KONSEP DASAR
PEMBERIAN OBAT
Pertemuan I
Retno Wulan,S.S.T.Keb.6 September 2016
DEFINISI PEMBERIAN OBAT
Obat merupakan sebuah substansi yang
diberikan kepada manusia atau binatang
sebagai perawatan,pengobatan,atau
bahkan pencegah terhadap berbagai
gangguan yang terjadi di dalam tubuh.
Dalam pelaksanaannya tenaga medis
memiliki tanggung jawab dalam
keamanan obat dan pemberian secara
langsung ke pasien. Hal ini semata-mata
untukmemenuhi kebutuhan pasien.
Hal yg perlu diperhatikan
1. Pemberian obat yang aman dan akurat merupakan salah satu
tugas terpenting perawat.
2. Obat adalah alat utama terapi yang digunakan dokter untuk
mengobati klien yang memiliki kesehatan
3. Perawat bertanggung jawab memehami kerja obat dan efek
samping yang ditimbulkan, memberikan obat dengan
tepat,memantau respons klien, dan membantu klien
menggunakannya dengan benar dan berdasarkan pengetahuan.
4. Perawat harus memahami masalah klien saat ini dan sebelumnya.
5. Pertimbangan perawat penting dalam pemberian obat yang tepat
dan aman.
PERSIAPAN PEMBERIAN OBAT
Sebelum memberikan obat pada
pasien,ada beberapa persyaratan yang
perlu diperhatikan untuk menjamin
keamanan dalam pemberian
obat,diantaranya:
1. Tepat Obat
2. Tepat Dosis
3. Tepat Pasien
4. Tepat Jalur Pemberian
5. Tepat Waktu
6. Tepat Pendokumentasian
1. Tepat Obat
Sebelum mempersiapkan obat ke tempatnya
petugas medis harus memerhatikan
kebenaran obat sebanyak 3x, yakni :
a. Ketika memindahkan obat dari tempat
penyimpanan obat.
b. Saat obat di programkan.
c. Mengembalikan obat ketempat
penyimpanan.
2. Tepat Dosis
Untuk menghindari kesalahan dalam pemberian
obat,maka penentuan dosis harus diperhatikan
dengan menggunakan alat standar seperti obat
cair harus dilengkapi alat tetes,gelas ukur,spuit
atau sendok khusus : alat untuk membelah
tablet; dan lain-lain. Dengan
demikian,perhitungan dosis benar untuk
diberikan ke pasien.
3. Tepat Pasien
Obat yang diberikan hendaknya benar pada pasien yang di
programkan. Hal ini dilakukan dengan mengidentifikasi identitas
kebenaran obat,yaitu mencocokan nama,nomor
register,alamat,dan program pengobatan pada pasien. Identitas
pasien harus diperiksa (papan identitas di tempat tidur, gelang
identitas) atau ditanyakan langsung kepada pasien atau
keluarganya.
Jika pasien tidak sanggup berespon secara verbal, respon
non verbal dapat dipakai, misalnya pasien mengangguk. Jika
pasien tidak sanggup mengidentifikasi diri akibat gangguan
mental atau kesadaran, harus dicari cara identifikasi yang lain
seperti menanyakan langsung kepada keluarganya. Bayi harus
selalu diidentifikasi dari gelang identitasnya.
4. Tepat Jalur Pemberian
a. Oral, adalah rute pemberian yang paling umum dan paling banyak
dipakai, karena ekonomis, paling nyaman dan aman.
b. Parenteral, kata ini berasal dari bahasa Yunani, para berarti disamping,
enteron berarti usus, jadi parenteral berarti diluar usus, atau tidak
melalui saluran cerna, yaitu melalui vena (perset / perinfus).
c. Topikal, yaitu pemberian obat melalui kulit atau membran mukosa.
Misalnya salep, losion, krim, spray, tetes mata.
d. Rektal, pemberian rektal dilakukan untuk memperoleh efek lokal seperti
konstipasi (dulkolax supp), hemoroid (anusol), pasien yang tidak sadar /
kejang (stesolid supp). Pemberian obat perektal memiliki efek yang lebih
cepat dibandingkan pemberian obat dalam bentuk oral.
e. Inhalasi, yaitu pemberian obat melalui saluran pernafasan. Saluran nafas
memiliki epitel untuk absorpsi yang sangat luas, dengan demikian
berguna untuk pemberian obat secara lokal pada salurannya, misalnya
salbotamol (ventolin), combivent, berotek untuk asma, atau dalam
keadaan darurat misalnya terapi oksigen.
5. Tepat Waktu
• Pemberian obat harus benar-benar sesuai
dengan waktu yang diprogamkan,karena
berhubungan dengan kerja obat yang dapat
menimbulkan efek terapi dari obat
• Ini sangat penting, khususnya bagi obat yang
efektivitasnya tergantung untuk mencapai atau
mempertahankan kadar darah yang memadai.
Jika obat harus diminum sebelum makan, untuk
memperoleh kadar yang diperlukan, harus diberi
satu jam sebelum makan. Ingat dalam
pemberian antibiotik yang tidak boleh diberikan
bersama susu karena susu dapat mengikat
6. Tepat Pendokumentasian
a. Setelah obat itu diberikan, harus
didokumentasikan, dosis, rute, waktu dan
oleh siapa obat itu diberikan. Bila pasien
menolak meminum obatnya, atau obat itu
tidak dapat diminum, harus dicatat
alasannya dan dilaporkan.
b. Dokumentasi sangat penting,jadi setelah
memberikan obat kita harus segera
memberikan obat ke format dokumentasi
dengan benar. Fungsi dokumentasi adalah
sebagai catatan perkembangan pasien dan
sebagai alat untuk bukti melakukan tindakan.
DOSIS OBAT
• Adalah jumlah obat yang diberikan kepada penderita
dalam satuan berat atau satuan isi atau unit-unit lainnya
• Satuan berat : mikrongram (µg), miligram (mg), gram (g)
• Satuan isi : mililiter (ml) / cc, liter (l)
• Satuan unit : UI
Dosis Obat
1. Dalam menentuklan dosis anak, ada beberapa
masalah yang harus kita perhatikan.Organ (hepar,
ginjal, SSP) belum berfungsi secara sempurna,
metabolisme obat belum maksimal.
2. Distribusi cairan tubuh berbeda dengan orang
dewasa:
• Perbedaan absorpsi (perbedaan kepadatan sel)
• Perbedaan distribusi (% cairan ekstrasel &
cairan tubuh total.
• Perbedaan metabolisme (ensimatik yang belum
sempurna)
• Perbedaan ekskresi (glomerulus belum
berkembang lengkap)
NAMA OBAT DAN BENTUK OBAT
Sebuah obat memiliki empat nama berbeda:
1. Nama kimia memberi gambaran pasti komposisi obat.
2. Nama generic diberikan oleh pabrik yang pertama kali
memproduksi obat tersebut.
3. Nama resmi obat adalah nama obat yang terdaftar dalam
publikasi resmi
4. Nama dagang,nama merek,atau nama pabrik adalah nama
yang digunakan pabrik dalam memasarkan obat. Sebuah
obat generic dapat memiliki nama dagang yang berbeda.
Nama dagang memiliki symbol ® disebelah kanan atas nama
obat, yang mengindikasikan bahwa obat terdaftar
Beberapa bentuk obat :
1. Obat tersedia dalam berbagai bentuk
atau preparat, bentuk obat menentukan
rute pemberian obat.
2. Komposisi obat dibuat untuk
meningkatkan absorbsi dan metabolisme
di dalam tubuh.
3. Ada beberapa bentuk obat misalnya
tablet, kapsul, eliksir dan supositoria.
Ketika memberi obat, perawat harus
yakin bahwa ia memberikan obat dalam
Faktor Yang Mempengaruhi
Pemberian OBat
1. Faktor Obat:
a. Sifat fisika : daya larut obat dalam air/lemak,
kristal/amorf, dsb.
b. Sifat kimiawi : asam, basa, garam, ester, garam
kompleks, pH, pKa.
c. Toksisitas : dosis obat berbanding terbalik dengan
toksisitasnya.
2. Faktor Cara Pemberian Obat Kepada Penderita:
a. Oral : dimakan atau diminum
b. Parenteral : subkutan, intramuskular, intravena, dsb
c. Rektal, vaginal, uretral
d. Lokal, topical
3. Faktor Penderita:
a. Umur
b. Berat badan
c. Jenis kelamin
d. Toleransi
e. Keadaan pato-fisiologi
f. Bentuk sediaan dan cara pemakaian
g. Waktu pemakaian
h. Pemakaian bersama obat lain (interaksi obat)
Misal interaksi tetrasiklin dengan logam-logam kalsium,
magnesium & aluminium (logam ini terdapat pada
antasida atau produk susu keju), pemakaian secara
bersamaan harus dihindari atau dengan cara mengatur
jadwal pemberian, karena tetrasiklin membentuk
kompleks dengan logam tersebut yang sukar diabsorpsi
oleh saluran cerna.
BERAT DAN KOMPOSISI BADAN
1. Ada hubungan langsung antara jumlah obat
yang diberikan dan jumlah jaringan tubuh
tempat obat didistribusikan.
2. Kebanyakan obat diberikan berdasarkan
berat dan komposisi tubuh dewasa.
3. Perubahan komposisi tubuh dapat
mempengaruhi distribusi obat secara
bermakna, misalnya pada klien lansia.
4. Semakin kecil berat badan klien, semakin
besar konsentrasi obat di dalam jaringan
tubuhnya, dan efek obat yang dihasilkan
makin kuat.
Alat Penakar Dosis u/ Obat
Minum
Dalam Bentuk Sendok
•Sendok makan = 15 cc
•Sendok teh = 5 cc
Karena ada variasi volume dlm bentuk sendok yang digunakan, maka
idealnya :
1. Tiap wadah obat minum dilengkapi dgn sendok yang sesuai (ada
batas ukurannya)
2. Tiap penderita memiliki gelas-obat yang diberi tanda dgn garis
untuk sendok makan dan untuk sendok teh
Berupa Obat Tetes
Penetes yg digunakan adalah penetes baku
MACAM-MACAM DOSIS
1. Dosis Terapi (dosis medicinalis, dosis therapeutica, dosis
lazim) : Rentangan jumlah obat yang diberikan kepada
penderita dewasa untuk satu kali pemberian atau untuk
jangka waktu tertentu secara per oral untuk mendapatkan
efek terapi
2. Dosis Minimal : Jumlah terkecil yg dibutuhkan penderita
dewasa untuk satu kali minum atau jangka waktu tertentu
secara peroral untuk mendapatkan efek terapi.
3. Dosis Maksimal: jumlah terbesar dari rentangan obat yang
masih aman diberikan kepada penderita dewasa dan belum
menimbulkan gejala-gejala keracunan.
4. DOSIS TOKSIK :Dosis obat yang diberikan melebihi dosis
terapeutik, sehingga dapat menyebabkan terjadinya
keracunan obat .
MACAM-MACAM DOSIS
1. Dosis Tunggal (Single dose): pola
pemberian obat satu kali sudah mampu
memberikan efek terapi dengan efektif
secara klinik.
2. Dosis awal (Initial dose): dosis yg
diberikan pada awal suatu terapi sampai
tercapai kadar kerja yg diinginkan secara
terapi.
3. Maintenance dose: sejumlah obat yg
diberikan dg tujuan untuk dpt menjaga
kadar obat dalam tubuh tertentu pada
MACAM-MACAM DOSIS
1. Dosis Muatan (Loading dose): sejumlah obat
yang digunakan untuk memacu percepatan
waktu penyampaian kadar efektif minimum.
2. Dosis Beganda (Multiple dose): Pola
pemberian obat berulang. Pengulangan
dilakukan saat obat diperkirakan akam
mengalami eliminasi pada jumlah tertentu
dengan interval pemberian tertentu untuk
mencapai efek terapi
Rumus Menentukan Presentase DM Obat
• Presentasi DM Sekali
Takaran Obat sekali dalam resep/DM
sekali x 100 %
• Presentasi DM Sehari
Takaran Obat sehari dalam resep/DM
sekali x 100 %
PERHITUNGAN DOSIS OBAT
Berdasarkan Umur
• Rumus Young (umur < 8 tahun)
DM anak < 8 th = n/n+2 x dosis maksimum dewasa
n : dalam tahun
Contoh : dosis (dws) GG100-200mg/kali, maka dosis utk anak 4 thn : 4/12+4
x (100-200) = 25-50 mg/kali
• Rumus Dilling (umur > 8 tahun)
DM anak < 8 th=n/20 x dosis maksimum dewasa
n : dalam tahun
maka dosis untuk anak 10 thn ; 10/20 x (100-200) = 50-100mg/kali
• Rumus Fried
DM bayi (bulan) = n/150 x dosis maksimum dewasa
n : dalam bulan
PERHITUNGAN DOSIS OBAT
Berdasarkan Berat Badan
• Dengan Ukuran BB anak
mengalikan BB anak dg besar dosis tiap kg
contoh : amoxycillin , dosis terapi 10-
25mg/kg/BB/kali dpt diberikan setiap 6-8 jam,
maka : anak umur 2 thn dg BB 10 kg,dpt diberikan
dosis 10x(10-25)mg=100-250mg, setiap 6- 8 jam
• Rumus Thermich
DM = n/70 x dosis maksimum dewasa
n : berat badan (kg)
contoh: dosis terapi GG utk anak 8 thn dg BB 21
kg adalah : 21/70 x (100-200) mg/kali = 30-60
mg/kali
PERHITUNGAN DOSIS OBAT
Berdasarkan Luas Permukaan Tubuh
Rumus Crawford-Terry
Da : LPT/1,8 x Dd.
LPT: √tinggi (cm) x berat (kg)
3600
contoh: dosis terapi GG utk anak umur 8 thn dg
LPT 0,9 m² adalah : 0,9/1,8 x (100-200)mg/kali =
50-100mg/kali
KONSEP DASAR
PEMBERIAN OBAT
Pertemuan II
Retno Wulan,S.S.T.Keb.
7 September 2016
Penggunaan Unit Dosis OBat
Pengaturan dosis berdasarkan luas permukaan tubuh
(Body Surface Area/BSA)
Metode ini banyak digunakan pd 2 jenis kelompok
pasien, yaitu:
1. Pasien kanker yang menerima kemoterapi
2. Pasien pedatrik pada semua usia kanak-kanak,
kecuali bayi prematur dan bayi normal yg fungsi
hati & ginjalnya belum sempurna
Metode ini paling akurat à karena
mempertimbangkan tinggi dan bobot pasien
BATASAN OBAT
• Sebagai bahan kimia, obat identik dengan
racun. Yang membedakan adalah cara
pemberian dan dosisnya. Bila indeks
terapinya sempit, seperti digoksin (obat
jantung) dan xantine (zat yg berada dalam
darah, air seni, hati), tingkat toksisitasnya
akan semakin tinggi.
• Berdasarkan Permenkes RI No.
242/1990, OBAT JADI: merupakan sediaan
atau paduan bahan-bahan yang siap
digunakan untuk mempengaruhi/menyelidiki
sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam
rangka penetapan diagnosis, pencegahan,
penyembuhan, pemulihan, peningkatan
Catatan.
...!1. Penggunaan rumus Young sebaiknya dihindari,
karena sering tidak tepat.
2. Kadang dalam literatur ditemukan dosis anak dg
kriteria umur,
3. Misalkan
Dosis cyproheptadin:
• Anak umur < 2 thn tdk dianjurkan
• 2-6 thn : 2mg, 2-3 kali/hr, maks 12mg/hr
•7-14 thn : 4mg, 2-3 kali/hr, maks 16mg/hr
Cara ini mengarah generalisasi dosis, artinya anak
umur 2-6 thn dosisnya sama, demikian juga untuk
anak 7-14 thn. Cara ini perlu dicermati bila
digunakan untuk obat dg indek terapi sempit, agar
tidak menimbulkan masalah.
1. Penggunaan Obat pada Anak
Bentuk sediaan obat:
• Cara pemberian yang
diinginkan.
• Usia
• Ketersediaan
• Pengobatan lain yang
sedang dijalani
• Kondisi penyakit
2.Penggunaan Obat pada Lansia
Dipengaruhi oleh:
• Kemampuan metabolisme hati
• Fungsi ginjal
• Protein plasma
• BB, lemak, dan cairan tubuh
• Sensitivitas reseptor
• Penurunan produksi asam
lambung
• Penurunan motilitas usus
• Multidrug therapy
3. Penggunaan Obat pada Bumil
Dipengaruhi oleh:
• Kemampuan obat menembus
sawar uri
• Saat paparan
• Jumlah obat
• Penyakit yang diderita
• Kerentanan genetik
• Pertimbangkan perawatan
tanpa menggunakan obat.
• Pertimbangkan rasio manfaat
(pada ibu) dan risiko (trutama
pada janin).
• Hindari pemakaian obat
selama trimester pertama
kehamilan.
• Bila perlu, berikan obat yang
aman.
4.Penggunaan Obat Pada Busui
1.Efek langsung pada janin,
serta efek pada volume ASI
2.Dipengaruhi oleh:
• Cara pemberian obat
• Dosis dan frekuensi
pemberian obat
• Karakteristik obat
• Frekuensi dan volume ASI
• Usia & tingkat maturitas
bayi Hindari obat yang
tidak perlu
• Pertimbangkan rasio
manfaat-resiko
• Hindari atau hentikan
sementara menyusui jika:
Obat diketahui memiliki
efek yang membahayakan
bayi yang masih menyusu
,Ibu mengalami gangguan
Pencegahan Injury Pengobatan
• Kesalahan pengobatan adalah suatu kejadian
yang dapat membuat klien menerima obat
yang salah atau tidak mendapat terapi obat
yang tepat.
• Dalam risiko cedera sebagai hasil dari interaksi
kondisi lingkungan dengan respon adaptif
indifidu dan sumber pertahanan.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REAKSI
OBAT
1. Absorpsi obat
Absorpsi obat merupakan proses pergerakan obat dari sumber ke
dalam tubuh melalui aliran darah kecuali dari jenis topical .hal ini
dipengaruhi oleh cara dan jalur pemberian obat ,jenis obat,keadaan
tempat ,makanan,dan keadaan pasien.
2. Distribusi obat ke dalam tubuh
Setelah obat diabsorpsi,kemudian obat didistribusikan ke dalam
darah melalui vascular dan system limfatis menuju sel dan masuk
ke dalam jaringan tertentu. Proses ini dapat dipengaruhi oleh
keseimbangan cairan , elektrolit dan keadaan patologis.
3. Metabolisme obat
Setelah melalui sirkulasi , obat akan mengalami proses
metabolisme .obat akan ikut sirkulasi ke dalam jaringan ,kemudian
berinteraksi dengan sel dan melakukan sebuah perubahan zat
kimia hingga menjadi lebih aktif . obat yang tidak bereaksi akan
diekskresikan.
4. Eksresi sisa
Setelah obat mengalami metabolisme atau pemecahan ,akan
terdapat sisa zat yang tidak dapat dipakai.sisa zat ini tidak bereaksi
Efek Obat
Obat memiliki dua efek yakni efek
terapeutik dan efek samping. Efek terapeutik
obat memiliki kesesuaian terhadap efek yang
diharapkan sesuai kandungan obatnya seperti
paliatif (berefek untuk mengurangi gejala),
kuratif (memiliki efek pengobatan), suportif
(berefek sebagai pengganti), efek kemoterapi
(berefek untuk mematikan atau menghambat),
dan restoratif (berefek pada memulihkan fungsi
tubuh yang sehat). Efek samping merupakan
dampak yang tidak diharapkan, tidak bisa
diramal, dan bahkan kemungkinan dapat
membahayakan seperti adanya alergi,
toksisitas (keracunan), penyakit iatrogenik,
Pencegahan Injury Pengobatan
• Pertahankan postur tubuh anda. Postur atau bentuk tubuh
yang tidak benar dapat mempermudah dan mengarah
terjadinya cedera. Apabila anda mulai kehilangan postur
tubuh anda, hentikan olahraga dan posisikan kembali diri
anda.
• Dengarkan kondisi tubuh anda. Apabila ada sesuatu hal
terasa sakit/menyakitkan ketika anda berlatih/olahraga,
hentikan aktifitas olaharaga yang anda kerjakan.
• Selalu lakukan pemanasan. Otot-otot sebaiknya dan harus
dilakukan pemanasan sebelum sesi latihan olahraga
kekuatan dilakukan.
• Selalu lakukan peregangan/pendinginan. Merupakan hal
penting dalam menyelesaikan olahraga yang anda lakukan
dengan peregangan/pendinginan
Terimakasih_
TUGAS KELOMPOK
• Buatlah kelompok menjadi 4 kelompok
• Carilah nama :
1.Obat oral
2.Obat rektal, vaginal, uretral
3.Obat parental
4.Lokal, topical
yang dipakai dalam kebidanan beserta kegunaannya.
• Diketik yang rapi dengan spasi 1,5 dengan font Times New
Roman, minimal 4 halm.
• Dikasih sampul warna Hijau semua.
• Dikumpulkan hari Jumat tgl 11 September 2016.
• Dipresentasikan.

Konsep dasar pemberian obat

  • 1.
    KONSEP DASAR PEMBERIAN OBAT PertemuanI Retno Wulan,S.S.T.Keb.6 September 2016
  • 2.
    DEFINISI PEMBERIAN OBAT Obatmerupakan sebuah substansi yang diberikan kepada manusia atau binatang sebagai perawatan,pengobatan,atau bahkan pencegah terhadap berbagai gangguan yang terjadi di dalam tubuh. Dalam pelaksanaannya tenaga medis memiliki tanggung jawab dalam keamanan obat dan pemberian secara langsung ke pasien. Hal ini semata-mata untukmemenuhi kebutuhan pasien.
  • 3.
    Hal yg perludiperhatikan 1. Pemberian obat yang aman dan akurat merupakan salah satu tugas terpenting perawat. 2. Obat adalah alat utama terapi yang digunakan dokter untuk mengobati klien yang memiliki kesehatan 3. Perawat bertanggung jawab memehami kerja obat dan efek samping yang ditimbulkan, memberikan obat dengan tepat,memantau respons klien, dan membantu klien menggunakannya dengan benar dan berdasarkan pengetahuan. 4. Perawat harus memahami masalah klien saat ini dan sebelumnya. 5. Pertimbangan perawat penting dalam pemberian obat yang tepat dan aman.
  • 4.
    PERSIAPAN PEMBERIAN OBAT Sebelummemberikan obat pada pasien,ada beberapa persyaratan yang perlu diperhatikan untuk menjamin keamanan dalam pemberian obat,diantaranya: 1. Tepat Obat 2. Tepat Dosis 3. Tepat Pasien 4. Tepat Jalur Pemberian 5. Tepat Waktu 6. Tepat Pendokumentasian
  • 5.
    1. Tepat Obat Sebelummempersiapkan obat ke tempatnya petugas medis harus memerhatikan kebenaran obat sebanyak 3x, yakni : a. Ketika memindahkan obat dari tempat penyimpanan obat. b. Saat obat di programkan. c. Mengembalikan obat ketempat penyimpanan.
  • 6.
    2. Tepat Dosis Untukmenghindari kesalahan dalam pemberian obat,maka penentuan dosis harus diperhatikan dengan menggunakan alat standar seperti obat cair harus dilengkapi alat tetes,gelas ukur,spuit atau sendok khusus : alat untuk membelah tablet; dan lain-lain. Dengan demikian,perhitungan dosis benar untuk diberikan ke pasien.
  • 7.
    3. Tepat Pasien Obatyang diberikan hendaknya benar pada pasien yang di programkan. Hal ini dilakukan dengan mengidentifikasi identitas kebenaran obat,yaitu mencocokan nama,nomor register,alamat,dan program pengobatan pada pasien. Identitas pasien harus diperiksa (papan identitas di tempat tidur, gelang identitas) atau ditanyakan langsung kepada pasien atau keluarganya. Jika pasien tidak sanggup berespon secara verbal, respon non verbal dapat dipakai, misalnya pasien mengangguk. Jika pasien tidak sanggup mengidentifikasi diri akibat gangguan mental atau kesadaran, harus dicari cara identifikasi yang lain seperti menanyakan langsung kepada keluarganya. Bayi harus selalu diidentifikasi dari gelang identitasnya.
  • 8.
    4. Tepat JalurPemberian a. Oral, adalah rute pemberian yang paling umum dan paling banyak dipakai, karena ekonomis, paling nyaman dan aman. b. Parenteral, kata ini berasal dari bahasa Yunani, para berarti disamping, enteron berarti usus, jadi parenteral berarti diluar usus, atau tidak melalui saluran cerna, yaitu melalui vena (perset / perinfus). c. Topikal, yaitu pemberian obat melalui kulit atau membran mukosa. Misalnya salep, losion, krim, spray, tetes mata. d. Rektal, pemberian rektal dilakukan untuk memperoleh efek lokal seperti konstipasi (dulkolax supp), hemoroid (anusol), pasien yang tidak sadar / kejang (stesolid supp). Pemberian obat perektal memiliki efek yang lebih cepat dibandingkan pemberian obat dalam bentuk oral. e. Inhalasi, yaitu pemberian obat melalui saluran pernafasan. Saluran nafas memiliki epitel untuk absorpsi yang sangat luas, dengan demikian berguna untuk pemberian obat secara lokal pada salurannya, misalnya salbotamol (ventolin), combivent, berotek untuk asma, atau dalam keadaan darurat misalnya terapi oksigen.
  • 9.
    5. Tepat Waktu •Pemberian obat harus benar-benar sesuai dengan waktu yang diprogamkan,karena berhubungan dengan kerja obat yang dapat menimbulkan efek terapi dari obat • Ini sangat penting, khususnya bagi obat yang efektivitasnya tergantung untuk mencapai atau mempertahankan kadar darah yang memadai. Jika obat harus diminum sebelum makan, untuk memperoleh kadar yang diperlukan, harus diberi satu jam sebelum makan. Ingat dalam pemberian antibiotik yang tidak boleh diberikan bersama susu karena susu dapat mengikat
  • 10.
    6. Tepat Pendokumentasian a.Setelah obat itu diberikan, harus didokumentasikan, dosis, rute, waktu dan oleh siapa obat itu diberikan. Bila pasien menolak meminum obatnya, atau obat itu tidak dapat diminum, harus dicatat alasannya dan dilaporkan. b. Dokumentasi sangat penting,jadi setelah memberikan obat kita harus segera memberikan obat ke format dokumentasi dengan benar. Fungsi dokumentasi adalah sebagai catatan perkembangan pasien dan sebagai alat untuk bukti melakukan tindakan.
  • 11.
    DOSIS OBAT • Adalahjumlah obat yang diberikan kepada penderita dalam satuan berat atau satuan isi atau unit-unit lainnya • Satuan berat : mikrongram (µg), miligram (mg), gram (g) • Satuan isi : mililiter (ml) / cc, liter (l) • Satuan unit : UI
  • 12.
    Dosis Obat 1. Dalammenentuklan dosis anak, ada beberapa masalah yang harus kita perhatikan.Organ (hepar, ginjal, SSP) belum berfungsi secara sempurna, metabolisme obat belum maksimal. 2. Distribusi cairan tubuh berbeda dengan orang dewasa: • Perbedaan absorpsi (perbedaan kepadatan sel) • Perbedaan distribusi (% cairan ekstrasel & cairan tubuh total. • Perbedaan metabolisme (ensimatik yang belum sempurna) • Perbedaan ekskresi (glomerulus belum berkembang lengkap)
  • 13.
    NAMA OBAT DANBENTUK OBAT Sebuah obat memiliki empat nama berbeda: 1. Nama kimia memberi gambaran pasti komposisi obat. 2. Nama generic diberikan oleh pabrik yang pertama kali memproduksi obat tersebut. 3. Nama resmi obat adalah nama obat yang terdaftar dalam publikasi resmi 4. Nama dagang,nama merek,atau nama pabrik adalah nama yang digunakan pabrik dalam memasarkan obat. Sebuah obat generic dapat memiliki nama dagang yang berbeda. Nama dagang memiliki symbol ® disebelah kanan atas nama obat, yang mengindikasikan bahwa obat terdaftar
  • 14.
    Beberapa bentuk obat: 1. Obat tersedia dalam berbagai bentuk atau preparat, bentuk obat menentukan rute pemberian obat. 2. Komposisi obat dibuat untuk meningkatkan absorbsi dan metabolisme di dalam tubuh. 3. Ada beberapa bentuk obat misalnya tablet, kapsul, eliksir dan supositoria. Ketika memberi obat, perawat harus yakin bahwa ia memberikan obat dalam
  • 15.
    Faktor Yang Mempengaruhi PemberianOBat 1. Faktor Obat: a. Sifat fisika : daya larut obat dalam air/lemak, kristal/amorf, dsb. b. Sifat kimiawi : asam, basa, garam, ester, garam kompleks, pH, pKa. c. Toksisitas : dosis obat berbanding terbalik dengan toksisitasnya. 2. Faktor Cara Pemberian Obat Kepada Penderita: a. Oral : dimakan atau diminum b. Parenteral : subkutan, intramuskular, intravena, dsb c. Rektal, vaginal, uretral d. Lokal, topical
  • 16.
    3. Faktor Penderita: a.Umur b. Berat badan c. Jenis kelamin d. Toleransi e. Keadaan pato-fisiologi f. Bentuk sediaan dan cara pemakaian g. Waktu pemakaian h. Pemakaian bersama obat lain (interaksi obat) Misal interaksi tetrasiklin dengan logam-logam kalsium, magnesium & aluminium (logam ini terdapat pada antasida atau produk susu keju), pemakaian secara bersamaan harus dihindari atau dengan cara mengatur jadwal pemberian, karena tetrasiklin membentuk kompleks dengan logam tersebut yang sukar diabsorpsi oleh saluran cerna.
  • 17.
    BERAT DAN KOMPOSISIBADAN 1. Ada hubungan langsung antara jumlah obat yang diberikan dan jumlah jaringan tubuh tempat obat didistribusikan. 2. Kebanyakan obat diberikan berdasarkan berat dan komposisi tubuh dewasa. 3. Perubahan komposisi tubuh dapat mempengaruhi distribusi obat secara bermakna, misalnya pada klien lansia. 4. Semakin kecil berat badan klien, semakin besar konsentrasi obat di dalam jaringan tubuhnya, dan efek obat yang dihasilkan makin kuat.
  • 18.
    Alat Penakar Dosisu/ Obat Minum Dalam Bentuk Sendok •Sendok makan = 15 cc •Sendok teh = 5 cc Karena ada variasi volume dlm bentuk sendok yang digunakan, maka idealnya : 1. Tiap wadah obat minum dilengkapi dgn sendok yang sesuai (ada batas ukurannya) 2. Tiap penderita memiliki gelas-obat yang diberi tanda dgn garis untuk sendok makan dan untuk sendok teh Berupa Obat Tetes Penetes yg digunakan adalah penetes baku
  • 19.
    MACAM-MACAM DOSIS 1. DosisTerapi (dosis medicinalis, dosis therapeutica, dosis lazim) : Rentangan jumlah obat yang diberikan kepada penderita dewasa untuk satu kali pemberian atau untuk jangka waktu tertentu secara per oral untuk mendapatkan efek terapi 2. Dosis Minimal : Jumlah terkecil yg dibutuhkan penderita dewasa untuk satu kali minum atau jangka waktu tertentu secara peroral untuk mendapatkan efek terapi. 3. Dosis Maksimal: jumlah terbesar dari rentangan obat yang masih aman diberikan kepada penderita dewasa dan belum menimbulkan gejala-gejala keracunan. 4. DOSIS TOKSIK :Dosis obat yang diberikan melebihi dosis terapeutik, sehingga dapat menyebabkan terjadinya keracunan obat .
  • 20.
    MACAM-MACAM DOSIS 1. DosisTunggal (Single dose): pola pemberian obat satu kali sudah mampu memberikan efek terapi dengan efektif secara klinik. 2. Dosis awal (Initial dose): dosis yg diberikan pada awal suatu terapi sampai tercapai kadar kerja yg diinginkan secara terapi. 3. Maintenance dose: sejumlah obat yg diberikan dg tujuan untuk dpt menjaga kadar obat dalam tubuh tertentu pada
  • 21.
    MACAM-MACAM DOSIS 1. DosisMuatan (Loading dose): sejumlah obat yang digunakan untuk memacu percepatan waktu penyampaian kadar efektif minimum. 2. Dosis Beganda (Multiple dose): Pola pemberian obat berulang. Pengulangan dilakukan saat obat diperkirakan akam mengalami eliminasi pada jumlah tertentu dengan interval pemberian tertentu untuk mencapai efek terapi
  • 22.
    Rumus Menentukan PresentaseDM Obat • Presentasi DM Sekali Takaran Obat sekali dalam resep/DM sekali x 100 % • Presentasi DM Sehari Takaran Obat sehari dalam resep/DM sekali x 100 %
  • 23.
    PERHITUNGAN DOSIS OBAT BerdasarkanUmur • Rumus Young (umur < 8 tahun) DM anak < 8 th = n/n+2 x dosis maksimum dewasa n : dalam tahun Contoh : dosis (dws) GG100-200mg/kali, maka dosis utk anak 4 thn : 4/12+4 x (100-200) = 25-50 mg/kali • Rumus Dilling (umur > 8 tahun) DM anak < 8 th=n/20 x dosis maksimum dewasa n : dalam tahun maka dosis untuk anak 10 thn ; 10/20 x (100-200) = 50-100mg/kali • Rumus Fried DM bayi (bulan) = n/150 x dosis maksimum dewasa n : dalam bulan
  • 24.
    PERHITUNGAN DOSIS OBAT BerdasarkanBerat Badan • Dengan Ukuran BB anak mengalikan BB anak dg besar dosis tiap kg contoh : amoxycillin , dosis terapi 10- 25mg/kg/BB/kali dpt diberikan setiap 6-8 jam, maka : anak umur 2 thn dg BB 10 kg,dpt diberikan dosis 10x(10-25)mg=100-250mg, setiap 6- 8 jam • Rumus Thermich DM = n/70 x dosis maksimum dewasa n : berat badan (kg) contoh: dosis terapi GG utk anak 8 thn dg BB 21 kg adalah : 21/70 x (100-200) mg/kali = 30-60 mg/kali
  • 25.
    PERHITUNGAN DOSIS OBAT BerdasarkanLuas Permukaan Tubuh Rumus Crawford-Terry Da : LPT/1,8 x Dd. LPT: √tinggi (cm) x berat (kg) 3600 contoh: dosis terapi GG utk anak umur 8 thn dg LPT 0,9 m² adalah : 0,9/1,8 x (100-200)mg/kali = 50-100mg/kali
  • 26.
    KONSEP DASAR PEMBERIAN OBAT PertemuanII Retno Wulan,S.S.T.Keb. 7 September 2016
  • 27.
    Penggunaan Unit DosisOBat Pengaturan dosis berdasarkan luas permukaan tubuh (Body Surface Area/BSA) Metode ini banyak digunakan pd 2 jenis kelompok pasien, yaitu: 1. Pasien kanker yang menerima kemoterapi 2. Pasien pedatrik pada semua usia kanak-kanak, kecuali bayi prematur dan bayi normal yg fungsi hati & ginjalnya belum sempurna Metode ini paling akurat à karena mempertimbangkan tinggi dan bobot pasien
  • 28.
    BATASAN OBAT • Sebagaibahan kimia, obat identik dengan racun. Yang membedakan adalah cara pemberian dan dosisnya. Bila indeks terapinya sempit, seperti digoksin (obat jantung) dan xantine (zat yg berada dalam darah, air seni, hati), tingkat toksisitasnya akan semakin tinggi. • Berdasarkan Permenkes RI No. 242/1990, OBAT JADI: merupakan sediaan atau paduan bahan-bahan yang siap digunakan untuk mempengaruhi/menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan
  • 29.
    Catatan. ...!1. Penggunaan rumusYoung sebaiknya dihindari, karena sering tidak tepat. 2. Kadang dalam literatur ditemukan dosis anak dg kriteria umur, 3. Misalkan Dosis cyproheptadin: • Anak umur < 2 thn tdk dianjurkan • 2-6 thn : 2mg, 2-3 kali/hr, maks 12mg/hr •7-14 thn : 4mg, 2-3 kali/hr, maks 16mg/hr Cara ini mengarah generalisasi dosis, artinya anak umur 2-6 thn dosisnya sama, demikian juga untuk anak 7-14 thn. Cara ini perlu dicermati bila digunakan untuk obat dg indek terapi sempit, agar tidak menimbulkan masalah.
  • 30.
    1. Penggunaan Obatpada Anak Bentuk sediaan obat: • Cara pemberian yang diinginkan. • Usia • Ketersediaan • Pengobatan lain yang sedang dijalani • Kondisi penyakit 2.Penggunaan Obat pada Lansia Dipengaruhi oleh: • Kemampuan metabolisme hati • Fungsi ginjal • Protein plasma • BB, lemak, dan cairan tubuh • Sensitivitas reseptor • Penurunan produksi asam lambung • Penurunan motilitas usus • Multidrug therapy
  • 31.
    3. Penggunaan Obatpada Bumil Dipengaruhi oleh: • Kemampuan obat menembus sawar uri • Saat paparan • Jumlah obat • Penyakit yang diderita • Kerentanan genetik • Pertimbangkan perawatan tanpa menggunakan obat. • Pertimbangkan rasio manfaat (pada ibu) dan risiko (trutama pada janin). • Hindari pemakaian obat selama trimester pertama kehamilan. • Bila perlu, berikan obat yang aman. 4.Penggunaan Obat Pada Busui 1.Efek langsung pada janin, serta efek pada volume ASI 2.Dipengaruhi oleh: • Cara pemberian obat • Dosis dan frekuensi pemberian obat • Karakteristik obat • Frekuensi dan volume ASI • Usia & tingkat maturitas bayi Hindari obat yang tidak perlu • Pertimbangkan rasio manfaat-resiko • Hindari atau hentikan sementara menyusui jika: Obat diketahui memiliki efek yang membahayakan bayi yang masih menyusu ,Ibu mengalami gangguan
  • 32.
    Pencegahan Injury Pengobatan •Kesalahan pengobatan adalah suatu kejadian yang dapat membuat klien menerima obat yang salah atau tidak mendapat terapi obat yang tepat. • Dalam risiko cedera sebagai hasil dari interaksi kondisi lingkungan dengan respon adaptif indifidu dan sumber pertahanan.
  • 33.
    FAKTOR YANG MEMPENGARUHIREAKSI OBAT 1. Absorpsi obat Absorpsi obat merupakan proses pergerakan obat dari sumber ke dalam tubuh melalui aliran darah kecuali dari jenis topical .hal ini dipengaruhi oleh cara dan jalur pemberian obat ,jenis obat,keadaan tempat ,makanan,dan keadaan pasien. 2. Distribusi obat ke dalam tubuh Setelah obat diabsorpsi,kemudian obat didistribusikan ke dalam darah melalui vascular dan system limfatis menuju sel dan masuk ke dalam jaringan tertentu. Proses ini dapat dipengaruhi oleh keseimbangan cairan , elektrolit dan keadaan patologis. 3. Metabolisme obat Setelah melalui sirkulasi , obat akan mengalami proses metabolisme .obat akan ikut sirkulasi ke dalam jaringan ,kemudian berinteraksi dengan sel dan melakukan sebuah perubahan zat kimia hingga menjadi lebih aktif . obat yang tidak bereaksi akan diekskresikan. 4. Eksresi sisa Setelah obat mengalami metabolisme atau pemecahan ,akan terdapat sisa zat yang tidak dapat dipakai.sisa zat ini tidak bereaksi
  • 34.
    Efek Obat Obat memilikidua efek yakni efek terapeutik dan efek samping. Efek terapeutik obat memiliki kesesuaian terhadap efek yang diharapkan sesuai kandungan obatnya seperti paliatif (berefek untuk mengurangi gejala), kuratif (memiliki efek pengobatan), suportif (berefek sebagai pengganti), efek kemoterapi (berefek untuk mematikan atau menghambat), dan restoratif (berefek pada memulihkan fungsi tubuh yang sehat). Efek samping merupakan dampak yang tidak diharapkan, tidak bisa diramal, dan bahkan kemungkinan dapat membahayakan seperti adanya alergi, toksisitas (keracunan), penyakit iatrogenik,
  • 35.
    Pencegahan Injury Pengobatan •Pertahankan postur tubuh anda. Postur atau bentuk tubuh yang tidak benar dapat mempermudah dan mengarah terjadinya cedera. Apabila anda mulai kehilangan postur tubuh anda, hentikan olahraga dan posisikan kembali diri anda. • Dengarkan kondisi tubuh anda. Apabila ada sesuatu hal terasa sakit/menyakitkan ketika anda berlatih/olahraga, hentikan aktifitas olaharaga yang anda kerjakan. • Selalu lakukan pemanasan. Otot-otot sebaiknya dan harus dilakukan pemanasan sebelum sesi latihan olahraga kekuatan dilakukan. • Selalu lakukan peregangan/pendinginan. Merupakan hal penting dalam menyelesaikan olahraga yang anda lakukan dengan peregangan/pendinginan
  • 36.
  • 37.
    TUGAS KELOMPOK • Buatlahkelompok menjadi 4 kelompok • Carilah nama : 1.Obat oral 2.Obat rektal, vaginal, uretral 3.Obat parental 4.Lokal, topical yang dipakai dalam kebidanan beserta kegunaannya. • Diketik yang rapi dengan spasi 1,5 dengan font Times New Roman, minimal 4 halm. • Dikasih sampul warna Hijau semua. • Dikumpulkan hari Jumat tgl 11 September 2016. • Dipresentasikan.