BAB 7 
Pengauditan Saldo Kas
Sifat Siklus Kas dan Tujuan Audit 
Saldo kas dihasilkan dari pengaruh kelima siklus transaksi yaitu 
siklus pendapatan, siklus pengeluaran, siklus pendanaan, siklus 
investasi, dan siklus jasa personalia. 
Tujuan saldo kas adalah untuk memperoleh bukti tentang 
masing-masing asersi sighnifikan yang berkaitan dengan transaksi dan 
saldo kas. Tujuan sudit ditantukan atas lima asersi lapran yang 
dinyatakan oleh manajemen yaitu asersi keberadaan, asersi 
kelengkapan, asersi hak & kewajiban, asersi penilaian dan 
pengalokasian, asersi pelaporan dan pengungkapan. 
• Asersi Keberadaan dan Keterjadian 
- saldo kas tercatat benar-benar ada pada tanggal neraca 
• Asersi Kelengkapan 
- Saldo kas meliputi pengaruh semua transaksi kas yang terjadi 
- transfer kas antar bank pada akbir tahun, telah dicatat pada 
periode yang tepat.
Sambungan…… 
• Asersi hak dan kewajiban 
- klien mempunyai legal atas seluruh saldo kas yang tampak pada 
tanggal neraca. 
• Asersi pelaporan dan pengungkapan 
- saldo kas telah diidentifikasi dan dikelompokkan dengan tepat 
dalam neraca 
- identifikasi dan pengungkapan yang tepat dan memadai telaj 
dilakukan sehubungan dengan adanya pembatasan penggunaan kas 
tertantu. 
- kewajiban kotijensi, compensating balances, dan lines of credit 
dengan bank telah diungkapkan secara memadai
Materialitas, Risiko,dan Strategi Audit 
tingginya volume transaksi menyebabkan tingginya risiko 
bawaan siklus kas. Beberapa faktor yang menyebabkan tingginya risiko 
bawaan yaitu: 
1. Tingginya potensi salah saji akibat valume transaksi yang tinggi 
2. Sifat kas yang paling likuid dan sangant diminati 
3. Kesempatan manipulasi dan bentuk kitting maupun window 
dressing 
PEMAHAMAN STRUKTUR INTERN 
Pemahaman struktur pengendalian intern siklus kas meliputi 
pertimbangan 
1. lingkungan pengendalian 
2. informasi dan komunikasi 
3. penaksiran risiko 
4. pemantauan dan aktivitas pengendalian
Pemahaman Struktur pengendalian 
Intern 
• Lingkungan Pengendalian 
Lingkungan pengendalian sangat penting untuk mewujudkan 
pengendalian intern kas yang baik. Pemahaman pengendalian 
meliputi pemahaman pemberian kekuasaan dan tanggung jawab 
atas transaksi kas 
• Penaksiran risiko 
penaksiran risiko entitas untuk tujuan pelaporan keuangan 
merupakan pengidentifikasian, analisis, dan pengelolaan risiko yang 
relevan dengan penyusunan laporan keuangan yang disajikan secara 
wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berterima umum
Pemahaman Struktur Pengendalian 
Intern 
• Informasi dan Komunikasi ( sistem akuntansi) 
pemahaman informasi dan komunikasi menuntut auditor 
tentangmetode pemrosessan data, dan dokumen serta catatan 
pokok yang digunakan. Akuntan harus memahami kompeetensi 
personil akuntansi dan bagian EDP yang bertanggung jawab atas 
pengolahan transaksi kas 
• Aktivitas pengendalian 
aktivitas pengandalian yang relevan dengan audit atas transaksi 
dalam kas dapat digolongkan menjadi beberapa kebijakan dan 
prosedur yang berkaitan dengan review kinerja, pengolahan 
informasi, pengendalian fisik, dan pemisahan tugas.
Sambungan….. 
• Dokumen dan catatan yang digunakan adalah: 
- bukti masuk dan Surat Pemberitahuan 
- Daftar surat pemberitahuan 
- Bukti stor dan Bukti Kas keluar 
-Permintaan Pengeluaran Kas Kecil dan Bukti Pengeluaran Kas Kecil 
- Permintaan Pengisian Kembali Kas Kecil 
• Fungsi yang terkait 
1. Fungsi pencatatan piutang dan Fungsi penerimaan surat 
2. Fungsi penyimpanan kas 
3. Fungsi pembuat bukti kas keluar 
4. Fungsi penyimpanan dana kas kecil dan Fungsi akuntansi biaya 
5. Funsi akuntansi keuangan dan Fungsi pemeriksaan intern
Kuesioner pengendalian intern kas 
• Apakah funsi penyimpanan kas terpisah dari fungsi kas akuntansi? 
• Apakah penerimaan kas mendapatkan otorisasi dari pejabat yang 
berwenang? 
• Apakah pengeluaran kas mendapatkan otorisasi dari pejabat yang 
berwenang 
• Apakah kasir di assuransikan?
Pengujian Pengendalian Siklus kas 
• Lakukan pengamatan terhadap pemisahan fungsi penyimpanan kas 
dengan fungsi pencatatan kas 
• Lakukan pengamatan terhadap fasilitas pengamanan yang 
melindungi kasiir dari pencurian dan perampokan kas yang 
disimpannya 
• Mintalah salinan notulen rapat direksi mengenai pembukuan dan 
penutupan rekening bank serta pembentukan dana kas kecil 
• Mintalah salinan polis assuransi fidelity hand, cash on hand, cash in 
transit 
• Ambil sampel bukti kas masuk 
• Ambil sampel bukti kaskeluar yang telah dibayar
Pengujian substantif saldo kas 
• Melakukan prosedur inisial 
• Menerapkan prosedur analittis 
• Melakukan cut off test untuk kas 
• Mengusut ke bank trasnfer untuk bebrapa hari sebelum dan 
sesudah tanggal neraca 
• Menyimpan proof of cash 
• Menghitung kas ditangan dan menentukan bahwa jumlah tersebut 
telah masuk dalam saldo kas 
• Mengkonfirmasi perjanjian dan scanning penelaah penyiapan 
rekonsiliasi bank 
• Mendapatkan dan menggunakan laporan bank 
• Membandingkan penyajian dengan GAAP/PABU
Pengujian Untuk Mendeteksi Lapping 
pengujian untuk mendeteksi lapping hanya perlu dilakukan apabila 
risiko pengendalian transaksi penerimaan kas adlah tinggi. Prosedur 
untuk dapat mendeteksi laping adalah: 
a. Konfirmasi piutang dagang 
b. Melakukan perhitungan kas secara mendadak 
c. Membandingkan detail penjurnalan penerimaan kas dengan detail 
slip deposit harian terkait
Pengauditan Dana Kas Kecil 
Pengendalian yang diterapkan untuk dana kas kecil, antara lain: 
1. Dana dijaga dan dikelola pada tingkat jumlah yang tetap 
2. Dana kas kecil hanya dipegang satu orang 
3. Kas dana tersebut dikunci dan disimpan dalam kotak yang aman 
meski tidak terpakai 
4. Pengeluaran kas hanya diizinkan untuk jumlah yang relatif kecil 
5. Adanya nota atau dokumen bernomor urut tercatak yang harus 
mendukung setiap pembayaran 
6. Dana kas kecil tidak dicampur penggunaan dan menyimpanan 
dengan dana untuk kegiatan lain 
7. Penggantian atau pengisian kembali dana harus berdasar kuitansi 
yang bernomor urut tercetak, dan menenlaah dokumen 
pendukung 
8. Apabila telah dibayarkan, doumen pendukung harus di cap lunas 
untuk mencegah pemakaian kembali dokumen tersebut agar 
memperoleh penggantian kembali
Pengauditan Rekening di Bank yang Khusus 
Dipakai Untuk Membayar Gaji dan Upah 
Pembayaran gaji dan upah kepada karyawan dapat dilakukan 
dengan menggunakan jasa perbankan. Pembayaran gaji dan upah 
dapat dilakukan dengan cek yang dibebankan atas rekening tersebut. 
PERTIMBANGAN PENGENDALIAN INTERN 
• Pengendalian intern atas rekening pembayaran gaji dan upah 
adalah: 
a. Hanya seorang karyawan sebagai petugas pembayar atau asisten 
bendahara mempunyai otorisasi 
b. Rekening tersebut digunakan hanya untuk kegiatan pembayaran 
gaji dan upah 
c. Rekening gaji dan upah dibank harus direkonsiliasi setiap bulan 
secara independen 
d. Saldo rekening dijaga dan dikelola pada tingkat jumlah yang tetap
Pengujian Substantif 
Auditor sangat sedikit menggunakan pengujian subtantif, 
tetapi lebih menitikberatkan pada pengujian pengendalian. Pengujian 
substantif meliputi: 
A. Konfirmasi saldo rekening bank 
B. Menelaah rekonsiliasi yang dilakukan klien 
C. Penggunaan laporan pisah batas bank

Pengauditan saldo kas

  • 1.
  • 2.
    Sifat Siklus Kasdan Tujuan Audit Saldo kas dihasilkan dari pengaruh kelima siklus transaksi yaitu siklus pendapatan, siklus pengeluaran, siklus pendanaan, siklus investasi, dan siklus jasa personalia. Tujuan saldo kas adalah untuk memperoleh bukti tentang masing-masing asersi sighnifikan yang berkaitan dengan transaksi dan saldo kas. Tujuan sudit ditantukan atas lima asersi lapran yang dinyatakan oleh manajemen yaitu asersi keberadaan, asersi kelengkapan, asersi hak & kewajiban, asersi penilaian dan pengalokasian, asersi pelaporan dan pengungkapan. • Asersi Keberadaan dan Keterjadian - saldo kas tercatat benar-benar ada pada tanggal neraca • Asersi Kelengkapan - Saldo kas meliputi pengaruh semua transaksi kas yang terjadi - transfer kas antar bank pada akbir tahun, telah dicatat pada periode yang tepat.
  • 3.
    Sambungan…… • Asersihak dan kewajiban - klien mempunyai legal atas seluruh saldo kas yang tampak pada tanggal neraca. • Asersi pelaporan dan pengungkapan - saldo kas telah diidentifikasi dan dikelompokkan dengan tepat dalam neraca - identifikasi dan pengungkapan yang tepat dan memadai telaj dilakukan sehubungan dengan adanya pembatasan penggunaan kas tertantu. - kewajiban kotijensi, compensating balances, dan lines of credit dengan bank telah diungkapkan secara memadai
  • 4.
    Materialitas, Risiko,dan StrategiAudit tingginya volume transaksi menyebabkan tingginya risiko bawaan siklus kas. Beberapa faktor yang menyebabkan tingginya risiko bawaan yaitu: 1. Tingginya potensi salah saji akibat valume transaksi yang tinggi 2. Sifat kas yang paling likuid dan sangant diminati 3. Kesempatan manipulasi dan bentuk kitting maupun window dressing PEMAHAMAN STRUKTUR INTERN Pemahaman struktur pengendalian intern siklus kas meliputi pertimbangan 1. lingkungan pengendalian 2. informasi dan komunikasi 3. penaksiran risiko 4. pemantauan dan aktivitas pengendalian
  • 5.
    Pemahaman Struktur pengendalian Intern • Lingkungan Pengendalian Lingkungan pengendalian sangat penting untuk mewujudkan pengendalian intern kas yang baik. Pemahaman pengendalian meliputi pemahaman pemberian kekuasaan dan tanggung jawab atas transaksi kas • Penaksiran risiko penaksiran risiko entitas untuk tujuan pelaporan keuangan merupakan pengidentifikasian, analisis, dan pengelolaan risiko yang relevan dengan penyusunan laporan keuangan yang disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berterima umum
  • 6.
    Pemahaman Struktur Pengendalian Intern • Informasi dan Komunikasi ( sistem akuntansi) pemahaman informasi dan komunikasi menuntut auditor tentangmetode pemrosessan data, dan dokumen serta catatan pokok yang digunakan. Akuntan harus memahami kompeetensi personil akuntansi dan bagian EDP yang bertanggung jawab atas pengolahan transaksi kas • Aktivitas pengendalian aktivitas pengandalian yang relevan dengan audit atas transaksi dalam kas dapat digolongkan menjadi beberapa kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan review kinerja, pengolahan informasi, pengendalian fisik, dan pemisahan tugas.
  • 7.
    Sambungan….. • Dokumendan catatan yang digunakan adalah: - bukti masuk dan Surat Pemberitahuan - Daftar surat pemberitahuan - Bukti stor dan Bukti Kas keluar -Permintaan Pengeluaran Kas Kecil dan Bukti Pengeluaran Kas Kecil - Permintaan Pengisian Kembali Kas Kecil • Fungsi yang terkait 1. Fungsi pencatatan piutang dan Fungsi penerimaan surat 2. Fungsi penyimpanan kas 3. Fungsi pembuat bukti kas keluar 4. Fungsi penyimpanan dana kas kecil dan Fungsi akuntansi biaya 5. Funsi akuntansi keuangan dan Fungsi pemeriksaan intern
  • 8.
    Kuesioner pengendalian internkas • Apakah funsi penyimpanan kas terpisah dari fungsi kas akuntansi? • Apakah penerimaan kas mendapatkan otorisasi dari pejabat yang berwenang? • Apakah pengeluaran kas mendapatkan otorisasi dari pejabat yang berwenang • Apakah kasir di assuransikan?
  • 9.
    Pengujian Pengendalian Sikluskas • Lakukan pengamatan terhadap pemisahan fungsi penyimpanan kas dengan fungsi pencatatan kas • Lakukan pengamatan terhadap fasilitas pengamanan yang melindungi kasiir dari pencurian dan perampokan kas yang disimpannya • Mintalah salinan notulen rapat direksi mengenai pembukuan dan penutupan rekening bank serta pembentukan dana kas kecil • Mintalah salinan polis assuransi fidelity hand, cash on hand, cash in transit • Ambil sampel bukti kas masuk • Ambil sampel bukti kaskeluar yang telah dibayar
  • 10.
    Pengujian substantif saldokas • Melakukan prosedur inisial • Menerapkan prosedur analittis • Melakukan cut off test untuk kas • Mengusut ke bank trasnfer untuk bebrapa hari sebelum dan sesudah tanggal neraca • Menyimpan proof of cash • Menghitung kas ditangan dan menentukan bahwa jumlah tersebut telah masuk dalam saldo kas • Mengkonfirmasi perjanjian dan scanning penelaah penyiapan rekonsiliasi bank • Mendapatkan dan menggunakan laporan bank • Membandingkan penyajian dengan GAAP/PABU
  • 11.
    Pengujian Untuk MendeteksiLapping pengujian untuk mendeteksi lapping hanya perlu dilakukan apabila risiko pengendalian transaksi penerimaan kas adlah tinggi. Prosedur untuk dapat mendeteksi laping adalah: a. Konfirmasi piutang dagang b. Melakukan perhitungan kas secara mendadak c. Membandingkan detail penjurnalan penerimaan kas dengan detail slip deposit harian terkait
  • 12.
    Pengauditan Dana KasKecil Pengendalian yang diterapkan untuk dana kas kecil, antara lain: 1. Dana dijaga dan dikelola pada tingkat jumlah yang tetap 2. Dana kas kecil hanya dipegang satu orang 3. Kas dana tersebut dikunci dan disimpan dalam kotak yang aman meski tidak terpakai 4. Pengeluaran kas hanya diizinkan untuk jumlah yang relatif kecil 5. Adanya nota atau dokumen bernomor urut tercatak yang harus mendukung setiap pembayaran 6. Dana kas kecil tidak dicampur penggunaan dan menyimpanan dengan dana untuk kegiatan lain 7. Penggantian atau pengisian kembali dana harus berdasar kuitansi yang bernomor urut tercetak, dan menenlaah dokumen pendukung 8. Apabila telah dibayarkan, doumen pendukung harus di cap lunas untuk mencegah pemakaian kembali dokumen tersebut agar memperoleh penggantian kembali
  • 13.
    Pengauditan Rekening diBank yang Khusus Dipakai Untuk Membayar Gaji dan Upah Pembayaran gaji dan upah kepada karyawan dapat dilakukan dengan menggunakan jasa perbankan. Pembayaran gaji dan upah dapat dilakukan dengan cek yang dibebankan atas rekening tersebut. PERTIMBANGAN PENGENDALIAN INTERN • Pengendalian intern atas rekening pembayaran gaji dan upah adalah: a. Hanya seorang karyawan sebagai petugas pembayar atau asisten bendahara mempunyai otorisasi b. Rekening tersebut digunakan hanya untuk kegiatan pembayaran gaji dan upah c. Rekening gaji dan upah dibank harus direkonsiliasi setiap bulan secara independen d. Saldo rekening dijaga dan dikelola pada tingkat jumlah yang tetap
  • 14.
    Pengujian Substantif Auditorsangat sedikit menggunakan pengujian subtantif, tetapi lebih menitikberatkan pada pengujian pengendalian. Pengujian substantif meliputi: A. Konfirmasi saldo rekening bank B. Menelaah rekonsiliasi yang dilakukan klien C. Penggunaan laporan pisah batas bank