MODEL
INTERAKSI SOSIAL
N. Yessica Dea Rosalina
Siti Nurjanah
Interaksi Sosial
Hubungan timbal balik antarindividu,
Individu dengan kelompok, kelompok dengan
kelompok lainnya.
Ciri-ciri Interaksi Sosial
1. Jumlah pelaku dua orang atau lebih
2. Ada tujuan yang ingin dicapai
3. Ada dimensi waktu
4. Ada komunikasi
Model Interaksi Sosial
Teori Gestalt
Gestalt berasal dari bahasa Jerman yang
mempunyai padanan arti sebagai
“bentuk
atau konfigurasi”. Pokok pandangan
Gestalt
adalah bahwa obyek atau peristiwa
tertentu
Teori Belajar Gestalt :
adalah bahwa obyek atau peristiwa
tertentu
akan dipandang sebagai sesuatu
keseluruhan
yang terorganisasikan.
Menurut koffka dan kohler, 5 prinsip
organisasi
1. Hubungan bentuk dan latar
2. Kedekatan
3. Kesamaan
4. Arah bersama
5. Kesederhanaan
Asumsi yang mendasari pandangan
Gestalt
1. Perilaku “Molar“ hendaknya banyak
dipelajari dibandingkan dengan perilaku
“Molecular”. Perilaku “Molecular” adalah
perilaku dalam bentuk kontraksi otot atau
keluarnya kelenjar, sedangkan perilaku
“Molar” adalah perilaku dalam keterkaitan
dengan lingkungan luar .
2. Hal yang penting dalam mempelajari
perilaku ialah membedakan antara
lingkungan geografis dengan
lingkungan behavioral. Lingkungan
geografis adalah lingkungan yang
sebenarnya ada, sedangkan lingkungan
behavioral merujuk pada sesuatu yang
nampak.
3. Organisme tidak mereaksi terhadap
rangsangan lokal atau unsur atau
suatu bagian peristiwa, akan
tetapi mereaksi terhadap
keseluruhan obyek atau peristiwa.
4. Pemberian makna terhadap suatu
rangsangan sensoris adalah
merupakan suatu proses yang
dinamis dan bukan sebagai suatu
reaksi yang statis. Proses
pengamatan merupakan suatu
proses yang dinamis dalam
memberikan tafsiran terhadap
rangsangan yang diterima.
Aplikasi teori Gesalt dalam proses
pembelajaran
1. Tilikan (insight) mengenal keterkaitan unsur-
unsur dalam suatu obyek atau peristiwa.
2. Pembelajaran yang bermakna (meaningful
learning) kebermaknaan unsur-unsur yang
terkait akan menunjang pembentukan tilikan
unsur-unsur yang terkait akan menunjang
pembentukan tilikan dalam proses
pembelajaran. Makin jelas makna hubungan
suatu unsur akan makin efektif sesuatu yang
dipelajari.
3.Perilaku bertujuan (pusposive
behavior); bahwa perilaku terarah
pada tujuan. Perilaku bukan hanya
terjadi akibat hubungan stimulus-
respons, tetapi ada keterkaitannya
dengan dengan tujuan yang ingin
dicapai. Proses pembelajaran akan
berjalan efektif jika peserta didik
mengenal tujuan yang ingin
dicapainya.
4. Prinsip ruang hidup (life space); bahwa
perilaku individu memiliki keterkaitan
dengan lingkungan dimana ia berada. Oleh
karena itu, materi yang diajarkan
hendaknya memiliki keterkaitan dengan
situasi dan kondisi lingkungan kehidupan
peserta didik.
5. Transfer dalam Belajar; yaitu
pemindahan pola-pola
perilaku dalam situasi
pembelajaran tertentu ke
situasi lain. Menurut
pandangan Gestalt, transfer
belajar terjadi dengan jalan
melepaskan pengertian
obyek dari suatu konfigurasi
dalam situasi tertentu untuk
kemudian menempatkan
dalam situasi konfigurasi
lain dalam tata-susunan
yang tepat.
Strategi Pembelajaran Interaksi Sosial
1.Kerja kelompok, bertujuan mengembangkan
keterampilan berperan serta dalam proses
bermasyarakat dengan cara mengembangkan
hubungan interpersonal dan discovery skills
dalam bidang akademik.
2.Pertemuan kelas, bertujuan mengembangkan
pemehaman mengenai diri sendiri dan rasa
tanggung jawab. Baik terhadap mengenai diri
sendiri dan rasa tanggung jawab. Baik
terhadap diri sendiri maupun terhadap
kelompok.
3.Pemecahan masalah kelompok atau
incuary social, bertujuan untuk
mengembangkan kemampuan
memecahkan masalahmasalah sosial
dengan cara berpikir logis.
4.Model laboratorium, bertujuan untuk
mengambangkan kesadaran pribadi dan
keluwesan dalam kelompok.
5. Bermain peranan, bertujuan untuk memberikan
kesempatan kepada peserta didik menemukan
nila-nilai sosial dan pribadi melalui situasi tiruan.
6. Simulasi sosial, bertujuan untuk membantu
siswa mengalami berbagai kenyataan sosial serta
menguji reaksi mereka
Model Interaksi Sosial

Model Interaksi Sosial

  • 1.
    MODEL INTERAKSI SOSIAL N. YessicaDea Rosalina Siti Nurjanah
  • 2.
    Interaksi Sosial Hubungan timbalbalik antarindividu, Individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok lainnya.
  • 3.
    Ciri-ciri Interaksi Sosial 1.Jumlah pelaku dua orang atau lebih 2. Ada tujuan yang ingin dicapai 3. Ada dimensi waktu 4. Ada komunikasi
  • 4.
    Model Interaksi Sosial TeoriGestalt Gestalt berasal dari bahasa Jerman yang mempunyai padanan arti sebagai “bentuk atau konfigurasi”. Pokok pandangan Gestalt adalah bahwa obyek atau peristiwa tertentu Teori Belajar Gestalt : adalah bahwa obyek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai sesuatu keseluruhan yang terorganisasikan.
  • 5.
    Menurut koffka dankohler, 5 prinsip organisasi 1. Hubungan bentuk dan latar 2. Kedekatan 3. Kesamaan 4. Arah bersama 5. Kesederhanaan
  • 6.
    Asumsi yang mendasaripandangan Gestalt 1. Perilaku “Molar“ hendaknya banyak dipelajari dibandingkan dengan perilaku “Molecular”. Perilaku “Molecular” adalah perilaku dalam bentuk kontraksi otot atau keluarnya kelenjar, sedangkan perilaku “Molar” adalah perilaku dalam keterkaitan dengan lingkungan luar .
  • 7.
    2. Hal yangpenting dalam mempelajari perilaku ialah membedakan antara lingkungan geografis dengan lingkungan behavioral. Lingkungan geografis adalah lingkungan yang sebenarnya ada, sedangkan lingkungan behavioral merujuk pada sesuatu yang nampak.
  • 8.
    3. Organisme tidakmereaksi terhadap rangsangan lokal atau unsur atau suatu bagian peristiwa, akan tetapi mereaksi terhadap keseluruhan obyek atau peristiwa.
  • 9.
    4. Pemberian maknaterhadap suatu rangsangan sensoris adalah merupakan suatu proses yang dinamis dan bukan sebagai suatu reaksi yang statis. Proses pengamatan merupakan suatu proses yang dinamis dalam memberikan tafsiran terhadap rangsangan yang diterima.
  • 10.
    Aplikasi teori Gesaltdalam proses pembelajaran 1. Tilikan (insight) mengenal keterkaitan unsur- unsur dalam suatu obyek atau peristiwa. 2. Pembelajaran yang bermakna (meaningful learning) kebermaknaan unsur-unsur yang terkait akan menunjang pembentukan tilikan unsur-unsur yang terkait akan menunjang pembentukan tilikan dalam proses pembelajaran. Makin jelas makna hubungan suatu unsur akan makin efektif sesuatu yang dipelajari.
  • 11.
    3.Perilaku bertujuan (pusposive behavior);bahwa perilaku terarah pada tujuan. Perilaku bukan hanya terjadi akibat hubungan stimulus- respons, tetapi ada keterkaitannya dengan dengan tujuan yang ingin dicapai. Proses pembelajaran akan berjalan efektif jika peserta didik mengenal tujuan yang ingin dicapainya.
  • 12.
    4. Prinsip ruanghidup (life space); bahwa perilaku individu memiliki keterkaitan dengan lingkungan dimana ia berada. Oleh karena itu, materi yang diajarkan hendaknya memiliki keterkaitan dengan situasi dan kondisi lingkungan kehidupan peserta didik.
  • 13.
    5. Transfer dalamBelajar; yaitu pemindahan pola-pola perilaku dalam situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain. Menurut pandangan Gestalt, transfer belajar terjadi dengan jalan melepaskan pengertian obyek dari suatu konfigurasi dalam situasi tertentu untuk kemudian menempatkan dalam situasi konfigurasi lain dalam tata-susunan yang tepat.
  • 14.
    Strategi Pembelajaran InteraksiSosial 1.Kerja kelompok, bertujuan mengembangkan keterampilan berperan serta dalam proses bermasyarakat dengan cara mengembangkan hubungan interpersonal dan discovery skills dalam bidang akademik.
  • 15.
    2.Pertemuan kelas, bertujuanmengembangkan pemehaman mengenai diri sendiri dan rasa tanggung jawab. Baik terhadap mengenai diri sendiri dan rasa tanggung jawab. Baik terhadap diri sendiri maupun terhadap kelompok.
  • 16.
    3.Pemecahan masalah kelompokatau incuary social, bertujuan untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalahmasalah sosial dengan cara berpikir logis.
  • 17.
    4.Model laboratorium, bertujuanuntuk mengambangkan kesadaran pribadi dan keluwesan dalam kelompok.
  • 18.
    5. Bermain peranan,bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik menemukan nila-nilai sosial dan pribadi melalui situasi tiruan. 6. Simulasi sosial, bertujuan untuk membantu siswa mengalami berbagai kenyataan sosial serta menguji reaksi mereka