Kewirausahaan
Merumuskan Solusi Masalah
Nama-nama penyusun :
1. Rizka Aprilia
2. Mawar .S. Harum
3. Mustika .S. Wahyuningtias
4. Justin Tamuntuan
5. Sepriyani Makainas
SMK
3
Guru Pembimbing
[Type the companyname]
SMK 3
Kata Pengantar
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha
Esa, kami telah dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini kami buat
dengan tujuan agar bisa lebih memahami materi tentang Merumuskan
Solusi Masalah.
Kiranya makalah ini dapat membantu anda, meskipun masih banyak
kekurangan.
Akhir kata, semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua.
BAB I
A. Pengertian Masalah
Masalah adalah kesenjangan antara harapan dengan kenyataan,
antara rencana dengan pelaksanaan. Masalah adalah penyimpangan
(deviasi) dari standart atau dari apa yang dianggap normal. Masalah
adalah hambatan yang dihadapi dalam mencapai tujuan.
Terkait dengan wirausaha masalah pasti ada dan perlu dihadapi untuk
mendapatkan pemecahan atau solusi. Pertanyaan sebenarnya adalah
apakah masalah itu ?
“Kesulitan yang menggerakkan seseorang untuk memecahkannya,
masalah harus dapat dirasakan sebagai tantangan (rintangan) yang harus
diatasi atau dilalui. Masalah harus memiliki unsure yang menggerakkan
kita untuk membahasnya. Masalah harus tampak penting, realistis dan
ada gunanya untuk dipecahkan”. (Djarwanto,1989,57)
Salah satu tanggung jawab terpenting para wirausahawan adalah
berusaha memecahkan masalah secara ilmiah dengan jalan
mengumpulkan data-data, mengolahnya, dan menarik kesimpulan serta
penganalisaan masalah tersebut. Ketrampilan yang diperoleh para
wirausahawan akan menjadi bekal dalam pemecahan masalah kegiatan
usaha.
Jika seorang wirausahawan meninjau lagi pemecahan masalah yang
mungkin terkait di dalam daftar, maka beberapa pemecahan masalah itu
dapat digabungkan, sedangkan pemecahan masalah yang lainnya dapat
dikesampingkan. Beberapa criteria yang berguna jika seorang
wirausahawan inngin mengevaluasi pemecahan masalah yang diusulkan
:
a. Apakah pemecahan masalah itu dapat diterapkan dengan baik?
b. Apakah pemecahan masalah itu sudah logis?
c. Apakah persoalan-persoalan tambahan yang timbul dapat
diselesaikan dengan baik?
1. Ciri-ciri masalah secara umum antara lain:
a) Adanya kesulitan yang harus dipecahkan,
b) Merupakan tantangan (rintangan) yang harus diatasi atau dilalui,
c) Memenuhi unsure yang menggerakan untuk membahasnya,
d) Bersifat penting dan realistis,
e) Berguna untuk dipecahkan.
2. Ciri-ciri masalah menurut teoriDewey antara lain:
a) Merasa bimbang,bingung dan kesulitan,
b) Merumuskan masalah yang ingin dpecahkan,
c) Menguji hipotesis dengan mengumpulkan data factual,
d) Mengembangkan ide untuk memperoleh pemecahan terbaik
melalui penalaran,
e) Mengambil kesimpulan yang didukung oleh fakta-fakta atau bukti-
bukti eksperimental yang valid dan menolak kesimpulan ang tidak
didukung oleh data yang valid.
B. Jenis-jenismasalah
Masalah terbagi atas beberapa bagian, yaitu Masalah pribadi,
masalah keluarga, masalah organisasi, dan masalah masyarakat. Berikut
adalah penjelasan singkat dari jenis-jenis masalah tadi.
1. Masalah pribadi
Masalah pribadi adalah masalah yang terjadi atau dialami oleh individu
yang bersangkutan.
2. Masalah keluarga
Masalah keluarga adalah masalah yang terjadi dalam lingkungan
keluarga di rumah.
3. Masalah organisasi
Masalah organisasi adalah masalah yang terjadi dalam organisasi
tertentu,baik yang bergerak untuk mencari keuntungan (profit) maupun
yang tidak mencari keuntungan (non-profit).
4. Masalah masyarakat
Masalah masyarakat adalah masalah yang terjadi dalam lingkungan
masyarakat yang ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat itu sendiri.
Permasalahan menurut Alex S.Nitisemito dalam bukunya “Sebab-sebab
kegagalan perusahaan” (Ghalia Indonesia 1980) adalah sebagai berikut:
 Kurang ulet dan lekas putus asa.
 Kurang tekun dan kurang teliti.
 Kurang inisiatif dan kreatif.
 Tidak jujur dan tidak tepat janji.
 Kekeliruan didalam memilih lapangan usaha.
 Memulai usaha langsung secara besar-besaran.
 Memulai usaha tanpa pengalaman dengan modal hasil pinjaman.
 Mengambil kredit tanpa mempertimbangkan masak-masak.
 Kurang dapat menyesuaikan dengan selera konsumen atau pembeli.
 Pelayanan yang kurang baik.
 Banyaknya piutang yang ragu-ragu.
 Banyaknya pemborosan dan penyelewengan.
 Kekeliruan menghitung harga pokok.
 Menyamakan perusahaan sebagai badan social.
 Tidak ada pemisahan antara harta pribadi dan harta perusahaan.
C. Identifikasi Masalah
Dari definisi masalah di atas dapat diidentifikasi tentang cirri-ciri
masalah :
a. Adanya kesulitan yang harus dipecahkan
b. Merupakan tantangan (rintangan) yang harus diatasi atau dilalui
c. Memenuhi unsure yang menggerakkan untuk membahasnya
d. Bersifat penting dan realistis
e. Berguna untuk dipecahkan
Masalah adalah kesenjangan antara harapan dengan kenyataan,
antara rencana dengan pelaksanaan. Masalah adalah penyimpangan
(deviasi) dari standart atau dari apa yang dianggap normal. Masalah
adalah hambatan yang dihadapi dalam mencapai tujuan.
Beberapa criteria yang berguna jika seorang wirausahawan inngin
mengevaluasi pemecahan masalah yang diusulkan :
a. Apakah pemecahan masalah itu dapat diterapkan dengan baik?
b. Apakah pemecahan masalah itu sudah logis?
c. Apakah persoalan-persoalan tambahan yang timbul dapat diselesaikan
dengan baik?
BAB II
A. Tehnik Pemecahan Masalah dan Pembuatan Keputusan
Adapun prosedur pemecahan masalah, dengan langkah langkahnya
dilaksanakan dengan menggunakan metode ilmiah sebagai berikut:
a) kenalilah persoalannya secara umum;
b) rumuskan persoalan dengan tepat dan benar;
c) identifikasikan persoalan utama yang ingin dipecahkan secara
terkait;
d) Tentukan fakta-fakta dan data-data penting yang berkaitan
dengan masalah.
e) Tentukan teori dan pendekatan pemecahan masalahnya
f) Pertimbangkanlah pelbagai kemungkinan jalan keluar dari
problem tersebut.
g) Pilihlah jalan keluar yang dapat dilaksanakan dengan baik.
h) Periksalah, apakah cara penyelesaian masalah tersebut sudah
tepat.
Langkah berpikir secara ilmiah dapat dilakukan dengan langkah langkah
yang sistematis, berorientasi pada tujuan, serta menggunakan metode
tertentu untuk memecahkan masalah. Pada garis besarnya, pemikiran
secara ilmiah dapat berlangsung di dalam memecahkan masalah dengan
langkah-langkah sebagai berikut :
a) Merumuskan tujuan, keinginan, dan kebutuhan, baik untuk diri
sendiri maupun untuk orang lain.
b) Merumuskan permasalahan yang berhubungan dengan usaha
untuk mencapai tujuan.
c) Menghimpun informasi relevan yang berhubungan dengan
masalah yang dipikirkan.
d) Menghimpun fakta-fakta obyektif yang berhubungan dengan
masalah yang dipikirkan.
e) Mengolah fakta-fakta deengan pola berpikir tertentu, baik
secara induktif maupun deduktif.
f) Memilih alternatif yang dirasa paling tepat.
g) Menguji alternatif itu dengan mempertimbangkan hukum sebab
akibat.
h) Menemukan dan meyakini gagasan.
i) Mencetuskan gagasan itu, baik secara lisan maupun tulisan.
B. AlternatifPemecahanMasalah
Pengambilan keputusan dalam memecahkan masalah dipengaruhi oleh:
1. Faktor orang
Artinya dalam pengambilan keputusan perlu dipertimbangkan orang-
orang yang merasakan keputusan tersebut.
2. Faktor psikologis
Dalam mengambil keputusan perlu mempertimbangkan masalah
emosional.pikiran,perasaan,kekecewaan maupun pengaruh kekecewaan
lainnya.
3. Faktor sasaran
Dalam pengambilan keputusan harus dapat mendorong kearah
tercapainya sasaran/tujuan.
4. Faktor fisik
Karena membuat keputusan adalah pekerjaan mental,maka harus
ditransferkan kea rah tindakan fisik.
5. Faktor waktu
Dalam pengambilan keputusan harus memperhatikan penggunaan waktu
ecara efektif dan efisien untuk menganalisis data-data dan
permasalahannya.
6. Faktor pelakasanaan
Artinya bahwa setiap keputusan akan menimbulkan suatu rangkaian
tindakan pelaksanaan.
Dasar dan teknik pengambilan keutusan juga dipengaruhi oleh:
a) Intuisi (perasaan si pembuat keputusan)
b) Fakta (dianggap paling baik karena berdasarkan pada kenyataan)
c) Pengamatan belajar (belajar atau melihat kejadian di masa lalu)
d) Ketrampilan (dalam hal memimpin diri sendiri)
Ada tiga sifat penting dalam proses pemecahan masalah dan penetuan
keputusan,yaitu:
a) Sistematis,artinya proses tersebut harus teratur menurut
pola yang teratur,tersususn rapi,menggunakan metode
yang baik dan tidak asal-asalan.
b) Analisis,artinya setiap data dan fakta diolah,dianalisis
dengan cermat dan tepat sesuai dengan jenis permasalahan
yang harus dipecahkan.
c) Rasional (logis),artinya bahwa proses analisis yang
sistematis tersebut harus dapat diterima dengan akal
pikiran yang sehat.
Untuk melakukan pemilihan,ada 3 langkah yang harus
diperhatikan,yaitu:
a) Memperhitungkan secara cermat mungkin dampak positif
dan negative dari alternative,
b) Memperhatikan seberapa besar kemungkinan dampak
tersebut dapat terjadi
c) Menjadikan tujuan sebagai pedoman
Kondisi yang biasa dihadapi oleh wirausahawan dalam mengambil
solusi masalah ialah:
a) Kondisi kepastian sepenuhnya
b) Kondisi ketidakpastian sepenuhnya
c) Kondisi resiko
Dua perangkat yang populer digunakan dalam mengambil keputusan
adalah:
1. Teori probabilitas
Rumus :EV=I X P
EV :Expected Valuer (nilai yang diharapkan)
I : Pendapatan yang dihasilkan
P :Besarnya kemungkinan untuk memperoleh pendapatan tersebut
2. Pohon keputusan
Pohon keputusan merupakan bagan dari tiap-tiap keputusan yang
diambil oleh wirausahawan yang mana akan melahirkan sebuah kondisi
dimana wirausahawan harus mengambil keputusan lagi.
PENUTUP
Demikian makalah yang telah kami buat. Mudah-mudahan dapat
bermanfaat bagi yang membaca. Jika ada kesalahan dalam penulisan
kata atau penempatan kalimat, mohon dimaafkan.

Merumuskan

  • 1.
    Kewirausahaan Merumuskan Solusi Masalah Nama-namapenyusun : 1. Rizka Aprilia 2. Mawar .S. Harum 3. Mustika .S. Wahyuningtias 4. Justin Tamuntuan 5. Sepriyani Makainas SMK 3 Guru Pembimbing [Type the companyname] SMK 3
  • 2.
    Kata Pengantar Dengan mengucapkanpuji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, kami telah dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini kami buat dengan tujuan agar bisa lebih memahami materi tentang Merumuskan Solusi Masalah. Kiranya makalah ini dapat membantu anda, meskipun masih banyak kekurangan. Akhir kata, semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua.
  • 3.
    BAB I A. PengertianMasalah Masalah adalah kesenjangan antara harapan dengan kenyataan, antara rencana dengan pelaksanaan. Masalah adalah penyimpangan (deviasi) dari standart atau dari apa yang dianggap normal. Masalah adalah hambatan yang dihadapi dalam mencapai tujuan. Terkait dengan wirausaha masalah pasti ada dan perlu dihadapi untuk mendapatkan pemecahan atau solusi. Pertanyaan sebenarnya adalah apakah masalah itu ? “Kesulitan yang menggerakkan seseorang untuk memecahkannya, masalah harus dapat dirasakan sebagai tantangan (rintangan) yang harus diatasi atau dilalui. Masalah harus memiliki unsure yang menggerakkan kita untuk membahasnya. Masalah harus tampak penting, realistis dan ada gunanya untuk dipecahkan”. (Djarwanto,1989,57) Salah satu tanggung jawab terpenting para wirausahawan adalah berusaha memecahkan masalah secara ilmiah dengan jalan mengumpulkan data-data, mengolahnya, dan menarik kesimpulan serta penganalisaan masalah tersebut. Ketrampilan yang diperoleh para wirausahawan akan menjadi bekal dalam pemecahan masalah kegiatan usaha. Jika seorang wirausahawan meninjau lagi pemecahan masalah yang mungkin terkait di dalam daftar, maka beberapa pemecahan masalah itu dapat digabungkan, sedangkan pemecahan masalah yang lainnya dapat
  • 4.
    dikesampingkan. Beberapa criteriayang berguna jika seorang wirausahawan inngin mengevaluasi pemecahan masalah yang diusulkan : a. Apakah pemecahan masalah itu dapat diterapkan dengan baik? b. Apakah pemecahan masalah itu sudah logis? c. Apakah persoalan-persoalan tambahan yang timbul dapat diselesaikan dengan baik? 1. Ciri-ciri masalah secara umum antara lain: a) Adanya kesulitan yang harus dipecahkan, b) Merupakan tantangan (rintangan) yang harus diatasi atau dilalui, c) Memenuhi unsure yang menggerakan untuk membahasnya, d) Bersifat penting dan realistis, e) Berguna untuk dipecahkan. 2. Ciri-ciri masalah menurut teoriDewey antara lain: a) Merasa bimbang,bingung dan kesulitan, b) Merumuskan masalah yang ingin dpecahkan, c) Menguji hipotesis dengan mengumpulkan data factual, d) Mengembangkan ide untuk memperoleh pemecahan terbaik melalui penalaran, e) Mengambil kesimpulan yang didukung oleh fakta-fakta atau bukti- bukti eksperimental yang valid dan menolak kesimpulan ang tidak didukung oleh data yang valid.
  • 5.
    B. Jenis-jenismasalah Masalah terbagiatas beberapa bagian, yaitu Masalah pribadi, masalah keluarga, masalah organisasi, dan masalah masyarakat. Berikut adalah penjelasan singkat dari jenis-jenis masalah tadi. 1. Masalah pribadi Masalah pribadi adalah masalah yang terjadi atau dialami oleh individu yang bersangkutan. 2. Masalah keluarga Masalah keluarga adalah masalah yang terjadi dalam lingkungan keluarga di rumah. 3. Masalah organisasi Masalah organisasi adalah masalah yang terjadi dalam organisasi tertentu,baik yang bergerak untuk mencari keuntungan (profit) maupun yang tidak mencari keuntungan (non-profit). 4. Masalah masyarakat Masalah masyarakat adalah masalah yang terjadi dalam lingkungan masyarakat yang ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat itu sendiri. Permasalahan menurut Alex S.Nitisemito dalam bukunya “Sebab-sebab kegagalan perusahaan” (Ghalia Indonesia 1980) adalah sebagai berikut:  Kurang ulet dan lekas putus asa.  Kurang tekun dan kurang teliti.  Kurang inisiatif dan kreatif.
  • 6.
     Tidak jujurdan tidak tepat janji.  Kekeliruan didalam memilih lapangan usaha.  Memulai usaha langsung secara besar-besaran.  Memulai usaha tanpa pengalaman dengan modal hasil pinjaman.  Mengambil kredit tanpa mempertimbangkan masak-masak.  Kurang dapat menyesuaikan dengan selera konsumen atau pembeli.  Pelayanan yang kurang baik.  Banyaknya piutang yang ragu-ragu.  Banyaknya pemborosan dan penyelewengan.  Kekeliruan menghitung harga pokok.  Menyamakan perusahaan sebagai badan social.  Tidak ada pemisahan antara harta pribadi dan harta perusahaan. C. Identifikasi Masalah Dari definisi masalah di atas dapat diidentifikasi tentang cirri-ciri masalah : a. Adanya kesulitan yang harus dipecahkan b. Merupakan tantangan (rintangan) yang harus diatasi atau dilalui c. Memenuhi unsure yang menggerakkan untuk membahasnya d. Bersifat penting dan realistis e. Berguna untuk dipecahkan Masalah adalah kesenjangan antara harapan dengan kenyataan, antara rencana dengan pelaksanaan. Masalah adalah penyimpangan (deviasi) dari standart atau dari apa yang dianggap normal. Masalah adalah hambatan yang dihadapi dalam mencapai tujuan.
  • 7.
    Beberapa criteria yangberguna jika seorang wirausahawan inngin mengevaluasi pemecahan masalah yang diusulkan : a. Apakah pemecahan masalah itu dapat diterapkan dengan baik? b. Apakah pemecahan masalah itu sudah logis? c. Apakah persoalan-persoalan tambahan yang timbul dapat diselesaikan dengan baik?
  • 8.
    BAB II A. TehnikPemecahan Masalah dan Pembuatan Keputusan Adapun prosedur pemecahan masalah, dengan langkah langkahnya dilaksanakan dengan menggunakan metode ilmiah sebagai berikut: a) kenalilah persoalannya secara umum; b) rumuskan persoalan dengan tepat dan benar; c) identifikasikan persoalan utama yang ingin dipecahkan secara terkait; d) Tentukan fakta-fakta dan data-data penting yang berkaitan dengan masalah. e) Tentukan teori dan pendekatan pemecahan masalahnya f) Pertimbangkanlah pelbagai kemungkinan jalan keluar dari problem tersebut. g) Pilihlah jalan keluar yang dapat dilaksanakan dengan baik. h) Periksalah, apakah cara penyelesaian masalah tersebut sudah tepat. Langkah berpikir secara ilmiah dapat dilakukan dengan langkah langkah yang sistematis, berorientasi pada tujuan, serta menggunakan metode
  • 9.
    tertentu untuk memecahkanmasalah. Pada garis besarnya, pemikiran secara ilmiah dapat berlangsung di dalam memecahkan masalah dengan langkah-langkah sebagai berikut : a) Merumuskan tujuan, keinginan, dan kebutuhan, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. b) Merumuskan permasalahan yang berhubungan dengan usaha untuk mencapai tujuan. c) Menghimpun informasi relevan yang berhubungan dengan masalah yang dipikirkan. d) Menghimpun fakta-fakta obyektif yang berhubungan dengan masalah yang dipikirkan. e) Mengolah fakta-fakta deengan pola berpikir tertentu, baik secara induktif maupun deduktif. f) Memilih alternatif yang dirasa paling tepat. g) Menguji alternatif itu dengan mempertimbangkan hukum sebab akibat. h) Menemukan dan meyakini gagasan. i) Mencetuskan gagasan itu, baik secara lisan maupun tulisan. B. AlternatifPemecahanMasalah Pengambilan keputusan dalam memecahkan masalah dipengaruhi oleh:
  • 10.
    1. Faktor orang Artinyadalam pengambilan keputusan perlu dipertimbangkan orang- orang yang merasakan keputusan tersebut. 2. Faktor psikologis Dalam mengambil keputusan perlu mempertimbangkan masalah emosional.pikiran,perasaan,kekecewaan maupun pengaruh kekecewaan lainnya. 3. Faktor sasaran Dalam pengambilan keputusan harus dapat mendorong kearah tercapainya sasaran/tujuan. 4. Faktor fisik Karena membuat keputusan adalah pekerjaan mental,maka harus ditransferkan kea rah tindakan fisik. 5. Faktor waktu Dalam pengambilan keputusan harus memperhatikan penggunaan waktu ecara efektif dan efisien untuk menganalisis data-data dan permasalahannya. 6. Faktor pelakasanaan Artinya bahwa setiap keputusan akan menimbulkan suatu rangkaian tindakan pelaksanaan. Dasar dan teknik pengambilan keutusan juga dipengaruhi oleh: a) Intuisi (perasaan si pembuat keputusan) b) Fakta (dianggap paling baik karena berdasarkan pada kenyataan) c) Pengamatan belajar (belajar atau melihat kejadian di masa lalu) d) Ketrampilan (dalam hal memimpin diri sendiri)
  • 11.
    Ada tiga sifatpenting dalam proses pemecahan masalah dan penetuan keputusan,yaitu: a) Sistematis,artinya proses tersebut harus teratur menurut pola yang teratur,tersususn rapi,menggunakan metode yang baik dan tidak asal-asalan. b) Analisis,artinya setiap data dan fakta diolah,dianalisis dengan cermat dan tepat sesuai dengan jenis permasalahan yang harus dipecahkan. c) Rasional (logis),artinya bahwa proses analisis yang sistematis tersebut harus dapat diterima dengan akal pikiran yang sehat. Untuk melakukan pemilihan,ada 3 langkah yang harus diperhatikan,yaitu: a) Memperhitungkan secara cermat mungkin dampak positif dan negative dari alternative, b) Memperhatikan seberapa besar kemungkinan dampak tersebut dapat terjadi c) Menjadikan tujuan sebagai pedoman Kondisi yang biasa dihadapi oleh wirausahawan dalam mengambil solusi masalah ialah: a) Kondisi kepastian sepenuhnya b) Kondisi ketidakpastian sepenuhnya c) Kondisi resiko Dua perangkat yang populer digunakan dalam mengambil keputusan adalah: 1. Teori probabilitas Rumus :EV=I X P EV :Expected Valuer (nilai yang diharapkan)
  • 12.
    I : Pendapatanyang dihasilkan P :Besarnya kemungkinan untuk memperoleh pendapatan tersebut 2. Pohon keputusan Pohon keputusan merupakan bagan dari tiap-tiap keputusan yang diambil oleh wirausahawan yang mana akan melahirkan sebuah kondisi dimana wirausahawan harus mengambil keputusan lagi.
  • 13.
    PENUTUP Demikian makalah yangtelah kami buat. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi yang membaca. Jika ada kesalahan dalam penulisan kata atau penempatan kalimat, mohon dimaafkan.