RUMUS MATEMATIKA BISNIS
A. DERET HITUNG
1. Suku ke-n
2. Jumlah suku ke-n
Keterangan :
Sn : nilai suku tertentu
Jn : jumlah deret hingga suku tertentu
n : indeks suku
a : suku pertama atau S1
b : pembeda
B. DERET UKUR
1. Suku ke-n
2. Jumlah suku ke-n
atau
Keterangan :
Sn : nilai suku tertentu
Jn : jumlah deret hingga suku tertentu
n : indeks suku
a : suku pertama atau S1
p : pengganda
Sn = a + (n-1)b
Jn =
𝑛
2
(a + Sn)
Sn = ap n-1
Jn =
𝑎(1−𝑝 𝑛)
1−𝑝
jika p<1 Jn =
𝑎(𝑝 𝑛−1)
𝑝−1
jika p>1
C. SUKU BUNGA MAJEMUK
1. Bunga yang dibayar 1x dalam 1 tahun
atau
2. Bunga yang dibayar lebih dari
1x dalam 1 tahun
atau
Keterangan :
Fn : bunga setelah n tahun (nilai masa
depan)
P : jumlah sekarang
n : jumlah tahun
i : tingkat bunga pertahun
m : frekuensi pembayaran bunga dalam setahun
D. FUNGSI
1. PEMBENTUKAN PERSAMAAN LINEAR
a. Cara Dwi-Koordinat
b. Cara Koordinat-Lereng
Ket : b = koefisien /
lereng
c. Cara Penggal-Lereng
Ket : a = penggal/konstanta
b = lereng/lereng
d. Cara Dwi-Penggal
Fn = P(1+i)n
Fn = P(1+
𝑖
𝑚
)mn
P=
1
(1+𝑖) 𝑛 . F
P=
1
(1+
𝑖
𝑚
) 𝑚𝑛
. F
𝑦− 𝑦1
𝑦2 −𝑦1
=
𝑥− 𝑥1
𝑥2− 𝑥1
y – y1 = b(x – x1)
y= a + bx
Ket : a = penggal vertikal
c = penggal horizontal
2. FUNGSI LINEAR DALAM PENERAPAN
EKONOMI
a. Bentuk Umum Fungsi Permintaan
atau
b. Bentuk Umum Fungsi Penawaran
atau
c. Keseimbangan Pasar
atau
3. PENGARUH PAJAK TERHADAP KESEIMBANGAN
PASAR
1. Pengaruh Pajak Spesifik
 Fungsi penawaran berubah
Sebelum pajak
atau
Sesudah pajak
Q = −
𝑎
𝑏
+
1
𝑏
(𝑃 − 𝑡)
Q = −
𝑎
𝑏
+
1
𝑏
𝑃 − 𝑡
bQ = –a + P – t
y = a -
𝑎
𝑐
x
Pd =
𝑎
𝑏
–
1
𝑏
QQ= a – bPd
Q= -a + bPs Ps =
𝑎
𝑏
–
1
𝑏
Q
Qd = Qs Pd = Ps
Ps = a + bQ
Ps = (a + t) + bQ
Q = −
𝑎
𝑏
+
1
𝑏
𝑃
Ket : t = pajak
 Fungsi Permintaan tetap
 Pajak yang ditanggung konsumen
Ket :
Pe
’ = harga setelah pajak
Pe = harga keseimbangan
sebelum pajak
 Pajak yang ditanggung produsen
Ket :
t = besar pajak
tk = pajak yang ditanggung
konsumen
 Pajak yang ditanggung pemerintah
Ket :
Qe = jmlh keseimbangan
sesudah pajak
2. Pengaruh Pajak Proporsional
 Fungsi penawaran untuk pajak berupa %
Persamaan penawaran semula
atau
Persamaan penawaran baru menjadi:
P = a + bQ + tP
P – tP = a + bQ
Atau
tk = Pe
’ – Pe
tp =t – tk
T =Qe
’ × t
P (1-t) = a + bQ
P =
𝑎
(1−𝑡)
+
𝑏
(1−𝑡)
𝑄
Q = −
𝑎
𝑏
+
(1−𝑡)
𝑏
𝑃
Pd = a – bQ
Ps = a + bQ Q = −
𝑎
𝑏
+
1
𝑏
𝑃
 Mengubah pajak (%) ke (Rp)
Ket : Pe
’ = harga keseimbangan setelah pajak
4. PENGARUH SUBSIDI TERHADAP
KESEIMBANGAN PASAR
 Fungsi penawaran berubah
Sebelum subsidi ⟶
Sesudah subsidi ⟶
Ket : s = subsidi
 Fungsi Permintaan tetap
 Subsidi yang dinikmati konsumen
Ket :
Pe
’ = harga setelah pajak
Pe = harga keseimbangan
sebelum pajak
 Subsidi yang dinikmati produsen
Ket :
s = besar subsidi
tk = subsidi yang dinikmati
konsumen
 Subsidi yang diberikan pemerintah
Ket :
Qe = jmlh keseimbangan
sesudah subsidi
t (Rp) =t (%) × Pe
’
Ps = (a–s) + bQ
Ps = a + bQ
sk = Pe – Pe
’
sp = s – sk
S = Qe
’ × s
Pd = a – bQ

Rumus matematika bisnis

  • 1.
    RUMUS MATEMATIKA BISNIS A.DERET HITUNG 1. Suku ke-n 2. Jumlah suku ke-n Keterangan : Sn : nilai suku tertentu Jn : jumlah deret hingga suku tertentu n : indeks suku a : suku pertama atau S1 b : pembeda B. DERET UKUR 1. Suku ke-n 2. Jumlah suku ke-n atau Keterangan : Sn : nilai suku tertentu Jn : jumlah deret hingga suku tertentu n : indeks suku a : suku pertama atau S1 p : pengganda Sn = a + (n-1)b Jn = 𝑛 2 (a + Sn) Sn = ap n-1 Jn = 𝑎(1−𝑝 𝑛) 1−𝑝 jika p<1 Jn = 𝑎(𝑝 𝑛−1) 𝑝−1 jika p>1
  • 2.
    C. SUKU BUNGAMAJEMUK 1. Bunga yang dibayar 1x dalam 1 tahun atau 2. Bunga yang dibayar lebih dari 1x dalam 1 tahun atau Keterangan : Fn : bunga setelah n tahun (nilai masa depan) P : jumlah sekarang n : jumlah tahun i : tingkat bunga pertahun m : frekuensi pembayaran bunga dalam setahun D. FUNGSI 1. PEMBENTUKAN PERSAMAAN LINEAR a. Cara Dwi-Koordinat b. Cara Koordinat-Lereng Ket : b = koefisien / lereng c. Cara Penggal-Lereng Ket : a = penggal/konstanta b = lereng/lereng d. Cara Dwi-Penggal Fn = P(1+i)n Fn = P(1+ 𝑖 𝑚 )mn P= 1 (1+𝑖) 𝑛 . F P= 1 (1+ 𝑖 𝑚 ) 𝑚𝑛 . F 𝑦− 𝑦1 𝑦2 −𝑦1 = 𝑥− 𝑥1 𝑥2− 𝑥1 y – y1 = b(x – x1) y= a + bx
  • 3.
    Ket : a= penggal vertikal c = penggal horizontal 2. FUNGSI LINEAR DALAM PENERAPAN EKONOMI a. Bentuk Umum Fungsi Permintaan atau b. Bentuk Umum Fungsi Penawaran atau c. Keseimbangan Pasar atau 3. PENGARUH PAJAK TERHADAP KESEIMBANGAN PASAR 1. Pengaruh Pajak Spesifik  Fungsi penawaran berubah Sebelum pajak atau Sesudah pajak Q = − 𝑎 𝑏 + 1 𝑏 (𝑃 − 𝑡) Q = − 𝑎 𝑏 + 1 𝑏 𝑃 − 𝑡 bQ = –a + P – t y = a - 𝑎 𝑐 x Pd = 𝑎 𝑏 – 1 𝑏 QQ= a – bPd Q= -a + bPs Ps = 𝑎 𝑏 – 1 𝑏 Q Qd = Qs Pd = Ps Ps = a + bQ Ps = (a + t) + bQ Q = − 𝑎 𝑏 + 1 𝑏 𝑃
  • 4.
    Ket : t= pajak  Fungsi Permintaan tetap  Pajak yang ditanggung konsumen Ket : Pe ’ = harga setelah pajak Pe = harga keseimbangan sebelum pajak  Pajak yang ditanggung produsen Ket : t = besar pajak tk = pajak yang ditanggung konsumen  Pajak yang ditanggung pemerintah Ket : Qe = jmlh keseimbangan sesudah pajak 2. Pengaruh Pajak Proporsional  Fungsi penawaran untuk pajak berupa % Persamaan penawaran semula atau Persamaan penawaran baru menjadi: P = a + bQ + tP P – tP = a + bQ Atau tk = Pe ’ – Pe tp =t – tk T =Qe ’ × t P (1-t) = a + bQ P = 𝑎 (1−𝑡) + 𝑏 (1−𝑡) 𝑄 Q = − 𝑎 𝑏 + (1−𝑡) 𝑏 𝑃 Pd = a – bQ Ps = a + bQ Q = − 𝑎 𝑏 + 1 𝑏 𝑃
  • 5.
     Mengubah pajak(%) ke (Rp) Ket : Pe ’ = harga keseimbangan setelah pajak 4. PENGARUH SUBSIDI TERHADAP KESEIMBANGAN PASAR  Fungsi penawaran berubah Sebelum subsidi ⟶ Sesudah subsidi ⟶ Ket : s = subsidi  Fungsi Permintaan tetap  Subsidi yang dinikmati konsumen Ket : Pe ’ = harga setelah pajak Pe = harga keseimbangan sebelum pajak  Subsidi yang dinikmati produsen Ket : s = besar subsidi tk = subsidi yang dinikmati konsumen  Subsidi yang diberikan pemerintah Ket : Qe = jmlh keseimbangan sesudah subsidi t (Rp) =t (%) × Pe ’ Ps = (a–s) + bQ Ps = a + bQ sk = Pe – Pe ’ sp = s – sk S = Qe ’ × s Pd = a – bQ