Penghapusan dan 
Pemusnahan 
Barang Milik Daerah 
Pasuruan, 19 November 2014
Landasan Hukum 
PP Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan 
Barang Milik Negara/Daerah sebagaimana 
telah diubah dengan PP Nomor 38 Tahun 2008 
PP Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan 
Barang Milik Negara/Daerah 
Permendagri No 17 tahun 2007 tentang 
Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik 
Daerah
Penghapusan dan Pemusnahan 
PP 6 Tahun 2006 PP 27 Tahun 2014 
Pemusnahan adalah tindakan 
memusnahkan fisik dan/atau 
kegunaan Barang Milik 
Negara/Daerah 
Penghapusan adalah tindakan 
menghapus barang milik 
negara/daerah dari daftar barang 
dengan menerbitkan surat keputusan 
dari pejabat yang berwenang untuk 
membebaskan pengguna dan/atau 
kuasa pengguna barang dan/atau 
pengelola barang dari tanggung jawab 
administrasi dan fisik atas barang 
yang berada dalam penguasaannya 
Penghapusan adalah tindakan 
menghapus Barang Milik 
Negara/Daerah dari daftar barang 
dengan menerbitkan keputusan dari 
pejabat yang berwenang untuk 
membebaskan Pengelola Barang, 
Pengguna Barang, dan/atau Kuasa 
Pengguna Barang dari tanggung 
jawab administrasi dan fisik atas 
barang yang berada dalam 
Penguasaannya
Pemusnahan 
Penghapusan barang milik 
negara/daerah dengan tindak lanjut 
Pemusnahan dilakukan apabila 
barang milik negara/daerah dimaksud: 
Tidak dapat digunakan, 
tidak dapat 
dimanfaatkan, dan/atau 
tidak dapat 
dipindahtangankan; atau 
Alasan lain sesuai 
dengan ketentuan 
peraturan perundang-undangan
Pelaksana Pemusnahan 
PP 6/2006 jo PP 38/2008 PP 27/2014 
Pengguna Barang dengan 
Surat Keputusan dari 
Pengelola Barang setelah 
mendapat persetujuan 
gubernur / bupati / walikota 
untuk Barang Milik Daerah. 
Pengguna Barang setelah 
mendapat persetujuan 
Gubernur / Bupati / Walikota, 
untuk Barang Milik Daerah.
Cara Pemusnahan 
Pemusnahan dilakukan 
dengan cara : 
Dibakar 
Dihancurkan 
Ditimbun 
Ditenggelamkan atau 
Cara lain sesuai dengan ketentuan 
Peraturan Perundang-undangan.
Berita Acara dan Pelaporan 
Pemusnahan BMD 
PP 6/2006 jo PP 38/2008 PP 27/2014 
Pelaksanaan pemusnahan 
dituangkan dalam berita 
acara dan dilaporkan 
kepada Pengelola Barang 
Pengelola Barang, untuk 
Barang Milik Negara; atau 
Gubernur/Bupati/Walikota, 
untuk Barang Milik Daerah
Penghapusan 
Penghapusan meliputi: 
Penghapusan dari Daftar Barang Pengguna 
dan/atau Daftar Barang Kuasa Pengguna; dan 
Penghapusan dari Daftar Barang Milik 
Negara/Daerah.
Pelaksana Penghapusan 
Penghapusan dilakukan dengan menerbitkan 
keputusan Penghapusan dari: 
PP 6/2006 jo PP 38/2008 PP 27/2014 
Pengguna Barang setelah 
mendapat persetujuan 
Gubernur/Bupati/Walikota atas 
usul Pengelola Barang untuk 
BMD 
Pengelola Barang setelah 
mendapat persetujuan 
Gubernur/Bupati/Walikota, 
untuk Barang Milik Daerah 
Gubernur/Bupati/Walikota 
dapat mendelegasikan 
persetujuan Penghapusan 
BMD berupa barang 
persediaan kepada Pengelola 
Barang
Dasar Penghapusan 
Barang Tidak Bergerak 
• RUSAK BERAT, TERKENA BENCANA 
• TIDAK DAPAT DIGUNAKAN SCR OPTIMAL 
• TERKENA PLANOLOGI KOTA 
• KEBUTUHAN ORGANISASI 
• PENYATUAN LOKASI DLM RANGKA EFISIENSI 
• PERTIMBANGAN STRATEGI HANKAM
Dasar Penghapusan 
• SCR FISIK TDK DPT DIGUNAKAN 
• AKIBAT MODERNISASI 
• TELAH MELAMPAUI BATAS WAKTU 
• MENGALAMI PERUBAHAN DSR SPESIFIKASI 
• SELISIH KURANG AKIBAT PENGGUNAAN/SUSUT 
PERTIMBANGAN 
TEKNIS; 
• JUMLAH BERLEBIH 
• SCR EKONOMIS LEBIH UNT APABILA DIHAPUS 
PERTIMBANGAN 
EKONOMI; 
• KESALAHAN KELALAIAN BEND. BRG / P. BRG 
• MATI BAGI TANAMAN/HEWAN TERNAK 
• KARENA KECELAKAAN ATAU ALASAN TIDAK 
TERDUGA (FORCE MAJEURE) 
KARENA HILANG;
Kewenangan Penghapusan 
Untuk barang tidak bergerak seperti 
tanah dan/atau bangunan ditetapkan 
dengan Keputusan Kepala Daerah 
setelah mendapat persetujuan DPRD, 
Untuk barang-barang inventaris lainnya 
selain tanah dan/atau bangunan sampai 
dengan Rp. 5.000.000.000,00 (lima milyar 
rupiah) dilakukan oleh Pengelola setelah 
mendapat persetujuan Kepala Daerah.
Proses Penghapusan 
Kepala Daerah membentuk 
Panitia Penghapusan Barang 
Milik Daerah 
• Panitia Penghapusan Barang milik 
Daerah yang susunan personilnya terdiri 
dari unsur teknis terkait 
Panitia Penghapusan Meneliti 
• Barang yang rusak, dokumen 
kepemilikan, administrasi, penggunaan, 
pembiayaan, pemeliharaan/ perbaikan 
maupun data lainnya yang dipandang 
perlu. 
• Dituangkan dalam Berita Acara dengan 
melampirkan data kerusakan, laporan 
hilang dari kepolisian, surat keterangan 
sebab kematian dan lain-lain. 
Pengelola mengajukan 
permohonan persetujuan 
kepada Kepala Daerah 
• Mengenai rencana penghapusan barang 
dimaksud dengan melampirkan Berita 
Acara hasil penelitian Panitia 
Penghapusan 
Pelaksanaan Penghapusan 
• Mendapat persetujuan Kepala Daerah, 
penghapusan ditetapkan dengan SK 
Pengelola a.n Kepala Daerah, 
menetapkan cara penghapusan : Lelang 
dan/atau disumbangkan/dihibahkan atau 
dimusnahkan. 
• Apabila Lelang terbatas, Kepala Daerah 
membentuk Panitia Pelelangan terbatas
Pelaksanaan Penghapusan 
Penghapusan BMD dilakukan dalam hal barang tersebut sudah tidak berada 
dalam penguasaan Pengguna Barang (mutasi). 
Penghapusan BMD dilakukan dalam hal barang tersebut sudah tidak berada 
pada Daftar Barang Daerah. 
Penghapusan tersebut di atas dilakukan setelah mendapat persetujuan 
Kepala Daerah dan penetapan oleh Pengelola atas nama Kepala Daerah. 
Penghapusan barang daerah dengan tindak lanjut pemusnahan dilakukan 
apabila barang dimaksud : 
• Tidak dapat digunakan, tidak dapat dimanfaatkan dan tidak dapat 
dipindahtangankan. 
• Alasan lain sesuai peratuan perundang-undangan.
Pelaksanaan Penghapusan 
Khusus 
Penghapusan gedung milik daerah yang harus 
segera dibangun kembali (rehab total) sesuai 
dengan peruntukan semula serta yang sifatnya 
mendesak dan membahayakan, penghapusan nya 
ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. 
Dalam keadaan bangunan yang membahayakan 
keselamatan jiwa dapat dilakukan pembongkaran 
terlebih dahulu sambil menunggu Keputusan Kepala 
Daerah.
Alasan Penghapusan Khusus 
Rusak berat yang disebabkan oleh kondisi 
konstruksi bangunan gedung sangat 
membahayakan keselamatan jiwa dan 
mengakibatkan robohnya bangunan gedung 
tersebut. 
Rusak berat yang disebabkan oleh bencana 
alam seperti gempa bumi, banjir, angin topan, 
kebakaran dan yang sejenis
SOP Penghapusan 
SOP sesuai Permendagri No. 17 tahun 2007 
Lihat Lampiran Excel
TERIMA KASIH 
BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN 
PERWAKILAN PROVINSI JAWA TIMUR 
Jalan Raya Bandara Juanda Nomor 38 Sidoarjo 
Telepon (031)8670360 Faksimil (031)8670911 e-mail : jatim@bpkp.go.id

Penghapusan dan pemusnahan BMD

  • 1.
    Penghapusan dan Pemusnahan Barang Milik Daerah Pasuruan, 19 November 2014
  • 2.
    Landasan Hukum PPNomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 38 Tahun 2008 PP Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah Permendagri No 17 tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah
  • 3.
    Penghapusan dan Pemusnahan PP 6 Tahun 2006 PP 27 Tahun 2014 Pemusnahan adalah tindakan memusnahkan fisik dan/atau kegunaan Barang Milik Negara/Daerah Penghapusan adalah tindakan menghapus barang milik negara/daerah dari daftar barang dengan menerbitkan surat keputusan dari pejabat yang berwenang untuk membebaskan pengguna dan/atau kuasa pengguna barang dan/atau pengelola barang dari tanggung jawab administrasi dan fisik atas barang yang berada dalam penguasaannya Penghapusan adalah tindakan menghapus Barang Milik Negara/Daerah dari daftar barang dengan menerbitkan keputusan dari pejabat yang berwenang untuk membebaskan Pengelola Barang, Pengguna Barang, dan/atau Kuasa Pengguna Barang dari tanggung jawab administrasi dan fisik atas barang yang berada dalam Penguasaannya
  • 4.
    Pemusnahan Penghapusan barangmilik negara/daerah dengan tindak lanjut Pemusnahan dilakukan apabila barang milik negara/daerah dimaksud: Tidak dapat digunakan, tidak dapat dimanfaatkan, dan/atau tidak dapat dipindahtangankan; atau Alasan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
  • 5.
    Pelaksana Pemusnahan PP6/2006 jo PP 38/2008 PP 27/2014 Pengguna Barang dengan Surat Keputusan dari Pengelola Barang setelah mendapat persetujuan gubernur / bupati / walikota untuk Barang Milik Daerah. Pengguna Barang setelah mendapat persetujuan Gubernur / Bupati / Walikota, untuk Barang Milik Daerah.
  • 6.
    Cara Pemusnahan Pemusnahandilakukan dengan cara : Dibakar Dihancurkan Ditimbun Ditenggelamkan atau Cara lain sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan.
  • 7.
    Berita Acara danPelaporan Pemusnahan BMD PP 6/2006 jo PP 38/2008 PP 27/2014 Pelaksanaan pemusnahan dituangkan dalam berita acara dan dilaporkan kepada Pengelola Barang Pengelola Barang, untuk Barang Milik Negara; atau Gubernur/Bupati/Walikota, untuk Barang Milik Daerah
  • 8.
    Penghapusan Penghapusan meliputi: Penghapusan dari Daftar Barang Pengguna dan/atau Daftar Barang Kuasa Pengguna; dan Penghapusan dari Daftar Barang Milik Negara/Daerah.
  • 9.
    Pelaksana Penghapusan Penghapusandilakukan dengan menerbitkan keputusan Penghapusan dari: PP 6/2006 jo PP 38/2008 PP 27/2014 Pengguna Barang setelah mendapat persetujuan Gubernur/Bupati/Walikota atas usul Pengelola Barang untuk BMD Pengelola Barang setelah mendapat persetujuan Gubernur/Bupati/Walikota, untuk Barang Milik Daerah Gubernur/Bupati/Walikota dapat mendelegasikan persetujuan Penghapusan BMD berupa barang persediaan kepada Pengelola Barang
  • 10.
    Dasar Penghapusan BarangTidak Bergerak • RUSAK BERAT, TERKENA BENCANA • TIDAK DAPAT DIGUNAKAN SCR OPTIMAL • TERKENA PLANOLOGI KOTA • KEBUTUHAN ORGANISASI • PENYATUAN LOKASI DLM RANGKA EFISIENSI • PERTIMBANGAN STRATEGI HANKAM
  • 11.
    Dasar Penghapusan •SCR FISIK TDK DPT DIGUNAKAN • AKIBAT MODERNISASI • TELAH MELAMPAUI BATAS WAKTU • MENGALAMI PERUBAHAN DSR SPESIFIKASI • SELISIH KURANG AKIBAT PENGGUNAAN/SUSUT PERTIMBANGAN TEKNIS; • JUMLAH BERLEBIH • SCR EKONOMIS LEBIH UNT APABILA DIHAPUS PERTIMBANGAN EKONOMI; • KESALAHAN KELALAIAN BEND. BRG / P. BRG • MATI BAGI TANAMAN/HEWAN TERNAK • KARENA KECELAKAAN ATAU ALASAN TIDAK TERDUGA (FORCE MAJEURE) KARENA HILANG;
  • 12.
    Kewenangan Penghapusan Untukbarang tidak bergerak seperti tanah dan/atau bangunan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah setelah mendapat persetujuan DPRD, Untuk barang-barang inventaris lainnya selain tanah dan/atau bangunan sampai dengan Rp. 5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah) dilakukan oleh Pengelola setelah mendapat persetujuan Kepala Daerah.
  • 13.
    Proses Penghapusan KepalaDaerah membentuk Panitia Penghapusan Barang Milik Daerah • Panitia Penghapusan Barang milik Daerah yang susunan personilnya terdiri dari unsur teknis terkait Panitia Penghapusan Meneliti • Barang yang rusak, dokumen kepemilikan, administrasi, penggunaan, pembiayaan, pemeliharaan/ perbaikan maupun data lainnya yang dipandang perlu. • Dituangkan dalam Berita Acara dengan melampirkan data kerusakan, laporan hilang dari kepolisian, surat keterangan sebab kematian dan lain-lain. Pengelola mengajukan permohonan persetujuan kepada Kepala Daerah • Mengenai rencana penghapusan barang dimaksud dengan melampirkan Berita Acara hasil penelitian Panitia Penghapusan Pelaksanaan Penghapusan • Mendapat persetujuan Kepala Daerah, penghapusan ditetapkan dengan SK Pengelola a.n Kepala Daerah, menetapkan cara penghapusan : Lelang dan/atau disumbangkan/dihibahkan atau dimusnahkan. • Apabila Lelang terbatas, Kepala Daerah membentuk Panitia Pelelangan terbatas
  • 14.
    Pelaksanaan Penghapusan PenghapusanBMD dilakukan dalam hal barang tersebut sudah tidak berada dalam penguasaan Pengguna Barang (mutasi). Penghapusan BMD dilakukan dalam hal barang tersebut sudah tidak berada pada Daftar Barang Daerah. Penghapusan tersebut di atas dilakukan setelah mendapat persetujuan Kepala Daerah dan penetapan oleh Pengelola atas nama Kepala Daerah. Penghapusan barang daerah dengan tindak lanjut pemusnahan dilakukan apabila barang dimaksud : • Tidak dapat digunakan, tidak dapat dimanfaatkan dan tidak dapat dipindahtangankan. • Alasan lain sesuai peratuan perundang-undangan.
  • 15.
    Pelaksanaan Penghapusan Khusus Penghapusan gedung milik daerah yang harus segera dibangun kembali (rehab total) sesuai dengan peruntukan semula serta yang sifatnya mendesak dan membahayakan, penghapusan nya ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. Dalam keadaan bangunan yang membahayakan keselamatan jiwa dapat dilakukan pembongkaran terlebih dahulu sambil menunggu Keputusan Kepala Daerah.
  • 16.
    Alasan Penghapusan Khusus Rusak berat yang disebabkan oleh kondisi konstruksi bangunan gedung sangat membahayakan keselamatan jiwa dan mengakibatkan robohnya bangunan gedung tersebut. Rusak berat yang disebabkan oleh bencana alam seperti gempa bumi, banjir, angin topan, kebakaran dan yang sejenis
  • 17.
    SOP Penghapusan SOPsesuai Permendagri No. 17 tahun 2007 Lihat Lampiran Excel
  • 18.
    TERIMA KASIH BADANPENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PERWAKILAN PROVINSI JAWA TIMUR Jalan Raya Bandara Juanda Nomor 38 Sidoarjo Telepon (031)8670360 Faksimil (031)8670911 e-mail : jatim@bpkp.go.id