DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA BARAT
9-10 AGUSTUS 2022
#AKSI Germas
WINI NURWINI, SKM, MSi
PROGRAM PROMKES DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
AKSI GERMAS
untuk
Percepatan Penurunan dan Pencegahan STUNTING
PEMBUDAYAAN & PENGGERAKKAN NASIONAL
GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS)
“Gerakan Masyarakat Hidup
Sehat adalah upaya yang tak
boleh berhenti, dalam
penanganan penyakit, baik
yang menular maupun tidak
menular, bahkan saat
pandemi COVID-19”
Budi G. Sadikin – Menteri Kesehatan RI
pada Advocacy Horizontal Learning Germas, Semarang , 28 November 2021
#aksigermas
TUJUAN
Melaksanakan GERMAS
Tantangan saat ini  Terjadi Perubahan Pola Penyakit
Penyebab Kesakitan dan Kematian Terbesar
Covid-19
PENYAKIT MENULAR PENYAKIT TIDAK MENULAR
TBC, ISPA, Diare, Malaria,
BDB
Tekanan Darah
Tinggi,Stroke, Kanker,
Jantung, Diabetes
Bertambah Masalah Kesehatan
PENCEGAHAN
POLA PRILAKU (GAYA HIDUP)
Merokok
Malas/mager
Minum
Alkohol
Mengkonsumsi
Makanan
Berlemak dan
Gorengan
Jarang
Mengkonsumsi
buah dan Sayur
Jarang
Aktifitas Fisik
Minum
Bersoda
Makanan
Junk food
M
E
N
Y
E
B
A
B
K
A
N
Maka dari itu…….
WAJIB melakukan GERMAS
Germas : sebuah gerakan yang bertujuan untuk
memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan
kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat
7 Langkah Dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
Menggunakan Jamban
Makan Buah dan Sayur
Ayo biasakan…….
Tidak Merokok
Melakukan Cek Kesehatan secara berkala
Melakukan Aktivitas Fisik
Tidak Mengkonsumsi Minuman Alkohol
Menjaga Kebersihan Lingkungan
50% Buah dan
sayur
50% Karbohidrat
dan protein
ISI PIRINGKU
#aksigermas
(KERDIL)
Stunting adalah kondisi gagal
tumbuh pada anak balita akibat
kekurangan gizi kronis sehingga
anak terlalu pendek untuk
usianya.
1 dari 3 Anak
Indonesia
mengalami
SAAT INI SEKITAR
ANAK INDONESIA MENGALAMI
PERTUMBUHAN TIDAK
MAKSIMAL
Anak tidak datang ke
Posyandu
TERJADI SEJAK DALAM
KANDUNGAN DAN AKAN
NAMPAK SAAT ANAK BERUSIA
STUNTED
DI JAWA BARAT
No Kab/Kota Selisih Status
Survey Tahun
2013 2018 2019 2021
1 Kota Depok 25,7 12,30 -3,79 Turun
2 Kota Bekasi 26,6 13,80 -6,23 Turun
3 Indramayu 36,1 14,40 -14,72 Turun
4 Ciamis 41,4 16,00 -8,21 Turun
5 Kota Bogor 29,8 16,90 -4,43 Turun
6 Subang 40,4 18,10 -7,63 Turun
7 Kuningan 18,70 0,64 Naik
8 Kota Sukabumi 41,9 19,10 3,50 Naik
9 Kota Cimahi 28,2 19,90 -14,39 Turun
10 Purwakarta 33,9 20,60 -2,82 Turun
11 Karawang 34,9 20,60 -3,41 Turun
12 Bekasi 30,3 21,50 0,57 Naik
13 Sumedang 41,1 22,00 -2,43 Turun
14 Pangandaran 22,70 1,35 Turun
15 Majalengka 29,8 23,00 -5,53 Turun
16 Kota Banjar 39,2 23,90 -2,31 Turun
17 Sukabumi 37,1 24,20 2,27 Naik
18 Tasikmalaya 41,7 24,40 -10,57 Turun
19 Kota Bandung 32,2 26,40 -1,72 Turun
20 Cirebon 42,5 26,50 1,44 Naik
21 Bogor 28,3 28,60 -6,36 Turun
22 Kota Tasikmalaya 30,7 28,90 4,15 Naik
23 Bandung Barat 52,5 29,60 -2,52 Turun
24 Kota Cirebon 28,4 30,60 8,56 Naik
25 Bandung 40,7 31,10 3,23 Naik
26 Cianjur 41,7 33,70 6,18 Naik
27 Garut 37,8 35,20 8,17 Naik
Prov. Jawa Barat 35,3
23,21 16,09
16,75 20,03
33,99 29,12
33,39 24,21
27,79 21,33
28,64 25,73
42 28,67 18,06
28,99 15,6
21,06 34,29
41,01 23,42
33,11 24,01
26,37 20,93
32,22 24,43
32,71 21,35
36,62 28,53
27,89 26,21
41,35 21,93
33,8 34,97
21,74 28,12
33,71 25,06
32,86 34,96
25,73 24,75
36,69 32,12
31,18 22,04
35,21 27,87
33,51 27,52
34,64 27,03
31,1 26,2
24,50 -1,70 Turun
Prevelensi Jawa Barat :
Turun 1,70 dari tahun 2019 ke 2021
Stunted di 17 Kabupaten kota
mengalami penurunan dengan rata-
rata: 3,87
Stunted 10 Kabupaten kota mengalami
Kenaikan dengan rata-rata: 5,63
Stunting:
Dilihat berdasarkan Panjang Badan per Umur (PB/U)
atau Tinggi Badan per Umur (TB/U).
Usia 4 tahun
4 bulan
Usia 2 tahun
2 bulan
STUNTING TERLAMBAT DIKENALI
(BARU DAPAT DILIHAT SETELAH 2 TAHUN)
Perkembangan otaknya, tidak dapat diperbaiki
Fisik anak kurang gizi dapat
diperbaiki
Hambatan perkembangan otak, kecerdasan, kemampuan belajar,
dan rendahnya produktifitas akibat stunting ini bersifat
permanen (irreversible).
Fisik
Mental
Intelektual
stunting
Stunting mempengaruhi:
Kondisi Otak yang Stunting
• Adanya gagal tumbuh yang terlihat dari berat lahir
rendah, kecil, pendek, kurus
• Adanya hambatan perkembangan kognitif dan motorik
Mengapa Stunting Perlu dicegah?
Ditandai dengan:
Dampak
Adanya gangguan
metabolik pada saat
dewasa  risiko
penyakit tidak
menular
Kualitas SDM menurun
Meningkatkan potensi
kerugian ekonomi setiap
tahunnya (2-3% dari GDP)
Investasi $1 pada gizi dapat
menghasilkan kembalinya 30$
dalam peningtan kesehatan,
pendidikan, dan produktifitas
ekonomi
Investasi perbaikan Gizi dapat
membantu memutus lingkaran
kemiskinan dan meningkatkan
PDB negara hingga 3% per tahun
UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
IBU HAMIL
• Mengonsumsi makanan yang sehat
• Mencegah agar tidak Anemia dan kecacingan
• Mencegah agar tidak mengalami malaria
IBU MENYUSUI HINGGA BAYI USIA 6
BULAN
1. Melakukan Inisiasi Menyusui Dini
2. Hanya memberikan
ASI Eksklusif
IBU MENYUSUI DAN ANAK USIA 6 BULAN-2 TAHUN
1. Memberikan ASI disertai
Makanan Pendamping ASI
2. Mengonsumsi obat cacing
sesuai aturan
3. Mengonsumsi suplemen zink
4. Memberikan imunisasi
lengkap
5. Mencegah dan mengobati
diare
#aksi
germas
UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
MEMPERHATIKAN SANITASI
LINGKUNGAN
MENYEDIAKAN DAN MEMASTIKAN
KETERSEDIAAN AIR BERSIH
#aksigermas
3
3 KOMPONEN
PENANGGULANGAN STUNTING
POLA
ASUH
POLA
MAKAN
AIR BERSIH
SANITASI
Cegah Stunting,
Itu Penting!
#aksigermas
Sebelum lahir Setelah lahir
Sumber: Riskesdas 2018
1,8 x
Sekitar 23% anak lahir
dengan kondisi sudah
stunted, akibat ibu hamil
sejak masa remaja kurang
gizi dan anemia.
Stunting meningkat signifkan pada anak usia 6-23 bulan, akibat
kurang protein hewani pada makanan pendamping ASI (MP-ASI)
yang mulai diberikan sejak usia 6 bulan.
Penanganan stunting perlu dilakukan sebelum dan setelah kelahiran
1 2
Remaja Putri
“Anemia No,Tablet Tambah Darah Yes.”
Remaja putri mengonsumsi Tablet Tambah
Darah (TTD), 1 tablet setiap minggu.
Remaja putri kelas 7 dan 10 mengikuti
pemeriksaan kadar Hb untuk skrining Anemia
Remaja putri mengetahui manfaat TTD,
bahaya anemia, kesehatan reproduksi dan
gizi seimbang
Sebelum kelahiran
#aksigermas
Ibu Hamil
“Anemia No,Tablet Tambah Darah Yes.”
Ibu Hamil mengonsumsi Tablet Tambah
Darah (TTD), minimal mengonsumsi 90 tablet
selama masa kehamilan
Pemeriksaan anemia pada saat pemeriksaan
kehamilan (K1)
Ibu Hamil mengetahui manfaat TTD, gizi
seimbang untuk ibu hamil, IMD, ASI Eksklusif
Sebelum kelahiran
#aksigermas
26
Bayi usia 0-6 bulan mendapatkan ASI
Eksklusif
Setelah kelahiran
Anak usia 6-23 bulan mendapat MP-ASI
beragam
Pemberian Imunisasi Rutin Lengkap
pada Balita
Bayi dan Balita
#aksigermas
Bawa Bayi – Balita ke Posyandu sebulan
sekali untuk penimbangan dan pemantauan
tumbuh kembang
COVID -19
COVID-19 MASIH ADA,
PANDEMI BELUM BERAKHIR !
PENCEGAHAN
Ayo lakukan #aksigermas
SITUASI KASUS KONFIRMASI COVID-19
DI JAWA BARAT
PENCEGAHAN
#aksigermas
PENCEGAHAN
#aksigermas
AMAN
SEGERA LAKUKAN VAKSINASI
EFEKTIF
DAPATKAN VAKSINASI COVID-19 &
GUNAKAN APLIKASI PEDULILINDUNGI
HALAL
Tetap melakukan PROTOKOL KESEHATAN (termasuk setelah vaksin)
Aplikasi yang dikembangkan untuk
menghentikan penularan COVID-19
dengan mengandalkan kepedulian
serta partisipasi masyarakat untuk
saling jaga dan meminimalisir risiko
penyebaran COVID-19
#aksigermas
34
PERAN KESEHATAN
DALAM GERMAS
Melaksanakan
kampanye Gerakan
Masyarakat Hidup
Sehat serta
meningkatkan
advokasi dan
pembinaan daerah
dalam pelaksanaan
kebijakan Kawasan
Tanpa Rokok (KTR)
Meningkatka
n pendidikan
mengenai
gizi
seimbang
dan
pemberian
Air Susu Ibu
(ASI)
eksklusif,
serta
aktivitas fisik
Meningkatkan
pelaksanaan
deteksi dini di
Puskesmas
dan
menyusun
panduan
pelaksanaan
deteksi dini di
instansi
pemerintah
dan swasta
PERAN
MASYARAKAT/INDIVIDU/KELUARGA
Mempraktikkan pola hidup sehat sehari-hari
Melakukan aktivitas fisik
secara rutin setiap hari
Membudayakan konsumsi
buah dan sayur setiap hari Tidak merokok
Tidak mengonsumsi
alkohol dan zat adiktif
lainnya
Pengelolaan stres
secara baik
Budayakan buang air
besar pada tempatnya
Melakukan pemeriksaan
kesehatan secara rutin min 6
bulan sekali
PERAN DUNIA USAHA DAN
ORMAS DALAM GERMAS
Ormas dan Kelompok Potensial
Menggerakkan institusi dan organisasi
masing-masing agar anggotanya berperilaku
sehat
Dunia Usaha dan Swasta
Menggerakkan institusi dan organisasi
masing-masing agar anggotanya berperilaku
sehat
PERAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN
DALAM GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT
• Ormas berperan serta aktif dalam pembangunan
kesehatan
• Ormas yang memiliki sumber daya dan menjadi
mitra pemerintah dalam pembangunan kesehatan
Organisasi Kemasyarakatan – Kementerian Kesehatan:
Saya Butuh
Edukasi dan Kampanye perubahan perilaku
(Promotif – Preventif)
Tahu dipenuhi dengan berbagai informasi, pengetahuan dan edukasi yg baik dan benar
Mau melakukan apa yang sudah diketahui dari berbagai lintas sumber dan menjadi
contoh/ teladan / agent of change
Mampu mengajak orang/ pihak lain untuk memberi tahu dan menjalankannya
Aku Tahu , Aku Mau dan Aku Mampu
TERIMA KASIH
#aksigermas

MATERI GERMAS

  • 1.
    DINAS KESEHATAN PROVINSIJAWA BARAT 9-10 AGUSTUS 2022 #AKSI Germas WINI NURWINI, SKM, MSi PROGRAM PROMKES DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT AKSI GERMAS untuk Percepatan Penurunan dan Pencegahan STUNTING
  • 2.
    PEMBUDAYAAN & PENGGERAKKANNASIONAL GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS) “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat adalah upaya yang tak boleh berhenti, dalam penanganan penyakit, baik yang menular maupun tidak menular, bahkan saat pandemi COVID-19” Budi G. Sadikin – Menteri Kesehatan RI pada Advocacy Horizontal Learning Germas, Semarang , 28 November 2021 #aksigermas
  • 3.
  • 5.
    Tantangan saat ini Terjadi Perubahan Pola Penyakit Penyebab Kesakitan dan Kematian Terbesar Covid-19 PENYAKIT MENULAR PENYAKIT TIDAK MENULAR TBC, ISPA, Diare, Malaria, BDB Tekanan Darah Tinggi,Stroke, Kanker, Jantung, Diabetes Bertambah Masalah Kesehatan
  • 6.
    PENCEGAHAN POLA PRILAKU (GAYAHIDUP) Merokok Malas/mager Minum Alkohol Mengkonsumsi Makanan Berlemak dan Gorengan Jarang Mengkonsumsi buah dan Sayur Jarang Aktifitas Fisik Minum Bersoda Makanan Junk food M E N Y E B A B K A N
  • 7.
    Maka dari itu……. WAJIBmelakukan GERMAS Germas : sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat
  • 8.
    7 Langkah DalamGerakan Masyarakat Hidup Sehat Menggunakan Jamban Makan Buah dan Sayur Ayo biasakan……. Tidak Merokok Melakukan Cek Kesehatan secara berkala Melakukan Aktivitas Fisik Tidak Mengkonsumsi Minuman Alkohol Menjaga Kebersihan Lingkungan
  • 9.
    50% Buah dan sayur 50%Karbohidrat dan protein ISI PIRINGKU
  • 10.
  • 14.
    (KERDIL) Stunting adalah kondisigagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.
  • 15.
    1 dari 3Anak Indonesia mengalami SAAT INI SEKITAR ANAK INDONESIA MENGALAMI PERTUMBUHAN TIDAK MAKSIMAL Anak tidak datang ke Posyandu TERJADI SEJAK DALAM KANDUNGAN DAN AKAN NAMPAK SAAT ANAK BERUSIA
  • 16.
    STUNTED DI JAWA BARAT NoKab/Kota Selisih Status Survey Tahun 2013 2018 2019 2021 1 Kota Depok 25,7 12,30 -3,79 Turun 2 Kota Bekasi 26,6 13,80 -6,23 Turun 3 Indramayu 36,1 14,40 -14,72 Turun 4 Ciamis 41,4 16,00 -8,21 Turun 5 Kota Bogor 29,8 16,90 -4,43 Turun 6 Subang 40,4 18,10 -7,63 Turun 7 Kuningan 18,70 0,64 Naik 8 Kota Sukabumi 41,9 19,10 3,50 Naik 9 Kota Cimahi 28,2 19,90 -14,39 Turun 10 Purwakarta 33,9 20,60 -2,82 Turun 11 Karawang 34,9 20,60 -3,41 Turun 12 Bekasi 30,3 21,50 0,57 Naik 13 Sumedang 41,1 22,00 -2,43 Turun 14 Pangandaran 22,70 1,35 Turun 15 Majalengka 29,8 23,00 -5,53 Turun 16 Kota Banjar 39,2 23,90 -2,31 Turun 17 Sukabumi 37,1 24,20 2,27 Naik 18 Tasikmalaya 41,7 24,40 -10,57 Turun 19 Kota Bandung 32,2 26,40 -1,72 Turun 20 Cirebon 42,5 26,50 1,44 Naik 21 Bogor 28,3 28,60 -6,36 Turun 22 Kota Tasikmalaya 30,7 28,90 4,15 Naik 23 Bandung Barat 52,5 29,60 -2,52 Turun 24 Kota Cirebon 28,4 30,60 8,56 Naik 25 Bandung 40,7 31,10 3,23 Naik 26 Cianjur 41,7 33,70 6,18 Naik 27 Garut 37,8 35,20 8,17 Naik Prov. Jawa Barat 35,3 23,21 16,09 16,75 20,03 33,99 29,12 33,39 24,21 27,79 21,33 28,64 25,73 42 28,67 18,06 28,99 15,6 21,06 34,29 41,01 23,42 33,11 24,01 26,37 20,93 32,22 24,43 32,71 21,35 36,62 28,53 27,89 26,21 41,35 21,93 33,8 34,97 21,74 28,12 33,71 25,06 32,86 34,96 25,73 24,75 36,69 32,12 31,18 22,04 35,21 27,87 33,51 27,52 34,64 27,03 31,1 26,2 24,50 -1,70 Turun Prevelensi Jawa Barat : Turun 1,70 dari tahun 2019 ke 2021 Stunted di 17 Kabupaten kota mengalami penurunan dengan rata- rata: 3,87 Stunted 10 Kabupaten kota mengalami Kenaikan dengan rata-rata: 5,63
  • 17.
    Stunting: Dilihat berdasarkan PanjangBadan per Umur (PB/U) atau Tinggi Badan per Umur (TB/U). Usia 4 tahun 4 bulan Usia 2 tahun 2 bulan STUNTING TERLAMBAT DIKENALI (BARU DAPAT DILIHAT SETELAH 2 TAHUN)
  • 18.
    Perkembangan otaknya, tidakdapat diperbaiki Fisik anak kurang gizi dapat diperbaiki Hambatan perkembangan otak, kecerdasan, kemampuan belajar, dan rendahnya produktifitas akibat stunting ini bersifat permanen (irreversible). Fisik Mental Intelektual stunting Stunting mempengaruhi: Kondisi Otak yang Stunting
  • 19.
    • Adanya gagaltumbuh yang terlihat dari berat lahir rendah, kecil, pendek, kurus • Adanya hambatan perkembangan kognitif dan motorik Mengapa Stunting Perlu dicegah? Ditandai dengan: Dampak Adanya gangguan metabolik pada saat dewasa  risiko penyakit tidak menular Kualitas SDM menurun Meningkatkan potensi kerugian ekonomi setiap tahunnya (2-3% dari GDP) Investasi $1 pada gizi dapat menghasilkan kembalinya 30$ dalam peningtan kesehatan, pendidikan, dan produktifitas ekonomi Investasi perbaikan Gizi dapat membantu memutus lingkaran kemiskinan dan meningkatkan PDB negara hingga 3% per tahun
  • 20.
    UPAYA PENCEGAHAN STUNTING IBUHAMIL • Mengonsumsi makanan yang sehat • Mencegah agar tidak Anemia dan kecacingan • Mencegah agar tidak mengalami malaria IBU MENYUSUI HINGGA BAYI USIA 6 BULAN 1. Melakukan Inisiasi Menyusui Dini 2. Hanya memberikan ASI Eksklusif IBU MENYUSUI DAN ANAK USIA 6 BULAN-2 TAHUN 1. Memberikan ASI disertai Makanan Pendamping ASI 2. Mengonsumsi obat cacing sesuai aturan 3. Mengonsumsi suplemen zink 4. Memberikan imunisasi lengkap 5. Mencegah dan mengobati diare #aksi germas
  • 21.
    UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MEMPERHATIKANSANITASI LINGKUNGAN MENYEDIAKAN DAN MEMASTIKAN KETERSEDIAAN AIR BERSIH #aksigermas
  • 22.
    3 3 KOMPONEN PENANGGULANGAN STUNTING POLA ASUH POLA MAKAN AIRBERSIH SANITASI Cegah Stunting, Itu Penting! #aksigermas
  • 23.
    Sebelum lahir Setelahlahir Sumber: Riskesdas 2018 1,8 x Sekitar 23% anak lahir dengan kondisi sudah stunted, akibat ibu hamil sejak masa remaja kurang gizi dan anemia. Stunting meningkat signifkan pada anak usia 6-23 bulan, akibat kurang protein hewani pada makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang mulai diberikan sejak usia 6 bulan. Penanganan stunting perlu dilakukan sebelum dan setelah kelahiran 1 2
  • 24.
    Remaja Putri “Anemia No,TabletTambah Darah Yes.” Remaja putri mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), 1 tablet setiap minggu. Remaja putri kelas 7 dan 10 mengikuti pemeriksaan kadar Hb untuk skrining Anemia Remaja putri mengetahui manfaat TTD, bahaya anemia, kesehatan reproduksi dan gizi seimbang Sebelum kelahiran #aksigermas
  • 25.
    Ibu Hamil “Anemia No,TabletTambah Darah Yes.” Ibu Hamil mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), minimal mengonsumsi 90 tablet selama masa kehamilan Pemeriksaan anemia pada saat pemeriksaan kehamilan (K1) Ibu Hamil mengetahui manfaat TTD, gizi seimbang untuk ibu hamil, IMD, ASI Eksklusif Sebelum kelahiran #aksigermas
  • 26.
    26 Bayi usia 0-6bulan mendapatkan ASI Eksklusif Setelah kelahiran Anak usia 6-23 bulan mendapat MP-ASI beragam Pemberian Imunisasi Rutin Lengkap pada Balita Bayi dan Balita #aksigermas Bawa Bayi – Balita ke Posyandu sebulan sekali untuk penimbangan dan pemantauan tumbuh kembang
  • 27.
  • 28.
    COVID-19 MASIH ADA, PANDEMIBELUM BERAKHIR ! PENCEGAHAN Ayo lakukan #aksigermas
  • 29.
    SITUASI KASUS KONFIRMASICOVID-19 DI JAWA BARAT
  • 30.
  • 31.
  • 32.
    AMAN SEGERA LAKUKAN VAKSINASI EFEKTIF DAPATKANVAKSINASI COVID-19 & GUNAKAN APLIKASI PEDULILINDUNGI HALAL Tetap melakukan PROTOKOL KESEHATAN (termasuk setelah vaksin) Aplikasi yang dikembangkan untuk menghentikan penularan COVID-19 dengan mengandalkan kepedulian serta partisipasi masyarakat untuk saling jaga dan meminimalisir risiko penyebaran COVID-19 #aksigermas
  • 34.
  • 35.
    PERAN KESEHATAN DALAM GERMAS Melaksanakan kampanyeGerakan Masyarakat Hidup Sehat serta meningkatkan advokasi dan pembinaan daerah dalam pelaksanaan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Meningkatka n pendidikan mengenai gizi seimbang dan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, serta aktivitas fisik Meningkatkan pelaksanaan deteksi dini di Puskesmas dan menyusun panduan pelaksanaan deteksi dini di instansi pemerintah dan swasta
  • 36.
    PERAN MASYARAKAT/INDIVIDU/KELUARGA Mempraktikkan pola hidupsehat sehari-hari Melakukan aktivitas fisik secara rutin setiap hari Membudayakan konsumsi buah dan sayur setiap hari Tidak merokok Tidak mengonsumsi alkohol dan zat adiktif lainnya Pengelolaan stres secara baik Budayakan buang air besar pada tempatnya Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin min 6 bulan sekali
  • 37.
    PERAN DUNIA USAHADAN ORMAS DALAM GERMAS Ormas dan Kelompok Potensial Menggerakkan institusi dan organisasi masing-masing agar anggotanya berperilaku sehat Dunia Usaha dan Swasta Menggerakkan institusi dan organisasi masing-masing agar anggotanya berperilaku sehat
  • 38.
    PERAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN DALAMGERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT • Ormas berperan serta aktif dalam pembangunan kesehatan • Ormas yang memiliki sumber daya dan menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan kesehatan Organisasi Kemasyarakatan – Kementerian Kesehatan:
  • 39.
    Saya Butuh Edukasi danKampanye perubahan perilaku (Promotif – Preventif) Tahu dipenuhi dengan berbagai informasi, pengetahuan dan edukasi yg baik dan benar Mau melakukan apa yang sudah diketahui dari berbagai lintas sumber dan menjadi contoh/ teladan / agent of change Mampu mengajak orang/ pihak lain untuk memberi tahu dan menjalankannya Aku Tahu , Aku Mau dan Aku Mampu
  • 40.