Fungi (Mycology)
Pendahuluan
• Di dalam dunia mikrobia,
jamur termasuk divisio
Mycota (fungi).
• Mycota berasal dari kata
mykes (bahasa Yunani),
disebut juga fungi (bahasa
Latin).
Beberapa istilah yang dikenal untuk
menyebut jamur
• Mushroom yaitu jamur yang dapat
menghasilkan badan buah besar, termasuk
jamur yang dapat dimakan
• Mold yaitu jamur yang berbentuk seperti
benang-benang
• Khamir yaitu golongan jamur bersel satu
Ciri Umum
• Jamur merupakan jasad yang tergolong dalam eukariot
• Multiseluler atau uniseluler
• Sel-sel jamur tidak memiliki berklorofil
• Dinding sel tersusun dari khitin, dan belum ada diferensiasi
jaringan
• Jamur bersifat khemoorganoheterotrof karena
memperoleh energi dari oksidasi senyawa organik.
• Jamur memerlukan oksigen untuk hidupnya (bersifat
aerobik)
• Habitat (tempat hidup) jamur terdapat pada air dan tanah
• Cara hidupnya bebas atau bersimbiosis, tumbuh sebagai
saprofit atau parasit pada tanaman, hewan dan manusia.
Cara Fungi mendapatkan nutrisi melalui 3 cara :
1. Saprofit.
Menguraikan sisa bagian makhluk hidup yang sudah mati.
2. Parasit.
Mengambil nutrisi dari makhluk yang masih hidup.
Hidup bersama makhluk hidup lainnya.
3. Simbiosis.
Jamur Parasit
Hifa
Cacing
Nematoda
Lichen, Simbiosis Jamur dengan Algae
Morphological classification
a- Filamentous fungi (molds)
Grow as threads (hyphae)
Interlace to form mycelium
b-Yeasts:
single cells, reproduce by budding
separate : Cryptococcus neoformans
attached : Candida albicans
c- Dimorphic :
exist in two forms (Histoplasma capsulatum)
Yeasts (at 37 °C) Or Molds (at 27 °C)
1. Jamur Filamen (hyphae)/Kapang
• Jamur benang terdiri atas massa benang yang bercabang-cabang
(miselium) yang tersusun dari hifa (filamen) yang merupakan benang-
benang tunggal. Susunan dari filamen-filamen disebut thallus.
• Berdasarkan fungsinya dibedakan dua macam hifa, yaitu
– Hifa fertil adalah hifa yang dapat membentuk sel-sel reproduksi atau spora-
spora. Apabila hifa tersebut arah pertumbuhannya keluar dari media disebut
hifa udara.
– Hifa vegetatif adalah hifa yang berfungsi untuk menyerap makanan dari
substrat.
• Berdasarkan bentuknya hifa dibedakan menjadi dua macam, yaitu
– Hifa yang tidak bersepta merupakan ciri jamur yang termasuk Phycomycetes
(Jamur tingkat rendah). Hifa ini merupakan sel yang memanjang, bercabang-
cabang, terdiri atas sitoplasma dengan banyak inti (soenositik).
– Hifa yang bersepta merupakan ciri dari jamur tingkat tinggi, atau yang
termasuk Eumycetes.
Structure of Fungi
• Filaments of fungi are
called hyphae.
• The cell walls contain
chitin.
• The MYCELIUM is a mat
of hyphae visible to the
unaided eye ( bread
mold)
• Some hyphae may
divided by cross sections
called septa
Septated
Unseptated - coenocytic
Perkembangbiakan
• Jamur dapat berkembang biak secara vegetatif
(aseksual) dan generatif (seksual).
– Perkembang biakan aseksual
dengan fragmentasi miselium (thalus) dan
pembentukan spora aseksual.
– Perkembang biakan secara seksual
pembentukan spora seksual dan peleburan gamet
(sel seksual)
Aseksual
• Ada 4 cara perkembang biakan dengan
fragmentasi thalus yaitu,
– Dengan pembentukan tunas, misalnya pada khamir
– Dengan blastospora, yaitu tunas yang tumbuh
menjadi spora, misalnya pada Candida sp.,
– Dengan arthrospora (oidium), yaitu terjadinya
segmentasi pada ujung-ujung hifa, kemudian sel-sel
membulat dan akhirnya lepas menjadi spora, misalnya
pada Geotrichum sp.,
– Dengan chlamydospora, yaitu pembulatan dan
penebalan dinding sel pada hifa vegetatif, misalnya
pada Geotrichum sp.
• Pembentukan Spora aseksual
– Pada jamur tingkat rendah, terbentuk sebagai
hasil pembelahan inti berulang-ulang. Misalnya
spora yang terbentuk di dalam sporangium. Spora
ini disebut sporangiospora.
– Pada jamur tingkat tinggi, terbentuk spora yang
disebut konidia. Konidi terbentuk pada ujung
konidiofor, terbentuk dari ujung hifa atau dari
konidia yang telah terbentuk sebelumnya
Seksual
• Perkembang biakan secara seksual, dilakukan
dengan pembentukan spora seksual dan
peleburan gamet (sel seksual). Ada dua tipe
kelamin (mating type) dari sel seksual, yaitu
tipe kelamin + (jantan) dan tipe kelamin –
(betina). Peleburan gamet terjadi antara 2 tipe
kelamin yang berbeda.
• Proses reproduksi secara seksual dibagi
menjadi 3 tingkatan, yaitu:
– Plasmogami yaitu meleburnya 2 plasma sel,
– Kariogami yaitu meleburnya 2 inti haploid yang
menghasilkan satu inti diploid,
– Meiosis yaitu pembelahan reduksi yang
menghasilkan inti haploid.
• Bentuk dan cara reproduksi jamur sangat
beraneka ragam, dan dapat digunakan sebagai
dasar untuk mengklasifikasikan jamur tersebut
Bentuk Reproduksi Seksual
• Askospora, spora bersel satu terbentuk dalam
kantung yang disebut dengan askus
• Basidiospora, Spora bersel satu berbentuk gada
yang dinamakan basidium
• Zigospora, spora besar dan berdinding tebal yang
terbentuk apabila ujung-ujung dua hifa yang
secara seksual serasi, dinamakan gametangia
• Oospora, spora yang terbentuk dalam struktur
betina khusus yang disebut oogonium.
Askus yang mengandung askosporaFrakmentasi hifa
Pengklasifikasian Jamur
• Ada beberapa klasis jamur diantaranya
– Phycomycetes (Jamur tingkat rendah)
– Eumycetes (Jamur tingkat tinggi).
Eumycetes terdiri atas 3 klasis yaitu
• Ascomycetes,
• Basidiomycetes
• Deuteromycetes (Fungi imperfecti).
– Acrasiomycetes (Jamur lendir selular)
– Myxomycetes (Jamur lendir sejati)
PHYCOMYCETES
• Jamur ini termasuk jamur benang dengan hifa tidak
bersepta,
• Sel vegetatif multinukleat
• Secara vegetatif dapat memperbanyak diri dengan
potongan-potongan hifa, dan menghasilkan spora
aseksual dalam sporangium (sporangiospora).
• Perkembang biakan secara generatif dengan
membentuk spora seksual.
• Berdasarkan tipe sporanya maka jamur ini juga dapat
dikelompokkan dalam Oomycetes dan Zygomycetes.
• Contoh jamur klas Oomycetes adalah
– Saprolegnia sp. (jamur air)
– Phytophthora infestans (penyebab penyakit potato blight),
– Plasmopora viticola (penyebab penyakit embun tepung
pada tanaman).
• Jamur yang termasuk Zygomycetes ada 3 order, yaitu
– Mucorales, diantaranya Mucor sp. Dan Rhizopus sp.
Rhizopus nigricans adalah jamur roti, R. oryzae, R.
olygosporus, dan R. stolonifer adalah jamur yang biasa
digunakan pada fermentasi tempe.
– Entomophthorales,
– Zoopagales
ASCOMYCETES
• Mempunyai hifa bersepta, dan dapat membentuk
konidiofor.
• Jamur ini umumnya dapat merombak bahan organik
seperti kayu, buah, kulit, dan sisa-sisa tanaman.
• Jamur ini umumnya dapat menghasilkan pigmen hitam,
coklat, merah, dan hijau.
• Secara vegetatif dapat berkembang biak dengan
potongan hifa, dan pada beberapa jenis dapat
menghasilkan konidia secara aseksual.
• Secara generatif dapat membentuk badan buah yang
disebut askokarp, yang di dalamnya terdapat askus
(kantong) yang menghasilkan askospora.
Copyright © Sugeng
Publishing – silahkan gunakan
slide ini untuk kemajuan
Siklus Hidup Jamur Ascomicotina
Key
Konjugasi
Inti melebur
Meiosis
Contohnya : Neurospora
Haploid (1n)
Heterokaryotic (1n + 1n)
Diploid (2n)
Reproduksi Seksual
Reproduksi
Aseksual
Hifa (+)
Hifa (-)
Sel Ascus
menghasilkan
spora
Sel Ascus
• Contoh genus Aspergillus dan Penicillium.
• Spesies seperti P. roqueforti dan P.
camemberti dapat digunakan untuk flavour
(aroma).
• Penicillium notatum dan Penicillium
chrysogenum untuk produksi antibiotik
penisilin.
• Jamur Aspergillus niger untuk fermentasi
asam sitrat, Aspergillus oryzae dan Aspergillus
wentii untuk fermentasi kecap.
BASIODIOMYCETES
• Mempunyai basidium yang berbentuk seperti
gada, tidak bersekat, dan mengandung 4
basidiospora di ujungnya.
• Pada jamur tertentu mempunyai hymenium
atau lapisan-lapisan dalam badan buah.
Hymenium terdapat pada mushroom, maka
disebut juga Hymenomycetes.
• Contoh jamur ini adalah Pleurotus sp (Jamur
Tiram), Cyantus sp.
Copyright © Sugeng Publishing – silahkan gunakan slide ini untuk kemajuan bersama
Key
Konjugasi
Peleburan Inti
Meiosis
Haploid (1n)
Heterokaryotic (1n + 1n)
Diploid (2n)
Reproduksi Seksual
Hifa (+)
Hifa (-)
Sel Basidium dgn
basidiospora
Basidiocarp
Siklus Hidup Jamur Basidiomicotina
Sel Basidium,
penghasil
spora
Copyright © Sugeng
Publishing – silahkan gunakan
slide ini untuk kemajuan
Hifa
Miselium
Badan Buah
Sel
Penghasil
Spora
DEUTEROMYCETES (FUNGI IMPERFECTI)
• Memiliki hifa bersepta
• Tidak mempunyai bentuk (fase) seksual
• Perkembangbiakan aseksual menggunakan
konidia
• Miseliumnya bersifat homokariotik.
• Habitat pada tanah, tumbuhan dan hewan
• Contoh jamur ini adalah beberapa spesies
Aspergillus, Penicillium, dan Monilia.
ACRASIOMYCETES
• Merupakan kelompok jamur lendir selular,
• Habitat hidup bebas di dalam tanah, biasanya diisolasi dari
tanah humus.
• Bentuk vegetatifnya berupa sel berinti satu yang amoeboid,
seperti protozoa uniselular dan disebut juga
pseudoplasmodium
• Dapat bergerak diatas media padat (pseudopodia),
• Mendapatkan makan dengan cara fagositosis, misalnya
dengan memakan bakteri.
• Sifatnya yang mirip fungi adalah adanya stadium badan
buah, dan terbentuknya spora.
• Contoh jamur ini adalah Dictyostelium mucoroides dan D.
discoideum
MYXOMYCETES
• Jamur ini merupakan jamur lendir sejati.
• Jamur ini dapat ditemukan pada kayu terombak, guguran daun,
kulit kayu, dan kayu.
• Bentuk vegetatifnya disebut plasmodium. Plasmodium merupakan
masa sitoplasma berinti banyak dan tidak dibatasi oleh dinding sel
yang kuat.
• Sel-selnya mempunyai gerakan amoeboid diatas substrat.
• Cara makan dengan fagositosis.
• Apabila plasmodium merayap ke tempat yang kering, akan
terbentuk badan buah. Badan buah menghasilkan spora berinti satu
yang diselubungi dinding sel. Spora berasal dari inti-inti
plasmodium.
• Contoh jamur ini adalah Lycogala epidendron, Cribraria rufa , dan
Fuligo septica
2. KHAMIR
• Khamir atau disebut yeast, merupakan jamur bersel satu
yang mikroskopik, tidak berflagela.
• Beberapa genera membentuk filamen (pseudomiselium).
• Cara hidupnya sebagai saprofit dan parasit. Hidup di dalam
tanah atau debu di udara, tanah, daun-daun, nektar bunga,
permukaan buah-buahan, di tubuh serangga, dan cairan
yang mengandung gula seperti sirup, madu dan lain-lain.
• Khamir berbentuk bulat (speroid), elips, batang atau
silindris, seperti buah jeruk, sosis, dan lain-lain. Bentuknya
yang tetap dapat digunakan untuk identifikasi.
• Reproduksi vegetatif terjadi dengan pertunasan
• Khamir dapat dimasukkan ke dalam klas Ascomycetes,
Basidiomycetes dan Deuteromycetes
• Sel Khamir
Perkembangbiakan
• Perkembang biakan sel khamir dapat terjadi secara
vegetatif maupun secara generatif (seksual).
– Secara vegetatif (aseksual),
– Dengan cara bertunas (Candida sp., dan khamir pada umumnya),
– Membentuk spora aseksual (klas Ascomycetes).
• Secara generatif dengan cara konyugasi (reproduksi
seksual). Konyugasi khamir ada 3 macam, yaitu
– Konyugasi isogami ( Schizosaccharomyces octosporus),
– Konyugasi heterogami (Zygosaccharomyces priorianus),
– Konyugasi askospora pada Zygosaccharomyces sp. dan
Schizosaccharomyces sp. serta pada Saccharomyces sp., dan
Saccharomycodes sp.
Fungi in the Food Industry
Mushrooms, morels
and truffles are
widely consumed by
humans.
Fungi are Plant Pathogens
• Many fungi attack grain
or fruit.
Tinea Capitis (Scalp)
Tinea pedis (Foot)
Fungi form beneficial partnerships
(symbiosis) with other organisms such as
trees and flowering plants:
Lichen – symbiotic relationship
between algae and fungi
Algae
hyphae
END

Fungi (mycology)

  • 1.
  • 2.
    Pendahuluan • Di dalamdunia mikrobia, jamur termasuk divisio Mycota (fungi). • Mycota berasal dari kata mykes (bahasa Yunani), disebut juga fungi (bahasa Latin).
  • 3.
    Beberapa istilah yangdikenal untuk menyebut jamur • Mushroom yaitu jamur yang dapat menghasilkan badan buah besar, termasuk jamur yang dapat dimakan • Mold yaitu jamur yang berbentuk seperti benang-benang • Khamir yaitu golongan jamur bersel satu
  • 4.
    Ciri Umum • Jamurmerupakan jasad yang tergolong dalam eukariot • Multiseluler atau uniseluler • Sel-sel jamur tidak memiliki berklorofil • Dinding sel tersusun dari khitin, dan belum ada diferensiasi jaringan • Jamur bersifat khemoorganoheterotrof karena memperoleh energi dari oksidasi senyawa organik. • Jamur memerlukan oksigen untuk hidupnya (bersifat aerobik) • Habitat (tempat hidup) jamur terdapat pada air dan tanah • Cara hidupnya bebas atau bersimbiosis, tumbuh sebagai saprofit atau parasit pada tanaman, hewan dan manusia.
  • 5.
    Cara Fungi mendapatkannutrisi melalui 3 cara : 1. Saprofit. Menguraikan sisa bagian makhluk hidup yang sudah mati. 2. Parasit. Mengambil nutrisi dari makhluk yang masih hidup. Hidup bersama makhluk hidup lainnya. 3. Simbiosis. Jamur Parasit Hifa Cacing Nematoda Lichen, Simbiosis Jamur dengan Algae
  • 6.
    Morphological classification a- Filamentousfungi (molds) Grow as threads (hyphae) Interlace to form mycelium b-Yeasts: single cells, reproduce by budding separate : Cryptococcus neoformans attached : Candida albicans c- Dimorphic : exist in two forms (Histoplasma capsulatum) Yeasts (at 37 °C) Or Molds (at 27 °C)
  • 7.
    1. Jamur Filamen(hyphae)/Kapang • Jamur benang terdiri atas massa benang yang bercabang-cabang (miselium) yang tersusun dari hifa (filamen) yang merupakan benang- benang tunggal. Susunan dari filamen-filamen disebut thallus. • Berdasarkan fungsinya dibedakan dua macam hifa, yaitu – Hifa fertil adalah hifa yang dapat membentuk sel-sel reproduksi atau spora- spora. Apabila hifa tersebut arah pertumbuhannya keluar dari media disebut hifa udara. – Hifa vegetatif adalah hifa yang berfungsi untuk menyerap makanan dari substrat. • Berdasarkan bentuknya hifa dibedakan menjadi dua macam, yaitu – Hifa yang tidak bersepta merupakan ciri jamur yang termasuk Phycomycetes (Jamur tingkat rendah). Hifa ini merupakan sel yang memanjang, bercabang- cabang, terdiri atas sitoplasma dengan banyak inti (soenositik). – Hifa yang bersepta merupakan ciri dari jamur tingkat tinggi, atau yang termasuk Eumycetes.
  • 8.
    Structure of Fungi •Filaments of fungi are called hyphae. • The cell walls contain chitin. • The MYCELIUM is a mat of hyphae visible to the unaided eye ( bread mold) • Some hyphae may divided by cross sections called septa Septated Unseptated - coenocytic
  • 9.
    Perkembangbiakan • Jamur dapatberkembang biak secara vegetatif (aseksual) dan generatif (seksual). – Perkembang biakan aseksual dengan fragmentasi miselium (thalus) dan pembentukan spora aseksual. – Perkembang biakan secara seksual pembentukan spora seksual dan peleburan gamet (sel seksual)
  • 10.
    Aseksual • Ada 4cara perkembang biakan dengan fragmentasi thalus yaitu, – Dengan pembentukan tunas, misalnya pada khamir – Dengan blastospora, yaitu tunas yang tumbuh menjadi spora, misalnya pada Candida sp., – Dengan arthrospora (oidium), yaitu terjadinya segmentasi pada ujung-ujung hifa, kemudian sel-sel membulat dan akhirnya lepas menjadi spora, misalnya pada Geotrichum sp., – Dengan chlamydospora, yaitu pembulatan dan penebalan dinding sel pada hifa vegetatif, misalnya pada Geotrichum sp.
  • 11.
    • Pembentukan Sporaaseksual – Pada jamur tingkat rendah, terbentuk sebagai hasil pembelahan inti berulang-ulang. Misalnya spora yang terbentuk di dalam sporangium. Spora ini disebut sporangiospora. – Pada jamur tingkat tinggi, terbentuk spora yang disebut konidia. Konidi terbentuk pada ujung konidiofor, terbentuk dari ujung hifa atau dari konidia yang telah terbentuk sebelumnya
  • 12.
    Seksual • Perkembang biakansecara seksual, dilakukan dengan pembentukan spora seksual dan peleburan gamet (sel seksual). Ada dua tipe kelamin (mating type) dari sel seksual, yaitu tipe kelamin + (jantan) dan tipe kelamin – (betina). Peleburan gamet terjadi antara 2 tipe kelamin yang berbeda.
  • 13.
    • Proses reproduksisecara seksual dibagi menjadi 3 tingkatan, yaitu: – Plasmogami yaitu meleburnya 2 plasma sel, – Kariogami yaitu meleburnya 2 inti haploid yang menghasilkan satu inti diploid, – Meiosis yaitu pembelahan reduksi yang menghasilkan inti haploid. • Bentuk dan cara reproduksi jamur sangat beraneka ragam, dan dapat digunakan sebagai dasar untuk mengklasifikasikan jamur tersebut
  • 14.
    Bentuk Reproduksi Seksual •Askospora, spora bersel satu terbentuk dalam kantung yang disebut dengan askus • Basidiospora, Spora bersel satu berbentuk gada yang dinamakan basidium • Zigospora, spora besar dan berdinding tebal yang terbentuk apabila ujung-ujung dua hifa yang secara seksual serasi, dinamakan gametangia • Oospora, spora yang terbentuk dalam struktur betina khusus yang disebut oogonium.
  • 15.
    Askus yang mengandungaskosporaFrakmentasi hifa
  • 16.
    Pengklasifikasian Jamur • Adabeberapa klasis jamur diantaranya – Phycomycetes (Jamur tingkat rendah) – Eumycetes (Jamur tingkat tinggi). Eumycetes terdiri atas 3 klasis yaitu • Ascomycetes, • Basidiomycetes • Deuteromycetes (Fungi imperfecti). – Acrasiomycetes (Jamur lendir selular) – Myxomycetes (Jamur lendir sejati)
  • 17.
    PHYCOMYCETES • Jamur initermasuk jamur benang dengan hifa tidak bersepta, • Sel vegetatif multinukleat • Secara vegetatif dapat memperbanyak diri dengan potongan-potongan hifa, dan menghasilkan spora aseksual dalam sporangium (sporangiospora). • Perkembang biakan secara generatif dengan membentuk spora seksual. • Berdasarkan tipe sporanya maka jamur ini juga dapat dikelompokkan dalam Oomycetes dan Zygomycetes.
  • 19.
    • Contoh jamurklas Oomycetes adalah – Saprolegnia sp. (jamur air) – Phytophthora infestans (penyebab penyakit potato blight), – Plasmopora viticola (penyebab penyakit embun tepung pada tanaman). • Jamur yang termasuk Zygomycetes ada 3 order, yaitu – Mucorales, diantaranya Mucor sp. Dan Rhizopus sp. Rhizopus nigricans adalah jamur roti, R. oryzae, R. olygosporus, dan R. stolonifer adalah jamur yang biasa digunakan pada fermentasi tempe. – Entomophthorales, – Zoopagales
  • 20.
    ASCOMYCETES • Mempunyai hifabersepta, dan dapat membentuk konidiofor. • Jamur ini umumnya dapat merombak bahan organik seperti kayu, buah, kulit, dan sisa-sisa tanaman. • Jamur ini umumnya dapat menghasilkan pigmen hitam, coklat, merah, dan hijau. • Secara vegetatif dapat berkembang biak dengan potongan hifa, dan pada beberapa jenis dapat menghasilkan konidia secara aseksual. • Secara generatif dapat membentuk badan buah yang disebut askokarp, yang di dalamnya terdapat askus (kantong) yang menghasilkan askospora.
  • 21.
    Copyright © Sugeng Publishing– silahkan gunakan slide ini untuk kemajuan Siklus Hidup Jamur Ascomicotina Key Konjugasi Inti melebur Meiosis Contohnya : Neurospora Haploid (1n) Heterokaryotic (1n + 1n) Diploid (2n) Reproduksi Seksual Reproduksi Aseksual Hifa (+) Hifa (-) Sel Ascus menghasilkan spora Sel Ascus
  • 22.
    • Contoh genusAspergillus dan Penicillium. • Spesies seperti P. roqueforti dan P. camemberti dapat digunakan untuk flavour (aroma). • Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum untuk produksi antibiotik penisilin. • Jamur Aspergillus niger untuk fermentasi asam sitrat, Aspergillus oryzae dan Aspergillus wentii untuk fermentasi kecap.
  • 23.
    BASIODIOMYCETES • Mempunyai basidiumyang berbentuk seperti gada, tidak bersekat, dan mengandung 4 basidiospora di ujungnya. • Pada jamur tertentu mempunyai hymenium atau lapisan-lapisan dalam badan buah. Hymenium terdapat pada mushroom, maka disebut juga Hymenomycetes. • Contoh jamur ini adalah Pleurotus sp (Jamur Tiram), Cyantus sp.
  • 24.
    Copyright © SugengPublishing – silahkan gunakan slide ini untuk kemajuan bersama Key Konjugasi Peleburan Inti Meiosis Haploid (1n) Heterokaryotic (1n + 1n) Diploid (2n) Reproduksi Seksual Hifa (+) Hifa (-) Sel Basidium dgn basidiospora Basidiocarp Siklus Hidup Jamur Basidiomicotina Sel Basidium, penghasil spora
  • 25.
    Copyright © Sugeng Publishing– silahkan gunakan slide ini untuk kemajuan Hifa Miselium Badan Buah Sel Penghasil Spora
  • 26.
    DEUTEROMYCETES (FUNGI IMPERFECTI) •Memiliki hifa bersepta • Tidak mempunyai bentuk (fase) seksual • Perkembangbiakan aseksual menggunakan konidia • Miseliumnya bersifat homokariotik. • Habitat pada tanah, tumbuhan dan hewan • Contoh jamur ini adalah beberapa spesies Aspergillus, Penicillium, dan Monilia.
  • 27.
    ACRASIOMYCETES • Merupakan kelompokjamur lendir selular, • Habitat hidup bebas di dalam tanah, biasanya diisolasi dari tanah humus. • Bentuk vegetatifnya berupa sel berinti satu yang amoeboid, seperti protozoa uniselular dan disebut juga pseudoplasmodium • Dapat bergerak diatas media padat (pseudopodia), • Mendapatkan makan dengan cara fagositosis, misalnya dengan memakan bakteri. • Sifatnya yang mirip fungi adalah adanya stadium badan buah, dan terbentuknya spora. • Contoh jamur ini adalah Dictyostelium mucoroides dan D. discoideum
  • 28.
    MYXOMYCETES • Jamur inimerupakan jamur lendir sejati. • Jamur ini dapat ditemukan pada kayu terombak, guguran daun, kulit kayu, dan kayu. • Bentuk vegetatifnya disebut plasmodium. Plasmodium merupakan masa sitoplasma berinti banyak dan tidak dibatasi oleh dinding sel yang kuat. • Sel-selnya mempunyai gerakan amoeboid diatas substrat. • Cara makan dengan fagositosis. • Apabila plasmodium merayap ke tempat yang kering, akan terbentuk badan buah. Badan buah menghasilkan spora berinti satu yang diselubungi dinding sel. Spora berasal dari inti-inti plasmodium. • Contoh jamur ini adalah Lycogala epidendron, Cribraria rufa , dan Fuligo septica
  • 29.
    2. KHAMIR • Khamiratau disebut yeast, merupakan jamur bersel satu yang mikroskopik, tidak berflagela. • Beberapa genera membentuk filamen (pseudomiselium). • Cara hidupnya sebagai saprofit dan parasit. Hidup di dalam tanah atau debu di udara, tanah, daun-daun, nektar bunga, permukaan buah-buahan, di tubuh serangga, dan cairan yang mengandung gula seperti sirup, madu dan lain-lain. • Khamir berbentuk bulat (speroid), elips, batang atau silindris, seperti buah jeruk, sosis, dan lain-lain. Bentuknya yang tetap dapat digunakan untuk identifikasi. • Reproduksi vegetatif terjadi dengan pertunasan • Khamir dapat dimasukkan ke dalam klas Ascomycetes, Basidiomycetes dan Deuteromycetes
  • 30.
  • 31.
    Perkembangbiakan • Perkembang biakansel khamir dapat terjadi secara vegetatif maupun secara generatif (seksual). – Secara vegetatif (aseksual), – Dengan cara bertunas (Candida sp., dan khamir pada umumnya), – Membentuk spora aseksual (klas Ascomycetes). • Secara generatif dengan cara konyugasi (reproduksi seksual). Konyugasi khamir ada 3 macam, yaitu – Konyugasi isogami ( Schizosaccharomyces octosporus), – Konyugasi heterogami (Zygosaccharomyces priorianus), – Konyugasi askospora pada Zygosaccharomyces sp. dan Schizosaccharomyces sp. serta pada Saccharomyces sp., dan Saccharomycodes sp.
  • 32.
    Fungi in theFood Industry Mushrooms, morels and truffles are widely consumed by humans.
  • 33.
    Fungi are PlantPathogens • Many fungi attack grain or fruit.
  • 34.
  • 35.
  • 36.
    Fungi form beneficialpartnerships (symbiosis) with other organisms such as trees and flowering plants: Lichen – symbiotic relationship between algae and fungi Algae hyphae
  • 37.