LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I
PERCOBAAAN II
MODEL HIDROKARBON
OLEH :
NAMA : NURFIAH
STAMBUK : A1C4 12 044
KELOMPOK : VI (ENAM)
ASISTEN PEMBIMBING : LA ODE HARIMIN
LABORATORIUM PENGEMBANGAN UNIT KIMIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2013
ABSTRAK
Beberapa konsep ilmu kimia khususnya pada skala molekuler dapat dipelajari dengan
menggunakan model molekul, salah satu contohnya yaitu model struktur molekul.
Senyawa hidrokarbon masing-masing memiliki bentuk molekul yang khas. Praktikum
ini bertujuan untuk membuat model-model molekul senyawa organik,
menggambarkan struktur molekul senyawa organik dalam tiga dimensi dan
memberikan gambaran tentang isomer. Praktikum ini dilakukan dengan
memvisualisasikan senyawa hidrokarbon yang dibentuk dengan menggunakan
molimod. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan diperoleh hasil pembuatan
dan penggambaran model-model molekul senyawa hidrokarbon dapat dilakukan
dengan menggunakan molimod dan software kimia yang tersedia dan isomer
merupakan Senyawa hidrokarbon memiliki isomer gugus fungsi seperti pada
C2H5OH. Isomer gugus fungsi dari senyawa ini terdapat dalam bentuk alkohol dan
eter.
Kata kunci : bentuk, stuktur molekul, hidrokarbon
BAB I
PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
Senyawa karbon atau yang biasa dikenal dengan senyawa organik adalah
suatu senyawa yang unsur-unsur penyusunnya terdiri dari atom karbon dan atom-
atom hidrogen, oksigen, nitrogen, sulfur, halogen atau fosfor. Pada awalnya
senyawa karbon ini secara tidak langsung menunjukkan hubungannya dengan
sistem kehidupan. Namun dalam perkembangannya, ada senyawa organik yang
tidak mempunyai hubungan dengan sistem kehidupan. Hal ini terbukti pada abad
ke-19, senyawa organik dapat dibuat dari sumber-sumber yang tidak ada
kaitannya dengan kehidupan.
Di alam, struktur semua senyawa dalam tiga dimensi tertentu.Visualisas
struktur dapat menggunakan model molekul(molimod),atau ball and stick model.
Atom karbon memiliki orbital-hibrida sp3, sp2, dan sp.masing-masing sudut
ikatannya berbeda. Sudut ikatan sp3
109,5o
; sp2
120o
; dan sp 180o
. dalam kimia
organik banyak molekul memiliki rumus molekul sama tetapi rumus struktur
berbeda. Kasus ini di namakam dengan isomer. Misalnya butana dan isobutana
(C4H10). Etanol dan dimetil eter (C2H6O). senyawa tersebut memiliki petaan atom
yang berbeda. Penggunaan model molekul akan membantu memvisualisasikan
isomer-isomer tersebut dalam tiga dimensi.
Bentuk molekul adalah suatu gambaran geometris yang dihasilkan jika inti
atom-atom terikat dihubungkan oleh garis lurus. Ketika dua titik membentuk satu
garis lurus maka semua molekul diatomik berbentuk linear. Tiga titik membentuk
bidang, maka semua molekul triatomik bernemtuk datar dan bahkan linear
kadang-kadang ditemui. Akan tetapi, biasanya jumlah atom menentukan
gambaran tiga matra. Bentuk molekul tidak dapat diramalkan dari rumus empiris
jadi harus ditentukan secara percobaan.
II. Tujuan
Tujuan dari praktikum model hidrokarbon adalah :
1. Dapat membuat model-model molekul senyawa organik
2. Dapat menggambarkan struktur molekul senyawa organik dalam tiga dimensi
3. Memberikan gambaran isomer
III. Prinsip Praktikum
Praktikum model hidrokarbon adalah dilakukan berdasarkan visualisasi
terhadap model-model molekul senyawa hidrokarbon.
BAB II
TEORI PENDUKUNG
Dalam mencapai kestabilan ikatan, setiap atom harus memenuhi aturan
oktet. Namun demikian, ada atom-atom yang mengalami pengecualian pada aturan
oktet, diantaranya adalah atom yang berasal dari unsur golongan dua dalam tabel
berkala (yaitu Be dan B). Pengecualian ini ditunjukan pada kurangnya elektron, yang
berpengaruh terhadap reaktifitasnya.
Gaya molekul mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap sifat-sifat
fisik suatu senyawa. Gaya ini berasal dari muatan listrik permanen maupun sementara
yang ada didalam struktur molekul. Salah satu sifat fisik molekul adalah momen
dipole. Sifat-sifat fisik yang lain adalah titik didih, titik leleh, atau kelarutan dalam
pelarut tersebut. Sebaliknya dengan melihat struktur suatu molekul, kita dapat
memperkirakan bagaimana sifat-sifat fisik dari molekul tersebut. Sifat fisik ini
bergantung pada besarnya gaya ikat atom-atom yang ada didalam molekul
(Riswayanto, 2009).
Beberapa konsep ilmu kimia khususnya pada skala molekuler dapat
dipelajari dengan menggunakan model molekul. Contoh hal ini adalah kajian tentang
ukuran atom dan periodisitas, bentuk geometri dari struktur molekul, stereokimia dan
lain-lain. molekul pada mulanya diajarkan dengan menggunakan model tiga
dimensional dengan menggunakan alat peraga berbentuk bola-bola dari bahan plastik
atau kayu. Saat ini dengan adanya perkembangan teknologi komputer baik dari segi
perangkat keras maupun perangkat lunak memungkinkan untuk pemodelan molekul
dengan menggunakan komputer. Beberapa perangkat lunak yang tersedia di pasaran
saat ini dapat digunakan untuk keperluan visualisasi model molekul. Beranjak dari
kondisi tersebut di atas maka perlu dicoba praktek visualisasi model molekul oleh
siswa SMU sebagai alternatif pembelajaran yang diharapkan dapat lebih menarik
minat mahasiswa untuk mempelajari ilmu kimia secara lebih intensif (Tahir, 2003).
Bentuk molekul ditetapkan melalui percobaan atau dengan perhitungan
mekanika kuantum yang dikonfirmasi dengan percobaan. Hasil dari percobaan dan
perhitungan ini biasanya cocok dengan teori tolakan pasangan elektron kulit-valensi
(valance-shell electron-pair repulsion, VSEPR). Teori ini berfokus pada pasangan
elektron dalam kulit elektron valensi atom pusat dalam suatu struktur. Pasangan
elektron akan saling menolak, baik ketika electron-elektron tersebut berada dalam
ikatan kimia (ikatan pasangan) ataupun tidak digunakan bersama (pasangan bebas).
Pasangan elektron mengambil orientasi diseputar atom untuk meminimumkan
tolakan. Selain pada berfokus pada pasangan elekron tetapi juga pada gugus elekton.
Satu gugus elektron dapat berupa pasangan, baik pasangan bebas maupun pasangan
ikatan atau pula sebagai elektron tunggal yang tidak berpasangan pada atom dengan
oktet tak lengkap (Petrucci, 2008).
Senyawa organik menunjukkan sifat kimia dan fisika yang sangat berbeda
karena strukturnya yang berbeda, beberapa di antaranya berwujud padat, sebagaian
berwujud cair dan ada pula yang berwujud gas. Tiga prinsip sederhana yang dapat
memberikan pengenrtian dasar tentang struktur dan kimiawi molekul organic yaitu
atom karbon dapat membentuk ikatan kovalen dengan atom hydrogen, atom karbon
dapat membentuk ikatan kovalen dengan atom karbon yang lain untuk membangun
rantai karbon, dan atom karbon dapat dapat membentuk ikatan kovalen dengan unsur
lain, terutama oksigen, nitrogen, belerangm dan halogen. Hidrokrbon merupakan
senyawa yang struktur mokekulnya hanya terdiri dari hydrogen dan karbon.
Hidrokarbon yang paling sederhana adalah alkana, yaitu hidrokarbon yang hanya
mengandung ikatan kovalen tunggal. Molekul yang paling sederhan dari alkana
adalah metana, yang berupa gas pada tekanan beku dan merupakan komponen utama
gas alam. Teori tolakan pasangan elektron meramalkan bentuk tetrahedron untuk
molekul metana dan memiliki sudut ikatan sesbesar 109,5o
(Antony,1992)
Orbital sp3
yang dihasilkan dari pencampuran 2s dan 2p berbentuk seperti
bola bowling, yaitu ada cuping besar dan cuping kecil (dariamplitudo yang
berlawanan) dengan simpul pada inti. Ujung yang kecil dari orbital hibrida tak
digunakan untuk ikatan karena tumpang tindih ujung yang lebih besar dengan orbital
lain memberikan tumpang tindih yang lebih lengkap dan menghasilkan ikatan yang
lebih kuat. Empat orbital hibrida sp3
mengelilingi inti karbon. Karena adanya tolakan
antara elektron dalam berbagai orbital, orbital sp3
ini terletak sejauh mungkin yang
satu dari yang lain sambil meluas keluar dari inti karbon yang sama. Artinya keempat
orbital menghadap pada ujung suatu tetrahedron biasa. Geometri ini memberikan
sudut ikatan teridealisasi sebesar 109,5o
(Fessenden, 1986).
BAB III
METODE PRAKTIKUM
I. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum model hidrokarbon adalah
molimod.
II. Prosedur Kerja
a. Atom karbon tetrahedral
Metana
Molimod
- Digambarkan kedalam dua dimensi dengan
subtituen atom H semua
- Digambarkan kedalam dua dimensi dengan
subtituen 2 atom H dan 2 atom C
Etuna
b. Alkana dan alkil
Molimod
- Dibuat model untuk metana
- Dihilangkan satu atom H hingga
menjadi metil
- Dimasukkan atom bromida pada
subtituen kosong
- Digambarkan struktur 2 dimensinya
- Diberikan nama
Metil Bromida
- Dipegang satu atom H, diputar
- Digambarkan struktur tiap perpindahan atom Br
Struktur dua dimensi
metil bromid
Gambar dua dimensi
Etana posisi stegger dan ekslip
Molimod
- Dibuat model untuk etana
- Dibuat posisi Stegger dan Ekslip
- Digambarkan dalam dua dimensi
- Dibuat model untuk butana
- Dibuat sehingga atom C2 dan C3 menjadi atom pusat
- Dibuat posisi stegger dan ekslip
- Digambar dalam dua dimensi
Molimod
Gambar dua dimensi
Butana posisi stegger dan ekslip
c. Alkena dan alkuna
- Dibuat model untuk pentana
- Dibuat isomer-isomernya
- Digambarkan dalam dua dimensi
Molimod
Gambar dua dimensi
Pentana dan isomernya
- Dibuat model untuk C2H4
- Digambarkan dalam dua dimensi
- Diberikan nama
Molimod
Etena
- Dibuat model senyawa dengan 4 atom karbon dan ikatan rangkap 2
- Dibuat kemungkinan isomernya
- Diberikan nama
Molimod
n-butena, 2-butena dan 2-metil propena
- Dibuat model untuk C2H2
- Digambarkan dalam dua dimensi
- Diberikan nama
Molimod
Etuna
d. Sikloalkana
- Dibuat model untuk senyawa dengan 4 atom karbon
dan ikatan rangkap 3
- Dibuat kemungkinan isomernya
- Diberikan nama
Molimod
n-butuna dan 2-butuna
Molimod
Siklopentana>siklobutana>siklopropana
- Dibuat model
siklopropana
- Digambarkan dalam dua dimensi
- Dibuat model
Siklopentana
- Dibuat model
siklobutana
Model
siklopropana
Model
siklobutana
Model
siklopentana
- Dibandingkan kedua sudutnya
- Diperkirakan kestabilannya
- Dibandingkan ketiga sudutnya
- Diperkirakan kestabilannya
- Dibuat model untuk benzena
- Diganti satu atom H dengan CH3
- Diberikan nama
Molimod
Metil benzena
e. Isomer gugus fungsi
- Dibuat model untuk senyawa C3H8O
- Dibuat kemungkinan isomernya
- Diberikan nama
Molimod
Propanol, 2-propanol dan metoksi etana
- Dibuat model untuk senyawa C2H6O
- Dibuat kemungkinan isomernya
- Diberikan nama
Molimod
Etanol dan metoksi metana
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
I. Tabel Hasil Pengamatan
No Nama
Rumus
Molekul
Struktur Molekul
Dua Dimensi Tiga Dimensi
1. Atom Karbon
Tetrahedral
a. Metana CH4
C H
H
H
H
b. Etuna C2H2
2. Alkana dan Alkil
a. Metana
b. Metil Bromida
CH4
CH3Br
C H
H
H
H
C H
Br
H
H
H
H
C
H
H
H
H
C
H
H
c. Etana
(Stegger)
(Ekslip)
d. Butana
(Stegger)
(Ekslip)
C2H6
C4H10
C5H12
C H
H
H
Br
C C H
H
H
H
H
H
H
H
H
C
H
H
H
H
H
HC
H
HH
C C CH3
H
H
H
H
H3C
H
CH3
H
C
H
CH3
H
H
H
C
H
H
H
C
C
H
H
H
C
C
H
H
H
H
H
H
H
C
H
H
C
H
H
C
C
H
H
C
H
H
H
e. Pentana dan
isomer-
isonmernya
- n-pentana
- 2-metil butana
- 2,2-dimetil
propana
H3C
H2
C
H2
C
H2
C CH3
H3C
H
C
H2
C CH3
CH3
H3C C CH3
CH3
CH3
3. Alkena dan alkuna
a. Etena
b. Butena dan
isomernya
- n-butena
- 2-butena
- 2-metil propena
c. Etuna
d. Butuna dan
isomernya
- n-butuna
C2H4
C4H8
C2H2
C4H6
C C
H
H H
H
H2C C
H
H2
C CH3
H3C C
H
C
H
CH3
H2C C CH3
CH3
C CH H
C
H2
CHC CH3
C CH3C CH3
H
H
C
H
H
H
C
C
H
H
H
H
C
C
H
H
H
- 2-butuna
4. Sikloalkana
a. Siklopropana
b. Siklobutana
c. Siklopentana
d. Benzena
e. Metil benzena
f. Dimetil benzena
C3H6
C4H8
C5H10
C6H6
C7H8
C8H10
C C
C
H2 H2
H2
C
C C
C
H2 H2
H2H2
C C
C
C
C
H2
H2
H2H2
H2
C
C C
C
CC
H H
HH
H H
C
C C
C
CC
H CH3
HH
H H
C
C C
C
CC
H3C CH3
HH
H H
5. Isomer gugus fungsi
H
H
C
H
C
C
C
C
H
C
H
H
II. Pembahasan
Gaya molekul mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap sifat-sifat
fisik suatu senyawa. Gaya ini berasal dari muatan listrik permanen maupun
sementara yang ada didalam struktur molekul. Salah satu sifat fisik molekul
adalah momen dipole. Sifat- sifat fisik yang lain adalah titik didih, titik leleh, atau
kelarutan dalam pelarut tersebut. Sebaliknya dengan melihat struktur suatu
molekul, kita dapat memperkirakan bagaimana sifat-sifat fisik dari molekul
tersebut. Sifat fisik ini bergantung pada besarnya gaya ikat atom-atom yang ada
didalam molekul.
Hidrokarbon jenuh mempunyai ikatan tunggal antar atom C dalam
molekulnya (alkana) sedangkan hidrokarbon tak jenuh mempunyai ikatan rangkap
dua atau tiga antar atom C dalam molekulnya (alkena dan alkuna).Ikatan tunggal
antar atom C atau rangkap dua dan rangkap tiga menentkan model molekul
a. Propanol dan
isomernya
- 2-propanol
- Metoksi etana
b. Metoksi metana
dan isomernya
- etanol
C3H8O
C2H6O
H3C
H2
C
H2
C OH
H3C
H
C CH3
OH
H3C O
H2
C CH3
H3C O CH3
H3C
H2
C OH
senyawa tersebut terkait dengan perbedaan sudut ikatan dan panjang ikatan yang
ditunjukkan.Bila dua atom C yang dihubungkan dengan ikatan kovalen dan
masing-masing atom C mengikat 2 atom H menyebabkan masing-masing atom C
baru memiliki 6 elektron pada kulit valensinya.
Pada praktikum kali ini bertujuan untuk membuat dan menggambarkan
struktur molekul dari senyawa organik. Senyawa organik yang dibuat adalah atom
karbon tetrahedral, alkana dan alkil, alkena dan alkuna, sikloalkana dan isomer
gugus fungsi. Pada pengamatan terhadap atom karbon tetrahedral dilakukan
terhadap senyawa metana dan etuna. Metana merupakan atom karbon yang
berbentuk tetrahedral. Metana memiliki empat ikatan tunggal dimana C berikatan
tunggal dengan 4 H. C yang mempunyai elekton valensi 4 menyumbangkan
keempat electron valensinya kepada H yang mempunyai 1 elektron valensi. Ikatan
yang terjadi antara C dan H dalam metana (CH4) ini merupakan ikatan kovalen
Hal ini dikarenakan atom-atom saling menyumbang electron valensinya
kemudian elektron valensi tersebut dipakai secara bersama-sama. Metana
memiliki orbital sp3
. Karena adanya tolakan antara elektron dalam berbagai
orbital, orbital sp3
ini terletak sejauh mungkin yang satu dari yang lain sambil
meluas keluar dari inti karbon yang sama. Artinya keempat orbital menghadap
pada ujung suatu tetrahedron biasa. Geometri ini memberikan sudut ikatan
teridealisasi sebesar 109,5o
.
Alkana adalah suatu didrokarbon jenuh yang mempunyai jumlah atom
hydrogen maksimum. Alkana mempunyai struktur CnH2n+2. Pada percobaan pada
senyawa alkana dan alkil dibuat model metana, metal bromida, etana, butana,
pentana dan isomernya. Pada molekul metana, apabila 1 atom H dihilangkan dan
diganti dengan Br maka akan membentuk senyawa CH3Br (metil bromida). Sudut
ikatan antara metil bromida jauh lebih besar dibandingkan metana hal ini
dikarenakan Br jauh lebih elektronegatif jika dibandingkan dengan atom H dan Br
memiliki awan-awan electron yang lebih besar dibandingkan H.
Bentuk molekul mempengaruhi sifat-sifatnya. Bentuk molekul terbagi atas
staggerd dan eklips. Pada staggerd terdapat 2 konfirmasi bersilangan sedangkan
eklips terdapat konfirmasi berhimpit. Konformasi staggerd mempuyai energi yang
paling rendah dengan sudut dihedral 60o
sedangkan pada konformasi eklips
mempunyai energi desakan sebesar 2,9 kkal/mol sehingga perbedaan energi di
antara kedua konformasi itu adalah 2,9 kkal/mol. Pada butana memiliki dua
konformasi yang umum yaitu konformasi steggerd dan eklips. Konformasi
steggerd pada butana ini ada dua yaitu staggerd ganche dan steggerd anti atau
staggerd trans. Staggerd ganche tarjadi pada pemutaran dengan sudut 60o
dan
300o
sedangkan staggerd anti pada sudut 180o
. Isomer adalah senyawa-senyawa
yang memiliki rumus molekul sama tetapi rumus strukturnya berbeda. Adanya
perbedaan rumus struktur tersebut menyebabkan sifat fisik dan kimianya berbeda
pula. Pentana dengan rumus molekul C5H12 memiliki tiga bentuk rumus struktur
atau 3 isomer.
Alkena merupakan senyawa hidrokarbon yang mempunyai kekurangan dua
atom hidrogen dan mempunyai ikatan rangkap dua pada atom C=C. Alkena
mempunyai rumus struktur CnH2n dan sering dinamakan senyawa hidrokarbon tak
jenuh. Hal ini dikarenakan adanya ikatan rangkap dua yang dimiliki alkena.
Selain itu, senyawa-senyawa alkena juga menunjukkan adanya keisomeran
geometeri (cis-trans), misalnya pada senyawa C2H4 terdapat 3 isomer yaitu 1
butena, 2 butena dan 2 metil 1 propena.
Alkuna mempunyai ikatan rangkap tiga dan mempunyai rumus umum
CnH2n-2. Alkuna berisomer dengan alkena yang mempunyai dua ikatan rangkap
dua atau suatu senyawa yang mempunyai satu ikatan rangkap dua dan satu siklik.
Alkuna juga menunjukkan reaksi adisi pada alkena , dan pada alkuna adisi terjadi
dua kali . misalnya etuna jika di adisi dengan H2 maka akan menghasilkan etena
dan jika di adisi lagi dengan H2 maka akan terbentuk etana. Selain alkena, alkana
juga dapat mengalami isomer geometri (cis-trans). Contoh senyawa alkuna adalah
C2H2 yang mempunyai isomer 2 butuna dan 1 butuna.
Selain terdapat rantai lurus, pada senyawa alkana juga terdapat rantai
bercabang dan rantai melingkar yang biasa disebut dengan siklo. Siklo propana
merupakan siklo rantai melingkar dengan 3 atom C, sudut yang terbentuk adalah
60o
. Siklo propana kurang stabil karena sudut yang terbentuk sangat jauh
perbedaannya dengan sudut tetrahedral, sedangkan sudut tetrahedral merupakan
sudut yang paling stabil. Siklobutana juga merupakan alkana rantai melingkar
dengan 4 atom C. sudut ikatan C-C adalah 90o
, kedua senyawa ini kurang stabil
karena interaksi antara atom H yang terikat pada atom C sangat kuat karena
jaraknya berdekatan sehingga ikatannya mudah putus atau patah.
Keisomeran gugus fungsi juga dapat dimiliki oleh senyawa-senyawa
hidrokarbon terhadap sesamanya. Pada gugus fungsi, senyawa seperti alkohol
dan eter pada C2H6O mempunyai perbedaan pada letak atom O pada susunan
molekulnya. Hal ini berdampak pada penampakannya dimana terjadi perbedaan
bentuk terutama pada sudut dan panjang ikatan.
BAB V
PENUTUP
I. Kesimpulan
Berdasarkan serangkaian percobaan yang telah dilakukan dapat
disimpulkan bahwa :
1.Pembuatan model-model molekul senyawa hidrokarbon dapat dilakukan dengan
menggunakan molimod.
2.Penggambaran struktur molekul senyawa organik secara tiga dimensi dapat
dilakukan dengan menggunakan software kimia yang tersedia. Struktur molekul
senyawa organik memiliki panjang ikatan dan sudut ikatan yang berbeda satu
sama lain tergantung pada molekul yang dibentuknya.
3.Isomer merupakan Senyawa hidrokarbon memiliki isomer gugus fungsi seperti
pada C2H5OH. Isomer gugus fungsi dari senyawa ini terdapat dalam bentuk
alkohol dan eter.
II. Saran
Saran yang dapat saya berikan pada percobaan kali ini yaitu agar dalam
satu penentuan senyawa hanya diwakili oleh satu model hidrokarbon saja.
DAFTAR PUSTAKA
Achmadi, Suminar. 1990. Kimia Organik Suatu Kuliah Singkat Edisi Keenam.
Penerbit Erlangga. Jakarta.
Antony,C.W., 1992. Pengantar Kimia Organik dan Hayati. ITB. Bandung
Fessenden, 1992. Kimia Organik I. Erlangga. Jakarta.
Petrucci, Ralph H., dkk. 2007. Kimia Dasar Prinsip-prinsip dan Aplikasi Modern
Edisi Kesembilan Jilid 2. Penerbit Erlangga. Jakarta
Pine, Stanley H. 1980.Organik Chemistry. McGraw-Hill Kokagusha. Tokyo.
Riswiyanto. 2009. Kimia Organik. Penerbit Erlangga. Jakarta.
Tahir, Iqmal. 2003. Pemanfaatan Software Kimia Komputasi untukPembelajaran
Ilmu Kimia Tingkat SMUmelaluiVisualisasi Model Molekul. Jurnal
Austrian-Indonesian Centre for Comptutational Chemistry.
TUGAS SETELAH PRAKTIKUM
PERCOBAAN II
MODEL HIDROKARBO
OLEH :
NAMA : NURFIAH
STAMBUK : A1C4 12 040
KELOMPOK : VI (ENAM)
ASISTEN PEMBIMBING : LA ODE HARIMIN
LABORATORIUM PENGEMBANGAN UNIT KIMIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2013
TUGAS SETELAH PRAKTIKUM
1. Gambar rumus struktur dari :
a. 10-(1-merilpentil eikosana)
b. 5, 6 dietil – 3, 3, 7 trimetil 2 nonanol
Jawab :
H2C C
H2
C
H2
C CH
H
C CH
H2
C C
H2
H2
C CH 3
CH 3
H3CC2H5
C2H5 C2H5
OH
2. Tuliskan struktur dan nama isomer dari C8H18
Jawab :
H3C C
H2
H2
C
H2
C
H2
C
H2
C CH 3
n-oktana
H3C
H2
C C
H2
H2
C
H2
C
H
C CH 3
H3C
H3C
H2
C C
H2
H2
C
H
C
H2
C CH 3
CH 3
2 m etil heptana
3 m etil heptana
H3C
H3C C
H2
C C
H2
H2
C CH 3
2,2 dim etil heksana
CH 3
H3C
H3C
H
C CH C
H2
H2
C CH 3
2,3 dim etil heksana
CH 3
H3C
H3C
H
C
H2
C C
H
H2
C CH 3
2,4 dim etil heksana
CH 3
4 m etil heptana
H3C
H2
C C
H2
H
C
H2
C
H2
C CH 3
CH 3
H3C
H3C
H
C
H2
C C
H2
H
C CH 3
2,5 dim etil heksana
CH 3
H3C C
H2
H2
C C
H2
C CH 3
CH 3
3,3 dim etil heksana
CH 3
H3C C
H2
CH
H
C
H2
C CH 3
CH 3
3,4 dim etil heksana
H3C
H3C
H2
C C
H
C CH 3
CH 3
2,3,3 trim etil pentana
CH 3
CH 3
H3C
H
C CH
H
C CH 3
CH 3
2,3,4 trim etil pentana
CH 3
CH 3
3. Tuliskan struktur dan nama isomer dari C4H8O
Jawab :
H3C C
H2
H2
C CH 2
HO
n-butanol
H3C C
H2
H
C CH 3
2-butanol
HO
H3C
H2
C O
H2
C CH 3
dietil eter
H3C CH CH 2
HO
isopropil alkohol
CH 3
H3C O
H2
C
H2
C CH 3
etil propil eter
H3C O
H
C CH 3
etil isopropil eter
CH 3
4. Gambarkan rumus bangun isomer 2,4 heksadiena.
Jawab :
3 metil 1,3 pentadiena
H3C C
H
C
H
C
H
C
H
CH3
2,4 heksadiena
H2C C C
H
C
H
CH3
2 metil 2,4 pentadiena
CH3
H2C C
H
C C
H
CH3
CH3
3 metil 2,4 pentadiena
H2C C
H
H2
C C
H
C
H
CH3
1,4 heksadiena
H2C C
H
H2
C C
CH2
2 metil 1,4 pentadiena
CH3
H2C C
H
H
C C
H
CH2
3 metil 1,4 pentadiena
CH3
CH3
H2
C C
H
C C
H
CH3
2,3 heksadiena
H2C C
H
C
H
C
H
H2
C CH3
1,3 heksadiena
H2C C
H
H2
C
H2
C C
H
CH2
1,5 heksadiena
H3C C C C
H
CH3
2 metil 2,3 pentadiena
CH3
H2C C
H
C C
H
CH3
CH3
CH2 C
H
H2
C C
H
C
H
CH3
2,5 heksadiena
H2C C C
H
H2
C
H2
C CH3
1,2 heksadiena
H2C C C
H2
C CH3
3 metil 1,2 pentadiena
CH3
H2C C C
H
H
C CH3
4 metil 1,2 pentadiena
H3C
H2C
H
C
H
C C CH 3
4 m etil 1,3 pentadiena
CH 3
H2C C
H
C
H
C CH 3
2 m etil 1,3 pentadiena
CH 3
H2C
H
C
H2
C C CH 2
2 m etil 1,5 heksadiena
CH 3H2C
H
C
H
C
H
C CH 2
3 m etil 1,5 heksadiena
CH 3
5. Mengapa atom C dapat membentuk ikatan tunggal, rangkap dua dan rangkap tiga
dengan atom C yang lain ?
Jawab :
Atom C memiliki 4 elektron valensi pada kulit terluarnya. Keempat elektron ini
digunakan untuk berikatan dengan sesamanya atau dengan atom yang lain untuk
mencapai oktet. Keadaan ini memungkinkan atom C untuk melakukan hibridisasi
sp3
, sp2
, dan sp. Dalam setiap molekul, setiap atom karbon terikat pada empat
atom lain dalam keadaan hibrida sp3
dan keempat ikatan karbon inilah yang
dinamakan ikatan sigma. Bila karbon terikat pada empat atom lain hibridisasi
sp3
membolehkan tumpang tindih maksimal dan menempatkan keempat atom
yang menempel pada jarak maksimum yang satu dari yang lain. Pada hibridisasi
sp2
, setiap atom karbon yang terikat pada tiga atom lain memungkinkan adanya
orbital p pada karbon sp2
yang tumpang tindih dengan orbital p lain yang
berdekatan, yang dapat berupa atom karbon lain atau suatu atom dari unsur lain.
Tumpang tindih orbital p inilah yang membentuk ikatan phi ( ).
6. Mengapa butana dapat membentuk posisi stegert dan eklips ? Mana yang lebih
stabil dari posisi tersebut ? Terangkan
Jawab :
Karena dalam butana terdapat dua gugus metil yang relatif besar, terikat pada dua
karbon pusat. Dipandang dari kedua karbon pusat, hadirnya gugus-gugs metal ini
menyebabkan terjadinya dua macam konformasi goyang yang berbeda dalam hal
posisi gugus-gugus metil yang satu dengan yang lain. Konformasi inilah yang
disebut posisi stegart dan eklips.
Jika dibandingkan keduanya, posisi eklips lebih stabil dibandingkan posisi stegert
karena adanya tolak-menolak antar awan elektron atom H terhadap elektron
ikatan sehingga menyebabkan jarak ikatan antar atomnya mendekati sudut
kestabilan antar atom.
Model hidrokarbon

Model hidrokarbon

  • 1.
    LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIKI PERCOBAAAN II MODEL HIDROKARBON OLEH : NAMA : NURFIAH STAMBUK : A1C4 12 044 KELOMPOK : VI (ENAM) ASISTEN PEMBIMBING : LA ODE HARIMIN LABORATORIUM PENGEMBANGAN UNIT KIMIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS HALU OLEO KENDARI 2013
  • 2.
    ABSTRAK Beberapa konsep ilmukimia khususnya pada skala molekuler dapat dipelajari dengan menggunakan model molekul, salah satu contohnya yaitu model struktur molekul. Senyawa hidrokarbon masing-masing memiliki bentuk molekul yang khas. Praktikum ini bertujuan untuk membuat model-model molekul senyawa organik, menggambarkan struktur molekul senyawa organik dalam tiga dimensi dan memberikan gambaran tentang isomer. Praktikum ini dilakukan dengan memvisualisasikan senyawa hidrokarbon yang dibentuk dengan menggunakan molimod. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan diperoleh hasil pembuatan dan penggambaran model-model molekul senyawa hidrokarbon dapat dilakukan dengan menggunakan molimod dan software kimia yang tersedia dan isomer merupakan Senyawa hidrokarbon memiliki isomer gugus fungsi seperti pada C2H5OH. Isomer gugus fungsi dari senyawa ini terdapat dalam bentuk alkohol dan eter. Kata kunci : bentuk, stuktur molekul, hidrokarbon
  • 3.
    BAB I PENDAHULUAN I. LatarBelakang Senyawa karbon atau yang biasa dikenal dengan senyawa organik adalah suatu senyawa yang unsur-unsur penyusunnya terdiri dari atom karbon dan atom- atom hidrogen, oksigen, nitrogen, sulfur, halogen atau fosfor. Pada awalnya senyawa karbon ini secara tidak langsung menunjukkan hubungannya dengan sistem kehidupan. Namun dalam perkembangannya, ada senyawa organik yang tidak mempunyai hubungan dengan sistem kehidupan. Hal ini terbukti pada abad ke-19, senyawa organik dapat dibuat dari sumber-sumber yang tidak ada kaitannya dengan kehidupan. Di alam, struktur semua senyawa dalam tiga dimensi tertentu.Visualisas struktur dapat menggunakan model molekul(molimod),atau ball and stick model. Atom karbon memiliki orbital-hibrida sp3, sp2, dan sp.masing-masing sudut ikatannya berbeda. Sudut ikatan sp3 109,5o ; sp2 120o ; dan sp 180o . dalam kimia organik banyak molekul memiliki rumus molekul sama tetapi rumus struktur berbeda. Kasus ini di namakam dengan isomer. Misalnya butana dan isobutana (C4H10). Etanol dan dimetil eter (C2H6O). senyawa tersebut memiliki petaan atom yang berbeda. Penggunaan model molekul akan membantu memvisualisasikan isomer-isomer tersebut dalam tiga dimensi.
  • 4.
    Bentuk molekul adalahsuatu gambaran geometris yang dihasilkan jika inti atom-atom terikat dihubungkan oleh garis lurus. Ketika dua titik membentuk satu garis lurus maka semua molekul diatomik berbentuk linear. Tiga titik membentuk bidang, maka semua molekul triatomik bernemtuk datar dan bahkan linear kadang-kadang ditemui. Akan tetapi, biasanya jumlah atom menentukan gambaran tiga matra. Bentuk molekul tidak dapat diramalkan dari rumus empiris jadi harus ditentukan secara percobaan. II. Tujuan Tujuan dari praktikum model hidrokarbon adalah : 1. Dapat membuat model-model molekul senyawa organik 2. Dapat menggambarkan struktur molekul senyawa organik dalam tiga dimensi 3. Memberikan gambaran isomer III. Prinsip Praktikum Praktikum model hidrokarbon adalah dilakukan berdasarkan visualisasi terhadap model-model molekul senyawa hidrokarbon.
  • 5.
    BAB II TEORI PENDUKUNG Dalammencapai kestabilan ikatan, setiap atom harus memenuhi aturan oktet. Namun demikian, ada atom-atom yang mengalami pengecualian pada aturan oktet, diantaranya adalah atom yang berasal dari unsur golongan dua dalam tabel berkala (yaitu Be dan B). Pengecualian ini ditunjukan pada kurangnya elektron, yang berpengaruh terhadap reaktifitasnya. Gaya molekul mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap sifat-sifat fisik suatu senyawa. Gaya ini berasal dari muatan listrik permanen maupun sementara yang ada didalam struktur molekul. Salah satu sifat fisik molekul adalah momen dipole. Sifat-sifat fisik yang lain adalah titik didih, titik leleh, atau kelarutan dalam pelarut tersebut. Sebaliknya dengan melihat struktur suatu molekul, kita dapat memperkirakan bagaimana sifat-sifat fisik dari molekul tersebut. Sifat fisik ini bergantung pada besarnya gaya ikat atom-atom yang ada didalam molekul (Riswayanto, 2009). Beberapa konsep ilmu kimia khususnya pada skala molekuler dapat dipelajari dengan menggunakan model molekul. Contoh hal ini adalah kajian tentang ukuran atom dan periodisitas, bentuk geometri dari struktur molekul, stereokimia dan lain-lain. molekul pada mulanya diajarkan dengan menggunakan model tiga dimensional dengan menggunakan alat peraga berbentuk bola-bola dari bahan plastik atau kayu. Saat ini dengan adanya perkembangan teknologi komputer baik dari segi
  • 6.
    perangkat keras maupunperangkat lunak memungkinkan untuk pemodelan molekul dengan menggunakan komputer. Beberapa perangkat lunak yang tersedia di pasaran saat ini dapat digunakan untuk keperluan visualisasi model molekul. Beranjak dari kondisi tersebut di atas maka perlu dicoba praktek visualisasi model molekul oleh siswa SMU sebagai alternatif pembelajaran yang diharapkan dapat lebih menarik minat mahasiswa untuk mempelajari ilmu kimia secara lebih intensif (Tahir, 2003). Bentuk molekul ditetapkan melalui percobaan atau dengan perhitungan mekanika kuantum yang dikonfirmasi dengan percobaan. Hasil dari percobaan dan perhitungan ini biasanya cocok dengan teori tolakan pasangan elektron kulit-valensi (valance-shell electron-pair repulsion, VSEPR). Teori ini berfokus pada pasangan elektron dalam kulit elektron valensi atom pusat dalam suatu struktur. Pasangan elektron akan saling menolak, baik ketika electron-elektron tersebut berada dalam ikatan kimia (ikatan pasangan) ataupun tidak digunakan bersama (pasangan bebas). Pasangan elektron mengambil orientasi diseputar atom untuk meminimumkan tolakan. Selain pada berfokus pada pasangan elekron tetapi juga pada gugus elekton. Satu gugus elektron dapat berupa pasangan, baik pasangan bebas maupun pasangan ikatan atau pula sebagai elektron tunggal yang tidak berpasangan pada atom dengan oktet tak lengkap (Petrucci, 2008). Senyawa organik menunjukkan sifat kimia dan fisika yang sangat berbeda karena strukturnya yang berbeda, beberapa di antaranya berwujud padat, sebagaian berwujud cair dan ada pula yang berwujud gas. Tiga prinsip sederhana yang dapat memberikan pengenrtian dasar tentang struktur dan kimiawi molekul organic yaitu
  • 7.
    atom karbon dapatmembentuk ikatan kovalen dengan atom hydrogen, atom karbon dapat membentuk ikatan kovalen dengan atom karbon yang lain untuk membangun rantai karbon, dan atom karbon dapat dapat membentuk ikatan kovalen dengan unsur lain, terutama oksigen, nitrogen, belerangm dan halogen. Hidrokrbon merupakan senyawa yang struktur mokekulnya hanya terdiri dari hydrogen dan karbon. Hidrokarbon yang paling sederhana adalah alkana, yaitu hidrokarbon yang hanya mengandung ikatan kovalen tunggal. Molekul yang paling sederhan dari alkana adalah metana, yang berupa gas pada tekanan beku dan merupakan komponen utama gas alam. Teori tolakan pasangan elektron meramalkan bentuk tetrahedron untuk molekul metana dan memiliki sudut ikatan sesbesar 109,5o (Antony,1992) Orbital sp3 yang dihasilkan dari pencampuran 2s dan 2p berbentuk seperti bola bowling, yaitu ada cuping besar dan cuping kecil (dariamplitudo yang berlawanan) dengan simpul pada inti. Ujung yang kecil dari orbital hibrida tak digunakan untuk ikatan karena tumpang tindih ujung yang lebih besar dengan orbital lain memberikan tumpang tindih yang lebih lengkap dan menghasilkan ikatan yang lebih kuat. Empat orbital hibrida sp3 mengelilingi inti karbon. Karena adanya tolakan antara elektron dalam berbagai orbital, orbital sp3 ini terletak sejauh mungkin yang satu dari yang lain sambil meluas keluar dari inti karbon yang sama. Artinya keempat orbital menghadap pada ujung suatu tetrahedron biasa. Geometri ini memberikan sudut ikatan teridealisasi sebesar 109,5o (Fessenden, 1986).
  • 8.
    BAB III METODE PRAKTIKUM I.Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum model hidrokarbon adalah molimod. II. Prosedur Kerja a. Atom karbon tetrahedral Metana Molimod - Digambarkan kedalam dua dimensi dengan subtituen atom H semua - Digambarkan kedalam dua dimensi dengan subtituen 2 atom H dan 2 atom C Etuna
  • 9.
    b. Alkana danalkil Molimod - Dibuat model untuk metana - Dihilangkan satu atom H hingga menjadi metil - Dimasukkan atom bromida pada subtituen kosong - Digambarkan struktur 2 dimensinya - Diberikan nama Metil Bromida - Dipegang satu atom H, diputar - Digambarkan struktur tiap perpindahan atom Br Struktur dua dimensi metil bromid Gambar dua dimensi Etana posisi stegger dan ekslip Molimod - Dibuat model untuk etana - Dibuat posisi Stegger dan Ekslip - Digambarkan dalam dua dimensi - Dibuat model untuk butana - Dibuat sehingga atom C2 dan C3 menjadi atom pusat - Dibuat posisi stegger dan ekslip - Digambar dalam dua dimensi Molimod Gambar dua dimensi Butana posisi stegger dan ekslip
  • 10.
    c. Alkena danalkuna - Dibuat model untuk pentana - Dibuat isomer-isomernya - Digambarkan dalam dua dimensi Molimod Gambar dua dimensi Pentana dan isomernya - Dibuat model untuk C2H4 - Digambarkan dalam dua dimensi - Diberikan nama Molimod Etena - Dibuat model senyawa dengan 4 atom karbon dan ikatan rangkap 2 - Dibuat kemungkinan isomernya - Diberikan nama Molimod n-butena, 2-butena dan 2-metil propena - Dibuat model untuk C2H2 - Digambarkan dalam dua dimensi - Diberikan nama Molimod Etuna
  • 11.
    d. Sikloalkana - Dibuatmodel untuk senyawa dengan 4 atom karbon dan ikatan rangkap 3 - Dibuat kemungkinan isomernya - Diberikan nama Molimod n-butuna dan 2-butuna Molimod Siklopentana>siklobutana>siklopropana - Dibuat model siklopropana - Digambarkan dalam dua dimensi - Dibuat model Siklopentana - Dibuat model siklobutana Model siklopropana Model siklobutana Model siklopentana - Dibandingkan kedua sudutnya - Diperkirakan kestabilannya - Dibandingkan ketiga sudutnya - Diperkirakan kestabilannya - Dibuat model untuk benzena - Diganti satu atom H dengan CH3 - Diberikan nama Molimod Metil benzena
  • 12.
    e. Isomer gugusfungsi - Dibuat model untuk senyawa C3H8O - Dibuat kemungkinan isomernya - Diberikan nama Molimod Propanol, 2-propanol dan metoksi etana - Dibuat model untuk senyawa C2H6O - Dibuat kemungkinan isomernya - Diberikan nama Molimod Etanol dan metoksi metana
  • 13.
    BAB IV HASIL DANPEMBAHASAN I. Tabel Hasil Pengamatan No Nama Rumus Molekul Struktur Molekul Dua Dimensi Tiga Dimensi 1. Atom Karbon Tetrahedral a. Metana CH4 C H H H H b. Etuna C2H2 2. Alkana dan Alkil a. Metana b. Metil Bromida CH4 CH3Br C H H H H C H Br H H H H C H H H H C H H
  • 14.
    c. Etana (Stegger) (Ekslip) d. Butana (Stegger) (Ekslip) C2H6 C4H10 C5H12 CH H H Br C C H H H H H H H H H C H H H H H HC H HH C C CH3 H H H H H3C H CH3 H C H CH3 H
  • 15.
    H H C H H H C C H H H C C H H H H H H H C H H C H H C C H H C H H H e. Pentana dan isomer- isonmernya -n-pentana - 2-metil butana - 2,2-dimetil propana H3C H2 C H2 C H2 C CH3 H3C H C H2 C CH3 CH3 H3C C CH3 CH3 CH3 3. Alkena dan alkuna a. Etena b. Butena dan isomernya - n-butena - 2-butena - 2-metil propena c. Etuna d. Butuna dan isomernya - n-butuna C2H4 C4H8 C2H2 C4H6 C C H H H H H2C C H H2 C CH3 H3C C H C H CH3 H2C C CH3 CH3 C CH H C H2 CHC CH3 C CH3C CH3 H H C H H H C C H H H H C C H H H
  • 16.
    - 2-butuna 4. Sikloalkana a.Siklopropana b. Siklobutana c. Siklopentana d. Benzena e. Metil benzena f. Dimetil benzena C3H6 C4H8 C5H10 C6H6 C7H8 C8H10 C C C H2 H2 H2 C C C C H2 H2 H2H2 C C C C C H2 H2 H2H2 H2 C C C C CC H H HH H H C C C C CC H CH3 HH H H C C C C CC H3C CH3 HH H H 5. Isomer gugus fungsi H H C H C C C C H C H H
  • 17.
    II. Pembahasan Gaya molekulmempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap sifat-sifat fisik suatu senyawa. Gaya ini berasal dari muatan listrik permanen maupun sementara yang ada didalam struktur molekul. Salah satu sifat fisik molekul adalah momen dipole. Sifat- sifat fisik yang lain adalah titik didih, titik leleh, atau kelarutan dalam pelarut tersebut. Sebaliknya dengan melihat struktur suatu molekul, kita dapat memperkirakan bagaimana sifat-sifat fisik dari molekul tersebut. Sifat fisik ini bergantung pada besarnya gaya ikat atom-atom yang ada didalam molekul. Hidrokarbon jenuh mempunyai ikatan tunggal antar atom C dalam molekulnya (alkana) sedangkan hidrokarbon tak jenuh mempunyai ikatan rangkap dua atau tiga antar atom C dalam molekulnya (alkena dan alkuna).Ikatan tunggal antar atom C atau rangkap dua dan rangkap tiga menentkan model molekul a. Propanol dan isomernya - 2-propanol - Metoksi etana b. Metoksi metana dan isomernya - etanol C3H8O C2H6O H3C H2 C H2 C OH H3C H C CH3 OH H3C O H2 C CH3 H3C O CH3 H3C H2 C OH
  • 18.
    senyawa tersebut terkaitdengan perbedaan sudut ikatan dan panjang ikatan yang ditunjukkan.Bila dua atom C yang dihubungkan dengan ikatan kovalen dan masing-masing atom C mengikat 2 atom H menyebabkan masing-masing atom C baru memiliki 6 elektron pada kulit valensinya. Pada praktikum kali ini bertujuan untuk membuat dan menggambarkan struktur molekul dari senyawa organik. Senyawa organik yang dibuat adalah atom karbon tetrahedral, alkana dan alkil, alkena dan alkuna, sikloalkana dan isomer gugus fungsi. Pada pengamatan terhadap atom karbon tetrahedral dilakukan terhadap senyawa metana dan etuna. Metana merupakan atom karbon yang berbentuk tetrahedral. Metana memiliki empat ikatan tunggal dimana C berikatan tunggal dengan 4 H. C yang mempunyai elekton valensi 4 menyumbangkan keempat electron valensinya kepada H yang mempunyai 1 elektron valensi. Ikatan yang terjadi antara C dan H dalam metana (CH4) ini merupakan ikatan kovalen Hal ini dikarenakan atom-atom saling menyumbang electron valensinya kemudian elektron valensi tersebut dipakai secara bersama-sama. Metana memiliki orbital sp3 . Karena adanya tolakan antara elektron dalam berbagai orbital, orbital sp3 ini terletak sejauh mungkin yang satu dari yang lain sambil meluas keluar dari inti karbon yang sama. Artinya keempat orbital menghadap pada ujung suatu tetrahedron biasa. Geometri ini memberikan sudut ikatan teridealisasi sebesar 109,5o . Alkana adalah suatu didrokarbon jenuh yang mempunyai jumlah atom hydrogen maksimum. Alkana mempunyai struktur CnH2n+2. Pada percobaan pada
  • 19.
    senyawa alkana danalkil dibuat model metana, metal bromida, etana, butana, pentana dan isomernya. Pada molekul metana, apabila 1 atom H dihilangkan dan diganti dengan Br maka akan membentuk senyawa CH3Br (metil bromida). Sudut ikatan antara metil bromida jauh lebih besar dibandingkan metana hal ini dikarenakan Br jauh lebih elektronegatif jika dibandingkan dengan atom H dan Br memiliki awan-awan electron yang lebih besar dibandingkan H. Bentuk molekul mempengaruhi sifat-sifatnya. Bentuk molekul terbagi atas staggerd dan eklips. Pada staggerd terdapat 2 konfirmasi bersilangan sedangkan eklips terdapat konfirmasi berhimpit. Konformasi staggerd mempuyai energi yang paling rendah dengan sudut dihedral 60o sedangkan pada konformasi eklips mempunyai energi desakan sebesar 2,9 kkal/mol sehingga perbedaan energi di antara kedua konformasi itu adalah 2,9 kkal/mol. Pada butana memiliki dua konformasi yang umum yaitu konformasi steggerd dan eklips. Konformasi steggerd pada butana ini ada dua yaitu staggerd ganche dan steggerd anti atau staggerd trans. Staggerd ganche tarjadi pada pemutaran dengan sudut 60o dan 300o sedangkan staggerd anti pada sudut 180o . Isomer adalah senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul sama tetapi rumus strukturnya berbeda. Adanya perbedaan rumus struktur tersebut menyebabkan sifat fisik dan kimianya berbeda pula. Pentana dengan rumus molekul C5H12 memiliki tiga bentuk rumus struktur atau 3 isomer. Alkena merupakan senyawa hidrokarbon yang mempunyai kekurangan dua atom hidrogen dan mempunyai ikatan rangkap dua pada atom C=C. Alkena
  • 20.
    mempunyai rumus strukturCnH2n dan sering dinamakan senyawa hidrokarbon tak jenuh. Hal ini dikarenakan adanya ikatan rangkap dua yang dimiliki alkena. Selain itu, senyawa-senyawa alkena juga menunjukkan adanya keisomeran geometeri (cis-trans), misalnya pada senyawa C2H4 terdapat 3 isomer yaitu 1 butena, 2 butena dan 2 metil 1 propena. Alkuna mempunyai ikatan rangkap tiga dan mempunyai rumus umum CnH2n-2. Alkuna berisomer dengan alkena yang mempunyai dua ikatan rangkap dua atau suatu senyawa yang mempunyai satu ikatan rangkap dua dan satu siklik. Alkuna juga menunjukkan reaksi adisi pada alkena , dan pada alkuna adisi terjadi dua kali . misalnya etuna jika di adisi dengan H2 maka akan menghasilkan etena dan jika di adisi lagi dengan H2 maka akan terbentuk etana. Selain alkena, alkana juga dapat mengalami isomer geometri (cis-trans). Contoh senyawa alkuna adalah C2H2 yang mempunyai isomer 2 butuna dan 1 butuna. Selain terdapat rantai lurus, pada senyawa alkana juga terdapat rantai bercabang dan rantai melingkar yang biasa disebut dengan siklo. Siklo propana merupakan siklo rantai melingkar dengan 3 atom C, sudut yang terbentuk adalah 60o . Siklo propana kurang stabil karena sudut yang terbentuk sangat jauh perbedaannya dengan sudut tetrahedral, sedangkan sudut tetrahedral merupakan sudut yang paling stabil. Siklobutana juga merupakan alkana rantai melingkar dengan 4 atom C. sudut ikatan C-C adalah 90o , kedua senyawa ini kurang stabil
  • 21.
    karena interaksi antaraatom H yang terikat pada atom C sangat kuat karena jaraknya berdekatan sehingga ikatannya mudah putus atau patah. Keisomeran gugus fungsi juga dapat dimiliki oleh senyawa-senyawa hidrokarbon terhadap sesamanya. Pada gugus fungsi, senyawa seperti alkohol dan eter pada C2H6O mempunyai perbedaan pada letak atom O pada susunan molekulnya. Hal ini berdampak pada penampakannya dimana terjadi perbedaan bentuk terutama pada sudut dan panjang ikatan.
  • 22.
    BAB V PENUTUP I. Kesimpulan Berdasarkanserangkaian percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa : 1.Pembuatan model-model molekul senyawa hidrokarbon dapat dilakukan dengan menggunakan molimod. 2.Penggambaran struktur molekul senyawa organik secara tiga dimensi dapat dilakukan dengan menggunakan software kimia yang tersedia. Struktur molekul senyawa organik memiliki panjang ikatan dan sudut ikatan yang berbeda satu sama lain tergantung pada molekul yang dibentuknya. 3.Isomer merupakan Senyawa hidrokarbon memiliki isomer gugus fungsi seperti pada C2H5OH. Isomer gugus fungsi dari senyawa ini terdapat dalam bentuk alkohol dan eter. II. Saran Saran yang dapat saya berikan pada percobaan kali ini yaitu agar dalam satu penentuan senyawa hanya diwakili oleh satu model hidrokarbon saja.
  • 23.
    DAFTAR PUSTAKA Achmadi, Suminar.1990. Kimia Organik Suatu Kuliah Singkat Edisi Keenam. Penerbit Erlangga. Jakarta. Antony,C.W., 1992. Pengantar Kimia Organik dan Hayati. ITB. Bandung Fessenden, 1992. Kimia Organik I. Erlangga. Jakarta. Petrucci, Ralph H., dkk. 2007. Kimia Dasar Prinsip-prinsip dan Aplikasi Modern Edisi Kesembilan Jilid 2. Penerbit Erlangga. Jakarta Pine, Stanley H. 1980.Organik Chemistry. McGraw-Hill Kokagusha. Tokyo. Riswiyanto. 2009. Kimia Organik. Penerbit Erlangga. Jakarta. Tahir, Iqmal. 2003. Pemanfaatan Software Kimia Komputasi untukPembelajaran Ilmu Kimia Tingkat SMUmelaluiVisualisasi Model Molekul. Jurnal Austrian-Indonesian Centre for Comptutational Chemistry.
  • 24.
    TUGAS SETELAH PRAKTIKUM PERCOBAANII MODEL HIDROKARBO OLEH : NAMA : NURFIAH STAMBUK : A1C4 12 040 KELOMPOK : VI (ENAM) ASISTEN PEMBIMBING : LA ODE HARIMIN LABORATORIUM PENGEMBANGAN UNIT KIMIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI
  • 25.
    2013 TUGAS SETELAH PRAKTIKUM 1.Gambar rumus struktur dari : a. 10-(1-merilpentil eikosana) b. 5, 6 dietil – 3, 3, 7 trimetil 2 nonanol Jawab : H2C C H2 C H2 C CH H C CH H2 C C H2 H2 C CH 3 CH 3 H3CC2H5 C2H5 C2H5 OH 2. Tuliskan struktur dan nama isomer dari C8H18 Jawab :
  • 26.
    H3C C H2 H2 C H2 C H2 C H2 C CH3 n-oktana H3C H2 C C H2 H2 C H2 C H C CH 3 H3C H3C H2 C C H2 H2 C H C H2 C CH 3 CH 3 2 m etil heptana 3 m etil heptana H3C H3C C H2 C C H2 H2 C CH 3 2,2 dim etil heksana CH 3 H3C H3C H C CH C H2 H2 C CH 3 2,3 dim etil heksana CH 3 H3C H3C H C H2 C C H H2 C CH 3 2,4 dim etil heksana CH 3
  • 27.
    4 m etilheptana H3C H2 C C H2 H C H2 C H2 C CH 3 CH 3 H3C H3C H C H2 C C H2 H C CH 3 2,5 dim etil heksana CH 3 H3C C H2 H2 C C H2 C CH 3 CH 3 3,3 dim etil heksana CH 3 H3C C H2 CH H C H2 C CH 3 CH 3 3,4 dim etil heksana H3C H3C H2 C C H C CH 3 CH 3 2,3,3 trim etil pentana CH 3 CH 3 H3C H C CH H C CH 3 CH 3 2,3,4 trim etil pentana CH 3 CH 3 3. Tuliskan struktur dan nama isomer dari C4H8O Jawab : H3C C H2 H2 C CH 2 HO n-butanol H3C C H2 H C CH 3 2-butanol HO H3C H2 C O H2 C CH 3 dietil eter H3C CH CH 2 HO isopropil alkohol CH 3
  • 28.
    H3C O H2 C H2 C CH3 etil propil eter H3C O H C CH 3 etil isopropil eter CH 3 4. Gambarkan rumus bangun isomer 2,4 heksadiena. Jawab : 3 metil 1,3 pentadiena H3C C H C H C H C H CH3 2,4 heksadiena H2C C C H C H CH3 2 metil 2,4 pentadiena CH3 H2C C H C C H CH3 CH3 3 metil 2,4 pentadiena H2C C H H2 C C H C H CH3 1,4 heksadiena H2C C H H2 C C CH2 2 metil 1,4 pentadiena CH3 H2C C H H C C H CH2 3 metil 1,4 pentadiena CH3 CH3 H2 C C H C C H CH3 2,3 heksadiena H2C C H C H C H H2 C CH3 1,3 heksadiena H2C C H H2 C H2 C C H CH2 1,5 heksadiena H3C C C C H CH3 2 metil 2,3 pentadiena CH3 H2C C H C C H CH3 CH3 CH2 C H H2 C C H C H CH3 2,5 heksadiena H2C C C H H2 C H2 C CH3 1,2 heksadiena H2C C C H2 C CH3 3 metil 1,2 pentadiena CH3 H2C C C H H C CH3 4 metil 1,2 pentadiena H3C
  • 29.
    H2C H C H C C CH3 4 m etil 1,3 pentadiena CH 3 H2C C H C H C CH 3 2 m etil 1,3 pentadiena CH 3 H2C H C H2 C C CH 2 2 m etil 1,5 heksadiena CH 3H2C H C H C H C CH 2 3 m etil 1,5 heksadiena CH 3 5. Mengapa atom C dapat membentuk ikatan tunggal, rangkap dua dan rangkap tiga dengan atom C yang lain ? Jawab : Atom C memiliki 4 elektron valensi pada kulit terluarnya. Keempat elektron ini digunakan untuk berikatan dengan sesamanya atau dengan atom yang lain untuk mencapai oktet. Keadaan ini memungkinkan atom C untuk melakukan hibridisasi sp3 , sp2 , dan sp. Dalam setiap molekul, setiap atom karbon terikat pada empat atom lain dalam keadaan hibrida sp3 dan keempat ikatan karbon inilah yang dinamakan ikatan sigma. Bila karbon terikat pada empat atom lain hibridisasi sp3 membolehkan tumpang tindih maksimal dan menempatkan keempat atom yang menempel pada jarak maksimum yang satu dari yang lain. Pada hibridisasi sp2 , setiap atom karbon yang terikat pada tiga atom lain memungkinkan adanya orbital p pada karbon sp2 yang tumpang tindih dengan orbital p lain yang
  • 30.
    berdekatan, yang dapatberupa atom karbon lain atau suatu atom dari unsur lain. Tumpang tindih orbital p inilah yang membentuk ikatan phi ( ). 6. Mengapa butana dapat membentuk posisi stegert dan eklips ? Mana yang lebih stabil dari posisi tersebut ? Terangkan Jawab : Karena dalam butana terdapat dua gugus metil yang relatif besar, terikat pada dua karbon pusat. Dipandang dari kedua karbon pusat, hadirnya gugus-gugs metal ini menyebabkan terjadinya dua macam konformasi goyang yang berbeda dalam hal posisi gugus-gugus metil yang satu dengan yang lain. Konformasi inilah yang disebut posisi stegart dan eklips. Jika dibandingkan keduanya, posisi eklips lebih stabil dibandingkan posisi stegert karena adanya tolak-menolak antar awan elektron atom H terhadap elektron ikatan sehingga menyebabkan jarak ikatan antar atomnya mendekati sudut kestabilan antar atom.