METODE PENGAMBILAN
SAMPEL (SAMPLING)
pengetahuan yg baik ttg proses
sampling (pengambilan sampel) & tujuan
analisis dpt m’hindarkn dr kesalahan
analisis.
tingkat kepercayaan t’hdap data analisis
jg sangat t’gantung bagaimana suatu
sampling dilakukan.
Pendahuluan
Teknik preparasi sampel adalah bagian dari
proses analisis yang sangat penting.
Mengapa? ??
Karena teknik preparasi sampel adalah
proses yang harus dilakukan untuk
menyiapkan sampel sehingga siap untuk
dianalisis menggunakan instrumentasi yang
sesuai. 
Secara umum proses analisis
minimal mempunyai 5 langkah, yaitu
sampling (pengambilan sampel),
preservasi sampel (penyimpanan
sampel),
preparasi sampel (penyiapan sampel),
analisis (pengukuran),
 interpretasi data (analisis data), dan
pembuatan laporan analisis.
Kesalahan pada salah satu tahap pada proses
analisis akan menyebabkan terjadinya
kesalahan hasil analisis. Akibatnya akan
dihasilkan data hasil analisis yang tidak valid.
Continue.,.
Sediaan obat atau sampel secara
umum tdk dapat dianalisis secara
langsung. Misalx dg kromatografi tnpa
terlebih dahulu dilakukan perlakuan awal
trhadap sampel tsb. Perlakuan atau
langkah awal tsb dikategorikan sebagai
sampling.
Dasar-dasar sampling
Tujuan Analisis:
untuk menetapkan mutu atau komposisi
dr suatu bahan dan agar hasil2 analisa yg
diperoleh mempunyai keabsahan.
Dasar-dasar sampling
Sampling
proses penarikan contoh dr suatu kuantitas
besar bahan, suatu porsi kecil bahan yg
benar2 mewakili komposisi seluruh bahan
tsb.
Pengambilan Sampel
Pengambilan sampel merupakan
masalah yg sangat penting dalam analisis
kimia, sebab untk mngetahui kadar atau
konsentrasi suatu senyawa tertentu dlm
sampel hanya dilakukan t’hdp sejumlah kecil
sampel.
Metode Sampling
1. Metode dimana semua bahan
diselidiki:
 biasanya tidak praktis
 waktu yg lama
 kuantitas reagensia yg besar
 instrumen (waktu yg lama)
Metode Sampling
2. Metode dimana porsi bahan dipilih
berdasarkn probabilitas statistik:
 terpercaya
 bersifat matematis
Berdasarkan prinsip
representatif
Dikenal 2 macam cara pengambilan sampel dlm
analisis kimia, yaitu:
1.Pengambilan sampel random (acak)
Cara pengambilan sampel ini dilakukan t’hdp bahan
yg homogen.
Misx. Larutan
2. Pengambilan sampel representatif
cara ini dilakukan jika bahan yg akan dianalisi
tidak homogen.
Continue.,.
Dalam hal ini sampel hrs diambil dari
bagian2 yg berbeda dari setiap wadah.
misx pd bagian atas, tengah, bawah,
samping dsb.
Kemudian masing2 sampel harus
dicampurkn scra homogen, lalu sampel
diambil scra random untk dianalisis.
Teknik preparasi sampel dilakukan
dengan tujuan khusus
untuk memisahkan analit dari matriks
sampel yang sangat komplek, memekatkan
analit sehingga diperoleh analit dengan
konsentrasi yang lebih tinggi dari semula,
dan mengubah analit menjadi senyawa lain
yang dapat dianalisis dengan instrumentasi
yang tersedia.
TAHAPAN ANALISA
1. Difinisi masalah  Merencanakan analisa,
mempertimbangkan proses dimana informasi
analitik itu diperlukan. Pemilihan metode 
Sesuai dengan informasi yang diperlukan.
2. Sampling  Penseleksian dan mengambil
sejumlah kecil sampel yang representatif.
3. Perlakuan awal sampel dan Pemisahan 
yaitu mengubah ke dalam bentuk yang sesuai
untuk di analisa.
4. Pengukuranmendapatkan data analisa yang
mentah (asli) dari pengukuran pada
perlakuan sampel.
5. Kalibrasi mendapatkan data analisa asli
dari standar yang disediakan.
6. Evaluasi mengevaluasi data yang diperoleh
dari pengukuran dan kalibrasi.
7. Aktionmenganalisa hasil untuk
memutuskan apakah pekerjaan ini sesuai
dengan masalah yang diberikan.
EFISIENSI ANALISA
Metode analisa dipilih sesuai dengan tujuan analisa
serta pretreatment (perlakuan awal ) sampel singkat
dan sederhana.
Membandingkan 2 metode dengan memilih salah
satu yang lebih baik.
Tahapan perlakuan awal yg harus dipertimbangkan:
Hasil analisa harus akurasi dan reliability.
Jumlah total waktu analisa yg diperlukan.
Jumlah minimum perlakuan awal sampel.
PERSIAPAN PERLAKUAN SAMPEL
1. Grinding sampel padat
 Buat ukuran butiran yg sesuai (di ayak dengan ayakan
yang berukuran (sieve).
 Angka mesh dalam ayakan berarti diameter dari lubang dalam
ayakan, angka mesh tinggi berarti diameter partikelnya kecil.
 Alat yang digunakan:
-Diamond mortar, terbuat dari baja ( sampel yg sangat
keras, dan rapuh)
-Ball Mill , terbuat dari porselin (sampel yang brittle/
lunak).
 Untuk sampel yg tidak brittle (pada temperatur ruang)
seperti plastik & karet, maka sampel didinginkan & dialiri
udara nitrogen cair.
2. Pengeringan sampel
• Sampel biologi : oven pada suhu ~100° ,
catat berat sampel yg hilang.
• Vakum desikator dan freeze drying: untuk
sampel yg sensitiv panas dibekukan lalu
dikeringkan dalam keadaan beku (kondisi
vakum)
• Simpan sampel dalam desikator, sebelum
analisa cek kembali berat sampel.
Desikator/eksikator
3. Leaching (melepaskan) dan ekstraksi
(mengambil) komponen dari sampel padat.
• Leaching: mengambil satu atau lebih komponen sampel
dalam bentuk larutan melalui reaksi kimia dari sampel
padat. Larutan tsb kemudian dipisahkan dari fase padat
melalui penyaringan.
• Leaching senyawa logam yg larut dari tanah =>
dilarutkan dengan : air , asam encer, larutan buffer
larutan berair dari zat pengomplek logam organik.
• Ekstraksi senyawa organik yg larut dari matrik yg tak
larut (plastik atau karet) mengocok sampel dg
pelarut dan menyaring, atau refluks sampel dg pelarut
panas, atau ekstraksi dg soxhlet.
refluks
1: Stirrer bar/anti-bumping
granules
2: Still pot (extraction pot) - still
pot should not be overfilled and
the volume of solvent in the still
pot should be 3 to 4 times the
volume of the soxhlet chamber.
3: Distillation path
4: Soxhlet Thimble
5: Extraction solid (residue solid)
6: Syphon arm inlet
7: Syphon arm outlet
8: Expansion adapter
9: Condenser
10: Cooling water in
11: Cooling water out
S
O
K
L
E
T
A
S
I
5. Penyaringan
 Untuk memisahkan partikel padat
tersuspensi (suspended solid), karena:
 Dapat mengganggu analisa
(memecahkan sinar dalam larutan pada
spektrometry, atau menyumbat
nebulizer pada AAS)

Metode sampling

  • 1.
  • 2.
    pengetahuan yg baikttg proses sampling (pengambilan sampel) & tujuan analisis dpt m’hindarkn dr kesalahan analisis. tingkat kepercayaan t’hdap data analisis jg sangat t’gantung bagaimana suatu sampling dilakukan. Pendahuluan
  • 3.
    Teknik preparasi sampeladalah bagian dari proses analisis yang sangat penting. Mengapa? ?? Karena teknik preparasi sampel adalah proses yang harus dilakukan untuk menyiapkan sampel sehingga siap untuk dianalisis menggunakan instrumentasi yang sesuai. 
  • 4.
    Secara umum prosesanalisis minimal mempunyai 5 langkah, yaitu sampling (pengambilan sampel), preservasi sampel (penyimpanan sampel), preparasi sampel (penyiapan sampel), analisis (pengukuran),  interpretasi data (analisis data), dan pembuatan laporan analisis.
  • 5.
    Kesalahan pada salahsatu tahap pada proses analisis akan menyebabkan terjadinya kesalahan hasil analisis. Akibatnya akan dihasilkan data hasil analisis yang tidak valid.
  • 6.
    Continue.,. Sediaan obat atausampel secara umum tdk dapat dianalisis secara langsung. Misalx dg kromatografi tnpa terlebih dahulu dilakukan perlakuan awal trhadap sampel tsb. Perlakuan atau langkah awal tsb dikategorikan sebagai sampling.
  • 7.
    Dasar-dasar sampling Tujuan Analisis: untukmenetapkan mutu atau komposisi dr suatu bahan dan agar hasil2 analisa yg diperoleh mempunyai keabsahan.
  • 8.
    Dasar-dasar sampling Sampling proses penarikancontoh dr suatu kuantitas besar bahan, suatu porsi kecil bahan yg benar2 mewakili komposisi seluruh bahan tsb.
  • 9.
    Pengambilan Sampel Pengambilan sampelmerupakan masalah yg sangat penting dalam analisis kimia, sebab untk mngetahui kadar atau konsentrasi suatu senyawa tertentu dlm sampel hanya dilakukan t’hdp sejumlah kecil sampel.
  • 10.
    Metode Sampling 1. Metodedimana semua bahan diselidiki:  biasanya tidak praktis  waktu yg lama  kuantitas reagensia yg besar  instrumen (waktu yg lama)
  • 11.
    Metode Sampling 2. Metodedimana porsi bahan dipilih berdasarkn probabilitas statistik:  terpercaya  bersifat matematis
  • 12.
    Berdasarkan prinsip representatif Dikenal 2macam cara pengambilan sampel dlm analisis kimia, yaitu: 1.Pengambilan sampel random (acak) Cara pengambilan sampel ini dilakukan t’hdp bahan yg homogen. Misx. Larutan 2. Pengambilan sampel representatif cara ini dilakukan jika bahan yg akan dianalisi tidak homogen.
  • 13.
    Continue.,. Dalam hal inisampel hrs diambil dari bagian2 yg berbeda dari setiap wadah. misx pd bagian atas, tengah, bawah, samping dsb. Kemudian masing2 sampel harus dicampurkn scra homogen, lalu sampel diambil scra random untk dianalisis.
  • 14.
    Teknik preparasi sampeldilakukan dengan tujuan khusus untuk memisahkan analit dari matriks sampel yang sangat komplek, memekatkan analit sehingga diperoleh analit dengan konsentrasi yang lebih tinggi dari semula, dan mengubah analit menjadi senyawa lain yang dapat dianalisis dengan instrumentasi yang tersedia.
  • 15.
    TAHAPAN ANALISA 1. Difinisimasalah  Merencanakan analisa, mempertimbangkan proses dimana informasi analitik itu diperlukan. Pemilihan metode  Sesuai dengan informasi yang diperlukan. 2. Sampling  Penseleksian dan mengambil sejumlah kecil sampel yang representatif. 3. Perlakuan awal sampel dan Pemisahan  yaitu mengubah ke dalam bentuk yang sesuai untuk di analisa.
  • 16.
    4. Pengukuranmendapatkan dataanalisa yang mentah (asli) dari pengukuran pada perlakuan sampel. 5. Kalibrasi mendapatkan data analisa asli dari standar yang disediakan. 6. Evaluasi mengevaluasi data yang diperoleh dari pengukuran dan kalibrasi. 7. Aktionmenganalisa hasil untuk memutuskan apakah pekerjaan ini sesuai dengan masalah yang diberikan.
  • 17.
    EFISIENSI ANALISA Metode analisadipilih sesuai dengan tujuan analisa serta pretreatment (perlakuan awal ) sampel singkat dan sederhana. Membandingkan 2 metode dengan memilih salah satu yang lebih baik. Tahapan perlakuan awal yg harus dipertimbangkan: Hasil analisa harus akurasi dan reliability. Jumlah total waktu analisa yg diperlukan. Jumlah minimum perlakuan awal sampel.
  • 18.
    PERSIAPAN PERLAKUAN SAMPEL 1.Grinding sampel padat  Buat ukuran butiran yg sesuai (di ayak dengan ayakan yang berukuran (sieve).  Angka mesh dalam ayakan berarti diameter dari lubang dalam ayakan, angka mesh tinggi berarti diameter partikelnya kecil.  Alat yang digunakan: -Diamond mortar, terbuat dari baja ( sampel yg sangat keras, dan rapuh) -Ball Mill , terbuat dari porselin (sampel yang brittle/ lunak).  Untuk sampel yg tidak brittle (pada temperatur ruang) seperti plastik & karet, maka sampel didinginkan & dialiri udara nitrogen cair.
  • 19.
    2. Pengeringan sampel •Sampel biologi : oven pada suhu ~100° , catat berat sampel yg hilang. • Vakum desikator dan freeze drying: untuk sampel yg sensitiv panas dibekukan lalu dikeringkan dalam keadaan beku (kondisi vakum) • Simpan sampel dalam desikator, sebelum analisa cek kembali berat sampel.
  • 20.
  • 21.
    3. Leaching (melepaskan)dan ekstraksi (mengambil) komponen dari sampel padat. • Leaching: mengambil satu atau lebih komponen sampel dalam bentuk larutan melalui reaksi kimia dari sampel padat. Larutan tsb kemudian dipisahkan dari fase padat melalui penyaringan. • Leaching senyawa logam yg larut dari tanah => dilarutkan dengan : air , asam encer, larutan buffer larutan berair dari zat pengomplek logam organik. • Ekstraksi senyawa organik yg larut dari matrik yg tak larut (plastik atau karet) mengocok sampel dg pelarut dan menyaring, atau refluks sampel dg pelarut panas, atau ekstraksi dg soxhlet.
  • 22.
  • 23.
    1: Stirrer bar/anti-bumping granules 2:Still pot (extraction pot) - still pot should not be overfilled and the volume of solvent in the still pot should be 3 to 4 times the volume of the soxhlet chamber. 3: Distillation path 4: Soxhlet Thimble 5: Extraction solid (residue solid) 6: Syphon arm inlet 7: Syphon arm outlet 8: Expansion adapter 9: Condenser 10: Cooling water in 11: Cooling water out S O K L E T A S I
  • 24.
    5. Penyaringan  Untukmemisahkan partikel padat tersuspensi (suspended solid), karena:  Dapat mengganggu analisa (memecahkan sinar dalam larutan pada spektrometry, atau menyumbat nebulizer pada AAS)