NERACA PEMBAYARAN
Nama : NADIFAH
KELAS : 5P - AK
NIM : 12140240
NERACA PEMBAYARAN
• Neraca pembayaran adalah catatan
dari semua transaksi ekonomi
internasional yang meliputi
perdagangan, keuangan dan moneter
antara penduduk dalam negeri dengan
penduduk luar negeri selama periode
waktu tertentu, biasanya satu tahun
atau dikatakan sebagai laporan arus
pembayaran (keluar dan masuk)
untuk suatu negara.
• .
Komponen Neraca Pembayaran
• Transaksi Berjalan (current account).
Merupakan bagian dari neraca pembayaran yang berisi arus
pembayaran jangka pendek (mencatat transaksi ekspor-impor
barang dan jasa), yang meliputi :
– Ekspor dan impor barang-barang dan jasa ekspor barang-barang dan jasa
yang diperlakukan sebagai kredit impor barang-barang dan jasa
diperlakukan kembali sebagai debit.
– net investment income tingkat bunga dan dividen diperlakukan sebagai jasa
karena merepresentasikan pembayaran untuk penggunaan modal.
– net transfer (transfer unilateral), meliputi bantuan luar negeri, pemberian-
pemberian dan pembayaran lain antar pemerintah dan antar pihak swasta.
Net transfer bukan merupakan perdagangan barang dan jasa. Atau dengan
kata lain transaksi berjalan merangkum aliran dana antara satu Negara
tertentu dengan seluruh negara lain sebagai akibat dari pembelian barang-
barang atau jasa, provisi income atas aset finansial, atau transfer unilateral
(misalnya
Fungsi Neraca Pembayaran
• Sebagai alat pembukuan agar pemerintah dapat mengambil
keputusan yang tepat, mengenai jumlah barang dan jasa yang
sebaiknya keluar atau masuk dalam batas wilayah suatu negara
serta untuk mendapatkan keterangan-keterangan mengenai
anggaran alat-alat pembayaran luar negerinya.
• Sebagai alat untuk mengukur kondisi ekonomi yang terkait
dengan perdagangan internasional dari suatu negara. Sebagai
alat untuk melihat gambaran pengaruh transaksi luar negeri
terhadap pendapatan nasional negara yang bersangkutan.
• Sebagai alat untuk memperoleh informasi rinci terkait dengan
perdagangan luar negeri.
• Sebagai alat untuk membandingkan pos-pos dalam neraca
pembayaran negara tersebut dengan negara tertentu.
• Sebagai alat kebijakan moneter yang akan dilaksanakan oleh
suatu negara.
Manfaat Neraca Pembayaran
• Membukukan seluruh transaksi ekonomi internasional yang terjadi
antara penduduk dalam negari dan penduduk luar
• Mengetahui struktur dan komposisi transaksi ekonomi internasional
suatu negara.
• Mengetahui mitra usaha suatu negara dalam hubungan ekonomi
internasional.
• Mengetahui posisi keuangan internasional suatu negara.
• Indikator yang akan dipertimbangkan oleh negara donor untuk
memberikan bantuan keuangan.
• Indikator fundamental ekonomi selain tingkat inflasi, pertumbuhan GNP
dan sebagainya.
• Sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam; mengambil langkah-
langkah dibidang ekonomi; mengambil kebijakan dibidang moneter dan
fiskal; mengetahui pengaruh hubungan ekonomi internasional terhadap
pendapatan nasional; mengambil kebijakan dibidang politik
internasional.
Masalah dalam Analisis Neraca
Pembayaran
• Seringkali mengabaikan antara transaksi internasional
yang satu dengan yang lain, sehingga ketidakseimbangan
dalam neraca pembayaran diasosiasikan dengan satu
transaksi saja tanpa melihat hubungannya dengan yang
lain. Contoh: investasi di luar negeri dianggap menambah
defisit neraca pembayaran, karena menyebabkan
terjadinya aliran modal keluar.
• Surplus dalam transaksi yang sedang berjalan sering
dianggap baik, sebaliknya defisit dianggap jelek.
Anggapan semacam ini tidak selalu benar. Defisit ataupun
surplus di dalam transaksi yang sedang berjalan tidak
perlu dikhawatirkan selama defisit atau surplus tersebut
diimbangi dengan aliran modal masuk atau keluar dalam
jumlah yang sama.
NERACA PEMBAYARAN
• Neraca Pembayaran suatu negara sangat penting
karena mempengaruhi dan dipengaruhi oleh variabel
ekonomi makro lain seperti pendapatan nasional
(GNP), kesempatan kerja, inflasi, kurs dan tingkat
harga.
• Neraca pembayara membantu dalam meramalkan
potensi pasar suatu negara, terutama dalam jangka
pendek.
• Neraca pembayaran merupakan indikator penting
adanya tekanan terhadap kurs suatu negara.
• Negara yang mengalami defisit neraca pembayaran
terus menerus dapat merupakan petunjuk akan
terjadinya kontrol terhadap pergerakan modal pada
suatu hari.
ANATOMI NERACA PEMBAYARAN
• Neraca Pembayaran dalam melakukan pencatatan
menggunakan model tata buku double-entry
bookkeepping (setiap transaksi dicatat baik pada sisi
debet dan kredit sehingga BOP sisi debet dan kredit
nilainya sama).
• Defisit dalam neraca pembayaran adalah “bila
pengeluaran luar negeri yang dilakukan penduduk
suatu negara melebihi jumlah penghasilan atau
penerimaan yang diterima oleh penduduk negara itu”.
• Surplus neraca pembayaran adalah “bila suatu negara
lebih banyak menerima daripada mengeluarkan dalam
transaksi luar negerinya”.
Dua Bagian Neraca Pembayaran
• Rekening Transakasi Berjalan (current
account), yang mencatat seluruh transaksi
barang dan jasa. Rekening transaksi berjalan
ada 3 bagian, yaitu :
- neraca perdagangan (balance of trade).
- neraca jasa (service balance).
- neraca transaksi unilateral.
Faktor yang mempengaruhi besarnya rekening
berjalan adalah :
• Laju inflasi
• Pendapatan nasional
• Nilai tukar mata uang
• Restriksi pemerintah
Dua Bagian Neraca Pembayaran
• Rekening Modal (capital account), yang menunjukkan
aliran modal finansial, baik yang langsung
diperdagangkan maupun untuk membayar barang dan
jasa. Transaksi dalam rekening modal ada 4, yaitu :
- investasi portofolio
- investasi jangka pendek
- investasi asing langsung di mana terdapat kontrol
manajemen baik parsial maupun penuh.
- pinjaman luar negeri yang dilakukan oleh pemerintah
SEJARAH PERKEMBANGAN NERACA PEMBAYARAN
DI INDONESIA
• Neraca perdaganga Indonesia selalu surplus dari
tahun ketahun, artinya ekspor barang lebih banyak
dibanding impor barang.
• Neraca transaksi berjalan umumnya defisit
(kecuali tahun 1979/90 dan 1980/81) akibat defisit
pada transaksi jasa, artinya ekspor jasa lebih kecil
dibanding impor jasa.
• Neraca modal umumnya positif (surplus) berarti
arus modal asing yang masuk ke Indonesia lebih
banyak dibanding arus modal yang keluar.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TRANSAKSI
BERJALAN
• Inflasi domestik
Bila inflasi suatu negara nail relatif terhadap partner
dagang utamanya, umumnya keseibangan transaksi
berjalannya menurun.
• Pendapatan domestik
Bila pendapatan siap pakai suatu negara meningkat
dalam prosentase yang lebih tinggi dibanding partner
dagang utamanya, keseibangan transaksi berjalan
umumnya menurun.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TRANSAKSI
BERJALAN
• Kurs valuta asing
Bila mata uang suatu negara mulai mengalami
apresiasi relatif terhadap partner dagang utamanya,
keseibangan transaksi berjalan biasanya menurun.
• Restriksi pemerintah
Pemerintah pusat dapat mempengaruhi keseimbangan
transaksi berjalannya dengan mengenakan bea masuk
maupun kuota terhadap barang-barang produksi luar
negeri.
• Bila rekening modal mengalami surplus berarti terjadi arus
modal neto yang masuk (net capital inflows) ke dalam negara
tersebut.
• Rekening modal yang defisit artinya terdapat aliran modal neto
yang keluar atau negara tersebut secara keseluruhan membeli
asset finansial luar negeri, atau meminjamkan ke luar negeri.
• Faktor–faktor kunci yang mempengaruhi keseibangan
rekening modal :
1. Suatu negara dapat mengenakan pajak penghasilan khusus
terhadap investor asing yang melakukan investasi di negara
tersebut.
2. Liberalisasi atas kontrol terhadap aliran modal internasional
secara bertahap.
3. Antisipasi pergerakan kurs vala oleh para investor surat
berharga.
HUBUNGAN ANTARA NERACA
PEMBAYARAN DAN KURS
• (X-M) + (CI-CO) + FXB = BOP, dimana
• (X-M) adalah neraca transaksi berjalan, yang
merupakan selisih antara ekspor (X) dan impor
(M) barang dan jasa.
• (CI-CO) adalah neraca transaksi modal yang
merupakan selisih antara capital inflows (CI) dan
capital outflows (CO).
• FXB adalah cadangan devisa negara tersebut.
• BOP adalah neraca pembayaran.
PENYESUAIAN DALAM SISTEM KURS
TETAP
• Dalam sistem kurs tetap adalah tugas dan
tagung jawab pemerintah, untuk menjaga
agar BOP sama dengan nol.
• Bila jumlah neraca transaksi berjalan
dengan neraca modal yang tidak sama
dengan nol, pemerintah bertanggung jawab
untuk melakukan intervensi dalam pasar
valas dengan menggunakan cadangan
devisa yang dimilikinya.
PENYESUAIAN DALAM SISTEM KURS
TETAP
• Bila jumlah neraca transaksi berjalan dan neraca
modal > 0, ini menunjukkan adanya kelebihan
permintaan terhadap mata uang domestik.
• Bila jumlah neraca transaksi berjalan dan neraca
jasa adalah negatif (terjadi kelebihan penawaran
mata uang domestik di pasar dunia), pemerintah
harus melakukan intervensi dengan membeli mata
uang domestik dengan cadangan mata uang asing
dan emasnya.
PENYESUAIAN DALAM SISTEM KURS
MENGAMBANG
• Dalam sistem kurs mengambang bebas,
pemerintah syatu negara tidak perlu campur
tangan dalam pasar valas karena kurs suatu
mata uang ditentukan sepenuhnya oleh
mekanisme pasar.
• Bila neraca transaksi berjalan dan neraca
modal ≠ 0, maka secara otomatis akan
mengubah kurs valas menuju kearah yang
diperlukan agar BOP = 0.
PENYESUAIAN DALAM SISTEM KURS MENGAMBANG
• Dalam sistem kurs mengambang terkendali,
penentuan kurs setiap hari diserahkan kepada
mekanisme pasar tetapi pemerintah seringkali merasa
perlu untuk mengambil tindakan untuk menjaga kurs
pada nilai yang dikehendaki.
• Pemerintah biasanya berupaya agar penilaian pasar
mengenai suatu kurs mata uang berubah dengan
mempengaruhi motivasi aktivitas pasar dan buka
lewat intervensi langsung dari pasar valas.
• Dengan mengubah suku bunga relatif, sehingga
mempengaruhi penentuan kurs secara fundamental.
• Bila suatu negara hendak mempertahankan nilai mata
uangnya, ia dapat menaikkan suku bunga
domestiknya untuk menarik modal dari luar negeri.

Neraca pembayaran

  • 1.
    NERACA PEMBAYARAN Nama :NADIFAH KELAS : 5P - AK NIM : 12140240
  • 2.
    NERACA PEMBAYARAN • Neracapembayaran adalah catatan dari semua transaksi ekonomi internasional yang meliputi perdagangan, keuangan dan moneter antara penduduk dalam negeri dengan penduduk luar negeri selama periode waktu tertentu, biasanya satu tahun atau dikatakan sebagai laporan arus pembayaran (keluar dan masuk) untuk suatu negara. • .
  • 3.
    Komponen Neraca Pembayaran •Transaksi Berjalan (current account). Merupakan bagian dari neraca pembayaran yang berisi arus pembayaran jangka pendek (mencatat transaksi ekspor-impor barang dan jasa), yang meliputi : – Ekspor dan impor barang-barang dan jasa ekspor barang-barang dan jasa yang diperlakukan sebagai kredit impor barang-barang dan jasa diperlakukan kembali sebagai debit. – net investment income tingkat bunga dan dividen diperlakukan sebagai jasa karena merepresentasikan pembayaran untuk penggunaan modal. – net transfer (transfer unilateral), meliputi bantuan luar negeri, pemberian- pemberian dan pembayaran lain antar pemerintah dan antar pihak swasta. Net transfer bukan merupakan perdagangan barang dan jasa. Atau dengan kata lain transaksi berjalan merangkum aliran dana antara satu Negara tertentu dengan seluruh negara lain sebagai akibat dari pembelian barang- barang atau jasa, provisi income atas aset finansial, atau transfer unilateral (misalnya
  • 4.
    Fungsi Neraca Pembayaran •Sebagai alat pembukuan agar pemerintah dapat mengambil keputusan yang tepat, mengenai jumlah barang dan jasa yang sebaiknya keluar atau masuk dalam batas wilayah suatu negara serta untuk mendapatkan keterangan-keterangan mengenai anggaran alat-alat pembayaran luar negerinya. • Sebagai alat untuk mengukur kondisi ekonomi yang terkait dengan perdagangan internasional dari suatu negara. Sebagai alat untuk melihat gambaran pengaruh transaksi luar negeri terhadap pendapatan nasional negara yang bersangkutan. • Sebagai alat untuk memperoleh informasi rinci terkait dengan perdagangan luar negeri. • Sebagai alat untuk membandingkan pos-pos dalam neraca pembayaran negara tersebut dengan negara tertentu. • Sebagai alat kebijakan moneter yang akan dilaksanakan oleh suatu negara.
  • 5.
    Manfaat Neraca Pembayaran •Membukukan seluruh transaksi ekonomi internasional yang terjadi antara penduduk dalam negari dan penduduk luar • Mengetahui struktur dan komposisi transaksi ekonomi internasional suatu negara. • Mengetahui mitra usaha suatu negara dalam hubungan ekonomi internasional. • Mengetahui posisi keuangan internasional suatu negara. • Indikator yang akan dipertimbangkan oleh negara donor untuk memberikan bantuan keuangan. • Indikator fundamental ekonomi selain tingkat inflasi, pertumbuhan GNP dan sebagainya. • Sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam; mengambil langkah- langkah dibidang ekonomi; mengambil kebijakan dibidang moneter dan fiskal; mengetahui pengaruh hubungan ekonomi internasional terhadap pendapatan nasional; mengambil kebijakan dibidang politik internasional.
  • 6.
    Masalah dalam AnalisisNeraca Pembayaran • Seringkali mengabaikan antara transaksi internasional yang satu dengan yang lain, sehingga ketidakseimbangan dalam neraca pembayaran diasosiasikan dengan satu transaksi saja tanpa melihat hubungannya dengan yang lain. Contoh: investasi di luar negeri dianggap menambah defisit neraca pembayaran, karena menyebabkan terjadinya aliran modal keluar. • Surplus dalam transaksi yang sedang berjalan sering dianggap baik, sebaliknya defisit dianggap jelek. Anggapan semacam ini tidak selalu benar. Defisit ataupun surplus di dalam transaksi yang sedang berjalan tidak perlu dikhawatirkan selama defisit atau surplus tersebut diimbangi dengan aliran modal masuk atau keluar dalam jumlah yang sama.
  • 7.
    NERACA PEMBAYARAN • NeracaPembayaran suatu negara sangat penting karena mempengaruhi dan dipengaruhi oleh variabel ekonomi makro lain seperti pendapatan nasional (GNP), kesempatan kerja, inflasi, kurs dan tingkat harga. • Neraca pembayara membantu dalam meramalkan potensi pasar suatu negara, terutama dalam jangka pendek. • Neraca pembayaran merupakan indikator penting adanya tekanan terhadap kurs suatu negara. • Negara yang mengalami defisit neraca pembayaran terus menerus dapat merupakan petunjuk akan terjadinya kontrol terhadap pergerakan modal pada suatu hari.
  • 8.
    ANATOMI NERACA PEMBAYARAN •Neraca Pembayaran dalam melakukan pencatatan menggunakan model tata buku double-entry bookkeepping (setiap transaksi dicatat baik pada sisi debet dan kredit sehingga BOP sisi debet dan kredit nilainya sama). • Defisit dalam neraca pembayaran adalah “bila pengeluaran luar negeri yang dilakukan penduduk suatu negara melebihi jumlah penghasilan atau penerimaan yang diterima oleh penduduk negara itu”. • Surplus neraca pembayaran adalah “bila suatu negara lebih banyak menerima daripada mengeluarkan dalam transaksi luar negerinya”.
  • 9.
    Dua Bagian NeracaPembayaran • Rekening Transakasi Berjalan (current account), yang mencatat seluruh transaksi barang dan jasa. Rekening transaksi berjalan ada 3 bagian, yaitu : - neraca perdagangan (balance of trade). - neraca jasa (service balance). - neraca transaksi unilateral.
  • 10.
    Faktor yang mempengaruhibesarnya rekening berjalan adalah : • Laju inflasi • Pendapatan nasional • Nilai tukar mata uang • Restriksi pemerintah
  • 11.
    Dua Bagian NeracaPembayaran • Rekening Modal (capital account), yang menunjukkan aliran modal finansial, baik yang langsung diperdagangkan maupun untuk membayar barang dan jasa. Transaksi dalam rekening modal ada 4, yaitu : - investasi portofolio - investasi jangka pendek - investasi asing langsung di mana terdapat kontrol manajemen baik parsial maupun penuh. - pinjaman luar negeri yang dilakukan oleh pemerintah
  • 12.
    SEJARAH PERKEMBANGAN NERACAPEMBAYARAN DI INDONESIA • Neraca perdaganga Indonesia selalu surplus dari tahun ketahun, artinya ekspor barang lebih banyak dibanding impor barang. • Neraca transaksi berjalan umumnya defisit (kecuali tahun 1979/90 dan 1980/81) akibat defisit pada transaksi jasa, artinya ekspor jasa lebih kecil dibanding impor jasa. • Neraca modal umumnya positif (surplus) berarti arus modal asing yang masuk ke Indonesia lebih banyak dibanding arus modal yang keluar.
  • 13.
    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHITRANSAKSI BERJALAN • Inflasi domestik Bila inflasi suatu negara nail relatif terhadap partner dagang utamanya, umumnya keseibangan transaksi berjalannya menurun. • Pendapatan domestik Bila pendapatan siap pakai suatu negara meningkat dalam prosentase yang lebih tinggi dibanding partner dagang utamanya, keseibangan transaksi berjalan umumnya menurun.
  • 14.
    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHITRANSAKSI BERJALAN • Kurs valuta asing Bila mata uang suatu negara mulai mengalami apresiasi relatif terhadap partner dagang utamanya, keseibangan transaksi berjalan biasanya menurun. • Restriksi pemerintah Pemerintah pusat dapat mempengaruhi keseimbangan transaksi berjalannya dengan mengenakan bea masuk maupun kuota terhadap barang-barang produksi luar negeri.
  • 15.
    • Bila rekeningmodal mengalami surplus berarti terjadi arus modal neto yang masuk (net capital inflows) ke dalam negara tersebut. • Rekening modal yang defisit artinya terdapat aliran modal neto yang keluar atau negara tersebut secara keseluruhan membeli asset finansial luar negeri, atau meminjamkan ke luar negeri. • Faktor–faktor kunci yang mempengaruhi keseibangan rekening modal : 1. Suatu negara dapat mengenakan pajak penghasilan khusus terhadap investor asing yang melakukan investasi di negara tersebut. 2. Liberalisasi atas kontrol terhadap aliran modal internasional secara bertahap. 3. Antisipasi pergerakan kurs vala oleh para investor surat berharga.
  • 16.
    HUBUNGAN ANTARA NERACA PEMBAYARANDAN KURS • (X-M) + (CI-CO) + FXB = BOP, dimana • (X-M) adalah neraca transaksi berjalan, yang merupakan selisih antara ekspor (X) dan impor (M) barang dan jasa. • (CI-CO) adalah neraca transaksi modal yang merupakan selisih antara capital inflows (CI) dan capital outflows (CO). • FXB adalah cadangan devisa negara tersebut. • BOP adalah neraca pembayaran.
  • 17.
    PENYESUAIAN DALAM SISTEMKURS TETAP • Dalam sistem kurs tetap adalah tugas dan tagung jawab pemerintah, untuk menjaga agar BOP sama dengan nol. • Bila jumlah neraca transaksi berjalan dengan neraca modal yang tidak sama dengan nol, pemerintah bertanggung jawab untuk melakukan intervensi dalam pasar valas dengan menggunakan cadangan devisa yang dimilikinya.
  • 18.
    PENYESUAIAN DALAM SISTEMKURS TETAP • Bila jumlah neraca transaksi berjalan dan neraca modal > 0, ini menunjukkan adanya kelebihan permintaan terhadap mata uang domestik. • Bila jumlah neraca transaksi berjalan dan neraca jasa adalah negatif (terjadi kelebihan penawaran mata uang domestik di pasar dunia), pemerintah harus melakukan intervensi dengan membeli mata uang domestik dengan cadangan mata uang asing dan emasnya.
  • 19.
    PENYESUAIAN DALAM SISTEMKURS MENGAMBANG • Dalam sistem kurs mengambang bebas, pemerintah syatu negara tidak perlu campur tangan dalam pasar valas karena kurs suatu mata uang ditentukan sepenuhnya oleh mekanisme pasar. • Bila neraca transaksi berjalan dan neraca modal ≠ 0, maka secara otomatis akan mengubah kurs valas menuju kearah yang diperlukan agar BOP = 0.
  • 20.
    PENYESUAIAN DALAM SISTEMKURS MENGAMBANG • Dalam sistem kurs mengambang terkendali, penentuan kurs setiap hari diserahkan kepada mekanisme pasar tetapi pemerintah seringkali merasa perlu untuk mengambil tindakan untuk menjaga kurs pada nilai yang dikehendaki. • Pemerintah biasanya berupaya agar penilaian pasar mengenai suatu kurs mata uang berubah dengan mempengaruhi motivasi aktivitas pasar dan buka lewat intervensi langsung dari pasar valas. • Dengan mengubah suku bunga relatif, sehingga mempengaruhi penentuan kurs secara fundamental. • Bila suatu negara hendak mempertahankan nilai mata uangnya, ia dapat menaikkan suku bunga domestiknya untuk menarik modal dari luar negeri.