahnya ukuran atau subtansi atau masa zat suatu organisme. • Pada organisme bersel satu pertumbuhan lebih diartikan sebagai pertumbuhan koloni, yaitu pertambahan jumlah koloni yang semakin besar • Pada mikroba diartikan sebagai pertambahan jumlah sel mikroba itu sendiri.
  • 3.
    Waktu Generasi Adalah :Selang waktu yang dibutuhkan sel untuk membelah diri Tiap spesies bakteri memiliki waktu generasi yang berbeda-beda, Ex. Escherichia coli, bakteri umum yang dijumpai di saluran pencernaan dan di tempat lain, memiliki waktu generasi 15-20 menit
  • 4.
  • 5.
    Tabel pembelahan binerbakteri setiap 15 menit Hubungan antara pertambahan sel dengan waktu adalah berbentuk geometrik eksponensial dengan rumus 2n 0’ 15’ 30’ 45’ 60’ 75’ 90’ 105’ 120’ 135’ 1 sel 2 sel 4 sel 8 sel 16 sel 32 sel 64 sel 128 sel 256 sel 512 sel 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29
  • 6.
    Kurva pertumbuhan bakteri Ada4 fase, yaitu :  Fase lag  Fase log (eksponensial)  Fase stasioner  Fase kematian  Kurva tumbuh bakteri dibuat untuk menggambarkan karakteristik pertumbuhan bakteri dalam suatu medium.
  • 7.
    Kurva pertumbuhan bakteri Fase Lag Pada fase tidak terjadi penambahan jumlah sel, tetapi aktivitas metabolisme sedang berlangsung untuk persiapan pembelahan sel. Disebut juga sebagai fase adaptasi (penyesuaian)  Fase Log (Eksponensial) Pola pertumbuhan yang seimbang dan cepat. Sel-sel bakteri membelah secara teratur dengan laju yang konstan, tergantung pada komposisi medium kultur dan kondisi inkubasi sampai nutrien habis.
  • 8.
    Kurva pertumbuhan bakteri Fase stasioner Terjadi penumpukan racun akibat metabolisme sel dan kandungan nutrien mulai habis, akibatnya terjadi kompetisi nutrisi sehingga beberapa sel mati sedangkan yang lainnya tetap hidup. Pada fase ini bakteri masih melakukan aktivitas memproduksi metabolit sekunder seperti antibiotik.  Fase Kematian Grafik menunjukkan penurunan secara tajam karena merupakan akhir dari suatu individu yang kembali ke titik awal.
  • 9.
    Pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan Faktorfisik  Temperatur  pH  Tekanan osmotik  Oksigen Faktor kimia  Karbon  Nitrogen  Sulfur  Fosfor
  • 10.
  • 11.
    pH Organisme yg tumbuhpd pH rendah dsbut Asidofil Organisme yg tumbuh pda pH tinggi dsbut Alkalifil
  • 12.
    Tekanan Osmotik • Keberadaanmikroorganisma di lingkungan dapat dipengaruhi oleh kepekatan suspensi/cairan di lingkungan. • Bila kepekatan suspensi di lingkungan tinggi maka isi sel akan ke luar. Sebaliknya kepekatan suspensi di lingkungan rendah maka akan terjadi pergerakan massa cair ke dalam sel
  • 13.
  • 14.
    Oksigen a) Aerob mutlak b) Anaerob c)Fakultatif aerob d) Mikroaerofil
  • 15.
    Karbon Sumber energi Struktur organikmolekul Bakteri yang bersifat kemoheterotrof menggunakan karbon organik Bakteri autotrof menggunakan CO2
  • 16.
    Nitrogen • Terdapat didalam asam amino dan protein • Umumnya bakteri berperan sebagai dekomposer protein • Beberapa bakteri menggunakan NH4 + atau NO3-
  • 17.
    Sulfur dan Fosfor Sulfur Terdapat dalam asam amino, tiamin, dan biotin  Beberapa bakteri menggunakan SO4 2- atau H2S Fosfor  Terdapat di dalam DNA, RNA, membran, dan ATP  PO4 3- merupakan sumber posfor