Model Pembelajaran KooperatifModel Pembelajaran Kooperatif
Tipe JigsawTipe Jigsaw
Oleh:
Adelia Afissa
Kiki Ismayanti
Renni Juli Yanna
Robi’atul Bangka Wiyah
Dosen Pengampuh:
Dr. Elly Susanti, S.Pd., M.Pd.
Weni Dwi Pratiwi, S.Pd., M.Sc.
MODEL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE JIGSAW
1. Defenisi
2. Langkah-langkah pelaksanaan model
pembelajaran tipe jigsaw
3. Kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe
jigsaw
4. Kelemahan model pembelajaran kooperatif tipe
jigsaw
5. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
yang menggunakan model pembelajaran
kooperatif tipe jigsaw
1. Definisi Model Pembelajaran
Kooperatif tipe jigsaw
Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw
merupakan model pembelajaran kooperatif, dimana
siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari
4-5 orang dengan memperhatikan keheterogenan,
bekerjasama positif dan setiap anggota bertanggung
jawab untuk mempelajari masalah tertentu dari
materi yang diberikan dan menyampaikan materi
tersebut kepada anggota kelompok yang lain.
2. Langkah-langkah Pelaksanaan Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
Siswa dikelompokkan dengan anggota 4 – 5 orang.
Tiap orang dalam tim diberi materi dan tugas yang
berbeda dengan penugasan yang sama membentuk
kelompok baru (kelompok ahli).
Setelah kelompok ahli berdiskusi, tiap anggota kembali
ke kelompok asal dan menjelaskan kepada anggota
kelompok tentang subbab yang mereka kuasai
Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi.
Bagan Pembelajaran Kooperatif Tipe
Jigsaw
KELOMPOK
ASAL I
KELOMPOK
ASAL I
KELOMPOK
ASAL II
KELOMPOK
ASAL II
KELOMPOK
ASAL II
KELOMPOK
ASAL II
KELOMPOK
ASAL IV
KELOMPOK
ASAL IV
KELOMPOK
AHLI II
KELOMPOK
AHLI II
KELOMPOK
AHLI III
KELOMPOK
AHLI III
KELOMPOK
AHLI I
KELOMPOK
AHLI I
KELOMPOK
AHLI IV
KELOMPOK
AHLI IV
3. Kelebihan Model Pembelajaran
Kooperatif Tipe Jigsaw
Meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap
pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang
lain.
Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan,
tetapi mereka juga harus siap memberikan dan
mengajarkan materi tersebut pada anggota
kelompoknya yang lain, sehingga pengetahuannya jadi
bertambah.
Meningkatkan bekerja sama secara kooperatif untuk
mempelajari materi yang ditugaskan
4. Kelemahan Model Pembelajaran
Kooperatif Tipe Jigsaw
Jika guru tidak mengingatkan agar siswa selalu
menggunakan keterampilan-keterampilan kooperatif
dalam kelompok masing-masing maka dikhawatirkan
kelompok akan macet dalam pelaksanaan diskusi.
Jika jumlah anggota kelompok kurang akan
menimbulkan masalah.
Membutuhkan waktu yang lebih lama, apalagi bila
penataan ruang belum terkondisi dengan baik sehingga
perlu waktu untuk merubah posisi yang dapat
menimbulkan kegaduhan.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan pendidikan : SMA
Mata pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : X/Genap
Materi Pokok : Logika matematika
Alokasi Waktu : 2 kali pertemuan (4 x 45 Menit)
I. Standar Kompetensi
Kemampuan menggunakan perbandingan fungsi, persamaan dan
identitas trigonometri dalam pemecahan masalah; menggunakan
operasi dan sifat serta manipulasi aljabar yang berkaitan dengan
matriks; menggunakan operasi dan sifat serta manipulasi aljabar
dalam pemecahan masalah yag berkaitan dengan logika
matematika.
II. Kompetensi Dasar
Siswa mampu menggunakan nilai kebenaran pernyataan
majemuk dalam pemecahan masalah, serta menggunakan sifat
dan prinsip logika untuk penarikan kesimpulan dan pembuktian
sifat matematika.
III. Indikator
Siswa mampu :
1. menjelaskan arti kuantor universal eksistensial beserta ingkarannya.
2. membuat ingkaran dari suatu pernyataan berkuantor
IV. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
1. menjelaskan pengertian kuantor universal dan eksistensial
2. menentukan ingkaran dari kuantor universal dan eksistensial
3. menentukan ingkaran dari pernyataan berkuantor.
V. Model Pembelajaran
Model pembelajaran : Kooperatif
Metode : Jigsaw
VI. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
A. Kegiatan Awal
1. Memberikan motivasi ddengan mengajukan sebuah pertanyaan yang
menggunakan kuantor
2. Menginformasikan tentang materi yang akan di pelajari serta metode
pembelajaran yang akan dilaksanakan.
B. Kegiatan Inti
1. Menjelaskan tentang jenis-jenis kuantor
2. Membagi tugas pada setiap siswa dalam kelompo
(Kelompok JIGSAW)
3. Meminta setiap siswa mempelajari materi yang menjadi
tanggung jawabnya
4. Setiap siswa yang mendapatkan tugas mempelajari materi
yang sama untuk berkelompok dalam satu kelompok
untuk mendiskusikan materi mereka
(kelompok ahli)
5. Setiap siswa kembali dalam kelompok asal untuk
menjelaskan kepada setiap anggota
kelompoknya.
6. meminta beberapa kelompok untuk mempresentasikan
hasil diskusinya (dipilih secara acak) dan kelompok
lain menanggapi/mengajukan pertanyaan atau saran,
guru sebagai fasilitator hanya meluruskan pendapat
siswa yang kurang tepat
7. Guru memberikan latihan soal individu
8. Bersama-sama siswa membahas soal latihan
C. Kegiatan Akhir
1. Guru membimbing siswa untuk merangkum materi yang
telah dipelajari
2. Memberi pekerjaan rumah
3. Menutup pelajaran dan mengucapkan salam
Model pembelajaran matematika tipe jigsaw

Model pembelajaran matematika tipe jigsaw

  • 1.
    Model Pembelajaran KooperatifModelPembelajaran Kooperatif Tipe JigsawTipe Jigsaw Oleh: Adelia Afissa Kiki Ismayanti Renni Juli Yanna Robi’atul Bangka Wiyah Dosen Pengampuh: Dr. Elly Susanti, S.Pd., M.Pd. Weni Dwi Pratiwi, S.Pd., M.Sc.
  • 2.
    MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPEJIGSAW 1. Defenisi 2. Langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran tipe jigsaw 3. Kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw 4. Kelemahan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw 5. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw
  • 3.
    1. Definisi ModelPembelajaran Kooperatif tipe jigsaw Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif, dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang dengan memperhatikan keheterogenan, bekerjasama positif dan setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari masalah tertentu dari materi yang diberikan dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain.
  • 4.
    2. Langkah-langkah PelaksanaanModel Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Siswa dikelompokkan dengan anggota 4 – 5 orang. Tiap orang dalam tim diberi materi dan tugas yang berbeda dengan penugasan yang sama membentuk kelompok baru (kelompok ahli). Setelah kelompok ahli berdiskusi, tiap anggota kembali ke kelompok asal dan menjelaskan kepada anggota kelompok tentang subbab yang mereka kuasai Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi.
  • 5.
    Bagan Pembelajaran KooperatifTipe Jigsaw KELOMPOK ASAL I KELOMPOK ASAL I KELOMPOK ASAL II KELOMPOK ASAL II KELOMPOK ASAL II KELOMPOK ASAL II KELOMPOK ASAL IV KELOMPOK ASAL IV KELOMPOK AHLI II KELOMPOK AHLI II KELOMPOK AHLI III KELOMPOK AHLI III KELOMPOK AHLI I KELOMPOK AHLI I KELOMPOK AHLI IV KELOMPOK AHLI IV
  • 6.
    3. Kelebihan ModelPembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya yang lain, sehingga pengetahuannya jadi bertambah. Meningkatkan bekerja sama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan
  • 7.
    4. Kelemahan ModelPembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Jika guru tidak mengingatkan agar siswa selalu menggunakan keterampilan-keterampilan kooperatif dalam kelompok masing-masing maka dikhawatirkan kelompok akan macet dalam pelaksanaan diskusi. Jika jumlah anggota kelompok kurang akan menimbulkan masalah. Membutuhkan waktu yang lebih lama, apalagi bila penataan ruang belum terkondisi dengan baik sehingga perlu waktu untuk merubah posisi yang dapat menimbulkan kegaduhan.
  • 8.
    RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN(RPP) Satuan pendidikan : SMA Mata pelajaran : Matematika Kelas/Semester : X/Genap Materi Pokok : Logika matematika Alokasi Waktu : 2 kali pertemuan (4 x 45 Menit) I. Standar Kompetensi Kemampuan menggunakan perbandingan fungsi, persamaan dan identitas trigonometri dalam pemecahan masalah; menggunakan operasi dan sifat serta manipulasi aljabar yang berkaitan dengan matriks; menggunakan operasi dan sifat serta manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah yag berkaitan dengan logika matematika. II. Kompetensi Dasar Siswa mampu menggunakan nilai kebenaran pernyataan majemuk dalam pemecahan masalah, serta menggunakan sifat dan prinsip logika untuk penarikan kesimpulan dan pembuktian sifat matematika.
  • 9.
    III. Indikator Siswa mampu: 1. menjelaskan arti kuantor universal eksistensial beserta ingkarannya. 2. membuat ingkaran dari suatu pernyataan berkuantor IV. Tujuan Pembelajaran Siswa mampu 1. menjelaskan pengertian kuantor universal dan eksistensial 2. menentukan ingkaran dari kuantor universal dan eksistensial 3. menentukan ingkaran dari pernyataan berkuantor. V. Model Pembelajaran Model pembelajaran : Kooperatif Metode : Jigsaw VI. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran A. Kegiatan Awal 1. Memberikan motivasi ddengan mengajukan sebuah pertanyaan yang menggunakan kuantor 2. Menginformasikan tentang materi yang akan di pelajari serta metode pembelajaran yang akan dilaksanakan.
  • 10.
    B. Kegiatan Inti 1.Menjelaskan tentang jenis-jenis kuantor 2. Membagi tugas pada setiap siswa dalam kelompo (Kelompok JIGSAW) 3. Meminta setiap siswa mempelajari materi yang menjadi tanggung jawabnya 4. Setiap siswa yang mendapatkan tugas mempelajari materi yang sama untuk berkelompok dalam satu kelompok untuk mendiskusikan materi mereka (kelompok ahli) 5. Setiap siswa kembali dalam kelompok asal untuk menjelaskan kepada setiap anggota kelompoknya. 6. meminta beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya (dipilih secara acak) dan kelompok lain menanggapi/mengajukan pertanyaan atau saran, guru sebagai fasilitator hanya meluruskan pendapat siswa yang kurang tepat 7. Guru memberikan latihan soal individu 8. Bersama-sama siswa membahas soal latihan
  • 11.
    C. Kegiatan Akhir 1.Guru membimbing siswa untuk merangkum materi yang telah dipelajari 2. Memberi pekerjaan rumah 3. Menutup pelajaran dan mengucapkan salam