1
PENDAHULUAN
Mengingat kompleksnya proses pembelajaran, maka bagi setiap
mahasiswa calon guru maupun bagi yang telah menduduki jabatan profesi
guru, kemampuan mengajar selalu harus dilatih dan dikembangkan, sehingga
dapat diperoleh kemampuan yang maksimal dan profesional.
Upaya yang harus dipersiapkan untuk calon guru untuk meningkatkan
kemampuan untuk mengemban tugas pembelajaran yang semakin kompleks,
dapat dilakukan melalui kegiatan latihan atau pembelajaran dengan
menggunakan metode atau pembelajaran yang telah disederhanakan atau
istilah populer disebut dengan pembelajaran micro (micro teaching).
Pembinaan Keterampilan Mengajar/Microteaching merupakan mata kuliah
praktik yang bertujuan untuk melatih mahasiswa dalam mempraktikkan
keterampilan dasar mengajar di kelas. Microteaching berasal dari kata micro
yang berarti “kecil, terbatas, sempit” dan teaching yang berarti “mengajar”.
Bila dilihat dari kedua arti kata tersebut maka dapat didefinisikan bahwa
microteaching adalah suatu kegiatan mengajar yang dimana segala sesuatunya
disederhanakan atau dikecilkan untuk mengembangkan keterampilan dasar
mengajar.
Sementara Pembelajaran Microteaching diungkapkan oleh Allen pada
tahun 1969 di Universitas Stanford berupa temuan pengajaran yang diperkecil
2
untuk melayani 3 tujuan: (1) sebagai pengalaman awal dan praktik dalam
mengajar, (2) sebagai wahana penelitian untuk mengeksplorasi efek pelatihan
di bawah kondisi terkendali, dan (3) sebagai instrumen pelatihan dalam jabatan
bagi guru yang berpengalaman. Dalam pengajaran mikro, peserta pelatihan
dihadapkan pada variabel dalam pengajaran di kelas tanpa dibanjiri oleh
kompleksitas situasi. Mereka diharuskan untuk mengajarkan pelajaran singkat
(5 hingga 10 menit) dalam mata pelajaran mereka, kepada sekelompok kecil
murid (5-10 orang).
Gambar Karakteristik Microteaching
Menurut Allen (1967) Microteaching memiliki krakteristik sebagai berikut:
1) Situasi pengajaran yang nyata; 2) Mengurangi kompleksitas situasi
pengajaran di kelas yang nyata dalam hal jumlah siswa, jumlah waktu dan
jumlah konten pembelajaran; 3) Menekankan pelatihan untuk penguasaan
kegiatan pengajaran seperti keterampilan, teknik, metode, dan pemilihan
kurikulum. 4) Menawarkan kontrol yang lebih baik atas kegiatan praktik
mengajar karena banyak faktor dapat dengan mudah dimanipulasi untuk
mencapai tingkat kontrol yang lebih besar ini dalam program pelatihan; 5)
3
Dimensi umpan balik diperluas karena siswa dapat menerima umpan balik yang
berarti.
Dengan demikian dalam proses pembelajaran, seorang guru yang
profesional tidak cukup hanya dengan telah menguasai sejumlah materi
pembelajaran saja, akan tetapi harus ditunjang oleh kemampuan dan
keterampilan lain sesuai dengan unsur-unsur yang terkait dengan sistem dan
proses pembelajaran. Secara khusus kemampuan utama yang harus dimiliki
secara profesional, selain menguasai materi atau bahan ajar adalah
keterampilan-keterampilan dasar mengajar.
Dalam undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang
Guru dan Dosen, pasal 10 ayat (1) bahwa kompetensi yang wajib dimiliki oleh
guru minimal meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian,
kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Kompetensi pedagogik adalah
kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik. Kompetensi kepribadian
adalah kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan
berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. Kompetensi profesional adalah
kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam.
Sementara kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi
dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan pserta didik, sesama guru,
orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
Membuka pelajaran merupakan keterampilan dasar mengajar yang harus
dikuasai guru saat guru mengajar dengan menggunakan pendekatan
pembelajaran apapun. Apabila keterampilan tersebut dilakukan dengan baik
dan sesuai dengan prosedur pelaksanaannya, maka akan berpengaruh
terhadap kualitas proses dan hasil pembelajaran di Sekolah. Kegiatan
membuka pelajaran pada dasarnya merupakan kegiatan yang harus ditempuh
guru dan siswa pada setiap kali pelaksanaan sebuah pembelajaran.
4
`
Kegiatan membuka pelajaran bertujuan untuk menciptakan suasana awal
pembelajaran yang efektif yang memungkinkan siswa dapat mengikuti proses
pembelajaran dengan baik. Efisien waktu dalam kegiatan membuka dalam
kegiatan pembelajaran relatif singkat sekitar antara 5-10 menit. Dalam waktu
yang sangat singkat tersebut guru diharapkan dapat menciptakan kondisi awal
pembelajaran dengan baik sehingga dalam kegiatan inti pembelajaran siswa
sudah siap untuk mengikuti pelajaran dengan seksama.
5
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari keterampilan membuka pelajaran mahasiswa
semester 6 dapat menguasai konsep dan mempraktekkan keterampilan
membuka pelajaran.
Sub Capaian Pembelajaran
1. Menjelaskan Pengertian Keterampilan
Membuka Pelajaran
2. Mengemukakan Tujuan
Mengembangkan Keterampilan
Membuka Pelajaran
3. Mengemukakan Prinsip-Prinsip
Keterampilan Membuka
4. Mensimulasikan Komponen
Keterampilan Membuka Pelajaran
Pokok Materi
1. Pengertian Keterampilan
Membuka Pelajaran
2. Manfaat Keterampilan
Membuka Pelajaran
3. Prinsip Keterampilan
Membuka Pelajaran
4. Komponen Keterampilan
Membuka Pelajaran
PENGERTIAN
Keterampilan membuka pelajaran merupakan keterampilan yang
berkaitan dengan usaha guru dalam memulai kegiatan
pembelajaran. Membuka pelajaran sendiri adalah kegiatan yang
dilakukan untuk menciptakan suasana “siap” baik fisik maupun
mental dan untuk menumbuhkan perhatian siswa agar terpusat ke
dalam proses pembelajaran.
Owukju dalam Khakiim (2016:1730) berpendapat bahwa guru harus
membuka pelajaran dengan memperkenalkan hal-hal yang akan dipelajari
untuk mempersiapkan mental dan perhatian peserta didik agar terpusat pada
materi pelajaran. Eldarni & Zuliarni (2017:21) mengatakan bahwa kegiatan
membuka pelajaran tidak hanya dilakukan di bagian awal pelajaran, akan
tetapi dilakukan juga pada awal tiap penggal kegiatan atau setiap beralih pada
pembahasan baru selama pelajaran berlangsung guna menciptakan suasana
siap mental dan terfokusnya perhatian peserta didik terhadap materi yang
6
MANFAAT
Aktifitas siswa dari awal sampai akhir harus memiliki makna
(meaningful leaning). Keterampilan membuka pelajaran bermanfaat
bagi guru dalam mengarahkan siswa pada kondisi belajar dan
pembelajaran yang kondusif.
Secara lebih rinci, berikut ini merupakan manfaat yang dapat diperoleh
pada kegiatan keterampilan membuka pelajaran menurut Susanto (2014:307):
1. Menyiapkan mental siswa memasuki kegiatan inti pembelajaran;
2. Membangkitkan motivasi dan perhatian siswa (attention) dalam mengikuti
kegiatan pembelajaran;
3. Memberikan gambaran yang jelas tentang aktivitas belajar yang akan
dilakukan dan batas-batas tugas yang harus dikerjakan siswa;
4. Menyadarkan siswa akan adanya keterkaitan antara pengalaman yang
sudah dimiliki dengan tema yang akan dipelajarinya.
Kegiatan membuka pembelajaran sangat penting dilakukan oleh guru untuk
memberikan permulaan yang baik kepada peserta didik. Dimana pada akhirnya
kegiatan ini akan memberikan dampak pada pemerolehan kompetensi siswa.
diajarkan. Misalnya, pada suatu kegiatan pembelajaran dibahas beberapa
topik/pokok bahasan dalam satu tema. Pada awal setiap topik/pokok bahasan
guru dapat melakukan kegiatan membuka pelajaran.
7
KOMPONEN KETERAMPILAN MEMBUKA
PELAJARAN
Untuk melaksanakan keterampilan membuka pelajaran, guru
perlu menguasai beberapa komponen keterampilan membuka
pelajaran. Sehingga guru dapat melaksanakan kegiatan
membuka pelajaran secara lebih optimal dan mampu
mengarahkan siswa untuk mampu mengikuti kegiatan inti
pembelajaran. Komponen-komponen utama keterampilan
membuka pelajaran menurut Syaripuddin (2019:2-7) sebagai
berikut:
1. Menumbuhkan Perhatian Siswa;
Perhatian (attention) merupakan salah satu prinsip yang
diperlukan dalam belajar. Perhatian pada hakikatnya adalah pemusatan
energi psikis pada suatu objek yang dipelajari. Tanpa perhatian yang baik
KOMPONEN KETERAMPILAN MEMBUKA PELAJARAN
MENARIK
PERHATIA
N SISWA
1
MEMBAN
GKITKAN
MOTIVASI
SISWA
2
MEMBERI
ACUAN
3
MEMBUA
T KAITAN
4
8
maka proses dan hasil belajar dipastikan tidak akan tercapai dengan
memuaskan.
Kegiatan menarik perhatian siswa merupakan langkah awal dalam
membuka peiajaran. Jika ingin berhasil dalam menarik perhatian siswa,
guru bisa melakukannya dengan berbagai cara, di antaranya:
a. Variasi gaya mengajar guru, seperti intonasi suara, suara dari
rendah ke tinggi (atau sebaliknya), mengubah posisi guru
(berpindah dari depan ke tengah atau belakang), atau dengan
mengoptimalkan gerakan tubuh dan mimik muka.
b. Variasi sumber dan media belajar. Media pembelajaran yang tepat
dan dapat menarik perhatian siswa, Guru dapat menggunakan
media visual, audio, audio-visual, benda-benda konkret untuk
menarik perhatian peserta didik dan mengundang keinginan siswa
untuk bertanya.
2. Membangkitkan Motivasi Siswa;
Beberapa cara yang dapat dilakukan guru untuk membangkitkan
motivasi siswa;
a. Memperlihatkan sikap hangat dan antusias
Kehangatan dan keantusiasan yang ditunjukkan guru
merupakan awal munculnya keinginan siswa untuk belajar. Sikap
hangat bersahabat dan penuh semangat yang tercermin dari
penampilan guru di depan kelas, akan sangat berpengaruh terhadap
tinggi rendahnya motivasi siswa yang akan mengikuti kegiatan inti
pembelajaran.
b. Menimbulkan rasa ingin tahu (curiosity)
Rasa ingin tahu merupakan alasan yang cukup ampuh bagi siswa
dalam mempelajari suatu materi. Rasa ingin tahu akan mendorong
siswa untuk berbuat sesuatu agar rasa ingin tahunya terpenuhi.
Dalam hal ini, guru harus mampu membangkitkan rasa ingin tahu
siswa pada saat memulai kegiatan pembelajaran atau pada setiap
9
penggal awal pembelajaran. Beberapa cara bisa dilakukan guru,
misalnya dengan mengemukakan cerita atau dongeng yang
mengundang pertanyaan, menunjukkan sesuatu yang baru, atau
memperlihatkan gambar yang menarik, dan kemudian diikuti oleh
pertanyaan-pertanyaan.
c. Mengemukakan ide yang bertentangan
Ide atau gagasan guru yang bertentangan biasanya menggugah
siswa untuk bertanya atau mengajukan pendapatnya. Oleh karena
itu, guru harus kreatif mencari ide atau gagasan yang berkaitan
dengan kehidupan sehari-hari dan yang langsung berkaitan dengan
materi yang akan dibahas.
d. Memperhatikan minat siswa
Minat siswa terhadap satu materi yang dipelajari sangat
berkaitan erat dengan keinginannya untuk mempelajari materi
tersebut dan mengikuti kegiatan pembelajaran yang dirancang. Oleh
karena itu, dalam memilih materi atau merancang kegiatan, guru
harus selalu memperhatikan minat siswa. Perbedaan minat peserta
didik dapat guru lakukan dengan melihat minat-minat umu sesuai
dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti usia, adat
istiadat, lingkungan, budaya dan status sosial peserta didik.
3. Memberi Acuan
Pemberian acuan kepada peserta didik yaitu usaha seorang guru
memberi kejelasan terhadap pelajaran yang akan dipelajari serta cara
yang ditempuh untuk mempelajari materi tersebut. Usaha yang dapat
dilakukan guru yaitu:
a. Mengemukakan tujuan dan batas
Siswa perlu mendapatkan gambaran yang jelas tentang
kompetensi apa yang akan dicapai melalui pembahasan materi dalam
pembelajaran. Dalam hal ini, guru harus sejak awal pembelajaran
mengemukakan tujuan atau kompetensi dasar yang harus dikuasai
10
siswa, beserta ruang lingkup materi yang akan dibahas dan batas-
batas tugas yang harus dikerjakan siswa. Dalam penyampaiannya
perlu disesuaikan dengan bahasa yang dapat dipahami siswa.
b. Menjelaskan langkah pembelajaran
Penjelasan tentang langkah-langkah atau strategi yang harus
dilakukan siswa yanga kan membuat kegiatan pembelajaran
menjadi Iebih terarah. Misalnya, ketika siswa kelas 6 (enam) akan
melakukan suatu percobaan, terlebih dahulu guru menuliskan
langkah-langkah yang harus dilakukan siswa agar percobaan
tersebut berlangsung dengan benar.
c. Mengingatkan inti materi /tema yang akan dipelajari
Hal ini dapat dilakukan guru dengan mengingatkan siswa untuk
menemukan hal-hal positif dan negatif dan materi yang akan
dibahas. Dengan mengingatkan hal-hal tersebut, siswa akan
mendapatkan gambaran yang jelas tentang apa yang perlu
diperhatikannya ketika mengikuti kegiatan pembelajaran.
d. Mengajukan pertanyaan
Guru dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada awal
pelajaran atau sebelum menjelaskan materi. dengan tujuan untuk
mempersiapkan siswa mengantisipasi bahan ajar atau tema yang
akan dibahas.
4. Membuat Kaitan
Membuat kaitan adalah menghubungkan pengetahuan lama dengan
pengetahuan baru dikaitkan dengan pengalaman, minat serta kebutuhan
peserta didik untuk mempermudah pemahaman. Upaya guru untuk
mengaitkan bahan pelajaran yang sudah disampaikan dengan bahan
pelajaran yang akan disampaikan disebut apersepsi (apperception) yang
dilakukan pada kegiatan awal pembelajaran. Membuat kaitan juga dapat
dilakukan dengan cara mengulas sepintas garis besar isi pelajaran yang
11
telah lalu, mengaitkan materi pelajaran dengan lingkungan peserta didik
dan menghubungkan bahan pelajaran yang sejenis.
PRINSIP KETERAMPILAN MEMBUKA
PELAJARAN
Penerapan keterampilan membuka pelajaran harus mengikuti
prinsip-prinsip tertentu agar proses dan hasilnya dapat dicapai
secara efektif dan efisien. Prinsip tersebut adalah prinsip
kebermaknaan dan prinsip kesinambungan. Makna dan kedua
prinsip tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut;
1. Prinsip kebermaknaan; Setiap kegiatan atau aktivitas yang
dilakukan untuk membuka pelajaran dalam pembelajaran terpadu
haruslah memiliki nilai kebermaknaan yang tinggi (meaningful),
terutama bagi seluruh siswa. Barnawi & Arifin (2015:131) mengatakan
prinsip kebermaknaan memiliki arti yaitu kegiatan atau aktivitas
tersebut harus relevan dengan tema yang akan dibahas dan kompetensi
dasar yang harus dikuasai siswa. Oleh karena itu, bahan ajar dan
kegiatan/pengalaman belajar yang ditetapkan harus sesuai dengan
karakteristik dan perkembangan siswa.
2. Prinsip kesinambungan dan keutuhan; Keterampilan membuka
pelajaran merupakan bagian yang utuh dari keseluruhan kemampuan
yang harus dimiliki guru dalam melaksanakan pembelajaran, bukan
merupakan kegiatan yang lepas-lepas dan berdiri sendiri. Oleh karena
itu, Eldarni & Zuliarni (2017:21) mengatakan guru hendaknya selalu
menjaga agar terjadi kesinambungan dan keutuhan dan satu
keterampilan mengajar dengan keterampilan mengajar yang lainnya.
Dalam hal ini, guru perlu menyusun langkah-langkah kegiatan
pembelajaran yang tepat dan berkesinambungan dengan minat,
pengalaman, dan kemampuan siswa, serta jelas kaitannya antara satu
12
kegiatan dengan kegiatan lainnya. Misalnya, ketika memulai pelajaran
guru menceritakan tentang suatu kejadian atau peristiwa kepada
seluruh siswa di kelas, dan meneruskan atau mengaitkan cerita tersebut
dengan tema yang akan dibahas, karena cerita tersebut memang telah
secara sengaja dikaitkan dengan topik inti dalam tema tersebut.
RANGKUMAN
Keterampilan membuka pelajaran merupakan kemampuan dasar
guru yang harus dimiliki untuk mempersiapkan mental dan memusatkan
perhatian serta minat peserta didik terhadap pelajaran yang akan dipelajari.
Keterampilan membuka ini tidak hanya di bagian awal pelajaran saja
melainkan selama kegiatan pembelajaran tersebut berlangsung.
Pelaksanaan kegiatan membuka pelajaran dalam pembelajaran terpadu
dilakukan dengan mengacu pada dua prinsip, yaitu (1) prinsip
kebermaknaan dan (2) prinsip kesinambungan dan keutuhan.
Scan disini
untuk melihat
contoh video
keterampilan
membuka
pelajaran
13
LATIHAN
Untuk memperdalam pemahaman anda mengenai
materi diatas, kerjakanlah latihan berikut:
1) Lakukan diskusi dengan teman-teman untuk mengidentifikasi bentuk-
bentuk kegiatan lainnya dalam membuka pembelajaran sehingga ada
memiliki kegiatan yang bervariasi dan cocok dengan situasi dan kondisi
yang ada dilingkungan Anda.
2) Rancanglah suatu skenario kegiatan membuka dalam pembelajaran
dengan memanfaatkan perbendahaaran kegiatan yang telah Anda dan
teman-teman Anda hasilkan pada diskusi diatas. Tetapkan tema yang
akan dibahas berserta langkah-langkah kegiatannya.
3) Minta salah satu teman untuk mensimulasikan kegiatan membuka
berdasarkan skenario kegiatan yang sudah disusun. Coba amati dengan
seksama dan catatlah kekurangan dan kelebihannya kemudian akhiri
dengan diskusi mengenai langkah-langkah kegiatan membuka
pelajaran yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran di Sekolah.
14
TES FORMATIF
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!
1) Keterampilan membuka pelajaran dalam aktifitas pembelajaran
diarahkan untuk...
A. Mengecek kehadiran siswa
B. Menyiapkan siswa memasuki kegiatan inti
C. Menyiapkan media dan buku sumber
D. Menyiapkan alat pembelajaran
2) Keterampilan membuka pelajaran dapat memberi manfaat untuk…
A. Memantapkan dan menyiapkan mental siswa
B. Melakukan penggayaan
C. Menetapkan kegiatan tindak lanjut
D. Memberi remedial
3) Penggunaan media pembelajaran merupakan salah satu cara yang
dapat dilakukan guru dalam membuka pelajaran dengan maksud
untuk...
A. Menumbuhkan perhatian siswa
B. Membangkitkan motivasi siswa
C. Memberi acuan belajar bagi siswa
D. Membuat kaitan-kaitan yang relavan
4) Mengemukakan ide yang bertentangan merupakan bagian dalam…
A. Menumbuhkan rasa ingin tahu
B. Membangkitkan motivasi siswa
C. Menunjukkan sikap antusias
D. Membuat kaitan dan memberi acuan
5) Salah satu kegiatan yang termasuk dalam komponen member acuan
dalam kegiatan membuka pelajaran, yaitu...
A. Menjelaskan langkah pembelajaran
B. Memperhatikan minat siswa
C. Mengemukakan ide bertentangan
15
D. Memperlihatkan keantusiasan
6) Upaya guru mengaitkan bahan pelajaran yang sudah diberikan dengan
bahan pelajaran yang akan dibahas termasuk dalam komponen
keterampilan…
A. Menumbuhkan perhatian siswa
B. Mengajukan pertanyaan
C. Memberi acuan
D. Membuat kaitan
7) Mengaitkan materi pembelajaran sekarang dengan pengalaman siswa
dinamakan dengan istilah…
A. Retention
B. Curiosity
C. Apersepsi
D. Attention
8) Memberikan acuan dapat dapat dilakukan guru dengan cara..
A. Mengemukakan tujuan dan batas pembelajaran
B. Memperlihatkan sikap hangat dan antusias
C. Mengemukakan ide yang bertentangan
D. Menimbulkan rasa ingin tahu (curiosity)
9) Untuk mewujudkan prinsip kebermaknaan bagi seluruh siswa, kegiatan
pembelajaran yang dilakukan guru harus relavan dengan...
A. Tema yang akan dibahas
B. Kompetensi dasar yang telah dikuasai siswa
C. Pengalaman mengajar guru
D. Pemanfaatan waktu belajar
10) Dalam keterampilan membuka, penyusunan langkah kegiatan
pembelajaran yang sesuai dengan minat, pengalaman, dan
kemampuan siswa merupakan prinsip...
A. Kebermaknaan
B. Keantusiasan
C. Kesinambungan
16
D. Kehangatan
Cocokkanlah Jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang
terdapat di bagian Kunci Jawaban Tes Formatif. Hitunglah jawaban yang
benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat
penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.
Tingkat penguasaan =
Jumlah Jawaban yang Benar
Jumlah Soal
× 100%
Arti tingkat penguasaan: 90-100% = baik sekali
80-89% = baik
70-79% = cukup
< 70 = kurang
Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat
meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang
belum dikuasai.
17
KUNCI JAWABAN
TES FORMATIF
1) B. Menyiapkan siswa memasuki kegiatan inti
2) A. Memantapkan dan menyiapkan mental siswa
3) A. Menumbuhkan perhatian siswa
4) B. Membangkitkan motivasi siswa
5) A. Menjelaskan langkah pembelajaran
6) D. Membuat kaitan
7) C. Apersepsi
8) A. Mengemukakan tujuan dan batas pembelajaran
9) A. Tema yang akan dibahas
10) D. Kehangatan
18
DAFTAR PUSTAKA
Asep Herry Hernawan, dkk. (2014). Pembelajaran Terpadu di SD. Jakarta:
Universitas Terbuka.
Cepi Riyana, dkk. (2009). Media Pembelajaran, Hakikat, Pengembangan,
Pemanfaatan dan Penilaian. Jakarta : CV Wahana Prima.
Barnawi & Arifin, M. 2015. Micro Teacing Teori & Praktik Pengajaran Yang
Efektif dan Kreatif. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media
Barnawi dan Arifin. 2015. Micro Teaching. Yogyakarta: AR-RUZZ MEDIA.
Eldarni & Zuliarni. 2017. Micro Teaching. Jogjakarta: Media Akademi
Irwantoro N., & Y. Suryana. 2016. Kompetensi Pedagogik. Sidoarjo: Genta
Group Production.
Khakiim, U., Degeng., Widiati, U. 2016. Pelaksanaan Membuka dan Menutup
Pelajaran Oleh Guru Kelas 1 SD. Jurnal Pendidikan Teori Penelitian
dan Pengembangan. 1(9). 1730
Khasanah, U. 2020. Pengantar Microteaching. Yogyakarta: Deepublish.
Susanto, A. 2014. Pengembangan Pembelajaran IPS Di Sekolah Dasar.
Jakarta:Kencana
Syaripuddin. 2019. Sukses Mengajar Di Abad 21 (Keterampilan Dasar
Mengajar dan Pendekatan Pembelajaran K13). Ponorogo: Uwais
Inspirasi Indonesia

Bab 1 modul i membuka pembelajaran(2)

  • 1.
    1 PENDAHULUAN Mengingat kompleksnya prosespembelajaran, maka bagi setiap mahasiswa calon guru maupun bagi yang telah menduduki jabatan profesi guru, kemampuan mengajar selalu harus dilatih dan dikembangkan, sehingga dapat diperoleh kemampuan yang maksimal dan profesional. Upaya yang harus dipersiapkan untuk calon guru untuk meningkatkan kemampuan untuk mengemban tugas pembelajaran yang semakin kompleks, dapat dilakukan melalui kegiatan latihan atau pembelajaran dengan menggunakan metode atau pembelajaran yang telah disederhanakan atau istilah populer disebut dengan pembelajaran micro (micro teaching). Pembinaan Keterampilan Mengajar/Microteaching merupakan mata kuliah praktik yang bertujuan untuk melatih mahasiswa dalam mempraktikkan keterampilan dasar mengajar di kelas. Microteaching berasal dari kata micro yang berarti “kecil, terbatas, sempit” dan teaching yang berarti “mengajar”. Bila dilihat dari kedua arti kata tersebut maka dapat didefinisikan bahwa microteaching adalah suatu kegiatan mengajar yang dimana segala sesuatunya disederhanakan atau dikecilkan untuk mengembangkan keterampilan dasar mengajar. Sementara Pembelajaran Microteaching diungkapkan oleh Allen pada tahun 1969 di Universitas Stanford berupa temuan pengajaran yang diperkecil
  • 2.
    2 untuk melayani 3tujuan: (1) sebagai pengalaman awal dan praktik dalam mengajar, (2) sebagai wahana penelitian untuk mengeksplorasi efek pelatihan di bawah kondisi terkendali, dan (3) sebagai instrumen pelatihan dalam jabatan bagi guru yang berpengalaman. Dalam pengajaran mikro, peserta pelatihan dihadapkan pada variabel dalam pengajaran di kelas tanpa dibanjiri oleh kompleksitas situasi. Mereka diharuskan untuk mengajarkan pelajaran singkat (5 hingga 10 menit) dalam mata pelajaran mereka, kepada sekelompok kecil murid (5-10 orang). Gambar Karakteristik Microteaching Menurut Allen (1967) Microteaching memiliki krakteristik sebagai berikut: 1) Situasi pengajaran yang nyata; 2) Mengurangi kompleksitas situasi pengajaran di kelas yang nyata dalam hal jumlah siswa, jumlah waktu dan jumlah konten pembelajaran; 3) Menekankan pelatihan untuk penguasaan kegiatan pengajaran seperti keterampilan, teknik, metode, dan pemilihan kurikulum. 4) Menawarkan kontrol yang lebih baik atas kegiatan praktik mengajar karena banyak faktor dapat dengan mudah dimanipulasi untuk mencapai tingkat kontrol yang lebih besar ini dalam program pelatihan; 5)
  • 3.
    3 Dimensi umpan balikdiperluas karena siswa dapat menerima umpan balik yang berarti. Dengan demikian dalam proses pembelajaran, seorang guru yang profesional tidak cukup hanya dengan telah menguasai sejumlah materi pembelajaran saja, akan tetapi harus ditunjang oleh kemampuan dan keterampilan lain sesuai dengan unsur-unsur yang terkait dengan sistem dan proses pembelajaran. Secara khusus kemampuan utama yang harus dimiliki secara profesional, selain menguasai materi atau bahan ajar adalah keterampilan-keterampilan dasar mengajar. Dalam undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pasal 10 ayat (1) bahwa kompetensi yang wajib dimiliki oleh guru minimal meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik. Kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. Kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam. Sementara kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan pserta didik, sesama guru, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Membuka pelajaran merupakan keterampilan dasar mengajar yang harus dikuasai guru saat guru mengajar dengan menggunakan pendekatan pembelajaran apapun. Apabila keterampilan tersebut dilakukan dengan baik dan sesuai dengan prosedur pelaksanaannya, maka akan berpengaruh terhadap kualitas proses dan hasil pembelajaran di Sekolah. Kegiatan membuka pelajaran pada dasarnya merupakan kegiatan yang harus ditempuh guru dan siswa pada setiap kali pelaksanaan sebuah pembelajaran.
  • 4.
    4 ` Kegiatan membuka pelajaranbertujuan untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif yang memungkinkan siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Efisien waktu dalam kegiatan membuka dalam kegiatan pembelajaran relatif singkat sekitar antara 5-10 menit. Dalam waktu yang sangat singkat tersebut guru diharapkan dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan baik sehingga dalam kegiatan inti pembelajaran siswa sudah siap untuk mengikuti pelajaran dengan seksama.
  • 5.
    5 CAPAIAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajariketerampilan membuka pelajaran mahasiswa semester 6 dapat menguasai konsep dan mempraktekkan keterampilan membuka pelajaran. Sub Capaian Pembelajaran 1. Menjelaskan Pengertian Keterampilan Membuka Pelajaran 2. Mengemukakan Tujuan Mengembangkan Keterampilan Membuka Pelajaran 3. Mengemukakan Prinsip-Prinsip Keterampilan Membuka 4. Mensimulasikan Komponen Keterampilan Membuka Pelajaran Pokok Materi 1. Pengertian Keterampilan Membuka Pelajaran 2. Manfaat Keterampilan Membuka Pelajaran 3. Prinsip Keterampilan Membuka Pelajaran 4. Komponen Keterampilan Membuka Pelajaran PENGERTIAN Keterampilan membuka pelajaran merupakan keterampilan yang berkaitan dengan usaha guru dalam memulai kegiatan pembelajaran. Membuka pelajaran sendiri adalah kegiatan yang dilakukan untuk menciptakan suasana “siap” baik fisik maupun mental dan untuk menumbuhkan perhatian siswa agar terpusat ke dalam proses pembelajaran. Owukju dalam Khakiim (2016:1730) berpendapat bahwa guru harus membuka pelajaran dengan memperkenalkan hal-hal yang akan dipelajari untuk mempersiapkan mental dan perhatian peserta didik agar terpusat pada materi pelajaran. Eldarni & Zuliarni (2017:21) mengatakan bahwa kegiatan membuka pelajaran tidak hanya dilakukan di bagian awal pelajaran, akan tetapi dilakukan juga pada awal tiap penggal kegiatan atau setiap beralih pada pembahasan baru selama pelajaran berlangsung guna menciptakan suasana siap mental dan terfokusnya perhatian peserta didik terhadap materi yang
  • 6.
    6 MANFAAT Aktifitas siswa dariawal sampai akhir harus memiliki makna (meaningful leaning). Keterampilan membuka pelajaran bermanfaat bagi guru dalam mengarahkan siswa pada kondisi belajar dan pembelajaran yang kondusif. Secara lebih rinci, berikut ini merupakan manfaat yang dapat diperoleh pada kegiatan keterampilan membuka pelajaran menurut Susanto (2014:307): 1. Menyiapkan mental siswa memasuki kegiatan inti pembelajaran; 2. Membangkitkan motivasi dan perhatian siswa (attention) dalam mengikuti kegiatan pembelajaran; 3. Memberikan gambaran yang jelas tentang aktivitas belajar yang akan dilakukan dan batas-batas tugas yang harus dikerjakan siswa; 4. Menyadarkan siswa akan adanya keterkaitan antara pengalaman yang sudah dimiliki dengan tema yang akan dipelajarinya. Kegiatan membuka pembelajaran sangat penting dilakukan oleh guru untuk memberikan permulaan yang baik kepada peserta didik. Dimana pada akhirnya kegiatan ini akan memberikan dampak pada pemerolehan kompetensi siswa. diajarkan. Misalnya, pada suatu kegiatan pembelajaran dibahas beberapa topik/pokok bahasan dalam satu tema. Pada awal setiap topik/pokok bahasan guru dapat melakukan kegiatan membuka pelajaran.
  • 7.
    7 KOMPONEN KETERAMPILAN MEMBUKA PELAJARAN Untukmelaksanakan keterampilan membuka pelajaran, guru perlu menguasai beberapa komponen keterampilan membuka pelajaran. Sehingga guru dapat melaksanakan kegiatan membuka pelajaran secara lebih optimal dan mampu mengarahkan siswa untuk mampu mengikuti kegiatan inti pembelajaran. Komponen-komponen utama keterampilan membuka pelajaran menurut Syaripuddin (2019:2-7) sebagai berikut: 1. Menumbuhkan Perhatian Siswa; Perhatian (attention) merupakan salah satu prinsip yang diperlukan dalam belajar. Perhatian pada hakikatnya adalah pemusatan energi psikis pada suatu objek yang dipelajari. Tanpa perhatian yang baik KOMPONEN KETERAMPILAN MEMBUKA PELAJARAN MENARIK PERHATIA N SISWA 1 MEMBAN GKITKAN MOTIVASI SISWA 2 MEMBERI ACUAN 3 MEMBUA T KAITAN 4
  • 8.
    8 maka proses danhasil belajar dipastikan tidak akan tercapai dengan memuaskan. Kegiatan menarik perhatian siswa merupakan langkah awal dalam membuka peiajaran. Jika ingin berhasil dalam menarik perhatian siswa, guru bisa melakukannya dengan berbagai cara, di antaranya: a. Variasi gaya mengajar guru, seperti intonasi suara, suara dari rendah ke tinggi (atau sebaliknya), mengubah posisi guru (berpindah dari depan ke tengah atau belakang), atau dengan mengoptimalkan gerakan tubuh dan mimik muka. b. Variasi sumber dan media belajar. Media pembelajaran yang tepat dan dapat menarik perhatian siswa, Guru dapat menggunakan media visual, audio, audio-visual, benda-benda konkret untuk menarik perhatian peserta didik dan mengundang keinginan siswa untuk bertanya. 2. Membangkitkan Motivasi Siswa; Beberapa cara yang dapat dilakukan guru untuk membangkitkan motivasi siswa; a. Memperlihatkan sikap hangat dan antusias Kehangatan dan keantusiasan yang ditunjukkan guru merupakan awal munculnya keinginan siswa untuk belajar. Sikap hangat bersahabat dan penuh semangat yang tercermin dari penampilan guru di depan kelas, akan sangat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya motivasi siswa yang akan mengikuti kegiatan inti pembelajaran. b. Menimbulkan rasa ingin tahu (curiosity) Rasa ingin tahu merupakan alasan yang cukup ampuh bagi siswa dalam mempelajari suatu materi. Rasa ingin tahu akan mendorong siswa untuk berbuat sesuatu agar rasa ingin tahunya terpenuhi. Dalam hal ini, guru harus mampu membangkitkan rasa ingin tahu siswa pada saat memulai kegiatan pembelajaran atau pada setiap
  • 9.
    9 penggal awal pembelajaran.Beberapa cara bisa dilakukan guru, misalnya dengan mengemukakan cerita atau dongeng yang mengundang pertanyaan, menunjukkan sesuatu yang baru, atau memperlihatkan gambar yang menarik, dan kemudian diikuti oleh pertanyaan-pertanyaan. c. Mengemukakan ide yang bertentangan Ide atau gagasan guru yang bertentangan biasanya menggugah siswa untuk bertanya atau mengajukan pendapatnya. Oleh karena itu, guru harus kreatif mencari ide atau gagasan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan yang langsung berkaitan dengan materi yang akan dibahas. d. Memperhatikan minat siswa Minat siswa terhadap satu materi yang dipelajari sangat berkaitan erat dengan keinginannya untuk mempelajari materi tersebut dan mengikuti kegiatan pembelajaran yang dirancang. Oleh karena itu, dalam memilih materi atau merancang kegiatan, guru harus selalu memperhatikan minat siswa. Perbedaan minat peserta didik dapat guru lakukan dengan melihat minat-minat umu sesuai dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti usia, adat istiadat, lingkungan, budaya dan status sosial peserta didik. 3. Memberi Acuan Pemberian acuan kepada peserta didik yaitu usaha seorang guru memberi kejelasan terhadap pelajaran yang akan dipelajari serta cara yang ditempuh untuk mempelajari materi tersebut. Usaha yang dapat dilakukan guru yaitu: a. Mengemukakan tujuan dan batas Siswa perlu mendapatkan gambaran yang jelas tentang kompetensi apa yang akan dicapai melalui pembahasan materi dalam pembelajaran. Dalam hal ini, guru harus sejak awal pembelajaran mengemukakan tujuan atau kompetensi dasar yang harus dikuasai
  • 10.
    10 siswa, beserta ruanglingkup materi yang akan dibahas dan batas- batas tugas yang harus dikerjakan siswa. Dalam penyampaiannya perlu disesuaikan dengan bahasa yang dapat dipahami siswa. b. Menjelaskan langkah pembelajaran Penjelasan tentang langkah-langkah atau strategi yang harus dilakukan siswa yanga kan membuat kegiatan pembelajaran menjadi Iebih terarah. Misalnya, ketika siswa kelas 6 (enam) akan melakukan suatu percobaan, terlebih dahulu guru menuliskan langkah-langkah yang harus dilakukan siswa agar percobaan tersebut berlangsung dengan benar. c. Mengingatkan inti materi /tema yang akan dipelajari Hal ini dapat dilakukan guru dengan mengingatkan siswa untuk menemukan hal-hal positif dan negatif dan materi yang akan dibahas. Dengan mengingatkan hal-hal tersebut, siswa akan mendapatkan gambaran yang jelas tentang apa yang perlu diperhatikannya ketika mengikuti kegiatan pembelajaran. d. Mengajukan pertanyaan Guru dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada awal pelajaran atau sebelum menjelaskan materi. dengan tujuan untuk mempersiapkan siswa mengantisipasi bahan ajar atau tema yang akan dibahas. 4. Membuat Kaitan Membuat kaitan adalah menghubungkan pengetahuan lama dengan pengetahuan baru dikaitkan dengan pengalaman, minat serta kebutuhan peserta didik untuk mempermudah pemahaman. Upaya guru untuk mengaitkan bahan pelajaran yang sudah disampaikan dengan bahan pelajaran yang akan disampaikan disebut apersepsi (apperception) yang dilakukan pada kegiatan awal pembelajaran. Membuat kaitan juga dapat dilakukan dengan cara mengulas sepintas garis besar isi pelajaran yang
  • 11.
    11 telah lalu, mengaitkanmateri pelajaran dengan lingkungan peserta didik dan menghubungkan bahan pelajaran yang sejenis. PRINSIP KETERAMPILAN MEMBUKA PELAJARAN Penerapan keterampilan membuka pelajaran harus mengikuti prinsip-prinsip tertentu agar proses dan hasilnya dapat dicapai secara efektif dan efisien. Prinsip tersebut adalah prinsip kebermaknaan dan prinsip kesinambungan. Makna dan kedua prinsip tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut; 1. Prinsip kebermaknaan; Setiap kegiatan atau aktivitas yang dilakukan untuk membuka pelajaran dalam pembelajaran terpadu haruslah memiliki nilai kebermaknaan yang tinggi (meaningful), terutama bagi seluruh siswa. Barnawi & Arifin (2015:131) mengatakan prinsip kebermaknaan memiliki arti yaitu kegiatan atau aktivitas tersebut harus relevan dengan tema yang akan dibahas dan kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa. Oleh karena itu, bahan ajar dan kegiatan/pengalaman belajar yang ditetapkan harus sesuai dengan karakteristik dan perkembangan siswa. 2. Prinsip kesinambungan dan keutuhan; Keterampilan membuka pelajaran merupakan bagian yang utuh dari keseluruhan kemampuan yang harus dimiliki guru dalam melaksanakan pembelajaran, bukan merupakan kegiatan yang lepas-lepas dan berdiri sendiri. Oleh karena itu, Eldarni & Zuliarni (2017:21) mengatakan guru hendaknya selalu menjaga agar terjadi kesinambungan dan keutuhan dan satu keterampilan mengajar dengan keterampilan mengajar yang lainnya. Dalam hal ini, guru perlu menyusun langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang tepat dan berkesinambungan dengan minat, pengalaman, dan kemampuan siswa, serta jelas kaitannya antara satu
  • 12.
    12 kegiatan dengan kegiatanlainnya. Misalnya, ketika memulai pelajaran guru menceritakan tentang suatu kejadian atau peristiwa kepada seluruh siswa di kelas, dan meneruskan atau mengaitkan cerita tersebut dengan tema yang akan dibahas, karena cerita tersebut memang telah secara sengaja dikaitkan dengan topik inti dalam tema tersebut. RANGKUMAN Keterampilan membuka pelajaran merupakan kemampuan dasar guru yang harus dimiliki untuk mempersiapkan mental dan memusatkan perhatian serta minat peserta didik terhadap pelajaran yang akan dipelajari. Keterampilan membuka ini tidak hanya di bagian awal pelajaran saja melainkan selama kegiatan pembelajaran tersebut berlangsung. Pelaksanaan kegiatan membuka pelajaran dalam pembelajaran terpadu dilakukan dengan mengacu pada dua prinsip, yaitu (1) prinsip kebermaknaan dan (2) prinsip kesinambungan dan keutuhan. Scan disini untuk melihat contoh video keterampilan membuka pelajaran
  • 13.
    13 LATIHAN Untuk memperdalam pemahamananda mengenai materi diatas, kerjakanlah latihan berikut: 1) Lakukan diskusi dengan teman-teman untuk mengidentifikasi bentuk- bentuk kegiatan lainnya dalam membuka pembelajaran sehingga ada memiliki kegiatan yang bervariasi dan cocok dengan situasi dan kondisi yang ada dilingkungan Anda. 2) Rancanglah suatu skenario kegiatan membuka dalam pembelajaran dengan memanfaatkan perbendahaaran kegiatan yang telah Anda dan teman-teman Anda hasilkan pada diskusi diatas. Tetapkan tema yang akan dibahas berserta langkah-langkah kegiatannya. 3) Minta salah satu teman untuk mensimulasikan kegiatan membuka berdasarkan skenario kegiatan yang sudah disusun. Coba amati dengan seksama dan catatlah kekurangan dan kelebihannya kemudian akhiri dengan diskusi mengenai langkah-langkah kegiatan membuka pelajaran yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran di Sekolah.
  • 14.
    14 TES FORMATIF Pilihlah satujawaban yang paling tepat! 1) Keterampilan membuka pelajaran dalam aktifitas pembelajaran diarahkan untuk... A. Mengecek kehadiran siswa B. Menyiapkan siswa memasuki kegiatan inti C. Menyiapkan media dan buku sumber D. Menyiapkan alat pembelajaran 2) Keterampilan membuka pelajaran dapat memberi manfaat untuk… A. Memantapkan dan menyiapkan mental siswa B. Melakukan penggayaan C. Menetapkan kegiatan tindak lanjut D. Memberi remedial 3) Penggunaan media pembelajaran merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan guru dalam membuka pelajaran dengan maksud untuk... A. Menumbuhkan perhatian siswa B. Membangkitkan motivasi siswa C. Memberi acuan belajar bagi siswa D. Membuat kaitan-kaitan yang relavan 4) Mengemukakan ide yang bertentangan merupakan bagian dalam… A. Menumbuhkan rasa ingin tahu B. Membangkitkan motivasi siswa C. Menunjukkan sikap antusias D. Membuat kaitan dan memberi acuan 5) Salah satu kegiatan yang termasuk dalam komponen member acuan dalam kegiatan membuka pelajaran, yaitu... A. Menjelaskan langkah pembelajaran B. Memperhatikan minat siswa C. Mengemukakan ide bertentangan
  • 15.
    15 D. Memperlihatkan keantusiasan 6)Upaya guru mengaitkan bahan pelajaran yang sudah diberikan dengan bahan pelajaran yang akan dibahas termasuk dalam komponen keterampilan… A. Menumbuhkan perhatian siswa B. Mengajukan pertanyaan C. Memberi acuan D. Membuat kaitan 7) Mengaitkan materi pembelajaran sekarang dengan pengalaman siswa dinamakan dengan istilah… A. Retention B. Curiosity C. Apersepsi D. Attention 8) Memberikan acuan dapat dapat dilakukan guru dengan cara.. A. Mengemukakan tujuan dan batas pembelajaran B. Memperlihatkan sikap hangat dan antusias C. Mengemukakan ide yang bertentangan D. Menimbulkan rasa ingin tahu (curiosity) 9) Untuk mewujudkan prinsip kebermaknaan bagi seluruh siswa, kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru harus relavan dengan... A. Tema yang akan dibahas B. Kompetensi dasar yang telah dikuasai siswa C. Pengalaman mengajar guru D. Pemanfaatan waktu belajar 10) Dalam keterampilan membuka, penyusunan langkah kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan minat, pengalaman, dan kemampuan siswa merupakan prinsip... A. Kebermaknaan B. Keantusiasan C. Kesinambungan
  • 16.
    16 D. Kehangatan Cocokkanlah JawabanAnda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian Kunci Jawaban Tes Formatif. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1. Tingkat penguasaan = Jumlah Jawaban yang Benar Jumlah Soal × 100% Arti tingkat penguasaan: 90-100% = baik sekali 80-89% = baik 70-79% = cukup < 70 = kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80% Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum dikuasai.
  • 17.
    17 KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1)B. Menyiapkan siswa memasuki kegiatan inti 2) A. Memantapkan dan menyiapkan mental siswa 3) A. Menumbuhkan perhatian siswa 4) B. Membangkitkan motivasi siswa 5) A. Menjelaskan langkah pembelajaran 6) D. Membuat kaitan 7) C. Apersepsi 8) A. Mengemukakan tujuan dan batas pembelajaran 9) A. Tema yang akan dibahas 10) D. Kehangatan
  • 18.
    18 DAFTAR PUSTAKA Asep HerryHernawan, dkk. (2014). Pembelajaran Terpadu di SD. Jakarta: Universitas Terbuka. Cepi Riyana, dkk. (2009). Media Pembelajaran, Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan dan Penilaian. Jakarta : CV Wahana Prima. Barnawi & Arifin, M. 2015. Micro Teacing Teori & Praktik Pengajaran Yang Efektif dan Kreatif. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media Barnawi dan Arifin. 2015. Micro Teaching. Yogyakarta: AR-RUZZ MEDIA. Eldarni & Zuliarni. 2017. Micro Teaching. Jogjakarta: Media Akademi Irwantoro N., & Y. Suryana. 2016. Kompetensi Pedagogik. Sidoarjo: Genta Group Production. Khakiim, U., Degeng., Widiati, U. 2016. Pelaksanaan Membuka dan Menutup Pelajaran Oleh Guru Kelas 1 SD. Jurnal Pendidikan Teori Penelitian dan Pengembangan. 1(9). 1730 Khasanah, U. 2020. Pengantar Microteaching. Yogyakarta: Deepublish. Susanto, A. 2014. Pengembangan Pembelajaran IPS Di Sekolah Dasar. Jakarta:Kencana Syaripuddin. 2019. Sukses Mengajar Di Abad 21 (Keterampilan Dasar Mengajar dan Pendekatan Pembelajaran K13). Ponorogo: Uwais Inspirasi Indonesia