Kelompok 2
Anggota:
Jessaya Haryadi Harahap
Witsqo Fulkiasfari I
Nurfitri Ayu Puspitasari
Debby Syavira A
Erick C. H. Sianipar
Mengelola Merek
MEREK
 Apa itu merek?
- Nama, istilah, tanda, lambang, desain atau
kombinasinya
 Peran merek?
-Menyederhanakan penanganan dan penulusuran
produk
-Membantu mengatur catatan persediaan
-Perlindungan hukum kepada perusahaan
6 Tingkat Pengertian Merek
6. Pemakai
5. Kepribadian
4. Budaya
3. Nilai
2. Manfaat
1. Atribut
1. Atribut
Merek mengingatkan pada atribut atau simbol tertentu.
2. Manfaat
Atribut-atribut harus dikembangkan menjadi manfaat
fungsional dan emosional.
3. Nilai
 Merek tersebut secara tersirat
menyatakan nilai-nilai tentang
produsennya.
4. Budaya
 Merek juga mewakili budaya tertentu.
5. Kepribadian
 Merek tersebut dapat mencerminkan
kepribadian tertentu.
6. Pemakai
Merek menunjukkan jenis konsumen yang membeli
atau menggunakan produk tersebut.
Brand Equity
Brand equity adalah kekuatan suatu brand yang dapat
menambah atau mengurangi nilai dari brand itu sendiri
yang dapat diketahui dari respon konsumen terhadap
barang atau jasa yang dijual.
Model Ekuitasi Merk
Brand Asset
Valuator/BAV
Model
BRANDZ
Model
AAKER
Model
Resonansi
Model Aaker (Kekuatan
Merek/Brand Equity)
Ekuitas merek sebagai kesadaran merek,
loyalitas merek,
dan asosiasi merek yang bersama-sama
menambah atau
mengurangi nilai yang diberikan sebuah produk
atau jasa.
Model Aaker (2)
Brand equity dikelompokkan ke dalam 5
kategori:
 Brand Awareness
Kesanggupan seorang pembeli untuk
mengenali atau mengingat kembali bahwa
suatu merk merupakan bagian dari
kategori/produk tertentu.
Tingkatan Brand Awareness
Unaware of
Brand
Brand
Recognition
Brand
Recall
Top Of Mind
Tingkatan Brand Awareness (2)
 Unaware of Brand
Konsumen tidak menyadari akan adanya suatu
merek.
 Brand Recognition
Tingkatan paling rendah dari awareness
seseorang. Pada saat seorang pembeli memilih
suatu merek pada saat melakukan pembelian.
Tingkatan Brand Awareness (3)
 Brand Recall
Pengingatan kembali terhadap merek didasarkan
pada permintaan seseorang untuk menyebutkan
merek tertentu dalam suatu kelas produk.
 Top Of Mind
Merek produk yang pertama kali disebutkan oleh
konsumen secara spontan dan meminta tempat
khusus/istimewa dibenak konsumen. Merek tersebut
menjadi pimpinan dalam benak konsumen tersebut
dibandingkan nama merek-merek lain.
Cara Mengukur Awareness
Cara
mengukur
Awareness
Cara Mengukur Awareness (2)
 Recall
Seberapa jauh konsumen dapat mengingat ketika
ditanya merek apa saja yang diingat.
 Recognition
Seberapa jauh konsumen dapat mengenali
merek tersebut termasuk dalam kategori/produk
tertentu.
Cara Mengukur Awareness (3)
 Purchase
Seberapa jauh konsumen akan memasukkan
suatu merek ke dalam alternatif pilihan ketika
akan membeli produk/layanan.
 Consumption
Seberapa jauh konsumen masih mengingat suatu
merek ketika sedang menggunakan
produk/layanan pesaing.
Model Aaker (3)
 Perceived Quality
Persepsi konsumen terhadap keseluruhan kualitas
atau jasa layanan dengan maksud yang diharapkan
konsumen.
Model Aaker (4)
 Brand Association
Segala Kesan yang muncul di benak konsumen yang
terkait dengan ingatan mengenai suatu merk.
Model Aaker (5)
 Brand Loyalty
Ukuran kesetiaan seorang pelanggan pada sebuah
merek.
 Brand Assets
Hal-hal lain yang tidak termasuk dalam 4 kategori
diatas tetapi turut membangun brand equity.
Strategi Pengembangan Merek
Product Category
BrandName
ExistingNew
Existing New
Line
Extension
Brand
Extension
Multibrands New
Brands
Line Extension
 Menggunakan nama merek yang sudah
dikenal untuk memperkenalkan tambahan
variasi produk.
Brand Extension
 Menggunakan nama merek yang sudah dikenal
untuk meluncurkan produk baru.
Multi Brand
 Meluncurkan banyak merek pada satu kategori
produk yang sama.
New Brand
 Menggunakan merek yang benar – benar baru
untuk peluncuran produk baru.
Membangun Ekuitas Merek
Penggerak Ekuitas Merek:
1. Identitas merek yang membentuk merek.
Contoh : Telkomsel meraih 5 penghargaan
pada acara XL FORTUNE.
.
Membangun Ekuitas Merek (2)
2. Produk / Jasa serta semua kegiatan pemasaran dan
program pemasaran pendukung.
Contoh : Keripik Maicih, terkenal karena tingkatan
level pedasnya yang bermacam-macam
Membangun Ekuitas Merek (3)
3. Menghubungkan merek dengan entitas lain.
Contoh : Mobil Mercedes Benz, orang beranggapan
bahwa mobil tersebut mobil yang kuat. Seakan-
akan mewakili negara pembuatnya, Jerman.
Memilih Elemen Merek
Elemen Merek adalah alat pemberi nama dagang
yang mengidentifikasikan dan mendiferensiasikan
merek.
Ada 6 Kriteria Pilihan Elemen Merek:
1. Dapat diingat
2. Berarti
3. Dapat disukai
4. Dapat ditransfer
5. Dapat disesuaikan
6. Dapat dilindungi
1. Dapat Diingat
Seberapa mudah elemen merek itu diingat dan
dikenali
2. Berarti
Elemen merek tersebut menyiratkan sesuatu
tentang bahan produk atau tipe konsumen.
3. Dapat Disukai
Seberapa menarik estetika elemen merek, menarik
secara visual, verbal atau cara lainnya.
4. Dapat Ditransfer
Apakah elemen merek dapat digunakan untuk
memperkenalkan produk baru dalam kategori yang
sama atau berbeda.
5. Dapat Disesuaikan
Seberapa mudah elemen itu disesuaikan dan
diperbarui.
6. Dapat Dilindungi
Seberapa mudah elemen merek itu dapat dilindungi
secara hukum.
Mengukur Ekuitas Merek
Jenis pendekatan untuk mengukur ekuitas merek
 Pendekatan Tidak Langsung
 Pendekatan Langsung
Menilai dari ekuitas
merek yang potensial
dari struktur
pengetahuan konsumen
Menilai dampak real
dari pengetahuan pasar
tentang merek
Cara mengukur ekuitas merek
 Audit Merek
 Penelusuran Merek
 Valuasi Merek
1. Audit Merek
Sederet prosedur yang berfokus pada pada konsumen
untuk menilai kesehatan merek, mengungkap
sumber ekuitas mereknya, dan menyarankan cara
untuk meningkatkan dan mengangkat ekuitas
mereknya. Dari perspektif perusahaan, ia perlu
memahami persis apa yang ditawarkan produk dan
jasa sekarang kepada konsumen dan bagaimana
dipasarkan dan diberi merek. Dari k perspektif
konsumen, perlu disingkapkan makna sejati dari
merek dan produk bagi konsumen.
Inventori merek
Tujuannya
memberikan
informasi yang
komprehensif
tentang cara produk
dan jasa yang dijual
Penjelajahan merek
Riset yang dilakukan
untuk memahami
pandangan
konsumen tentang
merek dan sumber
ekuitasnya
2. Penelusuran Merek
Studi mengumpulkan data kuantitatif yang
dilakukan secara rutin oleh perusahaan, didata
dari konsumen, guna memberikan informasi
tentang bagaimana kinerja merek dan program
pemasarannya di aspek-aspek pentingnya. Studi
penelusuran merupakan sarana memahami
dimana, berapa banyak dan dengan cara apa
nilai merek diciptakan. Studi-studi ini menjalankan
satu fungsi penting bagi para manajer dengan
memberikan informasi penting yang konsisten
untuk mempermudah pengambilan keputusan
dari hari ke hari.
3. Valuasi Merek
Pekerjaan mengestimasi seberapa berharganya
nilai tambah yang didapat konsumen dengan
membeli barang atau jasaNo Brand Brand Value ($ Million)
1 Coca Cola 71.861
2 IBM 69.905
3 Microsoft 59.087
4 Google 55.317
5 GE 42.808
6 McD 35.593
7 Intel 35.217
8 Apple 33.492
9 Disney 29.018
10 HP 23.479
Valuasi Merek (2)
Mengelola Ekuitas Merek
Penguatan merek merupakan upaya pengelolaan dengan seksama
dari merek sehingga nilai ekuitasnya tidak menyusut. Ekuitas merek
diperkuat dengan tindakan pemasaran yang konsisten dengan
menyampaikan arti suatu merek dalam hal :
(1) produk apa yang dipresentasikan oleh merek, apa manfaat yang
diberikan dan kebutuhan apa yang dipenuhi,
(2) bagaimana merek membuat produk menjadi unggul, disukai dan
unik harus berada pada pikiran konsumen.
Mengelola Ekuitas Merek (2)
 Revitalisasi merek merupakan penguatan kembali posisi merek
yang telah mengalami masa-masa sulit dalam lingkungan pasar.
Tindakan revitalisasi disebabkan adanya perubahan selera dan
preferensi konsumen, munculnya pesaing dan baru serta semua
perkembangan yang terjadi yang mempengaruhi peruntungan merek
dalam lingkungan pasar.
 Langkah pertama yang dilakukan dalam merevitalisasi merek adalah
memahami sumber-sumber apa dari ekuitas merek yang bisa
dipakai. Lalu memutuskan apakah perusahaan akan
mempertahankan positioning yang sama atau menciptakan
positioning baru.
Merencanakan Strategi
Penetapan Merek
Keputusan penetapan Merek
1. Nama Individual
Perusahaan yang berdiri sendiri
Keputusan penetapan Merek (2)
2. Nama Keluarga Selimut
 Heinz
Keputusan penetapan Merek (3)
3. Nama terpisah setiap kategori produk
Keputusan penetapan Merek (4)
4. Nama korporat digabungkan dengan nama
produk individual
 Sony, Hp, Telkom
Memikirkan Strategi Penentuan
Merek
Jenis strategi penentuan merek
 Perluasan Merek
 Portofolio Merek
Perluasan merek
Salah satu cara yang dapat dilakukan
oleh pemasar, yaitu mengeluarkan inovasi
produk, dan inovasi produk yang dibuat
memiliki merek yang tipikal dengan
produk induk.
Keuntungan perluasan merek
 Meningkatkan Peluang Keberhasilan Produk Baru
Dengan perluasan merek, konsumen bisa menarik
kesimpulan dan menciptakan harapan pada produk
baru yang didasari oleh apa yang sudah mereka
ketahui tentang merek induk itu sendiri dan sejauh
mana mereka merasa informasi ini relevan dengan
produk baru.
 Efek Umpan Balik Positif
Perluasan merek dapat membantu mengklarifikasikan arti
dari sebuah merek dan nilai merek intinya.
Kerugian perluasan pasar
 Terjadi dilusi merek
Perluasan merek yang tidak tepat dapat membuat
konsumen kurang memikirkan merek, artinya perluasan
produk kurang spesifik.
 Kegagalan produk
Perluasan merek dalam menginovasi produk pastinya
menjanjikan sesuatu sesuai dengan produk
sebelumnya. Tidak terpenuhinya janji tersebut dapat
mengarahkan nilai publisitas yang negatif.
 Terjadi kanibalisasi merek induk
Jika sebuah merek dilakukan perluasan tanpa
perhitungan yang tepat akan terjadi kanibalisasi dari
merek yang diperluas dan merek induk.
Portofolio merek
 Portofolio Merek adalah kumpulan semua merek
dan lini merek yang ditawarkan perusahaan
tertentu untuk dijual dalam satu kategori atau
segmen pasar tertentu.
 Alasan memperkenalkan multi merek dalam
sebuah kategori:
1. Memperbanyak ketersediaan rak dan
ketergantungan pengecer dalam toko
2. Menarik konsumen yang mencari varietas yang
mungkin sebaliknya beralih ke merek lain
3. Meningkatkan persaingan internal dalam
perusahaan
4. menghasilkan skala ekonomi dalam penjualan
iklan, perdagangan, dan distribusi fisik.
Jenis Portofolio Merek
 Flanker
Merek “petarung”.
Jenis Portofolio Merek (2)
 Cash Cow
Mempertahankan merek.
Jenis Portofolio Merek (3)
 Tingkat Pemula Kelas Bawah
Menarik pelanggan ke waralaba merek.
Jenis Portofolio Merek (4)
 Prestise Kelas Atas
Peran merek yang relatif mahal menambah
gengsi dan kredibilitas.

Mengelola Merek

  • 1.
    Kelompok 2 Anggota: Jessaya HaryadiHarahap Witsqo Fulkiasfari I Nurfitri Ayu Puspitasari Debby Syavira A Erick C. H. Sianipar Mengelola Merek
  • 2.
    MEREK  Apa itumerek? - Nama, istilah, tanda, lambang, desain atau kombinasinya  Peran merek? -Menyederhanakan penanganan dan penulusuran produk -Membantu mengatur catatan persediaan -Perlindungan hukum kepada perusahaan
  • 3.
    6 Tingkat PengertianMerek 6. Pemakai 5. Kepribadian 4. Budaya 3. Nilai 2. Manfaat 1. Atribut
  • 4.
    1. Atribut Merek mengingatkanpada atribut atau simbol tertentu.
  • 5.
    2. Manfaat Atribut-atribut harusdikembangkan menjadi manfaat fungsional dan emosional.
  • 6.
    3. Nilai  Merektersebut secara tersirat menyatakan nilai-nilai tentang produsennya.
  • 7.
    4. Budaya  Merekjuga mewakili budaya tertentu.
  • 8.
    5. Kepribadian  Merektersebut dapat mencerminkan kepribadian tertentu.
  • 9.
    6. Pemakai Merek menunjukkanjenis konsumen yang membeli atau menggunakan produk tersebut.
  • 10.
    Brand Equity Brand equityadalah kekuatan suatu brand yang dapat menambah atau mengurangi nilai dari brand itu sendiri yang dapat diketahui dari respon konsumen terhadap barang atau jasa yang dijual.
  • 11.
    Model Ekuitasi Merk BrandAsset Valuator/BAV Model BRANDZ Model AAKER Model Resonansi
  • 12.
    Model Aaker (Kekuatan Merek/BrandEquity) Ekuitas merek sebagai kesadaran merek, loyalitas merek, dan asosiasi merek yang bersama-sama menambah atau mengurangi nilai yang diberikan sebuah produk atau jasa.
  • 13.
    Model Aaker (2) Brandequity dikelompokkan ke dalam 5 kategori:  Brand Awareness Kesanggupan seorang pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merk merupakan bagian dari kategori/produk tertentu.
  • 14.
    Tingkatan Brand Awareness Unawareof Brand Brand Recognition Brand Recall Top Of Mind
  • 15.
    Tingkatan Brand Awareness(2)  Unaware of Brand Konsumen tidak menyadari akan adanya suatu merek.  Brand Recognition Tingkatan paling rendah dari awareness seseorang. Pada saat seorang pembeli memilih suatu merek pada saat melakukan pembelian.
  • 16.
    Tingkatan Brand Awareness(3)  Brand Recall Pengingatan kembali terhadap merek didasarkan pada permintaan seseorang untuk menyebutkan merek tertentu dalam suatu kelas produk.  Top Of Mind Merek produk yang pertama kali disebutkan oleh konsumen secara spontan dan meminta tempat khusus/istimewa dibenak konsumen. Merek tersebut menjadi pimpinan dalam benak konsumen tersebut dibandingkan nama merek-merek lain.
  • 17.
  • 18.
    Cara Mengukur Awareness(2)  Recall Seberapa jauh konsumen dapat mengingat ketika ditanya merek apa saja yang diingat.  Recognition Seberapa jauh konsumen dapat mengenali merek tersebut termasuk dalam kategori/produk tertentu.
  • 19.
    Cara Mengukur Awareness(3)  Purchase Seberapa jauh konsumen akan memasukkan suatu merek ke dalam alternatif pilihan ketika akan membeli produk/layanan.  Consumption Seberapa jauh konsumen masih mengingat suatu merek ketika sedang menggunakan produk/layanan pesaing.
  • 20.
    Model Aaker (3) Perceived Quality Persepsi konsumen terhadap keseluruhan kualitas atau jasa layanan dengan maksud yang diharapkan konsumen.
  • 21.
    Model Aaker (4) Brand Association Segala Kesan yang muncul di benak konsumen yang terkait dengan ingatan mengenai suatu merk.
  • 22.
    Model Aaker (5) Brand Loyalty Ukuran kesetiaan seorang pelanggan pada sebuah merek.  Brand Assets Hal-hal lain yang tidak termasuk dalam 4 kategori diatas tetapi turut membangun brand equity.
  • 23.
    Strategi Pengembangan Merek ProductCategory BrandName ExistingNew Existing New Line Extension Brand Extension Multibrands New Brands
  • 24.
    Line Extension  Menggunakannama merek yang sudah dikenal untuk memperkenalkan tambahan variasi produk.
  • 25.
    Brand Extension  Menggunakannama merek yang sudah dikenal untuk meluncurkan produk baru.
  • 26.
    Multi Brand  Meluncurkanbanyak merek pada satu kategori produk yang sama.
  • 27.
    New Brand  Menggunakanmerek yang benar – benar baru untuk peluncuran produk baru.
  • 28.
    Membangun Ekuitas Merek PenggerakEkuitas Merek: 1. Identitas merek yang membentuk merek. Contoh : Telkomsel meraih 5 penghargaan pada acara XL FORTUNE. .
  • 29.
    Membangun Ekuitas Merek(2) 2. Produk / Jasa serta semua kegiatan pemasaran dan program pemasaran pendukung. Contoh : Keripik Maicih, terkenal karena tingkatan level pedasnya yang bermacam-macam
  • 30.
    Membangun Ekuitas Merek(3) 3. Menghubungkan merek dengan entitas lain. Contoh : Mobil Mercedes Benz, orang beranggapan bahwa mobil tersebut mobil yang kuat. Seakan- akan mewakili negara pembuatnya, Jerman.
  • 31.
    Memilih Elemen Merek ElemenMerek adalah alat pemberi nama dagang yang mengidentifikasikan dan mendiferensiasikan merek. Ada 6 Kriteria Pilihan Elemen Merek: 1. Dapat diingat 2. Berarti 3. Dapat disukai 4. Dapat ditransfer 5. Dapat disesuaikan 6. Dapat dilindungi
  • 32.
    1. Dapat Diingat Seberapamudah elemen merek itu diingat dan dikenali
  • 33.
    2. Berarti Elemen merektersebut menyiratkan sesuatu tentang bahan produk atau tipe konsumen.
  • 34.
    3. Dapat Disukai Seberapamenarik estetika elemen merek, menarik secara visual, verbal atau cara lainnya.
  • 35.
    4. Dapat Ditransfer Apakahelemen merek dapat digunakan untuk memperkenalkan produk baru dalam kategori yang sama atau berbeda.
  • 36.
    5. Dapat Disesuaikan Seberapamudah elemen itu disesuaikan dan diperbarui.
  • 37.
    6. Dapat Dilindungi Seberapamudah elemen merek itu dapat dilindungi secara hukum.
  • 38.
    Mengukur Ekuitas Merek Jenispendekatan untuk mengukur ekuitas merek  Pendekatan Tidak Langsung  Pendekatan Langsung Menilai dari ekuitas merek yang potensial dari struktur pengetahuan konsumen Menilai dampak real dari pengetahuan pasar tentang merek
  • 39.
    Cara mengukur ekuitasmerek  Audit Merek  Penelusuran Merek  Valuasi Merek
  • 40.
    1. Audit Merek Sederetprosedur yang berfokus pada pada konsumen untuk menilai kesehatan merek, mengungkap sumber ekuitas mereknya, dan menyarankan cara untuk meningkatkan dan mengangkat ekuitas mereknya. Dari perspektif perusahaan, ia perlu memahami persis apa yang ditawarkan produk dan jasa sekarang kepada konsumen dan bagaimana dipasarkan dan diberi merek. Dari k perspektif konsumen, perlu disingkapkan makna sejati dari merek dan produk bagi konsumen. Inventori merek Tujuannya memberikan informasi yang komprehensif tentang cara produk dan jasa yang dijual Penjelajahan merek Riset yang dilakukan untuk memahami pandangan konsumen tentang merek dan sumber ekuitasnya
  • 41.
    2. Penelusuran Merek Studimengumpulkan data kuantitatif yang dilakukan secara rutin oleh perusahaan, didata dari konsumen, guna memberikan informasi tentang bagaimana kinerja merek dan program pemasarannya di aspek-aspek pentingnya. Studi penelusuran merupakan sarana memahami dimana, berapa banyak dan dengan cara apa nilai merek diciptakan. Studi-studi ini menjalankan satu fungsi penting bagi para manajer dengan memberikan informasi penting yang konsisten untuk mempermudah pengambilan keputusan dari hari ke hari.
  • 42.
    3. Valuasi Merek Pekerjaanmengestimasi seberapa berharganya nilai tambah yang didapat konsumen dengan membeli barang atau jasaNo Brand Brand Value ($ Million) 1 Coca Cola 71.861 2 IBM 69.905 3 Microsoft 59.087 4 Google 55.317 5 GE 42.808 6 McD 35.593 7 Intel 35.217 8 Apple 33.492 9 Disney 29.018 10 HP 23.479
  • 43.
  • 44.
    Mengelola Ekuitas Merek Penguatanmerek merupakan upaya pengelolaan dengan seksama dari merek sehingga nilai ekuitasnya tidak menyusut. Ekuitas merek diperkuat dengan tindakan pemasaran yang konsisten dengan menyampaikan arti suatu merek dalam hal : (1) produk apa yang dipresentasikan oleh merek, apa manfaat yang diberikan dan kebutuhan apa yang dipenuhi, (2) bagaimana merek membuat produk menjadi unggul, disukai dan unik harus berada pada pikiran konsumen.
  • 45.
    Mengelola Ekuitas Merek(2)  Revitalisasi merek merupakan penguatan kembali posisi merek yang telah mengalami masa-masa sulit dalam lingkungan pasar. Tindakan revitalisasi disebabkan adanya perubahan selera dan preferensi konsumen, munculnya pesaing dan baru serta semua perkembangan yang terjadi yang mempengaruhi peruntungan merek dalam lingkungan pasar.  Langkah pertama yang dilakukan dalam merevitalisasi merek adalah memahami sumber-sumber apa dari ekuitas merek yang bisa dipakai. Lalu memutuskan apakah perusahaan akan mempertahankan positioning yang sama atau menciptakan positioning baru.
  • 46.
  • 47.
    Keputusan penetapan Merek 1.Nama Individual Perusahaan yang berdiri sendiri
  • 48.
    Keputusan penetapan Merek(2) 2. Nama Keluarga Selimut  Heinz
  • 49.
    Keputusan penetapan Merek(3) 3. Nama terpisah setiap kategori produk
  • 50.
    Keputusan penetapan Merek(4) 4. Nama korporat digabungkan dengan nama produk individual  Sony, Hp, Telkom
  • 51.
    Memikirkan Strategi Penentuan Merek Jenisstrategi penentuan merek  Perluasan Merek  Portofolio Merek
  • 52.
    Perluasan merek Salah satucara yang dapat dilakukan oleh pemasar, yaitu mengeluarkan inovasi produk, dan inovasi produk yang dibuat memiliki merek yang tipikal dengan produk induk.
  • 53.
    Keuntungan perluasan merek Meningkatkan Peluang Keberhasilan Produk Baru Dengan perluasan merek, konsumen bisa menarik kesimpulan dan menciptakan harapan pada produk baru yang didasari oleh apa yang sudah mereka ketahui tentang merek induk itu sendiri dan sejauh mana mereka merasa informasi ini relevan dengan produk baru.  Efek Umpan Balik Positif Perluasan merek dapat membantu mengklarifikasikan arti dari sebuah merek dan nilai merek intinya.
  • 54.
    Kerugian perluasan pasar Terjadi dilusi merek Perluasan merek yang tidak tepat dapat membuat konsumen kurang memikirkan merek, artinya perluasan produk kurang spesifik.  Kegagalan produk Perluasan merek dalam menginovasi produk pastinya menjanjikan sesuatu sesuai dengan produk sebelumnya. Tidak terpenuhinya janji tersebut dapat mengarahkan nilai publisitas yang negatif.  Terjadi kanibalisasi merek induk Jika sebuah merek dilakukan perluasan tanpa perhitungan yang tepat akan terjadi kanibalisasi dari merek yang diperluas dan merek induk.
  • 55.
    Portofolio merek  PortofolioMerek adalah kumpulan semua merek dan lini merek yang ditawarkan perusahaan tertentu untuk dijual dalam satu kategori atau segmen pasar tertentu.  Alasan memperkenalkan multi merek dalam sebuah kategori: 1. Memperbanyak ketersediaan rak dan ketergantungan pengecer dalam toko 2. Menarik konsumen yang mencari varietas yang mungkin sebaliknya beralih ke merek lain 3. Meningkatkan persaingan internal dalam perusahaan 4. menghasilkan skala ekonomi dalam penjualan iklan, perdagangan, dan distribusi fisik.
  • 56.
    Jenis Portofolio Merek Flanker Merek “petarung”.
  • 57.
    Jenis Portofolio Merek(2)  Cash Cow Mempertahankan merek.
  • 58.
    Jenis Portofolio Merek(3)  Tingkat Pemula Kelas Bawah Menarik pelanggan ke waralaba merek.
  • 59.
    Jenis Portofolio Merek(4)  Prestise Kelas Atas Peran merek yang relatif mahal menambah gengsi dan kredibilitas.