SMK 
3 
K ewirausahaan 
Merumuskan Solusi Masalah 
Nama-nama penyusun : 
1. Rizka Aprilia 
2. Mawar .S. Harum 
3. Mustika .S. Wahyuningtias 
4. Justin Tamuntuan 
5. Sepriyani Makainas 
Guru Pembimbing 
Ibu. Jerny Poluwan 
SMK 3 
Merumuskan Solusi Masalah Page i
Kata Pengantar 
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha 
Esa, kami telah dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini kami 
buat dengan tujuan agar bisa lebih memahami materi tentang 
Merumuskan Solusi Masalah. 
Kiranya makalah ini dapat membantu anda, meskipun masih banyak 
kekurangan. 
Akhir kata, semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kita 
semua. 
Manado, 1 Mei 2012 
Merumuskan Solusi Masalah Page ii
Daftar Isi 
Kata pengantar 
Daftar Isi 
BAB 1 
A. Pengertian Masalah page 1 
1. Ciri-ciri masalah secara umum page 2 
2. Ciri-ciri masalah menurut teori Dewey page 2 
B. Jenis-jenis Masalah 
1. Masalah Pribadi page 3 
2. Masalah Keluarga page 3 
3. Masalah organisasi page 3 
4. Masalah masyarakat page 3 
C. Identifikasi Masalah page 4 
BAB 2 
A. Teknik Pemecahan Masalah page 6 
B. Alternatif Pemecahan Masalah page 7 
PENUTUP page 11 
Merumuskan Solusi Masalah Page iii
BAB I 
A. Pengertian Masalah 
Masalah adalah kesenjangan antara harapan dengan kenyataan, 
antara rencana dengan pelaksanaan. Masalah adalah penyimpangan 
(deviasi) dari standart atau dari apa yang dianggap normal. Masalah 
adalah hambatan yang dihadapi dalam mencapai tujuan. 
Terkait dengan wirausaha masalah pasti ada dan perlu dihadapi untuk 
mendapatkan pemecahan atau solusi. Pertanyaan sebenarnya adalah 
apakah masalah itu ? 
“Kesulitan yang menggerakkan seseorang untuk memecahkannya, 
masalah harus dapat dirasakan sebagai tantangan (rintangan) yang 
harus diatasi atau dilalui. Masalah harus memiliki unsure yang 
menggerakkan kita untuk membahasnya. Masalah harus tampak 
penting, realistis dan ada gunanya untuk dipecahkan”. 
(Djarwanto,1989,57) 
Salah satu tanggung jawab terpenting para wirausahawan adalah 
berusaha memecahkan masalah secara ilmiah dengan jalan 
mengumpulkan data-data, mengolahnya, dan menarik kesimpulan 
serta penganalisaan masalah tersebut. Ketrampilan yang diperoleh 
para wirausahawan akan menjadi bekal dalam pemecahan masalah 
kegiatan usaha. 
Jika seorang wirausahawan meninjau lagi pemecahan masalah yang 
mungkin terkait di dalam daftar, maka beberapa pemecahan masalah 
itu dapat digabungkan, sedangkan pemecahan masalah yang lainnya 
Merumuskan Solusi Masalah Page 1
dapat dikesampingkan. Beberapa criteria yang berguna jika seorang 
wirausahawan inngin mengevaluasi pemecahan masalah yang 
diusulkan : 
a. Apakah pemecahan masalah itu dapat diterapkan dengan baik? 
b. Apakah pemecahan masalah itu sudah logis? 
c. Apakah persoalan-persoalan tambahan yang timbul dapat 
diselesaikan dengan baik? 
1. Ciri-ciri masalah secara umum antara lain: 
a) Adanya kesulitan yang harus dipecahkan, 
b) Merupakan tantangan (rintangan) yang harus diatasi atau dilalui, 
c) Memenuhi unsure yang menggerakan untuk membahasnya, 
d) Bersifat penting dan realistis, 
e) Berguna untuk dipecahkan. 
2. Ciri-ciri masalah menurut teori Dewey antara lain: 
a) Merasa bimbang,bingung dan kesulitan, 
b) Merumuskan masalah yang ingin dpecahkan, 
c) Menguji hipotesis dengan mengumpulkan data factual, 
d) Mengembangkan ide untuk memperoleh pemecahan terbaik 
melalui penalaran, 
e) Mengambil kesimpulan yang didukung oleh fakta-fakta atau 
bukti-bukti eksperimental yang valid dan menolak kesimpulan 
ang tidak didukung oleh data yang valid. 
Merumuskan Solusi Masalah Page 2
B. Jenis-jenis masalah 
Masalah terbagi atas beberapa bagian, yaitu Masalah pribadi, 
masalah keluarga, masalah organisasi, dan masalah masyarakat. 
Berikut adalah penjelasan singkat dari jenis-jenis masalah tadi. 
1. Masalah pribadi 
Masalah pribadi adalah masalah yang terjadi atau dialami oleh 
individu yang bersangkutan. 
2. Masalah keluarga 
Masalah keluarga adalah masalah yang terjadi dalam lingkungan 
keluarga di rumah. 
3. Masalah organisasi 
Masalah organisasi adalah masalah yang terjadi dalam organisasi 
tertentu,baik yang bergerak untuk mencari keuntungan (profit) 
maupun yang tidak mencari keuntungan (non-profit). 
4. Masalah masyarakat 
Masalah masyarakat adalah masalah yang terjadi dalam lingkungan 
masyarakat yang ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat itu sendiri. 
Permasalahan menurut Alex S.Nitisemito dalam bukunya “Sebab-sebab 
kegagalan perusahaan” (Ghalia Indonesia 1980) adalah sebagai 
berikut: 
 Kurang ulet dan lekas putus asa. 
 Kurang tekun dan kurang teliti. 
 Kurang inisiatif dan kreatif. 
 Tidak jujur dan tidak tepat janji. 
 Kekeliruan didalam memilih lapangan usaha. 
 Memulai usaha langsung secara besar-besaran. 
 Memulai usaha tanpa pengalaman dengan modal hasil pinjaman. 
 Mengambil kredit tanpa mempertimbangkan masak-masak. 
Merumuskan Solusi Masalah Page 3
 Kurang dapat menyesuaikan dengan selera konsumen atau 
pembeli. 
 Pelayanan yang kurang baik. 
 Banyaknya piutang yang ragu-ragu. 
 Banyaknya pemborosan dan penyelewengan. 
 Kekeliruan menghitung harga pokok. 
 Menyamakan perusahaan sebagai badan social. 
 Tidak ada pemisahan antara harta pribadi dan harta perusahaan. 
C. Identifikasi Masalah 
Dari definisi masalah di atas dapat diidentifikasi tentang cirri-ciri 
masalah : 
a. Adanya kesulitan yang harus dipecahkan 
b. Merupakan tantangan (rintangan) yang harus diatasi atau 
dilalui 
c. Memenuhi unsure yang menggerakkan untuk membahasnya 
d. Bersifat penting dan realistis 
e. Berguna untuk dipecahkan 
Masalah adalah kesenjangan antara harapan dengan kenyataan, 
antara rencana dengan pelaksanaan. Masalah adalah penyimpangan 
(deviasi) dari standart atau dari apa yang dianggap normal. Masalah 
adalah hambatan yang dihadapi dalam mencapai tujuan. 
Beberapa criteria yang berguna jika seorang wirausahawan inngin 
mengevaluasi pemecahan masalah yang diusulkan : 
a. Apakah pemecahan masalah itu dapat diterapkan dengan baik? 
b. Apakah pemecahan masalah itu sudah logis? 
Merumuskan Solusi Masalah Page 4
c. Apakah persoalan-persoalan tambahan yang timbul dapat 
diselesaikan dengan baik? 
Merumuskan Solusi Masalah Page 5
BAB II 
A. Tehnik Pemecahan Masalah dan Pembuatan 
Keputusan 
Adapun prosedur pemecahan masalah, dengan langkah 
langkahnya dilaksanakan dengan menggunakan metode ilmiah 
sebagai berikut: 
a) kenalilah persoalannya secara umum; 
b) rumuskan persoalan dengan tepat dan benar; 
c) identifikasikan persoalan utama yang ingin dipecahkan secara 
terkait; 
d) Tentukan fakta-fakta dan data-data penting yang berkaitan 
dengan masalah. 
e) Tentukan teori dan pendekatan pemecahan masalahnya 
f) Pertimbangkanlah pelbagai kemungkinan jalan keluar dari 
problem tersebut. 
g) Pilihlah jalan keluar yang dapat dilaksanakan dengan baik. 
h) Periksalah, apakah cara penyelesaian masalah tersebut sudah 
tepat. 
Merumuskan Solusi Masalah Page 6
Langkah berpikir secara ilmiah dapat dilakukan dengan langkah 
langkah yang sistematis, berorientasi pada tujuan, serta menggunakan 
metode tertentu untuk memecahkan masalah. Pada garis besarnya, 
pemikiran secara ilmiah dapat berlangsung di dalam memecahkan 
masalah dengan langkah-langkah sebagai berikut : 
a) Merumuskan tujuan, keinginan, dan kebutuhan, baik untuk 
diri sendiri maupun untuk orang lain. 
b) Merumuskan permasalahan yang berhubungan dengan usaha 
untuk mencapai tujuan. 
c) Menghimpun informasi relevan yang berhubungan dengan 
masalah yang dipikirkan. 
d) Menghimpun fakta-fakta obyektif yang berhubungan dengan 
masalah yang dipikirkan. 
e) Mengolah fakta-fakta deengan pola berpikir tertentu, baik 
secara induktif maupun deduktif. 
f) Memilih alternatif yang dirasa paling tepat. 
g) Menguji alternatif itu dengan mempertimbangkan hukum 
sebab akibat. 
h) Menemukan dan meyakini gagasan. 
i) Mencetuskan gagasan itu, baik secara lisan maupun tulisan. 
B. Alternatif Pemecahan Masalah 
Pengambilan keputusan dalam memecahkan masalah dipengaruhi 
oleh: 
Merumuskan Solusi Masalah Page 7
1. Faktor orang 
Artinya dalam pengambilan keputusan perlu dipertimbangkan orang-orang 
yang merasakan keputusan tersebut. 
2. Faktor psikologis 
Dalam mengambil keputusan perlu mempertimbangkan masalah 
emosional.pikiran,perasaan,kekecewaan maupun pengaruh 
kekecewaan lainnya. 
3. Faktor sasaran 
Dalam pengambilan keputusan harus dapat mendorong kearah 
tercapainya sasaran/tujuan. 
4. Faktor fisik 
Karena membuat keputusan adalah pekerjaan mental,maka harus 
ditransferkan kea rah tindakan fisik. 
5. Faktor waktu 
Dalam pengambilan keputusan harus memperhatikan penggunaan 
waktu ecara efektif dan efisien untuk menganalisis data-data dan 
permasalahannya. 
6. Faktor pelakasanaan 
Artinya bahwa setiap keputusan akan menimbulkan suatu rangkaian 
tindakan pelaksanaan. 
Dasar dan teknik pengambilan keutusan juga dipengaruhi oleh: 
a) Intuisi (perasaan si pembuat keputusan) 
b) Fakta (dianggap paling baik karena berdasarkan pada 
kenyataan) 
c) Pengamatan belajar (belajar atau melihat kejadian di masa lalu) 
d) Ketrampilan (dalam hal memimpin diri sendiri) 
Merumuskan Solusi Masalah Page 8
Ada tiga sifat penting dalam proses pemecahan masalah dan penetuan 
keputusan,yaitu: 
a) Sistematis,artinya proses tersebut harus teratur menurut 
pola yang teratur,tersususn rapi,menggunakan metode 
yang baik dan tidak asal-asalan. 
b) Analisis,artinya setiap data dan fakta diolah,dianalisis 
dengan cermat dan tepat sesuai dengan jenis 
permasalahan yang harus dipecahkan. 
c) Rasional (logis),artinya bahwa proses analisis yang 
sistematis tersebut harus dapat diterima dengan akal 
pikiran yang sehat. 
Untuk melakukan pemilihan,ada 3 langkah yang harus 
diperhatikan,yaitu: 
a) Memperhitungkan secara cermat mungkin dampak positif 
dan negative dari alternative, 
b) Memperhatikan seberapa besar kemungkinan dampak 
tersebut dapat terjadi 
c) Menjadikan tujuan sebagai pedoman 
Kondisi yang biasa dihadapi oleh wirausahawan dalam mengambil 
solusi masalah ialah: 
a) Kondisi kepastian sepenuhnya 
b) Kondisi ketidakpastian sepenuhnya 
c) Kondisi resiko 
Dua perangkat yang populer digunakan dalam mengambil keputusan 
adalah: 
1. Teori probabilitas 
Rumus :EV=I X P 
EV :Expected Valuer (nilai yang diharapkan) 
I : Pendapatan yang dihasilkan 
Merumuskan Solusi Masalah Page 9
P :Besarnya kemungkinan untuk memperoleh pendapatan 
tersebut 
2. Pohon keputusan 
Pohon keputusan merupakan bagan dari tiap-tiap keputusan yang 
diambil oleh wirausahawan yang mana akan melahirkan sebuah 
kondisi dimana wirausahawan harus mengambil keputusan lagi. 
Merumuskan Solusi Masalah Page 10
PENUTUP 
Demikian makalah yang telah kami buat. Mudah-mudahan dapat 
bermanfaat bagi yang membaca. Jika ada kesalahan dalam penulisan 
kata atau penempatan kalimat, mohon dimaafkan. 
Merumuskan Solusi Masalah Page 11

Merumuskan Masalah

  • 1.
    SMK 3 Kewirausahaan Merumuskan Solusi Masalah Nama-nama penyusun : 1. Rizka Aprilia 2. Mawar .S. Harum 3. Mustika .S. Wahyuningtias 4. Justin Tamuntuan 5. Sepriyani Makainas Guru Pembimbing Ibu. Jerny Poluwan SMK 3 Merumuskan Solusi Masalah Page i
  • 2.
    Kata Pengantar Denganmengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, kami telah dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini kami buat dengan tujuan agar bisa lebih memahami materi tentang Merumuskan Solusi Masalah. Kiranya makalah ini dapat membantu anda, meskipun masih banyak kekurangan. Akhir kata, semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Manado, 1 Mei 2012 Merumuskan Solusi Masalah Page ii
  • 3.
    Daftar Isi Katapengantar Daftar Isi BAB 1 A. Pengertian Masalah page 1 1. Ciri-ciri masalah secara umum page 2 2. Ciri-ciri masalah menurut teori Dewey page 2 B. Jenis-jenis Masalah 1. Masalah Pribadi page 3 2. Masalah Keluarga page 3 3. Masalah organisasi page 3 4. Masalah masyarakat page 3 C. Identifikasi Masalah page 4 BAB 2 A. Teknik Pemecahan Masalah page 6 B. Alternatif Pemecahan Masalah page 7 PENUTUP page 11 Merumuskan Solusi Masalah Page iii
  • 4.
    BAB I A.Pengertian Masalah Masalah adalah kesenjangan antara harapan dengan kenyataan, antara rencana dengan pelaksanaan. Masalah adalah penyimpangan (deviasi) dari standart atau dari apa yang dianggap normal. Masalah adalah hambatan yang dihadapi dalam mencapai tujuan. Terkait dengan wirausaha masalah pasti ada dan perlu dihadapi untuk mendapatkan pemecahan atau solusi. Pertanyaan sebenarnya adalah apakah masalah itu ? “Kesulitan yang menggerakkan seseorang untuk memecahkannya, masalah harus dapat dirasakan sebagai tantangan (rintangan) yang harus diatasi atau dilalui. Masalah harus memiliki unsure yang menggerakkan kita untuk membahasnya. Masalah harus tampak penting, realistis dan ada gunanya untuk dipecahkan”. (Djarwanto,1989,57) Salah satu tanggung jawab terpenting para wirausahawan adalah berusaha memecahkan masalah secara ilmiah dengan jalan mengumpulkan data-data, mengolahnya, dan menarik kesimpulan serta penganalisaan masalah tersebut. Ketrampilan yang diperoleh para wirausahawan akan menjadi bekal dalam pemecahan masalah kegiatan usaha. Jika seorang wirausahawan meninjau lagi pemecahan masalah yang mungkin terkait di dalam daftar, maka beberapa pemecahan masalah itu dapat digabungkan, sedangkan pemecahan masalah yang lainnya Merumuskan Solusi Masalah Page 1
  • 5.
    dapat dikesampingkan. Beberapacriteria yang berguna jika seorang wirausahawan inngin mengevaluasi pemecahan masalah yang diusulkan : a. Apakah pemecahan masalah itu dapat diterapkan dengan baik? b. Apakah pemecahan masalah itu sudah logis? c. Apakah persoalan-persoalan tambahan yang timbul dapat diselesaikan dengan baik? 1. Ciri-ciri masalah secara umum antara lain: a) Adanya kesulitan yang harus dipecahkan, b) Merupakan tantangan (rintangan) yang harus diatasi atau dilalui, c) Memenuhi unsure yang menggerakan untuk membahasnya, d) Bersifat penting dan realistis, e) Berguna untuk dipecahkan. 2. Ciri-ciri masalah menurut teori Dewey antara lain: a) Merasa bimbang,bingung dan kesulitan, b) Merumuskan masalah yang ingin dpecahkan, c) Menguji hipotesis dengan mengumpulkan data factual, d) Mengembangkan ide untuk memperoleh pemecahan terbaik melalui penalaran, e) Mengambil kesimpulan yang didukung oleh fakta-fakta atau bukti-bukti eksperimental yang valid dan menolak kesimpulan ang tidak didukung oleh data yang valid. Merumuskan Solusi Masalah Page 2
  • 6.
    B. Jenis-jenis masalah Masalah terbagi atas beberapa bagian, yaitu Masalah pribadi, masalah keluarga, masalah organisasi, dan masalah masyarakat. Berikut adalah penjelasan singkat dari jenis-jenis masalah tadi. 1. Masalah pribadi Masalah pribadi adalah masalah yang terjadi atau dialami oleh individu yang bersangkutan. 2. Masalah keluarga Masalah keluarga adalah masalah yang terjadi dalam lingkungan keluarga di rumah. 3. Masalah organisasi Masalah organisasi adalah masalah yang terjadi dalam organisasi tertentu,baik yang bergerak untuk mencari keuntungan (profit) maupun yang tidak mencari keuntungan (non-profit). 4. Masalah masyarakat Masalah masyarakat adalah masalah yang terjadi dalam lingkungan masyarakat yang ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat itu sendiri. Permasalahan menurut Alex S.Nitisemito dalam bukunya “Sebab-sebab kegagalan perusahaan” (Ghalia Indonesia 1980) adalah sebagai berikut:  Kurang ulet dan lekas putus asa.  Kurang tekun dan kurang teliti.  Kurang inisiatif dan kreatif.  Tidak jujur dan tidak tepat janji.  Kekeliruan didalam memilih lapangan usaha.  Memulai usaha langsung secara besar-besaran.  Memulai usaha tanpa pengalaman dengan modal hasil pinjaman.  Mengambil kredit tanpa mempertimbangkan masak-masak. Merumuskan Solusi Masalah Page 3
  • 7.
     Kurang dapatmenyesuaikan dengan selera konsumen atau pembeli.  Pelayanan yang kurang baik.  Banyaknya piutang yang ragu-ragu.  Banyaknya pemborosan dan penyelewengan.  Kekeliruan menghitung harga pokok.  Menyamakan perusahaan sebagai badan social.  Tidak ada pemisahan antara harta pribadi dan harta perusahaan. C. Identifikasi Masalah Dari definisi masalah di atas dapat diidentifikasi tentang cirri-ciri masalah : a. Adanya kesulitan yang harus dipecahkan b. Merupakan tantangan (rintangan) yang harus diatasi atau dilalui c. Memenuhi unsure yang menggerakkan untuk membahasnya d. Bersifat penting dan realistis e. Berguna untuk dipecahkan Masalah adalah kesenjangan antara harapan dengan kenyataan, antara rencana dengan pelaksanaan. Masalah adalah penyimpangan (deviasi) dari standart atau dari apa yang dianggap normal. Masalah adalah hambatan yang dihadapi dalam mencapai tujuan. Beberapa criteria yang berguna jika seorang wirausahawan inngin mengevaluasi pemecahan masalah yang diusulkan : a. Apakah pemecahan masalah itu dapat diterapkan dengan baik? b. Apakah pemecahan masalah itu sudah logis? Merumuskan Solusi Masalah Page 4
  • 8.
    c. Apakah persoalan-persoalantambahan yang timbul dapat diselesaikan dengan baik? Merumuskan Solusi Masalah Page 5
  • 9.
    BAB II A.Tehnik Pemecahan Masalah dan Pembuatan Keputusan Adapun prosedur pemecahan masalah, dengan langkah langkahnya dilaksanakan dengan menggunakan metode ilmiah sebagai berikut: a) kenalilah persoalannya secara umum; b) rumuskan persoalan dengan tepat dan benar; c) identifikasikan persoalan utama yang ingin dipecahkan secara terkait; d) Tentukan fakta-fakta dan data-data penting yang berkaitan dengan masalah. e) Tentukan teori dan pendekatan pemecahan masalahnya f) Pertimbangkanlah pelbagai kemungkinan jalan keluar dari problem tersebut. g) Pilihlah jalan keluar yang dapat dilaksanakan dengan baik. h) Periksalah, apakah cara penyelesaian masalah tersebut sudah tepat. Merumuskan Solusi Masalah Page 6
  • 10.
    Langkah berpikir secarailmiah dapat dilakukan dengan langkah langkah yang sistematis, berorientasi pada tujuan, serta menggunakan metode tertentu untuk memecahkan masalah. Pada garis besarnya, pemikiran secara ilmiah dapat berlangsung di dalam memecahkan masalah dengan langkah-langkah sebagai berikut : a) Merumuskan tujuan, keinginan, dan kebutuhan, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. b) Merumuskan permasalahan yang berhubungan dengan usaha untuk mencapai tujuan. c) Menghimpun informasi relevan yang berhubungan dengan masalah yang dipikirkan. d) Menghimpun fakta-fakta obyektif yang berhubungan dengan masalah yang dipikirkan. e) Mengolah fakta-fakta deengan pola berpikir tertentu, baik secara induktif maupun deduktif. f) Memilih alternatif yang dirasa paling tepat. g) Menguji alternatif itu dengan mempertimbangkan hukum sebab akibat. h) Menemukan dan meyakini gagasan. i) Mencetuskan gagasan itu, baik secara lisan maupun tulisan. B. Alternatif Pemecahan Masalah Pengambilan keputusan dalam memecahkan masalah dipengaruhi oleh: Merumuskan Solusi Masalah Page 7
  • 11.
    1. Faktor orang Artinya dalam pengambilan keputusan perlu dipertimbangkan orang-orang yang merasakan keputusan tersebut. 2. Faktor psikologis Dalam mengambil keputusan perlu mempertimbangkan masalah emosional.pikiran,perasaan,kekecewaan maupun pengaruh kekecewaan lainnya. 3. Faktor sasaran Dalam pengambilan keputusan harus dapat mendorong kearah tercapainya sasaran/tujuan. 4. Faktor fisik Karena membuat keputusan adalah pekerjaan mental,maka harus ditransferkan kea rah tindakan fisik. 5. Faktor waktu Dalam pengambilan keputusan harus memperhatikan penggunaan waktu ecara efektif dan efisien untuk menganalisis data-data dan permasalahannya. 6. Faktor pelakasanaan Artinya bahwa setiap keputusan akan menimbulkan suatu rangkaian tindakan pelaksanaan. Dasar dan teknik pengambilan keutusan juga dipengaruhi oleh: a) Intuisi (perasaan si pembuat keputusan) b) Fakta (dianggap paling baik karena berdasarkan pada kenyataan) c) Pengamatan belajar (belajar atau melihat kejadian di masa lalu) d) Ketrampilan (dalam hal memimpin diri sendiri) Merumuskan Solusi Masalah Page 8
  • 12.
    Ada tiga sifatpenting dalam proses pemecahan masalah dan penetuan keputusan,yaitu: a) Sistematis,artinya proses tersebut harus teratur menurut pola yang teratur,tersususn rapi,menggunakan metode yang baik dan tidak asal-asalan. b) Analisis,artinya setiap data dan fakta diolah,dianalisis dengan cermat dan tepat sesuai dengan jenis permasalahan yang harus dipecahkan. c) Rasional (logis),artinya bahwa proses analisis yang sistematis tersebut harus dapat diterima dengan akal pikiran yang sehat. Untuk melakukan pemilihan,ada 3 langkah yang harus diperhatikan,yaitu: a) Memperhitungkan secara cermat mungkin dampak positif dan negative dari alternative, b) Memperhatikan seberapa besar kemungkinan dampak tersebut dapat terjadi c) Menjadikan tujuan sebagai pedoman Kondisi yang biasa dihadapi oleh wirausahawan dalam mengambil solusi masalah ialah: a) Kondisi kepastian sepenuhnya b) Kondisi ketidakpastian sepenuhnya c) Kondisi resiko Dua perangkat yang populer digunakan dalam mengambil keputusan adalah: 1. Teori probabilitas Rumus :EV=I X P EV :Expected Valuer (nilai yang diharapkan) I : Pendapatan yang dihasilkan Merumuskan Solusi Masalah Page 9
  • 13.
    P :Besarnya kemungkinanuntuk memperoleh pendapatan tersebut 2. Pohon keputusan Pohon keputusan merupakan bagan dari tiap-tiap keputusan yang diambil oleh wirausahawan yang mana akan melahirkan sebuah kondisi dimana wirausahawan harus mengambil keputusan lagi. Merumuskan Solusi Masalah Page 10
  • 14.
    PENUTUP Demikian makalahyang telah kami buat. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi yang membaca. Jika ada kesalahan dalam penulisan kata atau penempatan kalimat, mohon dimaafkan. Merumuskan Solusi Masalah Page 11