Objek Kajian Filsafat Pendidikan 
Nama : Poniyem 
NIM : 
Dosen : 
Alat pendukung meraih tujuan 
1. Ontologi adalah bidang pokok filsafat yang mempersoalkan hakikat 
keberadaan segala sesuatu yang ada, menurut tata hubungan sistematis 
berdasarkan hukum sebat- akibat. Yaitu, ada manusia, ada alam, dan ada 
cusa prima dalam suatu hubungan menyeluruh, teratur, dan tertib dalam 
keharmonisan (Suparlan suhartono, 2009, Filsafat pendidikan, Jakarta : Ar-ruzz 
media, hlm. 97). 
2. Epistemologi adalah bidang filsafat nilai yang secara khusus 
mempersoalkan pengetahuan tentang nilai ‘kebenaran’ dan otomatis juga 
mempersoalkan tentang bagaimana ‘cara’ mendapatkannya. 
3. Logika adalah bagian ilmu filsafat yang mempelajari kesahihan premis-premis 
secara benar dan tepat sesuai aturan-aturan logis matematis. 
4. Etika merupakan bagian filsafat yang membicarakan problem nilai-nilai 
dalam kaitanya dengan baik atau buruknya tindakan manusia secara 
individu maupun dalam masyarakat. 
5. Estetika sering adalah filsafat seni yang dalam pengkajiannya diutamakan 
membahas dimensi keindahan dan nilai rasa baik dalam karya seni, seni itu 
sendiri, maupun pemikiran-pemikiran tentang seni dan karya seni. 
Soal dan Jawabannya! 
1. Apa yang di maksud dengan filsafat pendidikan? 
Jawab 
2 (dua) pendekatan, yaitu: 
1. Menggunakan pendekatan tradisional. 
2. Menggunakan pendekatan yang bersifat kritis. 
Pada pendekatan pertama digunakan untuk memecahkan problem hidup 
dan kehidupan manusia sepanjang perkembangannya, sedangkan pada 
pendekatan yang kedua, digunakan untuk memecahkan problematika 
pendidikan masa kini. (Hamdani ihsan & A. Fuad ihsan, 2007, Filsafat 
Pendidikan Islam, Bandung : Cv Pustaka setia, hlm.18).
2. Sebutkan dan jelaskan filsafat pendidikan dalam arti luas! 
Jawab 
Filsafat pendidikan dalam arti luas dapat dibedakan menjadi dua, yaitu! 
a) Filsafat praktek pendidikan adalah analisis kritis dan komprehensif 
tentang bagaimana seharusnya pendidikan diselenggarakan dan di 
laksanakan dalam kehidupan manusia. 
b) Filsafat ilmu pendidikan adalah analisis kritis komprehensif tentang 
pendidikan sebagai salah satu bentuk teori pendidikan yang dihasilkan 
melalui riset, baik kuantitatif maupun kualitatif. (Redja Mudyahardjo, 
2002, Filsafat ilmu pendidikan, Bandung: P.T Remaja Rosdakarya, hlm. 
5-6). 
3. Sebutkan dan jelaskan filsafat praktek pendidikan! 
Jawab 
a) Filsafat proses pendidikan atau filsafat pendidikan adalah analsisis kritis 
dan komprehensif tentang bagaimana seharusnya kegiatan pendidikan 
dilaksanakan dalam kehidupan manusia. 
b) Filsafat sosial pendidikan adalah pembahasan hubungan antara 
penataan masyarakat manusia dengan pendidikan. (Redja Mudyahardjo, 
2002, Filsafat ilmu pendidikan, Bandung: P.T Remaja Rosdakarya, hlm. 
5-6). 
4. Sebutkan yang dibahas dalam filsafat proses pendidikan dan filsafat sosial 
pendidikan! 
Jawab 
Filsafat proses pendidikan membahas tiga pokok masalah, yaitu; 
a) Apa sebenarnya pendidikan itu; 
b) Apakah tujuan pendidikan itu sebenarnya; 
c) Dengan cara apakah tujuan pendidikan dapat di capai. 
Filsafat sosial pendidikan membahas masalah, yaitu; 
a) Hakikat kesamaan manusia dan pendidikan; 
b) Hakikat kemerdekaan dan pendidikan; 
c) Hakikat demokrasi pendidikan;
(Redja Mudyahardjo, 2002, Filsafat ilmu pendidikan, Bandung: P.T Remaja 
Rosdakarya, hlm. 5-6). 
5. Sebutkan dan jelaskan 4 objek filsafat ilmu pendidikan! 
Jawab 
a) Ontologi ilmu pendidikan, yang membahas tentang hakikat substansi dan 
pola organisasi ilmu pendidikan; 
b) Epistemologi ilmu pendidikan, yang membahas tentang hakikat objek 
formal dan material ilmu pendidikan; 
c) Metodologi ilmu pendidikan, yang membahas tentang hakikat cara-cara 
kerja dalam menyusun ilmu pendidikan dan; 
d) Aksiologi ilmu pendidikan, yang membahas tentang hakikat nilai 
kegunaan teoritis dan praktis ilmu pendidikan; 
(Redja Mudyahardjo, 2002, Filsafat ilmu pendidikan, Bandung: P.T Remaja 
Rosdakarya, hlm. 7). 
6. Secara epistemologi ilmu pendidikan membahas dua objek, yaitu formal dan 
material, jelaskan keduanya! 
Jawab 
Objek formal adalah sudut pandang dari mana sang subjek menelaah objek 
materialnya. Objek formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu 
pengetahuan artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian terhadap problem 
mendasar ilmu pengetahuan, seperti apa hakikat ilmu pengetahuan, 
bagaimana cara memperoleh kebenaran ilmiah dan apa fingsi ilmu itu bagi 
manusia. Problem inilah yang di bicarakan dalam landasan pengembangan 
ilmu pengetahuan yakni landasan ontologis, epistemologis dan aksiologis. 
Objek formal ialah asal usul, struktur, metide dan validitas ilmu. Objek formal 
adalah metode untuk memahami objek material tersebut, seperti 
pendekatan induktif dan deduktif. Objek formal filsafat ilmu adalah sudut 
pandang yang ditujukan pada bahan dari penelitian atau pembentukan 
pengetahuan itu, atau sudut dari mana objek material itu disorot.
Objek material adalah yaitu suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian 
atau pembentukan pengetahuan itu atau hal yang di selidiki, di pandang 
atau di sorot oleh suatu disiplin ilmu yang mencakup apa saja baik hal-hal 
yang konkrit ataupun yang abstrak. Objek material adalah objek yang di 
jadikan sasaran menyelidiki oleh suatu ilmu, atau objek yang yang di pelajari 
oleh ilmu itu. Objek material filsafat yaitu segala sesuatu yang ada dan 
mungkin ada, baik materi konkret, psikis, maupun yang material abstrak, 
psikis. Termasuk pula pengertian abstrak logis, konsepsional, spiritual, nilai-nilai. 
Objek material filsafat illmu adalah pengetahuan itu sendiri, yaitu 
pengetahuan yang telah di susun secara sistematis dengan metode ilmiah 
tertentu, sehingga dapat di pertanggung jawabkan kebenarannya secara 
umum. Objek material ialah pengetahuan ilmiah (scientific knowledge) atau 
ilmu. Objek material adalah segala yang ada. Segala yang ada mencakup 
ada yang tampak dan ada yang tidak tampak, ada yang tampak adalah 
dunia empiris sedangkan ada yang tidak tampak adalah alam metafisika. 
7. Dalam filsafat proses pendidikan tertuang mengenai tujuan pendidikan. 
Coba jelaskan tujuan pendidikan tersebut! 
Jawab 
Tujuan pendidikan sebagaimana tertuang dalam undang-undang RI Nomor 
20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional Bab II pasal 3 
menyebutkan: “pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi 
peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada 
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, 
mandiri dan menjadi warga negara yang demokrasi serta bertanggung 
jawab. 
8. Dalam memecahkan masalah pendidikan, filsafat pendidikan mendapat 
bantuan dan disiplin ilmu jelaskan! 
Jawab 
Untuk memecahkan masalah pendidikan mendapat bantuan berupa; 
a) Teori tentang realita yang ada dibalik kenyataan (metafisika) 
b) Teori tentang ilmu pengetahuan atau epistemologi.
c) Teori tentang nilai atau etika 
(H. M Djumransjah, 2006, Filsafat pendidikan, Malang: Bayumedia 
Publishing, hlm. 72) 
9. Sebutkan tugas pokok filsafat pendidikan menurut Kilpattrick! 
Jawab 
a) Memberikan kritik-kritik terhadap asumsi yang dipegangi oleh para 
pendidik; 
b) Membantu mempelajari tujuan-tujuan pendidikan; 
c) Melakukan evaluasi secara kritis tentang berbabgai metode yang 
dipergunakan untuk mencapai tujuan pendidikan; 
(H. M Djumransjah, 2006, Filsafat pendidikan, Malang: Bayumedia 
Publishing, hlm. 72) 
10. Sebagai lapangan studi filsafat pendidikan sebagai hasil analisis para ahli 
bagi para ahli. Jika dilihat secara normatif filsafat pendidikan mempunyai 
fungsi sebutkan! 
Jawab 
a) Merumuskan dasar-dasar dan tujuan pendidikan, sifat dan hakikat 
manusia, serta pendidikan dan isi moral (sistem) nilai pendidikan; 
b) Merumuskan teori, bentuk, dan sistem pendidikan, mencangkup 
kepemimpinan, pendidikan, politik pendidikan, bahan pendidikan, 
metodologi pendidikan dan pengajaran, pola-pola akulturasi, serta 
peranan pendidikan dalam pembangunan bangsa dan negara; 
c) Merumuskan hubungan antara agama, filsafat, filsafat pendidikan, teori 
pendidikan, dan kebudayaan; 
(H. M Djumransjah, 2006, Filsafat pendidikan, Malang: Bayumedia 
Publishing, hlm. 71)

Objek kajian filsafat pendidikan

  • 1.
    Objek Kajian FilsafatPendidikan Nama : Poniyem NIM : Dosen : Alat pendukung meraih tujuan 1. Ontologi adalah bidang pokok filsafat yang mempersoalkan hakikat keberadaan segala sesuatu yang ada, menurut tata hubungan sistematis berdasarkan hukum sebat- akibat. Yaitu, ada manusia, ada alam, dan ada cusa prima dalam suatu hubungan menyeluruh, teratur, dan tertib dalam keharmonisan (Suparlan suhartono, 2009, Filsafat pendidikan, Jakarta : Ar-ruzz media, hlm. 97). 2. Epistemologi adalah bidang filsafat nilai yang secara khusus mempersoalkan pengetahuan tentang nilai ‘kebenaran’ dan otomatis juga mempersoalkan tentang bagaimana ‘cara’ mendapatkannya. 3. Logika adalah bagian ilmu filsafat yang mempelajari kesahihan premis-premis secara benar dan tepat sesuai aturan-aturan logis matematis. 4. Etika merupakan bagian filsafat yang membicarakan problem nilai-nilai dalam kaitanya dengan baik atau buruknya tindakan manusia secara individu maupun dalam masyarakat. 5. Estetika sering adalah filsafat seni yang dalam pengkajiannya diutamakan membahas dimensi keindahan dan nilai rasa baik dalam karya seni, seni itu sendiri, maupun pemikiran-pemikiran tentang seni dan karya seni. Soal dan Jawabannya! 1. Apa yang di maksud dengan filsafat pendidikan? Jawab 2 (dua) pendekatan, yaitu: 1. Menggunakan pendekatan tradisional. 2. Menggunakan pendekatan yang bersifat kritis. Pada pendekatan pertama digunakan untuk memecahkan problem hidup dan kehidupan manusia sepanjang perkembangannya, sedangkan pada pendekatan yang kedua, digunakan untuk memecahkan problematika pendidikan masa kini. (Hamdani ihsan & A. Fuad ihsan, 2007, Filsafat Pendidikan Islam, Bandung : Cv Pustaka setia, hlm.18).
  • 2.
    2. Sebutkan danjelaskan filsafat pendidikan dalam arti luas! Jawab Filsafat pendidikan dalam arti luas dapat dibedakan menjadi dua, yaitu! a) Filsafat praktek pendidikan adalah analisis kritis dan komprehensif tentang bagaimana seharusnya pendidikan diselenggarakan dan di laksanakan dalam kehidupan manusia. b) Filsafat ilmu pendidikan adalah analisis kritis komprehensif tentang pendidikan sebagai salah satu bentuk teori pendidikan yang dihasilkan melalui riset, baik kuantitatif maupun kualitatif. (Redja Mudyahardjo, 2002, Filsafat ilmu pendidikan, Bandung: P.T Remaja Rosdakarya, hlm. 5-6). 3. Sebutkan dan jelaskan filsafat praktek pendidikan! Jawab a) Filsafat proses pendidikan atau filsafat pendidikan adalah analsisis kritis dan komprehensif tentang bagaimana seharusnya kegiatan pendidikan dilaksanakan dalam kehidupan manusia. b) Filsafat sosial pendidikan adalah pembahasan hubungan antara penataan masyarakat manusia dengan pendidikan. (Redja Mudyahardjo, 2002, Filsafat ilmu pendidikan, Bandung: P.T Remaja Rosdakarya, hlm. 5-6). 4. Sebutkan yang dibahas dalam filsafat proses pendidikan dan filsafat sosial pendidikan! Jawab Filsafat proses pendidikan membahas tiga pokok masalah, yaitu; a) Apa sebenarnya pendidikan itu; b) Apakah tujuan pendidikan itu sebenarnya; c) Dengan cara apakah tujuan pendidikan dapat di capai. Filsafat sosial pendidikan membahas masalah, yaitu; a) Hakikat kesamaan manusia dan pendidikan; b) Hakikat kemerdekaan dan pendidikan; c) Hakikat demokrasi pendidikan;
  • 3.
    (Redja Mudyahardjo, 2002,Filsafat ilmu pendidikan, Bandung: P.T Remaja Rosdakarya, hlm. 5-6). 5. Sebutkan dan jelaskan 4 objek filsafat ilmu pendidikan! Jawab a) Ontologi ilmu pendidikan, yang membahas tentang hakikat substansi dan pola organisasi ilmu pendidikan; b) Epistemologi ilmu pendidikan, yang membahas tentang hakikat objek formal dan material ilmu pendidikan; c) Metodologi ilmu pendidikan, yang membahas tentang hakikat cara-cara kerja dalam menyusun ilmu pendidikan dan; d) Aksiologi ilmu pendidikan, yang membahas tentang hakikat nilai kegunaan teoritis dan praktis ilmu pendidikan; (Redja Mudyahardjo, 2002, Filsafat ilmu pendidikan, Bandung: P.T Remaja Rosdakarya, hlm. 7). 6. Secara epistemologi ilmu pendidikan membahas dua objek, yaitu formal dan material, jelaskan keduanya! Jawab Objek formal adalah sudut pandang dari mana sang subjek menelaah objek materialnya. Objek formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian terhadap problem mendasar ilmu pengetahuan, seperti apa hakikat ilmu pengetahuan, bagaimana cara memperoleh kebenaran ilmiah dan apa fingsi ilmu itu bagi manusia. Problem inilah yang di bicarakan dalam landasan pengembangan ilmu pengetahuan yakni landasan ontologis, epistemologis dan aksiologis. Objek formal ialah asal usul, struktur, metide dan validitas ilmu. Objek formal adalah metode untuk memahami objek material tersebut, seperti pendekatan induktif dan deduktif. Objek formal filsafat ilmu adalah sudut pandang yang ditujukan pada bahan dari penelitian atau pembentukan pengetahuan itu, atau sudut dari mana objek material itu disorot.
  • 4.
    Objek material adalahyaitu suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian atau pembentukan pengetahuan itu atau hal yang di selidiki, di pandang atau di sorot oleh suatu disiplin ilmu yang mencakup apa saja baik hal-hal yang konkrit ataupun yang abstrak. Objek material adalah objek yang di jadikan sasaran menyelidiki oleh suatu ilmu, atau objek yang yang di pelajari oleh ilmu itu. Objek material filsafat yaitu segala sesuatu yang ada dan mungkin ada, baik materi konkret, psikis, maupun yang material abstrak, psikis. Termasuk pula pengertian abstrak logis, konsepsional, spiritual, nilai-nilai. Objek material filsafat illmu adalah pengetahuan itu sendiri, yaitu pengetahuan yang telah di susun secara sistematis dengan metode ilmiah tertentu, sehingga dapat di pertanggung jawabkan kebenarannya secara umum. Objek material ialah pengetahuan ilmiah (scientific knowledge) atau ilmu. Objek material adalah segala yang ada. Segala yang ada mencakup ada yang tampak dan ada yang tidak tampak, ada yang tampak adalah dunia empiris sedangkan ada yang tidak tampak adalah alam metafisika. 7. Dalam filsafat proses pendidikan tertuang mengenai tujuan pendidikan. Coba jelaskan tujuan pendidikan tersebut! Jawab Tujuan pendidikan sebagaimana tertuang dalam undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional Bab II pasal 3 menyebutkan: “pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokrasi serta bertanggung jawab. 8. Dalam memecahkan masalah pendidikan, filsafat pendidikan mendapat bantuan dan disiplin ilmu jelaskan! Jawab Untuk memecahkan masalah pendidikan mendapat bantuan berupa; a) Teori tentang realita yang ada dibalik kenyataan (metafisika) b) Teori tentang ilmu pengetahuan atau epistemologi.
  • 5.
    c) Teori tentangnilai atau etika (H. M Djumransjah, 2006, Filsafat pendidikan, Malang: Bayumedia Publishing, hlm. 72) 9. Sebutkan tugas pokok filsafat pendidikan menurut Kilpattrick! Jawab a) Memberikan kritik-kritik terhadap asumsi yang dipegangi oleh para pendidik; b) Membantu mempelajari tujuan-tujuan pendidikan; c) Melakukan evaluasi secara kritis tentang berbabgai metode yang dipergunakan untuk mencapai tujuan pendidikan; (H. M Djumransjah, 2006, Filsafat pendidikan, Malang: Bayumedia Publishing, hlm. 72) 10. Sebagai lapangan studi filsafat pendidikan sebagai hasil analisis para ahli bagi para ahli. Jika dilihat secara normatif filsafat pendidikan mempunyai fungsi sebutkan! Jawab a) Merumuskan dasar-dasar dan tujuan pendidikan, sifat dan hakikat manusia, serta pendidikan dan isi moral (sistem) nilai pendidikan; b) Merumuskan teori, bentuk, dan sistem pendidikan, mencangkup kepemimpinan, pendidikan, politik pendidikan, bahan pendidikan, metodologi pendidikan dan pengajaran, pola-pola akulturasi, serta peranan pendidikan dalam pembangunan bangsa dan negara; c) Merumuskan hubungan antara agama, filsafat, filsafat pendidikan, teori pendidikan, dan kebudayaan; (H. M Djumransjah, 2006, Filsafat pendidikan, Malang: Bayumedia Publishing, hlm. 71)