1
Matematika ekonomi
(fungsi linier)
MATA KULIAH DOSEN PEMBIMBING
(MATEMATIKA EKONOMI) (MUSLIM S Si)
KELOMPOK i :
YULIA TRIHARINI (11571202985)
ANGGRIANI PUTRI AZMA (11571201662)
ARLIN ANDRIANI NST (11571203126)
HADISTY AMALIYAH (11571201976)
MURNIATI (11571205529)
MEZI YULANDA (11571205155)
NUR ROHMA (11571202983)
SHINTIA WIDYA NINGSIH (11571200802)
SITI FATIMAH (11571204917)
MAHASISWA JURUSAN MANAJEMEN
SEMESTER I / LOKAL E
FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM
PEKANBARU 2015 / 2016
2
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr Wb…
Syukur Alhamdulillah, segala puji hanya diserahkan kepada Allah SWT. Yang telah
membantu pembuatan makalah Fungsi linier . Fungsi yang sangat sering digunakan oleh para
ahli ekonomi dan bisnis dalam menganalisis dan memecahkan masalah – masalah ekonomi.
Shalawat dan salam, semoga Allah SWT limpahkan kepada Nabi Muhammad saw. Sebagai
pembawa fungsi linear ini sangat penting untuk diktahui.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, baik dari segi isi
maupun sistematika. Oleh karena itu, kami sangat berterimakasih apabila ada kritik dan saran
membangun untuk perbaikan makalah ini.
Harapan penulis, semoga makalah ini bermanfaat untuk kita semua. Aamiin…
WaalaikumsalamWr. Wb…
Pekanbaru, 23 November 2015
Penulis
3
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………………………………2
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………………….……3
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH………………………………………………………………………4
B. RUMUSAN MASALAH……………………………………………………………………………………4
C. TUJUAN PEMBAHASAN…………………………………………………………………………………4
BAB II……………………………………………............................................................................................................5
FUNGSI LINIER..………………………………………………………………………………………..........5
A. PAJAK……………………………………………………………………………………………………………5
B. PENGARUH SUBSIDI PADA KESEIMBANGAN PASAR……………………………………….8
BAB
III……………………………....................................................................................................................................11
PENUTUP...............................................................................................................................................................11
KESIMPULAN………………………………………………………………………………………………11
4
BAB I
A. Latar Belakang Masalah
1. Apa itu fungsi linier?
2. Apa saja rumus dalam materi fungsi linier?
3. Dan bagaimana bntuk cara penyelesaian rumusannya?
B. Rumusan Masalah
Bagai manana menyelesaikan masalah dalam mempelajari fungsi linier dan bagai mana cara
rumus rumus pada fungsi linier.
C. Tujuan Pembahasan
Agar menjadikan karya tulis ini sebuat materi pertimbangan buat para ilmuan pmbaca mngrti
dalam menganalisi dan rumusan dalam materi fungsi linier. Dan merupakan fungsi linier merupakan
bagian dari plajaran matematika ekonomi.
5
BAB II
FUNGSI LINIER
Fungsi Linier
Fungsi linier adalah suatu fungsi yang sangat sering digunakan oleh para ahli
ekonomi dan bisnis dalam menganalisis dan memecahkan masalah – masalah ekonomi. Ini
dikarenakan bahwa kebanyakan masalah ekonomi dan bisnis dapat disederhanakan atau
diterjemahkan ke dalam model yang berbentuk linier.
A. PAJAK
Jika fungsi permintaan adalah P = f (Q) ; fungsi penawaran sebelum dikenakan pajak t
per unit adalah P = f (Q) ; dan fungsi penawaran setelah dikenakan pajak t per unit adalah
Pt = f(Q) + t , maka keseimbangan pasar yang baru Et (Qt , Pt ) diperoleh dengan
memecahkan persamaan – persamaan:
Sedangkan keseimbangan pasar mula – mula diperoleh dengan memecahkan
persamaan – persamaan :
Keseimbangan pasar mula – mula dan keseimbangan pasar setelah kena pajak dapat
dilihat pada gambar dibawah ini.
P = f (Q) dan Pt = f (Q ) + t
P = f (Q) dan P = F (Q)
6
Secara Geometri, pajak yang dikenakan oleh Pemerintah sama dengan menggeserkan
kurva penawaran mula – mula keatas setinggi t per unit.
Kasus lain dapat terjadi bila fungsi penawaran mula – mula berbentuk Q = G (P) , maka
ada kemungkinan bagi kita untuk menyelesaikan ke dalam bentuk P = f (Q) yang lebih
mudah. Tetapi jika tidak, fungsi penawaran setelah pajak adalah,
Dan jumlah yang ditawarkan adalah
Sedangkan keseimbangan pasar setelah dikenakan pajak dapat diperoleh dengan
memecahkan persamaan – persamaan :
Permintaan : P = f (Q)
Penawaran : Q = G (Pt – t)
Penerimaan pajak total T oleh pemerintah adalah
Pt – t = F (Q)
Q = G (Pt – t)
T = tQt
7
Dimana :
Qt = jumlah keseimbangan setelah dikenakan pajak.
T = pajak perunit produk.
Penerimaan pajak total T oleh Pemerintah ditunjukan oleh luas jajaran genjang P1 AEt
P2 pada gambar yang diatas. Penerimaan pajak total T oleh pemerintah sebagian
ditanggung oleh produsen dan sebagian pula ditanggung oleh konsumen. Besarnya pajak
yang ditanggung oleh konsumen adalah luas segi empat Pe BEt Pt yaitu :
Sedangkan pajak yang ditanggung oleh produsen adalah luas segi empat Pe BAC, yaitu :
(Pe – C) (0Qt)
Contoh :
Jika fungsi permintaan suatu produk ditunjukan oleh P = 15 – Q dan fungsi penawaran P =
0,5Q + 3. Terhadap produk tersebut dikenakan pajak oleh pemerintan sebesar Rp 3,00 per
unit.
a. Berapakah harga dan jumlah keseimbangan pasar sebelum dan sesudah kena pajak
?
b. Berapa besar penerimaan pajak total oleh pemerintah ?
c. Berapa besar pajak yang ditanggung oleh konsumen produsen?
d. Gambarkanlah harga dan jumlah keseimbangan sebelum dan setelah pajak dalam
satu diagram!
Penyelesaian:
Pd = PSmaka
15 – Q = 0,5Q + 3
-1,5Q = -12
Q = 8
(Pt – Pe) (0Qt)
8
P = 15 - 8
P =7
jadi, keseimbangan pasar sebelum kena pajak E (8, 7)
keseimbangan setelah pajak
permintaan : Pd = 15 - Q
Penawaran setelah pajak : Pst = 0, 5Q + 3 + 3 = 0, 5Q + 6
Jika Pd = Pst, maka
15 - Q = 0,5Q + 6
-1,5Q = -9
Q = 6
P = 15 - 6
P = 9
jadi, keseimbangan pasar setelah kena pajak Et (6,9). Penerimaan pajak total oleh
pemerintah:
T = (3)(6) = 18
Besarnya pajak yang di tanggung oleh konsumen:
(9-7) (6) = 12
Besarnya pajak yang di tanggung oleh produsen:
(7-6) (6) = 6
PENGARUH SUBSIDI PADA KESEIMBANGAN PASAR
Jika fungsi permintaan mula – mula P = f(Q) , fungsi penawaran sebelum subsidi adalah
P = F(Q) , dan fungsi penawaran setelah diberikan subsidi P = F(Q) - s, maka
keseimbangan pasasr yang baru setelah di berikan subsidi oleh pemerintah diperoleh
dengan memecahkan secara serentak persamaan-persamaan:
P = f(Q) dan P = F(Q) - s
Titik keseimbangan pasar baru setelah di berikan subsidi oleh pemerintah nampak
seperti gambar dibawah ini:
9
Besarnya subsidi yang diberikan oleh pemerintah adalah:
S = sQS
Dimana:
QS = jumlah produk setelah subsidi
S = subsidi per unit produk
Besarnya subsidi yang di nikmati oleh konsumen adalah segi empat Ps Es BPe, yaitu:
(Pe - Ps) (0QS)
Sedangkan besarnya subsidi yang dinikmati oleh produsen adalah segi empat Pe BAC,
yaitu :
(C - Pe) (0Qs)
Contoh :
Fungsi permintaan suatu produk ditunjukan oleh P = 15 - Q dan fungsi penawaran P =
0,5Q + 3. jika pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp.1,5,00 per unit produk,
a) Berapakah harga dan jumlah keseimbangan sebelum dan sesudah subsidi?
b) Berapa besar subsidi yang di berikan oleh pemerintah?
c) Berapa besar subsidi yang di nikmati oleh konsumen dan produsen?
d) Gambarkan lah dalam satu diagram!
Penyelesaian:
a) Sebelum subsidi keseimbangan pasar adalah P = 7 dan Q = 8 (lihat
penyelesaian contoh sebelumnya)
b) Fungsi penawaran sebelum subsidi : P = 0,5Q + 3
Fungsi penawaran setelah subsidi : PS= 0,5Q + 3 - 1,5 = 0,5 Q + 1,5
Jika Pd = PS, maka
15 - Q = 0,5Q + 1,5
-1,5Q = -13,5
Q = 9
10
P = 15 – 9
P = 6
Jika keseimbangan setelah subsidi ES (9,6).
b)Besarnya subsidi yang di berikan oleh pemerintah:
S= (1,5) (9)
S = 13,5
c) Besarnya subsidi yang di nikmati oleh konsumen adalah:
(7-6) (9) = 9
Besarnya subsidi yang di nikmati oleh produsen adalah:
(7,5-7) (9) = 4,5
11
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Bahwa fungsi linier merupakan bentuk fungsi dalam matematika dapat digunakan untuk
mencari hubungan sebab akibat antara berbagai variable ekonomi misalnya hubungan antara
investasi dan tingkat bunga. Dari berbagai macam hubungan fungsional yang ada dalam
matematika, hubungan linier merupakan bentuk yang paling sering digunakan dalamanalisis
ekonomi.

Matematika ekon

  • 1.
    1 Matematika ekonomi (fungsi linier) MATAKULIAH DOSEN PEMBIMBING (MATEMATIKA EKONOMI) (MUSLIM S Si) KELOMPOK i : YULIA TRIHARINI (11571202985) ANGGRIANI PUTRI AZMA (11571201662) ARLIN ANDRIANI NST (11571203126) HADISTY AMALIYAH (11571201976) MURNIATI (11571205529) MEZI YULANDA (11571205155) NUR ROHMA (11571202983) SHINTIA WIDYA NINGSIH (11571200802) SITI FATIMAH (11571204917) MAHASISWA JURUSAN MANAJEMEN SEMESTER I / LOKAL E FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU SOSIAL UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM PEKANBARU 2015 / 2016
  • 2.
    2 KATA PENGANTAR Assalamualaikum WrWb… Syukur Alhamdulillah, segala puji hanya diserahkan kepada Allah SWT. Yang telah membantu pembuatan makalah Fungsi linier . Fungsi yang sangat sering digunakan oleh para ahli ekonomi dan bisnis dalam menganalisis dan memecahkan masalah – masalah ekonomi. Shalawat dan salam, semoga Allah SWT limpahkan kepada Nabi Muhammad saw. Sebagai pembawa fungsi linear ini sangat penting untuk diktahui. Kami menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, baik dari segi isi maupun sistematika. Oleh karena itu, kami sangat berterimakasih apabila ada kritik dan saran membangun untuk perbaikan makalah ini. Harapan penulis, semoga makalah ini bermanfaat untuk kita semua. Aamiin… WaalaikumsalamWr. Wb… Pekanbaru, 23 November 2015 Penulis
  • 3.
    3 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………………………………2 DAFTARISI………………………………………………………………………………………………………….……3 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH………………………………………………………………………4 B. RUMUSAN MASALAH……………………………………………………………………………………4 C. TUJUAN PEMBAHASAN…………………………………………………………………………………4 BAB II……………………………………………............................................................................................................5 FUNGSI LINIER..………………………………………………………………………………………..........5 A. PAJAK……………………………………………………………………………………………………………5 B. PENGARUH SUBSIDI PADA KESEIMBANGAN PASAR……………………………………….8 BAB III……………………………....................................................................................................................................11 PENUTUP...............................................................................................................................................................11 KESIMPULAN………………………………………………………………………………………………11
  • 4.
    4 BAB I A. LatarBelakang Masalah 1. Apa itu fungsi linier? 2. Apa saja rumus dalam materi fungsi linier? 3. Dan bagaimana bntuk cara penyelesaian rumusannya? B. Rumusan Masalah Bagai manana menyelesaikan masalah dalam mempelajari fungsi linier dan bagai mana cara rumus rumus pada fungsi linier. C. Tujuan Pembahasan Agar menjadikan karya tulis ini sebuat materi pertimbangan buat para ilmuan pmbaca mngrti dalam menganalisi dan rumusan dalam materi fungsi linier. Dan merupakan fungsi linier merupakan bagian dari plajaran matematika ekonomi.
  • 5.
    5 BAB II FUNGSI LINIER FungsiLinier Fungsi linier adalah suatu fungsi yang sangat sering digunakan oleh para ahli ekonomi dan bisnis dalam menganalisis dan memecahkan masalah – masalah ekonomi. Ini dikarenakan bahwa kebanyakan masalah ekonomi dan bisnis dapat disederhanakan atau diterjemahkan ke dalam model yang berbentuk linier. A. PAJAK Jika fungsi permintaan adalah P = f (Q) ; fungsi penawaran sebelum dikenakan pajak t per unit adalah P = f (Q) ; dan fungsi penawaran setelah dikenakan pajak t per unit adalah Pt = f(Q) + t , maka keseimbangan pasar yang baru Et (Qt , Pt ) diperoleh dengan memecahkan persamaan – persamaan: Sedangkan keseimbangan pasar mula – mula diperoleh dengan memecahkan persamaan – persamaan : Keseimbangan pasar mula – mula dan keseimbangan pasar setelah kena pajak dapat dilihat pada gambar dibawah ini. P = f (Q) dan Pt = f (Q ) + t P = f (Q) dan P = F (Q)
  • 6.
    6 Secara Geometri, pajakyang dikenakan oleh Pemerintah sama dengan menggeserkan kurva penawaran mula – mula keatas setinggi t per unit. Kasus lain dapat terjadi bila fungsi penawaran mula – mula berbentuk Q = G (P) , maka ada kemungkinan bagi kita untuk menyelesaikan ke dalam bentuk P = f (Q) yang lebih mudah. Tetapi jika tidak, fungsi penawaran setelah pajak adalah, Dan jumlah yang ditawarkan adalah Sedangkan keseimbangan pasar setelah dikenakan pajak dapat diperoleh dengan memecahkan persamaan – persamaan : Permintaan : P = f (Q) Penawaran : Q = G (Pt – t) Penerimaan pajak total T oleh pemerintah adalah Pt – t = F (Q) Q = G (Pt – t) T = tQt
  • 7.
    7 Dimana : Qt =jumlah keseimbangan setelah dikenakan pajak. T = pajak perunit produk. Penerimaan pajak total T oleh Pemerintah ditunjukan oleh luas jajaran genjang P1 AEt P2 pada gambar yang diatas. Penerimaan pajak total T oleh pemerintah sebagian ditanggung oleh produsen dan sebagian pula ditanggung oleh konsumen. Besarnya pajak yang ditanggung oleh konsumen adalah luas segi empat Pe BEt Pt yaitu : Sedangkan pajak yang ditanggung oleh produsen adalah luas segi empat Pe BAC, yaitu : (Pe – C) (0Qt) Contoh : Jika fungsi permintaan suatu produk ditunjukan oleh P = 15 – Q dan fungsi penawaran P = 0,5Q + 3. Terhadap produk tersebut dikenakan pajak oleh pemerintan sebesar Rp 3,00 per unit. a. Berapakah harga dan jumlah keseimbangan pasar sebelum dan sesudah kena pajak ? b. Berapa besar penerimaan pajak total oleh pemerintah ? c. Berapa besar pajak yang ditanggung oleh konsumen produsen? d. Gambarkanlah harga dan jumlah keseimbangan sebelum dan setelah pajak dalam satu diagram! Penyelesaian: Pd = PSmaka 15 – Q = 0,5Q + 3 -1,5Q = -12 Q = 8 (Pt – Pe) (0Qt)
  • 8.
    8 P = 15- 8 P =7 jadi, keseimbangan pasar sebelum kena pajak E (8, 7) keseimbangan setelah pajak permintaan : Pd = 15 - Q Penawaran setelah pajak : Pst = 0, 5Q + 3 + 3 = 0, 5Q + 6 Jika Pd = Pst, maka 15 - Q = 0,5Q + 6 -1,5Q = -9 Q = 6 P = 15 - 6 P = 9 jadi, keseimbangan pasar setelah kena pajak Et (6,9). Penerimaan pajak total oleh pemerintah: T = (3)(6) = 18 Besarnya pajak yang di tanggung oleh konsumen: (9-7) (6) = 12 Besarnya pajak yang di tanggung oleh produsen: (7-6) (6) = 6 PENGARUH SUBSIDI PADA KESEIMBANGAN PASAR Jika fungsi permintaan mula – mula P = f(Q) , fungsi penawaran sebelum subsidi adalah P = F(Q) , dan fungsi penawaran setelah diberikan subsidi P = F(Q) - s, maka keseimbangan pasasr yang baru setelah di berikan subsidi oleh pemerintah diperoleh dengan memecahkan secara serentak persamaan-persamaan: P = f(Q) dan P = F(Q) - s Titik keseimbangan pasar baru setelah di berikan subsidi oleh pemerintah nampak seperti gambar dibawah ini:
  • 9.
    9 Besarnya subsidi yangdiberikan oleh pemerintah adalah: S = sQS Dimana: QS = jumlah produk setelah subsidi S = subsidi per unit produk Besarnya subsidi yang di nikmati oleh konsumen adalah segi empat Ps Es BPe, yaitu: (Pe - Ps) (0QS) Sedangkan besarnya subsidi yang dinikmati oleh produsen adalah segi empat Pe BAC, yaitu : (C - Pe) (0Qs) Contoh : Fungsi permintaan suatu produk ditunjukan oleh P = 15 - Q dan fungsi penawaran P = 0,5Q + 3. jika pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp.1,5,00 per unit produk, a) Berapakah harga dan jumlah keseimbangan sebelum dan sesudah subsidi? b) Berapa besar subsidi yang di berikan oleh pemerintah? c) Berapa besar subsidi yang di nikmati oleh konsumen dan produsen? d) Gambarkan lah dalam satu diagram! Penyelesaian: a) Sebelum subsidi keseimbangan pasar adalah P = 7 dan Q = 8 (lihat penyelesaian contoh sebelumnya) b) Fungsi penawaran sebelum subsidi : P = 0,5Q + 3 Fungsi penawaran setelah subsidi : PS= 0,5Q + 3 - 1,5 = 0,5 Q + 1,5 Jika Pd = PS, maka 15 - Q = 0,5Q + 1,5 -1,5Q = -13,5 Q = 9
  • 10.
    10 P = 15– 9 P = 6 Jika keseimbangan setelah subsidi ES (9,6). b)Besarnya subsidi yang di berikan oleh pemerintah: S= (1,5) (9) S = 13,5 c) Besarnya subsidi yang di nikmati oleh konsumen adalah: (7-6) (9) = 9 Besarnya subsidi yang di nikmati oleh produsen adalah: (7,5-7) (9) = 4,5
  • 11.
    11 BAB III PENUTUP KESIMPULAN Bahwa fungsilinier merupakan bentuk fungsi dalam matematika dapat digunakan untuk mencari hubungan sebab akibat antara berbagai variable ekonomi misalnya hubungan antara investasi dan tingkat bunga. Dari berbagai macam hubungan fungsional yang ada dalam matematika, hubungan linier merupakan bentuk yang paling sering digunakan dalamanalisis ekonomi.