DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
PEMBELAJARAN
EFEKTIF
I C A R E
Introduction
5 menit
Menjelaskan
latar belakang
dan tujuan
Connection
40 menit
• Simulasi
pem-
belajaran
efektif
• Diskusi hasil
simulasi
Application
40 menit
Identifikasi
kegiatan
belajar efektif
Reflection
5 menit
Cek tujuan
Extension
Penugasan - Berlatih
merancang perangkat
pembelajaran efektif
1. Meningkatkan pemahaman hakikat
pembelajaran efektif
2. Menyusun perangkat pembelajaran efektif
(silabus, RPP, bahan ajar)
3. Menyajikan pembelajaran efektif
berpedoman pada RPP yang telah dibuat
TUJUAN
RUANG LINGKUP
 Latar Belakang
 Pengertian
 Landasan Hukum
 Pedagogi Pembelajaran Efektif
 Iklim Kelas (Classroom Climate)
 Model-model Pembelajaran Efektif
(Problem Solving, Contructivism, dll)
5
Communication
skills
Basic
skills
Critical and
creative
thinking skills
Informati-
on/digital
literacyInquiry/
reasoning
skills
Interpersonal
skills
Multicultural/
multilingual
literacy
Problem
solving
skills
Technology
skills
21ST CENTURY SKILLS
AND LITERACIES
UNESCO
Communication
skills
Basic
skills
Critical and
creative
thinking skills
Informati-
on/digital
literacyInquiry/
reasoning
skills
Interpersonal
skills
Multicultural/
multilingual
literacy
Problem
solving
skills
Technology
skills
21ST CENTURY SKILLS
AND LITERACIES
UNESCO
Richard I. Arends
Kemampu
an baru
Pilihan
Pembelajaran
aktif
Masyarakat
Multikultur
Teknologi
Tantangan Mengajar bagi
Guru di Abad 21
Akuntabilitas
Konstruksi
Makna
Masyarakat
Kultural
Kita hidup di masyarakat
yang multikultur, inilah
kondisi budaya kita
Konstruksi
Makna
Pengetahuan merupakan
prespektif konstruktivisme
Pengetahuan dikonstruksi
berdasarkan pengalaman
Belajar adalah kegiatan
sosial dan kultural
Pembelajaran
Aktif
 Peserta didik terlibat aktif dalam
proses pembelajaran
 Belajar berasal dari berbagai
sumber
 Belajar tidak dibatasi oleh ruang
Kemampuan
Baru
Setiap individu memiliki
kemampuan yang spesifik
 Adanya penemuan
multiple intelligent
Pilihan
 Setiap individu memiliki
pilihan sesuai minat dan bakatnya
Akuntabilitas
 Guru-guru terbaik menunjukkan
kepedulian terhadap peserta
didiknya dan bertanggung jawab
atas pembelajaran mereka
Teknologi
 Meningkatkan kualitas pembe-
lajaran dengan teknologi
Pembelajaran dilandasi strategi yang berprinsip pada:
1. Berpusat pada peserta didik
2. Mengembangkan kreativitas peserta didik
3. Suasana yang menarik, menyenangkan, dan bermakna
4. Prinsip pembelajaran aktif, Inovatif, kreatif, efektif, dan
menyenangkan (PAIKEM)
5. Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan
nilai dan makna
6. Belajar melalui berbuat, peserta didik aktif berbuat
7. Menekankan pada penggalian, penemuan, dan penciptaan
8. Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya
9. Menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah
DASAR PEMIKIRAN
 Pembelajaran yang berorientasi pada
penguasaan materi terbukti berhasil dalam
kompetisi mengingat jangka pendek tetapi
gagal dalam membekali peserta didik
memecahkan persoalan dalam kehidupan
jangka panjang.
 Problem Solving skill dan Critical Thinking Skill
adalah salah satu icon dalam kegiatan
pembelajaran RSBI
DASAR PEMIKIRAN
1. Meningkatkan pemahaman
hakikat pembelajaran efektif
2. Meningkatkan efektivitas
pembelajaran
3. Meningkatkan mutu
pembelajaran
4. Mengimplementasikan
pembelajaran efektif sesuai
dengan mata pelajaran yang
diampu
TUJUAN
 Proses pembelajaran pada satuan pendidikan
diselenggarakan secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang dan memotivasi peserta
didik untuk berpartisipasi aktif, memberikan ruang
gerak yang cukup bagi prakarsa, kretivitas dan
kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan
perkembangan fisik serta psikologi peserta didik (PP
19 tahun 2005 pasal 19 ayat (1).
 Setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan
proses pembelajaran, pelaksanaan proses
pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan
pengawasan proses pembelajaran untuk
terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan
efisien (PP 19 tahun 2005 pasal 19 ayat (3)
 Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan
rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat
sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar,
metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil
belajar (PP 19 tahun 2005 pasal 20)
 Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban
menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar
pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik
untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang
cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai
dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta
psikologis peserta didik (Lamp. Permendiknas No 41
Bagian B)
 Proses pembelajaran SBI menerapkan
pendekatan pembelajaran berbasis
teknologi informasi dan komunikasi, aktif,
kreatif, efektif, menyenangkan, dan
kontekstual (Permendiknas No 78 Tahun 2009)
 Efektivitas menekankan pada perbandingan antara rencana
dengan tujuan yang dicapai.
 Oleh karena itu, efektivitas pembelajaran sering kali diukur
dengan tercapainya tujuan pembelajaran, atau dapat pula
diartikan sebagai ketepatan dalam mengelola suatu situasi.
 Secara harfiah EFEKTIF memilki makna: manjur, mujarab,
berdampak, membawa pengaruh, memiliki akibat dan
membawa hasil.
 Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang
menghasilkan apa yang harus dikuasai peserta didik setelah
proses pembelajaran berlangsung (seperti dalam tujuan)
 Pembelajaran efektif adalah belajar yang
bermanfaat dan bertujuan bagi peserta didik,
melalui pemakaian prosedur yang tepat. Melalui
prosedur yang tepat maka tujuan pembelajaran
akan dapat tercapai secara optimal sehingga
dampak belajar akan dapat diperoleh peserta didik
(Miarso, 2004 dalam bukunya Warsita, 2008: 287)
 Pembelajaran efektif artinya pembelajaran yang
mampu mencapai kompetensi yang telah
dirumuskan, pembelajaran dimana peserta didik
memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan
sikap.
 Belajar efektif dimulai dari lingkungan belajar yang
berpusat pada peserta didik. Dari guru akting di
depan kelas, peserta didik menonton ke peserta
didik akting bekerja dan berkarya, guru
mengarahkan.
 Tugas guru memfasilitasi agar informasi baru
bermakna, memberi kesempatan kepada peserta
didik untuk menemukan dan menerapkan ide
mereka sendiri, dan menyadarkan peserta didik
untuk menerapkan strategi mereka sendiri.
Karakteristik pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan
menyenangkan (hhtt://akhmadsudradjat.wordpres.com):
 Peserta didik terlibat dalam berbagai kegiatan yang
mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan
penekanan pada belajar melalui belajar berbuat;
 Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara
membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan
sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik,
memyenangkan, dan cocok bagi peserta didik;
 Guru mengatur kelas dengan lebih menarik;
 Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan
interaktif;
 Guru mendorong peserta didik untuk menemukan caranya
sendiri dalam pemecahan masalah untuk mengungkapkan
gagasannya dan melibatkan peserta didik menciptakan
lingkungannya.
 Tujuan pembelajaran merupakan tujuan perilaku yang hendak
dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh peserta didik pada
kondisi dan tingkat kompetensi tertentu (Mager, 1962)
 Tujuan pembelajaran merupakan suatu pernyataan spesifik
yang dinyatakan dalam perilaku atau penampilan yang
diwujudkan dalam bentuk tulisan (written plan) untuk
menggambarkan hasil belajar yang diharapkan. Perilaku ini
berupa fakta yang konkret, dapat dilihat dan bukan fakta yang
tersamar (Dejnozka dan Kapel , 1981 dan Kemp , 1977)
 Tujuan pembelajaran merupakan suatu pernyataan yang jelas
dan menunjukkan penampilan atau keterampilan peserta didik
tertentu yang diharapkan dapat dicapai sebagai hasil belajar.
(Percival dan Ellington, 1984)
• Tujuan pembelajaran adalah pernyataan
yang diharapkan dapat dicapai sebagai hasil
belajar (Henry Ellington, 1984).
• Tujuan pembelajaran adalah suatu deskripsi
mengenai tingkah laku yang diharapkan
tercapai oleh peserta didik setelah
berlangsung pembelajaran ( Oemar Hamalik,
2005).
 Tujuan pembelajaran adalah tercapainya
perubahan perilaku atau kompetensi pada
peserta didik setelah mengikuti kegiatan
pembelajaran;
 Tujuan dirumuskan dalam bentuk pernyataan
atau deskripsi yang spesifik.
Tujuan pembelajaran mencakup tiga elemen utama (Mager, 1962)
1. Menyatakan apa yang seharusnya dapat dikerjakan peserta didik
selama belajar dan berkemampuan apa yang sebaiknya dikuasainya
pada akhir/sesudah pelajaran.
2. Menyatakan kondisi dan hambatan yang ada pada saat
mendemonstrasikan perilaku tertentu.
3. Perlu ada petunjuk yang jelas tentang standar penampilan
minimum yang dapat diterima.
Dengan demikian tujuan pembelajaran dinyatakan dalam bentuk
audience (peserta didik), behavior (perilaku yang dapat diamati
sebagai hasil belajar), condition (persyaratan yang perlu dipenuhi
agar perilaku yang diharapkan dapat tercapai), degree (tingkat
penampilan yang dapat diterima).
INPUT PROSES OUTPUT
 Persiapan (Penyusunan RPP, penyusunan
bahan ajar, dll)
 Pelaksanaan (diantaranya Pengelolaan Kelas,
peran guru, teknik bertanya, pelibatan peserta
didik)
 Penilaian (diantaranya, teknik penilaian,
penyusunan soal-soal, diutamakan soal-soal
problem solving)
 Contoh model Pembelajaran Efektif
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN EFEKTIF
35
KREATIF
INSPIRATIF
MENYENANGKAN
MENANTANG
MEMOTIVASI
 LOGIS MATEMATIS: pandai berpikir analisis matematis,
 SPASIAL VISUAL: pandai berabstraksi dg citra gambar,
menghubungkan antar ruang-citra….
 LINGUISTIK: pandai berpikir dg kata-kata, ungkapan….
 INTERPERSONAL: pandai mengelola pergaulan,
berkomunikasi dengan orang lain, ….
 MUSIKAL: pandai berpikir dalam irama melodi, peka
terhadap intonasi
 INTRAPERSONAL: pandai berpikir reflektif, menuangkan
dalam gambar/tulisan….
 KINESTETIK: berpikir sensasi dengan gerakan fisik, …
 NATURALIS: berpikir dengan acuan alam, mengakrabi
kondisi alam sekitar ……
Anakku potensinya
bidang apa yaa…
 Pembelajaran menyenangkan adalah
pembelajaran yang membuat peserta didik
tidak takut salah, ditertawakan,
diremehkan, tertekan, tetapi sebaliknya
peserya didik berani berbuat dan mencoba,
bertanya, mengemukakan pendapat /
gagasan, dan mempertanyakan gagasan
orang lain.
 Menyenangkan atau fun sebagai sebagai suasana
belajar dalam keadaan gembira (Dave Meier 2002:36)
 Suasana gembira bukan berarti suasana ribut, hura-
hura, kesenangan yang sembrono dan kemeriahan
yang dangkal.
 Mengembangkan joyful learning dan meaningful
learning, yaitu dengan menciptakan kondisi
pembelajaran sedemikian rupa sehingga peserta didik
menjadi betah di kelas karena pembelajaran yang
dijalani menyenangkan dan bermakna.
 Rileks
 Bebas dari tekanan
 Aman
 Menarik
 Bangkitnya minat
belajar
 Adanya
keterlibatan penuh
 Perhatian peserta
didik tercurah
 Lingkungan belajar
yang menarik
 Bersemangat
 Perasaan gembira
 Konsentrasi tinggi
1. Metode Ceramah
2. Metode Diskusi
3. Metode Demonstrasi
4. Metode Ceramah Plus
5. Metode Resitasi
6. Metode Eksperimental
7. Metode StudyTour (Karya wisata)
8. Metode Latihan Keterampilan
9. Metode Pengajaran Beregu
10. PeerTeaching Method
11. Metode Pemecahan Masalah (problem solving method)
12. Project Method
13. Taileren Method
14. Metode Global (ganze method)
 Pembelajaran Langsung (Direct Instruction).
 Pembelajaran Kooperatif (Cooperative
Learning).
 Pembelajaran Berdasarkan Masalah (Problem
Based Learning).
 Diskusi (Discussion).
 Pembelajaran Berstrategi (Learning
Strategies)
 Metode pemecahan masalah (problem solving)
adalah penggunaan metode dalam kegiatan
pembelajaran dengan jalan melatih peserta
didik menghadapi berbagai masalah, baik itu
perorangan maupun masalah kelompok untuk
dipecahkan sendiri dan atau bersama-sama.
 Pembelajarannya berorientasi investigasi dan
penemuan yang pada dasarnya adalah
pemecahan masalah.
1. soal tersebut menantang pikiran
(challenging),
2. soal tersebut tidak otomatis
diketahui cara penyelesaiannya
(nonroutine).
• Ada interaksi antarpeserta didik dan interaksi peserta didik
dengan guru.
• Guru menyediakan informasi yang cukup tentang masalah, dan
peserta didik mengklarifikasi, menginterpretasi, dan mencoba
mengkonstruksi penyelesaiannya.
• Guru membimbing, melatih, dan menanyakan hal-hal yang
berkaitan dengan masalah dengan menggunakan teknik bertanya
untuk mengeksplor dan memotivasi peserta didik.
• Guru tidak memberikan jawaban ya atau tidak, tetapi
mengarahkan peserta didik untuk menemukan sendiri
jawabannya.
• Peserta didik menggunakan hasil temuannya untuk melakukan
generalisasi aturan atau konsep dalam aplikasinya pada masalah
lain yang serupa.
1. Soal-soal yang menguji ingatan (memory)
2. Soal-soal yang menguji keterampilan (skills).
3. Soal-soal yang membutuhkan penerapan
keterampilan pada situasi yang biasa (familiar).
4. Soal-soal yang membutuhkan penerapan
keterampilan pada situasi yang tidak biasa
(unfamiliar) – mengembangkan strategi untuk
masalah yang baru
5. Soal-soal yang membutuhkan perluasan keterampilan
atau teori yang kita kenal sebelum diterapkan pada
situasi yang tidak biasa (unfamiliar).
Ada lima tipe soal yang biasa digunakan oleh guru
(Saint Louise University)
1. Mengidentifikasi masalah secara tepat
2. Menentukan sumber dan akar
penyebab masalah
3. Merencanakan pemecahan masalah
4. Solusi masalah secara efektif dan
efisien
LANGKAH-LANGKAH
PROBLEM SOLVING
Kennedy seperti dikutip oleh Lovitt (1989 :
279) menyarankan empat langkah proses
pemecahan masalah matematika yaitu
dengan:
 Memahami masalah
 Merencanakan pemecahan masalah
 Melaksanakan pemecahan masalah, dan
 Memeriksa kembali
LANGKAH-LANGKAH
PROBLEM SOLVING
Guru matematika menyajikan soal sebagai
berikut;
 Pada suatu saat, Umar akan berusia 38
tahun. Pada saat itu ia akan berusia 3
kali lipat dari umur Ani. Jika Ani
sekarang berusia 7 tahun, berapakah
umur Umar sekarang?
Diskusi ;
(jelaskan ..... )
 Pembelajarn kontekstual (Contextual teaching and
learning) adalah konsep belajar yang membantu guru
mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan
situasi dunia nyata peserta didik dan mendorong
peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan
yang dimilikinya dengan penerapannya dalam
kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan
tujuh komponen utama pembelajaran efektif, yakni:
konstruktivisme (Constructivism), bertanya
(Questioning), menemukan (Inquiri), masyarakat
belajar (Learning community), pemodelan (Modelling),
dan penilaian sebenarnya (Authentic Assessment).
Model
Pembelajaran Efektif
(Video)
1. Silabus,
2. RPP, dan
3. Bahan Ajar
4. Melakukan simulasi mengajar
menggunakan perangkat pembelajaran
yang telah disusun.
Pembelajaran efektif

Pembelajaran efektif

  • 1.
    DIREKTORAT PEMBINAAN SMA DIREKTORATJENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PEMBELAJARAN EFEKTIF
  • 2.
    I C AR E Introduction 5 menit Menjelaskan latar belakang dan tujuan Connection 40 menit • Simulasi pem- belajaran efektif • Diskusi hasil simulasi Application 40 menit Identifikasi kegiatan belajar efektif Reflection 5 menit Cek tujuan Extension Penugasan - Berlatih merancang perangkat pembelajaran efektif
  • 3.
    1. Meningkatkan pemahamanhakikat pembelajaran efektif 2. Menyusun perangkat pembelajaran efektif (silabus, RPP, bahan ajar) 3. Menyajikan pembelajaran efektif berpedoman pada RPP yang telah dibuat TUJUAN
  • 4.
    RUANG LINGKUP  LatarBelakang  Pengertian  Landasan Hukum  Pedagogi Pembelajaran Efektif  Iklim Kelas (Classroom Climate)  Model-model Pembelajaran Efektif (Problem Solving, Contructivism, dll)
  • 5.
  • 6.
  • 7.
  • 8.
    Richard I. Arends Kemampu anbaru Pilihan Pembelajaran aktif Masyarakat Multikultur Teknologi Tantangan Mengajar bagi Guru di Abad 21 Akuntabilitas Konstruksi Makna
  • 9.
    Masyarakat Kultural Kita hidup dimasyarakat yang multikultur, inilah kondisi budaya kita
  • 10.
    Konstruksi Makna Pengetahuan merupakan prespektif konstruktivisme Pengetahuandikonstruksi berdasarkan pengalaman Belajar adalah kegiatan sosial dan kultural
  • 11.
    Pembelajaran Aktif  Peserta didikterlibat aktif dalam proses pembelajaran  Belajar berasal dari berbagai sumber  Belajar tidak dibatasi oleh ruang
  • 12.
    Kemampuan Baru Setiap individu memiliki kemampuanyang spesifik  Adanya penemuan multiple intelligent
  • 13.
    Pilihan  Setiap individumemiliki pilihan sesuai minat dan bakatnya
  • 14.
    Akuntabilitas  Guru-guru terbaikmenunjukkan kepedulian terhadap peserta didiknya dan bertanggung jawab atas pembelajaran mereka
  • 15.
    Teknologi  Meningkatkan kualitaspembe- lajaran dengan teknologi
  • 16.
    Pembelajaran dilandasi strategiyang berprinsip pada: 1. Berpusat pada peserta didik 2. Mengembangkan kreativitas peserta didik 3. Suasana yang menarik, menyenangkan, dan bermakna 4. Prinsip pembelajaran aktif, Inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM) 5. Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna 6. Belajar melalui berbuat, peserta didik aktif berbuat 7. Menekankan pada penggalian, penemuan, dan penciptaan 8. Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya 9. Menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah DASAR PEMIKIRAN
  • 17.
     Pembelajaran yangberorientasi pada penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat jangka pendek tetapi gagal dalam membekali peserta didik memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang.  Problem Solving skill dan Critical Thinking Skill adalah salah satu icon dalam kegiatan pembelajaran RSBI DASAR PEMIKIRAN
  • 18.
    1. Meningkatkan pemahaman hakikatpembelajaran efektif 2. Meningkatkan efektivitas pembelajaran 3. Meningkatkan mutu pembelajaran 4. Mengimplementasikan pembelajaran efektif sesuai dengan mata pelajaran yang diampu TUJUAN
  • 20.
     Proses pembelajaranpada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, memberikan ruang gerak yang cukup bagi prakarsa, kretivitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik (PP 19 tahun 2005 pasal 19 ayat (1).  Setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien (PP 19 tahun 2005 pasal 19 ayat (3)
  • 21.
     Perencanaan prosespembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar (PP 19 tahun 2005 pasal 20)  Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik (Lamp. Permendiknas No 41 Bagian B)
  • 22.
     Proses pembelajaranSBI menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi, aktif, kreatif, efektif, menyenangkan, dan kontekstual (Permendiknas No 78 Tahun 2009)
  • 24.
     Efektivitas menekankanpada perbandingan antara rencana dengan tujuan yang dicapai.  Oleh karena itu, efektivitas pembelajaran sering kali diukur dengan tercapainya tujuan pembelajaran, atau dapat pula diartikan sebagai ketepatan dalam mengelola suatu situasi.  Secara harfiah EFEKTIF memilki makna: manjur, mujarab, berdampak, membawa pengaruh, memiliki akibat dan membawa hasil.  Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang menghasilkan apa yang harus dikuasai peserta didik setelah proses pembelajaran berlangsung (seperti dalam tujuan)
  • 25.
     Pembelajaran efektifadalah belajar yang bermanfaat dan bertujuan bagi peserta didik, melalui pemakaian prosedur yang tepat. Melalui prosedur yang tepat maka tujuan pembelajaran akan dapat tercapai secara optimal sehingga dampak belajar akan dapat diperoleh peserta didik (Miarso, 2004 dalam bukunya Warsita, 2008: 287)  Pembelajaran efektif artinya pembelajaran yang mampu mencapai kompetensi yang telah dirumuskan, pembelajaran dimana peserta didik memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
  • 26.
     Belajar efektifdimulai dari lingkungan belajar yang berpusat pada peserta didik. Dari guru akting di depan kelas, peserta didik menonton ke peserta didik akting bekerja dan berkarya, guru mengarahkan.  Tugas guru memfasilitasi agar informasi baru bermakna, memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan dan menerapkan ide mereka sendiri, dan menyadarkan peserta didik untuk menerapkan strategi mereka sendiri.
  • 27.
    Karakteristik pembelajaran aktif,kreatif, efektif, dan menyenangkan (hhtt://akhmadsudradjat.wordpres.com):  Peserta didik terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui belajar berbuat;  Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, memyenangkan, dan cocok bagi peserta didik;  Guru mengatur kelas dengan lebih menarik;  Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif;  Guru mendorong peserta didik untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan masalah untuk mengungkapkan gagasannya dan melibatkan peserta didik menciptakan lingkungannya.
  • 28.
     Tujuan pembelajaranmerupakan tujuan perilaku yang hendak dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh peserta didik pada kondisi dan tingkat kompetensi tertentu (Mager, 1962)  Tujuan pembelajaran merupakan suatu pernyataan spesifik yang dinyatakan dalam perilaku atau penampilan yang diwujudkan dalam bentuk tulisan (written plan) untuk menggambarkan hasil belajar yang diharapkan. Perilaku ini berupa fakta yang konkret, dapat dilihat dan bukan fakta yang tersamar (Dejnozka dan Kapel , 1981 dan Kemp , 1977)  Tujuan pembelajaran merupakan suatu pernyataan yang jelas dan menunjukkan penampilan atau keterampilan peserta didik tertentu yang diharapkan dapat dicapai sebagai hasil belajar. (Percival dan Ellington, 1984)
  • 29.
    • Tujuan pembelajaranadalah pernyataan yang diharapkan dapat dicapai sebagai hasil belajar (Henry Ellington, 1984). • Tujuan pembelajaran adalah suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang diharapkan tercapai oleh peserta didik setelah berlangsung pembelajaran ( Oemar Hamalik, 2005).
  • 30.
     Tujuan pembelajaranadalah tercapainya perubahan perilaku atau kompetensi pada peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran;  Tujuan dirumuskan dalam bentuk pernyataan atau deskripsi yang spesifik.
  • 31.
    Tujuan pembelajaran mencakuptiga elemen utama (Mager, 1962) 1. Menyatakan apa yang seharusnya dapat dikerjakan peserta didik selama belajar dan berkemampuan apa yang sebaiknya dikuasainya pada akhir/sesudah pelajaran. 2. Menyatakan kondisi dan hambatan yang ada pada saat mendemonstrasikan perilaku tertentu. 3. Perlu ada petunjuk yang jelas tentang standar penampilan minimum yang dapat diterima. Dengan demikian tujuan pembelajaran dinyatakan dalam bentuk audience (peserta didik), behavior (perilaku yang dapat diamati sebagai hasil belajar), condition (persyaratan yang perlu dipenuhi agar perilaku yang diharapkan dapat tercapai), degree (tingkat penampilan yang dapat diterima).
  • 33.
  • 34.
     Persiapan (PenyusunanRPP, penyusunan bahan ajar, dll)  Pelaksanaan (diantaranya Pengelolaan Kelas, peran guru, teknik bertanya, pelibatan peserta didik)  Penilaian (diantaranya, teknik penilaian, penyusunan soal-soal, diutamakan soal-soal problem solving)  Contoh model Pembelajaran Efektif IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN EFEKTIF
  • 35.
  • 36.
  • 37.
     LOGIS MATEMATIS:pandai berpikir analisis matematis,  SPASIAL VISUAL: pandai berabstraksi dg citra gambar, menghubungkan antar ruang-citra….  LINGUISTIK: pandai berpikir dg kata-kata, ungkapan….  INTERPERSONAL: pandai mengelola pergaulan, berkomunikasi dengan orang lain, ….  MUSIKAL: pandai berpikir dalam irama melodi, peka terhadap intonasi  INTRAPERSONAL: pandai berpikir reflektif, menuangkan dalam gambar/tulisan….  KINESTETIK: berpikir sensasi dengan gerakan fisik, …  NATURALIS: berpikir dengan acuan alam, mengakrabi kondisi alam sekitar …… Anakku potensinya bidang apa yaa…
  • 38.
     Pembelajaran menyenangkanadalah pembelajaran yang membuat peserta didik tidak takut salah, ditertawakan, diremehkan, tertekan, tetapi sebaliknya peserya didik berani berbuat dan mencoba, bertanya, mengemukakan pendapat / gagasan, dan mempertanyakan gagasan orang lain.
  • 39.
     Menyenangkan ataufun sebagai sebagai suasana belajar dalam keadaan gembira (Dave Meier 2002:36)  Suasana gembira bukan berarti suasana ribut, hura- hura, kesenangan yang sembrono dan kemeriahan yang dangkal.  Mengembangkan joyful learning dan meaningful learning, yaitu dengan menciptakan kondisi pembelajaran sedemikian rupa sehingga peserta didik menjadi betah di kelas karena pembelajaran yang dijalani menyenangkan dan bermakna.
  • 40.
     Rileks  Bebasdari tekanan  Aman  Menarik  Bangkitnya minat belajar  Adanya keterlibatan penuh  Perhatian peserta didik tercurah  Lingkungan belajar yang menarik  Bersemangat  Perasaan gembira  Konsentrasi tinggi
  • 41.
    1. Metode Ceramah 2.Metode Diskusi 3. Metode Demonstrasi 4. Metode Ceramah Plus 5. Metode Resitasi 6. Metode Eksperimental 7. Metode StudyTour (Karya wisata) 8. Metode Latihan Keterampilan 9. Metode Pengajaran Beregu 10. PeerTeaching Method 11. Metode Pemecahan Masalah (problem solving method) 12. Project Method 13. Taileren Method 14. Metode Global (ganze method)
  • 42.
     Pembelajaran Langsung(Direct Instruction).  Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning).  Pembelajaran Berdasarkan Masalah (Problem Based Learning).  Diskusi (Discussion).  Pembelajaran Berstrategi (Learning Strategies)
  • 43.
     Metode pemecahanmasalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih peserta didik menghadapi berbagai masalah, baik itu perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri dan atau bersama-sama.  Pembelajarannya berorientasi investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah.
  • 44.
    1. soal tersebutmenantang pikiran (challenging), 2. soal tersebut tidak otomatis diketahui cara penyelesaiannya (nonroutine).
  • 45.
    • Ada interaksiantarpeserta didik dan interaksi peserta didik dengan guru. • Guru menyediakan informasi yang cukup tentang masalah, dan peserta didik mengklarifikasi, menginterpretasi, dan mencoba mengkonstruksi penyelesaiannya. • Guru membimbing, melatih, dan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan masalah dengan menggunakan teknik bertanya untuk mengeksplor dan memotivasi peserta didik. • Guru tidak memberikan jawaban ya atau tidak, tetapi mengarahkan peserta didik untuk menemukan sendiri jawabannya. • Peserta didik menggunakan hasil temuannya untuk melakukan generalisasi aturan atau konsep dalam aplikasinya pada masalah lain yang serupa.
  • 46.
    1. Soal-soal yangmenguji ingatan (memory) 2. Soal-soal yang menguji keterampilan (skills). 3. Soal-soal yang membutuhkan penerapan keterampilan pada situasi yang biasa (familiar). 4. Soal-soal yang membutuhkan penerapan keterampilan pada situasi yang tidak biasa (unfamiliar) – mengembangkan strategi untuk masalah yang baru 5. Soal-soal yang membutuhkan perluasan keterampilan atau teori yang kita kenal sebelum diterapkan pada situasi yang tidak biasa (unfamiliar). Ada lima tipe soal yang biasa digunakan oleh guru (Saint Louise University)
  • 47.
    1. Mengidentifikasi masalahsecara tepat 2. Menentukan sumber dan akar penyebab masalah 3. Merencanakan pemecahan masalah 4. Solusi masalah secara efektif dan efisien LANGKAH-LANGKAH PROBLEM SOLVING
  • 48.
    Kennedy seperti dikutipoleh Lovitt (1989 : 279) menyarankan empat langkah proses pemecahan masalah matematika yaitu dengan:  Memahami masalah  Merencanakan pemecahan masalah  Melaksanakan pemecahan masalah, dan  Memeriksa kembali LANGKAH-LANGKAH PROBLEM SOLVING
  • 49.
    Guru matematika menyajikansoal sebagai berikut;  Pada suatu saat, Umar akan berusia 38 tahun. Pada saat itu ia akan berusia 3 kali lipat dari umur Ani. Jika Ani sekarang berusia 7 tahun, berapakah umur Umar sekarang? Diskusi ; (jelaskan ..... )
  • 50.
     Pembelajarn kontekstual(Contextual teaching and learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata peserta didik dan mendorong peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif, yakni: konstruktivisme (Constructivism), bertanya (Questioning), menemukan (Inquiri), masyarakat belajar (Learning community), pemodelan (Modelling), dan penilaian sebenarnya (Authentic Assessment).
  • 51.
  • 55.
    1. Silabus, 2. RPP,dan 3. Bahan Ajar 4. Melakukan simulasi mengajar menggunakan perangkat pembelajaran yang telah disusun.