PENGUKURAN TIRUS DALAM DAN TIRUS LUAR
1. Kompetensi
Setelah melaksanakan praktik praktikan/mahasiswa diharapkan:
Terampil dalam mengukur dimensi radius dan sudut poros tirus dan lubang tirus.
2. Dasar Teori
Elemen mesin yang dipergunakan pada suatu mesin perkakas, alat bantu mesin perkakas,
atau alat potong biasanya mempunyai ketirusan tertentu baik tirus dalam maupun luar. Untuk
pengukuran sudutnya tidak mempunyai alat khusus, maka diperlukan alat ukur bantu yang
berupa bola/rol baja (Steel Roller and Steel Ball). Dengan bantuan alat bantu tersebut kita akan
dapat mengetahui ukurannya, yang biasanya alat ini tersedia di lab metrologi. Dengan bantuan
rumus matematika (geometri dan trigonometri) kita dapat menyusun suatu rumus untuk
mencari diameter atau dimensi suatu benda tirus. Benda tirus tersebut misalnya senter mati
(dead center), senter jalan (live center), atau poros arbor (poros pemegang pahat frais).
3. Prosedur Praktikum
A. Alat dan Perlengkapannya
Satu set bola/rol baja, satu set blok ukur, jangka sorong, mikrometer kedalaman/luar, high
gauge (mistar ingsut ketinggian), V-Block, benda ukur (dead center) dan alat-alat
pembersih.
B. Keselamatan Kerja
Hati-hati dalam menyetel posisi blok ukur, rol ataupun bola baja agar kesalahan
pengukuran sekecil mungkin.
C. Langkah kerja
Pengukuran Tirus Luar
a) Benda ukur diatur posisinya diatas meja rata dengan bantuanV-Block atau
diberdirikan.
b) Ambil bola baja atau rol baja dua buah yang sama ukurannya, serta sepasang blok ukur
(ukuran sama panjang).
c) Letakkan bola tersebut pada posisi seperti gambar.
d) Ukurlah bagian-bagian yang ditunjukkan pada gambar.
e) Demikian seterusnya dengan posisi yang lain sesuai pada tabel.
D max =
Pengukuran Tirus Dalam
a) Prosedurnya sama dengan di luar bedanya pada penggunaan bola baja.
b) Ambil bola baja dua buah yang sama ukurannya.
c) Letakkan bola baja tersebut pada posisi seperti pada gambar.
d) Ukurlah bagian-bagian yang perlu diukur.
D. Data Pengukuran
 Tabel Pengukuran Tirus Dalam
NO Diameter Rolers h α Keterangan
1
1. 21 1. 54,39
2° 46' 37,36"
D max = 24,1662
2. 22 2. 33,20 D min = 20,5196
2
1. 22 1. 33,20
3° 1' 5,28"
D max = 24,3374
2. 23 2. 13,79 D min = 20,3786
3
1. 21 1. 54,39
2° 53' 41,85"
D max = 24,2773
2. 23 2. 13,79 D min = 20,4965
H = 74,86
Suhu Ruang : 27 ° C
Kelembaban : 81 %
Tanggal Praktikum : 11 November 2014
 Tabel Pengukuran Tirus Luar
NO Tinggi Gage Block (h) Tinggi H (mm) Jarak M (mm) Hasil Perhitungan
1
1. 10 mm 1. 8,22 1. 37,28 D max = 25,3698 mm
2. 50 mm 2. 69,12 2. 38,50
Ketirusan α = 1° 8' 51,52"
2
1. 15 1. 8,22 1. 37,50 D max = 25,6076 mm
2. 55 2. 69,12 2. 38,74
Ketirusan α = 1° 9' 59,23"
3
1. 20 1. 8,22 1. 37,84 D max = 25,5546 mm
2. 60 2. 69,12 2. 38,64
Ketirusan α = 0° 45' 9,34"
4
1. 25 1. 8,22 1. 38,02 D max = 26,0026 mm
2. 65 2. 69,12 2. 39,12
Ketirusan α = 1° 2' 5,23"
diameter bola baja/ d = 13 mm
Suhu Ruang : 27 ° C
Kelembaban : 81 %
Tanggal Praktikum : 11 November 2014
E. Analisa Data Ukur
Pada saat melakukan praktek waktu mencar nilai H, h, dan M agak sulit, dikarenakan
bola baja yang terus bergerak, sehingga praktikan harus sekreatif mungkin agar pengukuran
yang dihasilkan tepat dan akurat dan Kemungkinan terjadi kesalahan data saat proses
pengukuran yang melibatkan mikrometer dan bola baja, sehingga sensor mikrometer sulit
untuk menyentuh titik tertinggi dari bola baja.
Dari data diatas kelopok kami dapat menganalisa:
I. Pengukuran Tirus Dalam
Apabila nilai α (sudut) yang didapat besar maka nilai diameter maksimal maka akan
semakin besar dan nilai diameter minimal yang dihasilkan semakin kecil. Dan apabila nilai α
(sudut) yang didapat kecil maka nilai diamter maksimal maka akan semakin kecil dan nilai
diamter minimal yang dihasilak semakin besar.
II. Pengukuran Tirus Luar
Apabila pada saat praktek kita menggunakan gage block dengan perbandingan antara
gage block yang satu dengan yang lainya besar maka akan menghasilkan sudut yang besar
dan akan mempengaruhi nilai diameter maksimal menjadi semakin besar, dan apabila kita
menggunakan gage block dengan perbandingan yang kecil atau hampir sama maka akan
menghasilkan sudut yang kecil dan akan mempengaruhi nilai dimeter maksimal menjadi
semakin kecil.
F. Kesimpulan
Dari hasil menganalisa pengukuran diatas dapat kami simpulkan pada praktek
mengukur tirus dalam maupun tirus dalam apabila sudut atau nilai α yang didapat akan
mempengaruhi nilai diamter maksimal maupun minimal pada pengukuran tersebut. Dan pada
saat praktikum sangat mungkin terjadi kesalahan, misalnya kesalahan menggunakan alat ukur,
ketidakpresisian alat ukur, serta faktor lingkungan (suhu dan kelembaban) yang
mengakibatkan data yang dihasilkan kuran tepat dan akurat.
Lampiran
Perhitungan Praktikum Pengukuran Tirus Dalam dan Tirus Luar
 Tabel Pengukuran Tirus Dalam
NO Diameter Rolers h α Keterangan
1
1. 21 1. 54,39
2° 46' 37,36"
D max = 24,1662
2. 22 2. 33,20 D min = 20,5196
2
1. 22 1. 33,20
3° 1' 5,28"
D max = 24,3374
2. 23 2. 13,79 D min = 20,3786
3
1. 21 1. 54,39
2° 53' 41,85"
D max = 24,2773
2. 23 2. 13,79 D min = 20,4965
H = 74,86
Suhu Ruang : 27 ° C
Kelembaban : 81 %
Perhitungan untuk No.1
Perhitungan untuk No.2
Perhitungan untuk No.3
 Tabel Pengukuran Tirus Luar
NO Tinggi Gage Block (h) Tinggi H (mm) Jarak M (mm) Hasil Perhitungan
1
1. 10 mm 1. 8,22 1. 37,28 D max = 25,3698 mm
2. 50 mm 2. 69,12 2. 38,50
Ketirusan α = 1° 8' 51,52"
2
1. 15 1. 8,22 1. 37,50 D max = 25,6076 mm
2. 55 2. 69,12 2. 38,74
Ketirusan α = 1° 9' 59,23"
3
1. 20 1. 8,22 1. 37,84 D max = 25,5546 mm
2. 60 2. 69,12 2. 38,64
Ketirusan α = 0° 45' 9,34"
4
1. 25 1. 8,22 1. 38,02 D max = 26,0026 mm
2. 65 2. 69,12 2. 39,12
Ketirusan α = 1° 2' 5,23"
diameter bola baja/ d = 13 mm
Suhu Ruang : 27 ° C
Kelembaban : 81 %
Perhitungan untuk No.1
Perhitungan untuk No.2
Perhitungan untuk No.3
Perhitungan untuk No.4
Perhitungan untuk No.4

Pengukuran tirus dalam dan tirus luar

  • 1.
    PENGUKURAN TIRUS DALAMDAN TIRUS LUAR 1. Kompetensi Setelah melaksanakan praktik praktikan/mahasiswa diharapkan: Terampil dalam mengukur dimensi radius dan sudut poros tirus dan lubang tirus. 2. Dasar Teori Elemen mesin yang dipergunakan pada suatu mesin perkakas, alat bantu mesin perkakas, atau alat potong biasanya mempunyai ketirusan tertentu baik tirus dalam maupun luar. Untuk pengukuran sudutnya tidak mempunyai alat khusus, maka diperlukan alat ukur bantu yang berupa bola/rol baja (Steel Roller and Steel Ball). Dengan bantuan alat bantu tersebut kita akan dapat mengetahui ukurannya, yang biasanya alat ini tersedia di lab metrologi. Dengan bantuan rumus matematika (geometri dan trigonometri) kita dapat menyusun suatu rumus untuk mencari diameter atau dimensi suatu benda tirus. Benda tirus tersebut misalnya senter mati (dead center), senter jalan (live center), atau poros arbor (poros pemegang pahat frais). 3. Prosedur Praktikum A. Alat dan Perlengkapannya Satu set bola/rol baja, satu set blok ukur, jangka sorong, mikrometer kedalaman/luar, high gauge (mistar ingsut ketinggian), V-Block, benda ukur (dead center) dan alat-alat pembersih. B. Keselamatan Kerja Hati-hati dalam menyetel posisi blok ukur, rol ataupun bola baja agar kesalahan pengukuran sekecil mungkin. C. Langkah kerja Pengukuran Tirus Luar a) Benda ukur diatur posisinya diatas meja rata dengan bantuanV-Block atau diberdirikan. b) Ambil bola baja atau rol baja dua buah yang sama ukurannya, serta sepasang blok ukur (ukuran sama panjang). c) Letakkan bola tersebut pada posisi seperti gambar. d) Ukurlah bagian-bagian yang ditunjukkan pada gambar. e) Demikian seterusnya dengan posisi yang lain sesuai pada tabel.
  • 2.
    D max = PengukuranTirus Dalam a) Prosedurnya sama dengan di luar bedanya pada penggunaan bola baja. b) Ambil bola baja dua buah yang sama ukurannya. c) Letakkan bola baja tersebut pada posisi seperti pada gambar. d) Ukurlah bagian-bagian yang perlu diukur.
  • 3.
    D. Data Pengukuran Tabel Pengukuran Tirus Dalam NO Diameter Rolers h α Keterangan 1 1. 21 1. 54,39 2° 46' 37,36" D max = 24,1662 2. 22 2. 33,20 D min = 20,5196 2 1. 22 1. 33,20 3° 1' 5,28" D max = 24,3374 2. 23 2. 13,79 D min = 20,3786 3 1. 21 1. 54,39 2° 53' 41,85" D max = 24,2773 2. 23 2. 13,79 D min = 20,4965 H = 74,86 Suhu Ruang : 27 ° C Kelembaban : 81 % Tanggal Praktikum : 11 November 2014  Tabel Pengukuran Tirus Luar NO Tinggi Gage Block (h) Tinggi H (mm) Jarak M (mm) Hasil Perhitungan 1 1. 10 mm 1. 8,22 1. 37,28 D max = 25,3698 mm 2. 50 mm 2. 69,12 2. 38,50 Ketirusan α = 1° 8' 51,52" 2 1. 15 1. 8,22 1. 37,50 D max = 25,6076 mm 2. 55 2. 69,12 2. 38,74 Ketirusan α = 1° 9' 59,23" 3 1. 20 1. 8,22 1. 37,84 D max = 25,5546 mm 2. 60 2. 69,12 2. 38,64 Ketirusan α = 0° 45' 9,34" 4 1. 25 1. 8,22 1. 38,02 D max = 26,0026 mm 2. 65 2. 69,12 2. 39,12 Ketirusan α = 1° 2' 5,23" diameter bola baja/ d = 13 mm Suhu Ruang : 27 ° C Kelembaban : 81 % Tanggal Praktikum : 11 November 2014 E. Analisa Data Ukur Pada saat melakukan praktek waktu mencar nilai H, h, dan M agak sulit, dikarenakan bola baja yang terus bergerak, sehingga praktikan harus sekreatif mungkin agar pengukuran yang dihasilkan tepat dan akurat dan Kemungkinan terjadi kesalahan data saat proses
  • 4.
    pengukuran yang melibatkanmikrometer dan bola baja, sehingga sensor mikrometer sulit untuk menyentuh titik tertinggi dari bola baja. Dari data diatas kelopok kami dapat menganalisa: I. Pengukuran Tirus Dalam Apabila nilai α (sudut) yang didapat besar maka nilai diameter maksimal maka akan semakin besar dan nilai diameter minimal yang dihasilkan semakin kecil. Dan apabila nilai α (sudut) yang didapat kecil maka nilai diamter maksimal maka akan semakin kecil dan nilai diamter minimal yang dihasilak semakin besar. II. Pengukuran Tirus Luar Apabila pada saat praktek kita menggunakan gage block dengan perbandingan antara gage block yang satu dengan yang lainya besar maka akan menghasilkan sudut yang besar dan akan mempengaruhi nilai diameter maksimal menjadi semakin besar, dan apabila kita menggunakan gage block dengan perbandingan yang kecil atau hampir sama maka akan menghasilkan sudut yang kecil dan akan mempengaruhi nilai dimeter maksimal menjadi semakin kecil. F. Kesimpulan Dari hasil menganalisa pengukuran diatas dapat kami simpulkan pada praktek mengukur tirus dalam maupun tirus dalam apabila sudut atau nilai α yang didapat akan mempengaruhi nilai diamter maksimal maupun minimal pada pengukuran tersebut. Dan pada saat praktikum sangat mungkin terjadi kesalahan, misalnya kesalahan menggunakan alat ukur, ketidakpresisian alat ukur, serta faktor lingkungan (suhu dan kelembaban) yang mengakibatkan data yang dihasilkan kuran tepat dan akurat. Lampiran Perhitungan Praktikum Pengukuran Tirus Dalam dan Tirus Luar  Tabel Pengukuran Tirus Dalam NO Diameter Rolers h α Keterangan 1 1. 21 1. 54,39 2° 46' 37,36" D max = 24,1662 2. 22 2. 33,20 D min = 20,5196 2 1. 22 1. 33,20 3° 1' 5,28" D max = 24,3374 2. 23 2. 13,79 D min = 20,3786 3 1. 21 1. 54,39 2° 53' 41,85" D max = 24,2773 2. 23 2. 13,79 D min = 20,4965 H = 74,86 Suhu Ruang : 27 ° C
  • 5.
    Kelembaban : 81% Perhitungan untuk No.1 Perhitungan untuk No.2
  • 6.
    Perhitungan untuk No.3 Tabel Pengukuran Tirus Luar NO Tinggi Gage Block (h) Tinggi H (mm) Jarak M (mm) Hasil Perhitungan 1 1. 10 mm 1. 8,22 1. 37,28 D max = 25,3698 mm 2. 50 mm 2. 69,12 2. 38,50 Ketirusan α = 1° 8' 51,52" 2 1. 15 1. 8,22 1. 37,50 D max = 25,6076 mm 2. 55 2. 69,12 2. 38,74 Ketirusan α = 1° 9' 59,23" 3 1. 20 1. 8,22 1. 37,84 D max = 25,5546 mm 2. 60 2. 69,12 2. 38,64 Ketirusan α = 0° 45' 9,34" 4 1. 25 1. 8,22 1. 38,02 D max = 26,0026 mm 2. 65 2. 69,12 2. 39,12 Ketirusan α = 1° 2' 5,23"
  • 7.
    diameter bola baja/d = 13 mm Suhu Ruang : 27 ° C Kelembaban : 81 % Perhitungan untuk No.1 Perhitungan untuk No.2
  • 8.
  • 9.
  • 10.